0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan100 halaman

Bullying pada Siswa Kelas IX SMP Negeri 2

Skripsi ini membahas perilaku bullying pada siswa kelas IX di SMP Negeri 2 Rufei, Kota Sorong, dengan tujuan untuk menggambarkan jenis dan kejadian bullying di sekolah tersebut. Penelitian menunjukkan bahwa meskipun kekerasan verbal dan tidak langsung rendah, kekerasan fisik dan rasional berada pada tingkat sedang. Lingkungan sekolah yang kondusif berkontribusi pada pengurangan perilaku bullying di kalangan siswa.

Diunggah oleh

saya.dialoh
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan100 halaman

Bullying pada Siswa Kelas IX SMP Negeri 2

Skripsi ini membahas perilaku bullying pada siswa kelas IX di SMP Negeri 2 Rufei, Kota Sorong, dengan tujuan untuk menggambarkan jenis dan kejadian bullying di sekolah tersebut. Penelitian menunjukkan bahwa meskipun kekerasan verbal dan tidak langsung rendah, kekerasan fisik dan rasional berada pada tingkat sedang. Lingkungan sekolah yang kondusif berkontribusi pada pengurangan perilaku bullying di kalangan siswa.

Diunggah oleh

saya.dialoh
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

GAMBARAN MASALAH PERILAKU BULLYING

PADA SISWA KELAS IX DI SMP NEGERI 2 RUFEI


KOTA SORONG

SKRIPSI
Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan
Untuk Mencapai Gelar Sarjana Strata Satu (S1)
Program Studi Ilmu Keperawatan

Disusun Oleh :

MARIA FURIMBE
201702052A

YAYASAN PEMBERDAYAAN MASYAAKAT PAPUA (YPMP)


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN (STIKES) PAPUA
PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
SORONG
2022
GAMBARAN MASALAH PERILAKU BULLYING
PADA SISWA KELAS IX DI SMP NEGERI 2 RUFEI
KOTA SORONG

SKRIPSI
Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan
Untuk Mencapai Gelar Sarjana Strata Satu (S1)
Program Studi Ilmu Keperawatan

Disusun Oleh :

MARIA FURIMBE
201702052A

YAYASAN PEMBERDAYAAN MASYAAKAT PAPUA (YPMP)


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN (STIKES) PAPUA
PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
SORONG
2022

ii
LEMBAR PERSETUJUAN

Skripsi ini telah dipertahankan Tim penguji Skripsi dan telah disetujui

untuk di perbanyak sebagai salah satu persyaratan untuk mendapatkan gelar

Sarjana Ilmu Keperawatan pada Program Studi Ilmu Keperawatan Sekolah Tinggi

Ilmu Kesehatan (STIKES ) Papua.

Sorong, 22 November 2022

Tim Pembimbing

Pembimbing Utama Pembimbing Pendamping

Ns. Rina Hardiyanti, [Link]. [Link] Ns. Wahyuni Maria P, H, [Link], [Link]
NIDN : 1413029201 NIDN : 0906069201

Mengetahui :

Ketua Program Studi Ilmi Keperawatan

Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Papua

Ns. Triani Banna, [Link]., [Link].

NIDN. 122805870

iii
LEMBAR PENGESAHAN

GAMBARAN TINGKAT KECEMASAN PADA PASIEN


PRE OPERASI BEDAH ELEKTIF DI RUANG MELATI
RSUD SELE BE SOLU KOTA SORONG

Yang dipersiapakan dan disusun oleh

MARIA FURIMBE
NIM. 201702052A

Telah Dipertahankan di Depan Dewan Penguji


Pada Hari/Tanggal : 22 November 2022
Dan dinyatakan telah memenuhi syarat

Pembimbing Utama Pembimbing Pendamping

Ns. Rina Hardiyanti, [Link]. [Link] Ns. Wahyuni Maria P, H, [Link], [Link]
NIDN : 1413029201 NIDN : 0906069201

Tim Penguji

1. Ns. Novita Mansoben, [Link]., [Link]. 1.……………............

2. Ns. Irfandi Rahman, [Link]., [Link]. 2………....……....

3. Ns. Maylar Gurning, [Link]., [Link]. 3………....……....

Sorong, 22 November 2022


Program Sarjana
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Papua

KETUA

Dr. Marten Sagrim, SKM., [Link].


NIDK: 9912003020

iv
PERNYATAAN KEASLIAN SKRIPSI

Yang bertanda tangan di bahwa ini :

Nama : MARIA FURIMBE

NIM : 201702052A

Program Studi : ILMU KEPERAWATAN

Menyatakan dengan ini sebenarnya bahwa skripsi yang saya tulis ini

benar-benar merupakan hasil karya sendiri. Bukan merupakan pengambilan

tulisan atau pemikiran orang lain. Apabila kemudian hari terbukti atau dapat

dibuktikan bahwa sebagai atau keseluruhan skripsi ini hasil karya orang lain, saya

bersedia menerima sanksi atas perbuatan saya.

Sorong, 22 November 2022

Yang menyatakan,

Materai 1000

MARIA FURIMBE

v
MOTTO

Percayakanlah Segala Usahamu Kepada TUHAN Maka Rencanamu Akan

Berhasil

Amsal 6:3

vi
LEMBAR PERSEMBAHAN

Puji syukur saya panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas berkat dan

rahmat serta penyertaannya kepada saya.

Saya persembahkan karya ini untuk :

Yang tercinta kedua orang tua saya yang selalu memberikan doa, dukungan dan

motivasi kepada saya selama ini.

Yang tersayang saudara/saudari yang selalu mendoakan, membantu, memotivasi

dan memberi dukungan kepada saya.

Semoga Tuhan Yesus memberikan balasan yang lebih kepada mereka yang telah

dengan ikhlasnya membantu saya, sehingga saya mempersembahkan skripsi ini

kepada mereka yang telah berjasa dalam membantu memperoleh gelar Sarjana

Keperawatan ini, terima kasih.

vii
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN (STIKES) PAPUA
PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN

MARIA FURIMBE
201702052A

GAMBARAN MASALAH PERILAKU BULLYING PADA SISWA KELAS


IX DI SMP NEGERI 2 RUFEI
KOTA SORONG

(xvii + 47 halaman + 12 tabel + 1 gambar + 4 lampiran)

ABSTRAK

Saat ini bullying menjadi sorotan lembaga internasional salah satunya yaitu
Plan International Center For Research On Women (ICRW) di 5 negara Asia
yakni Vietnam (79 %), Kamboja (73%), Nepal (79 %), Pakistan (43 %) dan
Indonesia (84%).
Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengetahui gambaran perilaku bullying
pada pelajar di Smp Negeri 2 Rufei Kota Sorong.(2)Mengetahui jenis perilaku
bullying pada pelajar SMP Negeri 2 Rufei Kota Sorong.(3)Mengetahui kejadian
bullying berdasarkan karakteristik responden pada siswa di SMP Negeri 2 Rufei
Kota Sorong.
Jenis penelitian kuantitatif alat pengumpul data yang digunakan adalah
kuesioner dengan masalah perilaku [Link] penelitian ini adalah para
siswa-siswi SMP Negeri 2 Rufei tahun 2022 dengan populasi 33 siswa.
Hasil penelitian kejadian bullying kekerasan verbal pada pelajar kelas ix
smp negeri 2 rufei adalah rendah 33(100%), kejadian bullying kekerasan verbal
tidak langsung rendah 33(100%),kejadian bulluing kekerasan fisik langsung
sedang 28(84,8),kejadian bullying kekerasan rasional sedang 29(87,9). Peneliti
melihat, meski lingkungan sekolah berada di daerah pusat kota, suasana belajar
yang kondusif mampu diciptakan pengelola sekolah bagi peserta didik. Dalam
praktik pendidikan, pengelola sekolah memberlakukan sistem poin bagi para
siswa yang melanggar peraturan dan tata tertib sekolah. Semakin banyak seorang
siswa melakukan pelanggaran peraturan dan tata tertib, semakin banyak poin
yang ia dapat.

Kata kunci : Perilaku, Bullying, Siswa


Jumlah pusta : 20 (2017-2020)

viii
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan yang maha Esa atas segala anugerah dan

rahmatnya sehingga penulis dapat menyelesaikan proposal dengan judul

“Gambaran Masalah Perilaku Bullying Pada Siswa Kelas IX Di SMP Negeri 2

Rufei Kota Sorong” proposal ini disusun sebagai salah satu syarat untuk

mengerjakan skripsi pada program Strata-1 jurusan ilmu keperawatan.

Penulis menyadari proses penulisan dan penyusunan skripsi penelitian ini

mendapatkan banyak bantuan dan arahan dari berbagai pihak sehingga tugas akhir

ini dapat terselesaikan. Ucapan terima kasih penulis sampaikan kepada pihak yang

telah memberikan bantuan, bimbingan dan dukungan dalam propes penyelesaian

proposal penelitian ini, sebagai berikut :

1. Drs. Hendrik Sagrim, [Link]., selaku Ketua Yayasan Pemberdayaan

Masyarakat Papua (YPMP), yang telah menyediakan dan memfasilitasi

kampus STIKES Papua sehingga penulis dapat menempuh pendidikan

hingga dapat menyusun tugas akhir.

2. Dr. Marthen Sagrim. SKM., [Link], selaku Ketua Yayasan Tinggi Ilmu

Kesehatan (STIKES) Papua yang telah menyediakan sarana dan prasarana

sehingga peneliti dapat mengikuti pendidikan di kampus STIKES Papua.

3. Ns. Triani Banna, [Link]., [Link] selaku Ketua Program Studi Ilmu

Keperawatan, yang telah mendidik, menasehati, dan memberikan motivasi

selama perkuliahan hingga penyusunan tugas akhir.

ix
4. Ns. Rina Hardiyanti, [Link]., [Link], selaku dosen pembimbing utama

yang senantiasa memberikan waktu untuk membimbing, motivasi dan

memberikan masukan dalam penulisan Skripsi ini.

5. Ns. Wahyuni M. P. Hutomo, [Link]., [Link], selaku dosen pembimbing

pendamping yang memberikan masukan, motivasi, dan saran dalam

penulisan Skripsi ini.

6. Ns. Novita Mansoben, [Link]., [Link], selaku ketua penguji yang telah

banyak memberikan masukan dan saran sehingga peneliti dapat

menyelesaikan Skripsi ini.

7. Ns. Irfandi Rahman, [Link]., [Link], selaku anggota penguji yang telah

memberikan masukan dan saran dalam penyusunan Skripsi ini.

8. Ns. Maylar Gurning, [Link]., [Link], selaku anggota penguji yang telah

memberikan masukan dan saran dalam penyusun Skripsi ini.

9. Kepala Sekolah serta seluruh staf SMP Negeri 2 Rufei Kota Sorong, yang

telah bersedia menerima dan memfasilitasi penulis pada saat pengambilan

data awal.

10. Seluruh responden (Bpk/ibu/saudara/i) yang telah memberikan waktu

untuk di teliti.

11. Seluruh dosen (STIKES) Papua Jurusan Ilmu Keperawatan atas ilmu

pengetahuan yang diberikan kepada penulis selama mengikuti pendidikan.

x
12. Rekan-rekan seperjuangan kelas regular Ilmu Keperawatan Angkatan

2017, yang telah memberikan motivasi dan dorongan dalam

menyelesaikan Skripsi ini.

13. Ayah, ibu, kakak, adik dan seluruh keluarga besar yang telah memberi

didikan, motivasi, dukungan, serta, bantuan selama penulis melakukan

pendidikan di kampus STIKES Papua hingga dapat menyelesaikan

penyusunan Skripsi ini.

Penulis menyadari bahwa proposal penelitian ini masih jauh dari

sempurna, oleh karena itu, dengan rendah hati penulis mengharapkan

bantuan, kritikan dan saran yang bersifat membangun. Dari semua pihak

demi kesempurnaan Skripsi ini.

Sorong, 22 November 2022

Penulis

xi
DAFTAR ISI

HALAMAN SAMPUL ............................................................................... i

HALAMAN JUDUL .................................................................................. ii

LEMBAR PERSETUJUAN ...................................................................... iii

LEMBAR PENGESAHAN ........................................................................ iv

PERNYATAAN KEASLIAN SKRIPSI .................................................... v

MOTTO ...................................................................................................... vi

LEMBAR PERSEMBAHAN ..................................................................... vii

ABSTRAK .................................................................................................. viii

KATA PENGANTAR ............................................................................... ix

DAFTAR ISI .............................................................................................. xii

DAFTAR TABEL ...................................................................................... xiv

DAFTAR GAMBAR .................................................................................. xv

DAFTAR LAMPIRAN ............................................................................... xvi

DAFTAR SINGKATAN ............................................................................. xvii

BAB I PENDAHULUAN ............................................................................ 1

A. Latar Belakang ................................................................................. 1


B. Pertanyaan Masalah ......................................................................... 5
C. Tujuan Penelitian ............................................................................. 5
D. Manfaat Penelitian ........................................................................... 6

BAB II TINJAUAN PUSTAKA ................................................................. 7

A. Tinjauan Umum Tentang Perilaku ................................................... 7


B. Tinjauan Umum Tentang Bullying .................................................. 8
C. Tinjauan Umum Tentang Jenis-Jenis Bullying ................................. 9
D. Tinjauaan Umum Tentang Factor-Faktor Bullying........................... 10
E. Tinjauan Umum Tentang Factor Penyebab Bullying ........................ 12
F. Tinjauan Umum Peran Perilaku Bullying ........................................ 14
G. Kerangkah Teori ............................................................................. 23
H. Definisi Operasional ........................................................................ 24

xii
BAB III METODE PENELITIAN ............................................................. 25

A. Jenis Penelitian ............................................................................. 25


B. Lokasi dan Waktu Penelitian ......................................................... 25
C. Populasi dan Sampel .................................................................... 26
D. Teknik Sampling ........................................................................... 27
E. Instrument Penelitian .................................................................... 28
F. Pengumpulan Data ........................................................................ 31
G. Pengelolaan Data dan Analisis Data .............................................. 31
H. Etika Penelitian ............................................................................. 35

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ............................. 36

A. Hasil Penelitian ............................................................................. 36


B. Pembahasan .................................................................................. 40

BAB V PENUTUP ...................................................................................... 44

A. Kesimpulan ................................................................................... 44
B. Saran............................................................................................. 44

DAFTAR PUSTAKA .................................................................................. 46

LAMPIRAN

xiii
DAFTAR TABEL

Tabel 3.1 Kisi-Kisi Perilaku Bullying

Tabel 3.2 Pengolahan Tingkat Perilaku Bullying

Tabel 3.3 Penggolongan Tingkat Perilaku Bullying Verbal

Tabel 3.4 Penggolongan Tingkat Perilaku Bullying Fisik

Tabel 3.5 Penggolongan Tingkat Perilaku Bullying Rasional

Tabel 4.1 Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Golongan Umur

Di SMP Negeri 2 Rufei Kota Sorong Tahun 2022.

