Anda di halaman 1dari 2

Pengembangan ilmu pengetahuan Dalam kamus bahasa indonesia pengembangan berarti; proses, cara, perbuatan mengembangkan Sedangkan ilmu

berarti; pengetahuan tentng suatu bidang yang disusun secara bersistem menurut metode tertentu, yang dapat digunakan untuk menerangkan gejala tertentu di bidang itu ( tentang duniawi, akhirat, lahir, bathin) Kata ilmu secara bahasa juga berarti kejelasan, dr.m.quraish shihab, m.a dalam bukunya wawasan alquran menerangkan: segala yang terbentuk dari akar kata ilmu mempunyai arti kejelasan.misalnya kata alam (bendera), ulmat (bibir sumbing), alam (gunung-gunung), alamat (alamat), dan sebagainya. ilmu adalah pengetahuan yang jelas tentang sesuatu. Pengembangan ilmu pengtahuan berarti berusaha untuk menambah/memperluas pengetahuan tentang suatu bidang yang disusun secara bersistem, baik itu ilmu dunia, akhirat, lahir maupun bathin. Berbicara masalah ilmu pengetahuan al-quran juga menjelaskannya, hal ini dapat dipelajari dari wahyu pertama yang diturunkan kepada rasulullah saw, yaitu surat al-alaq 1-5 Perintah membaca dalam ayat ini tidak dijelaskan apa yang harus dibaca, tapi secara umum perintah itu adalah untuk membaca ayat-ayat Allah swt, ayat-ayat Allah ada 2 macam yaiyu ayat-ayat yang tersurat dalam Al-quran, dan ayat-ayat yang tersirat dalm dibalik setiap ciptaan allah di alam semesta. Kaidah kebahasaan menyatakan , apabila suatu kata kerja yang membutuhkan tapi tidak disebutkan objeknya, objek yang dimaksud bersifat umum, mencakup segala sesuatu yang dapat dijangkau oleh kata tersebut.karena kata iqra dalam ayat tersebut tidak ada objeknya, maka y6ang diperintahkan untuk dibaca juga bersifat umum, selama dapat dicapai akal, baik itu ayat-ayat yang tersurat maupun ayat-ayat yang tersirat dibalik semua ciptaan Allah swt di alam semesta. Membaca disini bukan sekadar membaca, tapi bermakna perintah bacalah, telitilah, dalamilah, ketahuilah ciri-ciri sesuatu, bacalah alam, tanda-tanda zaman, sejarah maupun, diri sendiri, yang tertulis maupun yang tidak tertulis Dalam ayat ini kata iqra itu diulang oleh Allah swt, pengulangan ayat ini juga memiliki makna yang dapat di tafsirkan, dr.m.quraish shihab, m.a dalam tafsirnya al-misbah menafsirkan:perintah membaca yang kedua dalam ayat ini dimaksudkan agar beliau (rasulullah) lebih banyak membaca, menelaah, memerhatikan alam raya serta membaca kitab yang tertulis dan tidak tertulis dalam rangka mempersiapkan diri untuk terjun ke masyarakat. Pengulangan membaca itu juga menunjukkan bahwa kecakapan membaca itu tidak akan diperoleh kecuali mengulang-ulang bacaan atau membaca hendaknya dilakukan sampai mencapai batas maksimal kemampuan. Dari wahyu pertama yang diturunkan ini dapat diperoleh isyarat bahwa ada dua cara perolehan dan pengembangan ilmu, yaitu Allah mengajar dengan pena yang telah diketahui manusia lain sebelumnya dan mengajar manusia (tanpa pena) yang belum diketahuinya.cara pertama adalah mengajar atas dasar usaha manusia, cara kedua Allah mengajar tanpa usaha manussia, tapi Allah memberi pengajaran melalui ilham kepada manusia yang dikehendakinya. Salah satu isyarat pengulangan perintah membaca yang dikemukakan oleh dr.m.quraish shihab, m.a diatas mengandung pengertian untuk tekun dalam membaca, sekalipun yang dibaca itu juga yang diulang-ulang, tapi itu akan menimbulkan atau menghasilkan wawasan baru, karena ketika pengulangan dilakukan dengan tekun, para ilmuan sering kali mendapatkan suatu kebetulan atau mendapatkan sesuatu yang baru dalam penelitiannya, kebetulan itulah pengajaran Allah yang dilakukan-Nya tanpa perantara qalam melainkan menunjukkan sesuatu yang belum diketahui oleh ilmuan itu, tapi sebelumnya tidak bertujuan meneliti tentang hal itu.

Kembali kepada poko pembahasan kita yaitu ilmu , menurut pandangan Al-Quran seperti yang dijelaskan diatas, ilmu terdiri dari 2 macam, pertama ilmu yang diperoleh tanpa usaha manusia yang disebut dengan ilmu ladduni dan yang kedua diperoleh dengan usaha manusia yang disebut dengan ilmu kasbi, ayat-ayat tentang ilmu kasbi jauh lebih banyak dari pada ayat-ayat tentang ilmu ladduni Dalam pandangan Al-quran, ilmu adalah keistimewaan yang menjadikan manusia unggula terhadap makhluk-makhluk yang lain, yaitu untuk menjalankan fungsinya sebagai khalifah di muka bumi, sebagaimana tercermin dalam QS.Al-Baqarah 31-32 Ketika nabi adam diciptakan Allah mengajarkan adam tentang nama-nama benda yang ada di sekitarnya, tapi untuk menjadi khalifah dimuka bumi tidak cukup ilmu tentang nama-nama benda itu saja, melainkan perlu pendayagunaan akal yang telah di berikan Allah kepada adam untuk mengembangkan ilmu yang telah diajarkan Allah sebelumnya, sehingga bisa mengatur alam dengan baik serta memperoleh manfat di alam semesta. Pendayagunaan akal pikiran Manusia memiliki potensi untuk meraih ilmu dan mengembangkannya dengan seizin Allah swt, karena itu banyak ayat yang memerintahkan manusia untuk mengembangkan ilmu pengetahuan, untuk mengembangkan ilmu pengetahuan itu diperlukan pendayagunaan akal pikiran