Anda di halaman 1dari 16

TOPIK TUGAS: PROFIL EQUILIBRIUM PANTAI DAN SIMULASI MATLAB

DIKUMPUL TANGGAL: 31 Juni 2010

DISUSUN OLEH: DHANI APRISAL R. (07 0404 091)

TEKNIK PANTAI ( TSA - 410 )

Dosen Mata Kuliah: Dr.Ir.Ahmad Perwira Mulia Tarigan,M.Sc.

BIDANG STUDI TEKNIK SUMBER DAYA AIR DEPARTEMEN TEKNIK SIPIL FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SUMATERA UTARA 2010

Teknik Pantai Dosen: Dr.Ir.Ahmad Perwira Mulia Tarigan,M.Sc. Mahasiswa: Dhani Aprisal R./07 0404 091

PROFIL EQUILIBRIUM

I.Pendahuluan Profil pantai adalah variasi antara kedalaman air dengan jarak offshore (daerah dari garis gelombang pecah ke arah laut) dari garis pantai. Profil pantai equilibrium adalah konsep dari hasil keadaan seimbang dari gaya-gaya destruktif maupun konstruktif. Pada saat equilibrium perubahan pada profil pantai semakin tidak berarti. Di laboratorium, relatif sangat mudah untuk membentuk sebuah profil equilibrium dengan memberikan aliran ombak/ gelombang dengan karakter tertentu secara kontinu dalam waktu lama. Di alam, profil equilibrium mempertimbangkan beberapa konsep dinamis yaitu, keadaaan gelombang dan level ketinggian permukan air laut yang terus menerus berubah secara alami dan kemudian profil pantai terus merespon secara terus menerus. Dengan merata-ratakan profil-profil tersebut selama waktu yang lama, profil equilibrium suatu pantai bisa diperoleh. Pantai selalu menyesuaikan bentuk profilnya sedemikian rupa sehingga mampu menghancurkan energi gelombang yang datang. Penyesuaian bentuk tersebut merupakan tanggapan dinamis alami pantai terhadap laut.

Teknik Pantai Dosen: Dr.Ir.Ahmad Perwira Mulia Tarigan,M.Sc. Mahasiswa: Dhani Aprisal R./07 0404 091

II.Profil Equilibrium

Gambar II.1 Profil Pantai Equlibrium Proses pembentukan profil pantai equilibrium dapat dengan mudah dilihat di laboratorium. Jika sebuah profil dengan komposisi sedimen berukuran (diameter) tertentu yang seragam dibuat ber-slope dengan kemiringan tertentu dan diberikan ombak dengan karakter tertentu secara kontinu dalam waktu yang lama, maka profil pantai terseebut akan mengalami

Gambar II.2 Profil Pantai (Triatmodjo,1999)

Teknik Pantai Dosen: Dr.Ir.Ahmad Perwira Mulia Tarigan,M.Sc. Mahasiswa: Dhani Aprisal R./07 0404 091

perubahan bentuk menuju profil pantai equilibrium. Pada saat equilibrium perubahan pada profil semakin tidak berarti (dapat diabaikan). Dengan kata lain pada saat gaya-gaya (destruktif maupun konstruktif) yang bekerja pada profil dalam keadaan seimbang, maka dapat dikatakan profil equilibrium telah tercapai. Pada proses profil pantai equilibrium berlaku keadaan mass conservation (massa sedimen tidak hilang, hanya mengalami perpindahan tempat). Berikut adalah penjabaran tentang gaya destruktif maupun gaya konstruktif (Dean dan Dalrymple,2005). Dari gambar II.2 diatas dapat dilihat bahwa profil pantai dapat dibagi kedalam empat bagian yaitu: daerah lepas pantai (offshore), daerah pantai dalam (inshore), daerah depan pantai (foreshore), dan daerah belakang pantai (backshore). Sedangkan menurut sudut pandang hidrodinamika, perairan pantai di daerah dekat pantai (nearshore zone) dibagi menjadi tiga daerah yaitu: daerah gelombang pecah (breaker zone), daerah buih (surf zone), dan daerah swash (swash zone). Penjelasan dari beberapa uraian di atas diberikan sebagai berikut (Triadmodjo, 1999). Inshore (daerah pantai dalam) adalah daerah profil pantai yang terbentang keaarah laut batas daerah depan pantai (foreshore) sampai ke bawah breaker zone. Foreshore (daerah depan pantai) adalah daerah yang meliputi garis pantai , daerah swash sampai dengan bagian yang tidak terlalu jauh dari garis pantai. Backshore (daerah belakang pantai) adalah daerah yang dibatasi oleh garis pantai kearah daratan. Offshore (daerah lepas pantai) adalah daerah dari garis gelombang pecah kearah laut. Breaker zone (daerah gelombang pecah) adalah daerah dimana gelombang yang datang dari laut (lepas pantai) mencapai ketidakstabilan dan akhirnya pecah. Di pantai yang landai gelombang pecah bisa terjadi dua kali. Surf zone (daerah buih) adalah daerah yang terbentang antara bagian dalam dari gelombang pecah dan batas naik turunnya gelombang di pantai. Pantai yang landai mempunyai surf zone yang lebar. Swash zone (daerah swash) adalah daerah yang dibatasi oleh garis batas tertinggi naiknya gelombang dan batas terendah turunnya gelombang di pantai. Longshore bar (gundukan sepanjang pantai) adalah tumpukan pasir yang paralel terhadap garis pantai. Tumpukan pasir tersebut dapat muncul pada saat air surut, pada saat lain dapat menjadi barisan tumpukan pasir yang sejajar pantai dengan kedalaman yang berbeda. Secara umum, bentuk profil alami pantai dibagi atas dua bagian menurut jenis sedimen penyusunnya, yaitu: profil pantai berpasir (coarse-grained profiles) dan profil pantai berlumpur (fine-grained profiles).