Tabel 4.2 Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Golongan Jenis

Kelamin Di SMP Negeri 2 Rufei Kota Sorong Tahun 2022.

Tabel 4.3 Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Kelas

Di SMP Negeri 2 Rufei Tahun 2022.

Tabel 4.4 Distribusi Responden Berdasarkan Kekerasan Verbal

Di SMP Negeri 2 Rufei Kota Sorong Tahun 2022.

Tabel 4.5 Distribusi Responden Berdasarkan kekerasan Verbal Tidak

Langsung di SMP Negeri 2 Rufei Kota Sorong Tahun 2022.

Tabel 4.6 Distribusi Responden Berdasarkan Kekerasan Fisik Langsung

Di SMP Negeri 2 Rufei Kota Sorong Tahun 2022.

Tabel 4.7 Distribusi Responden Berdasarkan Kekerasan Rasional

Di SMP Negeri 2 Rufei Kota Sorong Tahun 2022.

xiv
DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 Kerangka Teori....................................................................23

xv
DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran. 1 Lembar Penjelasan Penelitian

Lempiran. 2 Lembar Persetujuan Menjadi Responden

Lampiran. 3 Kuesioner Penelitan

Lampiran. 4 Surat Pengambilan Data Awal

xvi
DAFTAR SINGKATAN

ICRW : International Center For Research On Women

KPAI : Komisi Perlindungan Anak Indonesia

S-O-R : Stimulu-Organisme-Respon

SMP : Sekolah Menengah Pertama

SEJIWA : Semai Jiwa Amini

UNESCO : United Nations Educational Scientific and Cultural Organization

WHO : World Health Organization

xvii
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Masa remaja sangat rentan terhadap berbagai perilaku menyimpang

dan kekerasan. Perilaku kekerasan yang sering dilakukan oleh remaja yaitu

perilaku bullying (Malihah, 2018). Bahkan pada saat ini bullying di sekolah

merupakan salah satu masalah global dan berdampak terhadap perkembangan

serta prestasi akedemik siswa (Raqqad, 2017). Bullying digambarkan sebagai

salah satu faktor resiko yang paling mudah diteliti untuk kesehatan mental

dan menjadi tolak ukur buruknya pendidikan, namun terdapat kesulitan untuk

mengintervensi perilaku bullying yaitu ketika melihat dari sisi penghasilan

atau perekonomian rendah sampai menengah (Bowes et al., 2019).

Faktor yang mempengaruhi perilaku bullying adalah faktor personal

meliputi harga diri, tempramen, dan keluarga yang memberikan

kecenderungan individu untuk menampilkan perilaku agresi. Keluarga yang

menggunakan bullying sebagai cara untuk proses belajar anak akan membuat

anak beranggapan bahwa bullying adalah perilaku yang wajar dan bisa

diterima dalam berinteraksi dengan orang lain dan dalam mendapatkan apa

yang mereka inginkan. Keluarga merupakan faktor yang paling berpengaruh

dalam menentukan keterlibatan seseorang pada perilaku bullying. Keluarga

merupakan tempat sosialisasi utama bagi anak dan berperan penting dalam

pembentukan perilaku anak (SEJIWA, 2018).

1
Menurut psikolog Ratna Juwita, siswa korban bullying akan

mengalami permasalahan kesulitan dalam membina hubungan interpersonal

dengan orang lain dan jarang datang ke sekolah. Akibatnya, mereka (korban

bullying) ketinggalan pelajaran dan sulit berkonsentrasi dalam belajar

sehingga hal tersebut mempengaruhi kesehatan fisik dan mental baik dalam

jangka pendek maupun jangka panjang.

Hasil studi yang dilakukan Nasional Youth Violence Prevention

Resource Center Sanders (2017, dalam Anesty, 2020) menunjukan bahwa

bullying dapat membuat remaja merasa cemas dan ketakutan, mempengaruhi

konsentrasi belajar di sekolah, dan menuntut meraka untuk menghindari

;sekolah. Bila bullying berlanjut dalam jangka waktu yang lama dapat

mempengaruhi self estem, meningkatkan isolasi sosial, menunjukan perilaku

menarik diri, menjadikan remaja rentang terhadap stres dan depresi, serta rasa

tidak aman. Dalam kasus yang lebih ekstrim bullying dapat mengakibatkan

remaja berbuat nekat, bahkan bisa membunuh atau melakukan bunuh diri

(kommited suicide).

Seseorang dinyatakan remaja berada pada rentang usia 10-19 tahun

yang sedang mengalami perubahan secara fisik, emosional dan sosial dan

mudah terkena masalah kesehatan mental karena adanya paparan terhadap

kemiskinan, pelecehan dan perilaku kekerasan. Maka dari itu, perlu adanya

pemantauan perkembangan emosi pada anak yang mulai tumbuh remaja

World Health Organization (2020).

2
United Nations Educational Scientific and Cultural Organization

(UNESCO), School bullying terjadi di seluruh dunia dan diperkirakan setiap

tahun terdapat 245 juta anak mengalami bullying (UNESCO, 2017). Saat ini

bullying menjadi sorotan lembaga internasional salah satunya yaitu Plan

International Center For Research On Women (ICRW) di 5 negara Asia

yakni Vietnam (79 %), Kamboja (73%), Nepal (79 %), Pakistan (43 %) dan

Indonesia (84%).

Remaja dinyatakan bahwa pada anak perempuan terdapat rata-rata

37% dan anak laki-laki 42% menjadi korban bullying. Jenis perilaku bullying

yang terjadi yaitu perilaku baik secara verbal, pertengkaran fisik maupun

kekerasan seksual yang membuat seseorang merasa tidak nyaman, sakit hati

dan tertekan. Berdasarkan data dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia,

prevalensi kejadian bullying di bidang pendidikan yaitu dengan rata-rata

pertahun 1567 kasus (World Health Organization,2020). Terdapat 76 kasus

anak sebagai korban bullying dan 12 kasus anak sebagai pelaku bullying di

sekolah (KPAI R.N, 2020). Oleh karena itu, kejadian perilaku bullying yang

masih terjadi di Dunia dan Indonesia perlu adanya penanganan atau upaya

yang dapat dilakukan untuk mencegah perilaku bullying (Sulistowati. et al,

2022).

Hasil penelitian menyatakan bahwa Indonesia menduduki tingkat

pertama dalam kejadian bullying di sekolah dengan persentasi angka sebesar

84% (ICRW, 2015). Penelitian lain juga dilakukan oleh Plan Indonesia dan

Yayasan Semai Jiwa Amini (SEJIWA) dalam Wiyani (2017), tentang

3
bullying di tiga kota besar di Indonesia yaitu Jakarta, Surabaya dan

Yogyakarta, mencatat kejadian tingkat kekerasan sebesar 67,9% pada

Sekolah Menengah Pertama (Smp). Kekerasan yang terjadi dengan kategori

tertinggi kekerasan psikologis berupa pengucilan, peringkat kedua ditempati

kekerasan verbal (mengejek) dan terakhir kekerasan fisik (memukul).

Gambaran tingkat kekerasan ditingkat SMP terbanyak di Jakarta (72,7%),

Surabaya (67,2%) dan di Yogyakarta (63,8%).

Komisi perlindungan anak Indonesia (KPAI) pada tahun 2018

mencatat sejumlah pelanggaran hak-hak anak di bidang pendidikan.

Pelanggaran hak anak didominasi oleh kekerasan di lingkungan pendidikan

itu sendiri yang terdiri dari kasus kekerasan fisik, kekerasan verbal, kekerasan

seksual, dan bullying. Data KPAI jumlah kasus anak pelaku kekerasan dan

bullying sebanyak 41 (25,5%) (Dinamik, 2018).

Data yang diperoleh dari hasil wawancra dengan kepala skolah dan 2

guru wali kelas dan guru BK, diperoleh bahwa SMP tersebut pernah

didapatkan 3 orang siswa pernah melakukan perilaku bullying pada teman

kelas dan adik kelasnya. Dari 3 siswa tersebut 2 orang di antaranya diberikan

skors paling lama 1 minggu dan 1 siswi di DO dari sekolah karena melakukan

perilaku kekerasan secara fisik.

Berdasarkan pengambilan data awal di Smp Negeri 2 Rufei Kota

Sorong jumlah keseluruhan siswa kelas IX adalah 317, laki-laki 166 siswa

dan perempuan 151 siswi yang terdiri dari 11 ruangan dan dari data yang

didapatkan dari 5 orang siswa bahwa mereka pernah menjadi korban bullying

4
secara verbal mengakibatkan korban tidak lagi percaya diri. Berdasarkan

uraian ini peneliti tertarik untuk meneliti tentang gambaran masalah perilaku

bullying di Smp Negeri 2 Rufei Kota Sorong.

B. Pertanyaan Masalah

Berdasarkan uraian latar belakang di atas, maka rumusan masalah

dalam penelitian ini adalah Gambaran Masalah Perilaku Bullying Pada Siswa

Kelas IX Di SMP Negeri 2 Rufei Kota Sorong.

C. Tujuan Penelitian

1. Tujuan umum

Mengetahui gambaran perilaku bullying pada pelajar di Smp Negeri 2

Rufei Kota Sorong.

2. Tujuan Khusus

a. Mengetahui jenis perilaku bullying pada pelajar SMP Negeri 2 Rufei

Kota Sorong.

b. Mengetahui kejadian bullying berdasarkan karakteristik responden

pada siswa di SMP Negeri 2 Rufei Kota Sorong.

5
D. Manfaat Penelitian

1. Bagi instansti pendidikan

Penelitian ini memberikan informasi kepada Instansi yang terlibat

tentang kejadian bullying baik sebagai pelaku sekaligus korban bullying

yang terjadi pada remaja khususnya di Kota Sorong.

2. Bagi Keperawatan

Penelitian ini memberikan informasi kepada perawat untuk digunakan

sebagai perencanaan dalam pembuatan asuhan keperawatan mendatang di

Keperawatan Komunitas dan Keperawatan Jiwa.

3. Bagi Peneliti

Penelititian ini dapat menambah wawasan bagi peneliti, menerapkan

pengetahuan yang telah diperoleh selama proses perkuliahan kepada

responden yang terlibat. Dapat meningkatkan pengetahuan peneliti tentang

kejian tulis ilmiah dan menambah pengalaman dalam hal penelitian

terutama tentang bullying.

6
BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A. Tinjauan Umum

1. Pengertian Perilaku

Perilaku adalah tindakan atau aktivitas dari manusia itu sendiri yang

mempunyai bentangan yang sangat luas antara lain : berjalan, berbicara,

menangis, tertawa, bekerja, kuliah, menulis, membaca, dan sebagainya.

Dari uraian ini dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud perilaku

manusia adalah semua kegiatan atau aktivitas manusia, baik yang diamati

langsung, maupun yang tidak dapat diamati oleh pihak luar

(Notoatmodjo, 2018).

Menurut Skinner, seperti yang dikutip oleh Notoatmodjo (2018),

merumuskan bahwa perilaku merupakan respon atau reaksi seseorang

terhadap stimulus atau rangsangan dari luar. Oleh karena perilaku ini

terjadi melalui proses adanya stimulus terhadap organisme, dan

kemudian organisme tersebut merespons, maka teori Skinner ini disebut

teori “S-O-R” atau Stimulus – Organisme – Respon.

Dilihat dari bentuk respon terhadap stimulus ini, maka perilaku dapat

dibedakan menjadi dua (Notoatmodjo, 2018) :

a. Perilaku tertutup (convert behavior)

Perilaku tertutup adalah respon seseorang terhadap stimulus

dalam bentuk terselubung atau tertutup (convert). Respon atau reaksi

terhadap stimulus ini masih terbatas pada perhatian, persepsi,

7
pengetahuan, kesadaran, dan sikap yang terjadi pada orang yang

menerima stimulus tersebut, dan belum dapat diamati secara jelas

oleh orang lain.

b. Perilaku terbuka (overt behavior)

Respon seseorang terhadap stimulus dalam bentuk tindakan

nyata atau terbuka. Respon terhadap stimulus tersebut sudah jelas

dalam bentuk tindakan atau praktek, yang dengan mudah dapat

diamati atau dilihat oleh orang lain.

2. Pengertian Bullying

Kata bullying berasal dari Bahasa Inggris, yaitu dari kata bullying

yang berarti banteng yang senang menyeruduk kesana kemari. Secara

etimologi kata bully dalam Bahasa Indonesia berarti penggertak, orang

yang mengganggu orang lemah. Sedangkan secara terminology adalah

sebuah hasrat untuk menyakiti, hasrat ini diperlihatkan ke dalam aksi

yang menyebabkan seseorang menderita, aksi ini dilakukan oleh

seseorang atau sekelompok orang yang lebih kuat, tidak bertanggung

jawab, dilakukan secara berulang, dan disertai oleh rasa kesenangan atau

kepuasan (Humaedi, 2017).

Secara umum pengertian bullying merupakan perilaku penindasan

yang ditujukan kepada korban untuk tujuan menyakiti, mencelakakan,

dan merusak korban secara fisik, sosial atau emosional (Tarshis, 2018).

8
3. Jenis-Jenis Bullying

a. Bullying fisik

Bullying fisik adalah jenis bullying yang kasat mata, siapapun

dapat melihatnya karena terjadi sentuhan fisik antara pelaku bullying

dan korbannya. Contoh-contoh bullying fisik antara lain : memukul,

menampar, menendang, mendorong, merusak benda-benda milik

korban (termasuk tindakan pencurian). Penelitian yang dilakukan

Basyirudin (2019) menambahkan contoh bullying fisik yaitu

mencekik, meninju, menggigit, mencakar, meludahi, Menjambak,

mengunci seseorang dalam ruangan, mencubit, menginjak dan

memeras juga termasuk dalam bullying fisik (Soyomukti, 2019).

b. Bullying verbal

Bullying verbal ini adalah jenis bullying yang juga terdeteksi

karena bisa tertangkap indra pendengaran. Misalnya : mengejek,

mengolok-olok atau menyoraki dan memaki. Menurut Basyirudin

(2019) contoh dari bullying verbal yaitu mendapat julukan nama,

fitnah (menyebarkan gossip), kritik kejam, penghinaan baik bersifat

pribadi maupun rasial, perampasan uang jajan/barang-barang,

telepon yang kasar, email yang mengintimidasi, serta surat kaleng

yang berisi ancaman kekerasan merupakan bentuk bullying verbal.

