Anda di halaman 1dari 34

LAPORAN AKHIR PRAKTIKUM LABORATORIUM LINGKUNGAN

BERAT JENIS DAN KOMPOSISI SAMPAH

OLEH:

NAMA NO. BP

: AMAMIL KHAIRA : 1010942028

HARI/TANGGAL PRAKTIKUM : KAMIS / 29 MARET 2012 KELOMPOK REKAN KERJA : IV (EMPAT) : 1. MUTIA WILANDARI 2. M. YUSUF (1010942020) (1010942026)

ASISTEN: FENI AGUSTINA

LABORATORIUM BUANGAN PADAT JURUSAN TEKNIK LINGKUNGAN FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS ANDALAS PADANG 2012

BAB I PENDAHULUAN
1.1 Tujuan Percobaan Tujuan dari percobaan ini adalah: 1. Mengetahui berat jenis sampah dari suatu sumber domestik, komersil, dan institusi; 2. Mengetahui komposisi sampel sampah dari sumber domestik, komersil, dan institusi; 1.2 Prinsip Percobaan Prinsip pada percobaan ini adalah: 1. Sampah diukur berat dan volumenya dalam suatu wadah yang diketahui volumenya; 2. Sampah dipilah-pilah berdasarkan komponennya.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA


Sampah merupakan buangan padat atau setengah padat terdiri dari zat organik dan zat an organik yang kehadirannya tidak diinginkan atau tidak berguna oleh masyarakat. Setiap aktivitas manusia menghasilkan sampah, dengan bertambahnya jumlah penduduk

mengakibatkan sampah yang dihasilkan semakin besar. Hal ini menyebabkan masalah sampah mulai mengganggu baik terhadap kesehatan manusia maupun terhadap lingkungan yang menyebabkan tercemarnya tanah, air dan udara. Maka dari itu sampah tersebut perlu pengelolaan khusus agar tidak membahayakan kesehatan manusia, lingkungan dan melindungi investasi pembangunan (Tchobanoglous, 1993). Karakteristik sampah menurut Damanhuri (2004) antara lain: 1. Karakteristik kimia, terdiri dari unsur C, N, O, P, H, S; 2. karakteristik fisika, seperti densitas, kadar volatile, kadar abu, nilai kalor dan distribusi ukuran. Data mengenai timbulan, komposisi dan karakteristik sampah merupakan hal yang sangat menunjang dalam sistem penegelolaan persampahan disuatu wilayah. Data tersebut harus tersedia agar dapat disusun suatu alternatif sistem pengelolaan sampah yang baik. Jumlah timbulan sampah ini biasanya akan berhubungan dengan elemen-elemen pengeloaan sampah antara lain (Damanhuri, 2004): 1. Pemilihan peralatan, misalnya wadah, alat pengumpulan dan pengangkutan; 2. perencanaan rute pengangkutan; 3. fasilitas untuk daur ulang ; 4. luas dan jenis TPA. Timbulan sampah sangat diperlukan untuk menentukan dan mendesain peralatan yang digunakan dalam transportasi sampah, fasilitas recovery material, dan fasilitas Lokasi Pembuangan Akhir (LPA) sampah. Timbulan sampah biasanya dinyatakan dalam (Anonymous, 2010) : 1. Satuan berat kilogram per orang per hari (kg/o/h), kilogram per meter-persegi bangunan per hari (kg/m2/h) atau kilogram per tempat tidur per hari (kg/bed/h).

2.

Satuan volume liter per orang per hari (l/o/h), liter per meter-persegi bangunan per hari (l/m2/h) atau liter per tempat tidur per hari (kg/bed/h).

