Anda di halaman 1dari 17

Nama NIM

: I Made Robert Latamaosadi : 0904505019

Kelompok : 6

MODUL I DASAR PEMROGRAMAN DENGAN PHP

Tujuan Praktikum : 1. Memahami konsep web statis dan web dinamis. 2. Memahami konsep dasar pemrograman berbasis web. 3. Memahami tool-tool yang diperlukan dalam pemrograman. 4. Memahami konsep tipe data dan control statement pada pemrograman PHP. 5. Memahami fungsi-fungsi dasar dalam pemrograman PHP. Tugas Pendahuluan : 1. Jelaskan konsep kerja pemrograman berbasis web. 2. Sebutkan tool / aplikasi yang diperlukan dalam pemrograman berbasis web. 3. Sebut dan jelaskan tipe data sederhana dalam PHP. 4. Sebutkan, jelaskan dan berikan contoh penggunaan operator-operator logikadan aritmatika dalam PHP. 5. Sebutkan, jelaskan dan berikan contoh penggunaan statement kontrol if, ifelse,if-elseif, switch, while, do-while, for,break, continue dan exit. 6. Jelaskan apakah yang dimaksud dengan passing variable. Jawaban 1. Konsep Kerja Pemrograman Berbasi Web Konsep kerja pemrograman berbasis web adalah sebagai berikut : diawali dengan permintaan suatu halaman web oleh browser. Berdasarkan URL (Uniform Resource Locator) atau dikenal dengan sebutan alamat internet, browser mendapatkan alamat dari web server, mengidentifikasi halaman yang dikehendaki, dan menyampaikan segala informasi yang

dibutuhkan oleh web server. Selanjutnya web server akan mencarikan berkas yang diminta dan memberikan isinya ke browser. Browser yang mendapatkan isinya akan melakukan proses penerjemahan kode HTML dan

menampilkannya ke layar pemakai.

Apabila yang diminta adalah sebuah halaman PHP, ketika berkas PHP yang diminta didapatkan oleh web server, isinya segera dikirimkan ke mesin PHP dan mesin inilah yang memproses dan memberikan hasilnya (berupa kode HTML) ke web server. Selanjutnya web server menyampaikan ke klien.

2. Tool yang Diperlukan dalam Pemrograman Berbasis Web 2.1. Web Server Webserver merupakan server internet yang mampu melayani koneksi transfer data dalam protokol HTTP. Webserver merupakan hal yang terpenting dari server di internet dibandingkan server lainnya seperti e-mail server, ftp server ataupun news server. Hal ini di sebabkan webserver telah dirancang untuk dapat melayani beragam jenis data, dari text sampai grafis 3 dimensi. Kemampuan ini telah menyebabkan berbagai institusi seperti universitas maupun perusahaan dapat menerima kehadirannya dan juga sekaligus menggunakannya sebagai sarana di internet. Komputer dapat dikatakan sebagai web server jika komputer tersebut memiliki suatu program server yang disebut Personal Web Server (PWS). PWS difungsikan agar halaman web yang ada di dalam sebuah komputer server dapat dipanggil oleh komputer

klien. Macam macam web server : Apache (Open Source), Xitami, IIS, PWS. 2.2. Database Database digunakan sebagai sarana untuk melakukan penyimpanan data yang fleksibel dan cepat untuk diakses, baik dalam hal menambahkan data baru, mengubah data yang telah ada, maupun menghapus data. Salah satu database untuk server adalah MySQL. Jenis database ini dapat berjalan di berbagai platform, antara lain Linux, Windows, dan lain sebagainya. Secara umum akses ke database harus melalui 3 tahap yaitu : a. Koneksi ke database b. Query ke database c. Pemutusan koneksi dari database

2.3. Bahasa Pemrograman Bahasa pemrograman yang digunakan merupakan bahasa berbentuk skrip yang ditempatkan dalam server dan diproses di server. Hasilnyalah yang dikirimkan ke klien, tempat pemakai menggunakan browser. Salah satu jenis bahasa pemrograman yang banyak digunakan untuk pemrograman berbasis web yaitu PHP. PHP dirancang untuk membentuk web dinamis. Artinya, ia dapat membentuk suatu tampilan berdasarkan permintaan terkni. Misalnya menampilkan isi database ke halaman web. PHP banyak digunakan karena kemudahan yang ditawarkan dalam melakukan pembuatan program dan sifatnya yang dapat dijalankan di berbagai macam sistem operasi, seperti Windows dan Linux. Disamping itu PHP merupakan produk yang freeware sehingga dapat menekan biaya dalam membangun suatu aplikasi berbasis web.