9
c. Bullying Psikis/relasional

Bullying psikis/relasional adalah pelemahan harga diri

sikorban penindasan serta sistematis melalui pengabaian, pengucilan,

pengecualian atau penghindaran. Penindasan relasional dapat

digunakan untuk mengasingkan atau menolak seseorang teman atau

secara sengaja untuk merusak persahabatan. Perilaku ini dapat

mencakup sikap-sikap tersembunyi seperti pandangan yang agresif,

lirikan mata, helaan napas, tawa yang mengejek dan bahasa tubuh

yang kasar (Basyirudin,2019).

d. Cyberbullying (Intimidasi melalui dunia maya)

Cyberbullying adalah perilaku bullying yang dilakukan di media

massa dapat melalui sms, telepon dan internet. Cyberbullying

melibatkan penggunaan teknologi informasi dan komunikasi seperti

email, telepon seluler dan sms, website pribadi yang merusak

reputasi orang lain yang dimaksud untuk mendukung perilaku

menyerang seseorang atau sekelompok orang yang ditujukan untuk

menyakiti secara berulang kali (Saifullah, 2018).

4. Faktor Risiko Bullying

Menurut Hymel (2019), ada beberapa faktor resiko bullying di

antaranya sebagai berikut :

a. Faktor risiko keluarga

1) Kurangnya kehangatan dan keterlibatan orang tua.

2) Terlalu permisif orang tua (termasuk kurangnya batas anak-

10
anak).

3) Kurangnya pengawasan orang tua.

4) Disiplin fisik.

5) Pemodelan induk perilaku bullying.

6) Pembohongan oleh saudara yang lebih tua.

b. Faktor teman sebaya

Menurut Hymel, 2019 ada beberapa faktor teman sebaya di

antaranya sebagai berikut :

1) Teman yang menggertak.

2) Teman-teman yang memiliki sikap positif tentang kekerasan.

3) Beberapa anak yang agresif yang mengambil peran status yang

tinggi dapat menggunakan intimidasi sebagai cara untuk

meningkatkan kekuatan sosial mereka dan melindungi prestasi

mereka dengan teman sebaya.

4) Beberapa anak dengan status sosial yang rendah dapat

menggunakan intimidasi sebagai cara untuk menangkis

mengejek dan agresi yang diarahkan terhadap mereka, atau

untuk meningkatkan posisi sosial mereka dengan yang lebih

tinggi rekan-rekan status.

c. Faktor risiko lain

Menurut Hymel, 2019 ada beberapa faktor resiko lain di

antaranya sebagai berikut :

1) Bullying tumbuh subur di sekolah-sekolah dimana dosen dan

11
staf tidak mengatasi bullying, dimana tidak ada kebijakan

terhadap bullying, dan di mana ada sedikit pengawasan siswa

terutama saat makan siang, istirahat kamar mandi, dan relung.

Model perilaku bullying yang lazim diseluruh masyarakat,

terutama di televise, film, dan permainan video.

2) Ketika anak-anak dikumpulkan bersama-sama, mereka bergaul

dengan orang lain yang mirip dengan mereka atau yang

memiliki kualitas atau karakteristik yang dalam beberapa cara

mendukung perilaku mereka sendiri.

3) Untuk gadis-gadis remaja, agresi sosial dapat menjadi cara

untuk menciptakan kegembiraan atau mengurangi kebosanan.

Hal ini juga digunakan sebagai metode untuk mendapatkan

perhatian dari gadis-gadis lain untuk persahabatan.

5. Faktor Penyebab Bullying

Menurut penelitian Annisa (2018) ada dua faktor yang

mempengaruhi yaitu faktor personal dan faktor situasional. Faktor

personal meliputi pola asuh ibu dan ayah serta harga diri dan faktor

situasional meliputi norma dan sekolah.

a. Pola asuh orang tua

Pola asuh orang tua sangan mempengaruhi kepribadian dan

perilaku seorang anak. Orang tua yang menggunakan bullying dalam

proses belajaran akan membuat anak beranggapan bahwa bullying

perilaku yang wajar dan bisa diterima dalam berinteraksi dengan

12
orang lain dan dalam mendapatkan apa yang diinginkan.

b. Harga diri

Seorang anak yang memiliki harga diri negatif atau harga diri

rendah, anak tersebut akan memandang dirinya sebagai orang yang

tidak berharga. Rasa tidak berharga tersebut tercermin pada rasa

tidak berguna dan tidak memiliki kemampuan baik dari segi

akademik, interaksi sosial, keluarga dan keadaan fisiknya. Harga diri

rendah dapat membuat seorang anak merasa tidak mampu menjalin

hubungan dengan temannya sehingga dirinya menjadi mudah

tersinggung dan marah. Hal ini mengakibatkan anak tersebut

melakukan perbuatan yang menyakiti temannya.

c. Norma kelompok

Norma kelompok dapat membuat perilaku bullying sebagai

perilaku yang wajar dan dapat diterima. Jika kelompoknya

melakukan perilaku bullying terhadap siswa lain, biasanya siswa

yang tergabung dalam kelompok itu akan mendukung anggota

kelompoknya yang melakukan bullying.

d. Sekolah

Guru dan pihak sekolah yang bersikap tidak peduli terhadap

kekerasan yang dilakukan oleh para siswa dapat meningkatkan

perilaku bullying di sekolah. Bullying berkembang dengan pesat di

lingkungan sekolah yang sering memberikan masukan negative pada

siswanya misalnya berupa hubungan yang tidak membangun

13
sehingga tidak mengembangkan rasa menghargai dan menghormati

antar sesama anggota sekolah.

e. Media dan Teknologi

Media merupakan salah satu faktor yang menyebabkan

terjadinya perilaku bullying. Anak yang terekspos bullying melalui

media baik cetak maupun media masa akan cenderung bersikap lebih

agresif dan menunjukkan sikap kekerasan pada teman sebayanya.

Pengaruh media terhadap perilaku bullying pada anak yaitu anak

yang tereskspos kekerasan level tinggi media akan cenderung

langsung mempraktikkan pada teman sebaya. Anak yang terbiasa

melihat kekerasan melalui media akan membentuk persepsi bahwa

mereka harus melakukan kekerasan agar tidak menjadi korban

kekerasan.

6. Peran Perilaku Bullying

Menurut penelitian yang dilakukan Basyirudin (2019), perilaku

bullying merupakan situasi yang tercipta ketika tiga komponen atau

karakter bertemu di satu tempat. Tiga komponen tersebut yaitu pelaku

bullying, korban bullying, dan penonton/saksi bullying.

a. Pelaku Bullying

Pelaku bullying adalah aktor utama dari perilaku adalah aktor

utama dari perilaku bullying. Pelaku bullying lebih bersifat agresif,

provokator, temperamental, sekaligus inisiator situasi bullying.

Pelaku melakukan bullying terhadap orang lain sebagai pelampiasan

14
kekesalan, kekecewaan, serta tidak memiliki teman sehingga

menciptakan pengikut/kelompok sendiri. Pelaku bullying adalah

paraanggota senior kelompok atau anggota-anggota yang punya

kedudukan penting karena besar badan, kedudukan, kemampuan,

atau kepribadian. Pelaku bullying kebanyakan karena pernah

menjadi korban bullying (Lipkins dalam Basyirudin, 2019). Menurut

penelitian yang dilakukan Rahmadara (2019) pelaku (bulles)

dibedakan kedalam tiga jenis, yaitu pelaku pintar (the clever

bullying), pelaku yang tidak terlalu pintar (the not soclever bullying),

dan pelaku intimidasi (the bullying/victim). The clever bullying

merupakan mereka yang andai menyamarkan perilakunya. Mereka

umumnya merupakan orang popular baik secara akademis dan

social, dan memiliki kemampuan untuk mengatur orang-orang di

sekelilingnya untuk melaksanakan perintahnya. Karakteristik utama

pelaku adalah tidak dapat menempatkan dirinya diposisi korban

(kurang mampu berempati atau tidak memperdulikan perasaan orang

lain).

The not so clever bullying merupakan orang yang berpikiran

jahat dan memiliki pandangan negatif terhadap dunia. Pelaku

biasanya gagal dalam sekolah dan melampiaskan kemarahannya

kepada orang-orang yang dianggapnya lemah. Pelaku memiliki

sedikit teman, tidak berkembang, kehilangan popularitas, tertinggal,

dan cenderung dikeluarkan dari sekolah. The bullying/victim adalah

15
pelaku bullying dalam suatu situasi dan merupakan korban dalam

situasi lain. Mereka biasanya membully teman yang lebih kecil dan

muda. The bullying merupakan pelaku bullying di sekolah, dan

korban bullying di rumah atau memiliki kecenderungan bersikap

balas dendam. Olweus dalam penelititan Rahmadara (2019)

mengatakan bahwa pelaku bullying memiliki satu atau lebih dari

karakteristik berikut:

1. Memiliki kepribadian dominan dan suka menyatakan keinginnya

dengan paksaan.

2. Memiliki sifat pemarah, implusif, dan mudah frustasi.

3. Lebih memiliki sikap positip terhadap kekerasan dibandingkan

anak-anak lain.

4. Memiliki kesulitan dalam menaati peraturan.

5. Tampak kuat dan menunjukkan empati yang kurang terhadap

korban bullying.

6. Sering berhubungan dengan orang dewasa dengan cara yang

agresif.

7. Pandai mengeluarkan diri dari situasi-situasi sulit.

8. Terlibat dalam agresi pro aktif (menggunakan agresi untuk

meraih tujuannya) dan agresi reaktif (reaksi defensive ketika

terprovokasi).

b. Korban Bulyling

Korban bullying lebih cenderung bersikap diam dan tidak

16
berbuat apa-apa serta membiarkan perilaku bullying berlangsung

padanya. Hal initerjadi karena dia tidak memiliki kekuatan diri untuk

membela diri atau melawan. Sikap diam disebabkan karena apbila

dia melaporkan sikap bullying yang menimpanya tidak akan

menyelesaikan masalah. Systemnilai yang berkembang pada mereka

adalah bahwa dengan mengadukan orang lain merupakan wujud sifat

kekanak-kanakan, manja, lemah, dansama sekali tidak dewasa.

Akibatnya korban bullying merasa terisolasi dandikucilkan oleh

kelompok, teman-teman, dan hubungan sosialnya. Orang-orang yang

telah diintimidasi sering mengalami kesulitan membentuk hubungan

yang baik dan cenderung sulit untuk hidup secara normal

(Basyirudin, 2018).

Menurut penelitian yang dilakukan oleh Rahmadara (2019)

korban bullying adalah target dari tindakan bullying yang dilakukan

oleh pelaku. Karakteristik korban bullying menurut Olweus adalah

individu yang kurang popular dibandingkan dalam pelaku maupun

kelompok yang tidak terlibat. Secara fisik korban memiliki tubuh

yang lemah, terlihat rapuh, dan berpostur lebih kecil jika

dibandingkan dengan bulling sehingga korban terlihat tidak bisa

melindungi diri mereka sendiri. Olweus menguraikan karakteristik

korban bullying yang terjadi di sekolah. Tanda-Tanda-tanda primer

antara lain:

17
1) Sering kali diejek, dihina, diintimidasi, ditampar, diancam,

dipermalukan, diperintah, dan didominasi oleh siswa lainnya.

2) Sering dijadikan sebagai bahan tertawa didepan umum dengan

cara yang tidak menyenangkan.

3) Terlibat dalam suatu perkelahian tidak seimbang yang

menyebabkan korban tidak berdaya dan melarikan diri atau

menangis.

4) Adanya hukumuan atau barang lainnya yang diambil

5) Ditemukannya luka, memar, goresan, atau pakaian yang robek

dan rusak yang tidak dapat dijelaskan secara logis oleh siswa

tersebut setelah pulang dari sekolahnya.

c. Penonton/ saksi bullying

Penonton adalah orang-orang yang diterima kelompok dan

sudah dilantik menjadi anggota. Menurut Lipkins dalam penelitian

Basyirudin (2018) menjelaskan ada dua jenis penonton/saksi yaitu

penonton/saksiaktif dan penonton/saksi pasif. Penonton/ saksi aktif

biasanya ikut berseru dan turut menertawakan korban bullying yang

tengah dianiaya, atau telahmenjadi anggota kelompokyang dipimpin

oleh pelaku bullying. Saksi pasif lebih cenderung diam karena alasan

takut (Basyirudin,2018).

Sullivan et al dalam penelitian Rahmadara (2019)

mengelompokan empat peran penonton yaitu the sidekicks, the

reinforcers, the outsider,dan the defenders. The sidekicks merupakan

18
orang terdekat dengan bullying atau biasa disebut “antek”, sementara

the reinforces adalah orang terdekat nomor dua bullying dengan

melakukan tindakan yang mendukung bullying. The outsiders adalah

mereka yang berusaha bersikap netral, namun karena itu mereka

menjadi tampak memaafkan pelaku bullying yang disaksikannya dan

menjadi kebal. The defenders merupakan merekayang berani keluar

dari peran penonton dan secara aktif membela korban dan melawan

bully (Rahmadara, 2019).

d. Dampak Bullying

1) Korban bullying:

a. Kecemasan, kesepian

b. Harga diri yang rendah

c. Depresi, gejala psychosomatic.

d. Penarikan social dan keluhan kesehatan fisik

e. Alkohol dan penggunaan narkoba

f. Bunuh diri, prestasiak ademik yang buruk

2) Dampak pada bullying:

a. Sering melakukan perkelahian

b. Minuman alcohol

c. Jadi lah terluka dalam perkelahian

3) Bolos dari sekolah

a. Drop out dari sekolah

19
e. Pencegahan Masalah Bullying (Handini, 2019)

Orang tua membiasakan memberikan feedback positif bagi anak

sehingga mereka belajar berperilaku social yang baik dan

mendapatkan model interaksi yang tepat. Menggunakan alternative

hukuman bagi anak dengan tidak melibatkan kekerasan fisik maupun

psikologis. Orang tua mau menjalin relasi dengan pihak sekolah

untuk berkonsultasi jika anaknya sebagai pelaku ataupun korban

bullying.

Pihak sekolah menciptakan lingkungan yang positif misalnya

praktik kedisiplinan yang tidak menggunakan kekerasan.

Meningkatkan kesadaran pihak sekolah untuk tidak mengabaikan

keberadaan bullying. Kurikulum sekolah semestinya

mengembangkan sikap prososial dan guru-guru memberikan

penguatan penerapan dalam kehidupan sehari-hari disekolah.

Sekolah menyediakan akses pengaduan atu forum dialog antar siswa

dan sekolah, atau orang tua dan sekolah, serta membangun aturan

sekolah dan sanksi yang jelas terhadap tindakan bullying.

