JURNAL PEMBELAJARAN
MODUL 2
PEMBELAJARAN SOSIAL EMOSIONAL
TOPIK
SCHOOL WELL-BEING
DISUSUN OLEH :
NAMA : YUSITA
ANDRIANA BIDANG STUDI : PGSD
NIM : 24135201326
NO. UKG : 202000682783
PENDIDIKAN PROFESI GURU (PPG) GURU TERTENTU
UNIVERSITAS VETERAN BANGUN NUSANTARA SUKOHARJO
2025
AKSI NYATA
Dampak Atau Pengaruh Pembelajaran Sosial Emosional,
Kolaborasi, Dan Keteladanan Dalam Mewujudkan
Kesejahteraan Sekolah
A. Latar Belakang
Pembelajaran Sosial Emosional (PSE) adalah pendekatan yang sangat penting
dalam Pendidikan modern. Penerapan Pendidikan Sosial Emosional (PSE) dilakukan
melalui lima kompetensi utama adalah sebagai berikut :
✓ Kesadaran diri peserta didik
✓ Manajemen diri peserta didik
✓ Kesadaran sosial peserta didik
✓ Keterampilan hubungan atau relasi peserta didik
✓ Pengambilan Keputusan yang bertanggung jawab dari peserta didik
Setiap kompetensi ini saya kembangkan tidak hanya kepada peserta didik, tetapi
juga kepada rekan sejawat.
Melalui Pembelajaran Sosial Emosional (PSE), peserta didik tidak hanya belajar
keterampilan akademik akan tetapi juga keterampilan sosial dan emosional yang
diperlukan untuk pengembangan diri dan profesional dari peserta didik tersebut.
Materi Pembelajaran Sosial Emosional (PSE) ini didasarkan pada kerangka CASEL
dan menekankan pentingnya terus belajar, berkolaborasi, dan dan memberikan
keteladan kepada peserta didik.
B. Penerapan / Perencanaan Kegiatan Pembelajaran Sosial Emosional (PSE)
Kegiatan pembelajaran sosial dan emosianal (PSE) disekolah dirancang
berdasarkan kerangka CASEL, yang meliputi lima kompetensi inti :
• Kesadaran Diri Peserta Didik (Self-Awareness): Memahami atau mengenali
emosi diri sendiri dan bagaimana perasaan ini mempengaruhi perilaku yang
berkelebian atau kekurangan.
• Manajemen atau Pengolahan Diri Peserta Didik (Self-Management):
Kemampuan untuk mengatur emosi dan perilaku, seerta menetapkan untuk
mencapai sebuah tujuan.
• Kesadaran Sosial Peserta Didik (Social Awarenness): Menghargai atau
memahami perasaan serta perspektif orang lain atau menunjukkan empati.
• Keterampilan Relasional atau hubungan Peserta Didik (Relationship Skills):
Membangun hubungan yang sehat dengan orang lain dan saling
menguntungkan.
• Pengambilan Keputusan Yang Bertanggung Jawab (Responsible Decision-
Making): Membuat pilihan yang etis dan penuh pertimbangan dalam kehidupan
sehari-hari berdasarkan standar etika dan tanggung jawab sosial.
C.RENCANA PEMBELAJARAN
c. Tema: Mengenal dan Mengelola Emosi
Kelas: 4 SD
Durasi: 2 x 35 menit
Tujuan Pembelajaran:
Di akhir pembelajaran, siswa diharapkan mampu:
1. Mengenali berbagai macam emosi (senang, sedih, marah, takut, cemas).
2. Menyebutkan situasi yang menimbulkan emosi tertentu.
3. Menunjukkan cara mengelola emosi secara sehat (misalnya, menarik napas dalam,
berbicara kepada guru/teman/orang tua).
Kompetensi Dasar (KD) Sosial Emosional
Menunjukkan perilaku percaya diri dan empati.
Mengungkapkan perasaan dengan cara yang positif.
Menyelesaikan konflik secara damai dan menghargai orang lain
Langkah Pembelajaran
1. Pembukaan (10 menit)
Guru menyapa dan mengajak siswa bermain game kecil: “Tebak Emosi” dengan
ekspresi wajah.
Guru bertanya: “Pernah nggak kalian merasa marah? Atau sangat senang? Apa
yang terjadi waktu itu?”
2. Inti (50 menit)
Kegiatan 1: Mengenal Emosi (20 menit)
Guru menunjukkan gambar ekspresi wajah (senang, marah, takut, sedih, cemas).
Siswa diminta menebak dan menyebutkan nama emosi.
Diskusi bersama: “Kapan kamu merasa seperti ini?” (Guru bisa pakai cerita pendek
atau video pendek.)
Kegiatan 2: Mengelola Emosi (30 menit)
Guru menjelaskan bahwa semua emosi itu wajar, tapi kita bisa belajar
mengelolanya.
Perkenalan 3 teknik sederhana:
o Menarik napas dalam 3x.
o Menulis perasaan di kertas.
o Bercerita pada teman/guru.
Role-play sederhana: "Apa yang kamu lakukan kalau marah karena rebutan
mainan?" → siswa mencoba teknik.
Penutup (10 menit)
Refleksi: “Apa yang kamu pelajari hari ini?”
Guru memberikan worksheet: “Emosi Saya Hari Ini” (gambar wajah + alasan).
Guru memberi pujian atas partisipasi dan keberanian siswa mengekspresikan diri.
