Anda di halaman 1dari 14

[Balok Elastis Statis Tak Tentu]

[Balok Elastis Statis Tak Tentu]

XI. BALOK ELASTIS STATIS TAK TENTU

11.1. Balok Statis Tak Tentu

Dalam semua persoalan statis tak tentu persamaan-persamaan keseimbangan statika masih tetap berlaku. Persamaan-persamaan ini adalah penting, tetapi tidak cukup untuk memecahkan persoalan tak tentu. Berbagai persamaan tambahan dibuat berdasarkan pertimbangan geometri dari deformasi. Dalam sistem struktur dari kebutuhan fisis, unsur-unsur atau bagian-bagian tertentu haruslah berdefleksi bersama, memelintir bersama, memuai bersama, dan seterusnya atau sama-sama tetap stasioner. Dengan merumuskan pengamatan- pengamatan demikian secara kuantitatif memberikan persamaan-persamaan tambahan yang diperlukan. Suatu balok dikatakan statis tak tentu bila jumlah reaksi-reaksi pada balok yang tidak diketahui melebihi jumlah persamaan kesetimbangan yang digunakan

145
145
[Balok Elastis Statis Tak Tentu]

[Balok Elastis Statis Tak Tentu]

pada sistem. Sehingga persamaan kesetimbangan perlu dilengkapi dengan menambahkan persamaan dari deformasi balok.

terdapat

pembebanan secara aksial pada struktur sederhana.

Pada

sistem

statis

tertentu

(statically

determinate)

hanya

11.2. Tipe-tipe Balok Statis Tak Tentu

Beberapa tipe umum dari balok statis tak tentu seperti terlihat pada Gambar 11.1. Walaupun perubahan luas susunan yang terdapat di lapangan, empat diagram berikut akan menggambarkan secara alamiah sebagai sistem tak tentu. Pada balok

di bawah ini reaksi dari setiap bentuk adalah sebuah sistem gaya pararel dan oleh

karena itu terdapat dua persamaan keseimbangan statis. Demikian penentuan reaksi

di setiap kasus yang memerlukan penggunaan persamaan tambahan yang berasal

dari deformasi dari balok.

persamaan tambahan yang berasal dari deformasi dari balok. (a) (c) (b) (d) Gambar 11.1.Tipe-tipe balok statis

(a)

tambahan yang berasal dari deformasi dari balok. (a) (c) (b) (d) Gambar 11.1.Tipe-tipe balok statis tak

(c)

tambahan yang berasal dari deformasi dari balok. (a) (c) (b) (d) Gambar 11.1.Tipe-tipe balok statis tak

(b)

tambahan yang berasal dari deformasi dari balok. (a) (c) (b) (d) Gambar 11.1.Tipe-tipe balok statis tak

(d)

Gambar 11.1.Tipe-tipe balok statis tak tentu

146
146

[Balok Elastis Statis Tak Tentu]

[Balok Elastis Statis Tak Tentu]

Persamaan pelengkap pada tipe balok gambar a dan c, dapat dicari dengan menggunakan teorema momen-area. Tipe balok b lebih baik dengan menggunakan metode fungsi singularitas. Sedangkan pada tipe-balok d biasanya menggunakan teorema tiga-momen.

Sebagai contoh perhatikan gambar berikut:

tiga-momen. Sebagai contoh perhatikan gambar berikut: Dimana, M L A 1  2  M L

Dimana,

M L

A

1

2

M L

B

1

L

2

M L

C

2



6

A a

1

1

L

1

6 A b

2

2

L

2

M A ,M B ,M C = momen pada titik A, B dan C

L 1 , L 2 = panjang spin

A 1 ,A 2 = luas diagram momen

a

1

, b

2 = jarak centroid pada masing-masing diagram momen dari A

sampai C

147
147
[Balok Elastis Statis Tak Tentu]

[Balok Elastis Statis Tak Tentu]

Contoh-Contoh Soal Dan Pembahasannya

1. Tentukan reaksi-reaksi yang terjadi pada balok di bawah ini.

Tentukan reaksi-reaksi yang terjadi pada balok di bawah ini. Jawab:  F v 2 R wL

Jawab:

F

v

2

R wL

1

  0 R  wL 1 2  M   L  
 
0
R  wL
1
2
M   L 
 L  
1
1
2
3
 

1

2

L R L    L 3    L

1

wL L

2

 

 0

2

4

(1)

Substitusi R 1 dari persamaan (1), diperoleh:

M 1 wL

2 12
2
12

2. Tentukan reaksi-reaksi yang terjadi pada balok yang ditunjukkan oleh gambar dibawah.

terjadi pada balok yang ditunjukkan oleh gambar dibawah. Jawab: v w x x   M

Jawab:

v w x x   M M x x   R R x x   P P x x   a a R R x x L L M M x x L L

1

1

1

1

1

0

0

2

2

0

2

2

1

 

 

2

 

1

1

1

148
148

2

[Balok Elastis Statis Tak Tentu]

[Balok Elastis Statis Tak Tentu]

