Anda di halaman 1dari 22

ANTI DEPRESAN

Depresi
adalah suatu kondisi medis-psikiatris dan bukan sekedar suatu keadaan sedih, bila kondisi depresi seseorang sampai menyebabkan terganggunya aktivitas sosial sehari-harinya maka hal itu disebut sebagai suatu Gangguan Depresi. Beberapa gejala Gangguan Depresi adalah perasaan sedih, rasa lelah yang berlebihan setelah aktivitas rutin yang biasa, hilang minat dan semangat, malas beraktivitas, dan gangguan pola tidur. Gejalanya tidak disebabkan oleh kondisi medis, efek samping obat, atau aktivitas kehidupan. Kondisi yang cukup parah menyebabkan gangguan klinis yang signifikan atau perusakan dalam keadaan sosial, pekerjaan, atau bidang-bidang penting lainnya.

Antideprasan

merupakan obat-obat yang efektif pada pengobatan depresi, meringankan gejala gangguan depresi, termasuk penyakit psikis yang dibawa sejak lahir. Antidepresan digunakan untuk tujuan klinis dalam sejumlah indikasi termasuk yang berikut ini :

1 2 3 4 5 6

Untuk mengurangi perasaan gelisah, panik, dan stres. Meringankan insomnia Untuk mengurangi kejang / serangan dalam perawatan epilepsi. Menyebabkan relaksasi otot pada kondisi ketegangan otot. Untuk menurunkan tekanan darah dan atau denyut jantung. Untuk meningkatkan mood dan atau meningkatkan kesupelan.

Jenis

antidepresan

adalah

1 antidepresan trisiklik (ATS) 2 inhibitor monoamine oksidase (MAOI) 3 inhibitor reuptake serotonin selektif (SSRI)

dan sekelompok antidepresan lain yang tidak termasuk tiga kelas pertama. Indikasi klinis utama untuk penggunaan antidepresan adalah penyakit depresif mayor. Obat ini juga berguna dalam pengobatan gangguan panik, gangguan ansietas (cemas) lainnya dan enuresis pada anak-anak. Berbagai riset terdahulu menunjukkan bahwa obat ini berguna untuk mengatasi gangguan defisit perhatian pada anak-anak dan bulimia serta narkolepsi.

Anti deprasan seperti amitriptilin juga memiliki efek anti kejang. Golongan ini digunakan pada pasien yang depresi dan juga mengalami kecemasan, atau untuk penggunaan jangka lama dimana dikhawatirkan timbul ketergantungan bila menggunakan benzodiazepine. Inhibitor MAO seperti

meclobemid sangat berguna pada pasien depresi dengan fobia. Selektif serotonin reuptake inhibitor (SSRI) seperti citaloram bisa digunakan untuk serangan panic.

Antidepresan

Trisiklik

Obat

antidepresan

trisiklik

adalah sejenis obat yang digunakan sebagai antidepresan sejak tahun 1950an. Dinamakan trisiklik karena struktur molekulnya mengandung 3 cincin atom.

Mekanisme kerja ATS tampaknya mengatur penggunaan neurotransmiter norepinefrin dan serotonin pada otak. Manfaat Klinis dengan riwayat jantung yang dapat diterima dan gambaran EKG dalam batas normal, terutama bagi individu di atas usia 40 tahun, ATS aman dan efektif dalam pengobatan penyakit depresif akut dan jangka panjang. Reaksi yang merugikan dan pertimbangan keperawatan, perawat harus mampu mengetahui efek samping umum dari anti depresan dan mewaspadai efek toksik serta pengobatannya. Obat ini menyebabkan sedasi dan efek samping antikolinergik, seperti mulut kering, pandangan kabur, konstipasi, retensi urine, hipotensi ortostatik, kebingungan sementara, takikardia, dan fotosensitivitas. Kebanyakan kondisi ini adalah efek samping jangka pendek dan biasa terjadi serta dapat diminimalkan dengan menurunkan dosis obat. Efek samping toksik termasuk kebingungan, konsentrai buruk, halusinasi, delirium, kejang, depresi pernafasan, takikardia, bradikardia, dan koma.

Contoh obat-obatan yang tergolong antidepresan trisiklik diantaranya adalah amitriptyline, amoxapine, imipramine, lofepramine, iprindole, protriptyline, dan trimipramine.

Selektif

serotonin

reuptake

inhibitor

(SSRI)

Diduga SSRI meningkatkan 5-HT di celah sinaps, pada awalnya akan meningkatkan aktivitas autoreseptor yang justru menghambat pelepasan 5-HT sehingga kadarnya turun dibanding sebelumnya. Tetapi pada pemberian terus menerus autoreseptor akan mengalami desensitisasi sehingga hasilnya 5-HT akan meningkat dicelah sinaps di area forebrain yang menimbulkan efek terapetik. Contoh obat-obat yang tergolong SSRI diantaranya adalah fluoxetine, paroxetine, dan sertraline.

Monoamine

oxidase

inhibitor

(MAO

inhibitor)

Dulu MAOIs secara nonselektif mengeblok MAO A dan B isoenzym dan memiliki efek antidepresan yang mirip dengan antidepresan trisiklik. Namun, MAOIs bukan obat pertama terapi antidepresan karena pasien yang menerima harus disertai dengan diet rendah tiramin untuk mencegah krisis hipertensi karena MAOIs membawa resiko interaksi obat dengan obat lain. MAOI tidak bersifat spesifik dan akan menurunkan metabolisme barbiturate, analgesic opioid dan alkohol. Meclobamid

menghambat MAO A secara selektif dan reversible, relative aman dengan efek samping utama pusing, insomnia, dan mual. Contoh obat-obat MAOIs diantaranya phenelzine, dan tranylcypromine.

