Anda di halaman 1dari 25
Tata Tulis Laporan “Pekerjaan Pipa”

Tata Tulis Laporan “Pekerjaan Pipa”

Tata Tulis Laporan “Pekerjaan Pipa”

1.1. Latar belakang

BAB I

PENDAHULUAN

Pipa (pipe) ditemukan saat manusia dulu kesulitan membawa air dari sumber air ke rumah atau pemukiman mereka. Dengan adanya pipa maka pekerjaan membawa air menjadi lebih mudah. Pipa pertama terbuat dari bambu (bamboo). Pada peradaban Mesir dan Aztec, pipa terbuat dari lempung yang dibakar. Pipa logam pertama dibuat pada masa Yunani dan Romawi dengan membuatnya dari timbal dan bronze (perunggu, Cu-Sn). Pipa besi dibuat setelah adanya penemuan serbuk senjata (gun powder) karena serbuk senjata memerlukan pipa besi yang lebih kuat untuk dilewati peluru. Sejak saat itu berbagai produk pipa dari logam berkembang pesat dan menjadi produk khusus saat ini. Ilmu sistem pemipaan biasanya untuk bidang Perminyakan, Gas, Teknik Kimia dan mesin ( sistem pemipaan peralatan mekanik, spt. pipa kompresor, pompa, turbin, boiler, tangki bertekanan (pressured vessels), sentral AC dan peralatan lain yang menggunakan pipa. Seiring dengan semakin berkembangnya teknologi pada zaman sekarang ini, maka beberapa teknik pekerjaan pipa di adakan untuk menambah keterampilan pembaca, juga dapat dipakai untuk masyarakat umum atau karyawan perusahaan yang ingin menambah pengetahuan atau keterampilan di bidang teknik instalasi pipa. Agar dapat mengerjakan instalasi pipa dengan baik, perlu di ketahui teknik dalam pekerjaan pipa yang memerlukan beberapa alat pendukung yang dulunya di kerjakan dengan peralatan sederhana hingga sekarang ini menggunakan beberapa peralatan yang sudah modern.

perpipaan

1

Tata Tulis Laporan “Pekerjaan Pipa”

Tata Tulis Laporan “Pekerjaan Pipa”

Tata Tulis Laporan “Pekerjaan Pipa”

1.2. Rumusan Masalah

Permasalahan yang penulis hadapi dan harus di pecahkan dalam karya tulis ini adalah pengoptimalisasian, baik dari segi teknik maupun sistem pekerjaan pipa. Adapun rumusan masalah yaitu:

a. Bagaimana cara penyambungan pipa.

b. Beberapa cara perhitungan panjang pipa

c. Beberapa proses manufaktur pipa

d. Apa saja sistem perpipaan dan detail

e. Apa tujuan analisis fleksibilitas pipa

1.3. Ruang Lingkup

Untuk mencapai hasil instalasi pipa sesuai dengan konsep dasar dan penetapan judul, maka penulis harus mengetahui dan memahami hal-hal yang

berhubungan dengan proses penginstalasian pipa. Oleh karena itu penyusun ini hanya menyangkut hal-hal yang mendukung proses tersebut, antara lain :

a. Cara penyambungan pipa.

b. Cara perhitungan panjang pipa

c. Proses manufaktur pipa

d. Sistem perpipaan dan detail

e. Tujuan analisis fleksibilitas pipa

1.4. Tujuan Penulisan

Untuk memenuhi tujuan daripada pembacaan karya tulis ini, ada beberapa hal

yang perlu di perhatikan yaitu :

a. Di harapkan agar mengetahui bagaimana cara penyambungan pipa.

b. Di harapkan agar mengetahui beberapa cara perhitungan panjang pipa

c. Di harapkan agar mengetahui beberapa proses manufaktur pipa

d. Di harapkan agar mengetahui apa saja sistem perpipaan dan detail

e. Di harapkan agar mengetahui apa tujuan analisis fleksibilitas pipa

perpipaan

2

Tata Tulis Laporan “Pekerjaan Pipa”

Tata Tulis Laporan “Pekerjaan Pipa”

