Anda di halaman 1dari 4

NAMA NIM

: RATIH PRATIWI : P 17324111036

KELOMPOK 3 Baby Blues Syndrome Baby blues syndrome atau stress pasca persalinan yaitu salah satu bentuk depresi yang sangat ringan yang biasanya terjadi dalam 14 hari pertama setelah melahirkan dan cenderung lebih buruk sekitar hari ketiga atau keempat pasca persalinan. Beberapa hal yang disebutkan sebagai penyebab terjadinya baby blues syndrome, diantaranya: 1. Perubahan hormonal. Pasca melahirkan terjadi penurunan kadar estrogen dan progesterone yang drastis, dan juga disertai penurunan kadar hormon yang dihasilkan oleh kelenjar tiroid yang menyebabkan mudah lelah, penurunan mood, dan perasaan tertekan. 2. Fisik. Hadirnya si kecil dalam keluarga menyebabkan pula perubahan ritme kehidupan sosial dalam keluarga, terutama ibu. Mengasuh si kecil sepanjang siang dan malam sangat menguras energi ibu, menyebabkan berkurangnya waktu istirahat, sehingga terjadi penurunan ketahanan dalam menghadapi masalah. 3. Psikis. Kecemasan terhadap berbagai hal, seperti ketidakmampuan dalam mengurus si kecil, ketidak mampuan mengatasi dalam berbagai permasalahan, rasa tidak percaya diri karena perubahan bentuk tubuh dari sebelum hamil serta kurangnya perhatian keluarga terutama suami ikut mempengaruhi terjadinya depresi. 4. Sosial. Perubahan gaya hidup dengan peran sebagai ibu baru butuh adaptasi. Rasa keterikatan yang sangat pada si kecil dan rasa dijauhi oleh lingkungan juga berperan dalam depresi.

Gejala yang ditimbulkan akibat baby blues syndrome diantaranya : 1. Perasaan cemas yang berlebihan, sedih, murung, dan sering menangis. 2. Seringkali merasa kelelahan dan sakit kepala. 3. Perasaan ketidakmampuan, misalnya dalam mengurus si kecil. Seringkali ibu yang pada awalnya mengalami baby blues syndrome kemudian berkembang menjadi lebih lama dan lebih berat intensitasnya. Apabila gejala yang terjadi telah mengganggu dalam melaksanakan tugas sehari-hari maka termasuk dalam kategori depresi pasca melahirkan, biasanya lebih sering terjadi pada wanita dengan riwayat depresi sebelumnya. Depresi pasca melahirkan disertai dengan tanda-tanda: 1. Kelelahan yang berkepanjangan, susah tidur, dan insomnia. 2. Hilangnya perasaan bahagia dan minat untuk melakukan hal-hal yang menyenangkan. 3. Tidak memperhatikan diri sendiri dan menarik diri dari keluarga dan teman. 4. Tidak memperhatikan atau bahkan perhatian yang berlebihan pada si kecil. 5. Perasaan takut telah menyakiti si kecil. 6. Tidak tertarik pada seks. 7. Perasaan berubah-ubah dengan ekstrim, terganggu proses berpikir dan konsentrasi. Cara mengatasi Baby Blus Syndrome diantaranya : 1. Selalu berdoa kepada Allah agar diberi taufik dan kemudahan dalam menjalankan kewajiban kita sebagai seorang ibu. 2. Tanamkan pada diri untuk selalu bersikap ikhlas dan tulus berperan sebagi ibu baru. Ingatlah balasan yang akan kita dapat di akhirat kelak! 3. Belajar bersikap tenang dengan mengambil nafas panjang dan fleksibel dalam mengurus si kecil. 4. Tidurlah ketika si kecil tidur. 5. Komunikasikan rasa cemas yang dialami dengan pasangan, saudara atau teman dekat.

6. Luangkan waktu untuk diri sendiri, meski hanya 15 menit untuk melakukan aktivitas yang menyenangkan, seperti mendengarkan murotal, baca buku, atau olah raga ringan. 7. Ibu tidak diharapkan menjadi super mama, jadi berlaku jujurlah pada diri sendiri maupun orang lain sejauh mana kita dapat melakukan sesuai kemampuan dan minta bantuan orang lain. 8. Biarkan pasangan atau keluarga membantu dalam urusan rumah tangga dan mengurus si kecil. 9. Bergabung dan berbagi cerita dengan ibu-ibu baru. 10. Baby blues bukanlah hal yang memalukan, jadi jangan ragu untuk mengkomunikasikan dengan orang terdekat. Agar baby blues syndrome dapat diminimalisir maka yang pertama harus dipersiapkan oleh sebuah keluarga yang akan menginginkan seorang anak adalah kehamilan yang terencana yang didukung oleh kesiapan mental, financial, dan sosial dari ayah dan ibu. Persiapkan pula pengetahuan dasar calon ayah dan calon ibu tentang kehamilan, proses melahirkan, sampai dengan cara merawat si kecil. Sebaiknya diskusikan juga tentang pembagian kerja anata ibu dan ayah pada saat kehamilan hingga si kecil dilaharkan sehingga ibu mempunyai waktu yang cukup untuk beristirahat. Jika diperlukan pertimbangkan pula untuk mempunyai asisten dalam membantu mengurus rumah tangga. Bisa disimpulkan bahwa penyebab terjadinya Baby Blues adalah : 1. Perubahan Hormon 2. Stress 3. ASI tidak keluar 4. Frustasi karena bayi tidak mau tidur, nangis dan gumoh 5. Kelelahan pasca melahirkan, dan sakitnya akibat operasi. 6. Suami yang tidak membantu, tidak mau mengerti perasaan istri maupun persoalan lainnya dengan suami. 7. Problem dengan Orangtua dan Mertua. 8. Takut kehilangan bayi.

9. Sendirian mengurus bayi, tidak ada yang membantu. 10. Takut untuk memulai hubungan suami istri (ML), anak akan terganggu. 11. Bayi sakit (Kuning, dll). 12. Rasa bosan si Ibu. 13. Problem dengan si Sulung. Beberapa cara untuk mengatasi Baby Blues Syndrome diantaranya : 1. Belajar tenang dengan menarik nafas panjang dan meditasi 2. Tidurlah ketika bayi tidur 3. Berolahraga ringan 4. Ikhlas dan tulus dgn peran baru sebagi ibu 5. Tidak perfeksionis dlm hal mengurusi bayi dll 6. Bicarakan rasa cemas dan komunikasikan 7. Bersikap fleksibel 8. Kesempatan merawat bayi hanya datang 1 x 9. Bergabung dengan kelompok ibu-ibu baru