GAMBARAN MASALAH PERILAKU BULLYING
PADA SISWA KELAS IX DI SMP NEGERI 2 RUFEI
KOTA SORONG
SKRIPSI
Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan
Untuk Mencapai Gelar Sarjana Strata Satu (S1)
Program Studi Ilmu Keperawatan
Disusun Oleh :
MARIA FURIMBE
201702052A
YAYASAN PEMBERDAYAAN MASYAAKAT PAPUA (YPMP)
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN (STIKES) PAPUA
PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
SORONG
2022
GAMBARAN MASALAH PERILAKU BULLYING
PADA SISWA KELAS IX DI SMP NEGERI 2 RUFEI
KOTA SORONG
SKRIPSI
Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan
Untuk Mencapai Gelar Sarjana Strata Satu (S1)
Program Studi Ilmu Keperawatan
Disusun Oleh :
MARIA FURIMBE
201702052A
YAYASAN PEMBERDAYAAN MASYAAKAT PAPUA (YPMP)
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN (STIKES) PAPUA
PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
SORONG
2022
ii
LEMBAR PERSETUJUAN
Skripsi ini telah dipertahankan Tim penguji Skripsi dan telah disetujui
untuk di perbanyak sebagai salah satu persyaratan untuk mendapatkan gelar
Sarjana Ilmu Keperawatan pada Program Studi Ilmu Keperawatan Sekolah Tinggi
Ilmu Kesehatan (STIKES ) Papua.
Sorong, 22 November 2022
Tim Pembimbing
Pembimbing Utama Pembimbing Pendamping
Ns. Rina Hardiyanti, [Link]. [Link] Ns. Wahyuni Maria P, H, [Link], [Link]
NIDN : 1413029201 NIDN : 0906069201
Mengetahui :
Ketua Program Studi Ilmi Keperawatan
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Papua
Ns. Triani Banna, [Link]., [Link].
NIDN. 122805870
iii
LEMBAR PENGESAHAN
GAMBARAN TINGKAT KECEMASAN PADA PASIEN
PRE OPERASI BEDAH ELEKTIF DI RUANG MELATI
RSUD SELE BE SOLU KOTA SORONG
Yang dipersiapakan dan disusun oleh
MARIA FURIMBE
NIM. 201702052A
Telah Dipertahankan di Depan Dewan Penguji
Pada Hari/Tanggal : 22 November 2022
Dan dinyatakan telah memenuhi syarat
Pembimbing Utama Pembimbing Pendamping
Ns. Rina Hardiyanti, [Link]. [Link] Ns. Wahyuni Maria P, H, [Link], [Link]
NIDN : 1413029201 NIDN : 0906069201
Tim Penguji
1. Ns. Novita Mansoben, [Link]., [Link]. 1.……………............
2. Ns. Irfandi Rahman, [Link]., [Link]. 2………....……....
3. Ns. Maylar Gurning, [Link]., [Link]. 3………....……....
Sorong, 22 November 2022
Program Sarjana
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Papua
KETUA
Dr. Marten Sagrim, SKM., [Link].
NIDK: 9912003020
iv
PERNYATAAN KEASLIAN SKRIPSI
Yang bertanda tangan di bahwa ini :
Nama : MARIA FURIMBE
NIM : 201702052A
Program Studi : ILMU KEPERAWATAN
Menyatakan dengan ini sebenarnya bahwa skripsi yang saya tulis ini
benar-benar merupakan hasil karya sendiri. Bukan merupakan pengambilan
tulisan atau pemikiran orang lain. Apabila kemudian hari terbukti atau dapat
dibuktikan bahwa sebagai atau keseluruhan skripsi ini hasil karya orang lain, saya
bersedia menerima sanksi atas perbuatan saya.
Sorong, 22 November 2022
Yang menyatakan,
Materai 1000
MARIA FURIMBE
v
MOTTO
Percayakanlah Segala Usahamu Kepada TUHAN Maka Rencanamu Akan
Berhasil
Amsal 6:3
vi
LEMBAR PERSEMBAHAN
Puji syukur saya panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas berkat dan
rahmat serta penyertaannya kepada saya.
Saya persembahkan karya ini untuk :
Yang tercinta kedua orang tua saya yang selalu memberikan doa, dukungan dan
motivasi kepada saya selama ini.
Yang tersayang saudara/saudari yang selalu mendoakan, membantu, memotivasi
dan memberi dukungan kepada saya.
Semoga Tuhan Yesus memberikan balasan yang lebih kepada mereka yang telah
dengan ikhlasnya membantu saya, sehingga saya mempersembahkan skripsi ini
kepada mereka yang telah berjasa dalam membantu memperoleh gelar Sarjana
Keperawatan ini, terima kasih.
vii
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN (STIKES) PAPUA
PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
MARIA FURIMBE
201702052A
GAMBARAN MASALAH PERILAKU BULLYING PADA SISWA KELAS
IX DI SMP NEGERI 2 RUFEI
KOTA SORONG
(xvii + 47 halaman + 12 tabel + 1 gambar + 4 lampiran)
ABSTRAK
Saat ini bullying menjadi sorotan lembaga internasional salah satunya yaitu
Plan International Center For Research On Women (ICRW) di 5 negara Asia
yakni Vietnam (79 %), Kamboja (73%), Nepal (79 %), Pakistan (43 %) dan
Indonesia (84%).
Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengetahui gambaran perilaku bullying
pada pelajar di Smp Negeri 2 Rufei Kota Sorong.(2)Mengetahui jenis perilaku
bullying pada pelajar SMP Negeri 2 Rufei Kota Sorong.(3)Mengetahui kejadian
bullying berdasarkan karakteristik responden pada siswa di SMP Negeri 2 Rufei
Kota Sorong.
Jenis penelitian kuantitatif alat pengumpul data yang digunakan adalah
kuesioner dengan masalah perilaku [Link] penelitian ini adalah para
siswa-siswi SMP Negeri 2 Rufei tahun 2022 dengan populasi 33 siswa.
Hasil penelitian kejadian bullying kekerasan verbal pada pelajar kelas ix
smp negeri 2 rufei adalah rendah 33(100%), kejadian bullying kekerasan verbal
tidak langsung rendah 33(100%),kejadian bulluing kekerasan fisik langsung
sedang 28(84,8),kejadian bullying kekerasan rasional sedang 29(87,9). Peneliti
melihat, meski lingkungan sekolah berada di daerah pusat kota, suasana belajar
yang kondusif mampu diciptakan pengelola sekolah bagi peserta didik. Dalam
praktik pendidikan, pengelola sekolah memberlakukan sistem poin bagi para
siswa yang melanggar peraturan dan tata tertib sekolah. Semakin banyak seorang
siswa melakukan pelanggaran peraturan dan tata tertib, semakin banyak poin
yang ia dapat.
Kata kunci : Perilaku, Bullying, Siswa
Jumlah pusta : 20 (2017-2020)
viii
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Tuhan yang maha Esa atas segala anugerah dan
rahmatnya sehingga penulis dapat menyelesaikan proposal dengan judul
“Gambaran Masalah Perilaku Bullying Pada Siswa Kelas IX Di SMP Negeri 2
Rufei Kota Sorong” proposal ini disusun sebagai salah satu syarat untuk
mengerjakan skripsi pada program Strata-1 jurusan ilmu keperawatan.
Penulis menyadari proses penulisan dan penyusunan skripsi penelitian ini
mendapatkan banyak bantuan dan arahan dari berbagai pihak sehingga tugas akhir
ini dapat terselesaikan. Ucapan terima kasih penulis sampaikan kepada pihak yang
telah memberikan bantuan, bimbingan dan dukungan dalam propes penyelesaian
proposal penelitian ini, sebagai berikut :
1. Drs. Hendrik Sagrim, [Link]., selaku Ketua Yayasan Pemberdayaan
Masyarakat Papua (YPMP), yang telah menyediakan dan memfasilitasi
kampus STIKES Papua sehingga penulis dapat menempuh pendidikan
hingga dapat menyusun tugas akhir.
2. Dr. Marthen Sagrim. SKM., [Link], selaku Ketua Yayasan Tinggi Ilmu
Kesehatan (STIKES) Papua yang telah menyediakan sarana dan prasarana
sehingga peneliti dapat mengikuti pendidikan di kampus STIKES Papua.
3. Ns. Triani Banna, [Link]., [Link] selaku Ketua Program Studi Ilmu
Keperawatan, yang telah mendidik, menasehati, dan memberikan motivasi
selama perkuliahan hingga penyusunan tugas akhir.
ix
4. Ns. Rina Hardiyanti, [Link]., [Link], selaku dosen pembimbing utama
yang senantiasa memberikan waktu untuk membimbing, motivasi dan
memberikan masukan dalam penulisan Skripsi ini.
5. Ns. Wahyuni M. P. Hutomo, [Link]., [Link], selaku dosen pembimbing
pendamping yang memberikan masukan, motivasi, dan saran dalam
penulisan Skripsi ini.
6. Ns. Novita Mansoben, [Link]., [Link], selaku ketua penguji yang telah
banyak memberikan masukan dan saran sehingga peneliti dapat
menyelesaikan Skripsi ini.
7. Ns. Irfandi Rahman, [Link]., [Link], selaku anggota penguji yang telah
memberikan masukan dan saran dalam penyusunan Skripsi ini.
8. Ns. Maylar Gurning, [Link]., [Link], selaku anggota penguji yang telah
memberikan masukan dan saran dalam penyusun Skripsi ini.
9. Kepala Sekolah serta seluruh staf SMP Negeri 2 Rufei Kota Sorong, yang
telah bersedia menerima dan memfasilitasi penulis pada saat pengambilan
data awal.
10. Seluruh responden (Bpk/ibu/saudara/i) yang telah memberikan waktu
untuk di teliti.
11. Seluruh dosen (STIKES) Papua Jurusan Ilmu Keperawatan atas ilmu
pengetahuan yang diberikan kepada penulis selama mengikuti pendidikan.
x
12. Rekan-rekan seperjuangan kelas regular Ilmu Keperawatan Angkatan
2017, yang telah memberikan motivasi dan dorongan dalam
menyelesaikan Skripsi ini.
13. Ayah, ibu, kakak, adik dan seluruh keluarga besar yang telah memberi
didikan, motivasi, dukungan, serta, bantuan selama penulis melakukan
pendidikan di kampus STIKES Papua hingga dapat menyelesaikan
penyusunan Skripsi ini.
Penulis menyadari bahwa proposal penelitian ini masih jauh dari
sempurna, oleh karena itu, dengan rendah hati penulis mengharapkan
bantuan, kritikan dan saran yang bersifat membangun. Dari semua pihak
demi kesempurnaan Skripsi ini.
Sorong, 22 November 2022
Penulis
xi
DAFTAR ISI
HALAMAN SAMPUL ............................................................................... i
HALAMAN JUDUL .................................................................................. ii
LEMBAR PERSETUJUAN ...................................................................... iii
LEMBAR PENGESAHAN ........................................................................ iv
PERNYATAAN KEASLIAN SKRIPSI .................................................... v
MOTTO ...................................................................................................... vi
LEMBAR PERSEMBAHAN ..................................................................... vii
ABSTRAK .................................................................................................. viii
KATA PENGANTAR ............................................................................... ix
DAFTAR ISI .............................................................................................. xii
DAFTAR TABEL ...................................................................................... xiv
DAFTAR GAMBAR .................................................................................. xv
DAFTAR LAMPIRAN ............................................................................... xvi
DAFTAR SINGKATAN ............................................................................. xvii
BAB I PENDAHULUAN ............................................................................ 1
A. Latar Belakang ................................................................................. 1
B. Pertanyaan Masalah ......................................................................... 5
C. Tujuan Penelitian ............................................................................. 5
D. Manfaat Penelitian ........................................................................... 6
BAB II TINJAUAN PUSTAKA ................................................................. 7
A. Tinjauan Umum Tentang Perilaku ................................................... 7
B. Tinjauan Umum Tentang Bullying .................................................. 8
C. Tinjauan Umum Tentang Jenis-Jenis Bullying ................................. 9
D. Tinjauaan Umum Tentang Factor-Faktor Bullying........................... 10
E. Tinjauan Umum Tentang Factor Penyebab Bullying ........................ 12
F. Tinjauan Umum Peran Perilaku Bullying ........................................ 14
G. Kerangkah Teori ............................................................................. 23
H. Definisi Operasional ........................................................................ 24
xii
BAB III METODE PENELITIAN ............................................................. 25
A. Jenis Penelitian ............................................................................. 25
B. Lokasi dan Waktu Penelitian ......................................................... 25
C. Populasi dan Sampel .................................................................... 26
D. Teknik Sampling ........................................................................... 27
E. Instrument Penelitian .................................................................... 28
F. Pengumpulan Data ........................................................................ 31
G. Pengelolaan Data dan Analisis Data .............................................. 31
H. Etika Penelitian ............................................................................. 35
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ............................. 36
A. Hasil Penelitian ............................................................................. 36
B. Pembahasan .................................................................................. 40
BAB V PENUTUP ...................................................................................... 44
A. Kesimpulan ................................................................................... 44
B. Saran............................................................................................. 44
DAFTAR PUSTAKA .................................................................................. 46
LAMPIRAN
xiii
DAFTAR TABEL
Tabel 3.1 Kisi-Kisi Perilaku Bullying
Tabel 3.2 Pengolahan Tingkat Perilaku Bullying
Tabel 3.3 Penggolongan Tingkat Perilaku Bullying Verbal
Tabel 3.4 Penggolongan Tingkat Perilaku Bullying Fisik
Tabel 3.5 Penggolongan Tingkat Perilaku Bullying Rasional
Tabel 4.1 Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Golongan Umur
Di SMP Negeri 2 Rufei Kota Sorong Tahun 2022.
Tabel 4.2 Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Golongan Jenis
Kelamin Di SMP Negeri 2 Rufei Kota Sorong Tahun 2022.
Tabel 4.3 Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Kelas
Di SMP Negeri 2 Rufei Tahun 2022.
Tabel 4.4 Distribusi Responden Berdasarkan Kekerasan Verbal
Di SMP Negeri 2 Rufei Kota Sorong Tahun 2022.
Tabel 4.5 Distribusi Responden Berdasarkan kekerasan Verbal Tidak
Langsung di SMP Negeri 2 Rufei Kota Sorong Tahun 2022.
Tabel 4.6 Distribusi Responden Berdasarkan Kekerasan Fisik Langsung
Di SMP Negeri 2 Rufei Kota Sorong Tahun 2022.
Tabel 4.7 Distribusi Responden Berdasarkan Kekerasan Rasional
Di SMP Negeri 2 Rufei Kota Sorong Tahun 2022.
xiv
DAFTAR GAMBAR
Gambar 2.1 Kerangka Teori....................................................................23
xv
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran. 1 Lembar Penjelasan Penelitian
Lempiran. 2 Lembar Persetujuan Menjadi Responden
Lampiran. 3 Kuesioner Penelitan
Lampiran. 4 Surat Pengambilan Data Awal
xvi
DAFTAR SINGKATAN
ICRW : International Center For Research On Women
KPAI : Komisi Perlindungan Anak Indonesia
S-O-R : Stimulu-Organisme-Respon
SMP : Sekolah Menengah Pertama
SEJIWA : Semai Jiwa Amini
UNESCO : United Nations Educational Scientific and Cultural Organization
WHO : World Health Organization
xvii
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Masa remaja sangat rentan terhadap berbagai perilaku menyimpang
dan kekerasan. Perilaku kekerasan yang sering dilakukan oleh remaja yaitu
perilaku bullying (Malihah, 2018). Bahkan pada saat ini bullying di sekolah
merupakan salah satu masalah global dan berdampak terhadap perkembangan
serta prestasi akedemik siswa (Raqqad, 2017). Bullying digambarkan sebagai
salah satu faktor resiko yang paling mudah diteliti untuk kesehatan mental
dan menjadi tolak ukur buruknya pendidikan, namun terdapat kesulitan untuk
mengintervensi perilaku bullying yaitu ketika melihat dari sisi penghasilan
atau perekonomian rendah sampai menengah (Bowes et al., 2019).
Faktor yang mempengaruhi perilaku bullying adalah faktor personal
meliputi harga diri, tempramen, dan keluarga yang memberikan
kecenderungan individu untuk menampilkan perilaku agresi. Keluarga yang
menggunakan bullying sebagai cara untuk proses belajar anak akan membuat
anak beranggapan bahwa bullying adalah perilaku yang wajar dan bisa
diterima dalam berinteraksi dengan orang lain dan dalam mendapatkan apa
yang mereka inginkan. Keluarga merupakan faktor yang paling berpengaruh
dalam menentukan keterlibatan seseorang pada perilaku bullying. Keluarga
merupakan tempat sosialisasi utama bagi anak dan berperan penting dalam
pembentukan perilaku anak (SEJIWA, 2018).
1
Menurut psikolog Ratna Juwita, siswa korban bullying akan
mengalami permasalahan kesulitan dalam membina hubungan interpersonal
dengan orang lain dan jarang datang ke sekolah. Akibatnya, mereka (korban
bullying) ketinggalan pelajaran dan sulit berkonsentrasi dalam belajar
sehingga hal tersebut mempengaruhi kesehatan fisik dan mental baik dalam
jangka pendek maupun jangka panjang.
Hasil studi yang dilakukan Nasional Youth Violence Prevention
Resource Center Sanders (2017, dalam Anesty, 2020) menunjukan bahwa
bullying dapat membuat remaja merasa cemas dan ketakutan, mempengaruhi
konsentrasi belajar di sekolah, dan menuntut meraka untuk menghindari
;sekolah. Bila bullying berlanjut dalam jangka waktu yang lama dapat
mempengaruhi self estem, meningkatkan isolasi sosial, menunjukan perilaku
menarik diri, menjadikan remaja rentang terhadap stres dan depresi, serta rasa
tidak aman. Dalam kasus yang lebih ekstrim bullying dapat mengakibatkan
remaja berbuat nekat, bahkan bisa membunuh atau melakukan bunuh diri
(kommited suicide).
Seseorang dinyatakan remaja berada pada rentang usia 10-19 tahun
yang sedang mengalami perubahan secara fisik, emosional dan sosial dan
mudah terkena masalah kesehatan mental karena adanya paparan terhadap
kemiskinan, pelecehan dan perilaku kekerasan. Maka dari itu, perlu adanya
pemantauan perkembangan emosi pada anak yang mulai tumbuh remaja
World Health Organization (2020).
2
United Nations Educational Scientific and Cultural Organization
(UNESCO), School bullying terjadi di seluruh dunia dan diperkirakan setiap
tahun terdapat 245 juta anak mengalami bullying (UNESCO, 2017). Saat ini
bullying menjadi sorotan lembaga internasional salah satunya yaitu Plan
International Center For Research On Women (ICRW) di 5 negara Asia
yakni Vietnam (79 %), Kamboja (73%), Nepal (79 %), Pakistan (43 %) dan
Indonesia (84%).
Remaja dinyatakan bahwa pada anak perempuan terdapat rata-rata
37% dan anak laki-laki 42% menjadi korban bullying. Jenis perilaku bullying
yang terjadi yaitu perilaku baik secara verbal, pertengkaran fisik maupun
kekerasan seksual yang membuat seseorang merasa tidak nyaman, sakit hati
dan tertekan. Berdasarkan data dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia,
prevalensi kejadian bullying di bidang pendidikan yaitu dengan rata-rata
pertahun 1567 kasus (World Health Organization,2020). Terdapat 76 kasus
anak sebagai korban bullying dan 12 kasus anak sebagai pelaku bullying di
sekolah (KPAI R.N, 2020). Oleh karena itu, kejadian perilaku bullying yang
masih terjadi di Dunia dan Indonesia perlu adanya penanganan atau upaya
yang dapat dilakukan untuk mencegah perilaku bullying (Sulistowati. et al,
2022).
Hasil penelitian menyatakan bahwa Indonesia menduduki tingkat
pertama dalam kejadian bullying di sekolah dengan persentasi angka sebesar
84% (ICRW, 2015). Penelitian lain juga dilakukan oleh Plan Indonesia dan
Yayasan Semai Jiwa Amini (SEJIWA) dalam Wiyani (2017), tentang
3
bullying di tiga kota besar di Indonesia yaitu Jakarta, Surabaya dan
Yogyakarta, mencatat kejadian tingkat kekerasan sebesar 67,9% pada
Sekolah Menengah Pertama (Smp). Kekerasan yang terjadi dengan kategori
tertinggi kekerasan psikologis berupa pengucilan, peringkat kedua ditempati
kekerasan verbal (mengejek) dan terakhir kekerasan fisik (memukul).
Gambaran tingkat kekerasan ditingkat SMP terbanyak di Jakarta (72,7%),
Surabaya (67,2%) dan di Yogyakarta (63,8%).
Komisi perlindungan anak Indonesia (KPAI) pada tahun 2018
mencatat sejumlah pelanggaran hak-hak anak di bidang pendidikan.
Pelanggaran hak anak didominasi oleh kekerasan di lingkungan pendidikan
itu sendiri yang terdiri dari kasus kekerasan fisik, kekerasan verbal, kekerasan
seksual, dan bullying. Data KPAI jumlah kasus anak pelaku kekerasan dan
bullying sebanyak 41 (25,5%) (Dinamik, 2018).
Data yang diperoleh dari hasil wawancra dengan kepala skolah dan 2
guru wali kelas dan guru BK, diperoleh bahwa SMP tersebut pernah
didapatkan 3 orang siswa pernah melakukan perilaku bullying pada teman
kelas dan adik kelasnya. Dari 3 siswa tersebut 2 orang di antaranya diberikan
skors paling lama 1 minggu dan 1 siswi di DO dari sekolah karena melakukan
perilaku kekerasan secara fisik.
Berdasarkan pengambilan data awal di Smp Negeri 2 Rufei Kota
Sorong jumlah keseluruhan siswa kelas IX adalah 317, laki-laki 166 siswa
dan perempuan 151 siswi yang terdiri dari 11 ruangan dan dari data yang
didapatkan dari 5 orang siswa bahwa mereka pernah menjadi korban bullying
4
secara verbal mengakibatkan korban tidak lagi percaya diri. Berdasarkan
uraian ini peneliti tertarik untuk meneliti tentang gambaran masalah perilaku
bullying di Smp Negeri 2 Rufei Kota Sorong.
B. Pertanyaan Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang di atas, maka rumusan masalah
dalam penelitian ini adalah Gambaran Masalah Perilaku Bullying Pada Siswa
Kelas IX Di SMP Negeri 2 Rufei Kota Sorong.
C. Tujuan Penelitian
1. Tujuan umum
Mengetahui gambaran perilaku bullying pada pelajar di Smp Negeri 2
Rufei Kota Sorong.
2. Tujuan Khusus
a. Mengetahui jenis perilaku bullying pada pelajar SMP Negeri 2 Rufei
Kota Sorong.
b. Mengetahui kejadian bullying berdasarkan karakteristik responden
pada siswa di SMP Negeri 2 Rufei Kota Sorong.
5
D. Manfaat Penelitian
1. Bagi instansti pendidikan
Penelitian ini memberikan informasi kepada Instansi yang terlibat
tentang kejadian bullying baik sebagai pelaku sekaligus korban bullying
yang terjadi pada remaja khususnya di Kota Sorong.
2. Bagi Keperawatan
Penelitian ini memberikan informasi kepada perawat untuk digunakan
sebagai perencanaan dalam pembuatan asuhan keperawatan mendatang di
Keperawatan Komunitas dan Keperawatan Jiwa.
3. Bagi Peneliti
Penelititian ini dapat menambah wawasan bagi peneliti, menerapkan
pengetahuan yang telah diperoleh selama proses perkuliahan kepada
responden yang terlibat. Dapat meningkatkan pengetahuan peneliti tentang
kejian tulis ilmiah dan menambah pengalaman dalam hal penelitian
terutama tentang bullying.
6
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. Tinjauan Umum
1. Pengertian Perilaku
Perilaku adalah tindakan atau aktivitas dari manusia itu sendiri yang
mempunyai bentangan yang sangat luas antara lain : berjalan, berbicara,
menangis, tertawa, bekerja, kuliah, menulis, membaca, dan sebagainya.
Dari uraian ini dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud perilaku
manusia adalah semua kegiatan atau aktivitas manusia, baik yang diamati
langsung, maupun yang tidak dapat diamati oleh pihak luar
(Notoatmodjo, 2018).
Menurut Skinner, seperti yang dikutip oleh Notoatmodjo (2018),
merumuskan bahwa perilaku merupakan respon atau reaksi seseorang
terhadap stimulus atau rangsangan dari luar. Oleh karena perilaku ini
terjadi melalui proses adanya stimulus terhadap organisme, dan
kemudian organisme tersebut merespons, maka teori Skinner ini disebut
teori “S-O-R” atau Stimulus – Organisme – Respon.
Dilihat dari bentuk respon terhadap stimulus ini, maka perilaku dapat
dibedakan menjadi dua (Notoatmodjo, 2018) :
a. Perilaku tertutup (convert behavior)
Perilaku tertutup adalah respon seseorang terhadap stimulus
dalam bentuk terselubung atau tertutup (convert). Respon atau reaksi
terhadap stimulus ini masih terbatas pada perhatian, persepsi,
7
pengetahuan, kesadaran, dan sikap yang terjadi pada orang yang
menerima stimulus tersebut, dan belum dapat diamati secara jelas
oleh orang lain.
b. Perilaku terbuka (overt behavior)
Respon seseorang terhadap stimulus dalam bentuk tindakan
nyata atau terbuka. Respon terhadap stimulus tersebut sudah jelas
dalam bentuk tindakan atau praktek, yang dengan mudah dapat
diamati atau dilihat oleh orang lain.
2. Pengertian Bullying
Kata bullying berasal dari Bahasa Inggris, yaitu dari kata bullying
yang berarti banteng yang senang menyeruduk kesana kemari. Secara
etimologi kata bully dalam Bahasa Indonesia berarti penggertak, orang
yang mengganggu orang lemah. Sedangkan secara terminology adalah
sebuah hasrat untuk menyakiti, hasrat ini diperlihatkan ke dalam aksi
yang menyebabkan seseorang menderita, aksi ini dilakukan oleh
seseorang atau sekelompok orang yang lebih kuat, tidak bertanggung
jawab, dilakukan secara berulang, dan disertai oleh rasa kesenangan atau
kepuasan (Humaedi, 2017).
Secara umum pengertian bullying merupakan perilaku penindasan
yang ditujukan kepada korban untuk tujuan menyakiti, mencelakakan,
dan merusak korban secara fisik, sosial atau emosional (Tarshis, 2018).
8
3. Jenis-Jenis Bullying
a. Bullying fisik
Bullying fisik adalah jenis bullying yang kasat mata, siapapun
dapat melihatnya karena terjadi sentuhan fisik antara pelaku bullying
dan korbannya. Contoh-contoh bullying fisik antara lain : memukul,
menampar, menendang, mendorong, merusak benda-benda milik
korban (termasuk tindakan pencurian). Penelitian yang dilakukan
Basyirudin (2019) menambahkan contoh bullying fisik yaitu
mencekik, meninju, menggigit, mencakar, meludahi, Menjambak,
mengunci seseorang dalam ruangan, mencubit, menginjak dan
memeras juga termasuk dalam bullying fisik (Soyomukti, 2019).
b. Bullying verbal
Bullying verbal ini adalah jenis bullying yang juga terdeteksi
karena bisa tertangkap indra pendengaran. Misalnya : mengejek,
mengolok-olok atau menyoraki dan memaki. Menurut Basyirudin
(2019) contoh dari bullying verbal yaitu mendapat julukan nama,
fitnah (menyebarkan gossip), kritik kejam, penghinaan baik bersifat
pribadi maupun rasial, perampasan uang jajan/barang-barang,
telepon yang kasar, email yang mengintimidasi, serta surat kaleng
yang berisi ancaman kekerasan merupakan bentuk bullying verbal.
9
c. Bullying Psikis/relasional
Bullying psikis/relasional adalah pelemahan harga diri
sikorban penindasan serta sistematis melalui pengabaian, pengucilan,
pengecualian atau penghindaran. Penindasan relasional dapat
digunakan untuk mengasingkan atau menolak seseorang teman atau
secara sengaja untuk merusak persahabatan. Perilaku ini dapat
mencakup sikap-sikap tersembunyi seperti pandangan yang agresif,
lirikan mata, helaan napas, tawa yang mengejek dan bahasa tubuh
yang kasar (Basyirudin,2019).
d. Cyberbullying (Intimidasi melalui dunia maya)
Cyberbullying adalah perilaku bullying yang dilakukan di media
massa dapat melalui sms, telepon dan internet. Cyberbullying
melibatkan penggunaan teknologi informasi dan komunikasi seperti
email, telepon seluler dan sms, website pribadi yang merusak
reputasi orang lain yang dimaksud untuk mendukung perilaku
menyerang seseorang atau sekelompok orang yang ditujukan untuk
menyakiti secara berulang kali (Saifullah, 2018).
4. Faktor Risiko Bullying
Menurut Hymel (2019), ada beberapa faktor resiko bullying di
antaranya sebagai berikut :
a. Faktor risiko keluarga
1) Kurangnya kehangatan dan keterlibatan orang tua.
2) Terlalu permisif orang tua (termasuk kurangnya batas anak-
10
anak).
3) Kurangnya pengawasan orang tua.
4) Disiplin fisik.
5) Pemodelan induk perilaku bullying.
6) Pembohongan oleh saudara yang lebih tua.
b. Faktor teman sebaya
Menurut Hymel, 2019 ada beberapa faktor teman sebaya di
antaranya sebagai berikut :
1) Teman yang menggertak.
2) Teman-teman yang memiliki sikap positif tentang kekerasan.
3) Beberapa anak yang agresif yang mengambil peran status yang
tinggi dapat menggunakan intimidasi sebagai cara untuk
meningkatkan kekuatan sosial mereka dan melindungi prestasi
mereka dengan teman sebaya.
4) Beberapa anak dengan status sosial yang rendah dapat
menggunakan intimidasi sebagai cara untuk menangkis
mengejek dan agresi yang diarahkan terhadap mereka, atau
untuk meningkatkan posisi sosial mereka dengan yang lebih
tinggi rekan-rekan status.
c. Faktor risiko lain
Menurut Hymel, 2019 ada beberapa faktor resiko lain di
antaranya sebagai berikut :
1) Bullying tumbuh subur di sekolah-sekolah dimana dosen dan
11
staf tidak mengatasi bullying, dimana tidak ada kebijakan
terhadap bullying, dan di mana ada sedikit pengawasan siswa
terutama saat makan siang, istirahat kamar mandi, dan relung.
Model perilaku bullying yang lazim diseluruh masyarakat,
terutama di televise, film, dan permainan video.
2) Ketika anak-anak dikumpulkan bersama-sama, mereka bergaul
dengan orang lain yang mirip dengan mereka atau yang
memiliki kualitas atau karakteristik yang dalam beberapa cara
mendukung perilaku mereka sendiri.
3) Untuk gadis-gadis remaja, agresi sosial dapat menjadi cara
untuk menciptakan kegembiraan atau mengurangi kebosanan.
Hal ini juga digunakan sebagai metode untuk mendapatkan
perhatian dari gadis-gadis lain untuk persahabatan.
5. Faktor Penyebab Bullying
Menurut penelitian Annisa (2018) ada dua faktor yang
mempengaruhi yaitu faktor personal dan faktor situasional. Faktor
personal meliputi pola asuh ibu dan ayah serta harga diri dan faktor
situasional meliputi norma dan sekolah.
a. Pola asuh orang tua
Pola asuh orang tua sangan mempengaruhi kepribadian dan
perilaku seorang anak. Orang tua yang menggunakan bullying dalam
proses belajaran akan membuat anak beranggapan bahwa bullying
perilaku yang wajar dan bisa diterima dalam berinteraksi dengan
12
orang lain dan dalam mendapatkan apa yang diinginkan.
b. Harga diri
Seorang anak yang memiliki harga diri negatif atau harga diri
rendah, anak tersebut akan memandang dirinya sebagai orang yang
tidak berharga. Rasa tidak berharga tersebut tercermin pada rasa
tidak berguna dan tidak memiliki kemampuan baik dari segi
akademik, interaksi sosial, keluarga dan keadaan fisiknya. Harga diri
rendah dapat membuat seorang anak merasa tidak mampu menjalin
hubungan dengan temannya sehingga dirinya menjadi mudah
tersinggung dan marah. Hal ini mengakibatkan anak tersebut
melakukan perbuatan yang menyakiti temannya.
c. Norma kelompok
Norma kelompok dapat membuat perilaku bullying sebagai
perilaku yang wajar dan dapat diterima. Jika kelompoknya
melakukan perilaku bullying terhadap siswa lain, biasanya siswa
yang tergabung dalam kelompok itu akan mendukung anggota
kelompoknya yang melakukan bullying.
d. Sekolah
Guru dan pihak sekolah yang bersikap tidak peduli terhadap
kekerasan yang dilakukan oleh para siswa dapat meningkatkan
perilaku bullying di sekolah. Bullying berkembang dengan pesat di
lingkungan sekolah yang sering memberikan masukan negative pada
siswanya misalnya berupa hubungan yang tidak membangun
13
sehingga tidak mengembangkan rasa menghargai dan menghormati
antar sesama anggota sekolah.
e. Media dan Teknologi
Media merupakan salah satu faktor yang menyebabkan
terjadinya perilaku bullying. Anak yang terekspos bullying melalui
media baik cetak maupun media masa akan cenderung bersikap lebih
agresif dan menunjukkan sikap kekerasan pada teman sebayanya.
Pengaruh media terhadap perilaku bullying pada anak yaitu anak
yang tereskspos kekerasan level tinggi media akan cenderung
langsung mempraktikkan pada teman sebaya. Anak yang terbiasa
melihat kekerasan melalui media akan membentuk persepsi bahwa
mereka harus melakukan kekerasan agar tidak menjadi korban
kekerasan.
6. Peran Perilaku Bullying
Menurut penelitian yang dilakukan Basyirudin (2019), perilaku
bullying merupakan situasi yang tercipta ketika tiga komponen atau
karakter bertemu di satu tempat. Tiga komponen tersebut yaitu pelaku
bullying, korban bullying, dan penonton/saksi bullying.
a. Pelaku Bullying
Pelaku bullying adalah aktor utama dari perilaku adalah aktor
utama dari perilaku bullying. Pelaku bullying lebih bersifat agresif,
provokator, temperamental, sekaligus inisiator situasi bullying.
Pelaku melakukan bullying terhadap orang lain sebagai pelampiasan
14
kekesalan, kekecewaan, serta tidak memiliki teman sehingga
menciptakan pengikut/kelompok sendiri. Pelaku bullying adalah
paraanggota senior kelompok atau anggota-anggota yang punya
kedudukan penting karena besar badan, kedudukan, kemampuan,
atau kepribadian. Pelaku bullying kebanyakan karena pernah
menjadi korban bullying (Lipkins dalam Basyirudin, 2019). Menurut
penelitian yang dilakukan Rahmadara (2019) pelaku (bulles)
dibedakan kedalam tiga jenis, yaitu pelaku pintar (the clever
bullying), pelaku yang tidak terlalu pintar (the not soclever bullying),
dan pelaku intimidasi (the bullying/victim). The clever bullying
merupakan mereka yang andai menyamarkan perilakunya. Mereka
umumnya merupakan orang popular baik secara akademis dan
social, dan memiliki kemampuan untuk mengatur orang-orang di
sekelilingnya untuk melaksanakan perintahnya. Karakteristik utama
pelaku adalah tidak dapat menempatkan dirinya diposisi korban
(kurang mampu berempati atau tidak memperdulikan perasaan orang
lain).
The not so clever bullying merupakan orang yang berpikiran
jahat dan memiliki pandangan negatif terhadap dunia. Pelaku
biasanya gagal dalam sekolah dan melampiaskan kemarahannya
kepada orang-orang yang dianggapnya lemah. Pelaku memiliki
sedikit teman, tidak berkembang, kehilangan popularitas, tertinggal,
dan cenderung dikeluarkan dari sekolah. The bullying/victim adalah
15
pelaku bullying dalam suatu situasi dan merupakan korban dalam
situasi lain. Mereka biasanya membully teman yang lebih kecil dan
muda. The bullying merupakan pelaku bullying di sekolah, dan
korban bullying di rumah atau memiliki kecenderungan bersikap
balas dendam. Olweus dalam penelititan Rahmadara (2019)
mengatakan bahwa pelaku bullying memiliki satu atau lebih dari
karakteristik berikut:
1. Memiliki kepribadian dominan dan suka menyatakan keinginnya
dengan paksaan.
2. Memiliki sifat pemarah, implusif, dan mudah frustasi.
3. Lebih memiliki sikap positip terhadap kekerasan dibandingkan
anak-anak lain.
4. Memiliki kesulitan dalam menaati peraturan.
5. Tampak kuat dan menunjukkan empati yang kurang terhadap
korban bullying.
6. Sering berhubungan dengan orang dewasa dengan cara yang
agresif.
7. Pandai mengeluarkan diri dari situasi-situasi sulit.
8. Terlibat dalam agresi pro aktif (menggunakan agresi untuk
meraih tujuannya) dan agresi reaktif (reaksi defensive ketika
terprovokasi).
b. Korban Bulyling
Korban bullying lebih cenderung bersikap diam dan tidak
16
berbuat apa-apa serta membiarkan perilaku bullying berlangsung
padanya. Hal initerjadi karena dia tidak memiliki kekuatan diri untuk
membela diri atau melawan. Sikap diam disebabkan karena apbila
dia melaporkan sikap bullying yang menimpanya tidak akan
menyelesaikan masalah. Systemnilai yang berkembang pada mereka
adalah bahwa dengan mengadukan orang lain merupakan wujud sifat
kekanak-kanakan, manja, lemah, dansama sekali tidak dewasa.
Akibatnya korban bullying merasa terisolasi dandikucilkan oleh
kelompok, teman-teman, dan hubungan sosialnya. Orang-orang yang
telah diintimidasi sering mengalami kesulitan membentuk hubungan
yang baik dan cenderung sulit untuk hidup secara normal
(Basyirudin, 2018).
Menurut penelitian yang dilakukan oleh Rahmadara (2019)
korban bullying adalah target dari tindakan bullying yang dilakukan
oleh pelaku. Karakteristik korban bullying menurut Olweus adalah
individu yang kurang popular dibandingkan dalam pelaku maupun
kelompok yang tidak terlibat. Secara fisik korban memiliki tubuh
yang lemah, terlihat rapuh, dan berpostur lebih kecil jika
dibandingkan dengan bulling sehingga korban terlihat tidak bisa
melindungi diri mereka sendiri. Olweus menguraikan karakteristik
korban bullying yang terjadi di sekolah. Tanda-Tanda-tanda primer
antara lain:
17
1) Sering kali diejek, dihina, diintimidasi, ditampar, diancam,
dipermalukan, diperintah, dan didominasi oleh siswa lainnya.
2) Sering dijadikan sebagai bahan tertawa didepan umum dengan
cara yang tidak menyenangkan.
3) Terlibat dalam suatu perkelahian tidak seimbang yang
menyebabkan korban tidak berdaya dan melarikan diri atau
menangis.
4) Adanya hukumuan atau barang lainnya yang diambil
5) Ditemukannya luka, memar, goresan, atau pakaian yang robek
dan rusak yang tidak dapat dijelaskan secara logis oleh siswa
tersebut setelah pulang dari sekolahnya.
c. Penonton/ saksi bullying
Penonton adalah orang-orang yang diterima kelompok dan
sudah dilantik menjadi anggota. Menurut Lipkins dalam penelitian
Basyirudin (2018) menjelaskan ada dua jenis penonton/saksi yaitu
penonton/saksiaktif dan penonton/saksi pasif. Penonton/ saksi aktif
biasanya ikut berseru dan turut menertawakan korban bullying yang
tengah dianiaya, atau telahmenjadi anggota kelompokyang dipimpin
oleh pelaku bullying. Saksi pasif lebih cenderung diam karena alasan
takut (Basyirudin,2018).
Sullivan et al dalam penelitian Rahmadara (2019)
mengelompokan empat peran penonton yaitu the sidekicks, the
reinforcers, the outsider,dan the defenders. The sidekicks merupakan
18
orang terdekat dengan bullying atau biasa disebut “antek”, sementara
the reinforces adalah orang terdekat nomor dua bullying dengan
melakukan tindakan yang mendukung bullying. The outsiders adalah
mereka yang berusaha bersikap netral, namun karena itu mereka
menjadi tampak memaafkan pelaku bullying yang disaksikannya dan
menjadi kebal. The defenders merupakan merekayang berani keluar
dari peran penonton dan secara aktif membela korban dan melawan
bully (Rahmadara, 2019).
d. Dampak Bullying
1) Korban bullying:
a. Kecemasan, kesepian
b. Harga diri yang rendah
c. Depresi, gejala psychosomatic.
d. Penarikan social dan keluhan kesehatan fisik
e. Alkohol dan penggunaan narkoba
f. Bunuh diri, prestasiak ademik yang buruk
2) Dampak pada bullying:
a. Sering melakukan perkelahian
b. Minuman alcohol
c. Jadi lah terluka dalam perkelahian
3) Bolos dari sekolah
a. Drop out dari sekolah
19
e. Pencegahan Masalah Bullying (Handini, 2019)
Orang tua membiasakan memberikan feedback positif bagi anak
sehingga mereka belajar berperilaku social yang baik dan
mendapatkan model interaksi yang tepat. Menggunakan alternative
hukuman bagi anak dengan tidak melibatkan kekerasan fisik maupun
psikologis. Orang tua mau menjalin relasi dengan pihak sekolah
untuk berkonsultasi jika anaknya sebagai pelaku ataupun korban
bullying.
Pihak sekolah menciptakan lingkungan yang positif misalnya
praktik kedisiplinan yang tidak menggunakan kekerasan.
Meningkatkan kesadaran pihak sekolah untuk tidak mengabaikan
keberadaan bullying. Kurikulum sekolah semestinya
mengembangkan sikap prososial dan guru-guru memberikan
penguatan penerapan dalam kehidupan sehari-hari disekolah.
Sekolah menyediakan akses pengaduan atu forum dialog antar siswa
dan sekolah, atau orang tua dan sekolah, serta membangun aturan
sekolah dan sanksi yang jelas terhadap tindakan bullying.
Membangun kesadaran atas buruknya dampak yang ditimbulkan
akibat bullying di komunitas sekolah. Perlunya menyebar luaskan
pengawasan dan perilaku bersahabat, bertanggung jawab, jujur, adil,
tekun, belajar, dan takwa sebagai insan manusia (Handini,2019).
20
f. Penanganan Bullying
Bullying dapat ditangani dengan menghentikan setiap gejala atau
tindakan bullying yang terjadi, melakukan pembinaan terhadap anak
yang melakukan bullying. Pembinaan yang dilakukan dapat berupa
penjelasan akibat dari tindakan bullying yang dilakukan, menasehati
siswa, mengajarkan cara berteman dan bersikap dengan baik.
Penanganan juga dilakukan dengan cara menginformasikan keadaan
siswa dan wali murid dalam rapat rutin yang diselenggarakan pihak
sekolah. Hal ini bertujuan agar wali murid lebih memperhatikan
keadaan siswa serta melakukan pendekatan kepada siswa sehingga
terjadi komunikasi yang efektifan antara siswa dan wal imurid
(Mustikasari, 2018).
Dalam penanganan bullying guru bekerja sama dan
berkoordinasi dengan wali murid. Koordinasi dilakukan dalam satu
semester biasanya di awal semester dan akhir semester koordinasi
dilakukan untuk memantau perkembangan perilaku peserta didik.
Pada saat pelaksanaan penanganan bullying seorang guru harus
memiliki pengetahuan tentang tindakan bullying, pengetahuan serta
cara menanganinya. Hal ini diharapkan guru dapat menangani dan
mengidentifikasi perilaku bullying yang terjadi dikalangan siswa-
siswi. Selain itu dalam tindakan penanganan bullying guru selalu
menegur, menasehati pelaku dan korban diberikan sport serta pelaku
21
akan dipanggil kedua orang tuanya. Selain itu upaya tersebut
dilakukan untuk memberikan efek jera pada pelaku. (Mandy &
Sascha, 2018).
Menurut Coloroso dalam penelitian Firmansya Arif Fitriawan,
2021, beberapa hal yang dapat dilakukan untuk menangani ataupun
mencegah perilaku bullying yaitu:
1) Dengan cara mendisiplinkan
2) Memberikan kesempatan untuk melakukan perbuatan kebaikan
3) Menumbuhkan dan melatih rasa empati
4) Mengajari komunikasi dan keterampilan dalam berteman
5) Memantau tontonan anak-anak
6) Melibatkan siswa dalam kegiatan yang membangun kerjasama
antar teman
7) Mengajari siswa untuk beritikad baik
22
B. Kerangka Teori
Faktor-faktor yang
Jenis-jenis bullying : mempengaruhi bullying:
Perilaku
1. Bullying fisik 1. Faktor resiko
bullying 2. Bullying verbal keluarga
3. Bullying psikis/relasional
4. Cyberbullying 2. Faktor teman
sebaya
3. Faktor resiko lain
Penanganan bullying
1. Dengan cara mendisiplinkan
2. Memberikan kesempatan untuk
melakukan perbuatan kebaikan
3. Menumbuhkan dan melatih rasa
empati
4. Mengajari komunikasi dan
keterampilan dalam berteman
5. Memantau tontonan anak-anak
6. Melibatkansiswa dalam kegiatan
yang membangun kerjasama antar
teman
7. Mengajari siswa untuk beritikad
baik
Gambar 2.1 Kerangka Teori
(Humaedi, 2017, Basyirudin, 2019, Hymel, 2019, Firmansya Arif, 2021)
23
C. Definisi Operasional
1. Perilaku Bullying
Perilaku bullying berpotensi pada siapa saja. Perilaku bullying berupa
ejekan-ejekan biasa yang memang tidak bisa dihindari dalam proses
pembentukan perilaku dalam berhubungan dengan teman sebaya.
Perlaku bullying itu sendiri ada tiga yaitu perilaku bullying ringan,
perilaku bullying berat dan perilaku bullying sedang.
a. Hasil ukur :
1) Rendah : jika skor jawaban yang diperoleh X < 170 dari 85
pernyataan.
2) Sedang : jika skor jawaban yang diperoleh 170 ≤ X < 254
dari 85 pernyataan.
3) Tinggi : jika skor jawaban yang diperoleh 254 ≤ X dari 85
pernyataan
b. Alat ukur : Kuisioner
c. Skala :Nominal
24
BAB III
MOTODE PENELITIAN
A. Jenis Penelitian
Metode penelitian adalah suatu hal yang penting dalam melakukan
sebuah penelitian dikarenakan dengan adanya hal ini, dapat menentukan suatu
penelitian bisa dipertanggung jawabkan kebenarannya atau tidak (Hadi,
2018). Pada penelitian ini metode penelitian yang akan digunakan adalah
penelitian kuantitatif. Jenis penelitian kuantitatif yang akan digunakan pada
penelitian ini berupa kuantitatif. Penelitian kuantitatif merupakan suatu
penelitian yang bertujuan untuk menarik kesimpulan berdasarkan analisis
yang telah dilakukan. Analisis tersebut dilakukan dengan mengambil sampel
tertentu dari suatu populasi yang jumlahnya banyak, dan hasil analisis dari
sampel tersebut kemudian dapat digeneralisasikan pada seluruh populasi, dan
dapat dilaksanakan secara ringkas di terapkan dalam penelitian (Sugiyono,
2018).
B. Lokasi dan Waktu Penelitian
1. Lokasi penelitian
Penelitian ini akan dilaksanakan di Smp Negeri 2 Rufei Kota Sorong.
2. Waktu penelitian
Penelitian ini akan dilakukan pada bulan September tahun 2022.
25
C. Populasi dan Sampel Penelitian
1. Populasi Penelitian
Menurut (Sugiyono, 2018), populasi adalah wilayah generalisasi
yang terdiri dari objek/subjek yang mempunyai kuantitas dan karakteristik
tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk di pelajari dan kemudian di
tarik kesimpulannya. Data yang di ambil dari SMP Negeri 2 Rufei Kota
Sorong pada bulan Juni 2022, dengan populasi penelitian adalah siswa-
siswi di kelas IX yang berjumblah 317 orang.
2. Sampel Penelitian
Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang di miliki
populasi tersebut. Bila populasi besar, dan peneliti tidak mungkin
mempelajari semua yang ada pada populasi, maka peneliti dapat
menggunakan sampel yang di ambil dari populasi itu. Metode pedagogis di
sekolah sebagai umpan balik bagi para siswi atau sasaran penelitian,
sebagai populasi dalam penelitian. Sampel dalam penelitian ini berjumlah
177 orang. Perhitungan sampel menggunakan rumus Slovin (Sugiyono,
2018) :
N
n=
1+N
e2
n = 176,8
n= 177 sampel
26
Keterangan :
n = Jumlah sampel
N= Jumlah Populasi
e = Perbedaan antara rata - rata populasi dengan rata - rata
sampel (sampling error/tingkat kepresisian sampel) = 5% = 0,05.
Jumlah sampel yang diambil yaitu sebesar 20% dari kategori kelas
sehingga di dapatkan sampel sebanyak 64 orang dengan cara
pengambilan sampel dengan cara berstrata dan acak dari setiap kelas
dengan penjabaran sebagai berikut :
Kelas IX terdiri dari 11 kelas dengan jumlah aebagai berikut :
= 177 x 20%
100
= 0,354
11
= 0,32
Jadi sampel yang digunakan adalah 32 sampel.
D. Teknik Sampling
Teknik sampling yang digunakan pada saat pengambilan data menentukan
sampel dalam penelitian ini yaitu menggunakan teknik Stratified random
sampling, atau metode pemilihan sampel dengan cara membagi populasi
ke dalam kelompok-kelompok yang disebut dan dibuat perkiran untuk
27
mewakili strata yang bersangkutan dengan kriteria-kriteria yang dimaksud
yaitu kriteria inklusi dan kriteria ekslusi.
Kriteria inklusi
1) Kelas IX
2) Bersedia menjadi responden dengan menyetujui
informend consent
b. Kriteria eksklusi
Responden yang tidak hadir saat penelitian
E. Instrumen Penelitian
Menurut Sugiyono (2018), instrumen penelitian adalah suatu alat yang
digunakan untuk mengukur fenomena alam maupun sosial yang di amati, alat
bantu yang digunakan dalam penelitian kuantitaf adalah kuesioner yang telah
diuji validitas dan reabilitasnya yang diadopsi dari (Wahyu Putri, 2016),
sehingga kuesioner yang digunakan dapat dipakai, sebagai instrumen yang
valid dalam penelitian. Dengan menggunakan uji taraf signifikansi 5% untuk
N = 148 dituntut rxy = 0,184. Koefisien rehabilitas yang diperoleh rn = 0,88.
1. Jenis Alat Ukur
Alat pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah
kuesioner dengan model inventori yang disusun oleh penulis. Kuesioner
disusun berdasarkan jenis-jenis perilaku bullying menurut Coloroso
(2007). Kuesioner yang dipakai dalam penelitian ini adalah jenis kuesioner
tertutup, yang berarti bahwa kuesioner telah berisi pertanyaan-pertanyaan
28
yang telah disertai pilihan-pilihan jawaban. Bentuk format item dalam
kuesioner tingkat perilaku bullying ini adalah bentuk pertanyaan dengan
pilihan-pilihan. Responden dihadapkan pada stimulus yang berupa
keadaan, situasi atau masalah. Saat pengisian kuesioner, responden
diminta menentukan salah satu tindakan di antara pilihan-pilihan yang
disediakan.
No Uraian No Soal Total
Item
1. Kekerasan Verbal :
a. Kontak Verbal Langsung :
1) Mengancam 1, 20, 34, 41 4
2) Mempermalukan 2, 47, 53 3
3) Memberikan julukan nama 27, 62 2
4) Merendahkan 11, 71 2
5) Mengganggu 13, 19, 54, 42 4
6) Sarkastik 3, 40, 63 3
7) Memberikan celaan dan hinaan 6, 14, 26, 31, 46, 7
48, 70
8) Membentak dengan kasar 10 1
9) Memberikan kritikan tajam 5, 35, 61 3
10) Berbicara kasar dan meneror melalui telepon 24, 36, 52, 60, 68 5
11) Mencaci maki yang diikuti sebuah tindakan 4, 23, 25, 49, 73, 8
75, 78, 80
12) Penghinaan ras 12, 43, 67 3
b. Kontak Verbal Tidak Langsung :
1) Menyebarkan fitnah/gosip mengenai hal yang tidak 7, 51, 59, 64,72, 6
benar disertai dengan pengucilan 83
2) Mengirim e-mail yang berisi intimidasi/ejekan 28, 55 2
3) Mengirim surat kaleng yang berisi ancaman dan 39, 77, 85 3
hinaan
2. Kekerasan Fisik : 8, 17, 18, 29, 33,
a. Kontak fisik langsung 38, 45, 56, 65, 79, 13
81, 83, 84
29
3. Kekerasan Rasional :
f. Menampilkan bahasa tubuh yang negtive 9, 21, 30, 44, 57, 7
66, 74
g. Mendiamkan seseorang 22, 50 2
h. Sendiri atau bersama-sama dengan kelompok mayoritas 16, 32, 37, 69 4
untuk menghindari korban atau tidak mengikutsertakan
korban dalam aktivitas bersama
i. Memanipulasi persahabatan sehingga menjadi retak 15, 58, 76 3
Jumlah Total Item 85
Tabel 3.1
Kisi-Kisi Perilaku Bullying
2. Penentuan Skor (scoring)
Penentuan skor untuk setiap jawaban dari item-item pernyataan adalah
sebagai berikut :
b. Untuk pernytaan yang bersifat negatif atau yang mengarah terhadap
aspek jenis perilaku bullying, jawaban “Sangat Sering” (SS) diberi
skor 4, “Sering” (S) diberi skor 3, “Kadang-Kadang” (K) diberi
skor 2 dan “Jarang” (J) diberi skor 1.
c. Untuk pernyataan yang bersifat positif atau tidak mencerminkan
aspek jenis perilaku bullying, jawaban “Sangat Sering” (SS) diberi
skor 1, “Sering” (S) diberi skor 2, “Kadang-Kadang” (K) diberi
skor 3 dan “Jarang” (J) diberi skor 4.
30
F. Pengumpulan Data
Pengumpulan data dikumpulkan dengan cara :
1. Data Primer
Data Primer adalah data yang di peroleh atau dikumpulkan langsung
dilapangan dengan cara observasi.
2. Data Sekunder
Data Sekunder adalah data yang dikumpulkan secara online dari
website dinas kesehatan Papua Barat terkait jumlah kasus kasus bullying di
Indonesia.
G. Pengolahan Data Dan Analisis Data
Teknik analisi data yang digunakan dalam penelitian berdasarkan
kategori jenjang (ordinal) (Azwar 2007). Penggolongan pencapaian
perilaku bullying kelas IX SMP Negeri 2 Rufei Kota Sorong terbagi
menjadi tiga yaitu, tinggi, sedang dan rendah.
Tahpa-tahap yang digunakan dalam pengolahan dan menganalisi data
yaitu:
1. Menetukan skor dari masing-masing alternatif jawaban yang sudah
diberikan oleh subjek penelitian dan membuat tabulasi skor dari
masing-masing butir skala item. Langkah selanjutnya menghitung
total skor masing-masing subjek penelitian dan skor tiap item
pernyataan.
31
2. Pengolahan data
Data yang diperoleh selanjutnya diolah dengan menggunakan
analisis statistik deskriptif yang meliputi penyajian data melalui
tabel, penghitungan rata-rata (mean), standar deviasi serta
pengkategorisasian menurut noerma yang telah ditentukan
peneliti.
Kategorisasi tingkat perilaku bullying subyek penelitian
secara umum ini disusun berdasarkan model distribusi normal
dengan kategorisasi jenjang. Tujuan kategorisasi tersebut untuk
menempatkan subjek penelitian ke dalam kelompok-kelompok
yang terpisah secara berjenjang menurut suatu kontinum
berdasarkan atribut yang diukur. Kntinum jenjang ini disusun
berpedoman pada Azwar (1999-109) yang mengelompokan
tingkat perilaku bullying dalam tiga kategori yaitu tinggi, sedang
dan rendah.
Kategori tinggi rendah perilaku bullying secara keseluruhan
(dengan ∑ item total = 85), diperoleh melalui pengolahan dengan
perhitungan sebagai berikut:
Xmaksimum teoretik : 85 x 4 = 340
Xminimum teoritik : 85 x 1 = 85
֠ : 350 – 85 =255
µ : (340 + 85) : 2 = 212,5
32
Penentuan kategori tingkat perilaku bullying secara umum
dapat dilihat dalam tabel berikut :
Rentang perilaku bullying Kategori
X < 170 Rendah
170 ≤ X < 254 Sedang
254 ≤ X Tinggi
Tabel 3.2
Pengolahan Tingkat Perilaku Bullying
Angket yang disusun untuk penelitian ini terdiri dari 85 item,
56 item soal untuk mengungkap jenis perilaku verbal, 13 item
soal untuk mengungkap jenis perilaku fisik dan 16 item soal
untuk mengungkap jenis perilaku relasional. Dengan demikian
skor terkecil yang mungkin diperoleh dari jenis perilaku verbal
adalah 56 (56 x 1) dan skor terbesar adalah 224 (56 x 4). Maka
rentangan skor skala sebesar 168 (224-56) dibagi dalam enam
satuan deviasi standar (֠) sehingga diperoleh skor 168/6 = 28, dan
mean teoretisnya (µ) adalah { (224+56):2) = 140. Penggolongan
tersebut dapat dilihat dalam tabel berikut :
Rentangan perilaku bullying verbal Kategori
X < 112 Rendah
112 ≤ X < 168 Sedang
168 ≤ X Tinggi
Tabel 3.3
Penggolongan Tingkat Perilaku Bullying Verbal
33
Skor terkecil yang mungkin diperoleh dari jenis perilaku fisik adalah
13 (13 x 1) dan skor terbesar adalah 52 (13 x 4). Maka rentangan skor
skala sebesar 39 (52-13) dibagi dalam enam satuan deviasi standar (֠)
sehingga diperoleh skor 39/6 = 7, dan mean teoritisnya (µ) adalah (65/2)
= 33, penggolongan tersebut dapat dilihat dalam tabel sebagai berikut :
Rentang perilaku bullying fisik Kategori
X < 26 Rendah
26 ≤ X < 40 Sedang
40 ≤ X Tinggi
Tabel 3.4
Penggolongan Tingkat Perilaku Bullying Fisik
Sedangkan skor terkecil yang mungkin diperoleh dari jenis perilaku
rasional adalah 16 (16 x 1) dan skor terbesar adalah 64 (16 x 4). Maka
rentangan skor skala sebesar 48 (64-16) dibag dalam enam satuan deviasi
standart (֠) sehingga diperoleh skor 48/6 = 8, dan mean teoritisnya (µ)
adalah (80/2) = 40. Penggolongan tersebut dapat dilihat dalam tabel
sebagai berikut :
Rentangan perilaku bullying rasional Kategori
X < 32 Rendah
32 ≤ X < 48 Sedang
48 ≤ X Tinggi
Tabel 3.5
Penggolongan Tingkat Perilaku Bullying Rasional
34
H. Etika Penelitian
Etika penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah prinsip
menghargai hak asasi manusia (respect human dignity) di mana manusia di
sini akan dijadikan sebagai subjek penelitian (Nursalam, 2019) :
1. Hak untuk ikut/tidak menjadi responden (right to self determination)
Subjek harus diperlakukan secara manusiawi. Subjek mempunyai
hak memutuskan apakah mereka bersedia menjadi subjek ataupun
tidak, tanpa adanya sanksi apapun atau akan berakibat terhadap
kesembuhannya, jika mereka seorang klien.
2. Informed consent
Subjek harus mendapatkan informasi secara lengkap tentang
tujuan penelitian yang akan dilaksanakan, mempunyai hak untuk
bebas berpartisipasi atau menolak menjadi responden. Pada informed
consent juga perlu dicantumkan bahwa data yang di peroleh hanya
akan dipergunakan untuk pengembangan ilmu.
3. Hak untuk mendapatkan jaminan dari perlakuan yang diberikan (right
to full disclosure).
Seorang peneliti harus memberikan penjelasan secara rinci serta
bertanggung jawab jika ada sesuatu yang terjadi kepada subjek.
35
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Hasil
1. Gambaran Umum Lokasi penelitian
a. Letak Geografi
SMP Negeri 2 Kota Sorong Beralamat di Jln. Danau Singkarat
Rufei, Distrik Sorong Barat terdiri dari 31 kelas, 10 kelas VII, 10
kelas VIII, dan 11 kelas IX.
Penelitian ini di laksanakan di kelas IX A sampai dengan kelas IX
K yang merupakan bagian dari SMP Negeri 2 Kota Sorong.
SMP Negeri 2 Kota Sorong memiliki batasan-batasan wilayah yang
terdiri dari :
1) Sebelah utara berbatasan dengan rumah warga.
2) Sebelah timur berbatasan dengan rumah warga.
3) Sebelah selatan berbatasan dengan lapangan sepak bola.
4) Sebelah barat berbatasan dengan rumah warga.
b. Keadaan Demografi
Jumlah siswa SMP Negeri 2 Kota Sorong berdasarkan data dari
kesiswaan pada tahun 2022 yaitu 981 terdiri dari perempuan 491 dan
laki- laki 490 siswa.
36
c. Sarana dan Prasarana
Adapun sarana dan prasarana di SMP Negeri 2 Kota Sorong
adalah 1 ruangan kepala sekolah, 1 ruang TU, 1 ruang guru 31 kelas,
perpustakaan, lapangan upacara, 6 wc, 1 kantin.
2. Karakteristik Responden
Penelitian ini telah di laksanakan di SMP Negeri 2 Rufei Kota Sorong,
pada tanggal 3 oktober 2022 dengan mengumpulkan data melalui
pengisian lembar kuesioner. Adapun data responden di[eroleh dengan
purposive sampling yaitu setiap ketegori kelas IX sehingga didapatkan
sampel sebanyak 32 responden dan didapatkan hasil sebagai berikut :
a. Umur
Tabel 4.1
Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Golongan Umur
di SMP Negeri 2 Rufei Kota Sorong Tahun 2022.
No . Umur Frekuensi (f) Presentase (%)
1. 14 Tahun 16 48,5
2. 15 Tahun 17 51,5
Jumlah 33 100
Data tabel 4.1 menunjukkan dari 33 responden, frekuensi pada kelompok
14 tahun sebanyak 16 orang (48,5%) dan 15 tahun sebanyak 17 orang
(51,5%) sama banyak.
37
b. Jenis Kelamin
Tabel 4.2
Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Golongan Jenis
Kelamin di SMP Negeri 2 Rufei Kota Sorong Tahun 2022.
No . Jenis Kelamin Frekuensi (f) Presentase (%)
1. Perempuan 17 51,5
2. Laki-laki 16 48,5
Jumlah 33 100
c. Kelas
Karakteristik kelas responden pada penelitian ini dapat dilihat
pada tabel 4.2 di bawah ini
Tabel 4.3
Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Kelas
di SMP Negeri 2 Rufei Tahun 2022.
No. Kategori Kelas Frekuensi (f)
Presentase (%)
1. IX A 3 9,0
2. IX B 3 9,0
3. IX C 3 9,0
4. IX D 3 9,0
5. IX E 3 9,0
6. IX F 3 9,0
7. IX G 3 9,0
8. IX H 3 9,0
9. IX I 3 9,0
10 IX J 3 9,0
11 IX K 3 9,0
Jumlah 32 100
Data tabel 4.2 menunjukan dari 32 responden, kategori kelas IX A
sampai dengan IX K sebanyak 3 (9,09%) orang dari setiap kelas.
38
3. Variabel Penelitian
Hasil pada penelitian dilaksanakan di kelas IX A samapai dengan
Kelas IX K, pada tanggal 3 oktober 2022 mengenai gambaran bulling di
SMP Ngeri 2 Rufei dengan jumah sampel 32 orang. Hasil penelitian ini
dapat diliha di bawah ini.
Tabel 4.4
Distribusi Responden Berdasarkan kekerasan verbal
di SMP Negeri 2 Rufei Kota Sorong Tahun 2022.
No . kekerasan verbal Frekuensi (f) Presentase (%)
1. Rendah 33 100,0%
Jumlah 33 100
Data tabel 4.3 menunjukan responden kekerasan verbal rendah dengan
jumlah 33(100%)
Tabel 4.5
Distribusi Responden Berdasarkan kekerasan verbal tidak
langsung
di SMP Negeri 2 Rufei Kota Sorong Tahun 2022.
No . kekerasan verbal Frekuensi (f) Presentase (%)
1. Rendah 33 100,0%
Jumlah 33 100
Data tabel 4.4 menunjukan bahwa kekerasan verbal tidak langsung rendah
sebanyak 33(100%)
39
Tabel 4.6
Distribusi Responden Berdasarkan kekerasan fisik langsung
di SMP Negeri 2 Rufei Kota Sorong Tahun 2022.
No kekerasan fisik langsung frekuensi (f) presentase (%)
1. rendah 3 9,1 %
2. sedang 28 84,8 %
3. tinggi 2 6,1 %
total 32 100
Tabel 4.5 menunjukan bahwa responden dengan kekerasan fisik
langsung sedang sebanyak 28 (84,8%) lebih banyak dari kekerasan fisik
langsung rendah sabnayak 3(9,1%) dan kekerasan fisik langsung tinggi
sebanyak 2(6,1%).
Tabel 4.7
Distribusi Responden Berdasarkan kekerasan rasional
di SMP Negeri 2 Rufei Kota Sorong Tahun 2022.
No kekerasan rasional frekuensi (f) presentase (%)
1. rendah 4 12,1
2. sedang 29 87,9
total 33 100
Tabel 4.6 menunjukan bahwa responden dengan kategori kekerasan
rasional rendah sebanyak 4 responden(12,1%) sedangkan kekerasan
sedang sebanyak 29 responden(87,7%).
B. Pembahasan
Berdasarkan dari hasil penelitian tentang gambaran masalah perilaku
bullying pada siswa kelas IX di SMP Negeri 2 rufei kota sorong dari 32
responden, siswa yang tingkat perilaku bullying tertinggi pada ketegori
40
bullying rendah sebanyak 11 responden (50%) dan perilaku bullying
terrendah pada ketegori tinggi 7 responden (20%).
Bagi siswa yang memeiliki kekerasan fisik rendah dan kekerasan
rasional sedang maka mereka perlu dijaga dan dikembangkan dapat
memeliki perilaku yang jauh dari kekerasan di antara teman sebaya
maupun di lingkungan pergaulan yang lebih luas. Memiliki perilakun ynag
jauh dari unsur kekerasan atau keinginan untuk melukai orang lain dengan
ragam perbuatan maupun ucapan dapat memberikan sumbangan yang baik
untuk tahap perkrmbangan selanjutnya.
Ketika para siswa berada di luar lingkungan sekolah, keadaannya
mungkin saja bisa berbeda dengan yang terjadi di dalam lingkungan
sekolah. Ada banyak faktor yang bisa membuat para siswa bereaksi atau
berperilaku tertentu terhadap sekolah lain ataupun yang lainnya ketika
berada di luar sekolah. Dengan kata lain dapat dikatakan bahwa, perilaku
para siswa di dalam dan di luar sekolah berbeda. Sejalan dengan itu,
perilaku bullying yang terdapat pada para siswa, perwujudannya bisa
pula berbeda saat mereka berada di dalam sekolah ataudi luar sekolah.
Hasil penelitian yang menunjukkan perilaku bullying para siswa yang
rendah tidak berarti bahwa para siswa tidak ada yang berperilaku bullying
dengan teman sebayanya di sekolah. Perilaku bullying tetap ada di antara
para siswa kelas XI SMA BOPKRI 2 Yogyakarta tahun ajaran 2008/2009
walaupun pada tingkat yang masih rendah. Hasil tersebut dapat dikatakan
bahwa perilaku bullying para siswa kelas XI berada pada kondisi yang
41
harus terus pantau dan dipertahankan supaya tidak meningkat di
kemudian hari.
Saat penelitian dilakukan di SMP negeri 2 Rufei, relasi yang
kooperatif antara kepala sekolah dan para guru di sekolah ini tampak.
Mereka terbuka kepada para peneliti yang ingin melakukan penelitian di
sekolah tersebut. Hasil penelitian tersebut akan dijadikan masukan dan
kritik bagi praktik pengelolaan sekolah. Penyelenggaraan bimbingan dan
konseling (BK) di sekolah ini bisa dianggap cukup proporsional.
Proporsional karena setiap jenjang angkatan kelas siswa memiliki
setidaknya 1 (satu) guru bimbingan konseling yang fokus menangani
permasalahan pada tingkatan tersebut. Dengan dukungan yang sesuai,
tampak bahwa lingkungan sekolah SMP Negeri 2 Rufei merupakan salah
satu faktor pendukung berkembangnya kepribadian anak, selain
lingkungan keluarga. Dengan begitu dapat disimpulkan bahwa
kecenderungan perilaku bullying para siswa di lingkungan SMP Negeri 2
Rufei dapat dikendalikan dan diawasi oleh pihak sekolah.
Peneliti melihat, meski lingkungan sekolah berada di daerah pusat
kota, suasana belajar yang kondusif mampu diciptakan pengelola sekolah
bagi peserta didik. Dalam praktik pendidikan, pengelola sekolah
memberlakukan sistem poin bagi para siswa yang melanggar peraturan
dan tata tertib sekolah. Semakin banyak seorang siswa melakukan
pelanggaran peraturan dan tata tertib, semakin banyak poin yang ia dapat.
Poin juga dijadikan pertimbangan pihak pengelola sekolah untuk kenaikan
42
kelas dan pemberian sanksi terhadap siswa.
Pihak sekolah yang secara langsung dapat menangani perilaku dan
peristiwa bullying di sekolah adalah para staf BK. Staf BK berupaya
memberikan pelayanan yang bertujuan untuk mengoptimalkan
perkembangan siswa di sekolah. Lingkungan
di luar sekolah pun turut berpengaruh terhadap munculnya bullying di
sekolah. Staf BK sangat membutuhkan dukungan dan bantuan dari
berbagai macam pihak untuk dapat menjalankan tugasnya, seperti
melakukan kampanye dan mencegah bullying di lingkungan sekolah. Staf
BK di SMP Negeri 2 Rufei pun perlu mendapatkan bantuan untuk
menangani perilaku dan peristiwa bullying tersebut, terutama dari pihak
orang tua siswa. Dengan adanya kerjasama dari orang tua siswa dengan
pihak sekolah maupun staf BK, sedapat mungkin perilaku dan peristiwa
bullying dapat dicegah ataupun dapat ditangani dengan sedini mungkin.
Seperti yang telah dijelaskan di bab awal tentang pentingnya mencegah
kemunculan perilaku bullying di sekolah dapat membantu menciptakan
lingkungan yang kondusif bagi proses perkembangan para siswa. Sebab,
dampak yang ditimbulkan dari perilaku bullying akan berkepanjangan.
43
BAB V
PENUTUP
A. Kesimpulan
Adapula kesimpulan pada penelitian ini yaitu perilaku bullying pada
siswa di SMP Negeri 2 rufei kota sorong lebih banyak pada kategori rendah
di bandingkan kategori tinggi
B. Saran
Berdasarkan kesimpulan hasil penelitian dan manfaat peneliian ini maka
saran yang dapat penulis sampaikan adalah sebaga berikut :
1. Bagi instansti pendidikan
Penelitian ini memberikan informasi kepada Instansi yang terlibat tentang
kejadian bullying baik sebagai pelaku sekaligus korban bullying yang
terjadi pada remaja khususnya di Kota Sorong.
2. Bagi Keperawatan
Penelitian ini memberikan informasi kepada perawat untuk digunakan
sebagai perencanaan dalam pembuatan asuhan keperawatan mendatang di
Keperawatan Komunitas dan Keperawatan Jiwa.
3. Bagi Peneliti
Penelititian ini dapat menambah wawasan bagi peneliti, menerapkan
pengetahuan yang telah diperoleh selama proses perkuliahan kepada
responden yang terlibat. Dapat meningkatkan pengetahuan peneliti tentang
44
kejian tulis ilmiah dan menambah pengalaman dalam hal penelitian
terutama tentang bullying
45
DAFTAR PUSTAKA
Annisa, (2018). Hubungan Pola Asuh Ibu Dengan Perilaku Bullying Remaja.
[Skripsi]. Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia. Depok
[Link]
Anesty, (2020). Psikologi Remaja Perkembangan Peserta Didik.
Jakarta : Bumi Aksara
Arofa,Z,I, & Hundaniah,(2018). Pengaruh Perilaku Bullying Terhadap Empati.
Ditinjau dari Tifa Sekolah Jurnal Iimiah Psikologi terapan,6,(01),74-92
Andrew Mellor & Ratna Djuwita (2019). Faktor-Faktor Bullying. Jurnal
Psikologi Vol.6 No.1. (2021).
Basyirudin,F,(2019). Hubungan Antara Tingkat Pengetahuan Dengan Perilaku
Bullying Para santri Manrasah Aliyah pondoh pesantren Assa’adah,
skripsi. Jakarta: Psikologi uin Syarif Hidayatullah.
[Link]
Bowes, et,(2019). Intervensi Anti-intimidasi berbasis sekolah untuk remaja di
negara berpenghasilan rendah dan menegah; tinjauan sistematis
Handini, F. (2019). Hubungan Konsep Diri Dengan Kecenderungan Berperilaku
Bullying. Jakarta : Fakultas Psikologi Universitas Islam Negeri Syarif
Hidayatullah.
[Link]
[Link]
ICRW, (2017). Are scholl safe and Equel Places for Girls and Boy in Asia?
Reaserch Finding on School-related Gende-Based Violence. Thailan: Plan
Asia Regional. Jakarta : Rineka Cipa
KPAI.R,N,(2020). Data Kasus pengaduan Anak 2016-2020. Bank Data
Perlindungan Anak. [Link]
pengaduan-anak-2016-2020.
Malihah,Z,& Alfiasari,(2018). Perilaku Bullying pada Remaja dan Kaitannya
dengan Kontrol Diri dan Komunikasi Orang Tua. Jurnal Iimu Kel dan
konsling,11,(2),147-156.
Mustikasari, R. (2018). Penanganan Bullying Di SD Negeri 3 Manggung
Kecamatan Ngemplak Kabupaten Boyolali. Skripsi. Surakarta : Ilmu
Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta.
46
Notoatmodjo S,(2018). Iimu Kesehatan dan Perilaku Jakarta : Rineka Cipta
Prasetyo,E,(2019). Bullying di sekolah dan dampaknya bagi masa depan anak.
Jurnal pendidikan islam El-Tarbawi. No 1 vol IV 2019.
[Link]
Rahmadara, B. (2019). Hubungan Antara Pola Asuh Orangtua Dan Peran-peran
Dalam Perilaku Bullying Pada Siswa Sekolah Dasar. Skripsi, Depok :
Psikologi Universitas Indonesia.
[Link]
Raqqad, (2017). The Impact of School Bullying On Student’s Academic
Achievement From Teachers Point of View. International Education
Studies; Vol.10, No. 6; 2017
Sugiyono (2018). Tentang Metode Penelitian Dari Jenis Penelitian & Instrumen
Penelitian. Bandung : Alfabeta, CV. Santrock, Jhon W (2018).
SEJIWA (2018). Bullying Mengatasi Kekerasan Di Sekolah Dan Lingkungan
Sekitar. Jakarta : Grasindo.
UNESCO,(2017). School Violammnce and Bullying Status Report. Education
Sektor.
Wiyani,N,A.(2017) Save our children from school [Link]-Ruzz media
Yogyakarta.
World Health Organization,(2020a). Adolescent Mental Health.
[Link]
World Health Organization,(2020b). Violence against children.
[Link]
47
Lampiran 1
LEMBAR PENJELASAN MENGENAI PENELITIAN
Sorong ................ Agustus 2022
Kepada
Yth, Siswa-Siswi ................................
Di, -
Tempat
Syalom/Assalmu’alaikum [Link]/ selamat pagi/siang ...
Saya yang bertanda tangan di bawah ini :
Nama : Maria Furimbe
Nim : 201702052A
Pekerjaan : Mahasiswa Prodi Keperawatan STIKES Papua
Melakukan penelitian ini untuk mengetahui “Gambaran Masalah Perilaku
Bullying Pada Siswa Kelas IX di SMP Negeri 2 Rufei Kota Sorong”. Penelitian
ini merupakan salah satu syarat dalam menyelesaikan pendidikan keperawatan di
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Papua Sorong. Saya mengharapkan
partisipasi siswa-siswi dalam pengisian kuisioner secara jujur dan sesuai dengan
kenyataan yang terjadi, partisipasi siswa-siswi dalam penelitian ini bersifat
sukarela dan siswa-siswi memiliki kebebasab untuk menerima atau menolak tanpa
ada sangsi apapun, jika bersedia menjadi responden penelitian, silahkan
menandatangani lembar persetujuan sebagai bukti kesukarelaan. Terima kasih atas
partisipasi siswa-siswi sekalian.
Sorong,.......Agustus 2022
Penelitian
Maria Furimbe
NIM. 201702052A
Lampiran 2
LEMBAR PERSETUJUAN MENJADI RESPONDEN
(INFORMED CONSENT)
Judul Penelitian : Gambaran Masalah Perilaku Bullying Pada Siswa Kelas
IX Di SMP Negeri 2 Rufei Kota Sorong
Penelitian : Maria Furimbe
Nim : 201702052A
Saya yang bertanda tangan di bawah ini menyatakan bersedia untuk
berpartisipasi dalam pengumpulan data yang dilakukan oleh Mahasiswa Sekolah
Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Papua Sorong. Saya mengetahui bahwa saya
merupakan bagian dari penelitian tentang Gambaran Masalah Perilaku Bullying
Pada siswa-siswi. Saya mengetahui bahwa tidak ada resiko yang saya alami dan
saya telah diberitahukan tentang adanya kerahasiaan informasi yang diberikan.
Sorong,.........September 2022
Peneliti Responden
Maria Furimbe (.................................................)
NIM.201702052A Isikan sesuai inisial Responden
Lampiran 3
KEUSIONER PENELITIAN
GAMBARAN PERILAKU BULLYING PADA SISWA
KELAS IX DI SMP NEGERI 2 RUFEI
KOTA SORONG
Pada halaman-halaman berikut berikut disajikan sejumlah pertanyaan
mengenai kebiasaan yang anda lakukan ketika berada disekolah. Kebiasaan-
kebiasaan tersebut adalah kebiasaan dalam anda bertingkah laku dan berelasi
dengan teman sebaya anda di sekolah.
Bacalah dan pahami baik-baik setiap peryataan yang ada, kemudian pilihlah
jawaban sesuai dengan kondisi/situasi anda sendiri dengan cara menberikan tanda
centang (√) di lembar jawaban yang terpisah, pada salah satu pilihan jawaban
yang tersedia, yaitu :
SS : bila anda Sangat Sering melakukannya
S : bila anda Sering melakukannya
K : bila anda Kadang-kadang melakukannya
J : Bila anda Jarang Melakukannya
SELAMAT MENGERJAKAN
A. Identitas Responden
Nama :
Jenis Kelamin :
Umur :
B. Kuisioner
NO Pernyataan Jawaban
1 Saya suka menggunakan kata-kata sesuka saya untuk
□AS □S
merugikan teman yang tidak saya sukai
□KK □J
2 Ketika saya tidak suka dengan salah satu teman, saya
□AS □S
membuatnya malu dihadapan teman lain
□KK □J
3 Saya bertengkar mulut dengan teman lain di sekolah
□AS □S
dengan menggunakan kata-kata yang saling
menyakitkan □KK □J
4 Ketika sedang mencaci maki teman yang tidak saya
□AS □S
sukai, saya tidak bisa mengontrol tangan saya
sehingga terjadi perbuatan yang tidak diduga □KK □J
5 Ketika saya memberikan kritikan, maka kritikan yang
□AS □S
saya berikan harus membuat saya terlihat ‘lebih’
dihadapan teman lain □KK □J
6 Saya suka mengejek teman yang tidak saya sukai
□AS □S
□KK □J
7 Saya dim-diam memfitnah teman yang tidak saya
□AS □S
sukai dari belakang
□KK □J
8 Ketika saya melihat teman sedang berkelahi di
□AS □S
lingkungan sekolah, saya langsung melaporkannya
kepada guru/staff □KK □J
Saya suka melihat adik kelas yang saya rasa ‘berbeda’
9
□AS □S
dengan lirikan mata yang tajam
□KK □J
10 Saya membentak teman yang membuat saya jengkel
□AS □S
□KK □J
Saya suka membuat diri saya terlihat ‘lebih’
11
□AS □S
dibandingkan dengan teman yang lain
□KK □J
12 Saya mengejek teman saya yang berasal dari suku lain
□AS □S
□KK □J
13 Saya suka bercelutuk disaat ada jeda bapak/ibu guru
□AS □S
yang sedang mengajar di kelas
□KK □J
14 Saya suka mengejek kondisi fisik teman
□AS □S
□KK □J
15 Saya merasa bersalah saat menceritakan rahasia teman
□AS □S
yang tidak saya sukai
□KK □J
16 Saya mempengaruhi teman-teman untuk tidak
□AS □S
mencantumkan nama teman yang tidak di sukai di
kegiatan-kegiatan yang dilakukan bersama di kelas □KK □J
17 Saya berkelahi dengan teman di sekolah
□AS □S
□KK □J
18 Ketika saya marah, saya akan mendorong badan teman
□AS □S
terlebih dahulu sebelum tindakan yang lain
□KK □J
19 Saya suka menjadikan teman sebagai sasaran ejekan di
□AS □S
kelas jika ada kesempatan
□KK □J
20 Ketika saya diancam oleh teman, saya langsung
□AS □S
melapor kepada staf/guru dengan maksud untuk
menghentikan perilaku tersebut □KK □J
21 Saya memberikan isyarat-isyarat negatif dengan
□AS □S
bahasa tubuh kepada teman yang tidak disukai ketika
dia berada di sekolah (menutup hidung ketika teman □KK □J
itu sedang lewat, atau menaikkan bahu, menutup
hidung, dll)
22 Saya akan mendiamkan teman yang tidak saya sukai
□AS □S
ketika berada di kelas
□KK □J
23 Saya suka mencaci maki teman yang membuat saya
□AS □S
jengkel
□KK □J
24 Saya tidak suka meneror teman melalui telepon
□AS □S
□KK □J
25 Ketika saya mencaci maki teman yang tidak saya
□AS □S
sukai, barang-barang yang ada dihadapannya saya buat
menjadi berserakan dan berantakan □KK □J
26 Saya mempengaruhi teman yang lain untuk mengejek
□AS □S
teman yang tidak saya sukai
□KK □J
Saya tidak memberikan nama ‘khusus’ kepada teman
27
□AS □S
lain yang tidak saya sukai
□KK □J
28 Saya mengirimkan e-mail kepada teman yang tidak
□AS □S
saya sukai agar saat berada di sekolah ia menjadi
patuh terhadap saya □KK □J
29 Saya sendirian menindas teman yang tidak saya sukai
□AS □S
□KK □J
30 Saya tidak memberikan ekspresi tubuh yang
□AS □S
merendahkan teman lain karena itu dapat menyakitkan
hatinya □KK □J
31 Saya tidak suka menghina teman lain di sekolah
□AS □S
□KK □J
32 Saya tidak suka mempengaruhi teman untuk bersama-
□AS □S
sama menjauhi seorang teman yang dirasa berbeda
pandangan dengan ‘kelompok kami’ □KK □J
33 Ketika saya marah, saya memukul teman saya
□AS □S
□KK □J
34 Saya merasa tidak aman berada di lingkungan sekolah
□AS □S
karena perbuatan teman lain yang tidak menyenangkan
di sekolah □KK □J
35 Saya tidak memberikan kritik kepada teman lain
□AS □S
karena saya tahu itu bisa menyakitkan perasaanya
□KK □J
36 Saya memaki teman yang tidak saya sukai melalui
□AS □S
telepon
□KK □J
37 Saya tidak suka saat salah satu teman yang tidak
□AS □S
disukai ikut masuk dalam kelompok tugas bersama di
dalam kelas □KK □J
38 Ketika saya melihat teman sedang berkelahi di
□AS □S
lingkungan sekolah, saya berusaha untuk melerai dan
menghentikannya □KK □J
39 Saya tidak membuat surat kaleng yang berisi hal-hal
□AS □S
yang tidak benar mengenai teman yang tidak saya
sukai □KK □J
40 Ejekan saya kasar
□AS □S
□KK □J
41 Saya suka membuat teman merasa tidak nyaman
□AS □S
dengan ucapan saya
□KK □J
42 Ucapan saya tidak pernah mengganggu suasana yang
□AS □S
ada di dalam kelas
□KK □J
43 Saya tidak mengejek teman yang berbeda agama
□AS □S
dengan saya
□KK □J
44 Saya bersikap biasa saja saat teman yang tidak saya
□AS □S
sukai ada dihadapan
□KK □J
45 Ketika saya melihat teman sedang berkelahi di
□AS □S
lingkungan sekolah, saya hanya diam saja dan ikut
menonton □KK □J
46 Saya tidak mudah memberikan komentar apa saja
□AS □S
kepada teman lain
□KK □J
47 Ketika berada dalam situasi yang ramai di sekolah,
□AS □S
saya suka membuat malu seorang teman di dalam
situasi tersebut □KK □J
48 Saya melihat teman-teman sedang menghina teman
□AS □S
lain yang tidak mereka sukai dan saya tidak ikut-
ikutan mereka □KK □J
49 Saya dapat mengontrol diri saya ketika saya sedang
□AS □S
marah dengan teman lain
□KK □J
50 Saya merasa tidak nyaman saat mendiamkan salah
□AS □S
satu teman di kelas
□KK □J
51 Saya suka menyebarkan gosip tentang seorang teman
□AS □S
yang tidak saya sukai di sekolah
□KK □J
52 Saya akan puas jika menelepon dengan kasar dan
□AS □S
cepat kepada teman yang membuat saya jengkel
□KK □J
53 Ketika ada teman yang jadi malu akibat ucapan saya,
□AS □S
saya tidak mengulanginya lagi
□KK □J
54 Teman-teman saya terganggu dengan ucapan yang
□AS □S
sering saya lontarkan
□KK □J
55 Saya tidak mengirimkan e-mail apapun kepada teman
□AS □S
yang tidak saya
□KK □J
56 Saya menindas teman yang tidak saya sukai di luar
□AS □S
lingkungan sekolah
□KK □J
57 Ketika ada teman yang tidak disukai melewati lorong
□AS □S
depan kelas, saya dan teman-teman akan mengejek
dan menjulurkan lidah kepadanya dari belakang □KK □J
58 Saya tidak menjelekkan teman dekat saya di hadapan
□AS □S
teman yang lain
□KK □J
59 Saya tidak membuat gosip tentang seseorang yang
□AS □S
tidak saya sukai itu menyebar dengan cepa
□KK □J
60 Saya meneror teman yang tidak saya sukai melalui
□AS □S
telepon dengan nomor yang disembunyikan
□KK □J
61 Saya memberikan kritik kepada teman lain ketika dia
□AS □S
memiliki suatu ‘kelebihan’ dibandingkan dengan saya
□KK □J
62 Saya mendapatkan nama ejekan dari teman-teman
□AS □S
saya di sekolah
□KK □J
63 Ketika saya bercanda dengan teman lain,saya tidak
□AS □S
menggunakan kata-kata pedas untuk mencemooh-nya
□KK □J
64 Ketika menerima kabar yang tidak benar tentang
□AS □S
seorang teman, saya langsung menanyakan kepada
yang bersangkutan dan tidak menyebarkannya dahulu □KK □J
65 Saya suka merusak barang-barang kepunyaan teman
□AS □S
yang tidak saya sukai
□KK □J
66 Saya melihat dengan sinis kepada teman yang tidak
□AS □S
saya sukai ketika berpapasan di sekolah
□KK □J
67 Saya tidak mengejek teman yang berbeda tingkat
□AS □S
ekonominya dengan saya
□KK □J
68 Saya memilih bertatap muka langsung dengan teman
□AS □S
yang membuat saya jengkel dibandingkan dengan
memaki melalui telepon □KK □J
69 Saya berusaha mengajak teman yang tidak disukai di
□AS □S
kelas untuk aktif dalam kegiatan bersama di kelas
walaupun di tentang oleh teman-teman yang lain □KK □J
70 Saya tidak suka mencela teman saya untuk sekedar
□AS □S
bercanda ataupun serius
□KK □J
71 Saya sulit untuk melontarkan kata-kata yang
□AS □S
merendahkan teman lain
□KK □J
72 Ketika saya dikucilkan oleh teman-teman di sekolah,
□AS □S
saya tidak memberitahukan guru/staff yang ada di
sekolah □KK □J
73 Saya terbiasa memaki daripada memberikan kritikan
□AS □S
□KK □J
74 Saya sengaja menjelek-jelekkan teman yang tidak
□AS □S
disukai saat berada tidak jauh darinya dan disertai
tawa yang mengejek □KK □J
75 Saya tidak mendorong tubuh teman yang membuat
□AS □S
saya jengkel itu sesaat setelah berbicara dengannya
□KK □J
76 Saya mengadu-domba teman yang tidak saya sukai
□AS □S
dengan sahabatnya agar jalinan persahabatan mereka
menjadi rusak □KK □J
77 Saya dan teman-teman membuat surat kaleng berisi
□AS □S
hal-hal yang tidak kami sukai terhadap salah seorang
teman dan menyebarkannya □KK □J
78 Saya merasa sangat bersalah setelah memaki teman di
□AS □S
sekolah
□KK □J
79 Saya lebih suka untuk berbicara baik-baik
□AS □S
dibandingkan dengan langsung berkelahi/beradu fisik
□KK □J
80 Saya tidak bermaksud merusak barang-barang milik
□AS □S
teman yang tidak saya sukai saat berhadapan
dengannya □KK □J
81 Ketika saya menjadi korban perkelahian di sekolah,
□AS □S
saya langsung melaporkannya kepada guru/staff
□KK □J
82 Saya dan teman-teman mengunci teman yang tidak
□AS □S
disukai di salah satu ruangan sekolah
□KK □J
83 Saya mempengaruhi teman-teman untuk menghindari
□AS □S
teman yang tidak saya sukai di sekolah
□KK □J
84 Ketika saya menjadi korban penindasan di sekolah,
□AS □S
saya tidak akan memberitahukan orang tua
□KK □J
85 Saya melihat teman-teman membuat surat kaleng
□AS □S
untuk teman yang tidak mereka sukai
□KK □J
Terima kasih, Tuhan Berkati
SURAT IZIN PENGAMBILAN DATA AWAL
SURAT PERMOHONAN IZIN PENELITIAN
SURAT PENYELESAIAN PENELITIAN
MASTER TABEL
No Umur Kode JK Kode Kelas Kode
14 Tahun Perempuan Kelas IX A-IX E
1 1 1 1
15 Tahun Laki-laki Kelas IX F-IX K
2 2 2 2
14 Tahun Laki-laki
3 1 2
14 Tahun Perempuan
4 1 1
14 Tahun Perempuan
5 1 1
15 Tahun Perempuan
6 2 1
15 Tahun Laki-laki
7 2 2
15 Tahun Laki-laki
8 2 2
15 Tahun Laki-laki
9 2 2
15 Tahun Perempuan
10 2 1
14 Tahun Perempuan
11 1 1
14 Tahun Perempuan
12 1 1
15 Tahun Laki-laki
13 2 2
15 Tahun Laki-laki
14 2 2
15 Tahun Laki-laki
15 2 2
14 Tahun Perempuan
16 1 1
14 Tahun Perempuan
17 1 1
15 Tahun Perempuan
18 2 1
15 Tahun Laki-laki
19 2 2
14 Tahun Laki-laki
20 1 2
14 Tahun Perempuan
21 1 1
14 Tahun Perempuan
22 1 1
14 Tahun Laki-laki
23 1 2
15 Tahun Laki-laki
24 2 2
15 Tahun Perempuan
25 2 1
14 Tahun Perempuan
26 1 1
14 Tahun Laki-laki
27 1 2
15 Tahun Laki-laki
28 2 2
15 Tahun Perempuan
29 2 1
15 Tahun Perempuan
30 2 1
14 Tahun Laki-laki
31 1 2
14 Tahun Laki-laki
32 1 2
15 Tahun Perempuan
33 2 1
REKAPITULASI KUESIONER
Kekerasan Verbal
Sub Aspek a.1 Aspek a.2 Aspek a.3 Aspek a.4 Aspek a.5 Aspek a.6
No Kelas
1 20 34 41 2 47 53 27 62 11 71 13 19 42 54 3 40 63
1 A1 1 2 3 1 4 1 4 4 4 1 4 4 2 4 1 1 1 4
2 A2 1 2 3 1 1 1 1 1 3 1 1 1 1 1 1 1 1 1
3 A3 2 3 3 2 3 2 3 2 3 3 3 2 3 2 3 1 1 4
4 B1 3 2 1 2 1 1 1 3 2 1 2 3 3 2 3 1 1 3
5 B2 3 4 3 2 4 3 3 2 1 2 3 3 3 3 2 3 2 3
6 B3 1 2 1 1 1 1 4 4 2 1 4 1 1 4 2 1 1 4
7 C1 2 4 4 2 1 1 2 4 4 1 2 3 1 3 1 1 1 3
8 C2 1 4 4 1 1 1 4 3 1 1 4 4 4 1 1 1 3 4
9 C3 2 3 1 2 1 1 4 3 3 1 4 1 1 4 1 2 2 3
10 D1 1 2 1 1 1 1 2 4 1 2 1 1 1 1 1 1 1 1
11 D2 1 2 1 2 4 3 1 4 3 1 1 4 4 1 1 4 4 3
12 D3 1 3 3 1 1 4 3 4 4 1 2 1 1 3 2 1 1 2
13 E1 4 4 4 4 3 3 3 4 1 3 2 3 3 3 3 4 4 2
14 E2 3 4 4 3 3 2 1 4 4 3 1 4 4 2 3 3 4 4
15 E3 3 3 3 3 3 3 3 3 1 3 1 3 3 3 3 3 3 1
16 F1 3 2 1 1 3 3 4 2 2 4 3 4 3 1 3 3 3 2
17 F2 4 4 3 3 3 3 4 3 1 3 4 3 3 2 3 3 4 4
18 F3 3 3 3 3 3 3 1 4 2 3 3 3 3 3 2 3 3 2
19 G1 4 4 3 2 2 2 4 3 1 2 4 2 3 2 2 1 1 4
20 G2 1 2 3 1 3 4 4 4 4 1 4 4 2 4 1 1 1 1
21 G3 1 2 3 1 3 3 3 1 3 1 1 1 1 1 1 1 1 4
22 H1 2 3 3 2 3 2 1 2 3 3 3 2 3 2 3 1 1 3
23 H2 3 2 1 2 4 4 3 3 2 1 2 3 3 2 3 3 2 3
24 H3 3 4 3 2 3 3 3 2 1 2 3 3 3 3 2 1 1 4
25 I1 1 2 1 1 3 2 1 4 2 2 1 1 1 4 2 1 1 3
26 I2 2 4 4 2 4 4 3 4 4 1 1 3 1 3 1 1 1 3
27 I3 1 4 4 1 3 3 3 3 1 1 2 4 4 1 1 1 3 4
28 J1 2 3 1 2 2 3 3 3 3 3 2 1 1 3 2 2 2 3
29 J2 1 2 1 1 3 2 1 4 1 3 1 3 3 3 3 1 1 1
30 J3 1 2 1 2 3 4 3 4 3 3 1 4 4 2 3 4 4 3
31 K1 1 3 3 1 1 2 4 4 4 4 3 3 3 3 3 1 1 2
32 K2 4 4 3 2 2 4 4 4 2 3 4 4 3 1 3 4 4 2
33 K3 1 2 3 1 4 4 3 4 4 3 3 3 3 2 3 3 4 4
Aspek a.7 Aspek a.8 Aspek a.9 Aspek a.10
6 14 26 31 46 48 70 10 5 35 61 24 36 52 60 68
1 4 1 4 4 4 4 2 2 4 41 4 1 1 1 1
1 1 1 1 2 1 1 2 1 1 1 1 1 1 1 3
2 1 3 2 2 2 3 1 2 2 1 1 4 3 3 2
4 2 1 1 1 3 4 3 3 4 1 3 1 1 1 4
2 2 1 4 3 2 3 2 2 2 4 4 2 1 3 3
1 1 1 4 4 4 4 2 1 4 1 1 1 1 1 1
1 1 1 4 1 4 2 1 1 2 1 4 1 1 1 3
2 2 1 4 3 4 4 3 1 1 1 4 4 1 1 1
3 3 1 3 3 3 3 4 1 3 1 4 1 1 1 1
2 1 2 1 1 1 1 2 1 1 1 4 1 1 1 4
4 3 3 3 1 1 2 4 4 3 4 2 4 3 3 4
1 1 1 1 3 4 1 2 4 1 4 1 4 3 3 4
3 3 3 3 2 2 2 4 3 4 3 4 3 3 3 3
4 3 3 2 4 1 4 4 3 1 3 4 3 3 3 3
4 3 3 1 1 1 2 4 3 3 3 1 4 4 4 3
3 3 3 3 2 2 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3
4 3 3 3 1 2 4 3 2 2 3 4 3 3 3 3
2 2 2 2 2 4 2 2 2 2 2 1 2 2 2 2
1 4 1 4 4 4 4 3 2 2 4 3 1 1 1 4
1 1 1 1 2 1 1 4 1 4 1 4 2 1 3 3
2 1 3 2 2 2 3 2 1 2 1 1 1 1 1 1
4 2 1 1 1 3 4 4 1 1 1 4 1 1 1 3
2 2 1 4 3 2 3 2 1 3 1 4 4 1 1 1
1 1 1 4 4 4 4 4 1 1 1 4 1 1 1 1
1 1 1 4 1 4 2 4 4 3 4 4 1 1 1 4
2 2 1 4 3 4 4 4 4 1 4 4 1 1 1 1
1 4 1 4 4 4 4 3 3 4 3 1 1 1 1 3
1 1 1 1 2 1 1 2 1 1 1 1 4 3 3 2
2 1 3 2 2 2 3 1 2 2 1 3 1 1 1 4
4 2 1 1 1 3 4 3 3 4 1 4 2 1 3 3
3 3 1 3 3 3 3 4 2 2 4 1 1 1 1 1
2 1 2 1 1 1 1 2 1 4 1 4 1 1 1 3
4 3 3 3 1 1 2 4 1 2 1 4 4 1 1 1
Aspek a.11 Aspek a.12
Total Kategori Kode
4 23 25 49 73 75 78 80 12 43 67
1 1 1 1 1 4 4 4 1 4 4 151 Rendah 1
1 1 1 2 1 1 1 1 1 1 1 55 Rendah 1
3 4 2 1 4 2 3 3 2 1 1 105 Rendah 1
1 3 1 1 1 4 1 4 1 1 1 91 Rendah 1
2 1 1 3 1 2 3 3 3 4 3 115 Rendah 1
1 1 1 4 1 4 2 4 1 1 1 89 Rendah 1
1 1 1 2 1 4 2 2 1 4 2 90 Rendah 1
1 3 1 1 1 4 4 4 1 4 4 108 Rendah 1
1 1 1 2 1 3 2 2 1 2 4 95 Rendah 1
1 1 1 1 1 1 1 4 1 1 4 66 Rendah 1
4 3 3 1 4 4 4 4 3 1 4 127 Rendah 1
4 4 3 1 4 2 2 2 3 2 1 104 Rendah 1
4 3 3 1 4 3 4 1 3 4 4 139 Rendah 1
3 3 3 3 3 4 1 1 3 1 1 130 Rendah 1
3 3 4 3 4 1 2 2 3 2 1 120 Rendah 1
3 3 3 3 4 4 4 4 3 2 2 129 Rendah 1
3 3 3 2 3 4 1 1 3 4 1 131 Rendah 1
2 2 1 3 2 4 1 2 2 1 2 105 Rendah 1
1 1 1 2 1 4 2 2 2 1 1 107 Rendah 1
1 3 1 1 1 4 4 4 1 1 1 98 Rendah 1
1 1 1 2 1 3 2 2 3 4 3 81 Rendah 1
1 1 1 1 1 1 1 4 1 1 1 89 Rendah 1
4 3 3 1 4 4 4 4 1 4 2 115 Rendah 1
4 4 3 1 4 2 2 2 1 4 4 111 Rendah 1
1 1 1 4 1 4 2 4 1 2 4 98 Rendah 1
1 1 1 2 1 4 2 2 1 1 4 107 Rendah 1
1 3 1 1 1 4 4 4 3 1 4 113 Rendah 1
1 1 1 2 1 3 2 2 3 2 2 87 Rendah 1
1 1 1 1 1 4 4 4 3 4 1 91 Rendah 1
1 1 1 2 1 1 1 1 2 1 2 105 Rendah 1
3 4 2 1 4 2 3 3 2 1 1 108 Rendah 1
1 3 1 1 1 4 1 4 1 1 1 103 Rendah 1
2 1 1 3 1 2 3 3 3 4 3 116 Rendah 1
Kekerasan Verbal Tidak Langsung
Sub Aspek b.1 Aspek b.2 Aspek b.3
No Kelas Total Kategori Kode
7 51 59 64 72 83 28 55 39 77 85
1 A1 1 2 3 1 4 1 1 4 4 4 1 26 Rendah 1
2 A2 1 2 3 1 3 3 1 1 1 3 1 20 Rendah 1
3 A3 2 3 3 2 4 2 2 3 2 3 3 29 Rendah 1
4 B1 3 2 1 2 1 1 1 1 3 2 2 19 Rendah 1
5 B2 3 4 3 2 2 1 3 3 2 1 1 25 Rendah 1
6 B3 4 2 1 1 1 1 1 4 4 2 2 23 Rendah 1
7 C1 2 4 4 2 2 1 1 2 4 4 2 28 Rendah 1
8 C2 4 4 4 1 3 1 1 4 3 1 3 29 Rendah 1
9 C3 2 3 1 2 4 1 1 4 3 3 4 28 Rendah 1
10 D1 3 2 1 1 4 3 1 2 4 1 1 23 Rendah 1
11 D2 1 2 1 2 4 3 3 1 4 3 1 25 Rendah 1
12 D3 3 3 3 1 1 3 4 3 4 4 4 33 Rendah 1
13 E1 4 4 4 4 2 1 3 3 4 1 1 31 Rendah 1
14 E2 3 4 4 3 3 3 2 1 4 4 1 32 Rendah 1
15 E3 3 3 3 3 4 1 3 3 3 1 2 29 Rendah 1
16 F1 3 2 1 1 2 1 3 4 2 2 2 23 Rendah 1
17 F2 4 4 3 3 2 2 3 4 3 1 3 32 Rendah 1
18 F3 3 3 3 3 2 4 3 1 4 2 4 32 Rendah 1
19 G1 4 4 3 2 3 2 2 4 3 1 2 30 Rendah 1
20 G2 1 2 3 1 4 4 4 4 4 4 1 32 Rendah 1
21 G3 1 2 3 1 3 2 3 3 1 3 1 23 Rendah 1
22 H1 2 3 3 2 4 2 2 1 2 3 1 25 Rendah 1
23 H2 3 2 1 2 3 3 4 3 3 2 2 28 Rendah 1
24 H3 3 4 3 2 2 1 3 3 2 1 2 26 Rendah 1
25 I1 1 2 1 1 4 2 2 1 4 2 3 23 Rendah 1
26 I2 2 4 4 2 3 3 4 3 4 4 2 35 Rendah 1
27 I3 1 4 4 1 2 2 3 3 3 1 3 27 Rendah 1
28 J1 2 3 1 2 1 1 3 3 3 3 3 25 Rendah 1
29 J2 1 2 1 1 1 1 2 1 4 1 1 16 Rendah 1
30 J3 1 2 1 2 2 4 4 3 4 3 1 27 Rendah 1
31 K1 1 3 3 1 3 3 2 4 4 4 1 29 Rendah 1
32 K2 4 4 3 2 4 4 4 4 4 2 2 37 Rendah 1
33 K3 1 2 3 1 3 4 4 3 4 4 2 31 Rendah 1
Kekerasan Fisik Langsung
Sub Aspek c.1 Total Kategori Kode
No Kelas
8 17 18 29 33 38 45 56 65 79 81 83 84
1 A1 1 2 3 1 4 1 1 1 4 1 4 4 1 28 Sedang 2
2 A2 1 2 3 1 3 3 1 1 1 1 1 3 1 22 Rendah 1
3 A3 2 3 3 2 4 2 1 2 3 2 2 3 3 32 Sedang 2
4 B1 3 2 1 2 1 1 2 1 1 2 3 2 2 23 Rendah 1
5 B2 3 4 3 2 2 1 1 3 3 2 2 1 1 28 Sedang 2
6 B3 4 2 1 1 1 1 3 1 4 3 4 2 2 29 Sedang 2
7 C1 2 4 4 2 2 1 3 1 2 2 4 4 2 33 Sedang 2
8 C2 4 4 4 1 3 1 2 1 4 1 3 1 3 32 Sedang 2
9 C3 2 3 1 2 4 1 3 1 4 2 3 3 4 33 Sedang 2
10 D1 3 2 1 1 4 3 4 1 2 2 4 1 1 29 Sedang 2
11 D2 1 2 1 2 4 3 2 3 1 2 4 3 1 29 Sedang 2
12 D3 3 3 3 1 1 3 4 4 3 3 4 4 1 37 Sedang 3
13 E1 4 4 4 4 2 1 2 3 3 3 4 1 1 36 Sedang 2
14 E2 3 4 4 3 3 3 2 2 1 3 4 4 1 37 Sedang 2
15 E3 3 3 3 3 4 1 3 3 3 3 3 1 2 35 Sedang 2
16 F1 3 2 1 1 2 1 3 3 4 4 2 2 2 30 Sedang 2
17 F2 4 4 3 3 2 2 4 3 4 2 3 1 3 38 Sedang 2
18 F3 3 3 3 3 2 4 3 3 1 2 4 2 4 37 Sedang 2
19 G1 4 4 3 2 3 2 2 2 4 2 3 1 2 34 Sedang 2
20 G2 1 2 3 1 4 4 3 4 4 2 4 4 1 37 Sedang 2
21 G3 1 2 3 1 3 2 3 3 3 3 1 3 1 29 Sedang 2
22 H1 2 3 3 2 4 2 3 2 1 2 2 3 1 30 Sedang 2
23 H2 3 2 1 2 3 3 3 4 3 2 3 2 2 33 Sedang 2
24 H3 3 4 3 2 2 1 4 3 3 1 2 1 2 31 Sedang 2
25 I1 1 2 1 1 4 2 2 2 1 2 4 2 3 27 Sedang 2
26 I2 2 4 4 2 3 3 2 4 3 1 4 4 2 38 Sedang 2
27 I3 1 4 4 1 2 2 3 3 3 1 3 1 3 31 Sedang 2
28 J1 2 3 1 2 1 1 3 3 3 1 3 3 3 29 Sedang 2
29 J2 1 2 1 1 1 1 1 2 1 2 4 1 1 19 Rendah 1
30 J3 1 2 1 2 2 4 1 4 3 2 4 3 1 30 Sedang 2
31 K1 1 3 3 1 3 3 1 2 4 2 4 4 1 32 Sedang 2
32 K2 4 4 3 2 4 4 1 4 4 3 1 2 2 38 Sedang 3
33 K3 1 2 3 1 3 4 1 4 3 2 4 4 2 34 Sedang 2
Kekerasan Rasional
Aspek
No Kls Sub Aspek a.1 b.2 Aspek c.3 Aspek d.4 Total Kategori Kode
9 21 30 44 57 66 47 22 50 16 32 37 69 15 58 76
1 A1 1 2 3 1 2 4 1 1 4 2 1 4 2 2 4 1 35 Sedang 2
2 A2 1 2 3 1 2 1 1 2 1 1 1 1 2 1 1 1 22 Rendah 1
3 A3 2 3 3 2 1 3 2 2 2 1 3 3 3 3 2 3 38 Sedang 2
4 B1 3 2 1 2 1 1 1 2 3 2 1 2 1 3 2 3 30 Rendah 1
5 B2 3 4 3 2 1 4 3 1 2 2 2 3 1 3 3 2 39 Sedang 2
6 B3 1 2 1 1 4 1 1 3 4 3 1 4 1 1 4 2 34 Sedang 2
7 C1 2 4 4 2 3 1 1 3 4 3 1 2 1 1 3 1 36 Sedang 2
8 C2 1 4 4 1 3 1 1 4 3 2 1 4 2 4 1 1 37 Sedang 2
9 C3 2 3 1 2 3 1 1 1 3 2 1 4 2 1 4 1 32 Sedang 2
10 D1 1 2 1 1 2 1 1 1 4 1 2 1 2 1 1 1 23 Rendah 1
11 D2 1 2 1 2 1 4 3 2 4 1 1 1 3 4 1 1 32 Sedang 2
12 D3 1 3 3 1 1 1 4 3 4 1 1 2 3 1 3 2 34 Sedang 2
13 E1 2 1 4 1 1 2 1 4 3 1 2 3 4 3 3 3 38 Sedang 2
14 E2 3 4 4 3 2 3 2 3 4 2 3 1 1 4 2 3 44 Sedang 2
15 E3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 2 3 1 2 3 3 3 45 Sedang 2
16 F1 3 2 1 1 4 3 3 2 2 1 4 3 1 3 1 3 37 Sedang 2
17 F2 4 4 3 3 4 3 3 2 3 1 3 4 3 3 2 3 48 Sedang 2
18 F3 3 3 3 3 3 3 3 1 4 1 3 3 3 3 3 2 44 Sedang 2
19 G1 4 4 3 2 4 2 2 1 3 1 2 4 4 3 2 2 43 Sedang 2
20 G2 1 2 3 1 2 3 4 1 4 2 1 4 1 2 4 1 36 Sedang 2
21 G3 1 2 3 1 2 3 3 1 1 3 1 1 1 1 1 1 26 Rendah 1
22 H1 2 3 3 2 3 3 2 3 2 3 3 3 1 3 2 3 41 Sedang 2
23 H2 3 2 1 2 2 4 4 3 3 3 1 2 1 3 2 3 39 Sedang 2
24 H3 3 4 3 2 2 3 3 3 2 3 2 3 1 3 3 2 42 Sedang 2
25 I1 1 2 1 1 1 3 2 4 4 4 2 1 2 1 4 2 35 Sedang 2
26 I2 2 4 4 2 1 4 4 4 4 4 1 1 2 1 3 1 42 Sedang 2
27 I3 1 4 4 1 1 3 3 3 3 2 1 2 3 4 1 1 37 Sedang 2
28 J1 2 3 1 2 1 2 3 2 3 2 3 2 3 1 3 2 35 Sedang 2
29 J2 1 2 1 1 3 3 2 2 4 2 3 1 3 3 3 3 37 Sedang 2
30 J3 1 2 1 2 2 3 4 3 4 1 3 1 4 4 2 3 40 Sedang 2
31 K1 1 3 3 1 2 1 2 4 4 1 4 3 2 3 3 3 40 Sedang 2
32 K2 4 4 3 2 2 2 4 3 4 1 3 4 3 3 1 3 46 Sedang 2
33 K3 1 2 3 1 2 4 4 3 4 3 3 3 2 3 2 3 43 Sedang 2
HASIL UJI STATISTIK
Frequencies
Statistics
Kekerasan Kekeras Kekera
Jenis Kekeras Verbal an Fisik san
Umu Kelami an Tidak Langsun Rasion
r n Kelas Verbal Langsung g al
N Valid 33 33 11 33 33 33 33
Missin
0 0 22 0 0 0 0
g
Mean 1,52 1,48 6,00 1,00 1,00 1,97 1,88
Std. Error of
,088 ,088 1,000 ,000 ,000 ,069 ,058
Mean
Median 2,00 1,00 6,00 1,00 1,00 2,00 2,00
Mode 2 1 1a 1 1 2 2
Std.
,508 ,508 3,317 ,000 ,000 ,394 ,331
Deviation
Variance 11,00
,258 ,258 ,000 ,000 ,155 ,110
0
Range 1 1 10 0 0 2 1
Minimum 1 1 1 1 1 1 1
Maximum 2 2 11 1 1 3 2
Sum 50 49 66 33 33 65 62
a. Multiple modes exist. The smallest value is shown
Frequency Table
Umur
Frequenc Valid Cumulative
y Percent Percent Percent
Vali 14 Tahun 16 48,5 48,5 48,5
d 15 Tahun 17 51,5 51,5 100,0
Total 33 100,0 100,0
Jenis Kelamin
Frequenc Valid Cumulative
y Percent Percent Percent
Vali Perempuan 17 51,5 51,5 51,5
d Laki-laki 16 48,5 48,5 100,0
Total 33 100,0 100,0
Kelas
Frequenc Valid Cumulative
y Percent Percent Percent
Valid Kelas IX A 1 3,0 9,1 9,1
Kelas IX B 1 3,0 9,1 18,2
Kelas IX C 1 3,0 9,1 27,3
Kelas IX D 1 3,0 9,1 36,4
Kelas IX E 1 3,0 9,1 45,5
Kelas IX F 1 3,0 9,1 54,5
Kelas IX G 1 3,0 9,1 63,6
Kelas IX H 1 3,0 9,1 72,7
Kelas IX I 1 3,0 9,1 81,8
Kelas IX J 1 3,0 9,1 90,9
Kelas IX K 1 3,0 9,1 100,0
Total 11 33,3 100,0
Missin System
22 66,7
g
Total 33 100,0
Kekerasan Verbal
Frequenc Valid Cumulative
y Percent Percent Percent
Valid Rendah 33 100,0 100,0 100,0
Kekerasan Verbal Tidak Langsung
Frequenc Valid Cumulative
y Percent Percent Percent
Valid Rendah 33 100,0 100,0 100,0
Kekerasan Fisik Langsung
Frequenc Valid Cumulative
y Percent Percent Percent
Vali Rendah 3 9,1 9,1 9,1
d Sedang 28 84,8 84,8 93,9
Tinggi 2 6,1 6,1 100,0
Total 33 100,0 100,0
Kekerasan Rasional
Frequenc Valid Cumulative
y Percent Percent Percent
Vali Rendah 4 12,1 12,1 12,1
d Sedang 29 87,9 87,9 100,0
Total 33 100,0 100,0
DEKUMENTASI