Anda di halaman 1dari 16

TUGAS MATA KULIAH MIKROBIOLOGI STRUKTUR MIKROBA

Dosen Pengampu: Dra. Harlis, M.Si

Oleh: 1. Rizki Ananda 2. Rosi Handayani 3. Utami Widi Astuti 4. Neni Triana 5. Arena Utama 6. Bayu Dwi Nofrizal

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS JAMBI 2012

STRUKTUR MIKROBA
1. VIRUS 1.1 Pengertian Virus Virus (menurut bahasa latin, venum atau zat cair beracun ) adalah bentuk sederhana dari hidup yang memiliki system sel (yaitu membrane plasma, sitoplasma, dan nucleus), sama halnya pada bakteri, alga hijau biru, tanaman dan hewan, berisi batasan, system gen determinan makromolekul materi genetic, dan keturunan sifat (Suharni, dkk. :2008) .

1.2

Ukuran Virus Virus adalah kesatuan submikroskopis dan ukurannya antara 10-250 mm atau 100A 2500A. kebanyakan virus lebih kecil dari pada bakteri, tapi beberapa virus lain lebih besar dari bakteri; contohnya, psitacos adalah sebuah virus berukuran diameter 0,75 m padahal organisme

pleuropneumonia atau bakteri PPLO hanya berdiameter 0,25 m (Suharni, dkk. :2008).

1.3

Struktur Virus Berikut ini merupakan struktur virus : Virus memiliki sebuah geometric regular dan system makromolekul. Semua virus terdiri dari sebuah materi DNA atau RNA yng dibungkus proterin yang disebut lipid Kapsid tersusun oleh ribuan molekul protein yng disebut kapsomer. . Bentuk kapsomer berbeda-beda, terdiri dari prisma, heksagoner, pentagonal, Penyusun kapsomer menentukan bentuk dari partikel virus dan viron. pentagonal, dll. Penyusun kapsomer menentukan bentuk dari partikel virus dan viron. Virus memilki 3 tipe berbeda simetri, yaitu kabel

(contoh: Bacteriofage x 174, tunip yellow mosaic virus, Adenovirus, dll), pilin ( contoh: Bacteriofage dan Tobacco Mosaic Virus atau TMC) dan kompleks (contoh: Pox virus, Vaccina virus, dll). Beberapa virus (contoh : Potalp spindel Tuber Virus) tidak dikelilingi kapsid inti atau viral kromosom, tipe virus khusus (contoh: influnza virus dan virus gondok) mengandung sebuah pembungkus membran yang ada disekitar kapsid. Pembungkus tersebut selain mengandung molekul protein juga mengandung molekul-molekul lipid dan polisakarida. Kapsid protein melindungi kromosom viral selama fase ekstraseluler dari daur kehidupan virus. Beberapa protein dari kapsid, virus masuk kedalam sel. Beberapa viral menyerap protein kedalam enzim, dimana sebelumnya pada lapisan penetrasi sel.

Structure of a T bacteriophage virus

A. Mikroorganisme Prokariotik
2. BAKTERI 2.1 Pengertian Bakteri Bakteri merupakan organisme yang paling banyak jumlahnya dan lebih tersebar luas dibandingkan mahluk hidup yang lain. Bakteri memiliki

ratusan ribu spesies yang hidup di darat hingga lautan dan pada tempattempat yang ekstrim. Bakteri ada yang menguntungkan tetapi ada pula yang merugikan. Bakteri memiliki ciri-ciri yang membedakannya dengan mahluk hidup yang lain. Bakteri adalah organisme uniselluler dan prokariot serta umumnya tidak memiliki klorofil dan berukuran renik (mikroskopis) (Srikandi, Fardias. 1992).

2.2

Struktur Bakteri Menurut Anonim (2010a), struktur bakteri terbagi menjadi dua yaitu: 1. Struktur dasar (dimiliki oleh hampir semua jenis bakteri) meliputi: dinding sel, membran plasma, sitoplasma, ribosom, DNA, dan granula penyimpanan. 2. Struktur tambahan (dimiliki oleh jenis bakteri tertentu) meliputi kapsul, flagelum, pilus, fimbria, klorosom, Vakuola gas dan endospora.

2.2.1

Struktur Dasar Sel Bakteri 1. Dinding sel tersusun dari peptidoglikan yaitu gabungan protein dan polisakarida (ketebalan peptidoglikan membagi bakteri menjadi bakteri gram positif bila peptidoglikannya tebal dan bakteri gram negatif bila peptidoglikannya tipis). 2. Membran plasma adalah membran yang menyelubungi

sitoplasma tersusun atas lapisan fosfolipid dan protein. 3. Sitoplasma adalah cairan sel. 4. Ribosom adalah organel yang tersebar dalam sitoplasma, tersusun atas protein dan RNA.