Membangun kesadaran atas buruknya dampak yang ditimbulkan

akibat bullying di komunitas sekolah. Perlunya menyebar luaskan

pengawasan dan perilaku bersahabat, bertanggung jawab, jujur, adil,

tekun, belajar, dan takwa sebagai insan manusia (Handini,2019).

20
f. Penanganan Bullying

Bullying dapat ditangani dengan menghentikan setiap gejala atau

tindakan bullying yang terjadi, melakukan pembinaan terhadap anak

yang melakukan bullying. Pembinaan yang dilakukan dapat berupa

penjelasan akibat dari tindakan bullying yang dilakukan, menasehati

siswa, mengajarkan cara berteman dan bersikap dengan baik.

Penanganan juga dilakukan dengan cara menginformasikan keadaan

siswa dan wali murid dalam rapat rutin yang diselenggarakan pihak

sekolah. Hal ini bertujuan agar wali murid lebih memperhatikan

keadaan siswa serta melakukan pendekatan kepada siswa sehingga

terjadi komunikasi yang efektifan antara siswa dan wal imurid

(Mustikasari, 2018).

Dalam penanganan bullying guru bekerja sama dan

berkoordinasi dengan wali murid. Koordinasi dilakukan dalam satu

semester biasanya di awal semester dan akhir semester koordinasi

dilakukan untuk memantau perkembangan perilaku peserta didik.

Pada saat pelaksanaan penanganan bullying seorang guru harus

memiliki pengetahuan tentang tindakan bullying, pengetahuan serta

cara menanganinya. Hal ini diharapkan guru dapat menangani dan

mengidentifikasi perilaku bullying yang terjadi dikalangan siswa-

siswi. Selain itu dalam tindakan penanganan bullying guru selalu

menegur, menasehati pelaku dan korban diberikan sport serta pelaku

21
akan dipanggil kedua orang tuanya. Selain itu upaya tersebut

dilakukan untuk memberikan efek jera pada pelaku. (Mandy &

Sascha, 2018).

Menurut Coloroso dalam penelitian Firmansya Arif Fitriawan,

2021, beberapa hal yang dapat dilakukan untuk menangani ataupun

mencegah perilaku bullying yaitu:

1) Dengan cara mendisiplinkan

2) Memberikan kesempatan untuk melakukan perbuatan kebaikan

3) Menumbuhkan dan melatih rasa empati

4) Mengajari komunikasi dan keterampilan dalam berteman

5) Memantau tontonan anak-anak

6) Melibatkan siswa dalam kegiatan yang membangun kerjasama

antar teman

7) Mengajari siswa untuk beritikad baik

22
B. Kerangka Teori

Faktor-faktor yang
Jenis-jenis bullying : mempengaruhi bullying:
Perilaku
1. Bullying fisik 1. Faktor resiko
bullying 2. Bullying verbal keluarga
3. Bullying psikis/relasional
4. Cyberbullying 2. Faktor teman
sebaya

3. Faktor resiko lain


Penanganan bullying
1. Dengan cara mendisiplinkan
2. Memberikan kesempatan untuk
melakukan perbuatan kebaikan
3. Menumbuhkan dan melatih rasa
empati
4. Mengajari komunikasi dan
keterampilan dalam berteman
5. Memantau tontonan anak-anak
6. Melibatkansiswa dalam kegiatan
yang membangun kerjasama antar
teman
7. Mengajari siswa untuk beritikad
baik

Gambar 2.1 Kerangka Teori

(Humaedi, 2017, Basyirudin, 2019, Hymel, 2019, Firmansya Arif, 2021)

23
C. Definisi Operasional

1. Perilaku Bullying

Perilaku bullying berpotensi pada siapa saja. Perilaku bullying berupa

ejekan-ejekan biasa yang memang tidak bisa dihindari dalam proses

pembentukan perilaku dalam berhubungan dengan teman sebaya.

Perlaku bullying itu sendiri ada tiga yaitu perilaku bullying ringan,

perilaku bullying berat dan perilaku bullying sedang.

a. Hasil ukur :

1) Rendah : jika skor jawaban yang diperoleh X < 170 dari 85

pernyataan.

2) Sedang : jika skor jawaban yang diperoleh 170 ≤ X < 254

dari 85 pernyataan.

3) Tinggi : jika skor jawaban yang diperoleh 254 ≤ X dari 85

pernyataan

b. Alat ukur : Kuisioner

c. Skala :Nominal

24
BAB III

MOTODE PENELITIAN

A. Jenis Penelitian

Metode penelitian adalah suatu hal yang penting dalam melakukan

sebuah penelitian dikarenakan dengan adanya hal ini, dapat menentukan suatu

penelitian bisa dipertanggung jawabkan kebenarannya atau tidak (Hadi,

2018). Pada penelitian ini metode penelitian yang akan digunakan adalah

penelitian kuantitatif. Jenis penelitian kuantitatif yang akan digunakan pada

penelitian ini berupa kuantitatif. Penelitian kuantitatif merupakan suatu

penelitian yang bertujuan untuk menarik kesimpulan berdasarkan analisis

yang telah dilakukan. Analisis tersebut dilakukan dengan mengambil sampel

tertentu dari suatu populasi yang jumlahnya banyak, dan hasil analisis dari

sampel tersebut kemudian dapat digeneralisasikan pada seluruh populasi, dan

dapat dilaksanakan secara ringkas di terapkan dalam penelitian (Sugiyono,

2018).

B. Lokasi dan Waktu Penelitian

1. Lokasi penelitian

Penelitian ini akan dilaksanakan di Smp Negeri 2 Rufei Kota Sorong.

2. Waktu penelitian

Penelitian ini akan dilakukan pada bulan September tahun 2022.

25
C. Populasi dan Sampel Penelitian

1. Populasi Penelitian

Menurut (Sugiyono, 2018), populasi adalah wilayah generalisasi

yang terdiri dari objek/subjek yang mempunyai kuantitas dan karakteristik

tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk di pelajari dan kemudian di

tarik kesimpulannya. Data yang di ambil dari SMP Negeri 2 Rufei Kota

Sorong pada bulan Juni 2022, dengan populasi penelitian adalah siswa-

siswi di kelas IX yang berjumblah 317 orang.

2. Sampel Penelitian

Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang di miliki

populasi tersebut. Bila populasi besar, dan peneliti tidak mungkin

mempelajari semua yang ada pada populasi, maka peneliti dapat

menggunakan sampel yang di ambil dari populasi itu. Metode pedagogis di

sekolah sebagai umpan balik bagi para siswi atau sasaran penelitian,

sebagai populasi dalam penelitian. Sampel dalam penelitian ini berjumlah

177 orang. Perhitungan sampel menggunakan rumus Slovin (Sugiyono,

2018) :

N
n=
1+N
e2

n = 176,8

n= 177 sampel

26
Keterangan :

n = Jumlah sampel

N= Jumlah Populasi

e = Perbedaan antara rata - rata populasi dengan rata - rata

sampel (sampling error/tingkat kepresisian sampel) = 5% = 0,05.

Jumlah sampel yang diambil yaitu sebesar 20% dari kategori kelas

sehingga di dapatkan sampel sebanyak 64 orang dengan cara

pengambilan sampel dengan cara berstrata dan acak dari setiap kelas

dengan penjabaran sebagai berikut :

Kelas IX terdiri dari 11 kelas dengan jumlah aebagai berikut :

= 177 x 20%

100

= 0,354

11

= 0,32

Jadi sampel yang digunakan adalah 32 sampel.

D. Teknik Sampling

Teknik sampling yang digunakan pada saat pengambilan data menentukan

sampel dalam penelitian ini yaitu menggunakan teknik Stratified random

sampling, atau metode pemilihan sampel dengan cara membagi populasi

ke dalam kelompok-kelompok yang disebut dan dibuat perkiran untuk

27
mewakili strata yang bersangkutan dengan kriteria-kriteria yang dimaksud

yaitu kriteria inklusi dan kriteria ekslusi.

Kriteria inklusi

1) Kelas IX

2) Bersedia menjadi responden dengan menyetujui

informend consent

b. Kriteria eksklusi

Responden yang tidak hadir saat penelitian

E. Instrumen Penelitian

Menurut Sugiyono (2018), instrumen penelitian adalah suatu alat yang

digunakan untuk mengukur fenomena alam maupun sosial yang di amati, alat

bantu yang digunakan dalam penelitian kuantitaf adalah kuesioner yang telah

diuji validitas dan reabilitasnya yang diadopsi dari (Wahyu Putri, 2016),

sehingga kuesioner yang digunakan dapat dipakai, sebagai instrumen yang

valid dalam penelitian. Dengan menggunakan uji taraf signifikansi 5% untuk

N = 148 dituntut rxy = 0,184. Koefisien rehabilitas yang diperoleh rn = 0,88.

1. Jenis Alat Ukur

Alat pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah

kuesioner dengan model inventori yang disusun oleh penulis. Kuesioner

disusun berdasarkan jenis-jenis perilaku bullying menurut Coloroso

(2007). Kuesioner yang dipakai dalam penelitian ini adalah jenis kuesioner

tertutup, yang berarti bahwa kuesioner telah berisi pertanyaan-pertanyaan

28
yang telah disertai pilihan-pilihan jawaban. Bentuk format item dalam

kuesioner tingkat perilaku bullying ini adalah bentuk pertanyaan dengan

pilihan-pilihan. Responden dihadapkan pada stimulus yang berupa

keadaan, situasi atau masalah. Saat pengisian kuesioner, responden

diminta menentukan salah satu tindakan di antara pilihan-pilihan yang

disediakan.

No Uraian No Soal Total


Item
1. Kekerasan Verbal :
a. Kontak Verbal Langsung :
1) Mengancam 1, 20, 34, 41 4
2) Mempermalukan 2, 47, 53 3
3) Memberikan julukan nama 27, 62 2
4) Merendahkan 11, 71 2
5) Mengganggu 13, 19, 54, 42 4
6) Sarkastik 3, 40, 63 3
7) Memberikan celaan dan hinaan 6, 14, 26, 31, 46, 7
48, 70
8) Membentak dengan kasar 10 1
9) Memberikan kritikan tajam 5, 35, 61 3
10) Berbicara kasar dan meneror melalui telepon 24, 36, 52, 60, 68 5
11) Mencaci maki yang diikuti sebuah tindakan 4, 23, 25, 49, 73, 8
75, 78, 80

12) Penghinaan ras 12, 43, 67 3

b. Kontak Verbal Tidak Langsung :


1) Menyebarkan fitnah/gosip mengenai hal yang tidak 7, 51, 59, 64,72, 6
benar disertai dengan pengucilan 83
2) Mengirim e-mail yang berisi intimidasi/ejekan 28, 55 2
3) Mengirim surat kaleng yang berisi ancaman dan 39, 77, 85 3
hinaan
2. Kekerasan Fisik : 8, 17, 18, 29, 33,
a. Kontak fisik langsung 38, 45, 56, 65, 79, 13
81, 83, 84

29
3. Kekerasan Rasional :
f. Menampilkan bahasa tubuh yang negtive 9, 21, 30, 44, 57, 7
66, 74
g. Mendiamkan seseorang 22, 50 2
h. Sendiri atau bersama-sama dengan kelompok mayoritas 16, 32, 37, 69 4
untuk menghindari korban atau tidak mengikutsertakan
korban dalam aktivitas bersama
i. Memanipulasi persahabatan sehingga menjadi retak 15, 58, 76 3
Jumlah Total Item 85
Tabel 3.1
Kisi-Kisi Perilaku Bullying

2. Penentuan Skor (scoring)

Penentuan skor untuk setiap jawaban dari item-item pernyataan adalah

sebagai berikut :

b. Untuk pernytaan yang bersifat negatif atau yang mengarah terhadap

aspek jenis perilaku bullying, jawaban “Sangat Sering” (SS) diberi

skor 4, “Sering” (S) diberi skor 3, “Kadang-Kadang” (K) diberi

skor 2 dan “Jarang” (J) diberi skor 1.

c. Untuk pernyataan yang bersifat positif atau tidak mencerminkan

aspek jenis perilaku bullying, jawaban “Sangat Sering” (SS) diberi

skor 1, “Sering” (S) diberi skor 2, “Kadang-Kadang” (K) diberi

skor 3 dan “Jarang” (J) diberi skor 4.

30
F. Pengumpulan Data

Pengumpulan data dikumpulkan dengan cara :

1. Data Primer

Data Primer adalah data yang di peroleh atau dikumpulkan langsung

dilapangan dengan cara observasi.

2. Data Sekunder

Data Sekunder adalah data yang dikumpulkan secara online dari

website dinas kesehatan Papua Barat terkait jumlah kasus kasus bullying di

Indonesia.

G. Pengolahan Data Dan Analisis Data

Teknik analisi data yang digunakan dalam penelitian berdasarkan

kategori jenjang (ordinal) (Azwar 2007). Penggolongan pencapaian

perilaku bullying kelas IX SMP Negeri 2 Rufei Kota Sorong terbagi

menjadi tiga yaitu, tinggi, sedang dan rendah.

Tahpa-tahap yang digunakan dalam pengolahan dan menganalisi data

yaitu:

1. Menetukan skor dari masing-masing alternatif jawaban yang sudah

diberikan oleh subjek penelitian dan membuat tabulasi skor dari

masing-masing butir skala item. Langkah selanjutnya menghitung

total skor masing-masing subjek penelitian dan skor tiap item

pernyataan.

31
2. Pengolahan data

Data yang diperoleh selanjutnya diolah dengan menggunakan

analisis statistik deskriptif yang meliputi penyajian data melalui

tabel, penghitungan rata-rata (mean), standar deviasi serta

pengkategorisasian menurut noerma yang telah ditentukan

peneliti.

Kategorisasi tingkat perilaku bullying subyek penelitian

secara umum ini disusun berdasarkan model distribusi normal

dengan kategorisasi jenjang. Tujuan kategorisasi tersebut untuk

menempatkan subjek penelitian ke dalam kelompok-kelompok

yang terpisah secara berjenjang menurut suatu kontinum

berdasarkan atribut yang diukur. Kntinum jenjang ini disusun

berpedoman pada Azwar (1999-109) yang mengelompokan

tingkat perilaku bullying dalam tiga kategori yaitu tinggi, sedang

dan rendah.