Pages: 1 2 3 4 Sort by: Product

Range: Harga Per Satuan Terkecil

Default

Tambahkan Ke Keranjang Belanja

ALGANAX 0,25 mg

CODE: D2 Harga Per Satuan Terkecil : Rp2,000.00 BELI Harga Tersebut diatas Tidak Mengikat, Sewaktu-Waktu Dapat Berubah Tanpa Pemberitahuan Terlebih Dahulu

Alganax Alprazolam 0,25 mg

Komposisi : Tiap tablet ALGANAX *-0.25 mg mengandung Alprazolam 0.25 mg Tiap tablet ALGANAX *-0.5 mg mengandung Alprazolam 0.5 mg Tiap tablet ALGANAX -1 mg mengandung Alprazolam 1 mg

Farmakologi : Alprazolam sebagai derivat triazole dari 1.4 benzodiazepin adalah suatu antidepresi, antipanik dan antiansietas

Indikasi : Antiansietas termasuk neurosis ansietas, gejala-gejala ansietas Antidepresi termasuk ansietas yang berkaitan dengan depresi Antipanik termasuk penyakit-penyakit atau gangguan panik dengan atau tanpa agoraphobia

Dosis dan Cara Pemakaian : Untuk keadaan ansietas dosis diberikan mulai dari 0.75 mg - 1.5 mg dalam Tfcssls ieTOagi. Dosis lazfrfnaibefiKarrO:5 mg -~COTng sehari dan terbagi dalam beberapa dosis Untuk keadaan gangguan panik dosis diberikan mulai 0.5 mg - 1 0 mg diberikan saat menjelang tidur atau 0.5 mg sehari 3 kali Untuk pasien lanjut usia dosis diberikan mulai 0.5 mg - 0.75 mg, dalam dosis terbagi. Dosis lazim diberikan 0.5 mg - 0.75 mg sehari dalam dosis terbagi, dapat ditambah sesuai kebutuhan dan toleransi tubuh

Kontra Indikasi : Penderita yang hipersensitif terhadap benzodiazepin, penderita glaukoma sudut sempit akut, penderita insufisiensi pulmonari akut

Efek Samping : Yang sering terjadi: drowsiness, kekeringan, sakit kepala ringan Yang jarang terjadi: perubahan berat badan, nervousness, gangguan memori/amnesia, gangguan koordinasi, gangguan gastrointestinal dan manifestasi autonomik, pandangan kabur, sakit kepala, depresi, insomnia

tremor Seperti benzodiazepin yang lain, dapat terjadi: stimulasi, agitasi, kesulitan berkonsentrasi, konfusi, halusinasi, peningkatan tekanan intraokular Pernah dilaporkan pada penggunaan benzodiazepin ansiolotik, seperti : distonia, iritabilitas, anoreksia, fatique, gangguan bicarajaund/'ce lemah otot, gangguan libido, irregularitas menstruasi, inkontinensia, retensi urin dan abnormal fungsi hati.

Peringatan dan Perhatian : Pasien-pasien dengan kecenderungan ketergantungan obat dan alkohol harus diberikan dengan sangat hati-hati, karena dapat meningkatkan resiko ketergantungan Tidak dianjurkan untuk pasien dengan diagnosa utama schizophrenia Seperti obat-obat CNS lainnya, pasien yang menggunakan Alprazolam tidak dianjurkan mengendarai kendaraan bermotor atau menjalankan mesin Tidak boleh digunakan pada wanita hamil atau menyusui Penggunaan Alprazolam belum dipastikan pada depresi yang disertai psikiatri, pada gangguan bipolar atau pada depresi 'endogeneous' (seperti pada pasien depresi berat) Dianjurkan untuk memberikan dosis efektif terkecil untuk menghindari berkembangnya ataksia atau sedasi yang berlebihan Hati-hati pemberian obat ini pada pasien gangguan fungsi ginjal dan hati, insufisiensi pulmonari kronik Keamanan dan efektifitas penggunaan pada anak-anak di bawah 18 tahun belum diketahui dengan pasti

Interaksi Obat : Golongan benzodiazepin termasuk Alprazolam dapat meningkatkan efek CNS depresan bila digunakan bersamaan dengan obat-obat psikotropik lain, antikonvulsan, antihistamin, etanol dan obat-obat lain yang mempunyai efek CNS depresan Penyimpanan : Simpan di tempat sejuk (15-25 C) dan kering Box 2 blister @ 20 tablet Box 2 blister @ 20 tablet Box 2 blister @ 20 tablet HARUS DENGAN RESEP DOKTER Diproduksi oleh: PT. GUARDIAN PHARMATAMA TANGERANG-INDONESIA Kemasan : ALGANAX-0.25 No. Reg. : DPL9908012310A1 ALGANAX-0.5 No. Reg. : DPL9908012310B1 ALGANAX-1 No. Reg. : DPL9908012310C1 PLE.AG.02