M



x  M x R x P x a R x L M x L EI

1

1

2

2



0



1

1

1

0

dy

EI  

dx

M x

1



1

R

1

2



x

EIy  

M

1

2



2

x

R

1

6



x

3

2

P

2

P

6

x

a

x

a

3

2

R

2

2

M

2

2

x L

x L

2

2

M x L

C

2

2

1

Substitusi x = L ke persamaan (a) dan (b)

R L Pb

1

2

1

3

3

2

2

0   M L

1

0  

1

2

2

M 2 L R 6 L Pb 6

Dari (c) dan (d) diperoleh

M

1

Pab

2

2

L

R

1

Pb 2 Pab

2

L

3

L

2

2

Pb 2 Pab

2 2

L

R

2

2

R P 0 Pa 2 Pa b

2

3

L

2

2

2

L

3

L

(c)

(d)

2

d y

dx

C

1

2

(a)

(b)

3. Tentukan reaksi-reaksi yang terjadi pada balok di bawah.

149
149
[Balok Elastis Statis Tak Tentu]

[Balok Elastis Statis Tak Tentu]

Jawab:

w 1 =w 2 =w, L=L 2 =L, M A =M C =0

M L

A

1

2

M L

B

1

L

2

M L

C

2



wL wL

4

4

3

3

0

M B 

R 1 L wL L 2  wL 8 R wL

2

M L

B

2

2

wL

8

0

 

2

3

8

1

3

w L w L

1

1

2

2

3

4

4

2

3

8

wL   2

2

R wL

0  

R

2

5

4

wL

4. Tentukan reaksi-reaksi yang terjadi pada balok di bawah.

4. Tentukan reaksi-reaksi yang terjadi pada balok di bawah. Jawab: P 1 =P 2 =P, L

Jawab:

P 1 =P 2 =P, L 1 =L 2 =L, a 1 =b 2 =L/2, M A =M C =0

150
150

M L

A

1

2

M L

B

1

L

2

0

M

B

2

M L

B

2

0

 



3

16

PL

 P 1 a  M L  1 C 2 L 1  
P 1
a
M L

1
C
2
L
1
2 P
L
2
4
L  L
2
2
L

1

L

2

a

1

2



P b

2

L 2

2

L

2

2

b

2

2

[Balok Elastis Statis Tak Tentu]

[Balok Elastis Statis Tak Tentu]

R L

1

PL 3 PL

2



16

2

P   R

  16

5

2

2

P

5

R P

1

0

 

R

2

16

11

8

P

5. Tentukan reaksi-reaksi yang terjadi pada balok di bawah.

5. Tentukan reaksi-reaksi yang terjadi pada balok di bawah. Jawab:  30 2 4 kN m

Jawab:



30 2

4

kN m



15 8

3

 

4

2

2

2



15 8

3

4

M

2

M   M

2

3

240

3

M



2 8

2

240

0

2

4

8



8



M   M

3

22.5

25 2.5

2 M 8 5 0 

3

3.25

29.3



5

2

2.5

4 55

kN m

M  

3

2

(a)

(b)

Dari persamaan (a) dan (b) diperoleh M 2 = -66.72 kNm dan M 3 = -62.34 kNm

4

121.68

5

8

R

1

R

4

R

3

302

8

R   66.72 3010  R

62.34

1.68 

kN

1

1584

R

4



0

66.72

62.34 R

2

84.5

kN

2

252.5

1584



2510.5

R

3

87.2

kN

151
151
[Balok Elastis Statis Tak Tentu]

[Balok Elastis Statis Tak Tentu]

6. Tentukan reaksi gaya pada ujung-ujung balok berikut

6. Tentukan reaksi gaya pada ujung-ujung balok berikut Jawab: R R R R 1 1 2

Jawab:

R

R

R

R

1

1

2

2

M

M

1

1

Pb

2

3

2 L

2 L a

20

10

3



3

2



2 6

3

2

 

6

Pa

2 L

20

2

3 L

2

10

3



3



2 6

2

a

2

3

Pa

2 L

20

2

2

L

10

3

a



3



2 6

2

2

36

36

9

3

6.25 kN

9

13.75 kN

22.5 kN

7. Sebuah batang baja yang luas penampangnya 1000 mm 2 dan panjangnya 400.06 mm dengan longgar dimasukkan ke dalam sebuah tabung tembaga seperti yang terlihat dalam gambar. Tabung tembaga mempunyai luas penampang 1500 mm 2 dan panjang 400 mm. Bila suatu gaya aksial P = 125 kN diberikan pada tutup yang kaku, berapakah tegangan-tegangan yang akan terbentuk dalam kedua bahan? Anggaplah bahwa modulus elastis baja dan tembaga masing-masing adalah E s = 200 GPa dan E cu = 120 GPa.