Kategori tinggi rendah perilaku bullying secara keseluruhan

(dengan ∑ item total = 85), diperoleh melalui pengolahan dengan

perhitungan sebagai berikut:

Xmaksimum teoretik : 85 x 4 = 340

Xminimum teoritik : 85 x 1 = 85

֠ : 350 – 85 =255

µ : (340 + 85) : 2 = 212,5

32
Penentuan kategori tingkat perilaku bullying secara umum

dapat dilihat dalam tabel berikut :

Rentang perilaku bullying Kategori

X < 170 Rendah

170 ≤ X < 254 Sedang

254 ≤ X Tinggi

Tabel 3.2
Pengolahan Tingkat Perilaku Bullying

Angket yang disusun untuk penelitian ini terdiri dari 85 item,

56 item soal untuk mengungkap jenis perilaku verbal, 13 item

soal untuk mengungkap jenis perilaku fisik dan 16 item soal

untuk mengungkap jenis perilaku relasional. Dengan demikian

skor terkecil yang mungkin diperoleh dari jenis perilaku verbal

adalah 56 (56 x 1) dan skor terbesar adalah 224 (56 x 4). Maka

rentangan skor skala sebesar 168 (224-56) dibagi dalam enam

satuan deviasi standar (֠) sehingga diperoleh skor 168/6 = 28, dan

mean teoretisnya (µ) adalah { (224+56):2) = 140. Penggolongan

tersebut dapat dilihat dalam tabel berikut :

Rentangan perilaku bullying verbal Kategori

X < 112 Rendah

112 ≤ X < 168 Sedang

168 ≤ X Tinggi

Tabel 3.3
Penggolongan Tingkat Perilaku Bullying Verbal

33
Skor terkecil yang mungkin diperoleh dari jenis perilaku fisik adalah

13 (13 x 1) dan skor terbesar adalah 52 (13 x 4). Maka rentangan skor

skala sebesar 39 (52-13) dibagi dalam enam satuan deviasi standar (֠)

sehingga diperoleh skor 39/6 = 7, dan mean teoritisnya (µ) adalah (65/2)

= 33, penggolongan tersebut dapat dilihat dalam tabel sebagai berikut :

Rentang perilaku bullying fisik Kategori

X < 26 Rendah

26 ≤ X < 40 Sedang

40 ≤ X Tinggi

Tabel 3.4
Penggolongan Tingkat Perilaku Bullying Fisik

Sedangkan skor terkecil yang mungkin diperoleh dari jenis perilaku

rasional adalah 16 (16 x 1) dan skor terbesar adalah 64 (16 x 4). Maka

rentangan skor skala sebesar 48 (64-16) dibag dalam enam satuan deviasi

standart (֠) sehingga diperoleh skor 48/6 = 8, dan mean teoritisnya (µ)

adalah (80/2) = 40. Penggolongan tersebut dapat dilihat dalam tabel

sebagai berikut :

Rentangan perilaku bullying rasional Kategori

X < 32 Rendah

32 ≤ X < 48 Sedang

48 ≤ X Tinggi

Tabel 3.5
Penggolongan Tingkat Perilaku Bullying Rasional

34
H. Etika Penelitian

Etika penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah prinsip

menghargai hak asasi manusia (respect human dignity) di mana manusia di

sini akan dijadikan sebagai subjek penelitian (Nursalam, 2019) :

1. Hak untuk ikut/tidak menjadi responden (right to self determination)

Subjek harus diperlakukan secara manusiawi. Subjek mempunyai

hak memutuskan apakah mereka bersedia menjadi subjek ataupun

tidak, tanpa adanya sanksi apapun atau akan berakibat terhadap

kesembuhannya, jika mereka seorang klien.

2. Informed consent

Subjek harus mendapatkan informasi secara lengkap tentang

tujuan penelitian yang akan dilaksanakan, mempunyai hak untuk

bebas berpartisipasi atau menolak menjadi responden. Pada informed

consent juga perlu dicantumkan bahwa data yang di peroleh hanya

akan dipergunakan untuk pengembangan ilmu.

3. Hak untuk mendapatkan jaminan dari perlakuan yang diberikan (right

to full disclosure).

Seorang peneliti harus memberikan penjelasan secara rinci serta

bertanggung jawab jika ada sesuatu yang terjadi kepada subjek.

35
BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Hasil

1. Gambaran Umum Lokasi penelitian

a. Letak Geografi

SMP Negeri 2 Kota Sorong Beralamat di Jln. Danau Singkarat

Rufei, Distrik Sorong Barat terdiri dari 31 kelas, 10 kelas VII, 10

kelas VIII, dan 11 kelas IX.

Penelitian ini di laksanakan di kelas IX A sampai dengan kelas IX

K yang merupakan bagian dari SMP Negeri 2 Kota Sorong.

SMP Negeri 2 Kota Sorong memiliki batasan-batasan wilayah yang

terdiri dari :

1) Sebelah utara berbatasan dengan rumah warga.

2) Sebelah timur berbatasan dengan rumah warga.

3) Sebelah selatan berbatasan dengan lapangan sepak bola.

4) Sebelah barat berbatasan dengan rumah warga.

b. Keadaan Demografi

Jumlah siswa SMP Negeri 2 Kota Sorong berdasarkan data dari

kesiswaan pada tahun 2022 yaitu 981 terdiri dari perempuan 491 dan

laki- laki 490 siswa.

36
c. Sarana dan Prasarana

Adapun sarana dan prasarana di SMP Negeri 2 Kota Sorong

adalah 1 ruangan kepala sekolah, 1 ruang TU, 1 ruang guru 31 kelas,

perpustakaan, lapangan upacara, 6 wc, 1 kantin.

2. Karakteristik Responden

Penelitian ini telah di laksanakan di SMP Negeri 2 Rufei Kota Sorong,

pada tanggal 3 oktober 2022 dengan mengumpulkan data melalui

pengisian lembar kuesioner. Adapun data responden di[eroleh dengan

purposive sampling yaitu setiap ketegori kelas IX sehingga didapatkan

sampel sebanyak 32 responden dan didapatkan hasil sebagai berikut :

a. Umur

Tabel 4.1
Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Golongan Umur
di SMP Negeri 2 Rufei Kota Sorong Tahun 2022.

No . Umur Frekuensi (f) Presentase (%)


1. 14 Tahun 16 48,5
2. 15 Tahun 17 51,5
Jumlah 33 100

Data tabel 4.1 menunjukkan dari 33 responden, frekuensi pada kelompok

14 tahun sebanyak 16 orang (48,5%) dan 15 tahun sebanyak 17 orang

(51,5%) sama banyak.

37
b. Jenis Kelamin

Tabel 4.2
Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Golongan Jenis
Kelamin di SMP Negeri 2 Rufei Kota Sorong Tahun 2022.

No . Jenis Kelamin Frekuensi (f) Presentase (%)


1. Perempuan 17 51,5
2. Laki-laki 16 48,5
Jumlah 33 100

c. Kelas

Karakteristik kelas responden pada penelitian ini dapat dilihat

pada tabel 4.2 di bawah ini

Tabel 4.3
Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Kelas
di SMP Negeri 2 Rufei Tahun 2022.

No. Kategori Kelas Frekuensi (f)


Presentase (%)
1. IX A 3 9,0
2. IX B 3 9,0
3. IX C 3 9,0
4. IX D 3 9,0
5. IX E 3 9,0
6. IX F 3 9,0
7. IX G 3 9,0
8. IX H 3 9,0
9. IX I 3 9,0
10 IX J 3 9,0
11 IX K 3 9,0
Jumlah 32 100

Data tabel 4.2 menunjukan dari 32 responden, kategori kelas IX A

sampai dengan IX K sebanyak 3 (9,09%) orang dari setiap kelas.

38
3. Variabel Penelitian

Hasil pada penelitian dilaksanakan di kelas IX A samapai dengan

Kelas IX K, pada tanggal 3 oktober 2022 mengenai gambaran bulling di

SMP Ngeri 2 Rufei dengan jumah sampel 32 orang. Hasil penelitian ini

dapat diliha di bawah ini.

Tabel 4.4
Distribusi Responden Berdasarkan kekerasan verbal
di SMP Negeri 2 Rufei Kota Sorong Tahun 2022.

No . kekerasan verbal Frekuensi (f) Presentase (%)


1. Rendah 33 100,0%
Jumlah 33 100

Data tabel 4.3 menunjukan responden kekerasan verbal rendah dengan

jumlah 33(100%)

Tabel 4.5
Distribusi Responden Berdasarkan kekerasan verbal tidak
langsung
di SMP Negeri 2 Rufei Kota Sorong Tahun 2022.

No . kekerasan verbal Frekuensi (f) Presentase (%)


1. Rendah 33 100,0%
Jumlah 33 100

Data tabel 4.4 menunjukan bahwa kekerasan verbal tidak langsung rendah

sebanyak 33(100%)

39
Tabel 4.6
Distribusi Responden Berdasarkan kekerasan fisik langsung
di SMP Negeri 2 Rufei Kota Sorong Tahun 2022.

No kekerasan fisik langsung frekuensi (f) presentase (%)


1. rendah 3 9,1 %
2. sedang 28 84,8 %
3. tinggi 2 6,1 %
total 32 100

Tabel 4.5 menunjukan bahwa responden dengan kekerasan fisik

langsung sedang sebanyak 28 (84,8%) lebih banyak dari kekerasan fisik

langsung rendah sabnayak 3(9,1%) dan kekerasan fisik langsung tinggi

sebanyak 2(6,1%).

Tabel 4.7
Distribusi Responden Berdasarkan kekerasan rasional
di SMP Negeri 2 Rufei Kota Sorong Tahun 2022.

No kekerasan rasional frekuensi (f) presentase (%)


1. rendah 4 12,1
2. sedang 29 87,9
total 33 100

Tabel 4.6 menunjukan bahwa responden dengan kategori kekerasan

rasional rendah sebanyak 4 responden(12,1%) sedangkan kekerasan

sedang sebanyak 29 responden(87,7%).

B. Pembahasan

Berdasarkan dari hasil penelitian tentang gambaran masalah perilaku

bullying pada siswa kelas IX di SMP Negeri 2 rufei kota sorong dari 32

responden, siswa yang tingkat perilaku bullying tertinggi pada ketegori

40
bullying rendah sebanyak 11 responden (50%) dan perilaku bullying

terrendah pada ketegori tinggi 7 responden (20%).

Bagi siswa yang memeiliki kekerasan fisik rendah dan kekerasan

rasional sedang maka mereka perlu dijaga dan dikembangkan dapat

memeliki perilaku yang jauh dari kekerasan di antara teman sebaya

maupun di lingkungan pergaulan yang lebih luas. Memiliki perilakun ynag

jauh dari unsur kekerasan atau keinginan untuk melukai orang lain dengan

ragam perbuatan maupun ucapan dapat memberikan sumbangan yang baik

untuk tahap perkrmbangan selanjutnya.

Ketika para siswa berada di luar lingkungan sekolah, keadaannya

mungkin saja bisa berbeda dengan yang terjadi di dalam lingkungan

sekolah. Ada banyak faktor yang bisa membuat para siswa bereaksi atau

berperilaku tertentu terhadap sekolah lain ataupun yang lainnya ketika

berada di luar sekolah. Dengan kata lain dapat dikatakan bahwa, perilaku

para siswa di dalam dan di luar sekolah berbeda. Sejalan dengan itu,

perilaku bullying yang terdapat pada para siswa, perwujudannya bisa

pula berbeda saat mereka berada di dalam sekolah ataudi luar sekolah.

Hasil penelitian yang menunjukkan perilaku bullying para siswa yang

rendah tidak berarti bahwa para siswa tidak ada yang berperilaku bullying

dengan teman sebayanya di sekolah. Perilaku bullying tetap ada di antara

para siswa kelas XI SMA BOPKRI 2 Yogyakarta tahun ajaran 2008/2009

walaupun pada tingkat yang masih rendah. Hasil tersebut dapat dikatakan

bahwa perilaku bullying para siswa kelas XI berada pada kondisi yang

41
harus terus pantau dan dipertahankan supaya tidak meningkat di

kemudian hari.

Saat penelitian dilakukan di SMP negeri 2 Rufei, relasi yang

kooperatif antara kepala sekolah dan para guru di sekolah ini tampak.

Mereka terbuka kepada para peneliti yang ingin melakukan penelitian di

sekolah tersebut. Hasil penelitian tersebut akan dijadikan masukan dan

kritik bagi praktik pengelolaan sekolah. Penyelenggaraan bimbingan dan

konseling (BK) di sekolah ini bisa dianggap cukup proporsional.

Proporsional karena setiap jenjang angkatan kelas siswa memiliki

setidaknya 1 (satu) guru bimbingan konseling yang fokus menangani

permasalahan pada tingkatan tersebut. Dengan dukungan yang sesuai,

tampak bahwa lingkungan sekolah SMP Negeri 2 Rufei merupakan salah

satu faktor pendukung berkembangnya kepribadian anak, selain

lingkungan keluarga. Dengan begitu dapat disimpulkan bahwa

kecenderungan perilaku bullying para siswa di lingkungan SMP Negeri 2

Rufei dapat dikendalikan dan diawasi oleh pihak sekolah.

Peneliti melihat, meski lingkungan sekolah berada di daerah pusat

kota, suasana belajar yang kondusif mampu diciptakan pengelola sekolah

bagi peserta didik. Dalam praktik pendidikan, pengelola sekolah

memberlakukan sistem poin bagi para siswa yang melanggar peraturan

dan tata tertib sekolah. Semakin banyak seorang siswa melakukan

pelanggaran peraturan dan tata tertib, semakin banyak poin yang ia dapat.

Poin juga dijadikan pertimbangan pihak pengelola sekolah untuk kenaikan

42
kelas dan pemberian sanksi terhadap siswa.

Pihak sekolah yang secara langsung dapat menangani perilaku dan

peristiwa bullying di sekolah adalah para staf BK. Staf BK berupaya

memberikan pelayanan yang bertujuan untuk mengoptimalkan

perkembangan siswa di sekolah. Lingkungan

di luar sekolah pun turut berpengaruh terhadap munculnya bullying di

sekolah. Staf BK sangat membutuhkan dukungan dan bantuan dari

berbagai macam pihak untuk dapat menjalankan tugasnya, seperti

melakukan kampanye dan mencegah bullying di lingkungan sekolah. Staf

BK di SMP Negeri 2 Rufei pun perlu mendapatkan bantuan untuk

menangani perilaku dan peristiwa bullying tersebut, terutama dari pihak

orang tua siswa. Dengan adanya kerjasama dari orang tua siswa dengan

pihak sekolah maupun staf BK, sedapat mungkin perilaku dan peristiwa

bullying dapat dicegah ataupun dapat ditangani dengan sedini mungkin.

Seperti yang telah dijelaskan di bab awal tentang pentingnya mencegah

kemunculan perilaku bullying di sekolah dapat membantu menciptakan

lingkungan yang kondusif bagi proses perkembangan para siswa. Sebab,

dampak yang ditimbulkan dari perilaku bullying akan berkepanjangan.

