Anda di halaman 1dari 10

PRESENTASI KASUS

SKIZOFREN PARANOID

Disusun oleh: Teguh Iman Prakoso Rizkha Adistyatama Meiga Asrining Fitri Florinda Shella Vina Putri G1A210033 G1A210034 G1A210035 G1A210036 G1A210037

Pembimbing dr. Basiran, Sp.KJ

JURUSAN KEDOKTERAN FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU-ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN SMF ILMU KESEHATAN JIWA RSUD BANYUMAS 2012

LEMBAR PENGESAHAN

Presentasi Kasus: SKIZOFREN PARANOID

Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Syarat Kepaniteraan Klinik Senior Di Bagian Ilmu Kesehatan Jiwa RSUD Banyumas

Disusun oleh: Teguh Iman Prakoso Rizkha Adistyatama Meiga Asrining Fitri Florinda Shella Vina Putri G1A210033 G1A210034 G1A210035 G1A210036 G1A210037

Disetujui dan disahkan Pada tanggal, April 2012

Pembimbing,

dr. Basiran, Sp.KJ

STATUS PENYAKIT PENDERITA

I.

ALLOANAMNESIS A. Identitas Pasien Nama Usia Jenis Kelamin Alamat Agama Suku bangsa Pekerjaan Pendidikan : Ny. W : 36 tahun : Perempuan : Bangunreja 01/06, Kedungreja, Cilacap : Islam : Jawa : Ibu Rumah Tangga : SMP

Status Pernikahan : Sudah menikah Masuk RS : 31 Maret 2012

B. Narasumber Alloanamnesis Nama Alamat Pekerjaan Pendidikan Usia Hubungan : Ny. T : Bangunreja 01/06, Kedungreja, Cilacap : Buruh pabrik : SMP : 29 tahun : Adik kandung

Kesan alloanamnesis

: dapat dipercaya

C. Keluhan Utama Sering mengamuk

D. Keluhan Tambahan Sering marah-marah, bicara sendiri, melamun, memaki-maki, merasa diancam, merasa dicurigai, merasa takut.

E. Riwayat Penyakit Sekarang Pasien datang ke IGD RSUD Banyumas diantar oleh keluarganya pada tanggal 31 Maret 2012. Menurut keluarga pasien, pasien mengalami perubahan perilaku sejak sekitar 3 bulan yang lalu dan semakin memberat satu minggu terakhir. Pasien sering mengamuk sejak satu minggu terakhir. Pasien juga sering memaki-maki setiap orang yang dilihatnya dan marah-marah tanpa sebab. Pasien sering melamun dan berbicara sendiri. Pasien sering merasa ketakutan dan merasa curiga, seperti ada yang mengancam. Pasien juga merasa mendengar suara bisikan, seperti mengancam dirinya. Hal itu semakin memperberat keluhan sulit tidur pasien.

F. Riwayat Penyakit Dahulu 1. Psikiatri Ini merupakan pertama kalinya pasien dirawat dan pasien belum pernah mengalami gangguan jiwa sebelumnya. 2. Medis Umum Pasien tidak mengeluhkan adanya gangguan fisik. 3. Penggunaan Obat-obatan dan Alkohol Pasien tidak pernah mengonsumsi minuman beralkohol dan obat-obatan terlarang.

G. Riwayat Penyakit Keluarga Tidak ada anggota keluarga yang mengalami keluhan serupa

Genogram :

= Pasien

= Laki-laki

= Perempuan

H. Hal-hal yang Mendahului Sakit 1. Faktor Organik Penyakit pasien saat ini tidak didahului oleh penyakit yang menyebabkan pasien dirawat di Rumah Sakit. Pasien tidak mengalami kejang, demam tinggi maupun benturan sebelum sakit. 2. Faktor Psikososial Pasien sudah menikah selama 16 tahun, memiliki 2 orang anak berusia 15 dan 4 tahun. Suami pasien bekerja di Jakarta, dan hanya pulang ke rumah setiap 1 bulan sekali. Kegiatan sehari-hari pasien hanya di rumah saja, mengerjakan pekerjaan rumah tangga. Sejak kecil pasien memiliki sifat pendiam dan tertutup. Pasien

jarang bersosialisasi dengan masyarakat sekitar, tidak pernah mengikuti kegiatan sosial di sekitar tempat tinggal pasien. Pasien sering mengeluh anak pertama pasien yang berusia 15 tahun nakal, sering pulang malam, sulit diatur dan sering membantah nasehat pasien. Pasien mengaku takut dengan anaknya karena sering dibentak.

I. Riwayat Pribadi 1. Riwayat Kehamilan dan Kelahiran Kehamilan pasien dikehendaki dan keadaan ibu saat melahirkan dalam keadaan sehat dan bahagia. Pasien lahir di rumah dibantu oleh bidan pada umur kehamilan 9 bulan. Pasien dilahirkan dengan persalinan normal, langsung menangis dan tidak ditemukan adanya kelainan. 2. Riwayat Perkembangan Awal Sejak lahir pasien dibesarkan dan diasuh oleh kedua orangtuanya. Saat masih kecil, pasien tidak pernah mengalami penyakit infeksi yang berat dan tidak didapatkan adanya riwayat kejang. 3. Riwayat Perkembangan Seksual Tidak ada gangguan perkembangan seksual 4. Riwayat Perkembangan Jiwa Pasien adalah anak ke 4 dari 8 bersaudara. Pasien sekolah hingga tamat SMP. Semenjak lahir pasien tinggal bersama kedua orangtuanya dan diasuh dengan penuh kasih sayang. Semenjak remaja, pasien memang pribadi yang pendiam dan jarang menceritakan masalahnya kepada orang lain karena lebih suka memendam masalah sendiri, tetapi dia mempunyai cukup teman dan hubungan dengan temannya juga baik. 5. Riwayat Pendidikan Pasien bersekolah hanya sampai dengan SMP. Pasien tidak meneruskan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi karena masalah biaya. 6. Riwayat Pekerjaan Pasien berkerja sebagai ibu rumah tangga.