3. Tipe Data dalam PHP PHP mengenal beberapa macam tipe data, antara lain integer, floating point dan string.

3.1. Tipe Data Integer Tipe ini meliputi semua bilangan bulat dengan range -2,147,483,648 sampai +2,147,483,647 pada platform 32bit. PHP juga akan mengkonversi secara otomatis bila suatu bilangan berada diluar range tersebut ke dalam tipe data floating point. Tipe ini juga dapat dinyatakan dalam bentuk oktal (berbasis 8), desimal (berbasis 10), heksadesimal (berbasis 16). Seperti dalam contoh berikut :
$angka1_oktal = 013; $angka2_desimal = 13; $angka3_heksadesimal = 0x10;

3.2. Tipe Data Floating Point Tipe ini biasa digunakan dalam bilangan pecahan namun bisa juga bilangan desimal. Tipe ini memiliki range 1.7E-308 sampai 1.7E+308. Dapat dinyatakan dalam bentuk bilangan desimal atau dalam bentuk pangkat. Seperti contoh dibawah ini :
$angka_desimal = 0.13; $angka_pangkat = 13.0E-2;

3.3. Tipe Data String Tipe data string dinyatakan dengan mengapitnya menggunakan tanda petik tunggal ( ) atau tanda petik ganda ( ). Perbedaan dari penggunaan keduanya adalah dengan tanda petik tunggal kita tidak dapat menggunakan variable dan escape sequence handling bersama dalam suatu kalimat. Seperti contoh :
$var=tanda; echo 1. Contoh $var ini dapat digunakan; echo 2. Contoh $var ini tidak dapat digunakan;

Output :
1. Contoh tanda ini dapat digunakan 2. Contoh $var ini tidak dapat digunakan

3.4. Tipe Data Array Tipe ini dapat mengandung satu atau lebih data juga dapat diindeks berdasarkan numerik atau string. Ia juga mendukung multiarray dimensi dan membolehkan semua datanya berbeda tipe data. Seperti contoh :
$array[] = 1; $array[] = 2; $array[] = 3; $array[] = X; $mobil[sedan] = Timor; $mobil[station] = Kijang; $mobil[pickup] = Zebra; for ($n=0; $n < 5; $n++) { echo variable \$array[$n] bernilai : $array[$n]; } echo variabel \$mobil[sedan] bernilai : $mobil[sedan] variabel \$mobil[station] bernilai : $mobil[station] variabel \$mobil[pikcup] bernilai : $mobil[pickup];

3.5. Tipe Data Object Tipe data object dapat berupa bilangan, variable atau fungsi. Object dibuat dengan tujuan agar para programmer terbiasa dengan OOP, meski fasilitas ini masih minim. Seperti contoh :
class Mobil { var $jenis = Mobil Sedan; function ganti_mobil($jenis) { $this->jenis = $jenis; } } $mobil = new Mobil; echo $mobil->jenis; $mobil->ganti_mobil(Mobil Station); echo <br>.$mobil->jenis;

hasilnya
Mobil Sedan Mobil Station

4. Operator dalam PHP Operator adalah simbol yang digunakan untuk memanipulasi data, seperti penambahan dan pengurangan. Ada operator yang menggunakan satu operand, ada juga yang menggunakan dua operand. Sedangkan operand adalah data

yang dioperasikan atau yang dimanipulasi. Disini operand dapat digantikan dengan variabel. Operator dapat dikategorikan dalam 4 kategori yaitu : 1. Operator Aritmatika Operator aritmatika adalah operator yang berhubungan dengan fungsi matematika. Tabel dibawah ini menunjukkan operator aritmatika yang didukung oleh PHP. Dua baris terakhir tabel merupakan operator aritmatika yang digunakan dengan satu operand yang berfungsi untuk menambahkan atau mengurangkan dengan satu dari operand yang diikuti operand tersebut.
Operator + * / % ++ -Operasi Penambahan Pengurangan Perkalian Pembagian Sisa pembagian Penambahan dengan 1 Pengurangan dengan 1 Contoh $jumlah = 3 + 6 $kurang = 7 - 2 $kali = 2 * 4 $hasilbagi = 8 / 4 $sisabagi = 10 % 3 $a++ $a--

2. Operator Logika logika adalah operator yang membandingkan TRUE dan FALSE.
Operator == Operasi Sama dengan (Akan bernilai true atau 1 bila dua kondisi yang dibandingkan memiliki nilai yang sama, selain itu bernilai false atau o) Tidak sama dengan (Akan bernilai true jika dua kondisi yang dibandingkan memiliki nilai yang tidak sama) Lebih kecil (Akan bernilai true, jika nilai yang disebelah kiri lebih kecil dari yang disebelah kanan) Lebih besar (Akan bernilai true, jika nilai yang disebelah kiri lebih besar dari yang disebelah kanan) Lebih kecil sama dengan (Akan bernilai true, hanya jika nilai yang disebelah kiri lebih kecil atau sama Contoh $a = 10; $b = 10; $a==$b akan bernilai true, karena keduanya memiliki nilai yang sama.