ALGANAX 0,5 mg

CODE: D1 Harga Per Satuan Terkecil : Rp2,700.00 BELI Harga Tersebut diatas Tidak Mengikat, Sewaktu-Waktu Dapat Berubah Tanpa Pemberitahuan Terlebih Dahulu

Alganax Alprazolam 0,5 mg

Komposisi : Tiap tablet ALGANAX *-0.25 mg mengandung Alprazolam 0.25 mg Tiap tablet ALGANAX *-0.5 mg mengandung Alprazolam 0.5 mg Tiap tablet ALGANAX -1 mg mengandung Alprazolam 1 mg Farmakologi : Alprazolam sebagai derivat triazole dari 1.4 benzodiazepin adalah suatu antidepresi, antipanik dan antiansietas

Indikasi : Antiansietas termasuk neurosis ansietas, gejala-gejala ansietas Antidepresi termasuk ansietas yang berkaitan dengan depresi Antipanik termasuk penyakit-penyakit atau gangguan panik dengan atau tanpa agoraphobia

Dosis dan Cara Pemakaian :

Untuk keadaan ansietas dosis diberikan mulai dari 0.75 mg - 1.5 mg dalam TfcsslsieTOagi. Dosis lazfrfnaibefiKarrO:5 mg -~COTng sehari dan terbagi dalam beberapa dosis Untuk keadaan gangguan panik dosis diberikan mulai 0.5 mg - 1 0 mg diberikan saat menjelang tidur atau 0.5 mg sehari 3 kali Untuk pasien lanjut usia dosis diberikan mulai 0.5 mg - 0.75 mg, dalam dosis terbagi. Dosis lazim diberikan 0.5 mg - 0.75 mg sehari dalam dosis terbagi, dapat ditambah sesuai kebutuhan dan toleransi tubuh

Kontra Indikasi : Penderita yang hipersensitif terhadap benzodiazepin, penderita glaukoma sudut sempit akut, penderita insufisiensi pulmonari akut

Efek Samping :

Yang sering terjadi: drowsiness, kekeringan, sakit kepala ringan Yang jarang terjadi: perubahan berat badan, nervousness, gangguan memori/amnesia, gangguan koordinasi, gangguan gastrointestinal dan manifestasi autonomik, pandangan kabur, sakit kepala, depresi, insomnia tremor Seperti benzodiazepin yang lain, dapat terjadi: stimulasi, agitasi, kesulitan berkonsentrasi, konfusi, halusinasi, peningkatan tekanan intraokular Pernah dilaporkan pada penggunaan benzodiazepin ansiolotik, seperti : distonia, iritabilitas, anoreksia, fatique, gangguan bicarajaund/'ce lemah otot, gangguan libido, irregularitas menstruasi, inkontinensia, retensi urin dan abnormal fungsi hati.

Peringatan dan Perhatian : Pasien-pasien dengan kecenderungan ketergantungan obat dan alkohol harus diberikan dengan sangat hati-hati, karena dapat meningkatkan resiko ketergantungan Tidak dianjurkan untuk pasien dengan diagnosa utama schizophrenia Seperti obat-obat CNS lainnya, pasien yang menggunakan Alprazolam tidak dianjurkan mengendarai kendaraan bermotor atau menjalankan mesin Tidak boleh digunakan pada wanita hamil atau menyusui Penggunaan Alprazolam belum dipastikan pada depresi yang disertai psikiatri, pada gangguan bipolar atau pada depresi 'endogeneous' (seperti pada pasien depresi berat) Dianjurkan untuk memberikan dosis efektif terkecil untuk menghindari berkembangnya ataksia atau sedasi yang berlebihan Hati-hati pemberian obat ini pada pasien gangguan fungsi ginjal dan hati, insufisiensi pulmonari kronik Keamanan dan efektifitas penggunaan pada anak-anak di bawah 18 tahun belum diketahui dengan pasti

Interaksi Obat : Golongan benzodiazepin termasuk Alprazolam dapat meningkatkan efek CNS depresan

bila digunakan bersamaan dengan obat-obat psikotropik lain, antikonvulsan, antihistamin, etanol dan obat-obat lain yang mempunyai efek CNS depresan

Penyimpanan : Simpan di tempat sejuk (15-25 C) dan kering Box 2 blister @ 20 tablet Box 2 blister @ 20 tablet Box 2 blister @ 20 tablet HARUS DENGAN RESEP DOKTER Diproduksi oleh: PT. GUARDIAN PHARMATAMA TANGERANG-INDONESIA

Kemasan : ALGANAX-0.25 No. Reg. : DPL9908012310A1 ALGANAX-0.5 No. Reg. : DPL9908012310B1 ALGANAX-1 No. Reg. : DPL9908012310C1 PLE.AG.02

ALGANAX 1 mg

CODE: D3 Harga Per Satuan Terkecil : Rp3,900.00 Out of stock Harga Tersebut diatas Tidak Mengikat, Sewaktu-Waktu Dapat Berubah Tanpa Pemberitahuan Terlebih Dahulu

Alganax Alprazolam 1 mg

Komposisi : Tiap tablet ALGANAX*-0.25 mg mengandung Alprazolam 0.25 mg Tiap tablet ALGANAX*-0.5 mg mengandung Alprazolam 0.5 mg Tiap tablet ALGANAX -1 mg mengandung Alprazolam 1 mg