Komposisi sampah merupakan penggambaran dari masing-masing komponen yang terdapat pada sampah dan distribusinya. Data ini penting untuk mengevaluasi peralatan yang diperlukan, sistem, pengolahan sampah dan rencana manajemen persampahan suatu kota. Pengelompokkan sampah yang paling sering dilakukan adalah berdasarkan komposisinya, misalnya dinyatakan sebagai % berat atau % volume dari kertas, kayu, kulit, karet, plastik, logam, kaca, kain, makanan, dan sampah lain-lain (Anonymous, 2010). Berdasarkan sifat-sifat biologi dan kimianya, sampah dapat digolongkan sebagai berikut (Damanhuri, 2004) : 1. Sampah yang dapat membusuk (garbage), seperti sisa makanan,daun,sampah kebun, sampah pasar, sampah pertanian, dan lain-lain; 2. sampah yang tidak membusuk (refuse), seperti plastik, kertas, karet, gelas, logam, kaca, dan sebagainya; 3. sampah yang berupa debu dan abu; 4. sampah yang mengandung zat-zat kimia atau zat fisis yang berbahaya. Disamping dari industri atau pabrik-pabrik, sampah jenis ini banyak pula dihasilkan dari kegiatan kota termasuk dari kegiatan rumah tangga. Komposisi sampah dipengaruhi oleh faktor-faktor sebagai berikut (Tchobanoglous, 1993): 1. Frekuensi pengumpulan Semakin sering sampah dikumpulkan, semakin tinggi tumpukan sampah terbentuk. Sampah kertas dan sampah kering lainnya akan tetap bertambah, tetapi sampah organik akan berkurang karena terdekomposisi. 2. Musim Jenis sampah akan ditentukan oleh musim buah-buahan yang sedang berlangsung. 3. Kondisi Ekonomi. Kondisi ekonomi yang berbeda menghasilkan sampah dengan komponen yang berbeda pula. Semakin tinggi tingkat ekonomi suatu masyarakat, produksi sampah kering seperti kertas, plastik, dan kaleng cenderung tinggi, sedangkan sampah makanannya lebih rendah. Hal ini disebabkan oleh pola hidup masyarakat ekonomi tinggi yang lebih praktis dan bersih.

4.

Cuaca Di daerah yang kandungan airnya cukup tinggi, kelembaban sampahnya juga akan cukup tinggi.

5. Kemasan produk Kemasan produk bahan kebutuhan sehari-hari juga akan mempengaruhi komposisi sampah. Negara maju seperti Amerika banyak menggunakan kertas sebagai pengemas, sedangkan negara berkembang seperti Indonesia banyak menggunakan plastik sebagai pengemas. Menurut Damanhuri (2004) sistem pengelolaan sampah dikelompokkan menjadi 3 yaitu: 1. Pengelolaan oleh swadaya masyarakat Pengelolaan sampah mulai dari sumber sampai ke tempat pengumpulan sampah, atau ketempat pemprosesan lainnya. Di kota-kota, pengelolaan ini biasanya dilaksanakan oleh RT/RW, dengan kegiatan pengumpulan sampah dari bak di sumber sampah, misalnya di rumah-rumah, diangkut dengan sarana yang disiapkan oleh masyarakat, menuju ke

tempat penampungan sementara; 2. Pengelolaan formal Pengelolaan biasanya dilaksanakan oleh pemerintah kota, atau institusi lain termasuk swasta yang ditunjuk oleh kota. Urutan pembuangan sampah tahap pertama dilakukan oleh penghasil sampah, dan didaerah pemukiman biasanya dilaksanakan oleh RT/RW, dimana sampah diangkut dari bak sampah ke TPS. Tahap berikutnya, sampah diangkut ke TPA oleh truk sampah milik pengelola kota atau institusi yang ditunjuk. Biasanya anggaran suatu kota belum mampu menangani seluruh timbulan sampah; 3. Sistem Pengelolaan Informal Terbentuk karena adanya dorongan kebutuhan untuk survive sebagian masyarakat yang secara tidak sadar ikut berperan serta dalam penanganan sampah kota. Sistem informal memandang sampah sebagai sumber daya ekonomi berupa kegiatan pemungutan, pemilihan, dan penjualan sampah di daur ulang. Rangkaian kegiatan ini melibatkan pemulung, lapak, bandar, dan industri daur ulang dalam rangkaian sistem perdagangan. Tujuan umum dari pengelolaan persampahan adalah untuk menyediakan pelayanan yang berkelanjutan dan dapat menciptakan pelayanan yang memadai dalam pengumpulan sampah, transportasi sampah, dan ketersediaan tempat pembuangan sampah (TPA) bagi komunitas umum. Adapun tujuan dari pengelolaan persampahan menurut Damanhuri (1995) antara lain:

1.

Meningkatkan kesehatan lingkungan permukiman manusia di kota dan di desa yang dapat berpengaruh langsung untuk memperbaiki dan meningkatkan kesehatan individu manusia di kota didesa tersebut;

2.

menyelamatkan investasi pembangunan prasarana dan sarana sosial ekonomi seperti jalan-jalan dari kerusakan akibat tidak terdapatnya atau kurangnya sarana penyehatan lingkungan pemukiman;

3.

menyelamatkan berbagai sumber daya alam, terutama dari kerusakan dan penurunan kualitasnya yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan manusia, yang disebabkan karena pencemaran yang terjadi dalam lingkungan pemukiman.

