0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan7 halaman

Kode Etik Guru dan Imparsialitas

Dokumen ini membahas pentingnya kode etik guru di Indonesia sebagai pedoman perilaku dan profesionalisme dalam menjalankan tugas pendidikan. Kode etik ini bertujuan untuk menjaga kehormatan profesi guru, meningkatkan kepercayaan masyarakat, dan memastikan guru bertindak dengan integritas dan tanggung jawab. Selain itu, dokumen ini juga mencakup contoh pelanggaran kode etik dan strategi untuk mempromosikannya di lingkungan kerja.

Diunggah oleh

Haini Safitri
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan7 halaman

Kode Etik Guru dan Imparsialitas

Dokumen ini membahas pentingnya kode etik guru di Indonesia sebagai pedoman perilaku dan profesionalisme dalam menjalankan tugas pendidikan. Kode etik ini bertujuan untuk menjaga kehormatan profesi guru, meningkatkan kepercayaan masyarakat, dan memastikan guru bertindak dengan integritas dan tanggung jawab. Selain itu, dokumen ini juga mencakup contoh pelanggaran kode etik dan strategi untuk mempromosikannya di lingkungan kerja.

Diunggah oleh

Haini Safitri
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

JURNAL PEMBELAJARAN

MODUL 3

FILOSOFI PENDIDIKAN DAN PENDIDIKAN NILAI

TOPIK

“KODE ETIK GURU, APAKAH PERLU GURU

SEBAGAI PENDIDIK PERLU DIATUR?”

OLEH :

HAINI SAFITRI

MAHASISWA PPG GURU TERTENTU TAHAP 1

UNIVERSITAS FLORES

TAHUN 2025
KODE ETIK GURU

A. Pengertian Kode Etik Guru


Kode etik guru merupakan norma atau asas yang harus dijalankan guru di Indonesia
sebagai pedoman untuk bersikap dan berperilaku di dalam melaksanakan tugas profesinya
sebagai pendidik, anggota masyarakat, dan warga negara.
Pedoman tersebut diharapkan nantinya dapat membedakan perialku baik atau buruk
seorang guru, memilah-milah mana saja hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan selama
menjalankan tugas sebagai seorang pendidik. Dengan adanya kode etik ini bertujuan untuk
menempatkan sosok guru sebagai peribadi yang terhormat, mulia, dan bermartabat. Kode
etik ini mengatur bagaimana seorang guru, masyarakat, dan profesi guru itu sedniri. Kode
etik guru bertujuan menjaga kerhormatan profesi guru dan memastikan bahwa guru
bertindak secara profesional, jujur, adil, dan bertanggung jawab. Dengan mematuhi kode
etik, guru akan mampu menjaga kehormatan profesinya dan menciptakan suasana
pendidikan yang seaht, aman, dan mendidik.
B. Tujuan Kode Etik Guru
Kode etik ini dibuat agar dapat memastikan bahwa guru menjalankan tugasnya dengan
penuh tanggung jawab, kejujuran, dan integritas. Dengan begitu, profesi guru akan tetap
dihormati dan dipercaya oleh masyarakat sebagai profsi yang mulia dan berpengaruh besar
dalam pembangunan bangsa.
Berikut ini adalah beberapa tujuan dari kode etik guru, antara lain:
1. Menjaga martabat dan kehormatan guru
2. Memberikan pedoman perilaku bagi guru
3. Meningkatkan profesionalisme guru
4. Melindungi hak dan kewajiban pihak
5. Mewujudkan pendidikan yang bermoral dan berkualitas
6. Menumbuhkan kepercayaan masyarakat terhadap profesi guru
C. Kode Etik untuk Profesi Mengajar
Dalam post-modernist menganggap bahwa nilai-nilai merupakan sesuatu yang relatif sert
berbeda antara komunitas satu dengan lainnya, dan juga nilai akan berubah seiring
berjalannya waktu. Atas dasar ini perlu dirumuskan nilai etika yang universal dan berlaku
umum untuk seluruh individu yang menjalankan profesi mengajar.
Etika terhadap ilmu pengetahuan, guru harus memiliki:
A. Integritas intelektual, menghormati hakikat ilmu; dan batang tubuh pengetahuan, dalam
hal ini mencakup metodologi „subjek‟, yaitu bagaimana pnegetahuan diperoleh, proses
penyelidikan, pembuktian, pengujian kebnaran, yag berbeda untuk setiap bidang
pengetahuan, dan catatan subjek yaitu catatan kumulatif praktik metodologi yang telah
dilakukan.
B. Integritas kejuruan, menghormati pengethuan, keterampilan dan pengalaman
profesional, dalam hal ini mencakup tuntunan untuk tetap mengikuti perkembangan
pengetahuan terkini, untuk memperluas wawasan dan repertoar keterampilan serta
memadupadankan agar menjadi efektif secara pedagogis sejalan dengan keberagaman
peserta didi dalam hal konteks dan latar belakang.
C. Keberanian moral, menunjukkan kemandirian pikiran dan tindakan, hal ini mencakup
kesediaan untuk mengjaajrkan materi pelajaran atau menggunakan metode yang tidak
populer atau secara resmi tidak disukai, jika secara integritas intelektual atau integritas
kejuruan sangat dibutuhkan.

