Anda di halaman 1dari 3

EFEK NON-TERAPI CAFFEIN PADA SISTEM KARDIOVASKULAR

I. Latar Belakang Setiap obat tidak luput dari efek samping, misalnya pada penggunaan anti gatal, anti histamin chlortrimethone(CTM), pemakai akan mendapatkan efek terapi berupa berkurangnya rasa gatal, namun mengalami efek samping berupa mulut kering, ngnantuk, dan sebagainya.

II. Tujuan Memperlihatkan efek minum sehari-hari yang mengandung kafein terhadap sistem kardiovaskular.

III. Materi Praktikum * Bahan Kimia : - Larutan Caffein - Larutan Decaffeinated * Peralatan : - Jam - Tensimeter - Stetoskop

IV. Pelaksanaan 1. Mahasiswa dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok 1 diberi caffein, sedangkan kelompok 2 diberi decaffeinated. 2. Sebelum meminum sediaan, tekanan darah dan denyut nadi diukur dua kali, yaitu 15 menit dan 1 menit sebelum percobaan. 3. Masing-masing kelompok meminum minuman yang disediakan sebanyak 200 ml. 4. Setelah itu, dibilas dengan 50 ml air sehingga semua tertelan. 5. Setelah minum, tekanan darah dan denyut nadi diukur setiap 15 menit sebanyak 5 kali.

V. Hasil Pengamatan Perubahan parameter kardiovaskular MEJA II MEJA V

Hal A. Sebelum minum 1' sebelum percobaan 15' setelah minum 30' setelah minum 45' setelah minum 60' setelah minum Keterangan :

TD(mmHg) DN(x/menit) DJ(x/menit) TD(mmHg) DN(x/menit) DJ(x/menit) 120/90* 110/75** 120/90 110/80 120/90 110/70 120/90 120/70 110/80 120/70 110/80 120/70 65 84 65 80 65 72 65 76 65 89 65 86 65 80 65 86 65 90 67 82 66 82 66 83 120/80 110/70 120/80 110/70 120/70 110/70 120/70 120/70 120/80 110/70 120/80 110/70 76 89 76 89 70 77 74 95 89 76 89 76 95 82 95 82 88 101 90 109 95 82 95 82

TD = Tekanan Darah DN = Denyut Nadi DJ = Denyut Jantung * = Orang I

** = Orang II Orang ke-2 mengalami diuresis.

PEMBAHASAN : Kopi adalah minuman yang mengandung gugus metilxantin yakni caffein. Caffein bersifat merangsang jantung dan merelaksasi otot polos. Efek ini dikatakan terjadi karena metilxantin menghambat kerja phosphodiesterase. Selain itu metilxantin juga dikatakan menghambat secara

kompetitif reseptor adenosin di presinaptik noradrenergik neuron. Sehingga terjadi pelepasan noradrenalin, dan ini yang menyebabkan efek stimulan dari caffein ini. Pengaruh kafein terhadap sistem kardiovaskular yaitu kadar rendah caffein dalam plasma akan menurunkan denyut jantung yang mungkin disebabkan oleh perangsangan nervus vagus di medulla oblongata sebaliknya kadar caffein yang tinggi akan menyebabkan takikardi, bahkan pada individu yang sensitive mungkin akan menyebabkan aritmia. Aritmia ini dapat dialami oleh orang yang minum caffein berlebihan. Sedangkan pada pembuluh darah, caffein akan menyebabkan dilatasi pembuluh darah termasuk pembuluh darah koroner dan pulmonal karena efek langsung pada otot pembuluh darah. Dosis terapi caffein akan menyebabkan vasodilatasi pembuluh darah perifer yang bersama dengan peninggian curah jantung mengakibatkan bertambahnya aliran darah. Pengaruh caffein pada diuresis yaitu semua xantin meninggikan produksi urin. Cara kerjanya diduga melalui penghambatan reabsorbsi elektrolit di tubuli proksimal maupun di segmen dilusi, tanpa disertai dengan perubahan filtrasi glomerulus ataupun aliran darah ginjal. Sekresi lambung setelah pemberian caffein memperlihatkan gambaran khas pada orang normal maupun pada orang dengan asam lambung. Individu dengan predisposisi tukak peptik yang sedang mengalami remisi juga menunjukkan respon yang abnorma terhadap pemberian caffein.

KESIMPULAN : Berdasarkan data yang ada, dapat disimpulkan bahwa orang kedua meminum caffein karena adanya perubahan pada tekanan darah, denyut jantung yang berdebar-debar dan diuresis. Sedangkan orang pertama meminum decaffeinated, hal ini dapat dilihat pada tabel percobaan dimana tidak terjadi perubahan yang bermakna pada tekanan darah dan denyut jantung, serta tidak adanya diuresis.