Anda di halaman 1dari 32

PEMERIKSAAN PAJAK 2012

PEMERIKSAAN PAJAK
DASAR HUKUM (YANG DIGUNAKAN) UU KUP (Ps. 1 angka 25, Ps. 29 s.d. 31). PMK no. 199/PMK.03/2007 stdd 82/PMK.03/2011. PER - 9/PJ/2010 PER - 34/PJ/2011. PER - 35/PJ/2011. PER - 41/PJ/2011. PER - 04/PJ/2012. SE - 116/PJ/2009. SE - 126/PJ/2010 SE - 85/PJ/2011. SE - 04/PJ/2012.

PENGERTIAN Pemeriksaan adalah serangkaian kegiatan menghimpun dan mengolah data, keterangan, dan/atau bukti yang dilaksanakan secara objektif dan profesional berdasarkan suatu standar pemeriksaan untuk menguji kepatuhan pemenuhan kewajiban perpajakan dan/atau untuk tujuan lain dalam rangka melaksanakan ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan. (pasal 1 angka 25 UU KUP) Amanat dilaksanakannya pemeriksaan juga tersurat dalam pasal 29 ayat (1) UU KUP dan kewenangan dalam pemeriksaan diatur dalam pasal 29 ayat (3) huruf a,b, dan c UU KUP.

TUJUAN Tujuan pemeriksaan adalah untuk menguji kepatuhan pemenuhan kewajiban perpajakan, dan/atau untuk tujuan lain dalam rangka melaksanakan ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan.

RUANG LINGKUP 1. Pemeriksaan untuk menguji kepatuhan pemenuhan kewajiban perpajakan Jenis Pajak satu, beberapa, atau seluruh jenis pajak 1|Page

PEMERIKSAAN PAJAK 2012


Masa/Tahun Pajak satu atau beberapa Masa Pajak, Bagian Tahun Pajak atau Tahun Pajak dalam tahuntahun lalu maupun tahun berjalan 2. Pemeriksaan tujuan lain Ruang lingkup pemeriksaan ini meliputi penentuan, pencocokan, atau pengumpulan materi yang berkaitan dengan tujuan pemeriksaan.

KRITERIA PEMERIKSAAN Maksud kriteria adalah dasar atau alasan dilakukannya pemeriksaan terhadap wajib pajak. Berikut kriteria pemeriksaan pajak : 1. Pemeriksaan Menguji Kepatuhan Menurut PMK No 99/PMK.03/2007 stdtd PMK No 82/PMK.03/2011 : a. Pemeriksaan Harus Dilakukan WP mengajukan permohonan pengembalian kelebihan pembayaran pajak (pasal 17B UU KUP) b. Pemeriksaan Dapat Dilakukan SPT LB, termasuk yang telah diberikan pengembalian pendahuluan kelebihan pajak SPT Rugi Tidak menyampaikan atau menyampaikan SPT melampaui jangka waktu dalam Surat Teguran penggabungan, peleburan, pemekaran,likuidasi, pembubaran, atau akan meninggalkan Indonesia untuk selama-lamanya SPT memenuhi kriteria seleksi berdasarkan hasil analisis risiko (risk based selection), ada indikasi adanya kewajiban perpajakan WP yang tidak dipenuhi Menurut SE-85 tahun 2011, terdapat 2 kriteria yang merupakan alasan atau dasar dilakukannya pemeriksaan, yaitu: a. Pemeriksaan Rutin, merupakan pemeriksaan yang dilakukan sehubungan dengan pemenuhan hak dan/atau pelaksanaan kewajiban perpajakan Wajib Pajak atau karena diwajibkan oleh Undang-Undang KUP; dan b. Pemeriksaan Khusus atau pemeriksaan berdasarkan analisis risiko (risk based audit), merupakan pemeriksaan yang dilakukan terhadap Wajib Pajak yang berdasarkan hasil analisis risiko secara manual atau secara komputerisasi menunjukkan adanya indikasi ketidakpatuhan pemenuhan kewajiban perpajakan. 2|Page

PEMERIKSAAN PAJAK 2012


2. Pemeriksaan Tujuan lain Pemberian NPWP secara jabatan Penghapusan NPWP Pengukuhan atau pencabutan pengukuhan Pengusaha Kena Pajak; Wajib Pajak mengajukan keberatan; Pengumpulan bahan guna menyusunan Norma Penghitungan Penghasilan Neto; Pencocokan data dan/atau alat keterangan; Penentuan Wajib Pajak berlokasi di daerah terpencil; Penentuan satu atau lebih tempat terutang PPN; Pemeriksaan dalam rangka penagihan pajak; Penentuan saat produksi dimulai atau memperpanjang jangka waktu kompensasi kerugian sehubungan dengan pemberian fasilitas perpajakan; Memenuhi permintaan informasi dari negara mitra P3B

JENIS PEMERIKSAAN 1. Pemeriksaan Kantor dilakukan di kantor DJP 2. Pemeriksaan Lapangan dilakukan di tempat kedudukan, tempat usaha atau pekerjaan bebas, tempat tinggal Wajib Pajak, atau tempat lain yang ditentukan oleh Dirjen Pajak *Catatan: Semua pemeriksaan diarahkan ke pemeriksaan lapangan. Namun, untuk WP badan yang pendaftaran emisi sahamnya telah dinyatakan efektif oleh BAPEPAM (go public) dan menyampaikan SPT Tahunan dengan dilampiri Laporan Keuangan yang telah diaudit oleh Akuntan Publik dengan pendapat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) sebagaimana diatur dalam pasal 29 UU KUP dilakukan dengan pemeriksaan kantor, kecuali dipertimbangkan lain oleh kepala UP2.

JANGKA WAKTU PEMERIKSAAN 1. Pemeriksaan menguji kepatuhan a. Pemeriksaan Lapangan 4 bulan sejak tanggal Surat Pemberitahuan Pemeriksaan disampaikan sampai dengan tanggal LHP dapat diperpanjang 4 bulan dengan alasan tertentu* (maksimal 5x perpanjangan jika terdapat indikasi terjadinya transaksi yang terkait dengan transfer pricing dan/atau transaksi khusus lain seperti rekayasa transaksi keuangan) *Keterangan : 3|Page

PEMERIKSAAN PAJAK 2012


Alasan tertentu yang dimaksud antara lain : diperluas ke Masa Pajak, Bagian Tahun Pajak, atau Tahun Pajak lainnya ruang lingkup Pemeriksaan Lapangan meliputi seluruh jenis pajak terdapat konfirmasi atau permintaan data dan/atau keterangan kepada pihak ketiga terdapat indikasi transaksi transfer pricing dan/atau transaksi khusus lain yang berindikasi adanya rekayasa transaksi keuangan terdapat permintaan Pemeriksaan oleh UP2 Domisili kepada UP2 Lokasi berdasarkan pertimbangan tertentu dari Kepala Unit Pelaksana Pemeriksaan

Hal - hal yang perlu diperhatikan antara lain : Apabila perpanjangan jangka waktu berakhir, Pemeriksaan harus diselesaikan. Pemeriksaan dlm rangka restitusi harus memperhatikan jangka waktu penyelesaian permohonan Jika dilakukan perpanjangan jangka waktu, harus disampaikan pemberitahuan secara tertulis kepada Wajib Pajak b. Pemeriksaan Kantor 3 bulan sejak sejak tanggal WP datang memenuhi surat panggilan sampai dengan tanggal LHP dapat diperpanjang 3 bulan dengan alasan tertentu** (maksimal hanya 1 kali) **Keterangan : Alasan tertentu yang dimaksud antara lain : ruang lingkup Pemeriksaan meliputi seluruh jenis pajak diperluas ke Masa Pajak, Bagian Tahun Pajak, atau Tahun Pajak lainnya terdapat konfirmasi atau permintaan data dan/atau keterangan kepada pihak ketiga berdasarkan pertimbangan tertentu dari Kepala UP2

Hal - hal yang perlu diperhatikan antara lain : Apabila perpanjangan jangka waktu berakhir, Pemeriksaan harus diselesaikan. Jika dilakukan perpanjangan jangka waktu, harus disampaikan pemberitahuan secara tertulis kepada Wajib Pajak Apabila dalam pemeriksaan kantor ditemukan indikasi transaksi yang terkait transfer pricing dan/atau transaksi khusus lain yang berindikasi adanya rekayasa transaksi keuangan, Pemeriksaan Kantor diubah menjadi pemeriksaan lapangan

4|Page

PEMERIKSAAN PAJAK 2012


Pemeriksaan dlm rangka restitusi harus memperhatikan jangka waktu penyelesaian permohonan