!=

$a = 20; $b = 10; $a!=$b akan bernilai true, karena keduanya memiliki nilai yang berbeda. $a = 5; $b = 10; $a < $b akan bernilai true, karena nilai $a lebih kecil dari $b. $a = 12; $b = 10; $a > $b akan bernilai true, karena nilai $a lebih besar dari $b. $a = 5; $b = 10; $a <= $b akan bernilai true, karena nilai $a lebih kecil dari $b dan akan bernilai true juga

<

>

<=

>=

AND atau &&

OR atau ||

XOR

dengan dari yang disebelah kanan) Lebih besar sama dengan (Akan bernilai true, hanya jika nilai yang disebelah kiri lebih besar atau sama dengan dari yang disebelah kanan) Logika AND (Hasilnya akan bernilai 1 atau true jika kedua kondisi memilki nilai 1, selain itu hasil akan bernilai 0) Logika OR (Hasilnya akan bernilai 0 atau false jika kedua kondisi memilki nilai 0, selain itu hasil akan bernilai 1) Logika XOR (Akan menghasilkan nilai 1 jika kedua kondisi sama dan 0 bila keduanya tidak sama.

jika $a = 10. $a = 12; $b = 10; $a >= $b akan bernilai true, karena nilai $a lebih besar dari $b dan akan bernilai true juga jika $b = 12. $a = 1; $b = 1; akan bernilai 1 (true) karena kedua kondisi memilki nilai 1. $a = 0; $b = 0; akan bernilai 0 karena kedua kondisi memilki nilai 0.

$a = 0; $b = 0; atau $a = 1; $b = 1; akan bernilai 1 (true) karena kedua kondisi memilki nilai sama. Logika NOR (akan $a = 0; !$a = 1; menghasilkan nilai yang menghasilkan nilai yang berlawanan) berlawanan

3. Operator Bitwise Operator bitwise adalah operator yang membandingkan binary.


Operator & | ^ ~ >> << Operasi AND OR XOR NOR Geser bit ke kanan Geser bit ke kiri

4. Operator Lain Ada juga operator yang sering digunakan namun tidak termasuk dalam kelompok diatas, yaitu sebagai berikut.
Operator . = $ Operasi Penggabungan string Penugasan/pengisian nilai Mengacu pada variabel.

5. Statement Kontrol Statment control merupakan pengatur aliran program, mempunyai rangkaian perintah yang harus ditulis untuk memenuhi keadaan yaitu : - Mengulang suatu perintah jika suatu kondisi terpenuhi. - Melanjutkan sebuah pernyataan bila kondisi terpenuhi. - Memilih sebuah pilihan dari beberapa alternatif bila kondisi terpenuhi. Statment control dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu statment control percabangan (pengambilan keputusan) dan pengulangan (looping). 5.1. Percabangan 5.1.1. Statement IF Sintaks dari statement tersebut dalam PHP adalah
if (syarat) { statement1; statement2; . . }

Untuk menyatakan syarat, biasanya digunakan operator perbandingan seperti yang telah dibahas sebelumnya. Apabila syarat bernilai TRUE maka statement-statement yang diapit dengan tanda kurung kurawal akan dijalankan. Bentuk lain dari sintaks IF adalah
if (syarat) { statement1; statement2; . . } else { statement3; statement4; . . }

Untuk sintaks kedua di atas, statement3, statement4, dst akan dijalankan apabila syarat bernilai FALSE. Contoh:
<? $my_name = "nada"; if ($my_name == "nada") { echo "Your name is ".$my_name."!"<br>"; } echo "Welcome to my homepage!"; ?>

Contoh:
<? $number = 3; if ($number == 4) { echo "Benar"; } else { echo "Salah"; } ?>

Terdapat pula bentuk sintaks berikutnya dari IF yaitu dengan ditambahkan elseif
if (syarat1) { statement11; statement12; . . } elseif (syarat2) { statement21; statement22; . . } . . else { statement1; statement2;

