Anda di halaman 1dari 3

BEDAH MULUT PREPROSTETIK RUSSELL HOPKINS

Frenektomi Bagian luar dari frenulum tidak hanya dapat menimbulkan ketidak stabilan gigi palsu. kerena pregerakannya, tetapi juga dapat terluka oleh adanya tepi sayap gig palsu. Bagian tepi sayap dipotong untuk mencegah hal ini dan oleh karena itu gigi palsu menjadi lemah dan mudah patah didekat daerah tersebut, karena kelelahan akrilik. Jadi, sebaiknya dilakukan frenektomi labial pada saat yang sama dengan prosedur preparasi bagian depan gigi, bila frenulum besar dan mempunyai perlekatan alveolar yang rendah. Dengan adanya resorpsi alveolar yang terjadi terus menerus, beberapa buah frenulum akan timbul di permukaan dan dapat dirawat, secara terpisah, tetapi bila ada 3 atau lebih frenulum yang besar pada rahang yang sudah tidak bergigi, maka dianjutkan untuk melakukan vestibulopasti.
41 Satu frenulum permukaan pada daerah gigi geraham kecil. Pemotongan sederhana dari keadaan ini, mungkin dapat menimbulkan jaringan parut yang melekat pada puncak tulang alveolar. Ada 2 tehnik lain yang dapat digunakan untuk menghilangkan problem yang sederhana tetapi secara tehnik sulit ini. 42 Epiteliasasi sekunder. Epiteliasasi jaringan granulasi akan menghasilkan

pembesaran jaringan parut. Oleh karena itu, sebagian besar kedalaman sulkus yang didapat dengan tehnik ini tidak dapat stabil selamanya. Tetapi penurunan akhir dari dalam sulkus, cukup dapat mencegah terjadinya gangguan terhadap bagian tepi sayap gigi. Dilakukan pembuatan insisi periperal di sekitar daerah frenulum. Mukosa dan otot frenulum yang terletak di bawahnya dapat dipisahkan dari periosteum, sampai didapat kedalaman sulkus yang diinginkan. Bagian tepi flap dijahit ke daerah periosteum yang terbuka, pada ketinggian yang lebih rendah, dengan menggunakan benang yang dapat diserang jaringan. Gutta percha atau akrilik dapat ditambahkan pada bagian tepi gigi palsu, untuk mencegah terjadinya pembengkakan sulkus.

43 Tehnik Edlan dibuat untuk mengurangi kemungkinan terjadinya pembengkakan jaringan parut yang berhubungan dengan tehnik tersebut. Flap mukosa, dengan dasar pada puncak tulang alveolar, dapat dipisahkan dari daerah frenulum di bawahnya. Dilakukan pembuatan insisi pada daerah periosteum di sekitar frenulum, dan keduanya dibuka untuk melihat keadaan tulang. Bagian tepi mukosa dijahit pada daerah pertemuan antara attached dan dettached periosteum, sehingga frenulum dapat dipisahkan dari tulang. Sebaiknya dilakukan pemotongan jaringan otot frenulum yang sebesar mungkin, untuk mengurangi kemungkinan terjadi kembalinya keadaan ini. 44 Daerah perlekatan frenulum yang tidak biasa pada gigi geraham kecil bawah, yang berhubungan dengan ruang yang tersedia untuk tempat gigi palsu. Keadaan frenulum yang menonjol, menyebabkan frenulum ini harus dipotong. Tehnik Edlan tidak dapat digunakan pada keadaan ini, karena sulit untuk dapat memisahkan flap dari daerah frenulum. Disini dilakukan frenektomi sederhana, tetapi tepi mukosa dari daerah luka dijahit dengan periosteum, untuk mencegah timbul kembalinya keadaan ini. 45 Keadaan 18 bulan setelah operasi. Jaringan parut memang meluas ke puncak tulang alveolar, tetapi tidak mengganggu penempatan sayap.

Frenektomi Labial Tehnik operasi untuk keadaan ini harus cukup sederhana. Menurut penulis, Z dan W plasti, hanya akan menambah kesulitan saja. Jangan membuang mukous membran di atasnya atau di dekatnya, yang sehat, yang diperlukan untuk menutup daerah luka dan pendalaman sulkus. Jaringan fibromuskular, biasanya akan dapat menimbulkan kesulitan.
46 Setelah dilakukannya anastesi infiltrasi, bibr dapat ditarik untuk menarik dan mengangkat frenulum yang pendek dan melekat pada daerah puncak alveolar. 47 Dapat digunakan pisau skapel nomor 5 untuk membuat insisi dari mukous membran yang menutupi daerah frenulum, yang berbentuk bulan sabit dan kecil. Insisi diperluas

agar melewati daerah perlekatan alveolar dan diperluas kebawah, ke puncak periosteum. Karena daerah perlekatan frenulum pada puncak alveolar memisahkannya dari bibir, maka daerah frenulum ini akan dapat diangkat dengan mudah. 48 Gunting dengan ujung yang tumpul, daoat dimasukkan ke bawah, pada kedua sisi daerah jaringan lunak frenulum untuk melepas frenulum dari jaringan di dekatnya, ke bawah, ke tulang alveolar dan bagian depan tulang hidung. 49 Lapisan jaringan lunak frenulum, yang sudah dipisahkan dari jaringan lunak di dekatnya, sekarang dapat dipotong dari tulang alveolar, tulang hidung, dan perlekatan labial dengan menggunakan gunting atau skapel. Sebaiknya tindakan ini dilakukan dengan hati-hati, agar tidak mengenai orbikularis oris, sehingga tidak merusak arteri labial. Bila ada arteri yang terpotong, arteri harus ditekan, dipotong, dan diikat. Sisa-sisa perlekatan otot pada tulang hidung, atau alveolus, dapat dirapikan. 50 Mukosa di dekatnya, diseset dengan ujung gunting pemotong yang tumpul, sebesar 2mm pada setiap sisi. 51 Sekarang dokter gigi sudah dapat menentukan tinggi antara tulang hidung dan tulang alveolar. Kedalaman pada pasien ini, cukup memadai. Bila dianggap kurang memadai, maka bagian depan dari tulang hidung harus dipreparasi.