Farmakologi : Alprazolam sebagai derivat triazole dari 1.4 benzodiazepin adalah suatu antidepresi, antipanik dan antiansietas

Indikasi : Antiansietas termasuk neurosis ansietas, gejala-gejala ansietas Antidepresi termasuk ansietas yang berkaitan dengan depresi Antipanik termasuk penyakit-penyakit atau gangguan panik dengan atau tanpa agoraphobia

Dosis dan Cara Pemakaian : Untuk keadaan ansietas dosis diberikan mulai dari 0.75 mg - 1.5 mg dalam Tfcssls ieTOagi. Dosis lazfrfnaibefiKarrO:5 mg -~COTng sehari dan terbagi dalam beberapa dosis Untuk keadaan gangguan panik dosis diberikan mulai 0.5 mg - 1 0 mg diberikan saat menjelang tidur atau 0.5 mg sehari 3 kali Untuk pasien lanjut usia dosis diberikan mulai 0.5 mg - 0.75 mg, dalam dosis terbagi. Dosis lazim diberikan 0.5 mg - 0.75 mg sehari dalam dosis terbagi, dapat ditambah sesuai kebutuhan dan toleransi tubuh

Kontra Indikasi : Penderita yang hipersensitif terhadap benzodiazepin, penderita glaukoma sudut sempit akut, penderita insufisiensi pulmonari akut

Efek Samping : Yang sering terjadi: drowsiness, kekeringan, sakit kepala ringan Yang jarang terjadi: perubahan berat badan, nervousness, gangguan memori/amnesia, gangguan koordinasi, gangguan gastrointestinal dan manifestasi autonomik, pandangan kabur, sakit kepala, depresi, insomnia tremor Seperti benzodiazepin yang lain, dapat terjadi: stimulasi, agitasi, kesulitan berkonsentrasi, konfusi, halusinasi, peningkatan tekanan intraokular Pernah dilaporkan pada penggunaan benzodiazepin ansiolotik, seperti : distonia, iritabilitas, anoreksia, fatique, gangguan bicarajaund/'ce lemah otot, gangguan libido, irregularitas menstruasi, inkontinensia, retensi urin dan abnormal fungsi hati.

Peringatan dan Perhatian : Pasien-pasien dengan kecenderungan ketergantungan obat dan alkohol harus diberikan dengan sangat hati-hati, karena dapat meningkatkan resiko

ketergantungan Tidak dianjurkan untuk pasien dengan diagnosa utama schizophrenia Seperti obat-obat CNS lainnya, pasien yang menggunakan Alprazolam tidak dianjurkan mengendarai kendaraan bermotor atau menjalankan mesin Tidak boleh digunakan pada wanita hamil atau menyusui Penggunaan Alprazolam belum dipastikan pada depresi yang disertai psikiatri, pada gangguan bipolar atau pada depresi 'endogeneous' (seperti pada pasien depresi berat) Dianjurkan untuk memberikan dosis efektif terkecil untuk menghindari berkembangnya ataksia atau sedasi yang berlebihan Hati-hati pemberian obat ini pada pasien gangguan fungsi ginjal dan hati, insufisiensi pulmonari kronik Keamanan dan efektifitas penggunaan pada anak-anak di bawah 18 tahun belum diketahui dengan pasti

Interaksi Obat : Golongan benzodiazepin termasuk Alprazolam dapat meningkatkan efek CNS depresan bila digunakan bersamaan dengan obat-obat psikotropik lain, antikonvulsan, antihistamin, etanol dan obat-obat lain yang mempunyai efek CNS depresan Penyimpanan : Simpan di tempat sejuk (15-25 C) dan kering Box 2 blister @ 20 tablet Box 2 blister @ 20 tablet Box 2 blister @ 20 tablet HARUS DENGAN RESEP DOKTER Diproduksi oleh: PT. GUARDIAN PHARMATAMA TANGERANG-INDONESIA

Kemasan : ALGANAX-0.25 No. Reg. : DPL9908012310A1 ALGANAX-0.5 No. Reg. : DPL9908012310B1 ALGANAX-1 No. Reg. : DPL9908012310C1 PLE.AG.02

ALPRAZOLAN 0,25 MG Harga Per Satuan Terkecil : Rp550.00 BELI

Harga Tersebut diatas Tidak Mengikat, Sewaktu-Waktu Dapat Berubah Tanpa Pemberitahuan Terlebih Dahulu

ALPRAZOLAN 0,25 MG

KOMPOSISI: ALPRAZOLAM 0,25 Tiap tablet mengandung: Alprazolam ALPRAZOLAM 0,5 Tiap tablet mengandung: Alprazolam ALPRAZOLAM 1 Tiap tablet mengandung: Alprazolam

0,25 mg 0,5 mg 1 mg

FARMAKOLOGI: Antiansietas. Pengobatan jangka pendek, ansietas sedang atau berat dan ansietas yang berhubungan dengan depresi. KONTRAINDIKASI: - Pasien yang hipersensitif terhadap golongan benzodiazepm. - Glaukoma sudut sempit akut. - Miastenia gravis, insufisiensi pulmonar akut, kondisi fobia dan obsesi psikosis kronik, anak dan bayi prematur.

