Anda di halaman 1dari 10

Naturalisme Naturalisme merupakan aliran filsafat yang menerima nature atau alam sebagai keseluruhan realitas.

Nature yang dimaksud ialah materi, dunia selain materi termasuk supranatural. Aliran ini didukung oleh aliran rasionalisme, realisme, dan empirisme. Tokoh-tokoh yang menganut naturalisme adalah Plato, Aristoteles, dan William R. Dennes. Plato beranggapan bahwa di samping dunia fenomena ada juga dunia yang tidak kelihatan, yaitu dunia eidos. Tetapi, segala yang tidak ada itu berasal dari yang ada, yaitu yang tidak berubah dan kekal, yang sungguh-sungguh dan indah, yaitu budi ilahi yang menciptakan eidos dan menyampaikannya dalam bentuk pikiran. Aristoteles menyebutkan bahwa makhluk hidup terdiri dari dua prinsip, yaitu prinsip moral dan prinsip material. Prinsip formal adalah bentuk atau hakikat yang mewujudkan makhluk hidup tertentu yang memiliki tujuan. Prinsip material adalah dasar semua makhluk. Pandangan William R. Dennes adalah kejadian yang terjadi merupakan hakikat terdalam dari kenyataan. Apapun yang bersifat nyata termasuk ke dalam alam. Semua yang nyata pasti bereksistensi dan yang tidak nyata terdapat di luar ruang dan waktu. Sesuatu yang tidak mungkin ditangani dengan metode-metode ilmu-ilmu alam tidak mungkin sesuatu yang nyata. Materialisme Aliran filsafat materialisme memegang pandangan bahwa dunia terdiri dari materi. Materi diposisikan sebagai primer sedangkan ide sebagai sekunder. Sebab, materi itu ada sebelum ide muncul. Sebelum manusi hadir di dunia ini, dunia dan alam sudah ada lebih dulu. Manusia tidak dapat mempunyai idea tau berpikir tanpa menggunakan otak. Otak adalah materi atau benda yang berpikir. Otak ini ada sebelum manusia mempunyai ide atau berpikir. Ada tiga macam dalam aliran ini, yaitu materialisme mekanik, materialisme metafisik, dan materialisme dialektik. Materialisme mekanik adalah aliran filsafat yang pandangannya materialis dan metodenya mekanis. Materi itu selalu bergerak dan berubah. Geraknya secara mekanis, tetap begitu saja selamanya atau gerak yang berulang-ulang seperti gerak mesin yang tanpa perkembangan dan peningkatan. Materialisme metafisik merupakan pandangan yang materialis dan metodenya metafisis. Materi selalu diam,tetap, dan tidak berubah selamanya. Jika materi itu berubah, hal itu karena kekuatan dari luar. Materi yang berubah akan bergerak ekstren atau gerak luar dan keadaannya akan terpisah-pisah, tidak mempunyai dan tidak saling berhubungan satu dengan yang lainnya.

