Anda di halaman 1dari 7

PROPOSAL

ANALISIS LIKUIDITAS DAN RENTABILITAS UNTUK MENGUKUR KINERJA KEUANGAN PADA PT. KEDAWUNG SETIA INDUSTRIAL, Tbk PERIODE 2007-2011

Oleh : ALEX SETIAWAN (09610304)

JURUSAN MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG TAHUN 2012

BAB I PENDAHULUAN

1.1

Latar Belakang Dunia usaha sudah semakin berkembang saat ini. Kemunculan berbagai perusahaan

baik kecil maupun besar sudah merupakan fenomena yang biasa. Fenomena ini mengakibatkan tingkat persaingan antar perusahaan menjadi semakin ketat. Persaingan bagi perusahaan dapat berpengaruh positif yaitu dorongan untuk selalu meningkatkan mutu produk yang dihasilkan, akan tetapi persaingan juga menimbulkan dampak negatif bagi perusahaan, yaitu produk mereka akan tergusur dari pasar apabila perusahaan gagal meningkatkan mutu dan kualitas produk-produk yang dihasilkan. Selain itu penguasaan teknologi dan kemampuan komunikasi juga sangat dibutuhkan untuk terus dapat bertahan dalam dunia bisnis saat ini maupun di masa depan. Dengan semakin ketatnya persaingan di era globalisasi ini, Perusahaan dituntut untuk dapat bertahan untuk menghadapi semakin ketatnya persaingan. Untuk mengantisipasi persaingan tersebut, harus dapat meningkatkan kinerja perusahaan demi kelangsungan usahanya. Pertumbuhan perekonomian Indonesia yang stabil akan berpengaruh secara signifikan terhadap permintaan produk perusahaan, yang akhirnya akan berdampak pada kinerja perusahaan. Kinerja dari suatu perusahaan dapat menentukan berhasil atau tidaknya perusahaan tersebut. Fungsi dari pengukuran kinerja adalah sebagai alat bantu bagi manajemen perusahaan dalam proses pengambilan keputusan, juga untuk memperlihatkan kepada investor maupun pelanggan atau masyarakat secara umum bahwa perusahaan mempunyai kredibilitas yang baik. Apabila perusahaan mempunyai kredibilitas yang baik, maka hal itu akan mendorong investor untuk menanamkan modalnya.

Untuk dapat mengetahui kinerja suatu perusahaan dapat dilihat dari aspek non keuangan dan aspek keuangan. Dari aspek non-keuangan, kinerja dapat diketahui dengan cara mengukur tingkat kejelasan pembagian fungsi dan wewenang dalam struktur organisasinya, mengukur tingkat kualitas sumber daya yang dimilikinya, mengukur tingkat kesejahteraan pegawai dan karyawannya, mengukur kualitas produksinya, mengukur tingkat kepercayaan masyarakat terhadap perusahaan serta dengan mengukur tingkat kepedulian perusahaan terhadap lingkungan sosial sekitarnya. Namun penilaian kinerja melalui aspek non-keuangan ini relatif lebih sulit dilakukan, karena penilaian tersebut tergantung dari pihak penilaian, dimana penilaian dari satu orang akan berbeda dengan hasil penilaian orang lain. Sehingga dalam penilaian kinerja kebanyakan menggunakan aspek keuangan, dan pada umumnya banyak yang beranggapan bahwa keadaan keuangan akan mencerminkan keadaan seutuhnya kinerja sebuah perusahaan. Penilaian kinerja keuangan perusahaan umumnya menggunakan anaslisis likuiditas, solvabilitas, dan rentabilitas. Kelebihan pengukuran dengan metode tersebut adalah kemudahan dalam perhitungannya selama data historis tersedia. Sedangkan kelemahannya adalah metode tersebut tidak dapat mengukur kinerja perusahaan secara akurat. Hal ini disebabkan karena data yang digunakan adalah data akuntansi yang tidak terlepas dari penafsiran atau estimasi yang dapat mengakibatkan timbulnya berbagai macam distorsi sehingga kinerja keuangan perusahaan tidak terukur secara tepat dan akurat. Dengan menggunakan laporan yang diperbandingkan, termasuk data tentang perubahan-perubahan yang terjadi dalam jumlah rupiah, prosentase serta trendnya, penganalisa menyadari bahwa rasio secara individu akan membantu dalam menganalisa dan menginterpretasikan posisi keuangan suatu perusahaan. Rasio menggambarkan suatu hubungan atau perimbangan (mathematical relationship) antara suatu jumlah tertentu dengan jumlah yang lain, dan dengan menggunakan alat analisa

berupa rasio ini akan dapat menjelaskan atau memberi gambaran kepada penganalisa tentang baik atau buruknya keadaan atau posisi keuangan suatu perusahaan terutama apabila angka rasio tersebut dibandingkan dengan angka rasio pembanding yang digunakan sebagai standar. PT. Kedawung Setia Industrial Tbk yang didirikan pada tahun 1973 merupakan perusahaan multinasional yang memproduksi alat-alat rumah tangga yang meliputi Industri barang-barang logam berlapis email, alumunium, dan barang-barang plastik dan kerajinan tangan terutama alat-alat dapur serta alat-alat rumah tangga yang dioperasikan secara elektronik serta anak perusahaan (PT. Kedawung Setia Corrugated Carton Box Industrial) yang memproduksi kotak karton bergelombang. PT. Kedawung Setia Industrial Tbk merupakan salah satu pemain besar perusahaan Indonesia yang memproduksi alat-alat rumah tangga yang masih bertahan diantara produk-produk buatan China yang membanjiri pasaran. PT. Kedawung Setia Industrial Tbk sebagai salah satu pemain besar produsen industri alat rumah tangga enamel di Indonesia, sudah tentu mempunyai laporan keuangan, laporan keuangan merupakan salah satu informasi untuk menganalisa keadaan perusahaan di masa akan datang, laporan keuangan diharapkan dapat memberi informasi tentang keadaan perusahaan dari hasil-hasil usaha yang telah dicapai secara kuantitatif pada semua pihak yang berkepentingan dengan perusahaan itu. Informasi akan menjadi komoditi yang sangat penting saat ini, sebab setiap pengambilan keputusan harus didasari pada informasi yang akurat. Berikut merupakan gambaran data keuangan perusahaan periode 2004-2008 yang digunakan dalam menganalisis laporan keuangan :