Sedangkan tujuan lain dari pengolahan dan pemrosesan sampah adalah: 1. 2. 3. Untuk memperbaiki efisiensi sistem pengolahan sampah; untuk recovery material; untuk recovery konversi produk dan energi.

Sistem pengendalian persampahan menurut Damanhuri (2004) mempunyai 5 komponen aspek yaitu: 1. Aspek teknik operasional; 2. aspek peraturan (legal); 3. aspek pembiayaan; 4. aspek institusi; 5. aspek peran serta masyarakat.

BAB III PROSEDUR PERCOBAAN


3.1 Berat Jenis Sampah 3.1.1 Alat 1. 2. 3. 4. 5. Wadah yang sudah diketahui volumenya; timbangan penggaris; sarung tangan; masker.

3.1.2 Bahan Sampel sampah. 3.1.3 Cara Kerja 1. Sampel sampah diambil pada lokasi yang telah ditentukan, kondisi lingkungan dan cuaca di catat; 2. 3. 4. 5. 6. volume wadah yang ada dihitung; sampel diaduk, dimasukkan kedalam wadah yang ada tanpa pemadatan; wadah diketuk 3 kali ke lantai; hitung volume sampah yang telah diketuk (dalam liter); timbang berat sampel dalam wadah (dalam kg).

3.1.4 Rumus Berat Jenis Sampah 3.2 Komposisi Sampah 3.2.1 Alat Timbangan. 3.2.2 Bahan Sampel sampah yang telah diketahui berat jenisnya

3.2.3 Cara Kerja 1. Sampel sampah dari penetapan berat jenis sampah dipilah-pilah berdasarkan komponennya (misalnya : plastik, organik, karet, kayu, logam, dsb); 2. setiap komponen hasil pemilahan ditimbang.

3.2.4 Perhitungan Komponen Sampah x 100%

BAB IV DATA DAN PEMBAHASAN


4.1 Perhitungan Berat Jenis Sampah Diameter wadah Jari-jari wadah = 30 cm = 15 cm

Tinggi wadah kosong = 34 cm Volume wadah =

1.

Sampah domestik organik a. High Income T sebelum kompaksi T setelah kompaksi Massa sampel Volume sebelum kompaksi = 17 cm = 15 cm = 0,55 kg = = 12,0105 L Volume setelah kompaksi = = 10,5975 L Faktor Kompaksi =

=
= 0,88 Volume Timbulan = volume sesudah kompaksi x FK = 10,5975 x 0,88 Berat Jenis 12,0105

=
= 0,04579 kg/L

b. Medium Income1

T sebelum kompaksi T setelah kompaksi Massa sampel

= 15 cm = 14 cm = 0,85 kg

Volume sebelum kompaksi

Volume setelah kompaksi Faktor Kompaksi

= =

= 0,925 Volume Timbulan = volume sesudah kompaksi x FK = 9,81 x 0,925


Berat Jenis =

10,5975

= 0,0802 kg/L

c. Medium income 2 T sebelum kompaksi T setelah kompaksi Massa sampel Volume sebelum kompaksi = 10 cm = 8 cm = 0,72 kg = = 7,065 L Volume setelah kompaksi = = 5,652 L Faktor Kompaksi =

=
= 0,8 Volume Timbulan = volume sesudah kompaksi x FK = 5,652 x 0,8
Berat Jenis =

4,5216

=
d. Low Income 1 T sebelum kompaksi T setelah kompaksi Massa sampel Volume sebelum kompaksi = 24 cm = 20 cm = 0,25 kg = = 16,956 L Volume setelah kompaksi = = 14,130 L Faktor Kompaksi = = = 0,8333 Volume Timbulan

0,1592 kg/L

= volume sesudah kompaksi x FK = 14,130 x 0,8333 11,774

Berat Jenis

=
e. Low Income 2 T sebelum kompaksi T setelah kompaksi Massa sampel Volume sebelum kompaksi = 20 cm = 18 cm = 0,18 kg = = 14,130 L Volume setelah kompaksi = = 12,717 L Faktor Kompaksi

= 0,02123 kg/L

= =

= 0,9 Volume Timbulan = volume sesudah kompaksi x FK = 12,717 x 0,9


Berat Jenis =

11,44

=
f. Low Income 3 T sebelum kompaksi T setelah kompaksi Massa sampel Volume sebelum kompaksi = 35 cm = 29 cm = 0,83 kg =