Materialisme dialektik adalah aliran filsafat yang pandangannya materialis dan metdoenya dialektis. Materi itu saling memiliki hubungan, saling mempengaruhi, dan saling bergantung dengan yang lainnya. Keadaan materi selalu bergerak, berubah, dan berkembang. Tokoh materialisme yaitu Karl Marx. Ia mengatakan bahwa ide bukanlah apa-apa, dunia nyatalah yang ada dalam pikiran manusia. Menurut Karl Marx dan Engels gerak adalah hakikat dari materi. Engels mengatakan gerak adalah sifat inheren dari materi yang mencakup segala perubahan dan proses yang terjadi di alam raya. Idealisme Aliran ini percaya bahwa realitas ini terdiri dari roh atau jiwa. Dunia fisik hanya bisa dipahami dengan ketergantungan pada jiwa. Idelisme menganggap bahwa cita adalah gambaran asli yang bersifat rohani dan jiwa terletak di antara cita dan bayangan dunia yang ditangkap panca indera. Pertemuan antara cita dan jiwa melahirkan dunia ide dan yang nyata adalah ide. Ide selalu tetap dan tidak mengalami perubahan sedangkan yang bergerak tidak termasuk ide. Keberadaannya tidak tampak dan hanya tergambar dalam jiwa. Idealiseme mendasari semua yang ada. Yang nyata di alam ini hanyalah ide. Dunia ide adalah lapangan jiwa dan bentuknya tidak sama dengan alam nyata seperti yang tergambar dan tampak. Ruangannya tak terbatas dan tumpuan terkahirnya adalah arche. Arche merupakan tempat kembali kesempurnaan yang disebut dengan Tuhan yang bersifat kekal dan sedikitpun tidak mengalami perubahan. Tokoh yang menganut aliran idealisme adalah Plato. Ia mengatakan bahwa dunia ini tetap dan jenisnya satu, sedangkan ide tertinggi adalah kebaikan. Ide bertugas untuk memimpin manusia dalam menjadi contoh bagi pengalaman. Manusia yang telah menguasai ide akan mengetahui jalan yang pasti sehingga ide dapat digunakan sebagai alat untuk mengukur, mengklasifikasikan, dan menilai segala sesuatu yang dialami sehari-hari. Spiritualisme Spiritualisme adalah aliran yang percaya bahwa kenyataan terdalam adalah roh. Roh mendasari dan mengisi ala mini. Aliran ini juga percaya bahwa roh-roh orang mati berkomunikasi dengan orang yang masih hidup melalui orang tertentu sebagai perantara dan dengan bentuk wujud yang lain. Kant berpendapat bahwa pengaruh manusia kepada yang lainnya mengandung rahasia yang tak teratasi. Prinsipnya ada hubungan timbal balik tetapi hasil dari komunikasi itu tidak dapat diketahui. Karena semua kesan dinilai menurut manusia itu sendiri tanpa diketahui kesesuaian atau tidaknya.

Dualisme Aliran ini berpendapat bahwa kenyataan yang sejati berupa fisik dan spiritual. Manusia merupakan perpaduan antara materi dan roh. Kedua hal yang mebentuk manusia berdiri sendiri dan bebas. Tokoh yang menganut aliran dualisme antara lain Descartes(1596-1650), Immanuel Kant (1724-1804), dan Leibniz (1646-1716). Descartes membedakan substansi pikiran dan substansi keluasan. Leibniz memisahkan antara dunia yang sesungguhnya dan dunia yang mungkin. Kant membedakan antara dunia gejala (phenomena) dan dunia hakiki (noumena) Vitalisme Vitalisme memandang bahwa kenyataan tidak dapat dijelaskan secara fisika-kimiawi karena berbeda dengan yang tidak hidup. Kenyataan sejati adalah energi, daya, kekuatan atau nafsu yang bersifat irrasional. Aktivitas atau perilaku manusia merupakan hasil dari energi atau kekuatan irrasional dan instingtif. Manusia mengganggap bahwa perilakunya didasari atas keputusan-keputusan rasional tetapi sesungguhnya didasari oleh energi atau nafsu yang irrasional. Acuan dari aliran ini adalah biologi. Biologi mengajarkan bagaimana hidup ditentukan oleh kekuatan. Ada dua tokoh yang menganut idealism, yaitu Henry Adolf Eduard Driesch (1867-1940) dan Henry Bergson (1859-1941). Henry Adolf memaparkan bahwa setiap organism memiliki entelechy. Henry Bergson menjelaskan elan vital merupakan sumber dari sebab kerja dan perkembangan alam. Indeterminisme Indeterminisme menganggap semua kejadian merupakan rangkaian dari kejadian masa lalu, ada faktor kesempatan (chance) dan kegigihan (necessity). Kesempatan dapat merupakan faktor yang mendorong adanya perubahan sedangkan kegigihan dapat membuat sesuatu itu akan berubah atau dipertahankan sesuai asalnya. Determinisme Determinisme merupakan perlawanan terhadap indeterminisme. Aliran determinisme memandang bahwa semua kejadian, termasuk perilaku manusia dan pengambilan keputusan dan tindakan, merupakan bagian yang tak terpisahkan dari kejadian-kejadian sebelumnya. Rasionalisme Aliran ini mengatakan bahwa pengetahuan bersumber pada akal. Akal merupakan sumber pengetahuan yang memadai dan dapat dipercaya. Tidak ada sumber kebenaran yang hakiki selain dari akal. Dengan akal ini sumber pengetahuan dapat dikatakan memiliki syarat sebagai pengetahuan yang ilmiah, sedangakn pengalaman hanya dapat dipaksa untuk mengukuhkan kebenaran