Teknik Pantai Dosen: Dr.Ir.Ahmad Perwira Mulia Tarigan,M.Sc. Mahasiswa: Dhani Aprisal R./07 0404 091

Ombak merupakan gaya utama pembentuk profil pantai. Ombak yang terjadi sehari-hari mengakibatkan perubahan pada profil di dekat pantai. Profil alami pantai memberikan respon terhadap ombak (yang relatif konstan) tersebut, sehingga profil pantai dapat dikatakan menuju pada keseimbangan dinamis (Dean dan Dalrymple, 1995). Apabila telah terjadi keseimbangan (gaya-gaya pembentuk profil dalam keadaan seimbang) maka profil pantai tersebut dapat dikatakan sebagai profil pantai equilibrium. Konsep dari profil pantai equilibrium dapat digunakan untuk menganalisa bentuk profil pantai akibat interaksi antara ombak dan sedimen.
III. SIMULASI Diketahui suatu profil pantai sebagai berikut:

Dengan data: No. 1 2 3 4 Yi (m) 10 30 40 50 hi (m) 1,3 2,0 2,3 2,4

Tentukan Variabel A dan n sebagai parameter dari profil Equilibrium pantai tersebut untuk persamaan: 1. h = A. 2. h = A. 3. h = A.

Teknik Pantai Dosen: Dr.Ir.Ahmad Perwira Mulia Tarigan,M.Sc. Mahasiswa: Dhani Aprisal R./07 0404 091

Penyelesaian: 1. Untuk persamaan h = A. h = A. ln h = ln (A. ) ln h = ln A + ln ln h = ln A + n ln y dari persamaan ini kita dapat mengasumsikan; ln h = ln A = ln y = maka persamaan tersebut menjadi: =+n Persamaan ini dapat dibentuk menjadi matriks sehingga: [ ]=[ ].[ ]

atau: a = x.b maka: x = . untuk mendapatkan variable x,yaitu dan n maka: x = b\a (perintah dalam program matlab)

Teknik Pantai Dosen: Dr.Ir.Ahmad Perwira Mulia Tarigan,M.Sc. Mahasiswa: Dhani Aprisal R./07 0404 091

Buka program Matlab,persoalan ini diselesaikan dengan program Matlab 7.1 Klik File pilih M-File

Gambar 1 Jendela awal program Matlab Input data-data pada soal untuk persamaan pertama Dari

Gambar 2 Kode pemrograman Matlab 1 untuk profil pantai

Teknik Pantai Dosen: Dr.Ir.Ahmad Perwira Mulia Tarigan,M.Sc. Mahasiswa: Dhani Aprisal R./07 0404 091

persamaan diatas maka dapat diperoleh nilai parameter skala profil (A) dan konstanta (n) yaitu: = 0.1560 - 0.1474i n= 0.1109 - 0.0982i

Gambar 3 Menjalankan Kode pemrograman Matlab 1 untuk profil pantai Nilai harus didefinisikan kedalam bentuk A,oleh karena itu dalam program matlab A=exp()

Gambar 4 Kode pemrograman Matlab 2 untuk profil pantai

Teknik Pantai Dosen: Dr.Ir.Ahmad Perwira Mulia Tarigan,M.Sc. Mahasiswa: Dhani Aprisal R./07 0404 091

Dari kedua tabel pemrograman di atas maka dapat ditampilkan gambar grafik persamaan 1 dan grafik profil pantai A sehingga dapat dilihat pergerakan garis pantai sehingga didapat profil pantai equilibrium seperti ditunjukkan pada gambar dibawah ini:
2.8 Data Pengukuran 2.6 2.4 2.2 grafik profil equilibrium h=a*y n

kedalaman

2 1.8 1.6 1.4

-50

-45

-40

-35

-30 jarak

-25

-20

-15

-10

Gambar 5 Grafik profil pantai A dan

dengan A = -5.1197 dan n = 0.1109

2. h = A. Persamaan ini dapat dibentuk kedalam matriks sehingga:

] = [A] . [

atau: a = x.b maka: x = .

untuk mendapatkan variable x,yaitu A maka:

Teknik Pantai Dosen: Dr.Ir.Ahmad Perwira Mulia Tarigan,M.Sc. Mahasiswa: Dhani Aprisal R./07 0404 091

x = b\a (perintah dalam program matlab) Input data-data pada soal untuk persamaan pertama:

Gambar 6 Kode pemrograman Matlab 1 untuk profil pantai (Dalam persamaan ini dibutuhkan matriks bantuan,yaitu matriks s) Pindahkan data ke Jendela Matlab utama sehingga didapat nilai x dalam hal ini A:-0,1946

Teknik Pantai Dosen: Dr.Ir.Ahmad Perwira Mulia Tarigan,M.Sc. Mahasiswa: Dhani Aprisal R./07 0404 091

Gambar

Menjalankan

Kode

pemrograman

Matlab

untuk

profil

pantai

Kemudian untuk menggambarkan grafiknya.input data lanjutan ke dalam pemrograman matlab2:

Gambar 8 Kode pemrograman Matlab 2 untuk profil pantai

Teknik Pantai Dosen: Dr.Ir.Ahmad Perwira Mulia Tarigan,M.Sc. Mahasiswa: Dhani Aprisal R./07 0404 091

Dari kedua tabel pemrograman di atas maka dapat ditampilkan gambar grafik persamaan 1 dan grafik profil pantai A sehingga dapat dilihat pergerakan garis pantai sehingga didapat profil pantai equilibrium seperti ditunjukkan pada gambar dibawah ini:
-0.8 Data Pengukuran -1 -1.2 -1.4 grafik profil equilibrium h=a*y n

kedalaman

-1.6 -1.8 -2 -2.2 -2.4 -2.6 -2.8 10

15

20

25

30 jarak

35

40

45

50

Gambar 9 Grafik profil pantai A dan

dengan A = -0,1946

Teknik Pantai Dosen: Dr.Ir.Ahmad Perwira Mulia Tarigan,M.Sc. Mahasiswa: Dhani Aprisal R./07 0404 091

3. h = A. Persamaan ini dapat dibentuk kedalam matriks sehingga:

] = [A] . [

atau: a = x.b maka: x = .

untuk mendapatkan variable x,yaitu A maka: x = b\a (perintah dalam program matlab) Input data-data pada soal untuk persamaan pertama:

Gambar 10 Kode pemrograman Matlab 1 untuk profil pantai (Dalam persamaan ini dibutuhkan matriks bantuan,yaitu matriks s)

Teknik Pantai Dosen: Dr.Ir.Ahmad Perwira Mulia Tarigan,M.Sc. Mahasiswa: Dhani Aprisal R./07 0404 091

Pindahkan data ke Jendela Matlab utama sehingga didapat nilai x dalam hal ini A:-0,5134

Gambar

11

Menjalankan

Kode

pemrograman

Matlab

untuk

profil

pantai

Kemudian untuk menggambarkan grafiknya.input data lanjutan ke dalam pemrograman matlab2:

Gambar 12 Kode pemrograman Matlab 2 untuk profil pantai

Teknik Pantai Dosen: Dr.Ir.Ahmad Perwira Mulia Tarigan,M.Sc. Mahasiswa: Dhani Aprisal R./07 0404 091

Dari kedua tabel pemrograman di atas maka dapat ditampilkan gambar grafik persamaan 1 dan grafik profil pantai A sehingga dapat dilihat pergerakan garis pantai sehingga didapat profil pantai equilibrium seperti ditunjukkan pada gambar dibawah ini:

-1.2 Data Pengukuran -1.4 grafik profil equilibrium h=a*y n

-1.6

kedalaman

-1.8

-2

-2.2

-2.4

-2.6 10

15

20

25

30 jarak

35

40

45

50

Gambar 13 Grafik profil pantai A dan

dengan A = - 0,5134

Teknik Pantai Dosen: Dr.Ir.Ahmad Perwira Mulia Tarigan,M.Sc. Mahasiswa: Dhani Aprisal R./07 0404 091

DAFTAR PUSTAKA

Catatan Kuliah Teknik Pantai dengan dosen Dr.Ir.Ahmad Perwira Mulia Tarigan,M.Sc. Praktiko, Widi Agus dkk.1997. Perencanaan Fasilitas Pantai dan Laut.Yogyakarta:BPFE. Triatmodjo,Bambang.1999. Teknik Pantai.Yogyakarta:Beta Offset.