= 0,0157 kg/L

= 24,7275 L Volume setelah kompaksi = = 20,4485 L Faktor Kompaksi = = = 0,826 Volume Timbulan = volume sesudah kompaksi x FK = 20,4485 x 0,826
Berat Jenis =

16,890

=
g. Low Income 4 T sebelum kompaksi T setelah kompaksi Massa sampel Volume sebelum kompaksi = 22 cm = 20 cm = 0,20 kg =

= 0,04914 kg/L

= 15,543 L

Volume setelah kompaksi

= = 14,130 L

Faktor Kompaksi

= = = 0,909

Volume Timbulan

= volume sesudah kompaksi x FK = 14,130 x 0,909 = 12,844

Berat Jenis

0,01557 kg/L

h. Low Income 5 T sebelum kompaksi T setelah kompaksi Massa sampel Volume sebelum kompaksi = 23 cm = 20 cm = 0,25 kg = = 16,2495 L Volume setelah kompaksi = = 14,130 L Faktor Kompaksi = = = 0,86 Volume Timbulan = volume sesudah kompaksi x FK = 14,130 x 0,86
Berat Jenis =

12,1518

= 0,02057 kg/L

i. Low Income 6 T sebelum kompaksi T setelah kompaksi Massa sampel Volume sebelum kompaksi = 30 cm = 28 cm = 0,95 kg = = 21,195 L Volume setelah kompaksi = = 19,782 L Faktor Kompaksi = = = 0,9333 Volume Timbulan = volume sesudah kompaksi x FK = 19,782 x 0,933
Berat Jenis =

18,456

= 0,05147 kg/L

Tabel 4.1 Rekapitulasi Timbulan Sampah Domestik Organik


Jenis Sampah Berat (kg) T sebelum (cm) T sesudah (cm) Fk Volume timbulan (L) High Income Medium Income 1 Medium Income 2 Low Income 1 Low Income 2 Low Income 3 Low Income 4 Low Income 5 Low Income 6 0,55 0,85 0,72 0,25 0,18 0,83 0,20 0,25 0,95 17 15 10 24 20 35 22 23 30 15 14 8 20 18 29 20 20 28 0,88 0,925 0,8 0,83 0,9 0,826 0,909 0,86 0,93 12,0105 10,5975 4,5216 11,774 11,44 16,890 12,884 12,1518 18,456 0,0451 0,0802 0,1592 0,0212 0,0157 0,0491 0,0135 0,0205 0,0514 Berat Jenis (kg/L)

2.

Non Domestik Organik

a. Institusi 1 T sebelum kompaksi T setelah kompaksi Massa sampel Volume sebelum kompaksi = 4 cm = 3 cm = 0,36 kg = = 2,826 L Volume setelah kompaksi = = 2,1195 L Faktor Kompaksi = = = 0,75 Volume Timbulan = volume sesudah kompaksi x FK = 2,1195 x 0,75 = 1,589
Berat Jenis

=
=

= 0,226 kg/L

b. Institusi 2 T sebelum kompaksi T setelah kompaksi Massa sampel Volume sebelum kompaksi = 8 cm = 7 cm = 0,39 kg = = 5,652 L Volume setelah kompaksi = = 4,9455 L Faktor Kompaksi = =

= 0,875 Volume Timbulan volume sesudah kompaksi x FK 4,9455 x 0,875


Berat Jenis =

4,3273

=
c. Institusi 3 T sebelum kompaksi T setelah kompaksi Massa sampel Volume sebelum kompaksi = 8 cm = 7 cm = 0,30 kg = = 5,652 L Volume setelah kompaksi = = 4,9455 L Faktor Kompaksi = = = 0,875 Volume Timbulan

= 0,090 kg/L

= volume sesudah kompaksi x FK = 4,9455 x 0,875 = 4,3273

Berat Jenis

= 0,069 kg/L

d. Komersil 1 T sebelum kompaksi T setelah kompaksi Massa sampel Volume sebelum kompaksi = 22 cm = 20 cm = 0,75 kg = = 15,543 L