43
BAB V

PENUTUP

A. Kesimpulan

Adapula kesimpulan pada penelitian ini yaitu perilaku bullying pada

siswa di SMP Negeri 2 rufei kota sorong lebih banyak pada kategori rendah

di bandingkan kategori tinggi

B. Saran

Berdasarkan kesimpulan hasil penelitian dan manfaat peneliian ini maka

saran yang dapat penulis sampaikan adalah sebaga berikut :

1. Bagi instansti pendidikan

Penelitian ini memberikan informasi kepada Instansi yang terlibat tentang

kejadian bullying baik sebagai pelaku sekaligus korban bullying yang

terjadi pada remaja khususnya di Kota Sorong.

2. Bagi Keperawatan

Penelitian ini memberikan informasi kepada perawat untuk digunakan

sebagai perencanaan dalam pembuatan asuhan keperawatan mendatang di

Keperawatan Komunitas dan Keperawatan Jiwa.

3. Bagi Peneliti

Penelititian ini dapat menambah wawasan bagi peneliti, menerapkan

pengetahuan yang telah diperoleh selama proses perkuliahan kepada

responden yang terlibat. Dapat meningkatkan pengetahuan peneliti tentang

44
kejian tulis ilmiah dan menambah pengalaman dalam hal penelitian

terutama tentang bullying

45
DAFTAR PUSTAKA

Annisa, (2018). Hubungan Pola Asuh Ibu Dengan Perilaku Bullying Remaja.
[Skripsi]. Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia. Depok
[Link]

Anesty, (2020). Psikologi Remaja Perkembangan Peserta Didik.


Jakarta : Bumi Aksara

Arofa,Z,I, & Hundaniah,(2018). Pengaruh Perilaku Bullying Terhadap Empati.


Ditinjau dari Tifa Sekolah Jurnal Iimiah Psikologi terapan,6,(01),74-92

Andrew Mellor & Ratna Djuwita (2019). Faktor-Faktor Bullying. Jurnal


Psikologi Vol.6 No.1. (2021).

Basyirudin,F,(2019). Hubungan Antara Tingkat Pengetahuan Dengan Perilaku


Bullying Para santri Manrasah Aliyah pondoh pesantren Assa’adah,
skripsi. Jakarta: Psikologi uin Syarif Hidayatullah.
[Link]

Bowes, et,(2019). Intervensi Anti-intimidasi berbasis sekolah untuk remaja di


negara berpenghasilan rendah dan menegah; tinjauan sistematis

Handini, F. (2019). Hubungan Konsep Diri Dengan Kecenderungan Berperilaku


Bullying. Jakarta : Fakultas Psikologi Universitas Islam Negeri Syarif
Hidayatullah.
[Link]
[Link]

ICRW, (2017). Are scholl safe and Equel Places for Girls and Boy in Asia?
Reaserch Finding on School-related Gende-Based Violence. Thailan: Plan
Asia Regional. Jakarta : Rineka Cipa

KPAI.R,N,(2020). Data Kasus pengaduan Anak 2016-2020. Bank Data


Perlindungan Anak. [Link]
pengaduan-anak-2016-2020.

Malihah,Z,& Alfiasari,(2018). Perilaku Bullying pada Remaja dan Kaitannya


dengan Kontrol Diri dan Komunikasi Orang Tua. Jurnal Iimu Kel dan
konsling,11,(2),147-156.

Mustikasari, R. (2018). Penanganan Bullying Di SD Negeri 3 Manggung


Kecamatan Ngemplak Kabupaten Boyolali. Skripsi. Surakarta : Ilmu
Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta.

46
Notoatmodjo S,(2018). Iimu Kesehatan dan Perilaku Jakarta : Rineka Cipta

Prasetyo,E,(2019). Bullying di sekolah dan dampaknya bagi masa depan anak.


Jurnal pendidikan islam El-Tarbawi. No 1 vol IV 2019.
[Link]

Rahmadara, B. (2019). Hubungan Antara Pola Asuh Orangtua Dan Peran-peran


Dalam Perilaku Bullying Pada Siswa Sekolah Dasar. Skripsi, Depok :
Psikologi Universitas Indonesia.
[Link]

Raqqad, (2017). The Impact of School Bullying On Student’s Academic


Achievement From Teachers Point of View. International Education
Studies; Vol.10, No. 6; 2017

Sugiyono (2018). Tentang Metode Penelitian Dari Jenis Penelitian & Instrumen
Penelitian. Bandung : Alfabeta, CV. Santrock, Jhon W (2018).

SEJIWA (2018). Bullying Mengatasi Kekerasan Di Sekolah Dan Lingkungan


Sekitar. Jakarta : Grasindo.

UNESCO,(2017). School Violammnce and Bullying Status Report. Education


Sektor.

Wiyani,N,A.(2017) Save our children from school [Link]-Ruzz media


Yogyakarta.

World Health Organization,(2020a). Adolescent Mental Health.


[Link]

World Health Organization,(2020b). Violence against children.


[Link]

47
Lampiran 1

LEMBAR PENJELASAN MENGENAI PENELITIAN


Sorong ................ Agustus 2022
Kepada
Yth, Siswa-Siswi ................................
Di, -
Tempat
Syalom/Assalmu’alaikum [Link]/ selamat pagi/siang ...
Saya yang bertanda tangan di bawah ini :
Nama : Maria Furimbe
Nim : 201702052A
Pekerjaan : Mahasiswa Prodi Keperawatan STIKES Papua
Melakukan penelitian ini untuk mengetahui “Gambaran Masalah Perilaku
Bullying Pada Siswa Kelas IX di SMP Negeri 2 Rufei Kota Sorong”. Penelitian
ini merupakan salah satu syarat dalam menyelesaikan pendidikan keperawatan di
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Papua Sorong. Saya mengharapkan
partisipasi siswa-siswi dalam pengisian kuisioner secara jujur dan sesuai dengan
kenyataan yang terjadi, partisipasi siswa-siswi dalam penelitian ini bersifat
sukarela dan siswa-siswi memiliki kebebasab untuk menerima atau menolak tanpa
ada sangsi apapun, jika bersedia menjadi responden penelitian, silahkan
menandatangani lembar persetujuan sebagai bukti kesukarelaan. Terima kasih atas
partisipasi siswa-siswi sekalian.
Sorong,.......Agustus 2022
Penelitian

Maria Furimbe
NIM. 201702052A
Lampiran 2

LEMBAR PERSETUJUAN MENJADI RESPONDEN

(INFORMED CONSENT)

Judul Penelitian : Gambaran Masalah Perilaku Bullying Pada Siswa Kelas

IX Di SMP Negeri 2 Rufei Kota Sorong

Penelitian : Maria Furimbe

Nim : 201702052A

Saya yang bertanda tangan di bawah ini menyatakan bersedia untuk

berpartisipasi dalam pengumpulan data yang dilakukan oleh Mahasiswa Sekolah

Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Papua Sorong. Saya mengetahui bahwa saya

merupakan bagian dari penelitian tentang Gambaran Masalah Perilaku Bullying

Pada siswa-siswi. Saya mengetahui bahwa tidak ada resiko yang saya alami dan

saya telah diberitahukan tentang adanya kerahasiaan informasi yang diberikan.

Sorong,.........September 2022

Peneliti Responden

Maria Furimbe (.................................................)


NIM.201702052A Isikan sesuai inisial Responden
Lampiran 3

KEUSIONER PENELITIAN

GAMBARAN PERILAKU BULLYING PADA SISWA


KELAS IX DI SMP NEGERI 2 RUFEI
KOTA SORONG

Pada halaman-halaman berikut berikut disajikan sejumlah pertanyaan


mengenai kebiasaan yang anda lakukan ketika berada disekolah. Kebiasaan-
kebiasaan tersebut adalah kebiasaan dalam anda bertingkah laku dan berelasi
dengan teman sebaya anda di sekolah.

Bacalah dan pahami baik-baik setiap peryataan yang ada, kemudian pilihlah
jawaban sesuai dengan kondisi/situasi anda sendiri dengan cara menberikan tanda
centang (√) di lembar jawaban yang terpisah, pada salah satu pilihan jawaban
yang tersedia, yaitu :

SS : bila anda Sangat Sering melakukannya


S : bila anda Sering melakukannya
K : bila anda Kadang-kadang melakukannya
J : Bila anda Jarang Melakukannya

SELAMAT MENGERJAKAN

A. Identitas Responden
Nama :
Jenis Kelamin :
Umur :
B. Kuisioner
NO Pernyataan Jawaban

1 Saya suka menggunakan kata-kata sesuka saya untuk


□AS □S
merugikan teman yang tidak saya sukai
□KK □J
2 Ketika saya tidak suka dengan salah satu teman, saya
□AS □S
membuatnya malu dihadapan teman lain
□KK □J
3 Saya bertengkar mulut dengan teman lain di sekolah
□AS □S
dengan menggunakan kata-kata yang saling
menyakitkan □KK □J
4 Ketika sedang mencaci maki teman yang tidak saya
□AS □S
sukai, saya tidak bisa mengontrol tangan saya
sehingga terjadi perbuatan yang tidak diduga □KK □J
5 Ketika saya memberikan kritikan, maka kritikan yang
□AS □S
saya berikan harus membuat saya terlihat ‘lebih’
dihadapan teman lain □KK □J
6 Saya suka mengejek teman yang tidak saya sukai
□AS □S
□KK □J
7 Saya dim-diam memfitnah teman yang tidak saya
□AS □S
sukai dari belakang
□KK □J
8 Ketika saya melihat teman sedang berkelahi di
□AS □S
lingkungan sekolah, saya langsung melaporkannya
kepada guru/staff □KK □J
Saya suka melihat adik kelas yang saya rasa ‘berbeda’
9
□AS □S
dengan lirikan mata yang tajam
□KK □J
10 Saya membentak teman yang membuat saya jengkel
□AS □S
□KK □J
Saya suka membuat diri saya terlihat ‘lebih’
11
□AS □S
dibandingkan dengan teman yang lain
□KK □J
12 Saya mengejek teman saya yang berasal dari suku lain
□AS □S
□KK □J
13 Saya suka bercelutuk disaat ada jeda bapak/ibu guru
□AS □S
yang sedang mengajar di kelas
□KK □J
14 Saya suka mengejek kondisi fisik teman
□AS □S
□KK □J
15 Saya merasa bersalah saat menceritakan rahasia teman
□AS □S
yang tidak saya sukai
□KK □J
16 Saya mempengaruhi teman-teman untuk tidak
□AS □S
mencantumkan nama teman yang tidak di sukai di
kegiatan-kegiatan yang dilakukan bersama di kelas □KK □J
17 Saya berkelahi dengan teman di sekolah
□AS □S
□KK □J
18 Ketika saya marah, saya akan mendorong badan teman
□AS □S
terlebih dahulu sebelum tindakan yang lain
□KK □J
19 Saya suka menjadikan teman sebagai sasaran ejekan di
□AS □S
kelas jika ada kesempatan
□KK □J
20 Ketika saya diancam oleh teman, saya langsung
□AS □S
melapor kepada staf/guru dengan maksud untuk
menghentikan perilaku tersebut □KK □J
21 Saya memberikan isyarat-isyarat negatif dengan
□AS □S
bahasa tubuh kepada teman yang tidak disukai ketika
dia berada di sekolah (menutup hidung ketika teman □KK □J
itu sedang lewat, atau menaikkan bahu, menutup
hidung, dll)

22 Saya akan mendiamkan teman yang tidak saya sukai


□AS □S
ketika berada di kelas
□KK □J
23 Saya suka mencaci maki teman yang membuat saya
□AS □S
jengkel
□KK □J