pengetahuan yang telah diperoleh oleh akal itu sendiri. Rasionalisme mendasarkan pada metode deduksi, yaitu cara memperoleh kepastian dengan langkah-langkah metodis yang bertitik tolak dari hal-hal yang bersifat umum sehingga mendapatkan kesimpulan yang bersifat khusus. Rene Descartes membedakan ide yang terdapat dalam diri manusia menjadi tiga macam. Innate ideas adalah ide bawaan yang dibawa sejak lahir. Adventitious ideas adalah ide yang berasal dari luar diri manusia. Factitious ideas adalah ide yang dihasilkan oleh pikiran manusia. Irrasionalisme Irrasionalisme merupakan pandangan manusia yang mengingkari adanya rasio . Aliran ini juga mencoba mendekati manusia dari pihak lain bahkan dari keseluruhan pribadinya. Eksistensialisme Eksistensialisme secara spesifik meniliti kenyataan kongkrit manusia sebagai manusia itu sendiri berada di dunia. Eksistensialisme adalah sesuatu sanggup keluar dari keberadaanya atau mampu melampaui dirinya sendiri. Aliran ini mengatakan bahwa manusia sebagai suatu proses menjadi gerak yang aktif dan dinamis. Personalisme Aliran personalisme menekankan pada makna manusia. Personalisme mencari jawaban antara subjektivisme dan kolektivisme, manusia sebagai insan religius dan manusia sebagai insan duniawi. Intinya adalah manusia sebagai pribadi. Aliran ini menganggap bahwa manusia membawa kedwitunggalannya. Kedwitunggalan antara materi dan rohani, ke-apa-an dan ke-siapa-an, dinamika dan keterbatasan, kemandirian dan kebersamaan. Pengetahuan juga membawa kedwitunggalan. Pengetahuan haruslah akumulasi dari harmoni subjek da objek, inderawi dan intelektif, terkandung dalam dirinya yang individu dan sosial, pasif dan aktif, serta tumbuh dalam kebersamaan dan terbuka pada pembaruan serta pemurnian secara terus-menerus. Sosialisme Sosialisme adalah pandangan yang menghendaki segala sesuatu harus diatur bersama, dikerjakan bersama, dan hasilnya juga dinikmati bersama. Aliran ini menolak cara-cara kekerasan dan penghapusan hak milik pribadi. Komunisme Aliran ini menjadikan materi adalah segala-galanya. Menurut komunisme sejarah berdasarkan pertarungan kelas dan faktor ekonomi. Aliran ini tidak mengakui adanya Tuhan.