Tata Tulis Laporan “Pekerjaan Pipa”

1.5. Cara memperoleh data

Untuk melengkapi karya tulis ini, di perlukan beberapa referensi baik dari buku, internet maupun beberapa media lain seperti studi lapangan yang pernah di kerjakan penulis. Berikut beberapa referensinya :

a. Mencari referensi dari buku-buku mengenai : Teknik Pekerjaan PIPA, Teknologi dan Perencanaan SISTEM PERPIPAAN

c. Praktek di bengkel ATS

1.6. Sistematika Penyajian Laporan karya tulis ini dibagi menjadi empat bab dengan maksud untuk mempermudah pembahasan, bab-bab tersebut adalah sebagai berikut:

BAB I berisi tentang pendahuluan yang akan di bahas mengenai latar belakang, rumusan masalah, ruang lingkup, tujuan penulisan, cara memperoleh data dan sistematika penyajianpembahasan, bab-bab tersebut adalah sebagai berikut: BAB II berisi tentang landasan teori yang penulis gunakan

BAB II berisi tentang landasan teori yang penulis gunakan sebagai referensi penulisan dan penyelesaian karya tulis inipenulisan, cara memperoleh data dan sistematika penyajian BAB III berisi tentang pembahasan mengenai pekerjaan pipa

BAB III berisi tentang pembahasan mengenai pekerjaan pipasebagai referensi penulisan dan penyelesaian karya tulis ini BAB IV berisi tentang kesimpulan dan saran yang

BAB IV berisi tentang kesimpulan dan saran yang di kutip berdasarkan pengerjaan pipa pada bab-bab sebelumnyareferensi penulisan dan penyelesaian karya tulis ini BAB III berisi tentang pembahasan mengenai pekerjaan pipa perpipaan

perpipaan

3

Tata Tulis Laporan “Pekerjaan Pipa”

Tata Tulis Laporan “Pekerjaan Pipa”

Tata Tulis Laporan “Pekerjaan Pipa”

BAB II LANDASAN TEORI

2.1 DEFINISI Pipa adalah istilah untuk benda silinder yang berlubang dan digunakan untuk memindahkan zat hasil pemrosesan seperti cairan, gas, uap, zat padat yang dicairkan maupun serbuk halus.

Material yang digunakan sebagai pipa sangat banyak diantaranya adalah: beton cor, gelas, timbal, kuningan (brass), tembaga, plastik, aluminium, besi tuang, baja karbon, dan baja paduan. Pemilihan material pipa akan sangat membingungkan sehingga perlu pemahaman mendalam untuk apa saluran/sistem pipa itu dibuat, mengingat setiap material memiliki keterbatasan dalam setiap aplikasinya. Material yang paling umum digunakan adalah pipa baja karbon.

2.2 PERLENGKAPAN KERJA

1. Pakaian Pelindung

Pakailah pakaian pelindung yang cocok:

a. Topi kulit

b. Jaket kulit dengan kancing sampai leher

c. Sarung tangan dari kulit

d. Sepatu safety

e. Kacamata safety

2. Alat-alat Tambahan Alat-alat berikut akan berguna untuk pengerjaan las pada pipa dan tabung:

perpipaan

4

Tata Tulis Laporan “Pekerjaan Pipa”

Tata Tulis Laporan “Pekerjaan Pipa”

Tata Tulis Laporan “Pekerjaan Pipa”

a. Palu

b. Pahat bulat

c. Pahat bermata intan

d. Pahat potong ¼ inch (6,5 mm)

e. Pahat datar ½ inch (12,7 mm)

f. Kikir setengah bulat 14 inch (35 mm)

g. Sikat kawat 2 baris

h. Palu pipih

i. Gergaji besi

j. Gerinda pneumatic

2.3 METODE PENYAMBUNGAN

Metode penyambungan pipa dapat dilakukan dengan:

1. Pengelasan (welded)

misalnya pengelasan bahan stainless steel dengan las busur gas tungsten

dan untuk pipa baja karbon dengan las logam.