2. Pemeriksaan tujuan lain Pemeriksaan Lapangan paling lama 14 hari sejak tanggal Wajib Pajak atau wakil, kuasa, pegawai, atau anggota keluarga yang telah dewasa dari Wajib Pajak, datang memenuhi surat panggilan dalam rangka Pemeriksaan Kantor sampai dengan tanggal LHP Pemeriksaan Kantor paling lama 4 bulan sejak tanggal surat pemberitahuan pemeriksaan disampaikan kepada Wajib Pajak atau wakil, kuasa, pegawai, atau anggota keluarga yang telah dewasa dari Wajib Pajak, sampai dengan tanggal LHP Hal hal lain yang perlu diperhatikan : Dalam hal jangka waktu terlampaui, Pemeriksaan harus diselesaikan. Pemeriksaan dalam rangka permohonan penghapusan NPWP, jangka waktu

Pemeriksaan harus memperhatikan jangka waktu penyelesaian permohonan penghapusan NPWP Pemeriksaan dalam rangka permohonan pencabutan pengukuhan PKP, jangka waktu Pemeriksaan harus memperhatikan jangka waktu penyelesaian permohonan pencabutan pengukuhan PKP

PERLUASAN, PEMBATALAN, PENGALIHAN, DAN PENGHENTIAN PEMERIKSAAN 1. Perluasan Pemeriksaan diperluas ke tahun-tahun pajak atau masa-masa pajak yang belum dilakukan pemeriksaan dalam hal : a. SPT Tahunan PPh untuk tahun-tahun pajak sebelumnya menyatakan rugi tidak lebih bayar b. SPT Masa PPN untuk masa-masa pajak sebelumnya menyatakan lebih bayar yang dikompensasi Pemeriksaan untuk alasan (a) dan (b) dilakukan dengan pemeriksaan rutin. 2. Pembatalan Pembatalan pemeriksaan meliputi pembatalan penugasan pemeriksaan dan pembatalan hasil pemeriksaan. a. Pembatalan Penugasan Pemeriksaan Pembatalan penugasan pemeriksaan dapat dilakukan dengan alasan sebagai berikut: 5|Page

PEMERIKSAAN PAJAK 2012


1. Terdapat kesalahan manusiawi yang bersifat human error, misalnya kesalahan tahun pajak, identitas WP, dll. 2. Pemeriksaan belum dimulai dan WP melakukan pembetulan SPT 3. Pemeriksaan yang dilakukan terhadap permohonan pengembalian kelebihan pembayaran pajak sebagaimana dimaksud pasal 17B UU KUP yang : a) LP2 atau SP2 diterbitkan setelah jangka waktu pengembalian kelebihan pembayaran pajak, atau b) Pemeriksaan belum dapat diselesaikan sampai dengan berakhirnya jangka waktu pengembalian kelebihan pembayaran pajak. b. Pembatalan Hasil Pemeriksaan Pembatalan hasil pemeriksaan atau pembatalan SKP hasil pemeriksaan sebagaimana dimaksud dalam pasal 36 ayat 1 UU KUP dilakukan karena : 1. Pemeriksaan yang dilakukan tanpa penyampaian SPHP; atau 2. Pemeriksaan yang dilakasanakan tanpa adanya pemberian hak hadir kepada WP untuk melakukan Pembahasan Akhir Hasil Pemeriksaan 3. Pengalihan Pengalihan pemeriksaan dilakukan karena WP pindah tempat terdaftar (domisili) dari satu kantor KPP ke KPP lain sepanjang : a. Instruksi/persetujuan/penugasan/LP2 pemeriksaan telah diterbitkan; dan b. Surat Pemberitahuan Pemeriksaaan Lapangan atau Surat Panggilan dalam rangka Pemeriksaan kantor belum disampaikan kepada WP Apabila pengalihan pemeriksaannya ditolak atau tidak dapat dialihkan, maka berlaku ketentuan sebagai berikut : a. Pemeriksaan tetap dilakukan oleh UP2 lama sampai dengan penerbitan Nota Perhitungan b. LHP dan Nota Penghitungan harus menggunakan identitas baru c. Terhadap pemeriksaan yang terkait dengan permohonan pengembalian kelebihan pembayaran pajak sebagaimana dimaksud dalam pasal 17B UU KUP maka LHP dan Nota Penghitungan sudah harus dikirim ke KPP baru tempat WP terdaftar paling lambat 1 bulan sebelum jatuh tempo penyelesaian permohonan pengembalian kelebihan pembayaran pajak; dan d. Terhadap pemeriksaan selain sebagaimana dimaksud pada huruf c, LHP dan Nota Penghitungan harus dikirim ke KPP baru tempat WP terdaftar paling lambat 3 hari kerja setelah tanggal LHP 6|Page

PEMERIKSAAN PAJAK 2012


3. Penghentian Penghentian dilakukan apabila WP yang diperiksa atau wakil WP sebagaimana dimaksud pasal 32 UU KUP ternyata tidak dapat ditemukan berdasarkan berita acara dari pejabat kelurahan/RT/RW setempat. Tim pemeriksa membuat LHP Sumir dan melakukan perekaman LHP sumir ke SIMPP. Fotokopi LHR Sumir dikirim ke kasi waskon untuk ditindaklanjuti.

PEMERIKSAAN LOKASI Merupakan pemeriksaan yang dilaksanakan atas kewajiban perpajakan WP lokasi atas permintaan UP2 domisili atau karena kriteria pemeriksaan rutin atau pemsus. Dalam pemeriksaan lokasi berlaku hal-hal sebagai berikut : a. Pemeriksaan lokasi diminta oleh UP2 domisili jika pemeriksaannya bersifat all taxes dan dilakukan dengan pemeriksaan lapangan b. LP2 untuk UP2 lokasi diterbitkan setelah ada permintaan dari UP2 domisili c. Pemeriksaan harus dilakukan dalam jangka waktu sebagaimana terdapat dalam surat permintaan pemeriksaan lokasi d. LHP domisili harus mencakup hasil pemeriksaan WP lokasi, kecuali : 1) SPT Tahunan WP domisili menunjukkan LB dan akan segera jatuh tempo 2) WP lokasi dalam kondisi force majeur 3) Dalam hal wilayah kerja UP2 domisili seluruh Indonesia, pemeriksaan lokasi dilakukan sendiri oleh UP2, domisili tanpa permintaan, pemeriksaan lokasi kepada UP2 lokasi. 4) Dalam hal wilayah kerja, UP2 domisili meliputi satu kanwil DJP, yakni KPP Madya, pemriksaan lokasi dilaksanakan pada permintaan kepada UP2 loksi. Jika lokasi WP ada di luar wilayah kerja, maka boleh melakukan permintaan pemeriksaan lokasi. 5) UP2 domisili menyampaikan fotokopi LHP dan Nota Perhitungan kepada kepala KPP lokasi paling lama 3 hari kerja setelah tanggal LHP.

PEMERIKSAAN ULANG Pemeriksaan ulang hanya dapat dilakukan berdasarkan instruksi atau persetujuan DJP. Pemeriksaan ulang dilakukan dengan alasan: a. Terdapat data baru, termasuk data semula yang belum terungkap yang mengakibatkan penambahan jumlah pajak yang terutang; atau b. Berdasarkan pertimbangan DJP 7|Page

PEMERIKSAAN PAJAK 2012


Ruang lingkup pemeriksaan ulang dapat meliputi seluruh jenis pajak (all taxes), beberapa jenis pajak, atau satu jenis pajak (single taxes)

STANDAR PEMERIKSAAN Standar pemeriksaan adalah patokan bagi pemeriksa pajak dalam melakukan pemeriksaan (pasal 1 angka 2 per 9/pj/2010) Standar pemeriksaan meliputi : 1. Standar umum merupakan standar yang bersifat pribadi dan berkaitan dengan persyaratan pemeriksa pajak dan mutu pekerjaannya. Meliputi: a. Telah mendapat pendidikan dan pelatihan teknis yang cukup serta memiliki keterampilan sebagai Pemeriksa Pajak, dan menggunakan keterampilannya secara cermat dan seksama. b. Jujur dan bersih dari tindakan-tindakan tercela serta senantiasa mengutamakan kepentingan Negara c. Taat terhadap berbagai ketentuan peraturan perundang-undangan, termasuk taat terhadap batasan waktu yang ditetapkan.