24 Saya tidak suka meneror teman melalui telepon


□AS □S
□KK □J
25 Ketika saya mencaci maki teman yang tidak saya
□AS □S
sukai, barang-barang yang ada dihadapannya saya buat
menjadi berserakan dan berantakan □KK □J
26 Saya mempengaruhi teman yang lain untuk mengejek
□AS □S
teman yang tidak saya sukai
□KK □J
Saya tidak memberikan nama ‘khusus’ kepada teman
27
□AS □S
lain yang tidak saya sukai
□KK □J
28 Saya mengirimkan e-mail kepada teman yang tidak
□AS □S
saya sukai agar saat berada di sekolah ia menjadi
patuh terhadap saya □KK □J
29 Saya sendirian menindas teman yang tidak saya sukai
□AS □S
□KK □J
30 Saya tidak memberikan ekspresi tubuh yang
□AS □S
merendahkan teman lain karena itu dapat menyakitkan
hatinya □KK □J
31 Saya tidak suka menghina teman lain di sekolah
□AS □S
□KK □J
32 Saya tidak suka mempengaruhi teman untuk bersama-
□AS □S
sama menjauhi seorang teman yang dirasa berbeda
pandangan dengan ‘kelompok kami’ □KK □J
33 Ketika saya marah, saya memukul teman saya
□AS □S
□KK □J
34 Saya merasa tidak aman berada di lingkungan sekolah
□AS □S
karena perbuatan teman lain yang tidak menyenangkan
di sekolah □KK □J
35 Saya tidak memberikan kritik kepada teman lain
□AS □S
karena saya tahu itu bisa menyakitkan perasaanya
□KK □J
36 Saya memaki teman yang tidak saya sukai melalui
□AS □S
telepon
□KK □J
37 Saya tidak suka saat salah satu teman yang tidak
□AS □S
disukai ikut masuk dalam kelompok tugas bersama di
dalam kelas □KK □J
38 Ketika saya melihat teman sedang berkelahi di
□AS □S
lingkungan sekolah, saya berusaha untuk melerai dan
menghentikannya □KK □J
39 Saya tidak membuat surat kaleng yang berisi hal-hal
□AS □S
yang tidak benar mengenai teman yang tidak saya
sukai □KK □J
40 Ejekan saya kasar
□AS □S
□KK □J
41 Saya suka membuat teman merasa tidak nyaman
□AS □S
dengan ucapan saya
□KK □J
42 Ucapan saya tidak pernah mengganggu suasana yang
□AS □S
ada di dalam kelas
□KK □J
43 Saya tidak mengejek teman yang berbeda agama
□AS □S
dengan saya
□KK □J
44 Saya bersikap biasa saja saat teman yang tidak saya
□AS □S
sukai ada dihadapan
□KK □J
45 Ketika saya melihat teman sedang berkelahi di
□AS □S
lingkungan sekolah, saya hanya diam saja dan ikut
menonton □KK □J
46 Saya tidak mudah memberikan komentar apa saja
□AS □S
kepada teman lain
□KK □J
47 Ketika berada dalam situasi yang ramai di sekolah,
□AS □S
saya suka membuat malu seorang teman di dalam
situasi tersebut □KK □J
48 Saya melihat teman-teman sedang menghina teman
□AS □S
lain yang tidak mereka sukai dan saya tidak ikut-
ikutan mereka □KK □J
49 Saya dapat mengontrol diri saya ketika saya sedang
□AS □S
marah dengan teman lain
□KK □J
50 Saya merasa tidak nyaman saat mendiamkan salah
□AS □S
satu teman di kelas
□KK □J
51 Saya suka menyebarkan gosip tentang seorang teman
□AS □S
yang tidak saya sukai di sekolah
□KK □J
52 Saya akan puas jika menelepon dengan kasar dan
□AS □S
cepat kepada teman yang membuat saya jengkel
□KK □J
53 Ketika ada teman yang jadi malu akibat ucapan saya,
□AS □S
saya tidak mengulanginya lagi
□KK □J
54 Teman-teman saya terganggu dengan ucapan yang
□AS □S
sering saya lontarkan
□KK □J
55 Saya tidak mengirimkan e-mail apapun kepada teman
□AS □S
yang tidak saya
□KK □J
56 Saya menindas teman yang tidak saya sukai di luar
□AS □S
lingkungan sekolah
□KK □J
57 Ketika ada teman yang tidak disukai melewati lorong
□AS □S
depan kelas, saya dan teman-teman akan mengejek
dan menjulurkan lidah kepadanya dari belakang □KK □J
58 Saya tidak menjelekkan teman dekat saya di hadapan
□AS □S
teman yang lain
□KK □J
59 Saya tidak membuat gosip tentang seseorang yang
□AS □S
tidak saya sukai itu menyebar dengan cepa
□KK □J
60 Saya meneror teman yang tidak saya sukai melalui
□AS □S
telepon dengan nomor yang disembunyikan
□KK □J
61 Saya memberikan kritik kepada teman lain ketika dia
□AS □S
memiliki suatu ‘kelebihan’ dibandingkan dengan saya
□KK □J
62 Saya mendapatkan nama ejekan dari teman-teman
□AS □S
saya di sekolah
□KK □J
63 Ketika saya bercanda dengan teman lain,saya tidak
□AS □S
menggunakan kata-kata pedas untuk mencemooh-nya
□KK □J
64 Ketika menerima kabar yang tidak benar tentang
□AS □S
seorang teman, saya langsung menanyakan kepada
yang bersangkutan dan tidak menyebarkannya dahulu □KK □J
65 Saya suka merusak barang-barang kepunyaan teman
□AS □S
yang tidak saya sukai
□KK □J
66 Saya melihat dengan sinis kepada teman yang tidak
□AS □S
saya sukai ketika berpapasan di sekolah
□KK □J
67 Saya tidak mengejek teman yang berbeda tingkat
□AS □S
ekonominya dengan saya
□KK □J
68 Saya memilih bertatap muka langsung dengan teman
□AS □S
yang membuat saya jengkel dibandingkan dengan
memaki melalui telepon □KK □J
69 Saya berusaha mengajak teman yang tidak disukai di
□AS □S
kelas untuk aktif dalam kegiatan bersama di kelas
walaupun di tentang oleh teman-teman yang lain □KK □J
70 Saya tidak suka mencela teman saya untuk sekedar
□AS □S
bercanda ataupun serius
□KK □J
71 Saya sulit untuk melontarkan kata-kata yang
□AS □S
merendahkan teman lain
□KK □J
72 Ketika saya dikucilkan oleh teman-teman di sekolah,
□AS □S
saya tidak memberitahukan guru/staff yang ada di
sekolah □KK □J
73 Saya terbiasa memaki daripada memberikan kritikan
□AS □S
□KK □J
74 Saya sengaja menjelek-jelekkan teman yang tidak
□AS □S
disukai saat berada tidak jauh darinya dan disertai
tawa yang mengejek □KK □J
75 Saya tidak mendorong tubuh teman yang membuat
□AS □S
saya jengkel itu sesaat setelah berbicara dengannya
□KK □J
76 Saya mengadu-domba teman yang tidak saya sukai
□AS □S
dengan sahabatnya agar jalinan persahabatan mereka
menjadi rusak □KK □J
77 Saya dan teman-teman membuat surat kaleng berisi
□AS □S
hal-hal yang tidak kami sukai terhadap salah seorang
teman dan menyebarkannya □KK □J
78 Saya merasa sangat bersalah setelah memaki teman di
□AS □S
sekolah
□KK □J
79 Saya lebih suka untuk berbicara baik-baik
□AS □S
dibandingkan dengan langsung berkelahi/beradu fisik
□KK □J
80 Saya tidak bermaksud merusak barang-barang milik
□AS □S
teman yang tidak saya sukai saat berhadapan
dengannya □KK □J
81 Ketika saya menjadi korban perkelahian di sekolah,
□AS □S
saya langsung melaporkannya kepada guru/staff
□KK □J
82 Saya dan teman-teman mengunci teman yang tidak
□AS □S
disukai di salah satu ruangan sekolah
□KK □J
83 Saya mempengaruhi teman-teman untuk menghindari
□AS □S
teman yang tidak saya sukai di sekolah
□KK □J
84 Ketika saya menjadi korban penindasan di sekolah,
□AS □S
saya tidak akan memberitahukan orang tua
□KK □J
85 Saya melihat teman-teman membuat surat kaleng
□AS □S
untuk teman yang tidak mereka sukai
□KK □J

Terima kasih, Tuhan Berkati


SURAT IZIN PENGAMBILAN DATA AWAL
SURAT PERMOHONAN IZIN PENELITIAN
SURAT PENYELESAIAN PENELITIAN
MASTER TABEL

No Umur Kode JK Kode Kelas Kode


14 Tahun Perempuan Kelas IX A-IX E
1 1 1 1
15 Tahun Laki-laki Kelas IX F-IX K
2 2 2 2
14 Tahun Laki-laki
3 1 2
14 Tahun Perempuan
4 1 1
14 Tahun Perempuan
5 1 1
15 Tahun Perempuan
6 2 1
15 Tahun Laki-laki
7 2 2
15 Tahun Laki-laki
8 2 2
15 Tahun Laki-laki
9 2 2
15 Tahun Perempuan
10 2 1
14 Tahun Perempuan
11 1 1
14 Tahun Perempuan
12 1 1
15 Tahun Laki-laki
13 2 2
15 Tahun Laki-laki
14 2 2
15 Tahun Laki-laki
15 2 2
14 Tahun Perempuan
16 1 1
14 Tahun Perempuan
17 1 1
15 Tahun Perempuan
18 2 1
15 Tahun Laki-laki
19 2 2
14 Tahun Laki-laki
20 1 2
14 Tahun Perempuan
21 1 1
14 Tahun Perempuan
22 1 1
14 Tahun Laki-laki
23 1 2
15 Tahun Laki-laki
24 2 2
15 Tahun Perempuan
25 2 1
14 Tahun Perempuan
26 1 1
14 Tahun Laki-laki
27 1 2
15 Tahun Laki-laki
28 2 2
15 Tahun Perempuan
29 2 1
15 Tahun Perempuan
30 2 1
14 Tahun Laki-laki
31 1 2
14 Tahun Laki-laki
32 1 2
15 Tahun Perempuan
33 2 1
REKAPITULASI KUESIONER

Kekerasan Verbal
Sub Aspek a.1 Aspek a.2 Aspek a.3 Aspek a.4 Aspek a.5 Aspek a.6
No Kelas
1 20 34 41 2 47 53 27 62 11 71 13 19 42 54 3 40 63
1 A1 1 2 3 1 4 1 4 4 4 1 4 4 2 4 1 1 1 4
2 A2 1 2 3 1 1 1 1 1 3 1 1 1 1 1 1 1 1 1
3 A3 2 3 3 2 3 2 3 2 3 3 3 2 3 2 3 1 1 4
4 B1 3 2 1 2 1 1 1 3 2 1 2 3 3 2 3 1 1 3
5 B2 3 4 3 2 4 3 3 2 1 2 3 3 3 3 2 3 2 3
6 B3 1 2 1 1 1 1 4 4 2 1 4 1 1 4 2 1 1 4
7 C1 2 4 4 2 1 1 2 4 4 1 2 3 1 3 1 1 1 3
8 C2 1 4 4 1 1 1 4 3 1 1 4 4 4 1 1 1 3 4
9 C3 2 3 1 2 1 1 4 3 3 1 4 1 1 4 1 2 2 3
10 D1 1 2 1 1 1 1 2 4 1 2 1 1 1 1 1 1 1 1
11 D2 1 2 1 2 4 3 1 4 3 1 1 4 4 1 1 4 4 3
12 D3 1 3 3 1 1 4 3 4 4 1 2 1 1 3 2 1 1 2
13 E1 4 4 4 4 3 3 3 4 1 3 2 3 3 3 3 4 4 2
14 E2 3 4 4 3 3 2 1 4 4 3 1 4 4 2 3 3 4 4
15 E3 3 3 3 3 3 3 3 3 1 3 1 3 3 3 3 3 3 1
16 F1 3 2 1 1 3 3 4 2 2 4 3 4 3 1 3 3 3 2
17 F2 4 4 3 3 3 3 4 3 1 3 4 3 3 2 3 3 4 4
18 F3 3 3 3 3 3 3 1 4 2 3 3 3 3 3 2 3 3 2
19 G1 4 4 3 2 2 2 4 3 1 2 4 2 3 2 2 1 1 4
20 G2 1 2 3 1 3 4 4 4 4 1 4 4 2 4 1 1 1 1
21 G3 1 2 3 1 3 3 3 1 3 1 1 1 1 1 1 1 1 4
22 H1 2 3 3 2 3 2 1 2 3 3 3 2 3 2 3 1 1 3
23 H2 3 2 1 2 4 4 3 3 2 1 2 3 3 2 3 3 2 3
24 H3 3 4 3 2 3 3 3 2 1 2 3 3 3 3 2 1 1 4
25 I1 1 2 1 1 3 2 1 4 2 2 1 1 1 4 2 1 1 3
26 I2 2 4 4 2 4 4 3 4 4 1 1 3 1 3 1 1 1 3
27 I3 1 4 4 1 3 3 3 3 1 1 2 4 4 1 1 1 3 4
28 J1 2 3 1 2 2 3 3 3 3 3 2 1 1 3 2 2 2 3
29 J2 1 2 1 1 3 2 1 4 1 3 1 3 3 3 3 1 1 1
30 J3 1 2 1 2 3 4 3 4 3 3 1 4 4 2 3 4 4 3
31 K1 1 3 3 1 1 2 4 4 4 4 3 3 3 3 3 1 1 2
32 K2 4 4 3 2 2 4 4 4 2 3 4 4 3 1 3 4 4 2
33 K3 1 2 3 1 4 4 3 4 4 3 3 3 3 2 3 3 4 4

Aspek a.7 Aspek a.8 Aspek a.9 Aspek a.10


6 14 26 31 46 48 70 10 5 35 61 24 36 52 60 68
1 4 1 4 4 4 4 2 2 4 41 4 1 1 1 1
1 1 1 1 2 1 1 2 1 1 1 1 1 1 1 3
2 1 3 2 2 2 3 1 2 2 1 1 4 3 3 2
4 2 1 1 1 3 4 3 3 4 1 3 1 1 1 4
2 2 1 4 3 2 3 2 2 2 4 4 2 1 3 3
1 1 1 4 4 4 4 2 1 4 1 1 1 1 1 1
1 1 1 4 1 4 2 1 1 2 1 4 1 1 1 3
2 2 1 4 3 4 4 3 1 1 1 4 4 1 1 1
3 3 1 3 3 3 3 4 1 3 1 4 1 1 1 1
2 1 2 1 1 1 1 2 1 1 1 4 1 1 1 4
4 3 3 3 1 1 2 4 4 3 4 2 4 3 3 4
1 1 1 1 3 4 1 2 4 1 4 1 4 3 3 4
3 3 3 3 2 2 2 4 3 4 3 4 3 3 3 3
4 3 3 2 4 1 4 4 3 1 3 4 3 3 3 3
4 3 3 1 1 1 2 4 3 3 3 1 4 4 4 3
3 3 3 3 2 2 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3
4 3 3 3 1 2 4 3 2 2 3 4 3 3 3 3
2 2 2 2 2 4 2 2 2 2 2 1 2 2 2 2
1 4 1 4 4 4 4 3 2 2 4 3 1 1 1 4
1 1 1 1 2 1 1 4 1 4 1 4 2 1 3 3
2 1 3 2 2 2 3 2 1 2 1 1 1 1 1 1
4 2 1 1 1 3 4 4 1 1 1 4 1 1 1 3
2 2 1 4 3 2 3 2 1 3 1 4 4 1 1 1
1 1 1 4 4 4 4 4 1 1 1 4 1 1 1 1
1 1 1 4 1 4 2 4 4 3 4 4 1 1 1 4
2 2 1 4 3 4 4 4 4 1 4 4 1 1 1 1
1 4 1 4 4 4 4 3 3 4 3 1 1 1 1 3
1 1 1 1 2 1 1 2 1 1 1 1 4 3 3 2
2 1 3 2 2 2 3 1 2 2 1 3 1 1 1 4
4 2 1 1 1 3 4 3 3 4 1 4 2 1 3 3
3 3 1 3 3 3 3 4 2 2 4 1 1 1 1 1
2 1 2 1 1 1 1 2 1 4 1 4 1 1 1 3
4 3 3 3 1 1 2 4 1 2 1 4 4 1 1 1

