Anda di halaman 1dari 4

TUGAS PRAKTIKUM IRIGASI DAN DRAINASE Pengukuran Kadar Air Aktual

Oleh :
Herudi Hariodamar 105040200111008

PROGRAM STUDI AGROEKOTEKNOLOGI FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA 2012

PENDAHULUAN
Air tanah berada dalam pori, baik mikro maupun makro dan sifat-sifatnya sangat dipengaruhi oleh tanah yang bersangkutan. Tanah yang mempunyai tekstur halus sehingga luas permukaannya per satuan berat lebih besar akan mampu menahan air lebih banyak dan lebih kuat dari pada tanah kasar. Hal ini dapat terjadi karena tanah halus mengandung lebih banyak partikel yang berukuran koloid. Kadar air tanah atau lengas tanah yaitu banyaknya air yang ada dalam ruang pori tanah yang ditahan oleh berbagai potensial. Pengukurannya dapat menggunakan berbagai metode/alat baik secara langsung maupun tidak langsung, yaitu : gravimetrik, neutron probe, tetha probe.

CARA KERJA
Metode Gravimetrik
1.Timbang kaleng timbang kosong. 2.Ambil contoh tanah, masukkan dalam kaleng timbang dan timbang . 3.Keringkan dalam oven dengan suhu 105 oC selama 24 jam. 4.Keluarkan dari oven dan dinginkan dalam desikator. 5.Setelah dingin timbang berat keringnya. 6.Hitung kadar airnya dengan rumus : Kadar lengas = (Massa Air) / (Massa Tanah Kering)

Metode Neutron Probe


1. Ambil bacaan dengan interval 10 cm dan gunakan waktu 16 detik, cari daerah yang mempunyai kadar air merata. 2. Ambil bacaan 64 detik sebanyak 8 kali pada kedalaman yang dipilih. 3. Hitung kadar lengasnya dengan persamaan kalibrasi yang telah ditentukan. 4. Penentuan efek permukaan : a. Setelah lapisan tanah di permukaan dihilangkan 5 cm baca 16 detik sebanyak 3 kali. Ambil rata-ratanya dan berapa rasionya terhadap nilai bacaan pada kedalaman untuk kalibrasi. b. Hilangkan setebal 10 cm lagi dan lakukan pembacaan seperti di atas. c. Hilangkan setebal 10 cm berikutnya dan lakukan pembacaan seperti di atas. d. Nilai rasio yang terakhir ini yang digunakan untuk mengkoreksi bacaan pada kedalaman 10 cm. 5. Ambil contoh tanah utuh pada kedalaman standart untuk kalibrasi sebanyak 5 contoh. 6. Tentukan kadar air gravimetrik darisampel yang diambil dan cari rata-ratanya 7. Bandingkan hasil penentuan dengan Neutron Probe dan hasil penentuan secara gravimetrik.