DOSIS: 0,25-0,5 mg, 3 kali sehari. Jika perlu dosis dapat dinaikkan dengan interval 3-4 hari hingga' maksimum 4 mg sehari dalam dosis terbagi. Untuk pasien lanjut usia, debil (lemah) dan gangguan fungsi hati berat: 0,25 mg, 2-3 kali sehari, ditingkatkan bertahap jika perlu. OVERDOSIS: - Penderita dirangsang untuk muntah dan pengosongan lambung. - Penderita dirawat intensif dengan terapi simtomatis dan suportif pemeliharaan fungsi kardiovaskular, pernafasan dan keseimbangan elektrolit. PERINGATAN DAN PERHATIAN: - Dapat terjadi ketergantungan. - Jangan digunakan sebagai pengobatan tunggal pada pasien depresi atau kecemasan dengan depresi. - Selama menggunakan obat ini dilarang mengendarai atau mengoperasikan mesin. - Hati-hati bila diberikan pada wanita hamil dan menyusui, penderita penyakit hati dan ginjal kronik, penyakit respirasi, kelemahan otot dan riwayat penyalahgunaan obat atau alkohol, penderita kelainan kepribadian yang nyata. - Pemakaian pada anak di bawah usia 10 tahun tidak diketahui keamanannya dengan pasti. - Kurangi dosis pada lanjut usia dan debil (lemah). - Hindari pemakaian jangka panjang.

- Hati-hati pemakaian pada penderita insufisiensi pulmonar kronik. EFEK SAMPING: - Mengantuk, kelemahan otot, ataksia, amnesia, depresi, light-headedness, bingung, halusinasi, pandangan kabur. - Jarang terjadi: nyeri kepala, insomnia, reaksi paradoksikal, tremor, hipotensi, gangguan gastrointestinal, rash, perubahan libido, menstruasi tidak teratur, retensi urin, diskrasia darah dan ikterus. INTERAKSI OBAT: - Efek ditingkatkan oleh depresan saraf pusat, alkohol, barbiturat. - Ekskresi dihambat oleh simetidin. KEMASAN DAN NOMOR REGISTRASI: ALPRAZOLAM 0,25 mg, Kotak, 10 No. Reg.: GPL0405036610A1 strip @ 10 tablet ALPRAZOLAM 0,5 mg, Kotak, 10 strip 10 tablet ALPRAZOLAM 1mg, Kotak, 10 strip @ 10 tablet No. Reg.: GPL0405036610B1 No. Reg.: GPL0405036610C1

HARUS DENGAN RESEP DOKTER SIMPAN PADA SUHU KAMAR (25-30C), TERLINDUNG DARI CAHAYA. Dibuat oleh: DonjiitH JL. BAMBANG UTOYO 138 PALEMBANG-INDONESIA

ALPRAZOLAN 0,5 MG

CODE: D5 Harga Per Satuan Terkecil : Rp750.00 BELI Harga Tersebut diatas Tidak Mengikat, Sewaktu-Waktu Dapat Berubah Tanpa Pemberitahuan Terlebih Dahulu

ALPRAZOLAN 0,5 MG
KOMPOSISI: ALPRAZOLAM 0,25 Tiap tablet mengandung: Alprazolam 0,25 mg ALPRAZOLAM 0,5 Tiap tablet mengandung: Alprazolam 0,5 mg ALPRAZOLAM 1 Tiap tablet mengandung: Alprazolam 1 mg FARMAKOLOGI: Antiansietas. Pengobatan jangka pendek, ansietas sedang atau berat dan ansietas yang berhubungan dengan depresi. KONTRAINDIKASI: - Pasien yang hipersensitif terhadap golongan benzodiazepm. - Glaukoma sudut sempit akut. . - Miastenia gravis, insufisiensi pulmonar akut, kondisi fobia dan obsesi psikosis kronik, anak dan bayi prematur. DOSIS: 0,25-0,5 mg, 3 kali sehari. Jika perlu dosis dapat dinaikkan dengan interval 3-4 hari hingga' maksimum 4 mg sehari dalam dosis terbagi. Untuk pasien lanjut usia, debil (lemah) dan gangguan fungsi hati berat: 0,25 mg, 2-3 kali sehari, ditingkatkan bertahap jika perlu. OVERDOSIS: Penderita dirangsang untuk muntah dan pengosongan lambung. - Penderita dirawat intensif dengan terapi simtomatis dan suportif pemeliharaan fungsi kardiovaskular, pernafasan dan keseimbangan elektrolit. PERINGATAN DAN PERHATIAN: - Dapat terjadi ketergantungan. - Jangan digunakan sebagai pengobatan tunggal pada pasien depresi atau kecemasan dengan depresi. - Selama menggunakan obat ini dilarang mengendarai atau mengoperasikan mesin. - Hati-hati bila diberikan pada wanita hamil dan menyusui, penderita penyakit hati dan ginjal kronik, penyakit respirasi, kelemahan otot dan riwayat penyalahgunaan obat atau alkohol, penderita kelainan kepribadian yang nyata. - Pemakaian pada anak di bawah usia 10 tahun tidak diketahui keamanannya dengan pasti. - Kurangi dosis pada lanjut usia dan debil (lemah). - Hindari pemakaian jangka panjang. - Hati-hati pemakaian pada penderita insufisiensi pulmonar kronik. EFEK SAMPING: - Mengantuk, kelemahan otot, ataksia, amnesia, depresi, light-headedness, bingung, halusinasi, pandangan kabur.