2. Penguliran (threaded)

Digunakan untuk pipa bertekanan tidak terlalu tinggi. Kebocoran dapat dicegah dengan gasket (tape pipe). Umumnya pipa dengan sambungan ulir digunakan untuk pupa berdiameter dua inchi ke bawah.

3. Menggunakan Flens (flange)

Pada kedua pipa yang akan disambung dipasang flens kemudian diikat dengan baut.

perpipaan

5

Tata Tulis Laporan “Pekerjaan Pipa”

Tata Tulis Laporan “Pekerjaan Pipa”

Tata Tulis Laporan “Pekerjaan Pipa”

2.4 SIMBOL PEMIPAAN

Tata Tulis Laporan “Pekerjaan Pipa” 2.4 SIMBOL PEMIPAAN perpipaan 6

perpipaan

6

Tata Tulis Laporan “Pekerjaan Pipa”

Tata Tulis Laporan “Pekerjaan Pipa”

Tata Tulis Laporan “Pekerjaan Pipa”
Tata Tulis Laporan “Pekerjaan Pipa” perpipaan 7

perpipaan

7

Tata Tulis Laporan “Pekerjaan Pipa”

Tata Tulis Laporan “Pekerjaan Pipa”

Tata Tulis Laporan “Pekerjaan Pipa”
Tata Tulis Laporan “Pekerjaan Pipa” perpipaan 8

perpipaan

8

Tata Tulis Laporan “Pekerjaan Pipa”

Tata Tulis Laporan “Pekerjaan Pipa”

Tata Tulis Laporan “Pekerjaan Pipa”
Tata Tulis Laporan “Pekerjaan Pipa” perpipaan 9

perpipaan

9

Tata Tulis Laporan “Pekerjaan Pipa”

Tata Tulis Laporan “Pekerjaan Pipa”

Tata Tulis Laporan “Pekerjaan Pipa”
Tata Tulis Laporan “Pekerjaan Pipa” perpipaan 1 0

perpipaan

10

Tata Tulis Laporan “Pekerjaan Pipa”

Tata Tulis Laporan “Pekerjaan Pipa”

Tata Tulis Laporan “Pekerjaan Pipa”
Tata Tulis Laporan “Pekerjaan Pipa” perpipaan 1 1

perpipaan

11

Tata Tulis Laporan “Pekerjaan Pipa”

Tata Tulis Laporan “Pekerjaan Pipa”

Tata Tulis Laporan “Pekerjaan Pipa”

2.5 GAMBAR ISOMETRIK UNTUK PEMIPAAN

Salah satu bentuk penggambaran pemipaan adalah penggambaran instalasi pemipaan dengan gambar isometrik. Metode ini banyak digunakan karena penting dari segi perencanaan, perawatan dan perbaikan suatu instalasi pipa dalam unit pengilangan maupu instalasi lainnya. Penggambaran instalasi pipa dapat digambar dua dimensi, maupun tiga dimensi (stereometrik) yang terdiri atas metode isometrik dan aksonometrik

yang terdiri atas metode isometrik dan aksonometrik Penggambaran dengan isometrik lebih baik penampilannya dan

Penggambaran dengan isometrik lebih baik penampilannya dan lebih mudah dipahami, sehingga banyak digunakan dalam penggambaran instalasi pipa. Gambar isometrik adalah gambar pelaksanaan konstruksi pemipaan sehingga pengawas proyek benar-benar menguasai cara membaca gambar serta pelaksanaan konstruksinya.Demikian pula bagi siapapun yang akan melakukan perawatan maupun perbaikan instalasi pipa. Pembaca harus benar-benar memahami berbagai tanda baik dengan mengingatnya atau mengacu pada buku panduan atau handbook symbol pemipaan.

perpipaan

12

Tata Tulis Laporan “Pekerjaan Pipa”

Tata Tulis Laporan “Pekerjaan Pipa”

Tata Tulis Laporan “Pekerjaan Pipa”

Contoh :

Tata Tulis Laporan “Pekerjaan Pipa” Contoh : Agar dapat menggambar sistem pemipaan, diperlukan perencanaan dan