Volume setelah kompaksi

= = 14,130 L

Faktor Kompaksi

= = = 0,90

Volume Timbulan

= volume sesudah kompaksi x FK = 14,130 x 0,90 12,717

Berat Jenis

= 0,058 kg/L

e. Komersil 2 T sebelum kompaksi T setelah kompaksi Massa sampel Volume sebelum kompaksi = 20 cm = 18 cm = 0,90 kg = = 14,130 L Volume setelah kompaksi = = 12,717 L Faktor Kompaksi = = = 0,9 Volume Timbulan = volume sesudah kompaksi x FK = 12,717 x 0,9
Berat Jenis =

11,4453

= 0,078 kg/L

f. Komersil 3 T sebelum kompaksi T setelah kompaksi Massa sampel Volume sebelum kompaksi = 4 cm = 3 cm = 0,18 kg = = 2,826 L Volume setelah kompaksi = = 2,1195 L Faktor Kompaksi = = = 0,75 Volume Timbulan = volume sesudah kompaksi x FK = 2,1195 x 0,75 = 1,589
Berat Jenis

=
=

= 0,1132 kg/L

g. Komersil 4 T sebelum kompaksi T setelah kompaksi Massa sampel Volume sebelum kompaksi = 7 cm = 5 cm = 0,30 kg = = 4,9455 L Volume setelah kompaksi = = 3,5325 L Faktor Kompaksi = = = 0,71

Volume Timbulan

= volume sesudah kompaksi x FK = 3,5325 x 0,71 = 2,5080

Berat Jenis

= 0,119 kg/L

Tabel 4.2 Rekapitulasi Timbulan Sampah Organik Non Domestik


Jenis Sampah Berat (kg) T sebelum (cm) T sesudah (cm) fk Volume Timbulan (L) Institusi 1 Institusi 2 Institusi 3 Komersil 1 Komersil 2 Komersil 3 Komersil 4 0,36 0,39 0,30 0,75 0,90 0,18 0,30 4 8 8 22 20 4 7 3 7 7 20 18 3 5 0,75 0,875 0,875 0,90 0,90 0,75 0,71 1,589 4,327 4,327 12,717 11,445 4,589 2,508 Berat Jenis (kg/L) 0,226 0,090 0,069 0,058 0,078 0,113 0,119

3.

Sampah domestik anorganik a. High Income T sebelum kompaksi T setelah kompaksi Massa sampel Volume sebelum kompaksi = 18 cm = 16 cm = 0,38 kg = = 12,717 L Volume setelah kompaksi = = 11,304 L Faktor Kompaksi = = = 0,88 Volume Timbulan = volume sesudah kompaksi x FK = 12,717 x 0,88 = 11,19

Berat Jenis

= b. Medium Income 1

= 0,0339 kg/L

T sebelum kompaksi T setelah kompaksi Massa sampel Volume sebelum kompaksi

= 20 cm = 18 cm = 0,20 kg =

Volume setelah kompaksi

= =

Faktor Kompaksi

= = = 0,9

Volume Timbulan

= volume sesudah kompaksi x FK = 14,130 x 0,9 = 12,717

Berat Jenis

= 0,015 kg/L

c. Medium Income 2 T sebelum kompaksi T setelah kompaksi Massa sampel Volume sebelum kompaksi = 32 cm = 30 cm = 0,4 kg = = 22,608 L Volume setelah kompaksi = = 21,195 L Faktor Kompaksi =

= = 0,93 Volume Timbulan = volume sesudah kompaksi x FK = 21,195 x 0,93 = 19,7115


Berat Jenis

=
=

= 0,0202 kg/L

d. Low Income 1 T sebelum kompaksi T setelah kompaksi Massa sampel Volume sebelum kompaksi = 20 cm = 18 cm = 0,18 kg = = 14,130 L Volume setelah kompaksi = = 12,717 L Faktor Kompaksi = = = 0,9 Volume Timbulan = volume sesudah kompaksi x FK = 12,717 x 0,9 = 11,4453
Berat Jenis

=
e. Low Income 2 T sebelum kompaksi T setelah kompaksi Massa sampel = 41 cm = 37 cm = 0,42 kg

= 0,0157 kg/L

Volume sebelum kompaksi

= = 28,9665 L

Volume setelah kompaksi

= = 26,1405 L

Faktor Kompaksi

= = = 0,9

Volume Timbulan

= volume sesudah kompaksi x FK = 26,1405 x 0,9 = 23,52

Berat Jenis

=
=

= 0,0178 kg/L

f. Low Income 3 T sebelum kompaksi T setelah kompaksi Massa sampel Volume sebelum kompaksi = 25 cm = 23 cm = 0,32 kg = = 17,6625 L Volume setelah kompaksi = = 16,2945 L Faktor Kompaksi = = = 0,88 Volume Timbulan = volume sesudah kompaksi x FK = 12,717 x 0,88 = 11,19
Berat Jenis

