Anda di halaman 1dari 8

A. SISTEM SOSIAL BUDAYA INDONESIA 1.

Konsep Dasar dalam Sistem Sosial Budaya Sistem sosial budaya merupakan konsep untuk menelaah asumsi asumsi dasa dalam kehidupa nmasyarakat.Pemberian makna konsep sistem sosial budaya dianggap penting karena tidak hanya untuk menjelaskan apa yang dimaksud dengan sistem social budaya itu sendiri tetapi memberikan eksplanasi deskripsi nhya melalui kenyataan di dalam kehidupan masyarakat.

1. Pengertian Konsep Konsep merupakan ide, gagasan, atau pemikiran-pemikiran yang menjadi dasar

( pembawa arti ). Pada dasarnya konsep masih berwujud abstrak atau hanya angan-angan saja. 2. .Sistem Sosial Budaya 3. Sistem merupakan pola-pola keteraturan; kesatuan yang terdiri dari Komponen atau elemen yang saling berhubungan 4. Budaya sangat erat hubungannya dengan masyarakat. Segala sesuatu yang terdapat dalam masyarakat ditentukan oleh kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri

Komponen Utama dalam Kebudayaan 1. Kebudayaan Material Mengacu pada semua ciptaan manusia yang konkret 2. Kebudayaan Nonmaterial Ciptaan-ciptaan abstrak yang diwariskan dari generas ikegenerasi Jadi, konsep dalam sistem sosial budaya dapat dideskripsikan sebagai suatu pemikiran dan ide yang berisikan mengenai komponen-komponen pembentuk kebudayaan suatu masyarakat.

B. Pengertian Sistem Sosial Budaya 1.1.2.Pengertian system Menurut Tatang M. Amirin Sistem berasal daribahasa Yunani yang berarti : 1. Suatu hubungan yang tersusun atas sebagian bagian 2. Hubungan yang berlangsung diantara satuan-satuan atau komponen-komponen secara teratur Sosial berarti segala sesuatu yang beralian dengan sistem hidup bersama atau Hidup bermasyaakat dari orang atau sekelompok orang yang didalamnya sudah Tercakup struktur, organisasi, nila-nilai sosial, dan aspirasi hidup sertacara mencapainya. Budaya berarti cara atau sikap hidup manusia dalam hubungannya secara timbal Balik dengan alam danlingkungan hidup nya yang didalamnya tercakup pula Segala hasil dari cipta, rasa, karsa, dan karya, baik yang fisik materil maupun Yang psikologis, idiil, dan spiritual. Kehidupan Masyarakat Sebagai Sistem Sosialdan Budaya Kehidupan masyarakat dipandang sebagai suatu sistem atau sistem sosial, yaitu Suatu keseluruhan bagian atau unsur-unsur yang saling berhubungan dalam Suatu kesatuan. Alvin L. Bertrand, suatusistemsosialterdapat : a. Dua orang atau lebih b. Terjadi interaksi antara mereka c. Bertujuan d. Memiliki struktur, harapan-harapan bersama yang di domani nya. Dalam sistem sosial pada umum nya terdapat proses yang saling mempengaruhi. Hal inidisebab kan karena ada nya saling keterkaitan antara satu unsur dengan unsur lainnya. Margono Slamet, sistem sosial dipengaruhi oleh ekologi; demografi; kebudayaan; kepribadian; waktu, sejarah, dan latar belakang. Ciri utama sistem sosial menerima unsur-unsur dari luar (terbuka). 2

Namun juga menimbulkan terjalinnya ikatan antar unsur-unsur dengan unsur lainnya (internal) dan saling pertukaran antara sistem sosial itu sendiri dengan lingkungan nya (eksternal). Proses-proses dalam sistem sosial : Komunikasi Memelihara tapalbatas Penjalinan sistem Sosialisasi Pengawasan sosial Pelembagaan Perubahan social

Kehidupan Masyarakat Sebagai Sistem Budaya Mempelajari ttg sistem bertindak perilaku Unsur perilaku gerak sosial 4 syarat : - utk mencapai tujuan tertentu - tjd pd situasi tertentu - diatur kaidah tertentu - didorong motivasi tertentu Hakikat beberapa sub sistem tsb sbg pengaturan /cybernetic order tiap Sub sistem yg berada di atas nya mjd pengatur utk sub sistem

C. Unsur pokok sistem sosial budaya Kepercayaan Perasaan dan pikiran Tujuan Kaidah Kedudukan dan peranan Pengawasan Sanksi Fasilitas Kelestarian dan kelangsungan hidup Keserasian kualitas kehidupan dengan lingkungan C. Pengertian sosial budaya Sistem sosial budaya merupakan konsep untuk menelaah asumsi-asumsi dasar dalam kehidupan masyarakat.Pemberian makna konsep sistem sosial budaya dianggap penting karena tidak hanya untuk menjelaskan apa yang dimaksud dengan sistem social budaya itu sendiri tetapi memberikan eksplanasi deskripsi nya melalui kenyataan di dalam kehidupan masyarakat.

