Anda di halaman 1dari 20

KATALOG BPS : 4102002.

1771

ANALISIS SEKTOR PEREKONOMIAN DAN SEKTOR JASA DI KOTA BENGKULU TAHUN 2006 - 2010
(DENGAN METODE LOCATION QUTIOENT)

BADAN PUSAT STATISTIK KOTA BENGKULU

ANALISIS SEKTOR PEREKONOMIAN DAN SEKTOR JASA DI KOTA BENGKULU TAHUN 2006 - 2010
No PUBLIKASI KATALOG BPS Ukuran Buku Jumlah Halaman : 1771.1007 : 4102002.1771 : 14 x 21 cm : HALAMAN

Penulis: Tina Wahyufitri

Pengolahan Data/ Penyiapan Draft: Filo Supianti Gambar Kulit : Seksi IPDS Diterbitkan oleh : BPS Kota Bengkulu

Boleh dikutip dengan menyebut sumbernya

KATA PENGANTAR Pertumbuhan perekonomian yang telah terjadi di Kota Bengkulu selama ini telah menyebabkan perubahan struktur ekonomi sektoral. Proses perubahan struktur perekonomian ditandai dengan menurunnya pangsa sektor primer (pertanian), meningkatnya pangsa sektor sekunder (industri) dan pangsa sektor tersier (jasa) meningkat sejalan dengan pertumbuhan ekonomi. Publikasi ini disusun dengan maksud untuk menjelaskan fenomena sektor unggulan di Kota Bengkulu dikaitkan dengan program prioritas pemerintah daerah Kota Bengkulu yang menjadikan Kota Bengkulu menjadi kota berbasis pariwisata. Disadari bahwa publikasi yang disajikan ini masih jauh dari lengkap dan sempurna. Untuk itu kritik dan saran yang membangun sangat diharapkan untuk menyempurnakan publikasi berikutnya. Semoga publikasi ini dapat bermanfaat bagi pemerintah maupun masyarakat, baik dalam penentuan kebijakan maupun penelitian ataupun analisis data.

Bengkulu, November 2011 Kepala BPS Kota Bengkulu

ISBULLAH, SE NIP. 19560924 197802 1 001

DAFTAR ISI

Kata Pengantar Daftar Isi Latar Belakang Cara Penelitian Hasil dan Pembahasan Kesimpulan dan Saran Daftar Pustaka

iii iv 1 3 6 14 15

1. LATAR BELAKANG Faktor keadaan alam dan juga usaha manusia dapat mendukung suatu sektor menjadi sektor unggulan di suatu wilayah (Tarigan, 2005). Karena masalah pokok dalam

pembangunan daerah adalah terletak pada penekanan terhadap kebijakan-kebijakan pembangunan yang didasarkan pada kekhasan daerah yang bersangkutan dengan menggunakan potensi sumber daya manusia, kelembagaan, dan sumber daya fisik secara lokal (daerah), maka untuk mengatasinya pemerintah mendorong penciptaan dan pengembangan usaha melalui tindakan-tindakan khusus yang akan mempengaruhi perusahaan-perusahaan untuk masuk ke daerah tersebut dan mempertahankans erta menumbuh kembangkan perusahaanperusahaan yang telah ada di daerahnya (Blakely, 1994). DalamRencana Pembangunan JangkaPanjang Kota Bengkulu tahun 2007-2027, pariwisata menjadi sektor urutan pertama, karena Kota Bengkulu memiliki potensi alam berupa pantai dan beberapa daerah wisata, sehingga sektor pariwisata dianggap akan mampu untuk mendorong pertumbuhan di sektor-sektor lain. Pantai merupakan objek wisata andalan Kota Bengkulu yang keberadaannya selama ini sudah banyak dikunjungi oleh wisatawan.Selainpantai, Kota Bengkulu juga memiliki bangunan bersejarah seperti Benteng Malborough,
1

