Anda di halaman 1dari 3

Penyakit trofoblas Gestational trofoblastik disease Non gestational trofoblastik disease Kehamilan tidak berkembang menjadi janin yang

di janin yang sempurna Degenerasi hidrofik dari jonjot korion Bentuk gelembung Bisa baik, bisa jadi ganas: koriokarsinoma Etiologi: teori defisiensi protein, jadi sering kena pasien kere Bisa juga karena pas pembuahan inti telurnya nya itu udah hilang Klasifikasi: trofoblas jinak n ganas Trofoblas jinak: mola hidatidosa, mola hidatidosa parsial Trofoblas ganas: koriokarsinoma vilosum, non vilosum, koriokarsinoma klinik Dx: histopatologi Dx klinis: naik kadar HCG dan adanya metastasis FR: paritas tinggi, umur <20 tahun >34 tahun, kere Mola hidatidosa adalah kehamilan berkembang tidak wajar dan tidak ditemukan janin dan hampir seluruh villi korialis mengalami perubahan hdirofik Ada parsial ada complete Bentuk gelembung2 putih, tembus pandang, isi cairan jernih Gejala: o Enek, pusing, mual hebat o Besar uterus lebih dari usia kehamilan o Ada juga yg uterus lebih kecil sama besar o UTAMA : PERDARAHAN Dx:

o o o o o o o o o o o o o T/: o o

Anemia Bisa preeklamsia cepat Tirotoksikosis Emboli sel trofoblas ke paru2 Bisa ada kista lutein: bisa jadi ganas Amenore Perdarahan Besar uterus gede dr usia kehamilan Tidak ada tanda kehamilan Tidak ditemukan DJJ HCG tinggi USG: snow flake pattern DX paling mantap: lihat gelembung keluar Perbaiki keadaan umum: anemia, tirotoksikosis Keluarkan molanya Kuretase Histerektomi: wanita 35 tahun dgn anak hidup 3 T/ profilaksis dgn sitostaik Bila resiko tinggi umur tua, paritas tinggi Follow up

o o

Koriokarsinoma vilosum=invasive mole Sel trofoblas dgn vili korialis menyusup ke dalam miometrium, perforasi pd dinding uterus Dx: sediaan histerektomi tampak gelembung mola di miometrium

t/: metroteksat

Koriokarsinoma non vilosum: Paiing ganas tumbuhnya cepat srg metastase adaperiode laten yg dpt diukur menyerang wanita muda smbuh scra tuntas dgn metotreksat sembuh dgn regresi spontan HBEs: having expelled product of conception, bleeding, erlargement and softeness of the uterus

N: d 15-20cm, tebal 1,5-3 cm, 500 gram Palsenta biparpita, dupleks: plasenta ada 2 bagian dipisahkan selaput ktuban Plasenta suksenturiata: ada plasenta gadang, sampingnya plasenta ketek, dihubungkan dengan pembuluh darah Plasenta spuria: tidak ada pembuluh darah Plasenta membranasea: tipis lebar Plasenta sirkumvalata: plasenta pd permukaan fetalis dkt pinggir ada cincin putih Plasenta marginata Plasenta ekstrakorial

Koriokarsinoma klinik Normal bila kadar HCG < 10 mIU/ml Persistent trofoblastic disease Stadium o I: pada uterus o II: parametrium, vagina, serviks o III: paru o IV: otak, usus T/: sitostaika Prognosis: baik

Kelainan implantasi Plasenta letak rendah Plasenta akreta o Jonjot menembus desidua smpai berhubungan dgn miometrium o Inkreta: miometrium o Perkreta: perimetrium

Penyakit pada plasenta Infark plasenta Kalsifikasi pada plasenta Tumor plasenta

Kelainan bentuk dan bobok plasenta

Disfungsi palsenta

Tidak dapatnya palsenta member makan dan oksigen kepada fetus Jadi IUGR

Kelainan lain tali pusat Panjang rata2 : 55 cm Di dalamnya ada 2 arteri n 1 vena Tali pusta harus > 32 cm bila letak palsenta di fundus Tali pusat pendek: kelambatan kala 2, solution plasenta, hernia umbilikalis, rupture tali pusat Simpul tali pusat: 1. simpul benar: gerakan aktif 2. simpul palsu: vena lebih panjang dr tali pusatnya