Anda di halaman 1dari 10

LOGO

TEORI PERILAKU KONSUMEN

TEORI PERILAKU KONSUMEN

SLAMET SANTOSO

www.themegallery.com

POSISI TEORI PERILAKU KONSUMEN


U A N G

BARANG / JASA PRODUSEN

KONSUMEN FAKTOR PRODUKSI UPAH / SEWA


COMPANY LOGO

www.themegallery.com

TEORI NILAI GUNA (UTILITY THEORY)


Teori Nilai Guna menjelaskan bahwa kepuasan yang diperoleh seseorang dalam mengkonsumsi suatu barang, dimana semakin tinggi kepuasan yang diperoleh maka semakin tinggi nilai guna barang tersebut. Nilai Guna Total (Total Utility / TU) adalah keseluruhan kepuasan yang diperoleh dalam mengkonsumsi suatu barang. Nilai Guna Marjinal (Marginal Utility / MU) adalah nilai guna yang berkurang atas pertambahan jumlah barang yang dikonsumsi.
COMPANY LOGO

www.themegallery.com

THE LAW OF DEMINISHING RETURN


Hukum yang menyebutkan bahwa dengan bertambahnya konsumsi suatu barang maka pertambahan tingkat kepuasannya (MU) akan semakin berkurang.
TU x / MU x

TU x

Q mak

MU x

Qx
COMPANY LOGO

www.themegallery.com

PENDEKATAN UNTUK MENGUKUR TINGKAT KEPUASAN KONSUMEN PENDEKATAN KARDINAL/CARDINAL APPROACH Pendekatan ini menyebutkan bahwa tingkat kepuasan konsumen dalam mengkonsumsi suatu barang dapat diukur dengan satu satuan (dikuantitatifkan) Mis : 100 ribu, 2 piring, 3 mangkok, 5 gelas dll Jika seorang mengkonsumsi barang X dan Y, maka tingkat kepuasan maksimal akan diperoleh jika : MRS xy =

MUx MUy MUx Px = MUy Py Px Py


COMPANY LOGO

www.themegallery.com

CONTOH SOAL
TU = 5X 0,6X2 + 7Y 0,8Y2 dan Biaya : 10 = 2X + 2Y Dengan metode Lagrange (), persamaan kepuasan maksimal : mak = 5X 0,6X2 + 7Y 0,8Y2 (10 2X 2Y) / X = 5 1,2X + 2 =0 5 1,2X 7 1,6Y / Y = 7 1,6Y + 2 =0 2 2 / = 2X + 2Y 10 =0 - 10 + 2,4X = - 14 + 3,2 Y 2,4X 3,2Y = - 4 2,4X 3,2Y = - 4 (x 2) 4,8X 6,4Y = - 8 2X + 2Y = 10 (x 2,4) 4,8X + 4,8 Y = 24 _ - 11,2Y = - 32 Y = 2,857 2X + 2 (2,857) = 10 X = 2,143 Berapa TU ? .................
COMPANY LOGO

www.themegallery.com

PENDEKATAN UNTUK MENGUKUR TINGKAT KEPUASAN KONSUMEN


PENDEKATAN ORDINAL (ORDINAL APPROACH) Pendekatan ini menyebutkan bahwa tingkat kepuasan konsumen dalam mengkonsumsi suatu barang tidak dapat diukur dengan satu satuan tetapi hanya bisa dibandingkan (tidak dapat dikuantitatifkan). Dalam pendekatan ordinal, cara membandingkan kepuasan konsumen dengan menggunakan konsep Pendekatan Kurva Indeferen / IC (Vilfredo Pareto: 1848-1923). Asumsi kurva indeferen adalah : 1. Ada dua jenis barang yang memberikan kepuasan yang sama kepada konsumen; 2. Arah Kurva Indeferen cembung ke arah titik origin; 3. Kurva Indeferen semakin ke kanan memberikan kepuasan yang lebih tinggi; dan 4. Kurva Indeferen tidak pernah berpotongan.
COMPANY LOGO

www.themegallery.com

KURVA INDEFEREN
Marginal Rate of Subtitution (MRS xy) adalah perubahan (+ / -) konsumsi salah satu barang (X) akan merubah (- / +) konsumsi barang yang lain (Y), sebagai upaya mempertahankan kepuasan yang sama >>> MRS xy = - X / Y = - X / Y Hasil perhitungan dari MRS adalah negatif, menunjukkan bahwa MRS ber-slop negatif, berarti setiap pertambahan konsumsi terhadap satu barang (X) maka mengurangi konsumsi terhadap barang lain (Y). Untuk memperoleh kepuasan yang maksimal, konsumen akan berusaha menggeser secara terus menerus kurva indeferen ke kanan. Upaya tersebut akan terbentur dengan garis anggaran (I) yang dimilikinya.
COMPANY LOGO

www.themegallery.com

KURVA INDEFEREN DAN GARIS ANGGARAN


Persamaan garis anggaran : I = Px.Qx + Py.Qy Qx = I / Px Py.Qy / Px Qy = I / Py Px.Qx / Py

Y
Qy

IC 3 IC 2 IC 1

Qx

X
COMPANY LOGO

LOGO