Anda di halaman 1dari 6

TUGAS MAKALAH ILMU BUDAYA DASAR

“MANUSIA DAN KEINDAHAN”

TUGAS MAKALAH ILMU BUDAYA DASAR “MANUSIA DAN KEINDAHAN” Disusun oleh: Nama: Cheryl Renata Gesanti NPM: 11111626

Disusun oleh:

Nama: Cheryl Renata Gesanti NPM: 11111626 Kelas: 1 KA 40

UNIVERSITAS GUNADARMA

FAKULTAS ILMU KOMPUTER JURUSAN SISTEM INFORMASI (S1)

ANGKATAN 2011/2012

BAB V

Manusia Dan Keindahan

1. Keindahan

Pengalaman “keindahan” sering melibatkan penafsiran beberapa entitas yang seimbang dan selaras dengan alam, yang dapat menyebabkan perasaan daya tarik dan ketenteraman emosional. Karena ini adalah pengalaman subyektif, sering dikatakan bahwa beauty is in the eye of the beholder atau “keindahan itu berada pada mata yang melihatnya.” Keindahan dalam arti luas merupakan pengertian semula dari bangsa Yunani dulu yang didalamnya tercakup pula kebaikan. Plato misalnya menyebut tentang watak yang indah dan hukum yang indah, sedang Aristoteles merumuskan keindahan sebagai sesuatu yang selain baik juga menyenangkan. Plotinus menulis tentang ilmu yang indah, kebajikan yang indah. Orang Yunani dulu berbicara juga tentang buah pikiran yang indah dan adat kebiasaan yang indah. Tapi bangsa Yunani juga mengenal keindahan dalam arti estetis yang disebutnya “symetria” untuk keindahan berdasarkan penglihatan dan harmonia untuk keindahan berdasarkan pendengaran. Jadi pengertian keindahan seluas-luasnya meliputi : keindahan seni, keindahan alam, keindahan moral dan keindahan intelektual.

2. Renungan

Renungan berasal dari kata renung; artinya diam-diam memikirkan sesuatu,

atau memikirkan sesuatu dengan dalam-dalam. Renungan adalah hasil merenung.

Dalam merenung untuk menciptakan seni ada beberapa teori. Teori-teori itu ialah :

a.

TEORI PENGUNGKAPAN

Dalil dari teori ini ialah bahwa “Art is an expression of human feeling” ( seni

adalah suatu pengungkapan dari perasaan manusia ). Teori ini terutama bertalian

dengan apa yang dialami oleh seorang seniman ketika menciptakan suatu karya

seni. Tokoh teori ekspresi yang paling terkenal ialah filsuf Italia Benedeto Croce

“aesthetic as Science of Expresion and General Linguistic”. Beliau antara lain

menyatakan

bahwa

“art

is

expression

of

impressions”

(Seni

adalah

pengungkapan dari kesan-kesan) Expression adalah sama dengan intuition. Dan

intuisi adalah pengetahuan intuitif yang diperoleh melalui penghayatan tentang

hal-hal individual yang menghasilkan gambaran angan-angan (images). Dengan

demikian pengungkapan itu berwujud sebagai gambaran angan-angan seperti

misalnya images wama, garis dan kata. Bagi seseorang pengungkapan berarti

menciptakan seni dalam dirinya tanpa perlu adanya kegiatan jasmaniah keluar.