= 0,0285 kg/L

g. Low Income 4 T sebelum kompaksi T setelah kompaksi Massa sampel Volume sebelum kompaksi = 8 cm = 7 cm = 0,12 kg = = 5,652 L Volume setelah kompaksi = = 4,9455 L Faktor Kompaksi = = = 0,875 Volume Timbulan = volume sesudah kompaksi x FK = 4,9455 x 0,875 = 4,327
Berat Jenis =

= 0,0277 kg/L

h. Low Income 5 T sebelum kompaksi T setelah kompaksi Massa sampel Volume sebelum kompaksi = 33 cm = 26 cm = 1,08 kg = = 23,3145 L Volume setelah kompaksi = = 18,369 L Faktor Kompaksi =

= = 0,787 Volume Timbulan = volume sesudah kompaksi x FK = 18,369 x 0,7878= 14,47


Berat Jenis
=

= 0,0746 kg/L

i. Low Income 6 T sebelum kompaksi T setelah kompaksi Massa sampel Volume sebelum kompaksi = 21 cm = 18 cm = 0,24 kg = = 14,8365 L Volume setelah kompaksi = = 12,717 L Faktor Kompaksi = = = 0,85 Volume Timbulan = volume sesudah kompaksi x FK = 12,717 x 0,85 = 10,809
Berat Jenis =

= 0,0222 kg/

Tabel 4.3 Rekapitulasi Timbulan Sampah Domestik


Jenis Sampah Berat (kg) T sebelum (cm) T sesudah (cm) Fk Volume timbulan (L) High Income Medium Income 1 Medium Income 2 Low Income 1 Low Income 2 Low Income 3 Low Income 4 Low Income 5 Low Income 6 0,38 0,20 0,40 0,18 0,42 0,32 0,12 0,08 0,24 18 20 32 20 41 25 8 33 21 16 18 30 18 37 23 7 26 18 0,88 0,90 0,93 0,90 0,90 0,88 0,875 0,787 0,85 11,19 12,717 19,711 11,445 23,52 11,19 4,327 14,47 10,809 0,0399 0,015 0,0202 0,0157 0,0178 0,0285 0,0227 0,0746 0,0222 Berat Jenis (kg/L)

4.

Non Domestik Anorganik

a. Institusi 1 T sebelum kompaksi T setelah kompaksi Massa sampel Volume sebelum kompaksi = 24 cm = 15 cm = 0,3 kg = = 16,956 L Volume setelah kompaksi = = 10,5975 L Faktor Kompaksi = = = 0,625 Volume Timbulan = volume sesudah kompaksi x FK = 10,5975 x 0,625 = 6,623
Berat Jenis =

= 0,028 kg/L

b. Institusi 2 T sebelum kompaksi T setelah kompaksi Massa sampel Volume sebelum kompaksi = 26 cm = 24 cm = 0,45 kg = = 18,369 L Volume setelah kompaksi = = 16,956 L Faktor Kompaksi = = = 0,9230 Volume Timbulan = volume sesudah kompaksi x FK = 16,956 x 0,9230 = 15,650
Berat Jenis =

= 0,0287 kg/L

c. Institusi 3 T sebelum kompaksi T setelah kompaksi Massa sampel Volume sebelum kompaksi = 8 cm = 6 cm = 0,30 kg = = 5,652 L Volume setelah kompaksi = = 4,239 L Faktor Kompaksi = = = 0,75

Volume Timbulan

= volume sesudah kompaksi x FK = 4,239 x 0,75 = 3,1792

Berat Jenis

= 0,0943 kg/L

d. Komersil 1 T sebelum kompaksi T setelah kompaksi Massa sampel Volume sebelum kompaksi = 18 cm = 16 cm = 0,3 cm = = 12,717 L Volume setelah kompaksi = = 11,304 L Faktor Kompaksi = = = 0,88 Volume Timbulan = volume sesudah kompaksi x FK = 12,717 x 0,88 = 11,19
Berat Jenis =

= 0,0268 kg/L

e. Komersil 2 T sebelum kompaksi T setelah kompaksi Massa sampel Volume sebelum kompaksi = 46 cm = 44 cm = 0,35 kg = = 32,449 L Volume setelah kompaksi =