Etika terhadap peserta didik, guru harus:

A. Mendahulukan kepentingan orang lain (altruism), membedakan dan mneghormati


kepentingan orang lain yang diaajr, hal ini berarti menempatkan kepentingan-
kepentingan tersebut dia tas kepentingan mereka sendiri, menumbuhkan harga diri yang
sesuai pada orang-orang tersebut, dan mengenali bahwa pendidikan adalah proses
interaktif, bergantung pada kontribusinya guru serta peserta didik.
B. Tidak berpihak (impartiality), mengakui saling ketergantungan sosial, hal ini berarti
menghindari dan mencegah eksploitas terhadap satu individu atau kelompok.
C. Memlikiwawasan kemanusiaan (Human Insight), menghormati keluarga dan keadaan
sosial yang diajar, hal ini melibatkan kepekaan terhadap keberagaman, terhadap
pengaruh dan menghindari stereotip, serta berusaha untuk memastikan kesetaraan
kesempatan pendidikan.
D. Memikul tanggung jawab pengaruh (the Responsibility of Influence), melaksanakan dan
menerma tanggung jawab atas pengaruh yang mungkin bersifat jangka panjang, hal ini
merupakan menyadari bahwa pengalamna di kelas akan membekas dalam ingatan anak-
anak, sehingga guru perlu berhati-hati untukk meninggalkan jejak positif dalam
kehidupan anak yang diajar.

Etika terhadap profesi, guru harus memiliki:

a. Kerendahan Hati, menyadari kekurangan diri sendiri, termasuk bersedia mengakui


bahwa seseorang mungkin salah dalam kaitannya dengan pengetahuan dan perilaku.
b. Kolegialitas, menghormati dan bekerja sama dengan rekan kerja profesional, hal ini
mencakup bhawa setiap disiplin ilmu memiliki kesamaan dan perbedaan menerima tugas
untuk bekerja sama demi kepentingan mereka yang diajar.
c. Kemitraan, mengakui dan menerima kontribusi mereka yang diajar dan rekan dalam
mengajar, hal ini mencakup mempertimbangkan dan memanfaatkan sejauh mungkin,
bakat dan keahlian mereka yang diajar, serta situasi sosial dan keluarga mereka.
d. Tanggug jawan dan aspirasi, bersedia mengedepankan nilai-nilai profesional, keahliam
dan minat, dengan cara memberikan tanggapan secara terbuka mengenai kebijakan
pendidikan, hal ini berarti berbicara dan menulis terbuka dampak kebijakan publik untuk
praktik pendidikan.
D. Mengapa Kode Etik Perlu?
Kode etik guru ini sangat diperlukan karena kode etik guru berfungsi sebagai landasan
moral dan pedoman perilaku setiap guru anggota PGRI. Kode etik ini menjadi hal yang
ahrus diperhatikan pleh guru selama menunaikan tugasnya, baik di dalam maupun di luar
sekolah. Dari fungsi tersebut, terlihat alasan penting kode etik guru antara lain:
1. Memberikan pedoman bagi setiap guru tentang prinsip profesionalitas yang ditentukan.
2. Menjadi sarana kontrol sosial bagi masyarakat atas profesi yang bersangkutan.
3. Mencegah campur tangan pihak luar organisasi profesi tentang hubungan etika dalam
ekanggotaan profesi.
E. Contoh Kasus Pelanggaran Kode Etik Guru
Berikut beberapa contoh pelanggaran Kode Etik Guru, antara lain:
1. Manipulasi Nilai Akademik
Guru mengubah nilai peserta didik karaena intervensi orang tua yang memiliki jabatan
penting, ini melanggar Integritas Intelektual.
2. Deskriminasi Terhadap Peserta Didik
Guru memperlakukan peserta didik berbeda berdasarkan agama, ras, atau latar belakang,
ini melanggar Imparsialitas dan kemanusiaan.
3. Pelecehan atau penyalahgunaan Kekuasaan
Guru melakukan tindakan kekerasan fisik dan verbal terhadap peserta didik, ini
melanggar Tanggung Jawab dan kemanusiaan.
4. Kurangnya Persiapan atau Ketidak Profesionalan
Guru yang tidak mempersiapkan dengan baik pelajaran atau tidak menjalankan tugasnya
secara profesional.
Aksi Nyata

1. Media promosi (audio/visual) apa saja yang Bapak/Ibu gunakan untuk memperomosikan
kode etik guru di lingkup kerja Bapak/Ibu? Mengapa Bapak/Ibu memilih media
tersebut?
Media yang saya gunakan untuk mempromosikan kode etik guru ini adalah media
promosi visual berupa gambar atau poster. Kode etik guru dalam poster ini saya
perlihatkan dengan menggunakan poster dan file yang dikirim di grup sekolah untuk
melihat lebih jelas.
2. Bagaimana konten promosi yang Bapak/Ibu buat menyampaikan pesan-pesan utama
kode etik guru? Berikan contoh pesan yang Bapak/Ibu sampaikan.
Saya membuat promosi dengan menggunakan diskusi terbuka dengan
menyampaikan pesan utama Kode Etik guru agar lebih mudah dan efektif diterima oleh
rekan sejawat. Penyampaian kepada rekan sejawat ini menggunakan bahasa yang mudah
dipahami agar setelah promosi ini ada rasa ingin menerapkan sebelas kode etik yang
saya promosikan.
Adapun contoh pesan yang saya sampaikan adalah “Siswa yang baik dan santun adalah
cerminan dari guru yang berintegritas dan profesional.”