Pengalaman estetis seseorang tidak lain adalah ekspresi dalam gambaran angan-

angan. b. TEORI METAFISIK Teori semi yang bercorak metafisis merupakan salah satu teori yang tertua,
angan.
b.
TEORI METAFISIK
Teori semi yang bercorak metafisis merupakan salah satu teori yang tertua,
yakni berasal dari Plato yang karya-karya tulisannya untuk sebagian membahas
estetik filsafati, konsepsi keindahan dan teori seni. Mengenai sumber seni Plato
mengemukakan
suatu
teori
peniruan
(imitation
theory).
Ini
sesuai
dengan
rnetafisika Plato yang mendalilkan adanya dunia ide pada taraf yang tertinggi
sebagai realita Ilahi. Pada taraf yang lebih rendah terdapat realita duniawi ini
yang merupakan cerminan semu dan mirip realita ilahi itu. Dan karya seni yang
dibuat manusia hanyalah merupakan mimemis (timan) dari realita duniawi
Sebagai contoh Plato mengemukakan ide Ke-ranjangan yang abadi dan indah
sempurna ciptaan Tuhan. Kemudian dalam dunia ini tukang kayu membuat
ranjang dari kayu
yang merupakan ide tertinggi ke-ranjangan-an itu. Dan
akhirnya seniman meniru ranjang kayu itu dengan menggambarkannya dalam
sebuah lukisan. Jadi karya seni adalah tiruan dari suatu tiruan lain sehingga
bersifat jauh dari kebenaran atau dapat menyesatkan. Karena itu seniman tidak
mendapat tempat sebagai warga dari negara Republik yang ideal menurut Plato.
c.
TEORI PSIKOLOGIS

Teori-teori metafisis dari para filsuf yang bergerak diatas taraf manusiawi

dengan konsepsi-konsepsi tentang ide tertinggi atau kehendak semesta umumnya

tidak memuaskan, karena terlampau abstrak dan spekulatif. Sebagian ahli estetik

dalam abad modem menelaah teori-teori seni dari sudut hubungan karya seni dan

Misalnya berdasarkan psikoanalisa dikemukakan teori bahwa proses penciptaan

seni

adalah

pemenuhan

keinginan-keinginan

bawah

sadar

dari

seseorang

seniman.

Sedang

karya

seninya

itu

merupakan

bentuk

terselubung

atau

diperhalus yang diwujudkan keluar dari keinginan-keinginan itu. Suatu teori lain

tentang sumber seni ialah teori permainan yang dikembangkan oleh Freedrick

Schiller (1757-1805) dan Herbert Spencer (1820-1903).

3. Keserasian

Keserasian berasal dari kata serasi dan dari kata dasar rasi, artinya cocok, kena

benar, dan sesuai benar. Kata cocok, kena dan sesuai itu mengandung unsur

perpaduan,

pertentangan,

ukuran

dan

seimbang.

Dalam

pengertian

perpaduan

misalnya, orang berpakaian hams dipadukan warnanya bagian atas dengan bagian

bawah, atau disesuaikan dengan kulitnya.

TEORI OBYEKTIF DAN TEORI SUBYEKTIF

The Liang Gie dalam bukunya garis besar estetika menjelaskan, bahwa dalam

mencipta seni ada dua teori yakni teori obyektif dan teori subyektif. Salah satu

persoalan

pokok

dari

teori

keindahan

adalah

mengenai

sifat

dasar

dari

keindahan. Dari persoalan-persoalan tersebut lahirlah dua kelompok teori yang

terkenal sebagai teori obyektif dan teori subyektif.

Pendukung teori obyektif adalah Plato, Hegel dan Bernard Bocanquat, sedang

pendukung teori subyektif ialah Henry Home, Earlof Shaffesbury, dan Edmund

Burke.

Teori

obyektif

berpendapat,

bahwa

keindahan

atau

ciri-ciri

yang

mencipta nilai estetik adalah sifat (kualitas) yang memang telah melekat pada

bentuk indah yang bersangkutan, terlepas dari orang yang mengamatinya.

Teori subyektif, menyatakan bahwa ciri-ciri yang menciptakan keindahan suatu

benda itu tidak ada, yang ada hanya perasaan dalam din seseorang yang

mengamati sesuatu benda. Adanya keindahan semata-mata tergantung pada

pencerapan dari si pengamat itu. Kalaupun dinyatakan bahwa sesuatu benda

mempunyai nilai estetik, maka hal itu diartikan bahwa seseorang pengamat

memperoleh sesuatu pengalaman estetik sebagai tanggapan terhadap benda

dalam suatu hubungan di antara suatu benda dengan alam pikiran seseorang

yang mengamatinya seperti misalnya yang berupa menyukai atau menikmati

benda itu.
benda itu.