Agar dapat menggambar sistem pemipaan, diperlukan perencanaan dan penggambaran spool. Gambar spool adalah gambar fabrikasi atau gambar detil dari suatu sistem penggambaran pemipaan. Jadi gambar spool adalah gambar detil dari gambar isometrik yang telah dibuat, supaya dapat mudah dipahami oleh tenaga di bengkel untuk mengerjakan sistem pemipaan dengan baik. Gambar spool ini tidak perlu berskala namun harus proposional dan sesuai serta dilampiri gambar rencana/plan isometriknya. Selain itu juga memuat simbol-simbol yang jelas dan mudah dipahami.

perpipaan

13

Tata Tulis Laporan “Pekerjaan Pipa”

Tata Tulis Laporan “Pekerjaan Pipa”

Tata Tulis Laporan “Pekerjaan Pipa”

Contoh :

Tata Tulis Laporan “Pekerjaan Pipa” Contoh : perpipaan 1 4

perpipaan

14

Tata Tulis Laporan “Pekerjaan Pipa”

Tata Tulis Laporan “Pekerjaan Pipa”

Tata Tulis Laporan “Pekerjaan Pipa”

3.1 JENIS-JENIS PIPA

a. Pipa galvanis

b. Pipa PVC

c. Pipa stainless steel

BAB III PEMBAHASAN

3.2 CARA PERHITUNGAN PANJANG PIPA Di bawah ini akan dibicarakan perhitungan matematik dalam menentukan panjang dimensi jalur pipa. Untuk menyelesaikan perhitungan tersebut diperlukan beberapa rumus matematik. Rumus matematik yang diperlukan dapat dilihat berikut ini.

segi tiga siku-siku < A + < B = Sin A = a/c Cos A = b/c Tg A = a/b =

+

Luas segi tiga = 1/2 .a.b.

Sin

Sin A =

Cos A

Tg A

=

Cos A

+ cos

= 1

=

=

=

=

=

=

=

=

perpipaan

c A b
c
A
b

B

a

c

15

Tata Tulis Laporan “Pekerjaan Pipa”

Tata Tulis Laporan “Pekerjaan Pipa”

Tata Tulis Laporan “Pekerjaan Pipa”

3.3 CARA PENYAMBUNGAN PIPA

Dalam pemakaian pipa, banyak sekali diperlukan sambungan- sambungan, baik sambungan antara pipa dengan pipa maupun sambungan- sambungan antara pipa dengan peralatan yang di perlukan seperti katup (valve), instrumental, nozel (nozzle) peralatan atau sambungan untuk merubah arah aliran.

3.3.1 Cara Penyambungan

Penyambungan tersebut dapat dilakukan dengan :

a. Pengelasan Jenis pengelasan yang dilakukan adalah tergantung pada jenis pipa dan penggunaannya, misalnya pengelasan untuk bahan stainless steel mrnggunakan las busur gas wolfram, dan untuk pipa baja karbon digunakan las metal.

b. Ulir Penyambungan ini digunakan pada pipa yang bertekanan tak terlalu tinggi. Kebocoran pada sambungan ini dapat dicegah dengan menggunakan gasket tape pipe. Umumnya pipa dengan sambungan ulir digunakan pada pipa dua inci ke bawah.

c. Menggunakan flens Kedua ujung pipa yang akan disambung dipasang flens kemudian diikat dengan baut.

3.3.2 Konstruksi Sambungan

Sambungan pipa dengan cara pengelasan dapat dilakukan dengan

1. Sambungan langsung (tanpa penguat)

2. Sambungan dengan penguatan

3. Sambungan menggunakan alat penyambung (fitting)

4. Sambungan pipa cabang dengan menggunakan o’let.

3.4 PROSES MANUFAKTUR PIPA

Pipa baja karbon dapat diproduksi dengan berbagai metode dengan

karakteristiknya masing-masing meliputi kekuatan, ketebalan dinding, ketahanan

korosi dan batasan suhu serta tekanan. Misalkan, pipa-pipa yang memiliki tebal

yang sama tetapi bila dimanufaktur dengan metoda yang berbeda kemungkinan

besar akan memiliki batas tekanan dan kekuatan yang berbeda-beda.