2. Standar pelaksanaan pemeriksaan Merupakan standar yang harus dilaksanakan dalam melaksanakan pemeriksaan pajak. Pelaksanaan pemeriksaan harus dilaukukan sesuai dengan standar pelaksanaan pemeriksaan yaitu: a. Pelaksanaan pemeriksaan harus didahului dengan persiapan yang baik, sesuai dengan tujuan pemeriksaan, dan mendapat pengawasan yang seksama. b. Luas pemeriksaan (audit scope) ditentukan berdasarkan petunjuk yang diperoleh yang harus dikembangkan melalui pencocokan data, pengamatan, permintaan keterangan, konfirmasi, teknik sampling, dan pengujian lainnya berkenaan dengan pemeriksaan. )* Luas pemeriksaan disesuaikan dengan criteria dilakukannya pemeriksaan untuk tujuan lain. )** c. persiapan pemeriksaan yang harus dilakukan yaitu : )* 1) Mengumpulkan dan mempelajari data Wajib Pajak 2) Menyusun Rencana Pemeriksaan 3) Menyusun Program Pemeriksaan. 8|Page

PEMERIKSAAN PAJAK 2012


4) Menyiapkan sarana pemeriksaan d. Pelaksanaan pemeriksaan dilakukan dengan mengacu pada Petunjuk Pelaksanaan Pemeriksaan, Pedoman Pemeriksaan, dan Petunjuk Teknis Pemeriksaan )* e. Temuan pemeriksaan harus didasarkan pada bukti kompeten yang cukup dan berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan. )* f. Pemeriksaan dilakukan oleh suatu Tim Pemeriksa Pajak yang terdiri dari seorang Supervisor, seorang Ketua Tim, dan seorang atau lebih Anggota Tim. g. Tim Pemeriksa Pajak dapat dibantu oleh seorang atau lebih yang memiliki keahlian tertentu yang bukan merupakan Pemeriksa Pajak, baik yang berasal dari Direktorat Jenderal Pajak maupun instansi lain yang telah ditunjuk oleh Direktur Jenderal Pajak sebagai tenaga ahli seperti penerjemah bahasa, tenaga ahli di bidang teknologi informasi, dan pengacara.)* h. Laporan tenaga ahli yang digunakan dalam pemeriksaan merupakan bagian dari KKP. Laporan tersebut antara lain berisi tujuan, langkah-langkah yang dilakukan, informasi yang dihasilkan dan pendapat atau simpulan dari tenaga ahli yang bersangkutan. )* i. Apabila diperlukan, pemeriksaan untuk menguji kepatuhan pemenuhan kewajiban perpajakan dapat dilakukan secara bersama-sama dengan tim pemeriksa dari instansi lain.)* j. Pemeriksa dapat dilaksanakan di kantor Direktorat Jenderal Pajak, di tempat kegiatan usaha atau pekerjaan bebas Wajib Pajak, di tempat tinggal Wajib Pajak, atau ditempat lain yang dianggap perlu oleh Pemeriksa Pajak. k. Pemeriksaan dilaksanakan pada jam kerja dan apabila diperlukan dapat dilanjutkan di luar jam kerja. l. Pelaksanaan pemeriksaan didokumentasikan dalam bentuk KKP.

m. LHP untuk tujuan lain digunakan sebagai dasar surat keputusan atau sebagai bahan masukan untuk pembuatan keputusan )** Note : )* hanya ada dalam pemeriksaan untuk tujuan menguji kepatuhan pemenuhan kewajiban perpajakan
)** hanya ada dalam pemeriksaan untuk tujuan lain

3. Standar pelaporan hasil pemeriksaan Kegiatan pemeriksaan harus dilaporkan dalam bentuk LHP yang disusun sesuai Standar Pelaporan Hasil Pemeriksaan, yaitu : a. LHP disusun secara ringkas dan jelas, memuat ruang lingkup atau pos-pos yang diperiksa sesuai dengan tujuan pemeriksaan, memuat simpulan Pemeriksa Pajak yang didukung temuan yang kuat tentang ada atau tidak adanya penyimpangan terhadap peraturan 9|Page

PEMERIKSAAN PAJAK 2012


perundang-undangan perpajakan, dan memuat pula pengungkapan informasi lain yang terkait dengan pemeriksaan b. LHP antara lain berisi : 1) Penugasan pemeriksaan; 2) identitas Wajib Pajak; 3) Dasar (tujuan) pemeriksaan;*) 4) Pembukuan atau pencatatan Wajib Pajak;**) 5) Pemenuhan kewajiban perpajakan;**) 6) Data/informasi yang tersedia;**) 7) Lampiran yang diwajibkan;**) 8) Buku, catatan, dan dokumen serta data, informasi, dan keterangan lain yang dipinjam; 9) Materi yang diperiksa; 10) Uraian hasil pemeriksaan; 11) Ikhtisar hasil pemeriksaan;**) 12) Penghitungan pajak terutang;**) dan 13) Simpulan dan usul Pemeriksa Pajak. Note : )* hanya ada dalam pemeriksaan untuk tujuan menguji kepatuhan pemenuhan kewajiban perpajakan )** hanya ada dalam pemeriksaan untuk tujuan lain c. LHP disusun dan ditandatangani oleh Ketua Tim dan Anggota Tim. d. LHP ditelaah dan ditandatangani oleh Supervisor. e. LHP ditandatangani oleh Kepala UP2 Catatan: LHP digunakan sebagai dasar penerbitan SKP atau STP

PERSIAPAN PEMERIKSAAN Persiapan pemeriksaan yang harus dilakukan yaitu : 1. Mengumpulkan dan mempelajari data Wajib Pajak, meliputi : a. Mempelajari profil Wajib Pajak b. Menganalisis data keuangan Wajib Pajak c. Mempelajari data lain yang relevan 2. Menyusun Rencana Pemeriksaan a. Disusun oleh supervisor sebelum terbit SP2 10 | P a g e

PEMERIKSAAN PAJAK 2012


b. Rencana Pemeriksaan harus ditelaah dan disetujui oleh Kepala UP2 c. Rencana Pemeriksaan antara lain berisi : Identitas Wajib Pajak yang berisi gambaran umum Wajib Pajak. Identitas Tim Pemeriksa Pajak yang berisi susunan tim dan jumlah SP2 yang sedang dikerjakan. d. Uraian rencana pemeriksaan yang berisi : Kriteria pemeriksaan Jenis Pemeriksaan Ruang lingkung pemeriksaan. Identifikasi masalah. Tanggal selesai pemeriksaan. Tanggal jatuh tempo penyelesaian permohonan pengembalian kelebihan pembayaran pajak. Tenaga ahli yang dibutuhkan dalam pemeriksaan Sarana pendukung yang diperlukan. Pos-pos SPT yang akan diperiksa. 3. Membuat Program Pemeriksaan yang efektif karena tidak perlu memeriksa seluruh pos yang ada dalam SPT 4. Menyiapkan sarana dan prasarana pemeriksaan Catatan : pemeriksaan untuk tujuan lain tidak memerlukan persiapan pemeriksaan karena hanya bersifat melakukan pengecekan kebenaran atas apa yang dimohon oleh WP

PELAKSANAAN PEMERIKSAAN PAJAK Perbedaan Pemeriksaan Kantor dan Lapangan Uraian Tempat Pemeriksaan Pemeriksaan Lapangan Pemeriksaan Kantor

Ditempat tinggal WP, kedudukan WP, Kantor DJP tempat usaha WP atau tempat lain

Jangka waktu

4-8 bulan untuk tujuan menguji 3-6 bulan untuk tujuan menguji kepatuhan 4 bulan untuk tujuan lain kepatuhan 14 hati untuk tujuan lain menggunakan surat

Cara dalam

pemberitahuan Dengan

surat

pemberitahuan Dengan

rangka pemeriksaan lapangan

panggilan dalam rangka pemeriksaan

pemeriksaan

11 | P a g e

PEMERIKSAAN PAJAK 2012


Peminjaman dokumen Dipinjam langsung di tempat WP dan Dengan melampirkan daftar buku, jika kurang dengan menggunakan catatan dan dokumen yang wajib surat permintaan peminjaman dipinjamkan saat menyampaikan

dokumen.

surat panggilan. jika kurang dengan menggunakan surat permintaan

peminjaman dokumen. Kewenangan melakukan penyegelan Pembahasan pemeriksaan Pemeriksa berwenang menyegel Pemeriksa menyegel tidak berwenang

akhir Dilaksanakan dalam jangka waktu 1 Dilaksanak dalam jangak waktu 3 bulan minggu