= 31,086 L Faktor Kompaksi = = = 0,95 Volume Timbulan = volume sesudah kompaksi x FK = 31,086 x 0,95 = 29,5317
Berat Jenis

=
=

= 0,0118 kg/L

f. Komersil 3 T sebelum kompaksi T setelah kompaksi Massa sampel Volume sebelum kompaksi = 59 cm = 52 cm = 0,36 kg = = 41,6835 L Volume setelah kompaksi = = 36,738 L Faktor Kompaksi = = = 0,88 Volume Timbulan = volume sesudah kompaksi x FK = 36,738 x 0,88 = 32,32
Berat Jenis

=
=

= 0,0111 kg/L

g. Komersil 4 T sebelum kompaksi T setelah kompaksi Massa sampel Volume sebelum kompaksi = 7 cm = 5 cm = 0,30 kg = = 4,9455 L Volume setelah kompaksi = = 3,5325 L Faktor Kompaksi = = = 0,714 Volume Timbulan = volume sesudah kompaksi x FK = 3,5325 x 0,714 = 2,5222
Berat Jenis

=
=

= 0,1189 kg/L

Tabel 4.4 Rekapitulasi Timbulan Sampah Non domestik Anoragnik


Jenis Sampah Berat (kg) T sebelum (cm) T sesudah (cm) Fk Volume Timbulan (L) Institusi 1 Institusi 2 Institusi 3 Komersil 1 Komersil 2 Komersil 3 Komersil 4 0,30 0,45 0,30 0,30 0,35 0,36 0,30 24 26 8 18 46 59 7 15 24 6 6 44 52 5 0,625 0,923 0,75 0,88 0,95 0,88 0,714 6,623 15,650 3,1792 11,19 29,531 32,32 2,522 Berat Jenis (kg/L) 0,045 0,028 0,094 0,026 0,012 0,111 0,119

4.2 Perhitungan Komposisi Sampah 4.2.1 Domestik = Sampah halaman+ sisa makanan + plastik + kertas + kaleng + botol plastik + karet + kain = 0,38 kg+ 3,6 kg + 1,35 kg + 0,58 kg + 0,32 kg + 0,36 kg + 0,25 kg + 0,11kg Berat total Sampah halaman = x 100% = 5,46 %

Berat total

Sisa makanan

x 100% = 51,7 %

Plastik

=
=

x 100% = 19,45 %

Kertas

x 100% = 8,34 %

Kaleng

= =

x 100% = 4,6%

Botol plastik

x 100% = 5,17%

Karet

=
=

x 100% = 3,59%

Kain

x 100% = 1,58%

4.2.2

Komersil = kulit telur + sisa makanan + plastik + kertas + botol plastik + kaleng = 0,25 kg + 1,8 kg + 0,6 kg + 0,35 kg + 0,05 kg + 0,05 kg

Berat total

Berat total Kulit Telur

= = x 100% = 8,06%

Sisa makanan

x 100% = 58,06%

Plastik

x 100% = 19,35%

Kertas

x 100% = 11,29%

Botol plastik

x 100% = 1,61%

Kaleng

x 100% = 1,61%

4.2.3

Institusi = daun + kulit telur + sisa makanan + plastik + kertas + botol plastik = 1,05 kg + 1,15 kg + 0,7 kg + 0,25 kg + 0,45 kg + 0,2 kg

