Anda di halaman 1dari 4

PERSEKUTUAN PEMBENTUKAN DAN USAHANYA

Oleh: Frahma Bramastya 090810301002

FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS JEMBER 2011

Persekutuan adalah penggabungan antara dua orang/ badan atau lebih untuk memiliki dan menjalankan sebuah perusahaan untuk mendapatkan keutungan.didalam persekutuan pemisahan antara pemilik dan manajemen hampir tidak ada. Namun penyelenggaraan akuntansinya tetap mematuhi ketentuan-ketentuan yang diatu oleh prinsip-prinsip akuntansi. Karakteristik persekutuan 1. Berusaha bersama-sama, jadi setiap anggota merupakan bagian dari persekutuan untuk mencapai tujuan usahanya. 2. Jangka waktu terbatas, persekutuan akan tetap ada jika para anggotanya menghendaki persekutuan itu ada. Apabila ada penarikan modal atau ada kematian annggota maka persekutuan juga akan ikut bubar. 3. Tanggung jawab yang terbatas, dalam persekutuan tanggung jawab anggota tidak terbatas pada jumlah modal yang ditanamkan. Jika terjadi hutang dan persekutuan tidak sanggup membayar maka kreditur berhak untuk menagihnya kepada salah satu anggota 4. Memiliki suatu bagian/hak dalam persekutuan, hak yang diberikan kepada persekutuan ini memberikan hak yang sama dengan anggota lainnya untuk memimpin dan menjalankan usaha persekutuan. 5. Pengembalian bagian keuntungan persekutuan, setiap anggota mendapat bagian dari keuntungan persekutuan Bentuk persekutuan Persekutuan dapat diklasifikasikan ke dalam 2 jenis yaitu persekutuan perdagangan dan persekutuan jasa. Sedangkan menurut wewenangnya dibedakan menjadi 3 yaitu persekutuan umum, persekutuan terbatas, dan joint-stock companies. Isi perjanjian persekutuan Perjanjiannya biasanya berisi tentang besarnya investasi masing-masing anggota, hak dan kewajiban anggota, pembagian keuntungan, laporan-laporan keuangan, dan penyelesaian apabila ada perselisihan di antara para anggota dan lainlain.

Akutansi terhadap penyertaan modal dalam persekutuan Hak-hak para anggota dijelaskan didalam rekening modal masing-masing yang terdiri darimpenanaman mula-mula, penanaman tambahan, dan prive, serta bagian dari keuntungan atau kerugian usaha. Apabila tidak ada suatu persetujuan tertentu, maka keuntungan atau kerugian harus dibagi sama di antara para anggota. Misalnya tuan A dan B membentuk persekutuan dengan modal masing-masing Rp. 20 jt dan Rp. 30 jt mereka membagi keuntungan dan kerugian sama rata, maka bila ada keuntungan Rp. 30 jt maka kuntungan itu akan di bagi dua yaitu masing-masing pemodal mendapat Rp. 15 jt, begitu pula bila terjadi kerugian. Akuntansi terhadap kegiatan persekutuan Penyelenggaraan akuntansi dalam masa kegiatan persekutuan tidak ada bedanya dengan perusahaan pada umunnya yang bertujuan mencari laba. Tapi juga ada beberapa permasalahan akuntansi yang muncul pada perusahaan persekutuan seperti, penentuan jumlah hak pemilikan relatif dari anggota di dalam persekutuan, pembagian laba persekutuan kepada anggota pemilik. Pembagian laba (rugi) di dalam persekutuan Dalam hal perjanjian persekutuan tidak mengatur pembagian laba perusahaan, maka laba atau rugi yang didapat dibagi kepada anggota dengan perbandingan yang sama. Tetapi ada juga cara-cara pembagian laba(rugi) seperti 1. Dibagi sama, sama seperti yang sudah dijelaskan di atas 2. Dengan perbandingan atas dasar perjanjian, 3. Dengan perbadingan penyertaan modal, 4. Pembagian laba(rugi) dilakukan dengan memperhitungkan bunga modal untuk masing-masing pernyataan dan sisanya dibagi dengan perbandingan. 5. Pembagian keuntungan dilakukan dengan terlebih dahulu menentukan gaji para pemilik yang setiap bulannya. Masalah gaji dan bunga modal Gaji pemilk dan bunga atas modal adalah biaya bagi persekutuan dan bukan pembagian laba. Gaji pemilik adalah biaya yang terjadi atas jasa yang diberikan kepada perusahaan sedangkan bunga modal yang ditanamkan oleh para pemilik merupakan biaya atas modal yang diinvestasikan di dalam perusahaan. Gaji pemilik

dan bunga modal dari masing-masing anggota harus diperhitungkan lebih dahulu didalam pembagian laba. Apabila perusahaan mengalami keuntungan maka gaji dan bunga modal dikurangkan lebih dahulu baru kemudian sisanya dibagi sesuai dengan ketentuan. Apabila karyawan mengalami kerugian, maka jumlah gaji pemilik dan bunga modal harus ditambahkan dan jumlah kerugian seluruhnya ditanggung oleh masing-masing anggota sesuai dengan perjanjian. Laporan keuangan pada persekutuan Sama seperti perusahaan pada umumnnya laporan keuangan yang disusun badan usaha berbentuk persekutuan juga terdiri dari neraca, laporan perhitungan labarugi dan juga laporan perubahan modal. Laporan perhitungan laba-rugi Di laporan ini terjadi perbedaan perlakuan akuntansi untuk bunga atas pinjaman dan gaji karyawan merupakan biaya bagi perusahaan dan harus dikurangkan dari pendapatan untuk menentukan besarnya laba(rugi) periodik. Sedangkan bunga atas modal yang ditanamkan dan gaji pemilik diberlakukan sebagai perhitungan pembagian laba(rugi). Laporan perubahan modal Merupakan ikhtisar semua transaksi baik transaksi-transaksi usaha maupun transaksi-transaksi modal yang mengakibatkan kenaikan dan berkurangnya saldo modal masing-masing pemilik selama satu periode. Neraca Penyajian neraca pada perusahaan persekutuan dengan perusahaan pada umumnya. Kecuali pada sisi passiva yang menggunakan dasar konsep pemilik, dimana pada sisi pasiva akan lebih ditonjolkan hak pemilikan tiap-tiap anggota melalui rekening modalnya secara terpisah. Perubahan ratio pembagian laba(rugi) di dalam persekutuan Apabila pemilik bersepakat untuk mengadakan perubahan pembagian laba(rugi) perusahaan, maka harus diadakan penilaian kembali aktiva perusahaan sebelum ketentuan baru diberlakukan. Hal ini penting karena perubahan pembagian laba(rugi) tanpa diikuti penilaian aktiva kemungkinan akan mengakibatkan keuntungan pada sebagian pemilik dan kerugian pada pemilik lainnya.