Hak, Kewenangan, dan Kewajiban Dalam Pemeriksaan Kewajiban Pemeriksa Pajak menyampaikan surat pemberitahuan pemeriksaan meminta Hak Wajib Pajak kepada Pemeriksa Pajak untuk

tentang akan dilakukan Pemeriksaan kepada Wajib memberikan surat pemberitahuan pemeriksaan Pajak*); sehubungan dengan pelaksanaan Pemeriksaan

menyampaikan surat panggilan mengenai akan Lapangan*); dilakukan Pemeriksaan kepada Wajib Pajak**) memperlihatkan Tanda Pengenal Pemeriksa Pajak meminta kepada Pemeriksa Pajak untuk

dan Surat Perintah Pemeriksaan kepada Wajib Pajak memperlihatkan Tanda Pengenal Pemeriksa Pajak pada waktu melakukan Pemeriksaan dan Surat Perintah Pemeriksaan kepada Pemeriksa Pajak untuk

melakukan pertemuan dengan Wajib Pajak dalam meminta rangka memberikan penjelasan mengenai:

memberikan penjelasan tentang alasan dan

1) alasan dan tujuan Pemeriksaan kepada Wajib tujuan Pemeriksaan. Pajak; 2) hak dan kewajiban Wajib Pajak selama dan setelah mengajukan pelaksanaan Pemeriksaan; permohonan untuk dilakukan

pembahasan dengan Tim Quality Assurance

3) hak Wajib Pajak mengajukan permohonan untuk Pemeriksaan, sehubungan dengan masih terdapat dilakukan pembahasan dengan Tim Quality Assurance hasil Pemeriksaan yang belum Pemeriksaan dalam hal terdapat hasil Pemeriksaan disepakati antara Pemeriksa Pajak dengan Wajib yang belum disepakati antara Pemeriksa Pajak Pajak dalam Pembahasan Akhir Hasil dengan Wajib Pajak dalam Pembahasan Akhir Hasil Pemeriksaan Pemeriksaan

12 | P a g e

PEMERIKSAAN PAJAK 2012


menuangkan hasil pertemuan dengan Wajib Pajak dalam bentuk berita acara hasil pertemuan menyampaikan Kuesioner Pemeriksaan kepada Wajib memberikan Pajak pendapat atau penilaian atas

pelaksanaan Pemeriksaan oleh Pemeriksa Pajak melalui pengisian Kuesioner Pemeriksaan.

memperlihatkan surat tugas kepada Wajib Pajak meminta

kepada

Pemeriksa

Pajak

untuk

apabila susunan tim Pemeriksa Pajak mengalami memperlihatkan surat tugas apabila susunan tim perubahan menyampaikan Surat Pemberitahuan Pemeriksa Pajak mengalami perubahan Hasil menerima Pemeriksaan Surat Pemberitahuan Hasil

Pemeriksaan kepada Wajib Pajak;*) memberitahukan secara tertulis hasil Pemeriksaan kepada Wajib Pajak;**)

memberikan hak hadir kepada Wajib Pajak dalam menghadiri Pembahasan Akhir Hasil Pemeriksaan rangka Pembahasan Akhir Hasil Pemeriksaan dalam dalam jangka waktu yang telah ditentukan batas waktu yang telah ditentukan memberi petunjuk kepada Wajib Pajak dalam memenuhi kewajiban perpajakannya agar

pemenuhan kewajiban perpajakan dalam tahuntahun selanjutnya dilaksanakan sesuai dengan

ketentuan perpajakan

peraturan

perundang-undangan

mengembalikan buku atau catatan, dokumen yang menjadi dasar pembukuan atau pencatatan, dan dokumen lainnya yang dipinjam dari Wajib Pajak paling lama 7 (tujuh) hari sejak tanggal Laporan Hasil Pemeriksaan merahasiakan kepada pihak lain yang tidak berhak atas segala sesuatu yang diketahui atau

diberitahukan kepadanya oleh Wajib Pajak dalam rangka Pemeriksaan

Kewenangan Pemeriksa Pajak

Kewajiban Wajib Pajak

melihat dan/atau meminjam buku atau catatan, memperlihatkan dan/atau meminjamkan buku

13 | P a g e

PEMERIKSAAN PAJAK 2012


dokumen yang menjadi dasar pembukuan atau atau catatan, dokumen yang menjadi dasar pencatatan, dan dokumen lain pembukuan atau pencatatan, dan dokumen lain

mengakses dan/atau mengunduh data yang dikelola memberikan secara elektronik

kesempatan

untuk

mengakses

dan/atau mengunduh data yang dikelola secara elektronik

memasuki dan memeriksa tempat atau ruang

memberikan kesempatan untuk memasuki dan memeriksa tempat atau ruang

meminta kepada Wajib Pajak untuk memberi memberi bantuan guna kelancaran Pemeriksaan bantuan guna kelancaran Pemeriksaan melakukan penyegelan tempat atau ruang tertentu serta barang bergerak dan/atau tidak bergerak*) meminta keterangan lisan dan/atau tertulis dari memberikan keterangan lisan dan/atau tertulis Wajib Pajak yang diperlukan

meminta keterangan dan/atau bukti yang diperlukan menyampaikan tanggapan secara tertulis atas dari pihak ketiga yang mempunyai hubungan dengan Surat Pemberitahuan Hasil Pemeriksaan Wajib Pajak yang diperiksa melalui kepala unit pelaksana Pemeriksaan. memanggil Wajib Pajak untuk datang ke kantor memenuhi panggilan untuk datang menghadiri Direktorat Jenderal Pajak dengan menggunakan surat Pemeriksaan panggilan**); ditentukan**) sesuai dengan waktu yang

meminjam kertas kerja pemeriksaan yang dibuat oleh meminjamkan kertas kerja pemeriksaan yang Akuntan Publik melalui Wajib Pajak**) dibuat oleh Akuntan Publik**)

Catatan: *) = hanya ada dalam pemeriksaan lapangan **) = hanya ada dalam pemeriksaan kantor

Tahap Awal Pemeriksaan 1. Pemeriksaan Kantor Paling lambat 3 hari setelah terbit SP2, pemeriksa harus sudah mengirimkan surat panggilan dalam rangka pemeriksaan kepada Wajib Pajak. Wajib Pajak harus datang sesuai dengan waktu dan tempat yang ditetapkan dalam surat panggilan.

14 | P a g e

PEMERIKSAAN PAJAK 2012


WP datang, Pemeriksa Pajak memenuhi kewajibannya seperti menunjukkan SP2, identitas, surat tugas (jika terjadi perubahan tim pemeriksa), dan menjelaskan maksud dan tujuan pemeriksaan. Lalu ke Prosedur Peminjaman Dokumen. 2. Pemeriksaan Lapangan Pemeriksaan lapangan dimulai sebagaimana digambarkan dalam alur prosedur pemeriksaan di bawah ini (sebelum prosedur peminjaman dokumen)

pemeriksa Ditempat WP
Pegawai WP WP/wakil /kuasa ada ditempat ? Y Menolak diperiksa ? T Menolak membantu ? T Y Surat pernyataan penolakan membantu kelancaran pemeriksaan

T Pemeriksaan normal (peminjaman dok) Menol ak ttd?


BA penolakan membantu kelancaran pemeriksaan

Pemeriksaan bukti permulaan/peneta pan jabatan

penyegelan

Y
Surat pernyataan penolakan pemeriksaan

Menol ak ttd?

BA penolakan pemeriksaan

Penjelasan prosedur: 1. Sampai di tempat WP, pemeriksa menunjukkan identitas pemeriksa, SP2, surat tugas (jika ada perubahan), dan menjelaskan maksud dan tujuan pemeriksaan. 2. Dalam hal WP yang diperiksa menolak untuk dilakukan pemeriksaan, WP harus menandatangani surat pernyataan penolakan pemeriksaan. 3. Dalam hal WP menolak untuk menandatangani surat pernyataan penolakan pemeriksaan, pemeriksa membuat berita acara penolakan pemeriksaan yang ditandatangani oleh WP. 4. Dalam hal WP tidak ada di tempat pada saat dilakukan pemeriksaan lapangan, pemeriksaan: i) Tetap dapat dilaksanakan sepanjang ada pihak yang dapat dan mempunyai kewenangan untuk mewakili WP 15 | P a g e

PEMERIKSAAN PAJAK 2012


ii) Dapat ditunda, dan untuk keperluan pengamanan pemeriksaan, pemeriksa dapat melakukan penyegelan sebelum penundaan. iii) Dapat dilanjutkan setelah ditunda, dan apabila WP tidak juga ada di tempat, pemeriksaan tetap dilaksanakan dengan terlebih dahulu meminta pegawai WP untuk mewakili WP guna membantu kelancaran pemeriksaan. 5. Dalam hal pegawai menolak membantu kelancaran pemeriksaan, pegawai harus menandatangani surat pernyataan penolakan membantu kelancaran pemeriksaan. 6. Dalam hal pegawai menolak menandatangani surat pernyataan tersebut, pemeriksa pajak membuat berita acara penolakan membantu kelancaran pemeriksaan yang ditandatangani pemeriksa pajak. 7. Surat pernyataan penolakan pemeriksaan atau surat pernyataan penolakan membantu kelancaran pemeriksaan atau Berita Acara penolakan membantu kelancaran pemeriksaan ini dapat digunakan sebagai dasar untuk penetapan pajak secara jabatan atau usulan pemeriksaan bukti permulaan. 8. Dalam hal WP mwnolak sebagaimana di atas, pemeriksa pajak dapat melakukan penyegelan.