perpipaan

16

Tata Tulis Laporan “Pekerjaan Pipa”

Tata Tulis Laporan “Pekerjaan Pipa”

Tata Tulis Laporan “Pekerjaan Pipa”

Metode yang sering digunakan meliputi seamless, but-welded dan spiral- welded pipe manufacturing. Seamless pipe dibuat dengan cara menusuk batang baja yang mendekati suhu cair (disebut billet) dengan menggunakan sebuah mandrel yang mana pipa ini tidak memiliki sambungan. Diagram pembuatan pipa seamless (tanpa sambungan) dapat dilihat pada diagram berikut:

(tanpa sambungan) dapat dilihat pada diagram berikut: Butt-welded pipe dibuat dengan cara memasukkan pelat baja

Butt-welded pipe dibuat dengan cara memasukkan pelat baja panas melalui pembentuk (shapers, shape rollers) yang akan merolnya ke menjadi bentuk batangan pipa yang berlubang. Penekanan yang sangat kuat pada kedua sisi-sisi pelat akan menghasilkan sambungan las. Diagram berikut ini menunjukkan pembentukan pipa butt-welded dari bahan dasar pelat hingga menjadi pipa melalui proses pengerolan :

pembentukan pipa butt-welded dari bahan dasar pelat hingga menjadi pipa melalui proses pengerolan : perpipaan 1

perpipaan

17

Tata Tulis Laporan “Pekerjaan Pipa”

Tata Tulis Laporan “Pekerjaan Pipa”

Tata Tulis Laporan “Pekerjaan Pipa”

Spiral-welded pipe dibuat dengan cara memuntir strip logam (pelat panjang dengan lebar sempit, seperti pita), menjadi bentuk spiral, seperti pola kriting rambut di salon, kemudian dilas dimana ujung-ujung sambungan satu-sama lain membentuk sebuah sambungan. Pipa-pipa jenis ini terbatas pada sistem pemipaan yang menggunakan tekanan rendah karena tebal pipa yang tipis. Diagram berikut ini menunjukkan spiral-welded pipe sebelum dilas :

berikut ini menunjukkan spiral-welded pipe sebelum dilas : Setiap metode produksi pipa memiliki keunggulan dan

Setiap metode produksi pipa memiliki keunggulan dan kelemahan. Misalnya butt welded pipe dirol dari bahan pelat sehingga memiliki ketebalan pelat yang lebih seragam dan dapat diinspeksi cacat-cacat sebelum pembentukan dan pengelasan. Metode ini dibutuhkan saat membentuk pipa yang tipis dan panjang. Gambar berikut menunjukkan pipa baja karbon hasil 3 metode produksinya.

menunjukkan pipa baja karbon hasil 3 metode produksinya. Ukuran pipa dinyatakan dengan NPS ( Nominal Pipe

Ukuran pipa dinyatakan dengan NPS (Nominal Pipe Size) yang digunakan untuk menjelaskan sebuah pipa dengan namanya. Selain itu dengan ukuran aktual

perpipaan

18

Tata Tulis Laporan “Pekerjaan Pipa”

Tata Tulis Laporan “Pekerjaan Pipa”

Tata Tulis Laporan “Pekerjaan Pipa”

diameter luar (Outside Diameter, OD) dan diameter dalam aktual (Inside Diameter,

ID). Gambar berikut

menjelaskan hal di atas.Dalam sistem pemipaan,diameter luar

dijagasama,sedangkan diameter dalamdisesuaikan dengankekuatan pipa yang

diinginkan.

dalamdisesuaikan dengankekuatan pipa yang diinginkan. Ketebalan pipa bervariasi meskipun diameter luarnya sama,

Ketebalan pipa bervariasi meskipun diameter luarnya sama, karena dibuat sesuai dengan kekuatan pipa tersebut. Seperti digambarkan di bawah ini, semakin kuat pipa maka semakin tebal pipa tersebut. Diameter dalam, ID = diameter luar (2 × tebal pipa)

kuat pipa maka semakin tebal pipa tersebut. Diameter dalam, ID = diameter luar – (2 ×

perpipaan

19

Tata Tulis Laporan “Pekerjaan Pipa”