Metode Tetha Probe


1. Hidupkan HH2 meter dengan menekan tombol Esc. 2. Pengaturan data. Untuk melihat menu ini pilih Option, Data kemudian atur masing-masing (Plot ID, Sample, Device ID, Root Depth, Sensor Depth). 3. Plot ID (identitas plot yang diukur). Anda dapat melabel setiap lokasi pengukuran dengan Plot ID. Pilihannya : A Z dan defaultnya A. Tekan Esc pilih Option,Data,Plot ID. Tekan Set-Option-Data-Set-Plot ID-Set pilih apa labelnya - Set-Scroll bawah . 4. Sample, nomor sampel secara otomatis ditandai secara urut setiap pembacaan yang disimpan. Nomornya : 1 sampai 2000, defaultnya 1. Pilih Option, Data, Sample. Tekan Set-Option-Data-Set-Sample-Set pilih apa labelnya SetScroll bawah. 5. Device ID, anda dapat menomori bacaan dengan Device ID. Pilihannya : 0 sampai 255 dan defaultnya 0. Pilih Option, Data, Device ID. Tekan : SetOption-Data-Set-Device ID-Set pilih apa nomornya Set-Scroll bawah. 6. Root Depth, ini sangat diperlukan bila menginginkan mengetahui kondisi defisit lengas tanah. Pilihannya : 0 sampai 9950 mm defaultnya 0. Pilih Option, Data, Root Depth. Tekan : Set-Option-Data-Set-Root Depth-Set pilih angka yang sesuai Set-Scroll bawah. 7. Sensor Depth, bacaan dapat diberi label sesuai dengan kedalaman tanah. Pilihannya : 0 sampai 9950 mm defaultnya 0. Pilih Option, Data, Sensor Depth. Tekan : Set-Option-Data-Set-Sensor Depth-Set pilih angka yang sesuai Set-Esc untuk kembali ke menu utama. 8. Device, ini untuk memilih alat ukur apa yang digunakan. Option-Data-Scroll bawah-Device-Set pilih ML2 atau PR2 Set- Esc untuk kembali menu Option. 9. Soil Type, jenis tanah yang digunakan untuk perhitungan bacaan. Pilihannya : Mineral, Organic, Soil 1, Soil 2,....... Soil 5 defaultnya Mineral. Setup dalam HH2 meter hanya untuk tanah Mineral dan Organik, tanah yang lain dapat dapat diformat menggunakan Soil Set-Up (tersedia sampai 5 jenis tanah). Pilih : Option, Soil Type pilih Mineral atau Organic. Tekan : Scroll bawah pada menu Option sampai Soil Type Set pilih jenis tanah Set Esc untuk kembali ke menu utama. 10. Soil Set-Up, digunakan untuk mendefinisikan secara empiris dari parameter tanah (a0 & a1) untuk mengkonversi permitivity (mV) menjadi bacaan kadar lengas. Juga digunakan untuk mendefinisikan kapasitas lapang, yang diperlukan untuk pembacaan defisit lengas tanah. Untuk tanah standart : Mineral (a0 = 1.6 dan a1 = 8.4) dan Organik (a0 = 1.3 dan a1 = 7.7). Untuk tanah lain tersedia pilihan : a0 = -49.9 50.0 defaultnya 1.0 dan a1 = 0.1 50.0 defaultnya 7.0. Pilih : Option, Soil Set-Up dan pilih salah satu Soil 1 sampai Soil 5. Isikan nilai a0 dan a1 dengan Scroll bawah/atas dan akhiri dengan tombol Set. 11. Field Capasity, definisikan nilai kapasitas lapang untuk penghitungan defisit lengas tanah. Pilihan tersedia : 0 1 m3 m-3 defaultnya 0.38. Tekan Set untuk memilih Option, Soil Set-Up menu Soil names pilih One Set pilih Capasity pilih nilainya dengan Scroll Set.

12. Display Unit, pilih unit yang digunakan dalam pengukuran baik yang ditampilkan atau yang tersimpan. 13. Date and Time, agar saat pembacaan dapat diketahui dengan pasti. 14. Status, Mem (satus memori yang terpakai), Batt (umur batery yang tersisa), Reading# (jumlah bacaan yang ada dalam memori HH2). 15. Remote, pilih Option, Remote untuk menghubungkan dengan PC.

KEUNGGULAN DAN KEKURANGAN


Metode Gravimetrik
(+) Relatif aman karena tidak menggunakan radioaktif dan listrik, Murah karena tidak memerlukan alat yang mahal, dan Akurasinya sangat tinggi.

(-) Membutuhkan waktu dan tenaga yang lebih besar, Memerlukan penghitungan kadar air lebih lanjut, Tidak dapat digunakan untuk memperoleh data yang lebih rinci (secara interval waktu dan dalam periode yang cukup panjang), dan Memakan waktu.

Metode Neutron Probe


(+) Pembacaan dapat diambil berulang-ulang pada satu tempat, pengukurannya sangat cepat, dan dapat dikalibrasikan dengan kadar lengas volumetrik. (-) Sulit untuk pengukuran pada lapisan dekat permukaan tanah sebab banyak neutron yang hilang keluar, juga neutron thermal dapat diikat oleh unsur-unsur B, Fe, dan Cl dalam tanah.

Metode Theta Probe


(+) Efisiensi waktu dan tenaga, Dapat dibaca dengan cepat, Dapat digunakan untuk menghasilkan data yang lebih terperinci, dan Dapat dilakukan berulang-ulang dalam satu tempat.

(-) Harga alat masih sangat mahal, Terbatas pada kepanjangan kabel, Sangat dipengaruhi oleh suhu dan kadar garam dalam larutan tanah, dan Memerlukan proses instalasi yang rumit.