Rumah Bung Karno, Tugu Thomas Parr serta budaya khas yang membedakan Kota Bengkulu dengandaerahlainnya. Pencanangan Kota Bengkulu sebagai kota wisata diikuti dengan munculnya proyek-proyek yang dititikberatkan pada lokasi-lokasi pantai seperti pembangunan jogging track sepanjang pantai panjang, pembangunan hotel atlit di kawasan Tapak Padri dan pembuatan tanggul pemecah ombak yang juga berguna untuk tempat rekreasi masyarakat. Gencarnya

pembangunan di sektor pariwisata seharusnya berdampak pada kinerja sektor jasa khususnya sektor hiburan dan rekreasi. Di Indonesia penelitian untuk mengidentifikasi sektor ekonomi unggulan telah banyak dilakukan, namun penelitian tentang sektor unggulan pada sektor jasa khususnya, belum banyak dilakukan. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah: (1). Mengetahui sektor-sektor unggulan di Kota Bengkulu. (2)Mengetahui posisi sektor jasa dalam

perekonomian Kota Bengkulu (3) Mengetahui komoditas unggulan pada sektor jasa Kota Bengkulu. Sedang manfaatnya yaitu untuk memberikan bahan masukan bagi pemerintah daerah Kota Bengkulu tentang komoditas unggulan sektor jasa untuk dijadikan pertimbangan prioritas dalam perumusan kebijakan dan penyusunan perencanaan pembangunan daerah.

2. CARA PENELITIAN Penelitian ini membahas komoditas unggulan di Kota Bengkulu serta secara khusus mengidentifikasi komoditas unggulan pada sektor jasa di Kota Bengkulu. Penentuan daerah penelitian dilakukan secara sengaja (purposive) yaitu di Kota Bengkulu, dengan alasan Kota Bengkulu merupakan daerah yang menetapkan jasa pariwisata sebagai prioritas. Data yang digunakan pada penelitian ini adalah data sekunder dalam bentuk runtun waktu selama 5 tahun mulai tahun 2006 sampai 2010. Rentang waktu tersebut diambil berdasarkan pertimbangan dalam waktu lima tahun telah ada pengaruh dari program pemerintah yang menjadikan sektor jasa sebagai prioritas pembangunan di Kota Bengkulu. Data tersebut diperoleh daripublikasi yang diterbitkan oleh BPS Tahun 20062010. Data yang telah dikumpulkan selanjutnya diteliti dan dianalisis dengan menggunakan teknik-teknik analisis tertentu untuk mengidentifikasi komoditas jasa unggulan. Metode yang digunakan adalah : AnalisisLocation Quotient Untuk menjawab tujuan yaitu mengidentifikasi sektor yang memiliki keunggulan komparatif di Kota Bengkulu digunakan
3

analisis Location Quotient. Dengan mengacu pada model pendekatan LQ dapat disajikan bentuk persamaan yang dimodifikasi sebagai berikut (Tarigan, 2005): xi/PDRBx LQi dimana: xi PDRBx Xi PDRB X = Xi/ PDRB = nilai tambahsektor i di Kota Bengkulu = Produk Domestik Regional Bruto di Kota Bengkulu = nilai tambah sektor i di Propinsi Bengkulu = Produk Domestik Regional Bruto di Propinsi Bengkulu

Setelahnilai LQ diperoleh maka dapat disimpulkan sebagai berikut : 1. Bila LQ suatu sektor> 1 maka sektor tersebut dapat dikatakan sebagai sektor Unggulan di Kota Bengkulu; 2. Bila LQ suatu sektor< 1 mak sektor tersebut Bukan merupakan sektor unggulan di Kota Bengkulu; 3. Bila LQ suatu sektor = 1 maka sektor tersebut

setingkat dengan tingkat Propinsi Bengkulu

Sedangkan tujuan penelitian yaitu mengidentifikasi sub sektor pada sektor jasa yang memiliki keunggulan komparatif

di Kota Bengkulu, juga menggunakan analisis Location Quotient dengan rumus sebagai berikut: xi/PDRBx LQi = Xi/ PDRB dimana: xi PDRBx Xi PDRB X

= nilai tambah sub sektor i di Kota Bengkulu = Produk Domestik Regional Bruto di Kota Bengkulu = nilai tambah sub sektor i di Propinsi Bengkulu = Produk Domestik Regional Bruto di Propinsi Bengkulu

Setelah nilai LQ diperoleh maka dapat disimpulkan sebagai berikut : 1. Bila LQ suatu sub sektor > 1 maka sektor tersebut dapat dikatakan sebagai sub sektor unggulan di Kota Bengkulu; 2. Bila LQ suatu sub sektor < 1 makas ub sektor tersebut bukan merupakan sub sektor unggulan di Kota Bengkulu; 3. Bila LQ suatu sub sektor = 1 maka sub sektor tersebut setingkat dengan tingkat Propinsi Bengkulu

3. HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis Perekonomian Kota Bengkulu Struktur perekonomian Kota Bengkulu pada dasarnya didominasi oleh sektor perdagangan (tabel 1). Sektor ini memberikan kontribusi yang besar yaitu diatas 35 % pada PDRB total Kota Bengkulu. Sub sektor yang menjadi andalan bagi pembentukan PDRB sektor perdagangan adalah sub sektor perdagangan besar dan eceran. Sub sektor ini memberikan kontribusi lebih dari 33% terhadap keseluruhan perekonomian Kota Bengkulu. Dominasi sektor perdagangan ini didukung dengan jumlah tenaga kerja yang diserap yaitu sebanyak 35,9 persen dari penduduk berumur 15 tahun keatas di Kota Bengkulu. Data dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Bengkulu menyebutkan, di tahun 2010 terdapat 235 perusahaan industry dengan lokasi sebagian besar terletak di Kecamatan Gading Cempaka (BPS, 2011). Sub sektor berikutnya yang mendominasi pembentukan PDRB Kota Bengkulu adalah sektor jasa-jasa. Sektor jasa memberikan kontribusi kepada perekonomian daerah lebih dari 23%. Jika dibandingkan dengan pola perkembangan distribusi sektor perdagangan yaitu terbesar tapi terus menurun pada lima tahun terakhir, sektor jasa memberikan distribusi yang
6

cenderung meningkat di tiap tahunnya. Hal ini menunjukkan peranan sektor jasa yang semakin penting di perekonomian Kota Bengkulu. Dukungan dari kebijakan pemerintah daerah untuk menjadikan Kota Bengkulu sebagai kota wisata membuat sektor jasa selama lima tahun terakhir memiliki kontribusi dengan peningkatan yang konsisten. TABEL 1. Distribusi Persentase PDRB Kota Bengkulu Atas Dasar Harga Konstan 2000 Menurut Lapangan Usaha Tahun 2006 2010 (%)
Lapangan Usaha Pertanian Pertambangandanpengga lian Industripengolahan Listrik, gas dan air bersih Bangunan Perdagangan, hotel danrestoran Pengangkutandankomu nikasi Keuangan&jasaperusaha an Jasa-jasa Jumlah Tahun 2006 6,05 0,63 4,59 0,82 3,80 36,19 17,55 9,32 21,04 100 2007 6,07 0,63 4,57 0,83 3,79 36,55 17,32 9,27 20,97 100 2008 6,01 0,61 4,58 0,91 3,8 35,87 17,25 9,25 21,75 2009 5,78 0,52 4,53 0,89 3,98 35,32 17,16 9,18 22,70 100 2010 5,51 0,46 4,46 0,92 3,88 35,20 17,03 9,09 23,45 100

100 Sumber : BPS, Kota Bengkulu Dalam Angka 2011

Analisis Location Quotient Kota Bengkulu Untuk mengetahui sektor-sektor unggulan di Kota Bengkulu, dilakukan penghitungan dengan metode LQ pada seluruh sektor perekonomian Kota Bengkulu.Dari hasil analisis Location Quotient (LQ) memperlihatkan bahwa selama periode penelitian dari tahun 2006 2010, terdapat tujuh sektor utama yang secara konsisten memiliki angka LQ lebih dari 1. Ketujuh sektor tersebut adalah sektor industri, sektor listrik, gas dan air bersih, sektor bangunan, sektor perdagangan, sektor

pengangkutan dan komunikasi, sektor keuangan dan sektor jasa. Hal ini menunjukkan bahwa pada kurun waktu tesebut, ketujuh sektor itu memiliki keunggulan sehingga mampu memenuhi kebutuhan di Kota Bengkulu bahkan mampu mengekspor ke luar Kota Bengkulu. Dari tabel 2 dapat kita lihat bahwa sektor pengangkutan dan komunikasi memiliki rata-rata LQ tertinggi diikuti dengan sektor keuangan dan sektor listrik, gas dan air bersih. Namun selamaperiodewaktupenelitian, sektor ini memiliki

kecenderungan angka LQ yang menurun. Sementara sektor jasa menunjukkan kecenderungan untuk terus meningkat di setiap tahunnya.Hal ini menunjukkan sektor jasa memiliki prospek yang cerah dalam kemampuannya memenuhi kebutuhan Kota Bengkulu serta kemampuannya untuk mengekspor keluar kota.
8