Totaliarisme Totaliarisme merupakan sebuah kekuasaan yang sifantnya hakiki dominasi total atas seluruh kehidupan manusia dan adanya keinginan untuk menguasai dunia. Kemunculan aliran ini dapat dideteksi dengan cara mengetahui tendensitendensi kemunculannya serta mekanisme yang dijalankan. Hal-hal tersebut merupakan kekhasan ekstrim yang dibawa totaliarisme. Humanisme Humanisme mengatakan bahwa manusia itu memiliki dorongan untuk mengarahkan dirinya ke tujuan yang positif. Manusia itu rasional dan untuk beberapa hal dapat menentukan nasibnya sendiri. Bila individu dalam keadaan yang berkembang maka ia akan mengrahkan dirinya untuk menjadi lebih maju dan positif. Pribadi manusia sebagai aliran yang terus menerus mengalir tanpa henti atau tidak pernah selsesai dana tidak pernah sempurna. Humanisme menekankan pentingnya sasaran atau objek kognitif dan efektif pada diri seseorang serta lingkungannya. Teisme Aliran ini berpandangan bahwa alam diciptakan Tuhan dan antara Tuhan dan makhluk berbeda. Di samping Tuhan berada di alam, Tuhan juga jauh dari alam. Setelah menciptakan alam, Tuhan tetap aktif memelihara alam. Teisme percaya bahwa materi alam adalah nyata. Tuhan selalu bersama makhluknya. Teisme mengakui moral berasal dari Tuhan dan adanya moral harus dijunjung tinggi. Standar nilai yang absolute dari Tuhan ini mengguli moral dan tingkah laku yang dibuat oleh manusia yang bersifat relative dan berubah. Aliran ini menegaskan moral yang universal untuk semua manusia. Teisme menempatkan manusia dalam posisi tertinggi. Manusia adalah ciptaan Tuhan dan wakil Tuhan di bumi. Jadi, dasar martabat manusia yang tinggi karena Tuhan yang menciptakannya lebib tinggi daropada makhluk lainnya. Strukturalisme Aliran struskturalisme merupakan aliran filsafat yang menempatkan struktur atau sistem budaya dan bahasa sebagai kekuatan yang menentukan perilaku manusia. Menurut strukturalisme, manusia merupakan makhluk yang tidak bebas yang terstruktur oleh sistem budaya bahasa. Perilaku, pola pikir, dan kesadaran manusia tidak bebas karena terhalang sistem budaya dan bahasa. Strukturalisme menolak adanya kebebabsan pada manusia dan keluhuran manusia. Aliran ini juga tidak mengakui adanya ego, aku, dan kesadaran. Manusia bukanlah pusat kenyataan.

Vitalisme model Schopenhauer Perilaku manusia dan hewan ditentukan oleh energi yang bersifat instingtif. Sejarah dan peradaban umat manusia digerakkan oleh energi-energi yang tidak rasional dan liar. Peristiwa tersebut dinamakan kehendak buta atau kehendak untuk berkuasa oleh Schopenhauer. Melalui kehendaknya yang tidak rasional, manusia dan hewan justru lebih bisa bertahan hidup. Dalam banyak kasus pikiran-pikiran yang rasionakl tunduk atau menjadi alat untuk kehendak yang tidak rasional. Schopenhauer menentang adanya optimisme logika dan keinginan manusia didorong oleh keinginan sendiri atau keinginan untuk hidup ditujukan kepada seluruh umat manusia. Ia berpendapat bahwa keinginan manusia adalah sia-sia,k tidak memakai logika, dan tanpa pengarahan. Menurutnya, keinginan adalah keberadaan metafisikal yang mengontrol tingkah laku individual bahkan fenomena yang terjadi. Pandangan Schopenhauer melihat bahwa hidup adalah penderitaan. Ia menolak adanya kehendak apalagi kehendak untuk membantu orang yang menderita. Schopenhauer menolak kehendak untuk hidup, namun ia sendiri takut dengan kematian, I am stay at here. Nativisme Aliran nativisme berpandangan bahwa perkembangan anak ditentukan oleh hereditas dan pembawaan sejak lahir. Faktor lingkungan termasuk faktor pendidikan tidak berpengaruh pada perkembangan anak. Hasil perkembangan hanya ditentukan oleh pembawaan sejak lahir dan gen dari kedua orang tua. Faktor pembawaan yang bersifat kodrati tidak dapat diubah oleh alam sekitar termasuk pendidikan. Dengan pandangan Schopenhauer itu maka yang jahat akan menjadi jahat dan yang baik akan menjadi baik. Lingkungan tidak berdaya mempengaruhi perkembangan anak. Dengan nativisme, manusia diharapkan mampu mengenal dan memunculkan bakat yang dimiliki, mendorong manusia mewujudkan diri yang berkompetensi, mendorong manusia dalam menentukan pilihan, dan mendorong manusia untuk potensi diri yang dimiliki. Aplikasi di era sekarang yang mendukung nativisme ini adalah dibukanya pelatihan dan kursus untuk pengembangan bakat sehingga bakat yang dibawa sejak lahir dapat dilatih dan dikembangkan oleh individu agar setiap manusia mampu mengolah potensi yang dimilikinya. Dengan pelatihan dan kursus ini, potensi manusia menjadi tidak siasia karena dimunculkan, dikembangkan, dan dilatih. Environmentalisme Aliran ini membahas tentang konversi lingkungan dan peningkatan kesehatan lingkungan. kesehatan ini mengacu pada unsur non-manusia. Environmentalisme mendukung pelestarian, perbaikan lingkungan alam atau restorasi, dan gerakan mengontrol polusi. Aliran environmentalisme merupakan