REFLEKSI

1. Pembelajaran apa yang Bapak/Ibu dapatkan selama proses merancang dan melaksanakan
promosi kode etik guru ini?
Pembelajaran yang saya dapatkan selama proses merancang dan melaksanakan promosi
Kode etik guru ini adalah saya benar-benar paham bahwa menjadi seorang guru yang
profesional bukan hanya sekedar mengajar di dalam ruang kelas, membuat peserta ididk
berhasil meraih nilai yang baik dalam hal akademik, sosial tinggi, namun menjadi guru
profesional merupakan guru yang mampu menaati Kode Etik yang berlaku. Ada 11 kode
etik guru yang harus ditaati selama melaksanakan tanggung jawab diantaranya adalah
sebagai berikut:
a. Integritas Intelektual
b. Integritas Kejujuran
c. Keberanian Moral
d. Mendahulukan Kepentingan Orang Lain
e. Tidak Berpihak
f. Memiliki Wawasan Kemanusiaan
g. Memikul Tanggung Jawab Pengaruh
h. Kerendahan Hati
i. Kolegalitas
j. Kemitraan
k. Tanggung jawab dan aspirasi profesi
Setelah saya melakukan promosi Kode Etik guru ini saya berharap apa yang saya sampaikan
dapat dimengerti dan semoga kita bisa menerapkan sehingga dapt menjadi guru yang
profesional dan teladan.

2. Tantangan apa saja yang Bapak/Ibu hadapi dalam mempromosikan kode etik guru?
Bagaimana Bapak/Ibu mengatasinya?
Tantangan yang saya hadapi dalam mempromosikan kdoe etik guru ini yaitu tantangan
utamanya adalah kurang kesadarannya dan minat sebagian guru terhadap pentingnya kode
etik. Beberapa rekan sejawat menganggap bahwa kode etik ini hanya sebuah formalitas
sehingga tidak memberikan pengaruh dalam proses pembelajaran. Tantangan selanjutnya
yang saya daptkan adalah keterbatasan waktu dan kesemptan untuk menjelaskan lebih
mendalam lagi mengenai materi Kode Etik guru ini. Adapun cara saya untuk mengatasinya,
yang pertama adalahdengan melakukan pemahaman dan penekanan dengan bahasa yang
mudah dipahami, saya menekankan bahwa kode etik ini adalah kewajiban kita sebagai
seorang guru yang profesional. Cara saya mengatasi yang kedua adalah dengan saya
mengusulkan kepada kepala sekolah untuk mengadakan pelatihan atau workshop atau
membawakan materi di komunitas belajar sekolah lebih mendalam agar guru dapat memiliki
kesempatan bertanya lebih banyak dan sharing mengenai kode etik guru ini.
3. Apa langkah selanjutnya yang akan Bapak/Ibu lakuakn untuk terus meningkatkan kesadaran
dan kepatuhan terhadap kode etik guru di lingkungan kerja Bapak/Ibu?
Langkah selanjutnya yang akan saya lakukan adalah meningkatkan kesadaran dan kepatuhan
terhadap kode etik guru adalah dengan mengikuti program pelatihan dan workshop
mengenai kode etik guru, meningkatkan kesadaran dan pemahaman di lingkungan kerja
terutama kepada guru pentingnya menerapkan dan menaati Kode Etik Gguru,
mengembangkan evaluasi diri sendiri, membuat diskusi terbuka secara rutin kepada sesama
rekan kerja atau sesama guru.
UMPAN BALIK

Nama Guru : Isnania, [Link]


Tanggapan : Pemahaman yang saya dapatkan adalah pentingnya memahami kode etik secara
mendalam, bukan hanya menjadi pajangan di dinding atau sebagai kelengkapan administrasi tetapi
juga sebagai pedoman guru dalam melaksanakan tugasnya sebagai guru. Terima aksih atas promosi
serta mengingatkan saya nilai dalam kode etik.

Nama Guru : Eli Kharisma Putri, [Link]


Tanggapan : Bagi saya setelah mendapatkan penjelasan dan promosi yang dipaparakn oleh Ibu
Haini, saya paham bahwa kode etik guru menjadi pedoman menjaga profesionalisme dalam
menjalankan tugasnya, menghormati hak peserta didik dan berperilaku sesuai dengan nilai-nilai
pada kode etik.

Anda mungkin juga menyukai