Sejalan dengan hasil penghitungan LQ diatas, maka pengembangan ekonomi Kota Bengkulu dapat diarahkan terutama kepada pengembangan tersier (sektor jasa, sektor perdagangan, sektor komunikasi dan sektor keuangan) untuk menjadi sektor unggulan. Tabel 2. Hasil Penghitungan LQ per Sektor Kota Bengkulu, 2006 2010
No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Sektor Pertanian Pertambangan & penggalian Industri Listrik, Gas & Air Bersih Bangunan Perdagangan Pengangkutan & komunikasi Keuangan Jasa 2006 0,15 0,20 1,12 1,89 1,31 1,79 2,05 1,98 1,30 2007 0,15 0,18 1,13 1,88 1,29 1,80 2,05 2,01 1,30 2008 0,15 0,18 1,11 1,91 1,26 1,76 2,10 2,00 1,31 2009 0,15 0,11 1,09 1,85 1,30 1,75 2,11 1,96 1,36 2010 0,15 0,12 1,05 1,74 1,27 1,76 2,01 1,82 1,35 Ratarata 0,15 0,16 1,10 1,85 1,29 1,77 2,06 1,95 1,32

Sumber: Data diolah Sektor-sektor non basis di Kota Bengkulu berdasarkan perhitungan analisis LQ adalah sektor pertanian dan

sektorpertambangan. Dalam kurun waktu lima tahun terakhir, dua sektor ini memiliki LQ < 1. Selain terlihat tertekan, sektor pertambangan&penggalian malah menunjukkan kecenderungan
9

yang menurun. Dapat diambil kesimpulan, jumlah output yang dihasilkan oleh kedua sektor ini belum mampu memenuhi kebutuhan Kota Bengkulu. Hal ini patut disayangkan, mengingat pemerintah daerah Kota Bengkulu memiliki strategi OVOP (One Village One Product) dimana jeruk kalamansi didorong untuk menjadi produk unggulan mewakili Kota Bengkulu. Seyogyanya Kota Bengkulu bisa memperoleh nilai tambah dari produk pertanian yang diunggulkan untuk menambah pendapatan bagi perekonomian kota. Sektor Jasa Sektor jasa merupakan sektor yang diprioritaskan oleh pemerintah daerah untuk memajukan pembangunan baik fisik maupun manusia di Kota Bengkulu. Sektor jasa secara umum meliputi dua sub sektor yaitu sub sektor jasa pemerintahan umum dan sub sektor jasa swasta. Di dalam dua sub sektor ini terdapat empat sub sektor antara lain sub sektor administrasi pemerintahan dan pertahanan, sub sektor sosial

kemasyarakatan, sub sektor hiburan dan rekreasi dan sub sektor perorangan dan rumah tangga.

10

Analisis Location Quotient (LQ) Sektor Jasa Kota Bengkulu Untuk menjawab tujuan penelitian yaitu mengetahui posisi sektor jasa dalam perekonomian Kota Bengkulu serta mengetahui komoditas unggulan pada sektor jasa Kota Bengkulu, dilakukan penghitungan dengan metode LQ untuk sub sektor jasa. Dari hasil perhitungan analisis LQ untuk seluruh sektor perekonomian di Kota Bengkulu, sektor jasa merupakan prioritas sektor unggulan di urutan kelimateratas. Walaupun nilai LQ sektor jasa masih berada dibawah sektor

pengangkutan, sektor keuangan, sektor listrik gas dan air bersih serta sektor perdagangan, namun sektor jasa memiliki

kontribusi yang secara konsisten meningkat selama lima tahun terakhir (tabel1). Hal ini menunjukkan sektor jasa memiliki prospek yang cerah untuk dijadikan prioritas pembangunan dalam tujuan untuk menjalin keterkaitannya dengan sektor perekonomian lainnya.Output dari sektor jasa didukung oleh besarnya factor produksi tenaga kerja.Jumlah tenaga kerja yang diserap oleh sektor jasa di tahun 2010 lebihdari 32 persen dari penduduk umur 15 tahun k eatas di Kota Bengkulu (BPS, 2011).