upaya untuk menyeimbangkan hubungan antara manusia, organismik, dan lingkungan biogeokimia sehingga semua komponen menduduki porsinya secara tepat. Postmodernisme Postmodernisme merupakan bentuk perlawanan terhadap modernisme. Aliran ini adalah bentuk proses akan anggapan kurangnya ekspresi dalam aliran modernisme dank arena terjadinya krisis kemanusiaan modern dalam aliran modernisme. Pikiran digantikan oleh keinginan, penalran digantikan oleh emosi, dan moraliotas digantikan oleh realitivisme Kenyataan yang ada tak lebih dari konstruk sosial dan kebenaran sama dengan kekuatan atau kekuasaan. Postmodernisme memiliki karakteristik fragmentasi (terpecah-pecah menjadi lebih kecil), indeterminacy (tidak menentukan), dan sebuah ketidakpercayaan terhadap pandangan dunia yang universal, serta kekuatan. Aliran ini mengatakan bahwa tidak ada kebenaran universal yang valid untuk setiap individu. Individu terbatas oleh ras, gender, dan kelompok etnis. Empirisme John Locke John Locke menulis dalam bukunya yang berjudul Essax Concerning Human Understanding bahwa pengetahuan didapat dari pengalaman inderawi. Tanpa mata tidak ada warna, tanpa telinga tidak ada bunyi, dan sebagainya. Locke membadingkan budi manusia pada saat lahir dengan tabula rasa, yaitu sebuah papan kosong yang belum tertulis apapun. Artinya, segala sesuatu yang ada dalam pikiran berasal dari pengalaman inderawi. Otak seperti sehelai kertas putih yang diisi oleh pengalaman inderawi. Menurutnya ide didapat dari pengalam dan terdiri dari dua macam, yaitu ide-ide sensasi dan ide-ide refleksi. Ide-ide sensai diperoleh oleh panca indera. Ide-iide refleksi diperoleh oleh kegiatan budi seperti berpikir, percaya, dan sebagainya. Menurutnya, kesadaran objek adalah ide. Ide adalah objek akal sewaktu seseorang berpikir. Ia juga mengatakajn bahwa ide adalah objek langsung dari persepsi.