TEORI PERIMBANGAN

Teori obyektif memandang keindahan sebagai suatu kualitas dari benda-benda.

Kualitas bagaimana yang menyebabkan sesuatu benda disebut indah telah

dijawab oleh bangsa Yunani Kuno dengan teori perimbangan yang bertahan

sejak abab 5 sebelum Masehi sampai abab 17 di Eropa. Sebagai contoh

bangunan arsitektur Yunani Kuno yang berupa banyak tiang besar.

Dalam dunia ini dipenuhi dengan apa yang kita sebut keindahan, contohnya

pemandangan alam sekitar kita. Tetapi apakah yang terjadi pada alam sekitar

kita sekarang ??? Bagi teman-teman yang hidup di perkotaan pastilah dapat

membekan segala sesuatu yang terjadi antara di perkotaan dan di desa saat ini.

Salah satu contoh yang amat jelas terjadi antara perkotaan dan pedesaan adalah

pada keadaan alam sekitarnya.

Apa yang terjadi pada keadaan sekitar perkotaan dan pedesaan ??? Keadaan

alam di desa yang masih asri, indah sejuk, dan damai dapat memberikan

ketenangan pada jiwa kita, biarpun efeknya tidak terjadi secara langsung.

Namun lain halnya pada perkotaan, keadaan alam yang dapat dibilang sangat

buruk, karena penuh polusi dan penduduk yang sangat banyak terutama pada

kendaraan bermotor yang mereka miliki yang setiap hari senantiasa berlalu-

lalang pada jalan-jalan raya di perkotaan.Sampah-sampah rumah tangga yang

menumpuk, suara bising yang di hasilkan oleh mesin-mesin kendaraan bermotor

mereka, udara yang hitam pekat karena hasil pembakaran dari sebuah bahan

bakar mesin kendaraan mereka yang dapat membahayakan kesehatan kita sendiri

membuat kita semakin merasa jenuh akan kehidupan sehari-hari kita. Pasti itulah

yang kalian pernah rasakan bukan ??

Kota pada saat ini kehilangan keindahannya. Kota sebagai tempat utama suatu

negara yang banyak di kagumi oleh warga negaranya haruslah memiliki keadaan

alam yang sebanding dengan pedesaan. Kenapa demikian ??? Karena pada

perkotaanlah banyak orang-orang yang bermukim untuk mencari nafkah untuk

mencukupi

kehidupan

sehari-hari

mereka.

Penduduk

perkotaan

jauh

lebih

banyak

dari

pada

penduduk

pedesaan,

jadi

karena

itu

keadaan

perkotaan

haruslah sama seperti keadaan pedesaan yang sejuk, indah, asri, dan tenang

sehingga

setiap

orang

pastilah

dapat

merasa

tenang

dalam

menjalankan

kehidupannya

sehari-hari

dan

juga

kita

dapat

terhindar

dari

polusi-polusi

kendaraan bermotor yang selama ini kita hirup bersama oksigen yang dapat

membunuh kita secara perlahan-lahan.

Mungkin sangatlah sulit bagi perkotaan untuk menyamai keindahan dipedesaan,

tapi apa salahnya kita coba sedikit demi sedikit, dari hal yang paling kecil pada

setiap kehidupan kita, seperti tidak membuang sampah sembarangan, menanam

pohon disekitar halaman rumah kita, jangan menebang atau merusak tanaman

dan

pepohonan,

meminimalisir

penggunaan

kendaraan

bermotor

yang

mengeluarkan polusi dan penggunaan AC pada rumah, dan lain sebagainya. Jika

setiap dari kita melakukan hal tersebut, bukan tidak mungkin beberapa tahun

kedepan keadaan perkotaan kita bisa menyamai keindahan pedesaan.