Aspek a.11 Aspek a.12


Total Kategori Kode
4 23 25 49 73 75 78 80 12 43 67
1 1 1 1 1 4 4 4 1 4 4 151 Rendah 1
1 1 1 2 1 1 1 1 1 1 1 55 Rendah 1
3 4 2 1 4 2 3 3 2 1 1 105 Rendah 1
1 3 1 1 1 4 1 4 1 1 1 91 Rendah 1
2 1 1 3 1 2 3 3 3 4 3 115 Rendah 1
1 1 1 4 1 4 2 4 1 1 1 89 Rendah 1
1 1 1 2 1 4 2 2 1 4 2 90 Rendah 1
1 3 1 1 1 4 4 4 1 4 4 108 Rendah 1
1 1 1 2 1 3 2 2 1 2 4 95 Rendah 1
1 1 1 1 1 1 1 4 1 1 4 66 Rendah 1
4 3 3 1 4 4 4 4 3 1 4 127 Rendah 1
4 4 3 1 4 2 2 2 3 2 1 104 Rendah 1
4 3 3 1 4 3 4 1 3 4 4 139 Rendah 1
3 3 3 3 3 4 1 1 3 1 1 130 Rendah 1
3 3 4 3 4 1 2 2 3 2 1 120 Rendah 1
3 3 3 3 4 4 4 4 3 2 2 129 Rendah 1
3 3 3 2 3 4 1 1 3 4 1 131 Rendah 1
2 2 1 3 2 4 1 2 2 1 2 105 Rendah 1
1 1 1 2 1 4 2 2 2 1 1 107 Rendah 1
1 3 1 1 1 4 4 4 1 1 1 98 Rendah 1
1 1 1 2 1 3 2 2 3 4 3 81 Rendah 1
1 1 1 1 1 1 1 4 1 1 1 89 Rendah 1
4 3 3 1 4 4 4 4 1 4 2 115 Rendah 1
4 4 3 1 4 2 2 2 1 4 4 111 Rendah 1
1 1 1 4 1 4 2 4 1 2 4 98 Rendah 1
1 1 1 2 1 4 2 2 1 1 4 107 Rendah 1
1 3 1 1 1 4 4 4 3 1 4 113 Rendah 1
1 1 1 2 1 3 2 2 3 2 2 87 Rendah 1
1 1 1 1 1 4 4 4 3 4 1 91 Rendah 1
1 1 1 2 1 1 1 1 2 1 2 105 Rendah 1
3 4 2 1 4 2 3 3 2 1 1 108 Rendah 1
1 3 1 1 1 4 1 4 1 1 1 103 Rendah 1
2 1 1 3 1 2 3 3 3 4 3 116 Rendah 1
Kekerasan Verbal Tidak Langsung
Sub Aspek b.1 Aspek b.2 Aspek b.3
No Kelas Total Kategori Kode
7 51 59 64 72 83 28 55 39 77 85
1 A1 1 2 3 1 4 1 1 4 4 4 1 26 Rendah 1
2 A2 1 2 3 1 3 3 1 1 1 3 1 20 Rendah 1
3 A3 2 3 3 2 4 2 2 3 2 3 3 29 Rendah 1
4 B1 3 2 1 2 1 1 1 1 3 2 2 19 Rendah 1
5 B2 3 4 3 2 2 1 3 3 2 1 1 25 Rendah 1
6 B3 4 2 1 1 1 1 1 4 4 2 2 23 Rendah 1
7 C1 2 4 4 2 2 1 1 2 4 4 2 28 Rendah 1
8 C2 4 4 4 1 3 1 1 4 3 1 3 29 Rendah 1
9 C3 2 3 1 2 4 1 1 4 3 3 4 28 Rendah 1
10 D1 3 2 1 1 4 3 1 2 4 1 1 23 Rendah 1
11 D2 1 2 1 2 4 3 3 1 4 3 1 25 Rendah 1
12 D3 3 3 3 1 1 3 4 3 4 4 4 33 Rendah 1
13 E1 4 4 4 4 2 1 3 3 4 1 1 31 Rendah 1
14 E2 3 4 4 3 3 3 2 1 4 4 1 32 Rendah 1
15 E3 3 3 3 3 4 1 3 3 3 1 2 29 Rendah 1
16 F1 3 2 1 1 2 1 3 4 2 2 2 23 Rendah 1
17 F2 4 4 3 3 2 2 3 4 3 1 3 32 Rendah 1
18 F3 3 3 3 3 2 4 3 1 4 2 4 32 Rendah 1
19 G1 4 4 3 2 3 2 2 4 3 1 2 30 Rendah 1
20 G2 1 2 3 1 4 4 4 4 4 4 1 32 Rendah 1
21 G3 1 2 3 1 3 2 3 3 1 3 1 23 Rendah 1
22 H1 2 3 3 2 4 2 2 1 2 3 1 25 Rendah 1
23 H2 3 2 1 2 3 3 4 3 3 2 2 28 Rendah 1
24 H3 3 4 3 2 2 1 3 3 2 1 2 26 Rendah 1
25 I1 1 2 1 1 4 2 2 1 4 2 3 23 Rendah 1
26 I2 2 4 4 2 3 3 4 3 4 4 2 35 Rendah 1
27 I3 1 4 4 1 2 2 3 3 3 1 3 27 Rendah 1
28 J1 2 3 1 2 1 1 3 3 3 3 3 25 Rendah 1
29 J2 1 2 1 1 1 1 2 1 4 1 1 16 Rendah 1
30 J3 1 2 1 2 2 4 4 3 4 3 1 27 Rendah 1
31 K1 1 3 3 1 3 3 2 4 4 4 1 29 Rendah 1
32 K2 4 4 3 2 4 4 4 4 4 2 2 37 Rendah 1
33 K3 1 2 3 1 3 4 4 3 4 4 2 31 Rendah 1
Kekerasan Fisik Langsung
Sub Aspek c.1 Total Kategori Kode
No Kelas
8 17 18 29 33 38 45 56 65 79 81 83 84
1 A1 1 2 3 1 4 1 1 1 4 1 4 4 1 28 Sedang 2
2 A2 1 2 3 1 3 3 1 1 1 1 1 3 1 22 Rendah 1
3 A3 2 3 3 2 4 2 1 2 3 2 2 3 3 32 Sedang 2
4 B1 3 2 1 2 1 1 2 1 1 2 3 2 2 23 Rendah 1
5 B2 3 4 3 2 2 1 1 3 3 2 2 1 1 28 Sedang 2
6 B3 4 2 1 1 1 1 3 1 4 3 4 2 2 29 Sedang 2
7 C1 2 4 4 2 2 1 3 1 2 2 4 4 2 33 Sedang 2
8 C2 4 4 4 1 3 1 2 1 4 1 3 1 3 32 Sedang 2
9 C3 2 3 1 2 4 1 3 1 4 2 3 3 4 33 Sedang 2
10 D1 3 2 1 1 4 3 4 1 2 2 4 1 1 29 Sedang 2
11 D2 1 2 1 2 4 3 2 3 1 2 4 3 1 29 Sedang 2
12 D3 3 3 3 1 1 3 4 4 3 3 4 4 1 37 Sedang 3
13 E1 4 4 4 4 2 1 2 3 3 3 4 1 1 36 Sedang 2
14 E2 3 4 4 3 3 3 2 2 1 3 4 4 1 37 Sedang 2
15 E3 3 3 3 3 4 1 3 3 3 3 3 1 2 35 Sedang 2
16 F1 3 2 1 1 2 1 3 3 4 4 2 2 2 30 Sedang 2
17 F2 4 4 3 3 2 2 4 3 4 2 3 1 3 38 Sedang 2
18 F3 3 3 3 3 2 4 3 3 1 2 4 2 4 37 Sedang 2
19 G1 4 4 3 2 3 2 2 2 4 2 3 1 2 34 Sedang 2
20 G2 1 2 3 1 4 4 3 4 4 2 4 4 1 37 Sedang 2
21 G3 1 2 3 1 3 2 3 3 3 3 1 3 1 29 Sedang 2
22 H1 2 3 3 2 4 2 3 2 1 2 2 3 1 30 Sedang 2
23 H2 3 2 1 2 3 3 3 4 3 2 3 2 2 33 Sedang 2
24 H3 3 4 3 2 2 1 4 3 3 1 2 1 2 31 Sedang 2
25 I1 1 2 1 1 4 2 2 2 1 2 4 2 3 27 Sedang 2
26 I2 2 4 4 2 3 3 2 4 3 1 4 4 2 38 Sedang 2
27 I3 1 4 4 1 2 2 3 3 3 1 3 1 3 31 Sedang 2
28 J1 2 3 1 2 1 1 3 3 3 1 3 3 3 29 Sedang 2
29 J2 1 2 1 1 1 1 1 2 1 2 4 1 1 19 Rendah 1
30 J3 1 2 1 2 2 4 1 4 3 2 4 3 1 30 Sedang 2
31 K1 1 3 3 1 3 3 1 2 4 2 4 4 1 32 Sedang 2
32 K2 4 4 3 2 4 4 1 4 4 3 1 2 2 38 Sedang 3
33 K3 1 2 3 1 3 4 1 4 3 2 4 4 2 34 Sedang 2
Kekerasan Rasional
Aspek
No Kls Sub Aspek a.1 b.2 Aspek c.3 Aspek d.4 Total Kategori Kode
9 21 30 44 57 66 47 22 50 16 32 37 69 15 58 76
1 A1 1 2 3 1 2 4 1 1 4 2 1 4 2 2 4 1 35 Sedang 2
2 A2 1 2 3 1 2 1 1 2 1 1 1 1 2 1 1 1 22 Rendah 1
3 A3 2 3 3 2 1 3 2 2 2 1 3 3 3 3 2 3 38 Sedang 2
4 B1 3 2 1 2 1 1 1 2 3 2 1 2 1 3 2 3 30 Rendah 1
5 B2 3 4 3 2 1 4 3 1 2 2 2 3 1 3 3 2 39 Sedang 2
6 B3 1 2 1 1 4 1 1 3 4 3 1 4 1 1 4 2 34 Sedang 2
7 C1 2 4 4 2 3 1 1 3 4 3 1 2 1 1 3 1 36 Sedang 2
8 C2 1 4 4 1 3 1 1 4 3 2 1 4 2 4 1 1 37 Sedang 2
9 C3 2 3 1 2 3 1 1 1 3 2 1 4 2 1 4 1 32 Sedang 2
10 D1 1 2 1 1 2 1 1 1 4 1 2 1 2 1 1 1 23 Rendah 1
11 D2 1 2 1 2 1 4 3 2 4 1 1 1 3 4 1 1 32 Sedang 2
12 D3 1 3 3 1 1 1 4 3 4 1 1 2 3 1 3 2 34 Sedang 2
13 E1 2 1 4 1 1 2 1 4 3 1 2 3 4 3 3 3 38 Sedang 2
14 E2 3 4 4 3 2 3 2 3 4 2 3 1 1 4 2 3 44 Sedang 2
15 E3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 2 3 1 2 3 3 3 45 Sedang 2
16 F1 3 2 1 1 4 3 3 2 2 1 4 3 1 3 1 3 37 Sedang 2
17 F2 4 4 3 3 4 3 3 2 3 1 3 4 3 3 2 3 48 Sedang 2
18 F3 3 3 3 3 3 3 3 1 4 1 3 3 3 3 3 2 44 Sedang 2
19 G1 4 4 3 2 4 2 2 1 3 1 2 4 4 3 2 2 43 Sedang 2
20 G2 1 2 3 1 2 3 4 1 4 2 1 4 1 2 4 1 36 Sedang 2
21 G3 1 2 3 1 2 3 3 1 1 3 1 1 1 1 1 1 26 Rendah 1
22 H1 2 3 3 2 3 3 2 3 2 3 3 3 1 3 2 3 41 Sedang 2
23 H2 3 2 1 2 2 4 4 3 3 3 1 2 1 3 2 3 39 Sedang 2
24 H3 3 4 3 2 2 3 3 3 2 3 2 3 1 3 3 2 42 Sedang 2
25 I1 1 2 1 1 1 3 2 4 4 4 2 1 2 1 4 2 35 Sedang 2
26 I2 2 4 4 2 1 4 4 4 4 4 1 1 2 1 3 1 42 Sedang 2
27 I3 1 4 4 1 1 3 3 3 3 2 1 2 3 4 1 1 37 Sedang 2
28 J1 2 3 1 2 1 2 3 2 3 2 3 2 3 1 3 2 35 Sedang 2
29 J2 1 2 1 1 3 3 2 2 4 2 3 1 3 3 3 3 37 Sedang 2
30 J3 1 2 1 2 2 3 4 3 4 1 3 1 4 4 2 3 40 Sedang 2
31 K1 1 3 3 1 2 1 2 4 4 1 4 3 2 3 3 3 40 Sedang 2
32 K2 4 4 3 2 2 2 4 3 4 1 3 4 3 3 1 3 46 Sedang 2
33 K3 1 2 3 1 2 4 4 3 4 3 3 3 2 3 2 3 43 Sedang 2
HASIL UJI STATISTIK

Frequencies

Statistics
Kekerasan Kekeras Kekera
Jenis Kekeras Verbal an Fisik san
Umu Kelami an Tidak Langsun Rasion
r n Kelas Verbal Langsung g al
N Valid 33 33 11 33 33 33 33
Missin
0 0 22 0 0 0 0
g
Mean 1,52 1,48 6,00 1,00 1,00 1,97 1,88
Std. Error of
,088 ,088 1,000 ,000 ,000 ,069 ,058
Mean
Median 2,00 1,00 6,00 1,00 1,00 2,00 2,00
Mode 2 1 1a 1 1 2 2
Std.
,508 ,508 3,317 ,000 ,000 ,394 ,331
Deviation
Variance 11,00
,258 ,258 ,000 ,000 ,155 ,110
0
Range 1 1 10 0 0 2 1
Minimum 1 1 1 1 1 1 1
Maximum 2 2 11 1 1 3 2
Sum 50 49 66 33 33 65 62
a. Multiple modes exist. The smallest value is shown

Frequency Table

Umur
Frequenc Valid Cumulative
y Percent Percent Percent
Vali 14 Tahun 16 48,5 48,5 48,5
d 15 Tahun 17 51,5 51,5 100,0
Total 33 100,0 100,0
Jenis Kelamin
Frequenc Valid Cumulative
y Percent Percent Percent
Vali Perempuan 17 51,5 51,5 51,5
d Laki-laki 16 48,5 48,5 100,0
Total 33 100,0 100,0

Kelas
Frequenc Valid Cumulative
y Percent Percent Percent
Valid Kelas IX A 1 3,0 9,1 9,1
Kelas IX B 1 3,0 9,1 18,2
Kelas IX C 1 3,0 9,1 27,3
Kelas IX D 1 3,0 9,1 36,4
Kelas IX E 1 3,0 9,1 45,5
Kelas IX F 1 3,0 9,1 54,5
Kelas IX G 1 3,0 9,1 63,6
Kelas IX H 1 3,0 9,1 72,7
Kelas IX I 1 3,0 9,1 81,8
Kelas IX J 1 3,0 9,1 90,9
Kelas IX K 1 3,0 9,1 100,0
Total 11 33,3 100,0
Missin System
22 66,7
g
Total 33 100,0

Kekerasan Verbal
Frequenc Valid Cumulative
y Percent Percent Percent
Valid Rendah 33 100,0 100,0 100,0

Kekerasan Verbal Tidak Langsung


Frequenc Valid Cumulative
y Percent Percent Percent
Valid Rendah 33 100,0 100,0 100,0
Kekerasan Fisik Langsung
Frequenc Valid Cumulative
y Percent Percent Percent
Vali Rendah 3 9,1 9,1 9,1
d Sedang 28 84,8 84,8 93,9
Tinggi 2 6,1 6,1 100,0
Total 33 100,0 100,0

Kekerasan Rasional
Frequenc Valid Cumulative
y Percent Percent Percent
Vali Rendah 4 12,1 12,1 12,1
d Sedang 29 87,9 87,9 100,0
Total 33 100,0 100,0
DEKUMENTASI

Anda mungkin juga menyukai