Tata Tulis Laporan “Pekerjaan Pipa”

Tata Tulis Laporan “Pekerjaan Pipa”
Tata Tulis Laporan “Pekerjaan Pipa” Ukuran nominal pipa berbeda dengan ukuran yang sebenarnya Penyambungan pipa bisa

Ukuran nominal pipa berbeda dengan ukuran yang sebenarnya Penyambungan pipa bisa dilakukan dengan : Butt welded (BW), Socket Welded (SW) maupun Screwed (Scrd)

Penyambungan pipa bisa dilakukan dengan : Butt welded (BW), Socket Welded (SW) maupun Screwed (Scrd) perpipaan

perpipaan

20

Tata Tulis Laporan “Pekerjaan Pipa”

Tata Tulis Laporan “Pekerjaan Pipa”

Tata Tulis Laporan “Pekerjaan Pipa”

3.5 SISTEM PERPIPAAN DAN DETAIL Pada dasarnya sistem perpipaan dan detail untuk setiap industri atau pengilangan tidaklah jauh berbeda, perbedaan-perbedaan mungkin terjadi hanya pada kondisi khusus. Umumnya sistem perpipaan dan detailnya merupakan standar dari unit. Fabrikasi pipa dapat dilakukan pada bengkel-bengkel di lapangan atau pada suatu pembuatan pipa khusus di suatu tempat dan lalu di kirim ke lapangan baik melalui transportasi laut atau darat, sehingga di lapangan hanya merupakan pelaksanaan penyambungan saja. Hal ini menguntungkan dari segi waktu, ongkos kerja dan lain-lainnya secara keseluruhan dan memudahkan pekerjaan pemasangan di lapangan. Pemilihan keputusan untuk fabrikasi pipa di suatu bengkel di lapangan atau di suatu tempat di luar lapangan bahkan di Negara lain, memerlukan perhitungan teknis dan ekonomis secara cermat. Pekerjaan pemasangan perpipaan dapat dikelompokkan menjadi 3 bagian :

1. Di atas tanah

2. Di bawah tanah

3. Di bawah air

Untuk pemasangan sistem perpipaan di ketiga tempat ini baik pipa proses, pipa utility, mempunyai perhitungan dan permasalahan sendiri, di sini hanya akan dibicarakan butir satu dan dua.

3.5.1 Pemasangan Pipa di atas Tanah

Pemasangan pipa di atas tanah dapat dilakukan pad arak pipa (pipe rack), di atas penyangga-penyangga pipa, di atas dudukan pipa (sleeper). Pemasangan pipa di atas tanah ini dapat pula di masukkan pipa equipment yaitu :

1. Pipa kolom dan vessel

2. Pipa exchanger

3. Pipa pompa dan turbin

4. Pipa kompresor

5. Pipa utilitas

Di mana masing-masing pemasangan pipa pada equipment ini

mempunyai batasan-batasan khusus sebagai berikut :

perpipaan

21

Tata Tulis Laporan “Pekerjaan Pipa”

Tata Tulis Laporan “Pekerjaan Pipa”

Tata Tulis Laporan “Pekerjaan Pipa”

1. Pipa Kolom dan Vessel Pipa yang akan dipasang pada kolom dan vessel harus ditempatkan secara radial di sekitar kolom di bagian jalur pipa jalan orang platform di bagian acces.

2. Pipa exchanger Pemasangan pipa exchanger tidak boleh dipasang di atas daerah-daerah kanal, tutup shell dan fasilitas-fasilitas lain yang telah terpasang pada exchanger atau handling yang suka digunakan. Ruang-ruang bebas untuk pemasangan flens exchanger harus di sediakan. Spool di pasang di luar nozzle kapal guna memungkinkan pemindahan bundle pipa exchanger.