11

Hasil analisis LQ sub sektor jasa di Kota Bengkulu tahun 2006 2010 dapat dilihat pada tabel 3. Tabel 3. Hasil Penghitungan LQ Sub Sektor Jasa Kota Bengkulu, 2006 2010
No 1 a b 2 a b c Sub Sektor Jasa Pemerintahan umum Adm pemerintahan & pertahanan Jasa pemerintahan lainnya Swasta Sosial kemasyarakatan Hiburan dan rekreasi Perorangan dan rumah tangga 2006 0,87 0,87 1,32 1,31 2,07 1,28 2007 0,86 0,86 1,34 1,37 2,12 1,29 2008 0,86 0,86 1,42 1,38 2,19 1,39 2009 0,89 0,89 1,49 1,34 2,23 1,50 2010 0,90 0,90 1,42 1,32 2,15 1,41 Rerata 0,88 0,88 1,40 1,34 2,15 1,37

Sumber: Data diolah Dari tabel 3 dapat kita lihat bahwa dari nilai LQ jasa pemerintahan umum yang lebih kecil dari 1. Hal ini menunjukkan perekonomian Kota Bengkulu tidak dipengaruhi oleh aktivitas pemerintah. Sub sektor yang dominan pada sektor jasa adalah sub sektor jasa swasta seluruh sektor pendukung sub sektor jasa swasta memiliki nilai LQ lebih besar daripada 1. Dapat disimpulkan sub sektor jasa swasta menjadi basis ekonomi di Kota Bengkulu. Hasil penghitungan LQ juga
12

memperlihatkan dari sub sektor swasta, sub sektor hiburan dan rekreasi memiliki nilai rata rata LQ yang paling besar yaitu 2,15 (tabel 3). Angka ini menunjukkan dukungan kebijakan pemerintah yang berkaitan dengan sektor pariwisata memang telah menunjukkan pengaruhnya pada sub sektor hiburan dan rekreasi. Sub sektor hiburan dan rekreasi telah mampu memenuhi kebutuhan dalam kota dan mampu mengekspornya keluar. Sejalan dengan hasil analisis LQ diatas, maka pengembangan ekonomi Kota Bengkulu dapat terus diarahkan pada pengembangan sektor pariwisata sebagai sektor unggulan. Kontribusi sektor jasa yang lebih rendah dibandingkan dengan sektor perdagangan, hotel dan restoran menunjukkan output dari sektor jasa masih belum memiliki daya saing yang cukup tinggi di Kota Bengkulu. Di masa yang akan datang diharapkan pemerintah lebih serius dalam mengelola kekayaan alam berupa lokasi-lokasi wisata sehingga Kota Bengkulu yang memiliki beberapa lokasi pantai yang dapat dikomersialkan seperti pantai Panjang, pantai Zakat, Tapak Padri, Rumah Bung Karno dan lain sebagainya, dapat lebih mengembangkan peranannya dan meningkatkan nilai tambah sektor jasa pada perekonomian Kota Bengkulu.

13

4. KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah diuraikan pada bagian-bagian sebelumnya, dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: 1. Perekonomian Kota Bengkulu pada periode waktu 2006 - 2010 berbasiskan pada sektor tersier yaitu sektor jasa, sektor perdagangan, sektor komunikasi dan sektor keuangan. 2. Nilai LQ sektor jasa yang terus meningkat secara konsisten dari tahun 2006 2010 memperlihatkan pencanangan Kota Bengkusebagai kota wisata adalah tepat dan dukungan pemerintah daerah ini telah berhasil mendorong sub sektor hiburan dan rekreasi sebagai sektor unggulan Kota Bengkulu. 3. Sektor jasa masih perlu ditingkatkan daya saingnya mengingat peningkatan output sektorjasa akan

berpengaruh terhadap sektor sektor lain seperti sektor perdagangan, sektor keuangan dan sektor angkutan.

14

DAFTAR PUSTAKA

BadanPusatStatistik (BPS). Kota Bengkulu DalamAngka 2007 - 2011. Kota Bengkulu BadanPusatStatistik (BPS). Bengkulu DalamAngka 2007 2011. Provinsi Bengkulu Blakley, E.J. 1994. Planning Local Development.SAGE Publication, Second Edition. Economic

Ropingi, Listiarini, Diah. 2002. PenentuanSektorUnggulan di KabupatenPati BerdasarAnalisis LQ dan Shift Sharejurnal JPP Vol 3 No 2. Tarigan, Robinson. 2005.Ekonomi teoridanaplikasi.Penerbit PTBumiAksara, Jakarta. Regional,

Tabrani, Andi . 2008.Analisis Sektor Unggulan Perekonomian Kabuapten Mandailing Natal Provinsi Sumatera Utara.Jurnal Sains dan Teknologi Indonesia Vol 10 No. 1 April 2008.

15

DATA MENCERDASKAN BANGSA

BADAN PUSAT STATISTIK KOTA BENGKULU


Jl.S.Parman No.89/1 Padang Jati 38227 Telepon (0736) 21876. Fax. (0736) 344775 E-mail: bps1771@Mailhost.bps.go.id
BPS