Penilaian:
Observasi Sikap: Apakah siswa mendengarkan, mencoba teknik regulasi emosi.
Produk Tertulis: Worksheet ekspresi emosi.
Unjuk Kerja: Role-play pengelolaan emosi.
Media & Alat:
Gambar ekspresi wajah
Cerita/video pendek
Worksheet “Emosi Saya Hari Ini”
Kartu role-play
D. Refleksi Pengalaman Bermakna
Setelah melalui proses pembelajaran, saya menyadario bahwa kesejahteraan
emosional sangat berperan penting dalam menciptakan suasana belajar yang nyaman
dan saya juga menyadari bahwa penerapan Pembelajaran Sosial Emosional (PSE)
memerlukan konsitensi dan kesabaran tinggi kepada peserta didik.
Tidak hanya mengajarkan peserta didik untuk cerdas secara akademis, tetapi juga
membekali peserta didik dengan keterampilan emosional yang membantu mereka
diluar kelas dan juga tidak hanya keterampilan kognitif akan tetapi keterampilan
emosional juga diperlukan oleh guru dan peserta didik untuk mencapai hasil
pembelajaran yang optimal.
Implementasi Pembelajaran Sosial dan Emosional (PSE) disekolah memberikan
manfaat yang signifikan bagi perkembangan peserta didik, baik secara pribadi
maupun sosial. Namun, ada beberapa tantangan juga yang perlu diatasai seperti
memastikan peserta didik aktif dari semua teman-temannya dan menyesuaikan
kegiatan dengan kebutuhan diri sendiri atau individu.
Sebagai seorang pendidik atau guru, saya merasa lebih mampu menciptakan
lingkungan belajar yang harmonis atau nyaman Dimana setiap individua tau peserta
didik merasa dihargai dan didukung. Serta penerapan kegiatan rutin seperti
menyambut peserta didik dipagi hari, berdoa sebelum pembelajarn dimulai dan
melakukan refleksi emosional bersama peserta didik membantui saya memahami
kondisi emosional dari peserta didik dengan lebih baik. Hal ini membuat interaksi
saya dengan peserta didik menjadi lebih hangat dan penuh perhatian.
E. Pengalaman Bermakna/Nyata
Saya mengajak peserta didik untuk terlibat dalam kegiatan reflektif seperti
menulis dibuku harian emosi, Dimana peserta didik mencatat perasaan mereka setiap
hari, selain itu saya juga mengadakan sesi diskusi mingguan, Dimana peserta didik
dapat berbagi pengalaman mereka tentang bagaimana mereka menangani tantangan
emosional dari peserta didik.
Saya juga mengimplementasikan Pembelajaran Sosial Emosional (PSE) kepada
peserta didik dalam kegiatan belajar melibatkan beberapa strategi penting antara lain :
F. Diskusi Kelompok melibatkan peserta didik dalam diskusi untuk
mengembngakn keteampilan sosial dan kemampuan berkomunikasi dari
peserta didik.
G. Kotak surat melibatkan peserta didik dapat mengirimkan pesan berisi masalah
peserta didik hadapi selama belajar disekolah melalui kotak surat di kelas.
H. Menggunakan kartu emosi disini saya mengajak peserta didik untuk memilih
kartu yang menggambarkan perasaan peserta didik setiap hari. Ini membantu
peserta didik lebih sadar akan kondisi emosional peserta didik.
Disisi lain, saya juga berkolaborasi dengan orang tua peserta didik, setiap bulan,
saya mengadakan pertemuan keluarga dari peserta didik untuk membahas
perkembangan sosial emosional dari peserta didik. Orang tua juga diajak untuk
berkontribusi dalam menciptakan lingkungan yang mendukung pengembnagan
emosional peserta didik dirumah.
f. Kesimpulan Dan Saran
Pembelajaran Sosial Emosional (PSE) disini memainkan peran penting dalam
pengembangan karakter peserta didik sesuai dengan Profil Pelajar Pancasila yang
peserta didik pelajari. Serta untuk meningkatkan efektivitasnya, sekolah juga harus
terus mengembangkan dan pengadaptasi metode pembelajaran yang sesuai dengan
kebutuhan dari peserta didik. Selain itu, penting juga untuk melibatkan seluruh
komunitas sekolah dalam proses Pembelajaran Sosial Emosional (PSE) ini, termasuk
Pendidik atau guru, Peserta didk, Orang tua, dan masyarakat sekitar, untuk
menciptakan lingkungan belajar yang mendukung pengembngan sosial dan emosional
yang komprehensif untuk semua kalangan.
Dokumentasi
UMPAN BALIK
Nama:Sapta Aryani Suzanna, S.Pd
Implementasi Pembelajaran Sosial Emosional
(PSE) ini sangat membantu saya dalam
memahami bagaimana cara mendekati peserta
didik dengan lebih baik dan saya juga memahami
pentingnya pengembangan keterampilan ini
untuk kesejahteraan peserta didik. Saya akan
menerapkan semua ini kepada peserta didik
didalam kelas saya.
Nama:Guru Erwin Kurnia, S.Pd,
Terimakasih sudah berbagi pengalaman kepada
saya. Saya sangat senang melihat perubahan positif
terhadap peserta didik kita dan saya sangat
terinspirasi untuk menerapkan keterampilan sosial
emosional ini dimata Pelajaran yang saya ampu,
semoga kita terus berkolaborasi untuk meningkatkan
kesejahteran emosional disekolah.