D. Integrasi sosial
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas Integrasi berasal dari bahasa inggris "integration" yang berarti kesempurnaan atau keseluruhan. integrasi sosial dimaknai sebagai proses penyesuaian di antara unsur-unsur yang saling berbeda dalam kehidupan masyarakat sehingga menghasilkan pola kehidupan masyarakat yang memilki keserasian fungsi. Definisi lain mengenai integrasi adalah suatu keadaan di mana kelompok-kelompok etnik beradaptasi dan bersikap komformitas terhadap kebudayaan mayoritas masyarakat, namun masih tetap mempertahankan kebudayaan mereka masing-masing. Integrasi memiliki 2 pengertian, yaitu :

Pengendalian terhadap konflik dan penyimpangan sosial dalam suatu sistem sosial tertentu Membuat suatu keseluruhan dan menyatukan unsur-unsur tertentu

Sedangkan yang disebut integrasi sosial adalah jika yang dikendalikan, disatukan, atau dikaitkan satu sama lain itu adalah unsur-unsur sosial atau kemasyarakatan. Suatu integrasi sosial di perlukan agar masyarakat tidak bubar meskipun menghadapi berbagai tantangan, baik merupa tantangan fisik maupun konflik yang terjadi secara sosial budaya. Menurut pandangan para penganut fungsionalisme struktur sistem sosial senantiasa terintegrasi di atas dua landasan berikut :

Suatu masyarakat senantiasa terintegrasi di atas tumbuhnya konsensus (kesepakatan) di antara sebagian besar anggota masyarakat tentang nilai-nilai kemasyarakatan yang bersifat fundamental (mendasar)

Masyarakat terintegrasi karena berbagai anggota masyarakat sekaligus menjadi anggota dari berbagai kesatuan sosial (cross-cutting affiliation). Setiap konflik yang terjadi di antara kesatuan sosial dengan kesatuan sosial lainnya akan segera dinetralkan oleh adanya loyalitas ganda (crosscutting loyalities) dari anggota masyarakat terhadap berbagai kesatuan sosial. Penganut konflik berpendapat bahwa masyarakat terintegtrasi atas paksaan dan karena adanya

saling ketergantungan di antara berbagai kelompok. Integrasi sosial akan terbentuk apabila sebagian besar masyarakat memiliki kesepakatan tentang batas-batas teritorial, nilai-nilai, norma-norma, dan pranata-pranata sosial Bentuk Integrasi Sosial

Asimilasi, yaitu pembauran kebudayaan yang disertai dengan hilangnya ciri khas kebudayaan asli.

Akulturasi, yaitu penerimaan sebagian unsur-unsur asing tanpa menghilangkan kebudayaan asli.

Faktor-Faktor Pendorong A. Faktor Internal :


kesadaran diri sebagai makhluk sosial tuntutan kebutuhan jiwa dan semangat gotong royong

B. Faktor External :

tuntutan perkembangan zaman persamaan kebudayaan terbukanya kesempatan berpartisipasi dalam kehidupan bersama persaman visi, misi, dan tujuan 5

sikap toleransi adanya kosensus nilai adanya tantangan dari luar

( Syarat Berhasilnya Integrasi Sosial ) 1. Untuk meningkatkan Integrasi Sosial, Maka pada diri masing-masing harus mengendalikan perbedaan/konflik yang ada pada suatu kekuatan bangsa dan bukan sebaliknya. 2. Tiap warga masyarakat merasa saling dapat mengisi kebutuhan antara satu dengan yang lainnya. Lihat pula E. INTERAKSI Interaksi social merupakan hubungan hubungan social yang dinamis yang nenyangkut hubungan antara orang perorangan, antara kelompok manusia, maupun antara orang perorangan dengan kelompok manusia. Apabila dua orang bertemu, interaksi social di mulai pada saat itu. Ciri-ciri Interaksi social jumlah lbih dari satu orang terjadi nya komunikasi di antara pelaku melalui kontak social mempunyai maksud dan tujuan yang jelas dilaksana kan melalui pola sistem syarat syarat terjadi nya interaksi social ada nya tindakan social adanya kntak social ada nya komunikasi social factor- factor pendorong interaksi social imitasi identifikasi sugesti motivasi simpati empati

F.KESIMPULAN Dari uraian di atas dapat di simpul kan bahwa Sistem sosial budaya merupakan konsep untuk menelaah asumsi asumsi dasa dalam kehidupa nmasyarakat.Pemberian makna konsep sistem sosial budaya dianggap penting karena tidak hanya untuk menjelaskan apa yang dimaksud dengan sistem social budaya itu sendiri tetapi memberikan eksplanasi deskripsi nhya melalui kenyataan di dalam kehidupan masyarakat. Unsur pokok sistem sosial budaya Kepercayaan Perasaan dan pikiran Tujuan Kaidah Kedudukan dan peranan Pengawasan Sanksi Fasilitas Kelestarian dan kelangsungan hidup Keserasian kualitas kehidupan dengan lingkungan

DAFTAR PUSTAKA
Soekanto,soerdjono, Sosiologi Suatu Pengantar.Jakarta : Rajawali Pers, 2010 http://id.wikipedia.org/wiki/Integrasi_sosial Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas