Anda di halaman 1dari 30

PT.PLA B.2.

3 - 2008

PEDOMAN TEKNIS

REKLAMASI LAHAN PASCA PENAMBANGAN TAHUN 2008

DIREKTORAT PENGELOLAAN LAHAN DIREKTORAT JENDERAL PENGELOLAAN LAHAN DAN AIR

DEPARTEMEN PERTANIAN JAKARTA, 2008

KATA PENGANTAR

Maksud dan tujuan penerbitan pedoman teknis ini dalam rangka memberikan acuan dan panduan bagi para petugas Dinas lingkup Pertanian (Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan, Kabupaten/Kota maupun maupun Petrenakan) petugas baik lapangan Propinsi, untuk

melaksanakan kegiatan Reklamasi Lahan Pasca Tambang yang dananya bersumber baik dari dana APBN maupun APBD TA. 2008

Para petugas terkait diharapkan dapat mempelajari dan mencermati pedoman ini dengan seksama, karena ada beberapa perbedaan atau perubahan prinsip antar Pedoman Teknis 2008 ini dengan Pedoman Teknis 2007 yang lalu. Disamping itu dengan memahami Pedoman Teknis ini, diharapkan tidak akan terjadi keragu-raguan dalam

implementasi kegiatan di lapangan serta kendala/hambatan yang ada akan dapat diatasi yang pada akhirnya kinerja yang diperoleh dapat tercapai secara optimal.

Muatan Pedoman Teknis ini bersifat umum karena berlaku secara nasional, oleh karenanya diharapkan pihak Dinas lingkup Pertanian Propinsi dapat menerbitkan Petunjuk Pelaksanaan dan Dinas lingkup Pertanian Kabupaten/Kota

ii

dapat menerbitkan Petunjuk Teknis yang akan menjabarkan secara lebih rinci Pedoman Teknis ini sesuai dengan kondisi spesifik daerah masing-masing.

Untuk

meningkatkan

pemahaman

petugas

terhadap

Pedoman Teknis ini, sangat diharapkan dalam berbagai kesempatan yang ada (misalnya acara Sosialisasi, Rapat koordinasi, Rapat Teknis, Supervisi, dsbnya), pedoman Teknis ini dapat didiskusikan bersama secara intensif. Dengan demikian diharapkan semua pihak terkait baik Pusat dan daerah dapat memiliki kesamaan pandang, gerak dan langkah dalam melaksanakan kegiatan ini.

Akhirnya, sangat diharapkan komitmen berbagai pihak untuk dapat melaksanakan kegiatan ini dengan sebaik-baiknya dalam bingkai waktu yang telah ditentukan, agar hasil pembangunan melalui kegiatan ini benar-benar dapat dinikmati manfaatnya bagi sebesar-besar kesejahteraan petani di Indonesia.

Jakarta, Direktur ,

Februari 2008

Ir. Suhartanto, MM NIP. 080 048 854

iii

DAFTAR ISI Daftar isi Kata pengantar Daftar gambar ........................................ Daftar lampiran ........................................ I. PENDAHULUAN ............................ 1.1. Latar belakang ................ 1.2. Tujuan ............................ 1.3. Sasaran ............................ 1.4. Pengertian ............................. II. RUANG LINGKUP ............................ 2.1 Perbaikan lahan ........................ 2.2 Penyediaan sarana Produksi .... III. SPESIFIKASI TEKNIS .................. 3.1 Norma ......................................... 3.2 Standar Teknis ........................... 3.3 Kriteria ........................................ IV. PELAKSANAAN KEGIATAN ..... 4.1. Cara pelaksanaan ................ 4.2. Tahapan pelaksanaan ..... 4.3. Jadwal kegiatan ................ 4.4. Pendanaan ............................ V. PEMBINAAN, MONEV ................. 5.1 Tugas & Tanggungjawab Dinas Propoinsi ................................. 5.2 Tugas & Tanggungjawab Dinas Kabupaten/kota ........................ 5.3 Jenis dan Format Laporan ........ 5.4 Alur Laporan ............................. VI. INDIKATOR KINERJA ................. 6.1 Keluaran (Outputs) ..................... 6.2 Hasil (Outcomes) ....................... 6.3 Manfaat (Manfaat) ...................... 6.4 Dampak (Impacts) ...................... VII. PENUTUP ........................................ LAMPIRAN i ii iv v 1 1 2 2 3 4 4 4 4 4 5 5 7 7 7 12 13 14 15 15 16 17 19 19 20 20 20 21

DAFTAR GAMBAR

1. Lahan pertanian pasca penambangan Di kabupaten Bangka ............................ 2. Lahan pertanian pasca penambangan Di Kabupaten Bangka ............................ 3. Lahan pertanian pasca penambangan Di Kabupaten Bolaang mongondo .........

14

19

iv

DAFTAR LAMPIRAN 1. Sasaran luas areal pertanian pasca Penambangan .............................. Contoh desain sederhana Jadwal pelaksanaan Format laporan bulanan .................. .................. ..................

23 24 28 29 30

2. 3. 4. 5.

Outline laporan akhir ..............................

I.

PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Kegiatan Reklamasi Lahan pada TA. 2008 dikaitkan dengan karakteristik wilayah kabupaten/kota, dibagi ke dalam 4 sub kegiatan, yaitu 1) reklamasi rawa pasang surut dan lebak (termasuk reklamasi lahan kawasan PLG), 2) perbaikan lahan sawah berkadar bahan organik rendah, 3) perbaikan lahan kering berkadar bahan organik rendah, dan 4) reklamasi lahan pertanian pasca penambangan . Pendekatan masalah yang ditempuh dalam reklamasi lahan tergantung pada tipologi lahan dan keadaan perbaikan serta tingkat kesuburan tanah. Berdasarkan data dari Departemen Energi dan

Sumberdaya Mineral pada Tahun 2005 terdapat 186 perusahaan tambang yang masih aktif dengan total luas areal sekitar 57.703 ha dan hanya 20.086 ha yang telah direklamasi oleh para perusahaan yang memperoleh kontrak pada lahan tersebut. Sebagian lahan tersebut dikembalikan kepada petani untuk diusahakan kembali menjadi lahan pertanian. Reklamasi lahan pasca penambangan dimaksudkan untuk merehabilitasi lahan pasca penambangan supaya dapat dimanfaatkan kembali menjadi lahan pertanian melalui pemberian teknologi bahan pembenah tanah, bahan

organik dan pertanaman (revegetasi) sesuai dengan kemampuan teknis dan dana yang tersedia. Pemberian bahan organik berupa seresah, amelioran sebagai

campuran pupuk organik dan penanaman tanaman tahunan seperti sengon, petai cina, mete, dan lain-lain merupakan pendekatan yang diupayakan tergantung pada kondisi pedroagroklimat dan lapisan subsoil dan top soil yang tersisa. 1.2. Tujuan Tujuan pedoman teknis reklamasi lahan pasca

penambangan adalah untuk memberikan acuan dan masukan kepada Dinas lingkup Pertanian di Propinsi dan Kabupaten/Kota dalam melaksanakan kegiatan reklamasi lahan pasca penambangan yang sesuai dengan keadaan wilayah, sosial dan ekonomi masyarakat setempat serta ketersediaan dana, sehingga dapat memberikan manfaat bagi para petani di lokasi tersebut. Tujuan kegiatan reklamasi lahan pasca penambangan dimaksudkan untuk memperbaiki ekosistem lahan melalui perbaikan kualitas lahan pertanian dan penyediaan sarana produksi dalam rangka peningkatan produktivitas lahan. 1.3. Sasaran Sasaran kegiatan reklamasi lahan pasca penambangan difokuskan untuk perbaikan kualitas lahan pada kawasan

Tanaman Pangan dan Perkebunan seluas 70 ha Perincian sebagaimana disajikan pada lampiran 1. 1.4. Pengertian Beberapa pengertian umum yang terkait dengan kegiatan reklamasi lahan pasca penambangan, antara lain : a. Reklamasi Lahan adalah suatu upaya pemanfaatan, perbaikan dan peningkatan kualitas lahan pertanian kurang produktif baik yang diakibatkan secara alami maupun pengaruh manusia melalui penerapan

teknologi dan pemberdayaan b. Ameliorasi Lahan adalah suatu upaya pemberian masukan tertentu (misalnya kapur, zeolite, dan

kompos) ke dalam tanah yang lebih difokuskan untuk perbaikan fisika, kimiawi dan biologi tanah. c. Sarana Produksi adalah suatu upaya pemberian masukan tertentu (misalnya kapur, zeolite, kompos) ke dalam tanah yang lebih difokuskan untuk perbaikan fisika, kimiawi, dan biologi tanah d. Reklamasi Lahan Pasca Penambangan adalah suatu upaya pemanfaatan lahan pasca penambangan milik petani melalui perbaikan lahan dan masukan teknologi serta revegetasi.

II. RUANG LINGKUP KEGIATAN 2.1. Perbaikan Lahan Kegiatan yang termasuk dalam perbaikan lahan antara lain :

Pembersihan lahan, terdiri dari perataan tanah, galian dan timbunan serta pengolahan tanah Pembuatan pematang, galengan atau bedengan Pembuatan media tanam palawija Perbaikan jalan usaha tani Pembuatan lubang tanam

2.2. Penyediaan Sarana Produksi Kegiatan penyediaan sarana produksi antara lain : a. Pupuk organik (kompos/kandang) b. c. Amelioran berupa kapur pertanian, atau zeolit Bibit/benih tanaman atau ternak kambing/domba

d. Penyediaan tanah top soil sebagai media tanam dengan systim pot.

III. SPESIFIKASI TEKNIS

3.1. Norma Kegiatan reklamasi lahan pasca penambangan diarahkan pada lahan yang pernah diusahakan oleh petani dan

merupakan

milik

petani

dengan

masukan

teknologi

revegetasi, pembenah tanah dan bahan organik. 3.2. Standar Teknis Lahan yang akan menjadi tempat pelaksanaan kegiatan reklamasi lahan pasca penambangan harus memiliki standar teknis sebagai berikut :
a. Lahan

pertanian

pasca

penambangan

yang

akan

direklamasi merupakan milik petani dalam hamparan minimal 5 ha.


b. Kawasan tersebut merupakan lahan pertanian pasca

penambangan tetapi masih memerlukan reklamasi dalam rangka memanfaatkan kembali menjadi lahan pertanian.
c. Petani berdomisili dalam desa atau desa lain dalam satu

kecamatan.
d. Luas pemilikan lahan per petani maksimal 1 ha. e. Petani mengusahakan sendiri lahan usahataninya f.

Petani bersedia secara teknis untuk melaksanakan kegiatan fisik secara padat karya, sedangkan kegiatan lainnya merupakan swadaya petani.

3.3. Kriteria Kriteria calon lokasi dan calon petani adalah sebagai berikut :
a. Lokasi

merupakan

kawasan

pertanian

dengan

infrastruktur sudah memadai

b. Status pemilikan tanah jelas dan tidak dalam sengketa c. Pada lokasi tersebut terdapat petani yang berusahatani d. Petani bersedia mengikuti kegiatan dan melakukan

pemeliharaan secara swadaya


e. Secara teknis, lahan tersebut masih dapat diusahakan

untuk tanaman pertanian


f.

Terdapat petugas lapangan yang membina para petani secara berkelanjutan

g. Petani bersedia dalam melaksanakan kegiatan lahannya

menggunakan metode tanpa bakar (zero burning).

Gambar 1 :

Contoh

Lahan

Pertanian

Pasca

Penambangan di Kabupaten Bangka

IV.

PELAKSANAAN KEGIATAN 4.1. Cara Pelaksanaan Mekanisme pelaksanaan fisik reklamasi lahan pasca penambangan dilakukan melalui pola padat karya, dengan sebesar-besarnya melibatkan partisipasi

masyarakat/petani setempat. Biaya untuk pelaksanaan kegiatan termasuk pengadaan saprodi dalam bentuk Belanja Lembaga Sosial Lainnya (MAK 573119) 4.2. Tahapan Pelaksanaan 4.2.1. Penerbitan Juklak dan Juknis Pedoman teknis ini akan digunakan sebagai acuan dalam penyusunan petunjuk pelaksanaan oleh Dinas Lingkup Pertanian Propinsi dan petunjuk teknis oleh Dinas Lingkup Pertanian Kabupaten/Kota. 4.2.2. Koordinasi Koordinasi dimaksudkan dalam hal ini adalah koordinasi internal Dinas Lingkup Pertanian Kabupaten/Kota. Keluaran dari kegiatan ini

diperoleh calon lokasi yang perlu mendapatkan kegiatan reklamasi sesuai dengan persyaratan teknis.

4.2.3. Inventarisasi Calon Lokasi dan Calon Petani (CLCP) CLCP dilaksanakan untuk memperoleh calon lokasi dan calon petani berdasarkan inventarisasi lebih rinci untuk menunjang keberhasilan

kegiatan, sesuai dengan kriteria dan standar teknis. Inventarisasi dilakukan oleh Tim Teknis dibantu oleh Kelompok Tani dan Kepala Desa setempat, serta hasilnya dilaporkan kepada Kepala Dinas untuk ditetapkan sebagai lokasi kegiatan. 4.2.4. Penetapan Calon Lokasi dan Calon Petani Berdasarkan hasil inventarisasi calon lokasi dan calon petani tersebut, Kepala Dinas Lingkup Pertanian Kabupaten/Kota atas nama

Bupati/Walikota menetapkan calon lokasi dan calon petani definitif melalui Surat Keputusan, sehingga dokumen ini digunakan sebagai acuan dalam pelaksanaan kegiatan fisik dan

pengadaan sarana produksi pertanian. 4.2.5. Sosialisasi dan RRA sederhana Rencana kegiatan yang akan dilaksanakan perlu disosialisasikan kepada para petani untuk

mendapatkan masukan dan saran agar seluruh

rencana tersebut dapat dipahami petani secara tepat melalui musyawarah kelompok tani. Kegiatan RRA sederhana ini dimaksudkan untuk mendapatkan musyawarah kondisi usulan kelompok di dan tani masukan sesuai melalui dengan sehingga

sebenarnya

lapangan,

masyarakat merasa memiliki dan merasakan manfaatnya serta bersedia memelihara

keberlanjutan usahataninya. Hasil musyawarah kelompok tani tersebut dituangkan dalam bentuk RUKK. 4.2.6. Desain Sederhana (DS) Desain sederhana bertujuan sebagai acuan dan dasar untuk melaksanakan kegiatan fisik yang diperlukan sesuai dengan kebutuhan lapangan. Desain sederhana meliputi informasi sederhana yang diperoleh dari lokasi yang perlu direklamasi atau diperbaiki, yang disajikan dalam bentuk : a. Peta situasi lokasi lahan yang akan

direklamasi b. Peta komponen fisik yang diperlukan di lokasi tersebut, seperti petakan usaha tani,

pematang, jalan usaha tani, gorong-gorong, dll.

c. Dimensi bangunan fisik dan penampang melintang bangunan yang diperlukan d. Rencana anggaran biaya yang diperlukan e. Daftar nama petani dan luas pemilikan lahan Contoh desain sederhana sebagaimana lampiran 2. 4.2.7. Pelaksanaan Fisik Kegiatan Pelaksanaan fisik kegiatan di lapangan harus memperhatikan fase pertanaman yang ada, kesediaan petani, teknik reklamasi, peralatan yang diperoleh dan waktu pelaksanaan. Pelaksanaan fisik kegiatan reklamasi lahan dinyatakan selesai apabila memperoleh

persetujuan Tim Teknis berdasarkan desain sederhana yang dibuat. Apabila masih

dipandang perlu, maka Kelompok Tani harus memperbaiki pekerjaannya hingga sesuai

dengan desain sederhana. a. Penyiapan Lahan Kegiatan penyiapan lahan dilaksanakan pada areal yang telah dibuat Desain sederhananya sebagai lokasi kegiatan reklamasi. Pekerjaan dalam penyiapan lahan antara lain

10

pembersihan

lahan,

penyediaan

media

penutup tanah, dll. Dalam penyiapan lahan menggunakan

metode tanpa bakar (zero burning). Kegiatan ini dilaksanakan melalui pola padat karya. b. Konstruksi Fisik Kegiatan fisik reklamasi lahan didasarkan pada hasil DS. Beberapa bentuk komponen kegiatan fisik reklamasi lahan antara lain : Penimbungan tanah atas apabila masih tersisa Perataan muka tanah/ land leveling Pemberian kompos/ pupuk organik/ tanah mineral Pembuatan lubang tanam Pengolahan tanah

c. Penanaman Penanaman dilakukan setelah pekerjaan

pengolahan lahan dan disesuaikan dengan kondisi lapangan.

11

4.2.8. Penyediaan Sarana Produksi Pertanian Sarana produksi pertanian yang akan disediakan sesuai dengan rekomendasi anjuran di lokasi tersebut. Penyediaan sarana produksi dapat dilaksanakan langsung oleh Kelompok Tani dengan persetujuan Dinas lingkup Pertanian atau mekanisme lain yang disepakati. 4.2.10.Pemeliharaan Petani berkewajiban memelihara seluruh

infrastruktur di lokasi tersebut, dan selama pertanaman harus memelihara tanaman untuk memberikan hasil yang terbaik sesuai dengan teknis budidaya. Penyuluh pertanian atau

petugas Dinas kabupaten/ kota harus mencatat peningkatan produktivitas sebelum dan sesudah pertanaman di lokasi kegiatan.

4.3. Jadual Kegiatan Jadual kegiatan disusun berdasarkan Jadual Rencana ini

Operasional

Kegiatan

(ROK).

kegiatan

mempertimbangkan

urutan

kegiatan,

ketersediaan

sumberdaya, jadual tanam, iklim dan lain-lain. Beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain :

12

a. Penetapan Surat Keputusan Kepala Dinas tentang Penetapan Lokasi dan Petani definitif. Pekerjaan ini diupayakan selesai pada bulan Maret 2008 b. Desain sederhana diupayakan selesai dilaksanakan pada bulan Mei-Juni 2008 c. Pelaksanaan fisik kegiatan diupayakan selesai pada bulan Agustus 2008 bersamaan dengan penyediaan sarana produksi pertanian Jadwal pelaksanaan kegiatan reklamasi lahan rawa sebagaimana contoh pada Lampiran 3

Gambar 2 : Lahan Pertanian Pasca Penambangan Di Kabupaten Bangka, Babel 4.4. Pendanaan 4.4.1. Sumber Dana

13

Biaya pelaksanaan kegiatan dialokasikan melalui Dana Tugas Pembantuan di Kabupaten/Kota per ha sebesar Rp. 4.500.000,- terdiri dari : a. Kegiatan fisik reklamasi melalui pembayaran upah padat karya untuk pekerjaan fisik sebesar Rp. 25.000,per HOK, atau

sebanyak 80 HOK per ha (sesuai RUKK). Total dana yang dialokasikan untuk padat karya Rp. 2.000.000,- per ha. b. Penyediaan kebutuhan sarana lapangan produksi sebesar sesuai Rp.

2.500.000,00 per ha (sesuai RUKK).

4.4.2.

Dana APBD Kabupaten/Kota Daerah menyediakan dana untuk digunakan membiayai CLCP, kegiatan desain pertemuan koordinasi, pembinaan,

sederhana,

monitoring, evaluasi dan pelaporan. 4.4.3. Kontribusi Petani Penerima Manfaat Petani bertanggung kegiatan jawab fisik, terhadap dan

pemeliharaan

tanaman,

keberlanjutan kegiatan usahataninya.

V.

PEMBINAAN, PELAPORAN

MONITORING,

EVALUASI

DAN

14

Dalam pelaksanaan kegiatan reklamasi perbaikan lahan pasca penambangan, akan dilakukan kegiatan bimbingan pembinaan, monitoring, evaluasi dan pelaporan baik di tingkat Propinsi maupun Kabupaten/Kota sesuai dengan tugas dan tanggungjawabnya.

5.1. Tugas dan Tanggungjawab Dinas Propinsi Kegiatan di tingkat Propinsi dilaksanakan oleh Dinas lingkup pertanian, sebagai berikut : 5.1.1. Penyusunan petunjuk pelaksanaan sebagai penjabaran dari pedoman teknis Pusat yang disesuaikan setempat. 5.1.2. Melakukan koordinasi dengan instansi terkait di tingkat Propinsi 5.1.3.. Melakukan bimbingan teknis, monitoring dan evaluasi 5.1.4. Menyusun laporan rekapitulasi pelaksanaan kegiatan reklamasi / perbaikan lahan kering berbahan organik rendah, selanjutnya dengan kondisi lokalita

disampaikan kepada Direktorat Pengelolaan Lahan, Ditjen PLA. 5.2. Tugas dan Tanggungjawab Dinas Kabupaten/ Kota

15

Kegiatan di tingkat kabupaten/kota dilaksanakan oleh Dinas lingkup pertanian, sebagai berikut : 5.2.1. Melakukan koordinasi vertikal dan horisontal dengan instansi terkait 5.2.2. Menyusun petunjuk teknis sebagai

penjabaran dari petunjuk pelaksanaan yang disusun oleh Propinsi disesuaikan dengan kondisi lokalita setempat. 5.2.3. 5.2.4. Inventarisasi calon lokasi dan calon petani Melaksanakan bimbingan teknis kepada para petugas lapangan dan petani pelaksana kegiatan 5.2.5. 5.2.6. Pembuatan desain sederhana Mengalokasikan dana pendamping APBD kabupaten/kota bimbingan untuk melaksanakan pemantauan dan

pembinaan,

evaluasi pelaksanaan kegiatan di lapangan serta pelaporan. 5.2.7. Menyusun laporan pelaksanaan kegiatan, disampaikan ke propinsi dan ke pusat secara berkala. 5.3. Jenis dan Format Laporan Adapun jenis laporan adalah sebagai berikut :

16

Laporan Bulanan (lampiran 4). Laporan Bulanan wajib disusun oleh Dinas lingkup Pertanian Kabupaten / Kota dan Dinas Pertanian Propinsi wajib menyusun rekapnya.

Laporan Akhir (lampiran 5). Laporan Akhir wajib disusun oleh Dinas Lingkup Pertanian Kabupaten / Kota dan Dinas Pertanian Propinsi wajib menyusun rekapnya juga dalam bentuk laporan akhir propinsi.

Materi laporan akhir agar dilengkapi foto-foto kegiatan yang meliputi: kondisi / keadaan sebelum

dilaksanakan kegiatan (0%), pelaksanaan kegiatan (50%) dan akhir kegiatan (100%). 5.4. Alur Laporan Laporan diperlukan untuk mengetahui perkembangan pelaksanaan kegiatan dalam mencapai sasaran yang telah ditetapkan. Isi laporan antara lain data dan informasi tentang perkembangan pelaksanaan fisik dan keuangan, pendayagunaan tenaga kerja,

penyerapan tenaga kerja, pembayaran upah tenaga kerja, hasil kerja fisik dan lain lain.

17

Alur laporan adalah sebagai berikut : 5.4.1. Laporan Bulanan a. Laporan bulanan yang disusun oleh Dinas lingkup Pertanian kabupaten/kota dikirim ke Propinsi dan ke Pusat (sebagai tembusan). b. Dinas lingkup Pertanian Propinsi

menyusun rekapitulasi laporan bulanan dari kabupaten /kota tersebut dalam bentuk laporan bulanan propinsi,

selanjutnya dikirim ke Pusat dengan alamat : Direktorat Pengelolaan Lahan, Ditjen PLA, Kantor Pusat Departemen Pertanian Gedung D lantai 9 Jalan Harsono RM No. 3 Ragunan Jakarta Selatan. 5.4.2. Laporan Akhir a. Laporan akhir yang disusun oleh Dinas lingkup Pertanian kabupaten/kota,

dikirimkan ke Propinsi dan ke Pusat (sebagai tembusan).

18

b. Propinsi menyusun rekapitulasi laporan akhir kabupaten/kota dalam bentuk

laporan akhir propinsi, kemudian dikirim ke Pusat.

5.5. Waktu pengiriman laporan Laporan bulanan dari kabupaten/kota paling

lambat tanggal 5 pada setiap bulannya. Laporan bulanan dari Propinsi paling lambat tanggal 10 pada bulan berikutnya.

VI. INDIKATOR KINERJA 6.1. Keluaran (Outputs) Keluaran yang diharapkan dari reklamasi pasca penambahan ini adalah : a. Terkeklamasinya lahan seluas 70 ha di Propinsi Bangka Belitung pada kabupaten Bangka dan Belitung Timur sesuai dengan petunjuk teknis serta dokumen yang disepakati dengan pihak-pihak terkait. b. Terserapnya tenaga kerja sebanyak 5.600 HOK dipropinsi dan kabupaten diatas

19

6.2.

Hasil (Outcomes) Hasil yang diharapkan dari kegiatan reklamasi lahan pasca penambangan adalah : a. Terlaksananya reklamasi lahan pasca

penambangan untuk sub sektor tanaman pangan seluas 30 Ha dan perkebunan seluas 40 Ha b. Di sektor perkebunan dengan luas sekitar 40 ha hasil yang diperoleh belum diketahui, masih terbatas kepada upaya perbaikan kualitas tanah dan hasilnya jangka panjang. c. Di sektor tanaman pangan dengan luas sekitar 30 ha hasil yang diperoleh belum diketahui, masih terbatas kepada upaya perbaikan kesuburan tanah dan hasilnya jangka panjang. 6.3. Manfaat (Benefits) Manfaat yang diperoleh dari kegiatan reklamasi lahan ini adalah meningkatnya pendapatan petani dari upah perbaikan kualitas lahan melalui pola padat karya sebesar Rp. 25.000,- per HOK, dan peningkatan pendapatan dari usahatani. 6.4. Dampak (Impacts)

20

a.

Petani dengan swadaya sendiri akan melakukan kegiatan reklamasi pada tahun berikutnya

b.

Petani disekitarnya akan merasa tertarik dan bermanfaat untuk melakukan sendiri kegiatan reklamasi di lahan petani sendiri

c.

Pemerintah daerah akan mengalokasikan dana stimulus untuk melaksanakan kegiatan reklamsi lahan di desa, kecamatan lain untuk peningkatan produksi dan produktivitas lahan dan usahatani.

Sebelum Reklamasi

Sesudah Reklamasi

Gambar 3. Reklamasi lahan bekas penambangan di Kab. Bolaang Mongondo Sulawesi Utara

VII.

PENUTUP Mengingat pentingnya upaya reklamasi dan pebaikan kualitas lahan pasca penambangan dan demi kelestarian lahan pertanian serta fungsi lingkungan dikawasan

pertanian, maka perlu terus ditingkatkan penanganan lahanlahan tersebut dengan berbagai pemasukan teknologi. Dengan kegiatan ini diharapkan dapat menambah luas arel

21

tanam dan meningkatkan produktivitas lahan pertanian. Upaya-upaya tesebut dapat dilakukan melalui sosialisasi,

Lampiran 1.

ALOKASI KEGIATAN DAN ANGGARAN REKLAMASI LAHAN PASCA PENAMBANGAN DI PROPINSI BANGKA BELITUNG

No. 1 2

Kabupaten Bangka Belitung Timur

Subsektor Tanaman pangan Tn Perkebunan

Luas (ha) 30 40

Anggaran (Rp.000) 135.000.000 180.000.000

TOTAL

2 KABUPATEN

70

315.000.000

22

Lampiran 5 : Outline Laporan Akhir

LAPORAN AKHIR KEGIATAN REKLAMASI LAHAN PASCA PENAMBANGAN TAHUN 2008 I. PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang 1.2. Tujuan 1.3. Sasaran Lokasi

II. RUANG LINGKUP KEGIATAN


2.1. Dukungan Kegiatan Komoditas 2.2. Komponen Kegiatan

III. LOKASI KEGIATAN IV. PELAKSANAAN KEGIATAN


4.1. Tahapan Kegiatan 4.2. Realisasi Fisik Kegiatan

V. PERMASALAHAN DAN PEMECAHAN MASALAH


5.1. Permasalahan Yang Dihadapi

23

5.2. Pemecahan Masalah

VI. PEMANFAATAN VII. PENUTUP DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1. Alokasi anggaran dana tugas pembantuan reklamasi lahan pasca penambangan TA. 2008............................................................ 22 Lampiran 2. Contoh Desain Sederhana (DS) ........................ 23 Lampiran 3. Contoh Jadual Palang Pelaksanaan Kegiatan Reklamasi Lahan Pasca Penambangan Tahun 2008 ............................... 27 Lampiran 4. Contoh format laporan bulanan reklamasi Lahan Pasca Penambangan ............................. 28 Lampiran 5. Outline Laporan Akhir......................................... 29

24