- Jarang terjadi: nyeri kepala, insomnia, reaksi paradoksikal, tremor, hipotensi, gangguan gastrointestinal, rash, perubahan libido, menstruasi tidak teratur, retensi urin, diskrasia darah dan ikterus. INTERAKSI OBAT: - Efek ditingkatkan oleh depresan saraf pusat, alkohol, barbiturat. - Ekskresi dihambat oleh simetidin. KEMASAN DAN NOMOR REGISTRASI: ALPRAZOLAM 0,25 mg, Kotak, 10 strip @ 10 tablet, No. Reg.: GPL0405036610A1 ALPRAZOLAM 0,5 mg, Kotak, 10 strip 10 tablet, No. Reg.: GPL0405036610B1 ALPRAZOLAM 1 mg, Kotak, 10 strip @ 10 tablet, No. Reg.: GPL0405036610C1 HARUS DENGAN RESEP DOKTER SIMPAN PADA SUHU KAMAR (25-30C), TERLINDUNG DARI CAHAYA. Dibuat oleh: DonjiitH JL. BAMBANG UTOYO 138 PALEMBANG-INDONESIA

ALPRAZOLAN 1 MG

CODE: D4 Harga Per Satuan Terkecil : Rp1,000.00 BELI Harga Tersebut diatas Tidak Mengikat, Sewaktu-Waktu Dapat Berubah Tanpa Pemberitahuan Terlebih Dahulu

ALPRAZOLAN 1 MG

KOMPOSISI: ALPRAZOLAM 0,25 Tiap tablet mengandung: Alprazolam ALPRAZOLAM 0,5 Tiap tablet mengandung: Alprazolam

0,25 mg 0,5 mg

ALPRAZOLAM 1 Tiap tablet mengandung: Alprazolam

1 mg

FARMAKOLOGI: Antiansietas. Pengobatan jangka pendek, ansietas sedang atau berat dan ansietas yang berhubungan dengan depresi. KONTRAINDIKASI: - Pasien yang hipersensitif terhadap golongan benzodiazepm. - Glaukoma sudut sempit akut. - Miastenia gravis, insufisiensi pulmonar akut, kondisi fobia dan obsesi psikosis kronik, anak dan bayi prematur.

DOSIS: 0,25-0,5 mg, 3 kali sehari. Jika perlu dosis dapat dinaikkan dengan interval 3-4 hari hingga' maksimum 4 mg sehari dalam dosis terbagi. Untuk pasien lanjut usia, debil (lemah) dan gangguan fungsi hati berat: 0,25 mg, 2-3 kali sehari, ditingkatkan bertahap jika perlu. OVERDOSIS: - Penderita dirangsang untuk muntah dan pengosongan lambung. - Penderita dirawat intensif dengan terapi simtomatis dan suportif pemeliharaan fungsi kardiovaskular, pernafasan dan keseimbangan elektrolit. PERINGATAN DAN PERHATIAN: - Dapat terjadi ketergantungan. - Jangan digunakan sebagai pengobatan tunggal pada pasien depresi atau kecemasan dengan depresi. - Selama menggunakan obat ini dilarang mengendarai atau mengoperasikan mesin. - Hati-hati bila diberikan pada wanita hamil dan menyusui, penderita penyakit hati dan ginjal kronik, penyakit respirasi, kelemahan otot dan riwayat penyalahgunaan obat atau alkohol, penderita kelainan kepribadian yang nyata. - Pemakaian pada anak di bawah usia 10 tahun tidak diketahui keamanannya dengan pasti. - Kurangi dosis pada lanjut usia dan debil (lemah). - Hindari pemakaian jangka panjang. - Hati-hati pemakaian pada penderita insufisiensi pulmonar kronik. EFEK SAMPING: - Mengantuk, kelemahan otot, ataksia, amnesia, depresi, light-headedness, bingung, halusinasi, pandangan kabur. - Jarang terjadi: nyeri kepala, insomnia, reaksi paradoksikal, tremor, hipotensi, gangguan gastrointestinal, rash, perubahan libido, menstruasi tidak teratur, retensi urin, diskrasia darah dan ikterus. INTERAKSI OBAT: - Efek ditingkatkan oleh depresan saraf pusat, alkohol, barbiturat.

- Ekskresi dihambat oleh simetidin. KEMASAN DAN NOMOR REGISTRASI: ALPRAZOLAM 0,25 mg, Kotak, 10 No. Reg.: GPL0405036610A1 strip @ 10 tablet ALPRAZOLAM 0,5 mg, Kotak, 10 strip 10 tablet ALPRAZOLAM 1mg, Kotak, 10 strip @ 10 tablet No. Reg.: GPL0405036610B1 No. Reg.: GPL0405036610C1

HARUS DENGAN RESEP DOKTER SIMPAN PADA SUHU KAMAR (25-30C), TERLINDUNG DARI CAHAYA. Dibuat oleh: DonjiitH JL. BAMBANG UTOYO 138 PALEMBANG-INDONESIA

ALVIS 0,25 MG [Hubungi Kami Untuk Harga di 03517813966 ] Harga Tersebut diatas Tidak Mengikat, Sewaktu-Waktu Dapat Berubah Tanpa Pemberitahuan Terlebih Dahulu.
ALVIS 0,25 MG

INDIKASI: Pengobatan jangka pendek ansietas sedang sampai berat dan ansietas yang berhubungan dengan depresi.