Tabel 1.1 Data Perusahaan PT. Kedawung Setia Industrial, Tbk Tahun 2004-2008 Penjualan Bersih Tahun (dalam juta rupiah) 2007 2008 2009 2010 2011 922.557 1.078.022 1.086.784 1.124.149 1.181.736 (%) 14,42% 0,81% 3,32% 4,87% (dalam juta rupiah) 14.500 5.716 13.668 16.891 23.623 (%) -153,67% 58,18% 23,58% 28,50% Perubahan Laba/Rugi Bersih Perubahan

Sumber : Laporan Keuangan PT. Kedawung Setia Industrial Tbk Tahun 2007-2011 dari situs www.vivanews.com

Dilihat dari data perusahaan PT. Kedawung Setia Industrial Tbk bahwa penjualan bersih dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan. dan perusahaan mengalami kenaikan laba bersih Rp. 16,9 milyar pada tahun 2010 menjadi Rp. 23,6 milyar pada tahun 2011. Hal ini yang menjadi alasan peneliti tertarik untuk meneliti PT. Kedawung Setia Industrial Tbk karena latar belakang perusahaan sebagai salah satu produsen peralatan masak enamel terbesar di Indonesia dan terus mengalami peningkatan penjualan setiap tahunnya dilihat dari rasio likuiditas dan rasio rentabilitasnya. Dengan menggunakan rasio keuangan tersebut dari sisi likuiditasnya apakah perusahaan mampu memenuhi kewajiban jangka pendeknya, dan dari sisi rentabilitasnya ingin melihat seberapa besar potensi dari laba bersih yang dihasilkan dari penjualan serta ingin melihat potensi keuntungan bagi pemegang saham yang dihasilkan oleh laba bersih. Pendapatan terbesar perusahaan penjualan produk kotak karton gelombang sebesar Rp1,03 triliun, penjualan produk alat rumah tangga dari enamel sebesar Rp130,16 miliar dan sisa dari penjualan produk lainnya senilai Rp15,95 miliar. (http://www.imq21.com).

Penjualan kotak karton bergelombang dan alat rumah tangga enamel merupakan segmen bisnis utama PT. Kedawung Setia Industrial Tbk yang juga merupakan penyumbang pendapatan terbesar perseroan. Selain produk utama yaitu alat rumah tangga enamel dan kotak karton bergelombang, Kedawung Setia Industrial juga memasarkan segmen bisnis lainnya seperti tikar, tempat telur, dan ebonit. Pertumbuhan ekonomi nasional yang diperkirakan sebesar 4-5 persen akan ditopang perrmintaan domestik terutama konsumsi rumah tangga. Dengan demikian diyakini industri alat rumah tangga, sebagai produk utama perseroan, tetap akan tumbuh. Jumlah penduduk yang mencapai 200 juta jiwa, dengan lebih dari 50 juta keluarga di Indonesia tetap menjadi pasar potensial perseroan. Sehingga penjualan perseroan diperkirakan akan tetap tumbuh positif, (www.pefindo.com). Analisis terhadap laporan keuangan memerlukan suatu ukuran dan cara, di mana dapat memberikan pandangan yang lebih baik tentang kondisi keuangan dan prestasi perusahaan. Perusahaan dapat menganalisis laporan keuangan dengan membandingkan rasiorasio keuangannya selama beberapa tahun untuk mengetahui bagaimana perkembangan kinerja perusahaan dari tahun ke tahun. Selain itu, dengan melakukan analisis terhadap rasio keuangan pihak manajemen dapat mengambil tindakan dan kebijakan yang tepat demi kelangsungan perusahaannya. Mengingat pentingnya analisa rasio tersebut bagi pihak-pihak yang berkepentingan terhadap posisi keuangan maupun perkembangan perusahaan yang telah diuraikan diatas, maka peneliti tertarik untuk meneliti kinerja keuangan perusahaan dengan menggunakan analisis likuiditas dan rentabilitas.

1.2

Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan sebelumnya, maka rumusan

masalah yang akan dibahas dalam penelitian ini adalah bagaimana kinerja keuangan PT. Kedawung Setia Industrial Tbk selama tahun 2007-2011 berdasarkan analisis likuiditas dan rentabilitas?

1.3

Tujuan Penelitian Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana kinerja keuangan PT.

Kedawung Setia Industrial Tbk selama tahun 2007-2011 berdasarkan analisis likuiditas dan rentabilitas.

1.4

Manfaat Penelitian 1. Manfaat Teoritis Hasil penelitian digunakan untuk memperdalam pengetahuan dibidang manajemen keuangan khususnya menganalisa kinerja keuangan perusahaan. 2. Manfaat Praktis a. Bagi pihak manajemen, dapat memanfaatkan hasil penelitian ini sebagai bahan masukan dalam mengevaluasi kinerja keuangan perusahaan.. b. Bagi peneliti, untuk memperdalam pengetahuan dibidang manajemen keuangan, terutama yang berkaitan dengan analisis likuiditas dan rentabilitas.