Berat total

Berat total Daun = x 100% = 6,81%

Kulit telur

x 100% = 4,54%

Sisa makanan

x 100% = 31,81%

Plastik

x 100% = 11,36%

Kertas

x 100% = 20,45%

Botol plastik

x 100% = 9,09%
Komposisi Sampah

Sumber

Sampah Halaman

Sisa Makanan 51,7% 58,06% 31,81%

Kulit Telur 8.06% 4,54%

Plastik

kertas

Kaleng

Botol Plastik

Karet

Kain

Domestik Komersil Institusi

5,46% 6,81%

19,45% 19,39% 71,36%

8,43% 11,29% 20,45%

4,6% 1,61% -

5,17% 1,61% 9,09%

3,59% -

1,58% -

4.3 Pembahasan Pada praktikum ini, sampel sampah yang kami ambil berasal dari 4 RT secara acak, yaitu 9 rumah dari domestik, 4 komersil dan 3 institusi. Dari hasil praktikum telah didapatkan bahwa sampah domestik lebih banyak dari sampah komersil dan institusi. Sampah domestik adalah sampah yang paling banyak menghasilkan jumlah timbulan sampah perharinya, hal ini dikarenakan sebagian besar wilayah dari Kelurahan Teluk Kabung Utara sendiri merupakan wilayah dengan mata pencaharian nelayan, sehingga mereka lebih banyak mengkonsumsi atau mengahasilkan sampah di rumah, daripada komersil dan institusi. Sedangkan sampah institusinya lebih sedikit menghasilkan timbulan karena di kelurahan Teluk Kabung Utara sendiri hanya sedikit memeliki wilayah yang digunakan sebagai pusat institusi, adapun institusi yang ada di Kelurahan Teluk Kabung Utara berupa 2 Sekolah Dasar, 1 Polsek, 1 KAN dan 1 TK. Dilihat dari berat sampah yang dihasilkan dari masing-masing sumbernya, seperti domestik, komersil dan institusi yang ada di wilayah sampling, berat sampah paling bannyak dihasilkan dari sampah domestik, karena dilihat dari kondisi eksistingnya, daerah sampling memang lebih dominan perumahan dari pada komersil dan institusinya. Hasil komposisi yang didapatkan berbeda-beda sesuai dengan sumber sampahnya. Sampah domestik terdiri dari sampah halaman, sisa makanan, plastik, kertas, kaleng, botol plastik, karet dan kain, dengan masing-masing persentasi berturut-turut adalah 5,46%, 51,7%, 19,45%, 8,43%, 4,6%, 5,17%, 3,59% dan 1,58%. Persen tertinggi pada sampah domestik ini adalah sampah plastik. Karena kebiasaan masyrakat sekitar mengkonsumsi berkemasan. Pada sampah komersil komposisi sampah yang dihasilkan adalah sampah sisa makanan, plastik, kertas, kaleng, botol plastik. Persentasi tertinggi dari komposisi sampah yang dihasilkan dari komersil ini adalah sampah sisa makanan sebesar 58,06%. Hal ini disebabkan pada daerah komersil, banyak mengahsilkan sampah sisa makanan, seperti sisa sayuran, buah-buahan dan lainnya. Usaha yang dapat dilakukan untuk meminimalkan atau mengurangi timbulan sampah yang banyak maka sampah-sampah yang dihasilkan dari masing-masing sumber dapat diolah atau digunakan kembali menjadi barang yang lebih bermanfaat. Sampah organik yang dihasilkan dapat diolah menjadi kompos yang dapat digunakan sebagai pupuk sedangkan sampah plastik yang banyak dihasilkan dari kegiatan komersil dapat di daur pakai menjadi barang-barang bermanfaat seperti kerajinan tangan dan lainnya. Sedangkan sampah yang sudah tidak bisa dimanfaatkan lagi dapat langsung dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir

BAB V PENUTUP
5.1 Kesimpulan 5.1.1 Berat Sampah
Jenis Sampah Domestik Komersil Institusi Berat sampah (kg) 6,95 3,1 2,2

5.1.2 Komposisi Sampah


Komposisi Sampah Sumber Sampah Halaman Domestik Komersil Institusi 5,46% 6,81% Sisa Makanan 51,7% 58,06% 31,81% Kulit Telur 8.06% 4,54% 19,45% 19,39% 71,36% 8,43% 11,29% 20,45% 4,6% 1,61% Plastik kertas Kaleng Botol Plastik 5,17% 1,61% 9,09% 3,59% 1,58% Karet Kain

5.2 Saran Saran yang dapat diberikan pada praktikum ini adalah: 1. Pada saat sampling, kantong plastik sebaiknya diberi label menurut sumber sampah agar pada saat praktikum tidak bingung; 2. Sebaiknya meminta penduduk untuk langsung memisahkan sampah agar pada saat penentuan komposisi lebih mudah; 3. Teliti saat melakukan penimbangan.

DAFTAR PUSTAKA
Anonymous. 2010. Timbulan, Komposisi dan Karakteristik Sampah.

(http://my.opera.com/MaRph0amat0nte/blog/timbulan-komposisi-dan-karakteristiksampah). Tanggal akses 29 Maret 2012 Damanhuri, E., et, all, 2004. Diktat Kuliah Pengelolaan Sampah TL-3150. Teknik Lingkungan ITB Edisi Semester I 2004/2005 Tchobanoglous, George, 1993. Integrated Solid Waste Management. New York: Mc Graw Hill, Inc