KONTRA INDIKASI: hapersensitifitas terhadap golongan bezodiazepin, glaukoma sudut sempit, akut, miastenia gravis.

PERHATIAN: Dapat terjadi ketergantungan.

EFEK SAMPING: Intoksifikasi, fngsi saraf.

DOSIS:

Dewasa: 3x sehari 0,25-0,5 mg; lanjut usia, debil dan gangguan fungsi hati parah: 2-3x sehari 0,25 mg.

KEMASAN: Dos: 3 x 10 tablet 0,5 mg 3 x 10 tablet 1 mg

ALVIS 0,5 mg

CODE: D6 Harga Per Satuan Terkecil : Rp3,000.00 BELI

Harga Tersebut diatas Tidak Mengikat, Sewaktu-Waktu Dapat Berubah Tanpa Pemberitahuan Terlebih Dahulu.

A L V I S 0.5 mg

KOMPOSISI Tiap tablet mengandung 0,25 mg ; 0,5 mg ; dan 1,0 mg alprazolam. CARA KERJA OBAT Antiansietas INDIKASI Pengobatan jangka pendek, ansietas sedang atau berat dan ansietas yang berhubungan dengan depresi. KONTRA INDIKASI

Pasien yang hipersensitif terhadap golongan benzodiazepin Glaucoma sudut sempit akut Miastenia gravis, insufisiensi pulmonar akut, kondisi fobia dan obsesi psikosis kronik, anak dan bayi prematur

EFEK SAMPING

Mengantuk, kelemahan otot ataksia, amnesia, depresi, light-headedness, bingung, halusinasi, "blurred vision" Jarang terjadi: nyeri kepala, insomnia, reaksi paradoksikal, tremor, hipotensi, gangguan gastrointestinal, rash, perubahan libido, menstruasi tidak teratur, retensi urin, "blood dyscrasias" dan "jaundice"

POSOLOGI Dewasa : 0,25 - 0,5 mg 3 kali sehari. Jika perlu dosis dapat dinaikkan dengan interval 3 - 4 hari hingga maksimum 4 mg sehari dalam dosis terbagi Untuk pasien lanjut usia, debil, dan gangguan fungsi hati berat 0,25 mg 2 - 3 kali sehari, ditingkatkan bertahap jika perlu

PERINGATAN DAN PERHATIAN


Dapat terjadi ketergantungan Jangan digunakan sebagai pengobatan tunggal pada pasien depresi atau kecemasan dengan depresi Selama menggunakan obat ini dilarang mengendarai atau mengoperasikan mesin Hati-hati bila diberikan pada wanita hamil dan menyusui, penderita penyakit hati dan ginjal kronis, penyakit respirasi, kelemahan otot dan riwayat penyalahgunaan obat atau alkohol, penderita kelainan kepribadian yang nyata Pemakaian pada anak dibawah usia 10 tahun tidak diketahui keamanannya dengan pasti Kurangi dosis pada ianjut usia dan debil Hindari pemakaian jangka panjang Hati-hati pemakaian pada penderita "pulmonary insufficiency" kronik

INTERAKSI OBAT Efek ditingkatkan oleh depresan susunan syaraf pusat, alkohol, barbiturat Ekskresi dihambat oleh Simetidin OVER DOSIS Penderita dirangsang untuk muntah dan pengosongan lambung Penderita dirawat intensif dengan terapi simptomatis dan suportif pemeliharaan fungsi kardiovaskular, pernafasan dan keseimbangan elektrolit

CARA PENYIMPANAN Simpan di ruangan dengan suhu 15 - 30 C

HARUS DENGAN RESEP DOKTER


KEMASAN ALVIZ *0,25 mg ; Dus, 3 strip @ 10 tablet No. Reg. DPL 0121626410 A1 ALVIZ 0,5 mg ; Dus, 3 strip @ 10 tablet No. Reg. DPL 0121626410 B1 ALVIZ 1 mg ; Dus, 3 strip @ 10 tablet No. Reg. DPL 0121626410 C1 Diproduksi oleh : PHAROS

ALVIS 1 mg

CODE: D7 Harga Per Satuan Terkecil : Rp4,400.00 BELI Harga Tersebut diatas Tidak Mengikat, Sewaktu-Waktu Dapat Berubah Tanpa Pemberitahuan Terlebih Dahulu

A L V I Z 1 mg

KOMPOSISI Tiap tablet mengandung 0,25 mg ; 0,5 mg ; dan 1,0 mg alprazolam. CARA KERJA OBAT Antiansietas INDIKASI Pengobatan jangka pendek, ansietas sedang atau berat dan ansietas yang

berhubungan dengan depresi. KONTRA INDIKASI

- Pasien yang hipersensitif terhadap golongan benzodiazepin. - Glaucoma sudut sempit akut. - Miastenia gravis, insufisiensi pulmonar akut, kondisi fobia dan obsesi psikosis kronik,
anak dan bayi prematur. EFEK SAMPING

- Mengantuk, kelemahan otot ataksia, amnesia, depresi, light-headedness, bingung,


halusinasi, "blurred vision"

- Jarang terjadi: nyeri kepala, insomnia, reaksi paradoksikal, tremor, hipotensi,

gangguan gastrointestinal, rash, perubahan libido, menstruasi tidak teratur, retensi urin, "blood dyscrasias" dan "jaundice"