5. Granula penyimpanan, karena bakteri menyimpan cadangan makanan yang dibutuhkan.

2.2.2

Struktur Tambahan Bakteri : 1. Kapsul atau lapisan lendir adalah lapisan di luar dinding sel pada jenis bakteri tertentu, bila lapisannya tebal disebut kapsul dan bila lapisannya tipis disebut lapisan lendir. Kapsul dan lapisan lendir tersusun atas polisakarida dan air. 2. Flagelum atau bulu cambuk adalah struktur berbentuk batang atau spiral yang menonjol dari dinding sel. 3. Pilus dan fimbria adalah struktur berbentuk seperti rambut halus yang menonjol dari dinding sel, pilus mirip dengan flagelum tetapi lebih pendek, kaku dan berdiameter lebih kecil dan tersusun dari protein dan hanya terdapat pada bakteri gram negatif. Fimbria adalah struktur sejenis pilus tetapi lebih pendek daripada pilus. 4. Klorosom adalah struktur yang berada tepat dibawah membran plasma dan mengandung pigmen klorofil dan pigmen lainnya untuk proses fotosintesis. Klorosom hanya terdapat pada bakteri yang melakukan fotosintesis.

5. Vakuola gas terdapat pada bakteri yang hidup di air dan berfotosintesis. 6. Endospora adalah bentuk istirahat (laten) dari beberapa jenis bakteri gram positif dan terbentuk didalam sel bakteri jika kondisi tidak menguntungkan bagi kehidupan bakteri. Endospora mengandung sedikit sitoplasma, materi genetik, dan ribosom. Dinding endospora yang tebal tersusun atas protein dan menyebabkan endospora tahan terhadap kekeringan, radiasi cahaya, suhu tinggi dan zat kimia. Jika kondisi lingkungan menguntungkan endospora akan tumbuh menjadi sel bakteri baru.

2.3

Bentuk Bakteri Menurut Anonim (2010b), berdasarkan berntuknya, bakteri dibagi menjadi tiga golongan besar, yaitu : 2.3.1 Bakteri Kokus Kokus (Coccus) dalah bakteri yang berbentuk bulat seperti bola, dan mempunyai beberapa variasi sebagai berikut:

Mikrococcus, jika kecil dan tunggal Diplococcus, jka bergandanya dua-dua Tetracoccus, jika bergandengan empat dan membentuk bujursangkar

Sarcina, jika bergerombol membentuk kubus Staphylococcus, jika bergerombol Streptococcus, jika bergandengan membentuk rantai

2.3.2

Bakteri Basil Basil (Bacillus) adalah kelompok bakteri yang berbentuk batang atau silinder, dan mempunyai variasi sebagai berikut:

Diplobacillus, jika bergandengan dua-dua Streptobacillus, jika bergandengan membentuk rantai

2.2.3

Bakteri Spiral Spiril (Spirilum) adalah bakteri yang berbentuk lengkung dan mempunyai variasi sebagai berikut:

Vibrio, (bentuk koma), jika lengkung kurang dari setengah lingkaran

Spiral, jika lengkung lebih dari setengah lingkaran

2.4

Alat Gerak Bakteri Alat gerak pada bakteri berupa flagellum atau bulu cambuk adalah struktur berbentuk batang atau spiral yang menonjol dari dinding sel. Flagellum memungkinkan bakteri bergerak menuju kondisi lingkungan yang menguntungkan dan menghindar dari lingkungan yang merugikan bagi kehidupannya. Flagellum memiliki jumlah yang berbeda-beda pada bakteri dan letak yang berbeda-beda pula yaitu: 1. Monotrik : bila hanya berjumlah satu 2. Lofotrik : bila banyak flagellum disatu sisi 3. Amfitrik : bila banyak flagellum dikedua ujung. 4. Peritrik : bila tersebar diseluruh permukaan sel bakteri

3. PPLO (The Pleuropneumonia Like Organism) 3.1 Pengetian PPLO PPLO adalah organisme mirip bakteri yang berbeda ialah kurangnya dinding sel dan mesosom dan merupakan organisme sangat sederhana (Suharni, dkk : 2008).

3.2

Struktur PPLO Diameter PPLO paling kecil adalah 0,1 0,3, dan paling besar tidak lebih dari 1. Jadi, dalam ukurannya, PPLO adalah Mycoplasma. Struktur sel prokariotik PPLO dibentuk oleh 75 A membran plasma tebal. Molekul DNA berisi daerah inti. Daerah inti dikelilingi oleh banyak ribosom dan komponen lain yang dilibatkan dalam sintesis protein.

Gambar PPLO (mycoplasma)

4. Alga Hijau Biru (Cyanobacteria) 4.1

Pengertian Cyanobacteria
Kelompok organisme prokariotik yang berada dalam satu kerajaan (kingdom) dengan bakteri. Organisme ini dapat melakukan proses fotosintesis.