Peminjaman Dokumen Dalam Pasal 29 ayat 3 huruf a, saat dilakukan pemeriksaan WP mempunyai kewajiban untuk meminjamkan buku, catatan, dan dokumennya kepada pemeriksa pajak. a. Pemeriksaan Kantor Dalam rangka pemeriksaan kantor, peminjaman dokumen dilakukan bersamaan dengan pengiriman surat panggilan dalam rangka pemeriksaan dengan melampirkan daftar buku, catatan, dokumen yang wajib dipinjamkan dalam rangka pemeriksaan. Surat panggilan ini harus dikirimkan pada WP paling lama 3 hari kerja sejak tanggal SP2 WP wajib memenuhi panggilan tersebut berdasarkan waktu dan tempat yang telah ditentukan dalam surat panggilan dalam rangka pemeriksaan dengan membawa buku, catatan, dokumen termasuk yang dikelola secara elektronik. Setiap penyerahan buku, catatan, dan dokumen, pemeeiksa harus membuat bukti peminjaman dan pengembaliaan buku, catatan, dan dokumen. Atas data yang dikelola secara elektronik atau dokumen yang berupa fotokopi WP harus membuat surat pernyataan bahwa data/fotokopi tersebut sesuai dengan aslinya. Apabila data yang dibutuhkan kurang (belum terdapat dalam lampiran surat panggilan), pemeriksa membuat surat permintaan peminjaman buku, catatan, dan dokumen

16 | P a g e

PEMERIKSAAN PAJAK 2012


dengan dilampiri daftar buku, catatan, dan dokumen yang wajib dipinjamkan dalam rangka pemeriksaan. Apabila WP tidak atau tidak sepenuhnya meminjamkan buku, catatan, dan dokumen atau tidak memberikan keterangan yangh diminta, pemeriksa dapat menyampaikan: Surat Peringatan I setelah 2 minggu sejak tanggal penyampaian surat panggilan dalam rangka pemeriksaan atau surat permintaan peminjaman buku, catatan, dan dokumen. Surat Peringatan II setelah 3 minggu sejak tanggal penyampaian surat panggilan dalam rangka pemeriksaan atau surat permintaan peminjaman buku, catatan, dan dokumen. Setiap surat peringatan yang disampaikan kepada WP harus dilampiri dengan daftar buku, catatan, dan dokumen yang belum dipinjamkan dalam rangka pemeriksaan. Apabila setelah 1 bulan sejak surat panggilan atau surat permintaan peminjaman buku, catatan, dan dokumen WP tidak atau tidak sepenuhnya meminjamkan buku, catatan, dan dokumen yang diminta, Pemeriksa Pajak membuat berita acara tidak dipenuhinya pemintaan peminjaman buku, catatan, dan dokumen disertai rincian daftar buku, catatan, dan dokumenyang wajib dipinjamkan namun wajib diserahkan. Dalam hal seluruh peminjaman telah dilakukan oleh WP, maka pemeriksa membuat berita acara pemenuhan seluruh peminjaman buku, catatan, dan dokumen. Setelah 1 bulan WP tidak atau tidak sepenuhnya meminjamkan buku, catatan, dan dokumennya, pemeriksa menentukan dapat atau tidaknya dilakukan pengujian dalam rangka menghitung besarnya penghasilan kena pajak berdasarkan bukti kompeten yang cukup. Dalam hal pemeriksa tidak dapat melakukan pengujian, maka pemeriksa harus menguraikan alasan dan pertimbangannya dalam Kertas Kerja Pemeriksaan. Tindak Lanjut kemudian adalah menghitung penghasilan kena pajak secara jabatan jika WP yang diperiksa adalah WPOP sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Dalam hal pemeriksaan dilakukan terhadap WP Badan, pemeriksa mengusulkan Pemeriksaan Bukti Permulaan. b. Pemeriksaan Lapangan Setelah pemeriksa memenuhi kewajibannya, buku, catatan, dan/atau dokumen termasuk data yang dikelola secara elektronik serta keterangan lain yang diperlukan dan ditemukan/diperoleh pada saat pelaksanaa pemeriksaan di tempat WP, dipinjam saat itu

17 | P a g e

PEMERIKSAAN PAJAK 2012


juga dan Pemeriksa Pajak membuat Bukti Peminjaman dan Pengembalian Buku, Catatan, dan Dokumen. Apabila buku, catatan, dan/atau dokumen, termasuk data yang dikelola secara elektronik serta keterangan lain yang diperlukan belum diperoleh/ditemukan pada saat pelaksanaan pemeriksaan, Pemeriksa Pajak membuat Surat Permintaan Peminjaman Buku, Catatan, dan Dokumen yang dilampiri dengan Daftar Buku, Catatan, dan Dokumen yang Wajib Dipinjamkan Dalam Rangka Pemeriksaan dan setelah diterima dari WP, Pemeriksa Pajak harus membuat Bukti Peminjaman dan Pengembalian Buku, Catatan, dan/atau Dokumen Atas data yang dikelola secara elektronik atau dokumen yang berupa fotokopi, WP harus membuat surat pernyataan bahwa fotokopi dan/atau data yang dikelola secara elektronik tersebut adalah sesuai dengan aslinya. Dalam hal untuk mengakses data yang dikelola secara elektronik memerlukan peralatan dan/atau keahlian khusus, pemeriksa pajak: Dapat meminta bantuan kepada WP untuk menyediakan tenaga dan/atau peralatan atas biaya WP; atau Meminta bantuan kepada seorang atau lebih yang memiliki keahlian tertentu yang bukan merupakan pemeriksa pajak, baik yang berasa dari DJP maupun yang berasal dari luar DJP dengan menggunakan surat permintaan bantuan tenaga ahli. Dalam pemeriksaan lapangan, pemeriksa memiliki kewenangan memasuki ruangan atau tempat yang diduga sebagai tempat menyimpan buku, catatan, atau dokumen. Dalam hal buku, catatan, atau dokumen perlu dilindungi kerahasiaannya, atau jumlah buku, catatan, dan dokumen sangat banyak sehingga sulit untuk dibawa ke kantor UP2, WP dapat mengajukan permohonan kepada kepala UP2 agar pelaksanaan pemeriksaan lapangan dapat dilakukan di tempat WP dengan menyediakan ruangan khusus. Dalam pemeriksaan lapangan, pemeriksa pajak mempunyai kewenangan untuk melakukan penyegelan bila diperlukan. Untuk memperoleh penjelasan yang lebih rinci, pemeriksa pajak melalui kepala UP2 dapat memanggil WP dengan menggunakan surat panggilan untuk memberikan keterangan. Keterangan WP dituangkan dalam berita acara pemberian keterangan WP Pemeriksa Pajak juga dapat meminta keterangan dan/atau bukti kepada pihak ketiga melalui kepala UP2 dengan surat permintaan keterangan atau bukti Pihak ketiga harus memberikan keterangan dalam jangka waktu 7 hari kerja 18 | P a g e

PEMERIKSAAN PAJAK 2012


Apabila tidak dipenuhi, pemeriksa membuat surat peringatan I, kemudian surat peringatan II. Jika tidak dipenuhi juga, pemeriksa membuat berita acara tidak dipenuhinya permintaan keterangan atau bukti dari pihak ketiga.

PENOLAKAN PEMERIKSAAN Wajib Pajak dianggap melakukan penolakan pemeriksaan apabila: a) WP tidak memenuhi kewajiban sebagaimana dimaksud dalam Paal 29 ayat 3 huruf a, b, dan c UU KUP b) WP menolak dilakukan pemeriksaan dalam rangka pemeriksaan lapangan atau WP tidak memenuhi panggilan dalam rangka pemeriksaan kantor. c) Pegawai menolak untuk memberikan bantuan guna kelancaran pemeriksaan. Catatan: Dalam hal pemeriksaan untuk tujuan lain, jika ada penolakan pemeriksaan, maka permohonan WP tidak bisa dikabulkan atau dipertimbangkan. PENYEGELAN Pemeriksa Pajak berwenang melakukan penyegelan pada saat dilakukan pemeriksaan lapangan apabila a. Wajib Pajak atau kuasanya tidak memberi kesempatan kepada Pemeriksa Pajak

untuk memasuki tempat atau ruangan serta barang bergerak dan/atau tidak bergerak, yang diduga atau patut diduga digunakan untuk menyimpan buku, catatan, atau dokumen, termasuk hasil pengolahan data dari pembukuan yang dikelola secara elektronik atau secara program aplikasi on-line yang dapat memberi petunjuk tentang kegiatan usaha atau pekerjaan bebas Wajib Pajak; b. Wajib Pajak atau kuasanya menolak memberi bantuan guna kelancaran

pemeriksaan yang antara lain berupa tidak memberi kesempatan kepada Pemeriksa Pajak untuk mengakses data yang dikelola secara elektronik atau membuka barang bergerak dan/atau tidak bergerak; c. Wajib Pajak atau kuasanya tidak berada di tempat dan tidak ada pihak yang

mempunyai kewenangan untuk bertindak selaku yang mewakili Wajib Pajak, sehingga diperlukan upaya pengamanan pemeriksaan sebelum pemeriksaan ditunda; dan/atau d. Wajib Pajak atau kuasanya tidak berada tempat dan Pegawai Wajib Pajak yang

mempunyai kewenangan untuk bertindak selaku yang mewakili Wajib Pajak menolak memberi bantuan guna kelancaran pemeriksaan. 19 | P a g e

