Anda di halaman 1dari 2

PATOFISIOLOGI Obstruksi saluran nafas pada asma merupakan kombinasi spasme otot bronkus, sumbat mukus edema dan

inflamasi dinding bronkus. Obstruksi bertambah berat selama respirasi karena secara fisiologis saluran nafas menyempit pada fase tersebut. Hal ini mengakibatkan udara distal tempat terjadinya obstruksi terjebak tidak bisa respirasi. Terjadi peningkata n volume residu, kapasitas residu fungsional dan pasien akan bernafas pada volume yang tinggi mendekati kapasitas paru total. Keadaan hiperinvlasi ini bertujuan agar saluran nafas tetap terbuka dan pertukaran gas berjalan lancar. Untuk memepertahankan hiperinvlasi ini diperlukan otot-otot bantu nafas. Gejala mengi menandakan ada penyempitan di saluran nafas besar, sedangkan pada saluran nafs yang kecil gejala batuk dan sesak lebih dominan dibanding mengi. Penyempitan ssaluran nafas tidak merata diseluruh bagian paru ada daerah-daerah yang kurang mendapat ventilasi, sehingga darah kapiler yang melalui daerah tersebut mengalami hipoksemia. Penyempitan saluran nafs pada asma akan menimbulkan hal-hal sebagaI berikut: 1. Gangguan ventilasi berupa hipoventilasi 2. Ketidak seimbangan ventilasi perfusi dimana distribusi ventilasi tidak setara dengan ventilasi darah paru. 3. Gangguan difusi gas ditingkat alveoli. Ketiga faktor tersebut akan mengakibatkan: 1. Hipoksemia 2. Hiperkapnia 3. Asidosis respiratorik pada tahap yang sangat lanjut Diagnosis Diagnosis asma didasrkan pada riwayat penyakit, pemeriksaan fisis, dan pemeriksaan penunjang. Pada riwayat penyakit akan dijumpai keluhan batuk, sesak, mengi atau rasa berat di dada. Tetapi kadang kadang pasien hanya mengeluh batuk-batuk saja yang umumnya timbul pada malam hari atau sewaktu kegiatan jasmani. Adanya penyakit alergi yang lain pada pasien maupun keluarganya seperti rinitis alergi, dermatitis atopik membantu diagnosis asma. Gejala asma sering timbul pada malam hari atau sering terjadi pada musim tertentu. Faktor pencetus pada asma: 1. 2. 3. 4. 5. 6. Infeksi virus saluran nafas: influenza Alergi terhadap debu atau bulu binatang Alergi terhadap iritan asap rokok dan minyak wangi Kegiatan jasmani: Lari Ekspresi emosional takut marah dan frustasi Lingkungan kerja: Uap zat kimia

7. Polusi udara, pengawet makanan: sulfit 8. Lain-lain misalnya haid, kehamilan, sinusiti. Komplikasi asma 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Pneumotoraks Pneumodiastinum dan emfisema subkutis Atelektasis Aspergiolisis bronkopulmoner alergik Gagal nafas Bronkitis Fraktur iga

Clinical manifestasion