3. Pipa pompa dan turbin Pemasangan pipa pada pompa dan turbin harus di atur sedemikian rupa. Sehingga mudah untuk perawatan dan perbaikan. Hal ini penting untuk mencegah pembongkaran besar yang tak perlu pada pemeliharaan dan perbaikan pipa. Saringan permanen dan sementara harus pada inlet pompa dan turbin.

4. Pipa kompresor Pemasangan pipa pada kompresor harus diatur perbaikan dan pemeliharaannya. Sambungan pipa dengan menggunakan flens lebih diutamakan demi memperlancar jalannya perbaikan dan pemeliharaan. Pipa hisap (suction) dan buang (discharge) harus benar-benar diperhatikan fleksibilitasnya, terutama untuk temperatur rendah atau tinggi dan tekanan tinggi.

5. Pipa Utilitas Pemasangan pipa utilitas ini harus benar-benar direncanakan sehingga kebutuhan utilitas di proyek dapat terjangkau penggunaannya. Pipa utilitas seperti pipa yang lain haruslah direncanakan beroperasi pada temperatur dan tekanan berapa.

perpipaan

22

Tata Tulis Laporan “Pekerjaan Pipa”

Tata Tulis Laporan “Pekerjaan Pipa”

Tata Tulis Laporan “Pekerjaan Pipa”

3.6 TUJUAN ANALISIS FLEKSIBILITAS PIPA Fleksibilitas pipa adalah salah satu hal yang penting di dalam perhitungan dan perencanaan perpipaan. Analisis fleksibilitas atau analisis tegangan pada saat ini telah dapat di program pada computer, konsekuensinya bagi desainer pipa hanya bertanggung jawab

3.6.1 TUJUAN ANALISIS Pemanasan pipa tentu akan menimbulkan perpanjangan begitu pula dengan pendinginan pipa akan menimbulkan perpendekan. Perpanjangan dan perpendekan inilah yang akan merupakan masalah fleksibilitas dan tegangan. Analisis tegangan ditentukan oleh gaya-gaya pada angker, momen lengkung, tegangan pada sistem perpipaan pada suatu titik atau segmen. Di dalam perhitungan, untuk Bahan-bahan tertentu dengan schedule atau ketebalan tertentu, gaya-gaya, tegangan serta momen lengkungnya dapat dicari batas maksimal diizinkan, sehingga bagi perencana mempunyai suatu patokan perhitungan yang tak boleh melebihi batas tersebut.

perpipaan

23

Tata Tulis Laporan “Pekerjaan Pipa”

Tata Tulis Laporan “Pekerjaan Pipa”

Tata Tulis Laporan “Pekerjaan Pipa”

BAB IV

PENUTUP

5.1 Kesimpulan

Berdasarkan beberapa uraian yang telah di bahas pada bab-bab

sebelumnya, maka dapat disimpulkan mengenai perpipaan yang telah penulis

buat, yaitu sebagai berikut :

Bahwa pipa memiliki beberapa jenis yaitu Pipa galvanis, Pipa PVC, Pipa

stainless steel dan ada beberapa proses manufaktur pipa (seamless pipe, butt-

welded pipe, spiral-welded pipe, socket welded, screwed) adapun beberapa

metode untuk penyambungan pipa yaitu pengelasan, flens (flange), lem dan

penguliran.

5.2 Saran

Penyusun menyadari bahwa dalam penulisan karya tulis mengenai perpipaan masih jauh dari sempurna, oleh karena itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang tujuannya membangun dan penulis menyarankan agar pembaca lebih memperhatikan :

a. Bagaimana cara penyambungan pipa.

b. Beberapa cara perhitungan panjang pipa

c. Beberapa proses manufaktur pipa

d. Apa saja sistem perpipaan dan detail

e. Apa tujuan analisis fleksibilitas pipa

perpipaan

24

Tata Tulis Laporan “Pekerjaan Pipa”

Tata Tulis Laporan “Pekerjaan Pipa”

Tata Tulis Laporan “Pekerjaan Pipa”

DAFTAR PUSTAKA

Modul “Instalasi Pipa PVC”

Teknik Pekerjaan PIPA

Teknologi dan Perencanaan SISTEM PERPIPAAN

perpipaan

25