4.2

Struktur Cyanobacteria Menurut Anonim (2009), struktur cyanobacteria adalah : Dalam tubuh cyanobacteria, tidak ditemukan inti dan kromotofora. Dinding selnya mengandung pektin, hemiselulosa, dan selulosa yang kadang-kadang berlendir. Di tengah sel terdapat bagian yang tidak berwarna yang mengandung asam dioksi-ribonukleat dan ribonukleat. Cyanobacteria dapat hidup di atas tanah lembap, batu-batuan,kulit kayu, air tawar, air laut, dan dapat menempel pada tumbuhan atau hewan. Hormogonia : bentuk filamen yang lebih pendek tumbuh dalam trikom dan dibebskan bila trikom pecah. Akinet : sel istirahat yang berbeda dengan sel vegetatif melalui proses penebalan dinding sel dan mengisi sitoplasmanya dengan cadangan makanan. Heterocyst : bentuk bulat dengan dingding sel tebal dan trasparan tumbuh dari sel vegetatif.

Gambar hormogonium, akinet dan heterocyst pada cyanobacteria

B. Mikroorganisme Eukariot
5 KHAMIR (yeast) 5.1 Pengertian Khamir (yeast) Kelompok mikroba eukariotik heterotrofik, bersifat saprofit, uniseluler. Organisme ini membentuk miselium yang membentuk percabangan (Pratiwi,T.Sylvia : 2008). 5.2 Struktur Khamir Dinding sel tipis waktu sel masih muda. Sebagian besar dinding sel terdiri dari dua polisakarida. Membran sitoplasma tebal dan terdiri 3 lapis berupa protein, polisakarida, dan posfolipid. Memiliki sentrosom dsan sentrokromatin.

Gambar Yeast cell dan Cerevisiae under DIC microscopy 6 LIKEN (lichenes) 6.1 Pengertian Lichenes Merupakan bentuk asosiasi dari alga hijau biru (Cyanobacteria) dan fungi (kapang) (Pratiwi,T.Sylvia : 2008).

6.2

Struktur Lichenes Ada 3 bentuk morfologi lichen : 1. Lichen cructose: tumbuh ke arah substrat dan membentuk kerak. 2. Lichen foliose: serupa daun dan tumbuh menyerupai lembaran daun 3. Lichen fructiose: serupa rumpun dan mempunyai pemanjangan seperti jari

Gambar lichens
7. ALGA 7.1 Pengertian Alga Organisme eukariotik fotoautotrof. Ada yang bersifat uniseluler dan ada yang multiseluler. Terdapat pigmen warna pada organisme ini.

7.2

Struktur Alga Tubuh alga disebut talus dan bersifat haploid. Ada 4 tpe alga berdasarkan struktur tubuhnya: Alga Uniseluler Alga kolonial Alga berfilamen Alga multiseluler

7.3 Jenis-jenis Alga Ada 15 jenis alga yang perlu diketui yaitu : Clorophyta Rodophyta Euglenophyta Cryptophyta Pyrrophyta Phaeophyta Chrysophyta Prasinophyta Raphidophyta Eustigmatophyta Bascilariophyta Prasinophyta Xantophyta Glaucophyta Haptophyta

8. PROTOZOA 8.1 Pengertian Protozoa Mikroorganisme yang eukariotik yang bersifat uni seluler dan tidak memiliki dinding sel.

8.2

Struktur Protozoa Organisme Eukariotik. Bersifat Uniselular (Bersel tunggal). Hidup soliter (sendiri) atau berkoloni (berkelompok). Umumnya tidak dapat membuat makanannya sendiri. Tidak mempunyai dinding sel. Hidup bebas saprofit atau parasit. Ukuran bervariasi, yaitu mulai kurang dari 10 mikron(m) dan ada yang mencapai 6 mm. Bentuk tubuh beraneka ragam, bentuk lonjong atau membola, ada yang memanjang, dan ada pula yang polimorfik. Dapat membentuk sista untuk bertahan hidup. Alat gerak berupa pseudopodia, silia, atau flagella.

Gambar Amoeba sp. (kiri) dan Euglena sp. (kanan)

DAFTAR PUSTAKA

Anonym. 2008. Diakses 22 Maret 2012 .http://gurungeblog.wordpress.com/2008 /11/18/mengenal-protozoa/

Anonim. 2009. Diakses tanggal. http://idonkelor.blogspot.com/2009 /03/cyanophyceae-alga-biru.html Anonim a. 2010. Diakses 23 Maret 2010. http://wrghar.blogspot.com/2009/ 09/jenis-jenis-bakteri.html Anonim b. 2010. Diakses 23 Maret 2010. http://gurungeblog.wordpress.com/ 2008/11 /17/bakteri-ciri-ciri-struktur-perkembangbiakan-bentuk-danmanfaatnya/ Pratiwi,T.Sylvia. 2008. Mikrobiologi Farmasi. Jakarta : Erlangga. Srikandi, Fardiaz. 1992. Mikrobiologi Pangan. Jakarta : PT.Gramedia. Suharni,T.Theresia, Nastiti.J.Sri, dan Soetarto,S.A. Endang. 2008. Mikrobiologi Umum. Yogyakrata : Universitas Atma Jaya.

Anda mungkin juga menyukai