PEMERIKSAAN PAJAK 2012

PENGUNGKAPAN KETIDAKBENARAN ( PER-34/PJ/2011) Berdasarkan Pasal 8 ayat (1) UU KUP, Wajib Pajak masih diberi kesempatan untuk melakukan pembetulan SPT selama pemeriksaan belum dilakukan. Namun, apabila pemeriksaan telah dilakukan dan pihak Wajib Pajak menyampaikan pembetulan maka SPT tersebut hanya akan dianggap sebagai data perpajakan. Dalam hal Wajib Pajak mengakui kesalahan selama pemeriksaan berlangsung maka dapat mengungkapkan dalam laporan tersendiri secara tertulis mengenai ketidakbenaran pengisian Surat Pemberitahuan yang telah disampaikan sesuai dengan keadaan yang sebenarnya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 ayat (4) Undang-Undang KUP, sepanjang Pemeriksa Pajak belum menyampaikan Surat Pemberitahuan Hasil Pemeriksaan. Laporan tersendiri secara tertulis sebagaimana dimaksud di atas harus ditandatangani oleh Wajib Pajak dan dilampiri dengan: a. penghitungan pajak yang kurang dibayar sesuai dengan keadaan yang sebenarnya dalam format Surat Pemberitahuan; b. Surat Setoran Pajak sebagai bukti pelunasan atas pajak yang kurang dibayar; dan c. Surat Setoran Pajak sebagai bukti pembayaran sanksi administrasi berupa kenaikan sebesar 50% (lima puluh persen). Atas pengungkapan yang dilakukan oleh Wajib Pajak tidak akan menyebabkan pemeriksaan terhenti. Dalam hal pengungkapan tersebut sesuai dengan keadaan yang sebenarnya sesuai dengan hasil pemeriksaan, pelunasan pajak yang kurang dibayar diperhitungkan sebagai kredit pajak dalam SPHP. Dalam hal pengungkapan tersebut tidak sesuai dengan keadaan yang sebenarnya, maka pelunasan pajak yang kurang bayar tidak diperhitungkan sebagai kredit pajak dalam SPHP. Namun, pelunasan pajak yang kurang dibayar dan sanksi administrasi tersebut dapat diperhitungkan sebagai pembayaran atas SKP berdasarkan permohonan Wajib Pajak. USULAN PEMERIKSAAN BUKTI PERMULAAN 20 | P a g e

PEMERIKSAAN PAJAK 2012


( PER - 34/PJ/2011 ) Untuk menguji kepatuhan pemenuhan kewajiban perpajakan, dapat diusulkan pemeriksaan bukti permulaan apabila : a. pada saat pelaksanaan Pemeriksaan ditemukan adanya indikasi tindak pidana di bidang perpajakan; b. pada saat Wajib Pajak badan diperiksa memenuhi ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 18 ayat (4) dan Pasal 72 ayat (4) Pemeriksa tidak dapat melakukan pengujian dalam rangka menghitung besarnya PhKP ; atau c. Wajib Pajak, wakil atau kuasa dari Wajib Pajak menolak untuk dilakukan Pemeriksaan atau pihak yang diminta untuk mewakili Wajib Pajak guna membantu kelancaran Pemeriksaan menolak membantu kelancaran Pemeriksaan Dalam hal Pemeriksaan yang dilakukan merupakan Pemeriksaan atas permohonan pengembalian kelebihan pembayaran pajak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 17B UndangUndang KUP, usulan Pemeriksaan Bukti Permulaan harus memperhatikan jangka waktu penyelesaian permohonan pengembalian kelebihan pembayaran pajak. Dalam hal usulan Pemeriksaan Bukti Permulaan disetujui oleh pejabat yang berwenang dengan kondisi : 1. Bukan Pemeriksaan atas permohonan pengembalian kelebihan pembayaran pajak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 17B Undang-Undang KUP pelaksanaan Pemeriksaan dihentikan dengan membuat Laporan Hasil Pemeriksaan Sumir. 2. Pemeriksaan terkait dengan permohonan pengembalian kelebihan pembayaran pajak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 17B Undang-Undang KUP penyelesaian Pemeriksaan ditangguhkan sampai dengan: a. Pemeriksaan Bukti Permulaan diselesaikan dan tidak dilanjutkan dengan penyidikan; b. Pemeriksaan Bukti Permulaan tidak dilanjutkan karena Wajib Pajak mengungkapkan ketidakbenaran perbuatannya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 ayat (3) UndangUndang KUP; c. penyidikan dihentikan dan tidak dilakukan penuntutan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 44A Undang-Undang KUP;

21 | P a g e

PEMERIKSAAN PAJAK 2012


d. penyidikan dihentikan dan tidak dilakukan penuntutan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 44B Undang-Undang KUP; atau e. diterimanya putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap. Terkait dengan penangguhan pemeriksaan, maka tim pemeriksa pajak harus membuat laporan kemajuan pemeriksaan.

SPHP DAN PEMBAHASAN AKHIR HASIL PEMERIKSAAN Berita Acara Tidak Disampaikannya Tanggapan Tertulis Atas Hasil Pemeriksaan Tidak menyampaikan tanggapan/dianggap tidak menyampaikan tanggapan
7 hari kerja

START

Secara langsung / kurir, pos, jasa pengiriman WP

SPHP Daftar Temuan

Tanggapan tertulis Setuju Perpanjangan

Menolak menerima SPHP

Surat Pemberitahuan Perpanjangan

3 hari kerja

WP ttd Surat Pernyataan Penolakan Menerima SPHP Tidak Setuju Sebagian/Seluruhnya

Lembar Pernyataan Persetujuan Hasil Pemeriksaan

Menolak lagi

BA Pernyataan Penolakan Menerima SPHP

Surat Sanggahan

22 | P a g e

PEMERIKSAAN PAJAK 2012

Tanggapan dari WP 3 hari kerja Undangan PAHP secara tertulis PAHP atau closing conference WP tidak hadir BA ketidakhadiran WP dalam Pembahasan Akhir Hasil Pemeriksaan