7. Riwayat Perkawinan Pasien menikah satu kali sejak 16 tahun yang lalu dan dikaruniai 2 orang anak yang berusia 15 dan 4 tahun. Hubungan dengan suaminya cukup harmonis, meskipun terkadang timbul masalah tetapi dapat diselesaikan dengan baik. Namun, suami pasien tinggal dan bekerja di Jakarta, dan hanya pulang ke rumah sebulan sekali. 8. Riwayat Moral Spiritual Sebelum sakit pasien adalah orang yang termasuk rajin beribadah (sholat). Namun semenjak sakit, pasien tidak pernah beribadah. 9. Riwayat Hubungan Sosial dalam Keluarga dan Teman Hubungan pasien dengan keluarga dan masyarakat sekitar tempat tinggal tergolong kurang baik. Pasien jarang bersosialisasi dengan masyarakat sekitar. 10. Kebiasaan Pasien tidak memiliki kebiasaan tertentu 11. Gambaran Kepribadian Premorbid Sejak masih remaja pasien cenderung pendiam.

II.

PEMERIKSAAN FISIK Keadaan Umum Kesadaran Vital Sign : : : Sedang Compos Mentis Tekanan Darah Nadi Respirasi Suhu : 100/70 mmHg : 88 x/menit : 20 x/menit : 37,20 C

III.

PEMERIKSAAN PSIKIATRI (02-04-2012) 1. Kesan Umum :

Tampak sakit jiwa, penampilan pasien memakai kaos oblong dan celana pendek. Kesan rawat diri pasien kurang.pendek. Kesan rawat diri pasien kurang. 2. 3. Sikap Tingkah Laku : gaduh gelisah, hostility : hiperaktif dan tidak kooperatif

4. 5. 6.

Kesadaran

: composmentis : kurang / kurang / kurang / kurang

Orientasi (O/T/W/S) Proses Pikir a) b) c) Bentuk pikir Isi pikir Progresi pikir :

: non realistik : waham curiga, waham bersalah, idea of references : reming, irrelevan : banyak mimik : disforik : iritable : sukar ditarik dan sukar dicantum : sukar : halusinasi auditorik berupa ancaman : buruk

7. 8. 9.

Roman Muka Afek Mood

10. Perhatian 11. Hubungan jiwa 12. Persepsi 13. Insight

IV.

SINDROM-SINDROM 1. Sindrom Skizofrenia a. Bentuk pikir non realistik b. Halusinasi auditorik ancaman c. Inkoheren, irrelevant, idea of reference d. Adanya gangguan dalam berperilaku, pola pikir dan perasaan dalam waktu 3 bulan 2. Sindrom Paranoid a. Afek disforik, mood iritable b. Waham curiga c. Sikap hostility d. Halusinasi auditorik ancaman

V.

DIAGNOSIS KLINIS Axis I : Skizofren paranoid DD : Gangguan Waham Menetap Paranoid

Axis II : Axis III : Axis IV : stressor psikososial. Suami pasien tinggal dan bekerja di Jakarta, dan hanya pulang ke rumah sebulan sekali. Pasien tinggal bersama kedua anaknya, anak pertama pasien yang berusia 15 tahun nakal, sering pulang malam, sulit diatur dan sering membantah nasehat pasien. Pasien mengaku takut dengan anaknya karena sering dibentak. Axis V : GAF 60-51, gejala berat, disabilitas berat.

VI.

RENCANA TERAPI 1. Farmakologis : Antipsikotik Inj. Olanzapine 1x1 amp Haloperidol 3x1 Hipnotik sedatif Alprazolam 3x1 2. Non farmakologis : Psikoterapi a) Memberi dorongan dukungan dan semangat kepada pasien untuk sembuh dari penyakitnya. b) Memberi pengertian kepada pasien bahwa semua manusia pasti punya masalah yang harus dihadapi dengan pikiran jernih. c) Meyakinkan pasien bahwa segala masalah pasti ada solusinya dan harus semangat menjalani kehidupan.

Manipulasi Keluarga a) Memberi informasi tentang penyakit pasien serta keharusan menjalankan pengobatan yang teratur demi kesembuhan pasien. b) Memberi pengarahan tentang pentingnya dukungan keluarga dalam menciptakan suasana kondusif.

VII. PROGNOSIS 1. Premorbid Faktor Premorbid Riwayat penyakit keluarga Pola asuh keluarga Kepribadian premorbid Stressor psikososial Sosial ekonomi Riwayat penyakit yang sama Keterangan Tidak ada Cukup diperhatikan Sulit dinilai Ada Menengah ke bawah Tidak ada Prognosis Baik Baik Sulit dinilai Baik Buruk Baik

2. Morbid Faktor Morbid Jenis penyakit Perjalanan penyakit Kelainan organik Respon terapi Keterangan Skizofren paranoid Akut Tidak ada Belum diketahui Prognosis Buruk Baik Baik -