. . }

Jika syarat1 bernilai TRUE, maka statement11, statement12 dst akan dijalankan. Sedangkan jika syarat1 FALSE maka selanjutnya akan dicek untuk syarat2. Jika syarat2 TRUE maka statemen21, statement22, dst akan dijalankan, sedangkan jika syarat2 FALSE akan dicek syarat berikutnya (jika masih ada). Statement1, statement2, dst baru akan dijalankan apabila semua syarat sebelumnya bernilai FALSE. Contoh:
<? $karyawan = "Bob"; if($karyawan == "Tanner") { echo "Hello Tanner!"; } elseif($karyawan == "Bob") { echo "Hello Bob!"; } else { echo "Hello!"; }

5.1.2. Statement SWITCH Sintaks dari statement ini adalah


switch (variabel) { case option1: statement11; statement12; . . break; case option2: statement21; statement22; . . break; . . default: statementdefault1; statementdefault2;

. . break; }

Pada sintaks di atas, nilai dari variabel akan dicek pada setiap option yang ada (terletak di bagian case). Jika ada option yang sama dengan nilai variabel, maka statement-statement di bawah option tersebutlah yang akan dijalankan. Bagian default adalah optional (boleh ada, boleh tidak). Contoh :
<?php $tujuan = "Tokyo"; echo "Biaya Perjalanan Menuju $tujuan adalah "; switch ($tujuan){ case "Las Vegas": echo " $500"; break; case "Amsterdam": echo " $1500"; break; case "Egypt": echo " $1750"; break; case "Tokyo": echo " $900"; break; case "Caribbean Islands": echo " $700"; break; } ?>

Contoh:
<?php $tujuan = "New York"; echo "Biaya Perjalanan Menuju $tujuan adalah "; switch ($tujuan){ case "Las Vegas": echo " $500"; break; case "Amsterdam": echo " $1500"; break; case "Egypt": echo " $1750"; break; case "Tokyo": echo " $900"; break;

case "Caribbean Islands": echo " $700"; break; default: echo " $100"; break; } <?

5.2.Pengulangan 5.2.1. Statement WHILE Statement ini digunakan untuk mengerjakan suatu statement secara berulang-ulang sampai suatu syarat dipenuhi. Sintaksnya adalah
while (syarat) { statement; statement; . . }

Pada sintaks di atas, selama syarat bernilai TRUE maka statementstatement di dalam while akan terus dijalankan secara berulang-ulang. Perulangan baru akan berhenti apabila syarat bernilai FALSE. Sebelum statement yang diulang-ulang dilakukan, terlebih dahulu akan dicek syarat nya apakah bernilai TRUE atau FALSE. Apabila TRUE maka statement akan dijalankan. Sedangkan apabila FALSE, perulangan akan langsung berhenti. Dengan kata lain, statement dalam WHILE bisa jadi tidak akan pernah dilakukan, yaitu apabila syaratnya langsung bernilai FALSE. Contoh:
<? $harga_sikat = 1500; $jumlah_sikat = 10; echo "<table border=\"1\" align=\"center\">"; echo "<tr><td><b>Jumlah Sikat</b></td>"; echo "<td><b>Harga</b></tr></td>"; while ( $jumlah_sikat <= 100 ) { echo "<tr><td>"; echo $jumlah_sikat; echo "</td><td>"; echo "Rp. ".$harga_sikat * $jumlah_sikat;

echo "</td></tr>"; $jumlah_sikat = $jumlah_sikat + 10; } echo "</table>"; ?>

Kode di atas akan menampilkan hasil di browser berupa tabel yang berisi jumlah sikat dan harganya, dengan asumsi harga sebuah sikat adalah Rp. 1.500. Jumlah sikat yang ditampilkan adalah kelipatan 10 dengan batas sampai 100 buah.

5.2.2. Statement FOR Statement FOR mirip dengan WHILE yang memiliki sintaks berikut ini
for (inisialisasi counter) { statement; . . } counter; syarat; increment/decrement

Untuk memperjelas pemahaman tentang FOR, berikut ini adalah contoh kode dengan for untuk menghasilkan tampilan yang sama dengan contoh while sebelumnya (tentang jumlah sikat dan harganya). Coba bandingkan dengan kode contoh while sebelumnya. Contoh:
<? $harga_sikat = 1500; echo "<table border=\"1\" align=\"center\">"; echo "<tr><td><b>Jumlah Sikat</b></td>"; echo "<td><b>Harga</b></td></tr>"; for ($jumlah_sikat = 10; $jumlah_sikat $jumlah_sikat+=10) { echo "<tr><td>"; echo $jumlah_sikat; echo "</td><td>"; echo "Rp. ".$harga_sikat * $jumlah_sikat; echo "</td></tr>"; } echo "</table>"; ?>