WP hadir PAHP dianggap telah dilaksanakan

Risalah Pembahasan

Tidak terdapat perbedaan pendapat

Terdapat perbedaan pendapat

WP tidak mengajukan pembahasan dengan TQAP

WP mengajukan pembahasan dengan TQAP

Pembahasan dg TQAP BA Pembahasan Akhir Hasil Pemeriksaan

Risalah TQAP

Ditandatangani oleh pemeriksa dan WP

WP menolak menandatangani

Membuat catatan penolakan dalam BA Pembahasan Hasil Akhir Pemeriksaan

23 | P a g e

PEMERIKSAAN PAJAK 2012


PENJELASAN PROSEDUR PEMBERITAHUAN HASIL PEMERIKSAAN DAN PEMBAHASAN AKHIR HASIL PEMERIKSAAN : 1. Hasil pemeriksaan harus diberitahukan kepada Wajib Pajak dengan menggunakan Surat Pemberitahuan Hasil Pemeriksaan (SPHP) yang dilampiri dengan daftar temuan pemeriksaan dan kepada WP diberikan hak untuk hadir dalam Pembahasan Akhir Hasil Pemeriksaan. SPHP beserta lampirannya ini dapat disampaikan oleh Pemeriksa Pajak secara langsung atau melalui kurir, faksimili, pos, atau jasa pengiriman lainnya dengan bukti pengiriman. 2. Dalam hal Surat Pemberitahuan Hasil Pemeriksaan disampaikan secara langsung dan WP, wakil, atau kuasa WP menolak untuk menerima SPHP, WP, wakil atau kuasa dari WP harus menandatangani Surat Pernyataan Penolakan Menerima Surat Pemberitahuan Hasil Pemeriksaan. Dalam hal WP, wakil atau kuasa WP menolak menandatangani Surat Pernyataan tersebut, Pemeriksa Pajak membuat Berita Acara Penolakan Menerima Surat Pemberitahuan Hasil Pemeriksaan yang ditandatangani oleh tim Pemeriksa Pajak. 3. WP wajib memberikan tanggapan tertulis atas SPHP dalam bentuk : a) Lembar Pernyataan Persetujuan Hasil Pemeriksaan, dalam hal WP menyetujui seluruh hasil Pemeriksaan; atau b) Surat sanggahan, dalam hal WP tidak menyetujui sebagian atau seluruh hasil Pemeriksaan. 4. WP wajib memberikan tanggapan tertulis atas SPHP sebagaimana dimaksud di atas paling lama 7 hari kerja sejak SPHP diterima oleh WP. Jangka waktu penyampaian tanggapan ini dapat diperpanjang oleh WP untuk jangka waktu paling lama 3 hari kerja terhitung sejak berakhirnya jangka waktu penyampaian tanggapan dengan menyampaikan Surat Pemberitahuan Perpanjangan Jangka Waktu Penyampaian Tanggapan Hasil Pemeriksaan sebelum jangka waktu penyampaian tanggapan (7 hari) berakhir. 5. Dalam hal WP tidak menyampaikan atau dianggap tidak menyampaikan tanggapan tertulis atas SPHP, Pemeriksa Pajak membuat Berita Acara Tidak Disampaikannya Tanggapan Tertulis Atas Hasil Pemeriksaan yang ditandatangani oleh tim Pemeriksa Pajak. 6. Dalam rangka melaksanakan pembahasan akhir, kepada WP harus diberikan undangan secara tertulis yang mencantumkan hari dan tanggal dilaksanakannya pembahasan akhir. Undangan secara tertulis ini harus disampaikan kepada WP dalam jangka waktu paling lambat 3 hari kerja terhitung sejak:

24 | P a g e

PEMERIKSAAN PAJAK 2012


a) diterimanya tanggapan tertulis atas SPHP dari WP sesuai jangka waktu penyampaian tanggapan; b) berakhirnya jangka waktu penyampaian tanggapan, dalam hal WP tidak menyampaikan tanggapan tertulis atas SPHP atau dalam hal WP menolak menerima SPHP. 7. Closing Tanggapan tertulis Menyampaikan Tidak Setuju setuju Tidak menyampaikan Hadir Tidak hadir Membuat Maka, Pemeriksa Pajak.... risalah pada pembahasan tanggapan dengan yang Conference

mendasarkan

disampaikan WP dan membuat berita acara Pembahasan Akhir Hasil Pemeriksaan

Pemeriksaan yang dilampiri dengan lhtisar Hasil Pembahasan Akhir, yang ditandatangani oleh tim Pemeriksa Pajak dan WP. Membuat berita acara yang menjelaskan

ketidakhadiran WP, yang ditandatangani oleh tim Pemeriksa Pajak. Kemudian

pemeriksa pajak akan membuat risalah pembahasan yang ditandatangani oleh

pemeriksa pajak dengan mendasarkan pada tanggapan yang disampaikan WP, dan Berita Acara Pembahasan Akhir Hasil Pemeriksaan yang dilampiri dengan Ihtisar Hasil

Pembahasan Akhir untuk ditandatangani oleh tim Pemeriksa Pajak dan WP.

Melakukan Pemeriksaan mendasarkan

Pembahasan dengan pada

Akhir WP

Hasil dengan yang

tanggapan

disampaikan WP dan hasil pembahasannya

25 | P a g e

PEMERIKSAAN PAJAK 2012


dituangkan dalam risalah pembahasan dan membuat Berita Acara Pembahasan Akhir Hasil Pemeriksaan yang dilampiri dengan Ihtisar Hasil Pembahasan Akhir, yang

ditandatangani oleh tim Pemeriksa Pajak dan WP.

Membuat berita acara yang menjelaskan ketidakhadiran WP. Berdasarkan berita acara ini, pemeriksa pajak yang yang membuat mendasarkan WP risalah pada yang

pembahasan tanggapan

disampaikan

ditandatangani oleh tim Pemeriksa Pajak dan Berita Acara Pembahasan Akhir Hasil

Pemeriksaan yang dilampiri dengan Ihtisar Hasil Pembahasan Akhir yang ditandatangani oleh tim Pemeriksa Pajak dan WP. Pemeriksa Pajak tetap melakukan

Pembahasan Akhir Hasil Pemeriksaan dengan WP dan hasil pembahasannya dituangkan dalam risalah pembahasan dan membuat Berita Acara Pembahasan Akhir Hasil

Pemeriksaan yang dilampiri dengan Ihtisar Hasil Pembahasan Akhir, yang ditandatangani oleh tim Pemeriksa Pajak dan WP. Membuat Berita Acara Ketidakhadiran Wajib

Pajak Dalam Rangka Pembahasan Akhir Hasil Pemeriksaan yang ditandatangani oleh tim Pemeriksa Pajak. Berdasarkan berita acara ini, pemeriksa pajak membuat Risalah

Pembahasan yang ditandatangani oleh tim Pemeriksa Pajak dan Berita Acara

Pembahasan Akhir Hasil Pemeriksaan yang

26 | P a g e

PEMERIKSAAN PAJAK 2012


dilampiri dengan Ihtisar Hasil Pembahasan Akhir untuk ditandatangani oleh tim

Pemeriksa Pajak dan WP.

8. Dalam hal WP tidak hadir dalam Pembahasan Akhir Hasil Pemeriksaan dan tim Pemeriksa Pajak telah membuat dan menandatangani berita acara ketidakhadiran Wajib Pajak dalam Pembahasan Akhir Hasil Pemeriksaan, maka Pembahasan Akhir Hasil Pemeriksaan dianggap telah dilaksanakan. 14. Dalam hal terdapat hasil Pemeriksaan yang belum disepakati antara tim Pemeriksa Pajak dengan WP dalam Pembahasan Akhir Hasil Pemeriksaan, berdasarkan risalah pembahasan WP dapat mengajukan permohonan agar hasil Pemeriksaan yang belum disepakati tersebut dibahas terlebih dahulu dengan Tim Quality Assurance Pemeriksaan. Hasil pembahasan dengan Tim Quality Assurance Pemeriksaan ini kemudian dituangkan dalam risalah Tim Quality Assurance Pemeriksaan. 15. Berdasarkan risalah pembahasan dan/atau risalah Tim Quality Assurance Pemeriksaan, tim Pemeriksa Pajak membuat berita acara Pembahasan Akhir Hasil Pemeriksaan yang ditandatangani tim Pemeriksa Pajak dan WP. Dalam hal WP menolak menandatangani Berita Acara Pembahasan Akhir Hasil Pemeriksaan tersebut maka tim Pemeriksa Pajak membuat catatan tentang penolakan tersebut dalam Berita Acara Pembahasan Akhir Hasil Pemeriksaan. 16. Jangka waktu Pembahasan Akhir Hasil Pemeriksaan untuk menguji kepatuhan pemenuhan kewajiban perpajakan baik dalam Pemeriksaan Kantor maupun Pemeriksaan Lapangan harus diselesaikan paling lama 3 minggu yang dihitung sejak Wajib Pajak harus hadir sesuai dengan hari dan tanggal yang tercantum dalam undangan tertulis untuk Pembahasan Akhir Hasil Pemeriksaan. 17. Risalah pembahasan dan berita acara Pembahasan Akhir Hasil Pemeriksaan, dan/atau risalah Tim Quality Assurance Pemeriksaan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan Hasil Pemeriksaan. 18. Pajak yang terutang dalam surat ketetapan pajak atau surat tagihan pajak dihitung sesuai dengan Pembahasan Akhir Hasil Pemeriksaan, kecuali: a.dalam hal WP tidak hadir dalam pembahasan akhir tetapi menyampaikan tanggapan tertulis, pajak yang terutang dihitung berdasarkan hasil Pemeriksaan yang telah diberitahukan kepada WP dengan memperhatikan tanggapan tertulis dari WP;

27 | P a g e

PEMERIKSAAN PAJAK 2012


b.dalam hal WP tidak hadir dalam pembahasan akhir dan tidak menyampaikan tanggapan tertulis, pajak yang terutang dihitung berdasarkan hasil Pemeriksaan yang telah diberitahukan kepada WP dan WP dianggap menyetujui hasil Pemeriksaan.