152
152

[Balok Elastis Statis Tak Tentu]

[Balok Elastis Statis Tak Tentu]
[Balok Elastis Statis Tak Tentu] Jawab: Dari statika: Dari geometri:  u  AE PL P

Jawab:

Dari statika:

Dari geometri:

 u

AE PL

P P

u

u

 125

kN

s

s

cu

cu

0.06

P

s

L

s

P L

cu cu

A

s

E

s

A E

cu cu

0.06

400.06

P

1000



200 10

3

s

400

1500



120 10

3

P

cu

0.06

(1)

(2)

1.111 30.000

P cu 45000

P

s

P

cu

Jadi,

cu

N

Dari persamaan (1) dan (2) diperoleh

N

P cu

A

dan

P

s

80000

N

45000

30

MPa

1500

s

P A s

80000 1000

80

MPa

8. Sebuah poros melingkar padat kuningan dipasang tetap pada kedua ujungnya dan dua momen puntir, T 1 = 31.4 Nm dan T 2 = 62.8 Nm bekerja padanya seperti yang terlihat pada gambar. Anggaplah bahwa bahan bersifat elastis linier dengan G = 40 GPa. Diameter d 1 = 80 mm dan d 2 = 67.3 mm. Tentukanlah

153
153
[Balok Elastis Statis Tak Tentu]

[Balok Elastis Statis Tak Tentu]

momen puntir pada A dan plot diagram-diagram momen puntir dan sudut puntir.

A dan plot diagram-diagram momen puntir dan sudut puntir. Jawab: T  T  T T

Jawab:

T  T  T T   0 A 2 Statika:  0 1
T
 T
T T
 0
A
2
Statika:
 0
1
B
Geometri:
500 
T
 T

250
250
T A
T B
2
B
 0
2 J G
J G
J G
2
2
2
T
31.4
628
T
T
0
B
B
B
T
 31.4
Nm
B
T A  0
T (Nm)
31.4
+
0
0
-
31.4
 (rad)
+
0
0

9. Sebuah baut baja yang mempunyai luas penampang A 1 = 1000 mm 2 dipergunakan untuk menjepit dua buah cincin baja dengan tebal total L, masing- masing mempunyai luas penampang A 2 = 900 mm 2 . Bila baut tersebut dalam susunan ini semula dieratkan agar tegangannya menjadi 150 MPa, berapakah tegangan akhir dalam baut ini setelah suatu gaya P = 100 kN dikenakan kepada susunan tersebut?

154
154

[Balok Elastis Statis Tak Tentu]

[Balok Elastis Statis Tak Tentu]
[Balok Elastis Statis Tak Tentu] Jawab: Dari statika: Atau karena P   I I X

Jawab:

Dari statika:

Atau karena

P

I

I

X   Y I

c

c

t

Y

P

Dari geometri:

 

baut cincin

XL YL

A E A E

1

2

Y

 

A

2

X

A

1

I X

t

Tegangan akhir dalam baut:

X

P

P

1

A A

2

/

1

1

9

0.1

P kN

10

10. Tentukan reaksi-reaksi yang terjadi pada balok di bawah.

10. Tentukan reaksi-reaksi yang terjadi pada balok di bawah. Jawab:   V B P 

Jawab:

V

B P

0.9

V

D

30 2.7

3

6 EI

0.9

30 2.7

4

287.86

8

EI

EI

155
155
[Balok Elastis Statis Tak Tentu]

[Balok Elastis Statis Tak Tentu]

Latihan Soal

1. Dengan menggunakan persamaan tiga momen, carilah momen M B yang tak diketahui di tumpuan B dari balok dua bentangan seperti terlihat pada gambar di bawah ini! Abaikan berat balok.

terlihat pada gambar di bawah ini! Abaikan berat balok. 2. Hitunglah momen di tumpuan B dan

2. Hitunglah momen di tumpuan B dan C dari balok kontinu seperti terlihat pada gambar berikut ini! Abaikan berat balok.

terlihat pada gambar berikut ini! Abaikan berat balok. 3. Dengan menggunakan persaman tiga momen, hitunglah momen

3. Dengan menggunakan persaman tiga momen, hitunglah momen M B di tumpuan jepitan ujung B dari balok yang terlihat pada Gambar di bawah ini. Berat balok tidak diperhitungkan.

156
156

[Balok Elastis Statis Tak Tentu]

[Balok Elastis Statis Tak Tentu]
[Balok Elastis Statis Tak Tentu] 4. Carilah semua momen lentur yang tak diketahui di tumpuannya pada

4. Carilah semua momen lentur yang tak diketahui di tumpuannya pada Gambar di bawah ini!

yang tak diketahui di tumpuannya pada Gambar di bawah ini! 5. Sebuah poros melingkar padat kuningan

5. Sebuah poros melingkar padat kuningan dipasang tetap pada kedua ujungnya dan dua momen puntir, T 1 = 45 Nm dan T 2 = 70 Nm bekerja padanya seperti yang terlihat pada gambar. Anggaplah bahwa bahan bersifat elastis linier dengan G = 50 GPa. Diameter d 1 = 90 mm dan d 2 = 70 mm. Tentukanlah momen puntir pada A dan plot diagram-diagram momen puntir dan sudut puntir.

157
157
[Balok Elastis Statis Tak Tentu]

[Balok Elastis Statis Tak Tentu]

[Balok Elastis Statis Tak Tentu] Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian. Bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang

Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian. Bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian. (Peribahasa)

158
158