<=

100;

5.2.3. Statement Foreach Misalkan Anda punya data berupa array assosiatif yang akan diproses secara berulang-ulang, maka PHP menyediakan statement foreach yang mudah digunakan. Sintaksnya adalah:
foreach(variabelarray as kunci => value) { statement; . . }

Sebagai contoh, misalkan Anda memiliki 5 orang karyawan dengan usianya masing-masing yang ditulis dalam kode PHP sebagai berikut
$UsiaKaryawan["Lisa"] = "28"; $UsiaKaryawan["Jack"] = "16"; $UsiaKaryawan["Ryan"] = "35"; $UsiaKaryawan["Rachel"] = "46"; $UsiaKaryawan["Grace"] = "34";

Berikut ini adalah contoh kode PHP yang akan menampilkan semua karyawan beserta usianya dengan menggunakan foreach.
<? $UsiaKaryawan["Lisa"] = "28"; $UsiaKaryawan["Jack"] = "16"; $UsiaKaryawan["Ryan"] = "35"; $UsiaKaryawan["Rachel"] = "46"; $UsiaKaryawan["Grace"] = "34"; foreach($UsiaKaryawan as $Nama => $umur) { echo "Nama Karyawan: $Nama, Usia: $umur"." th <br>"; } ?>

5.2.4. Statement DO WHILE Statement ini merupakan bentuk modifikasi dari WHILE. Sintaksnya adalah sebagai berikut
do { statement; . . } while (syarat);

<? $kue = 0; do { echo "Mmmmm... Aku suka kue! Nyam..nyam..nyam.."; } while ($kue > 1); ?>

5.2.5. Statement Break Berkaitan dengan pengulangan, digunakan untuk keluar dari suatu proses yang berulang. Contoh :
for ($i = 1; $i <= 25; $i++) { print("$i <BR>"); if ($i == 10) break; } print("Selesai <BR>");

5.2.6. Statement Continue Digunakan untuk melaju ke iterasi (putaran) berikutnya pada pernyataanpernyataan yang terkait dengan pengulangan. Contoh :
for ($i=1; $i<=25; $i++) { if ($i >= 10 and $i <= 15) continue; print("$i <BR>"); $i++; }

5.2.7. Statement Exit Berguna untuk mengakhiri pengeksekusian. Dengan dijalankannya perintah ini, segala kode baik PHP maupun HTML tidak dikirim ke browser. Contoh :
for ($i=1; $i<=25; $i++) { print("$i <BR>"); if ($i == 10) exit; }

print("Selesai <BR>");

6. Passing Variable Passing Variable adalah suatu cara melewatkan variabel dimana variabel dapat di-passing atau diteruskan ke halaman web berikutnya yang diakses user. Ada beberapa teknik untuk meneruskan variabel, diantaranya : 1. Melalui URL 2. Melalui Form 3. Melalui Cookie Macam-macam metode dalam passing variable : 1. Pass by Value Pass by value, variable yang diberikan oleh parameter hanya akan diolah didalam fungsi,variable yang berada diluar fungsi akan tetap. Dengan kata lain variable yang dipakai oleh suatufungsi tidak akan mempengaruhi variable yang ada diluar. Pass by value membuat kopi dari variabel yang asli. Jadi variabel asli tidak terpengaruh. Contoh :
function jumlah($nilai) { $nilai++; } $input=2; jumlah($input); echo $input; ?>

Output yang dihasilkan adalah 2, terlihat variabel yang berubah dalam fungsi tidak akan berpengaruh diluar fungsi atau sama saja tidak mempengaruhi variabel aslinya.

2. Pass by Reference Pass by reference, jika pada pass by value, nilai hasil olahan tidak dapat digunakan diluar fungsi,maka pass by reference sebaliknya, hasil olahan yang telah diproses di dalam fungsi dapat digunakan di luar fungsi, dengan kata lain value yang di luar fungsi akan turut berubah seiring perubahan

yang terjadi pada variable didalam fungsi. Perintah yang dijalankan di fungsi mempengaruhi nilai variabel yang berada diluar fungsi. Contoh :
function jumlah2(&$nilai) { $nilai++; } $input=2; jumlah2($input); echo $input; ?>

Output yang dihasilkan adalah 3, perintah dalam fungsi berpengaruh merubah nilai variabel aslinya.