PELAPORAN PEMERIKSAAN PAJAK Setiap kegiatan yang dilakukan dalam suatu pemeriksaan pajak harus dituangkan atau didokumentasikan dalam Kertas Kerja Pemeriksaan. Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) harus disusun berdasarkan Kertas Kerja Pemeriksaan yang telah ditelaah oleh supervisor. LHP disusun secara : ringkas dan jelas; memuat ruang lingkup atau pos-pos yang diperiksa sesuai dengan tujuan pemeriksaan; memuat simpulan Pemeriksa Pajak yang didukung temuan yang kuat tentang ada atau tidak adanya penyimpangan terhadap peraturan perundang-undangan perpajakan; dan memuat pula pengungkapan informasi lain yang terkait dengan pemeriksaan. LHP disusun dan ditandatangani oleh Ketua Tim dan Anggota Tim, kemudian ditelaah dan ditandatangani oleh Supervisor. Penelaahan LHP ini meliputi penelaahan untuk meyakini bahwa : 1) Pemeriksaan telah dilakukan sesuai dengan rencana pemeriksaan. 2) Pemilihan metode pemeriksaan, teknik pemeriksaan, prosedur pemeriksaan, penghitungan koreksi, dasar hukum koreksi, dan penghitungan pajak terutang, telah dilakukan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan perpajakan dan didasari oleh objektivitas dan profesionalisme Pemeriksa Pajak. 3) Semua data, informasi, dan fakta material yang diketahui Ketua Tim dan/atau Anggota Tim telah dilaporkan dalam LHP dan tidak menutupi praktik-praktik yang tidak patut atau tidak sesuai dengan peraturan perundang-undangan perpajakan. LHP digunakan sebagai dasar penerbitan Surat Ketetapan Pajak dan/atau Surat Tagihan Pajak. PEMBATALAN HASIL PEMERIKSAAN Hasil Pemeriksaan atau surat ketetapan pajak dari hasil Pemeriksaan dapat dibatalkan secara jabatan atau berdasarkan permohonan Wajib Pajak oleh Direktur Jenderal Pajak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 36 ayat (1) huruf d Undang-Undang KUP, apabila hasil pemeriksaan atau surat ketetapam pajak dari hasil pemeriksaan dilaksanakan tanpa : 28 | P a g e

PEMERIKSAAN PAJAK 2012


1) Penyampaian Surat Pemberitahuan Hasil Pemeriksaan; atau 2) Pembahasan Akhir Hasil Pemeriksaan.

ALUR PELAKSANAAN KEGIATAN PEMERIKSAAN UNTUK MENGUJI KEPATUHAN

UNTUK TUJUAN LAIN

29 | P a g e

PEMERIKSAAN PAJAK 2012


PEMERIKSAAN UNTUK TUJUAN LAIN 1. Dilakukan oleh Pemeriksa Pajak di Unit Pelaksana Pemeriksaan, yaitu Kantor Pelayanan Pajak, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak, atau Direktorat Pemeriksaan dan Penagihan. 2. Pemeriksaan untuk tujuan lain dapat dilakukan oleh Pejabat Fungsional Pemeriksa Pajak atau pegawai selain Pejabat Fungsional Pemeriksa Pajak yang memiliki keahlian di bidang pemeriksaan yang ditunjuk oleh Kepala UP2. Dalam hal pemeriksaan dilakukan oleh pegawai selain Pejabat Fungsional Pemeriksa Pajak maka jabatan Supervisor tetap diisi oleh Pejabat Fungsional Pemeriksa Pajak. 3. Pembatalan pemeriksaan untuk tujuan lain pada prinsipnya dilakukan karena terdapat kesalahan administrasi yang bersifat manusiawi (human error) seperti kesalahan tahun pajak, kesalahan nama Wajib Pajak yang akan diperiksa, atau kesalahan administrasi lainnya. 4. Pemeriksaan pajak dilakukan oleh suatu tim pemeriksa pajak yang terdiri dari seorang supervisor, seorang ketua tim, dan seorang atau beberapa anggota tim. Apabila susunan tim pemeriksa pajak perlu diubah maka kepala UP2 tidak perlu memperbarui Surat Perintah Pemeriksaan tetapi harus menerbitkan surat tugas, kecuali apabila perubahan susunan tim pemeriksa pajak disebabkan oleh pengalihan pelaksanaan pemeriksaan ke UP2 yang lain. 5. Berbeda dengan prosedur peminjaman dokumen pada umumnya, prosedur peminjaman dokumen pada pemeriksaan kantor untuk tujuan lain adalah sebagai berikut : Pada saat Pemeriksa Pajak memanggil WP dengan menggunakan Surat Panggilan Dalam Rangka Pemeriksaan, dilampiri dengan Daftar Buku, Catatan dan Dokumen Yang Wajib Dipinjamkan Dalam Rangka Pemeriksaan. Dalam hal WP memenuhi panggilan Pemeriksa Pajak sebagaimana dimaksud di atas, namun tidak sepenuhnya meminjamkan buku, catatan, dan dokumen, termasuk data yang dikelola secara elektronik serta keterangan lain yang diminta, Pemeriksa Pajak harus membuat Berita Acara Tidak Dipenuhinya Permintaan Peminjaman Buku, Catatan, dan Dokumen disertai rincian daftar buku, catatan, dan dokumen yang Wajib dipinjamkan namun belum diserahkan. 6. Laporan Hasil Pemeriksaan harus disusun berdasarkan Kertas Kerja Pemeriksaan yang telah ditelaah oleh supervisor. Laporan Hasil Pemeriksaan tersebut digunakan sebagai dasar untuk melaksanakan ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan tertentu yang berkaitan dengan tujuan pemeriksaan.

30 | P a g e

PEMERIKSAAN PAJAK 2012


7. Berdasarkan Berita Acara Tidak Dipenuhinya Panggilan Pemeriksaan Oleh Wajib Pajak atau Surat Pernyataan Penolakan Pemeriksaan atau Berita Acara Penolakan Pemeriksaan, maka : Permohonan Wajib Pajak tidak dapat diproses atau dipertimbangkan dalam hal Pemeriksaan Kantor untuk tujuan lain dilakukan dalam rangka: a) penentuan Wajib Pajak berlokasi di daerah terpencil; b) penentuan saat produksi dimulai atau memperpanjang jangka waktu kompensasi kerugian sehubungan dengan pemberian fasilitas perpajakan. Wajib Pajak diberikan Nomor Pokok Wajib Pajak dan/atau dikukuhkan sebagai Pengusaha Kena Pajak secara jabatan dalam hal Pemeriksaan Kantor untuk tujuan lain dilakukan dalam rangka: a) pemberian Nomor Pokok Wajib Pajak secara jabatan; dan/atau b) pengukuhan Pengusaha Kena Pajak secara jabatan. Permohonan Wajib Pajak tidak dikabulkan dalam hal Pemeriksaan Kantor untuk tujuan lain dilakukan dalam rangka: a) penghapusan Nomor Pokok Wajib Pajak; dan/atau b) pengukuhan atau pencabutan pengukuhan Pengusaha Kena Pajak.

TIM QUALITY ASSURANCE Tim Quality Assurance Pemeriksaan adalah tim yang dibentuk oleh DirekturJenderal Pajak dalam rangka membahas hasil Pemeriksaan yang belum disepakati antara Pemeriksa Pajak dan Wajib Pajak dalam Pembahasan Akhir Hasil Pemeriksaan guna menghasilkan Pemeriksaan yang berkualitas. Pembentukan Tim Quality Assurance Pemeriksaan ditetapkan dengan Keputusan Direktur Jenderal Pajak (1 surat keputusan untuk 1 tim QA). Masa tugas dimulai sejak tanggal ditetapkannya Keputusan Direktur Jenderal Pajak dan berakhir pada tanggal 31 Desember untuk tahun yang bersangkutan. Susunan Tim Quality Assurance : Susunan Ketua Sekretaris 3 Anggota Direktorat P2 Kasubdit Dit P2 Kepala Seksi di Dit P2 a. Kepala Seksi Dit P2 b. Fungsional Pemeriksa Dit P2 Kanwil Kabid di Kanwil kecuali Kabid PKB Kepala Seksi di Kanwil kecuali Kasi di Bidang PKB a. Kepala Seksi di Kanwil kecuali Kasi di Bidang PKB b. Fungsional Pemeriksa Kanwil

31 | P a g e

PEMERIKSAAN PAJAK 2012


c. Pelaksana Dit P2 c. Pelaksana Kanwil

Penunjukan anggota Tim QA dilakukan dengan memperhatikan kompetensi pegawai ybs, dalam hal dipandang perlu, anggota Tim QA dapat diisi oleh Kepala Seksi/Fungsional pemeriksa KPP di wilayah kanwil tersebut. Tugas Tim Quality Assurance Pemeriksan: 1. membahas perbedaan pendapat antara Wajib Pajak dengan Pemeriksa Pajak dalam

Pembahasan Akhir Hasil Pemeriksaan; 2. memberikan simpulan dan keputusan atas perbedaan pendapat antara Wajib Pajak dengan

Pemeriksa Pajak; dan 3. membuat Risalah Tim Quality Assurance Pemeriksaan yang berisi simpulan dan keputusan

hasil pembahasan.

WORKFLOW PEMBAHASAN DENGAN TIM QUALITY ASSURANCE

32 | P a g e