Sumber : Abidin, Zainal. 2009. Filsafat Manusia: Memahami Manusia Melalui Filsafat. Bandung: PT Remaja Rosdakarya http://vhajrie27.wordpress.com/2009/04/06/aliran-filsafat-naturalisme/ diakses pada 21 Maret 2012 17.39 WIB http://vhajrie27.wordpress.com/2009/04/06/aliran-filsafat-naturalisme/ diakses pada 21 Maret 2012 18.12 WIB http://kukuhsilautama.wordpress.com/2011/03/31/filsafat-idealismedalam-pendidikan/ diakses pada 21 Maret 2012 18.39 WIB http://muminatus.blog.com/filsafat-idealisme/ diakses pada 21 Maret 2012 18.20 WIB http://books.google.co.id/books?id=dg7wtwRjzRMC&pg=PA143&lpg=P A143&dq=leibniz+dan+spiritualisme&source=bl&ots=3zDNpsQFYp&sig =1Oz_rIR5xoWHS2OugY4SJarJw84&hl=id&sa=X&ei=28NpT9WdOaah mQWw1umGCQ&ved=0CFgQ6AEwCQ#v=onepage&q=leibniz%20dan %20spiritualisme&f=false diakses pada 21 Maret 2012 19.11 WIB http://tamrinfathoni.blogdetik.com/?p=149 diakses pada 21 Maret 2012 18.45 WIB http://www.inoputro.com/2011/10/aliran-filsafat-dalam-persoalankeberadaan/ diakses pada 21 Maret 2012 18.35 WIB http://muslih.edublogs.org/2009/10/29/ontologi-itu-apa/ diakses pada 21 Maret 2012 19.44 WIB http://books.google.co.id/books?id=C2ww4UEzeOoC&pg=PA96&lpg=P A96&dq=personalisme&source=bl&ots=SfJSVzAaHb&sig=XQhB7ZLE WW6D8KrJvsSGXKTD180&hl=id&sa=X&ei=9tppTvUBMbHmQW32fSGCQ&ved=0CCYQ6AEwAQ#v=onepage&q=person alisme&f=false diakses pada 21 Maret 2012 21.04 WIB http://id.shvoong.com/law-and-politics/politics/2164612-pengertiansosialisme-dan-sejarah-singkat/ diakses pada 21 Maret 2012 21.30 WIB http://books.google.co.id/books?id=zdqfBQbB3UC&pg=PA110&lpg=PA110&dq=aliran+sosialisme&source=bl& ots=GU2ACvrjL6&sig=ma0UtG9RFNMBHN1Fbp9HyxlZ2s4&hl=id&sa =X&ei=l-ZpTroIYmbmQXJvo2hCQ&ved=0CC8Q6AEwAzgo#v=onepage&q=aliran% 20sosialisme&f=false diakses pada 21 Maret 2012 21.53 WIB http://blog.re.or.id/komunisme.htm diakses pada 21 Maret 2012 21.58 WIB http://id.shvoong.com/law-and-politics/politics/1977217-totalitarianismedalam-pemikiran-hannah-arendt/ diakses pada 21 Maret 2012 22.11 WIB

http://durronn.blogspot.com/2010/04/aliran-humanisme.html diakses pada 21 Maret 2012 22.20 WIB http://mapyourinfo.com/wiki/id.wikipedia.org/Arthur%20Schopenhauer/ diakses pada 21 Maret 2012 22.34 WIB http://kharis90.wordpress.com/2009/03/24/teori-nativisme/ diakses pada 21 Maret 2012 22. 56 WIB http://bumi-hijau.com/environmentalis-environmentalisme/ diakses pada 21 Maret 2012 23.02 WIB http://www.scribd.com/doc/27492923/5-TEORI-POSTMODERNISME diakses pada 21 Maret 2012 23.17 WIB http://makalah-ibnu.blogspot.com/2009/10/empirisme-john-locke.html diakses pada 21 Maret 2012 23. 22 WIB

TUGAS FILSAFAT MANUSIA

ALIRAN-ALIRAN FILSAFAT

Oleh : Agita Rachmawati Setiati (190110110097)

UNIVERSITAS PADJADJARAN FAKULTAS PSIKOLOGI JATINANGOR 2012