POSOLOGI Dewasa : 0,25 - 0,5 mg 3 kali sehari. Jika perlu dosis dapat dinaikkan dengan interval 3 - 4 hari hingga maksimum 4 mg sehari dalam dosis terbagi Untuk pasien lanjut usia, debil, dan gangguan fungsi hati berat 0,25 mg 2 - 3 kali sehari, ditingkatkan bertahap jika perlu PERINGATAN DAN PERHATIAN

- Dapat terjadi ketergantungan - Jangan digunakan sebagai pengobatan tunggal pada pasien depresi atau kecemasan
dengan depresi

- Selama menggunakan obat ini dilarang mengendarai atau mengoperasikan mesin - Hati-hati bila diberikan pada wanita hamil dan menyusui, penderita penyakit hati dan ginjal kronis, penyakit respirasi, kelemahan otot dan riwayat penyalahgunaan obat atau alkohol, penderita kelainan kepribadian yang nyata Pemakaian pada anak dibawah usia 10 tahun tidak diketahui keamanannya dengan pasti Kurangi dosis pada ianjut usia dan debil Hindari pemakaian jangka panjang Hati-hati pemakaian pada penderita "pulmonary insufficiency" kronik

INTERAKSI OBAT - Efek ditingkatkan oleh depresan susunan syaraf pusat, alkohol, barbiturat - Ekskresi dihambat oleh Simetidin OVER DOSIS

- Penderita dirangsang untuk muntah dan pengosongan lambung - Penderita dirawat intensif dengan terapi simptomatis dan suportif pemeliharaan fungsi
kardiovaskular, pernafasan dan keseimbangan elektrolit CARA PENYIMPANAN Simpan di ruangan dengan suhu 15 - 30 C HARUS DENGAN RESEP DOKTER

KEMASAN ALVIZ * 0,25 mg ; Dus, 3 strip @ 10 tablet No. Reg. DPL 0121626410 A1 ALVIZ 0,5 mg ; Dus, 3 strip @ 10 tablet No. Reg. DPL 0121626410 B1 ALVIZ 1 mg ; Dus, 3 strip @ 10 tablet No. Reg. DPL 0121626410 C1 Diproduksi oleh: PHAROS

AMITRIPTYLINE 25 MG Harga Per Satuan Terkecil : Rp200.00 BELI Harga Tersebut diatas Tidak Mengikat, Sewaktu-Waktu Dapat Berubah Tanpa Pemberitahuan Terlebih Dahulu

AMITRIPTYLINE 25 MG
KOMPOSISI : Tiap tablet selaputmengandung Amitriptilin hidroklorida 25 mg CARA KERJA OBAT : Amitriptilin merupakan antidepresi trisiklik Amitriptilin bekerja dengan menghambat pengambilan kembali neurotransmiter di otak. Amitriptilin mempunyai 2 gugus metil, termasuk amin tersier sehingga lebih resposif terhadap depresi akibat kekurangan serotonin. Senyawa ini juga mempunyaiaktivitas sedatif dan antikolinergik yang cukup kuat. Pada pemberian oral, Amitriptilin diaborpsi dengan baik, kurang lebih 90% berkaitan dengan protein plasma dan tersebar luas dalam jaringan dan susunan syraf pusat. Metabolisme di hati berlngsung lambat dan waktu paruh 10,3-25,3 jam, kemudian diekskresi bersama urin. INDIKASI : Amitriptilin digunakan pada keadaan ansietas dan depresi. DOSIS : Dosis awal 3-4 tablet,kemudian ditingkatkan sampai 6 tablet dalam dosis terbagi. Dosis dapat ditingkatkan bertahap setiap minggu tergantung dari respon klinik penderita dan tidak meebihi 12 tablet perhari. Untuk pasien depresi di rumah sakit, sehari 4 tablet dalam dosis terbagi, kemudian

ditingktkan sampai 12 tablet dalam dosis terbagi. Untuk pasien tua dan remaja di atas 16 tahun, sehari 1-2 tablet, kemudian ditingkatkan sampai sampai 4 tablet sehati dalam dosis terbagi. PERINGATAN & PERHATIAN : - Penghentian pengobatan sebaiknya secara bertahap - Sebaiknya tidak menjalankan kendaraan atau mesin - Tidak dianjurkan untuk wanita hamil dan menyusui, anak remaja di bawah 16 tahun - Hati-hati bila dihunakan pada penderita gangguan fungsi hati, hipertiroid, penderita glaukaoma sudut sempit EFEK SAMPING : Efek samping berupa rasa kering dimulut, sembelit, retensi urin, sedasi, leukopenia, nausea, postural hipotensi, dizziness, tremor, skin rash. KONTRA INDIKASI : - Jangan diberikan pada penderita skizofrenia - Penderita dengan riwayat aritmia, infark jantung, kelainan jantung bawaan - Penderita yang peka terhadap antidepresan trisiklik INTERAKSI OBAT : - Senyawa ini berinteraksi dengan guanetidin dan klonidin - Amitriptilin dapat meningkatkan efek simpatik dari obat adrenergik CARA PENYIMPANAN : Simpan di tempat sejuk (15-25 derajat C) dan kering KEMASAN & NO REG. : Kotak 10 strip @ 10 tablet salut selaput, GKL 8920905817A1 PABRIK : INDOFARMA