Anda di halaman 1dari 48

PERUBAHAN FISIOLOGI IBU MASA NIFAS & KEBUTUHAN DASAR IBU MASA NIFAS

Diajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah Asuhan Kebidanan III ( Nifas )

Disusun Oleh: Kelompok 2 1. Siti Nurjanah 2. Popy Meilia Anzani 3. Sylvia Sulis 4. Saskia Kusuma Wardhani 5. Irna Purwanti Rahayu 6. Liriana Dita Pramestika 130103100066 130103100067 130103100068 130103100070 130103100073 130103100075

Angkatan VIB PROGRAM STUDI DIPLOMA III FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS PADJADJARAN BANDUNG 2012

KELOMPOK 2

Page 1

KATA PENGANTAR

Pertama-tama puji dan syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT, yang telah memberikan nikmat dan karuniaNya kepada kami untuk menyelesaikan makalah ini tepat pada waktunya. Shalawat serta salam kami curahkan kepada pemimpin umat dan teladan sepanjang hayat Nabi Muhammad SAW, kepada keluarganya, para sahabatnya, tabiiin dan tabiahum, serta umatnya yang senantiasa berusaha untuk mengikuti jejak mulianya. Penyusunan makalah ini bertujuan untuk mengembangkan ilmu dan pengetahuan kami sebagai penyusun, serta dimaksudkan untuk memenuhi tugas mata kuliah ASUHAN KEBIDANAN III ( Nifas ) . Makalah ini diharapkan bisa memberikan manfaat bagi kami dan pembaca yang memerlukan informasi yang terkandung didalamnya serta menjadi sumbangsih dalam pendidikan. Makalah ini berjudul Perubahan Fisiologis Ibu Masa Nifas dan Kebutuhan Dasar Ibu Pada Masa Nifas . Proses penyusunan makalah ini dilakukan dengan kesungguhan sesuai dengan kaidah dan pedoman yang berlaku. Walaupun demikian, kami yakin masih terdapat banyak kekurangan dan kesalahan yang tertuang didalamnya. Oleh karena itu, kami mengharapkan adanya kritik dan saran yang membangun dari para pembaca agar dalam penyusunan selanjutnya dapat dilakukan dengan lebih baik lagi. Akhir kata, semoga Allah SWT senantiasa selalu memberikan petunjuk dan keistiqomahan dalam menjalankan setiap urusan kita, serta memberikan kekuatan dan kesabaran kepada kita semua dalam menghadapi segala tantangan. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua, Amin

Bandung, Maret 2012

Penyusun

KELOMPOK 2

Page 2

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Setelah ibu melahirkan, maka ibu memasuki masa nifas atau yang lazim disebut puerpurium. Masa nifas (puerpurium) ada waktu yang dimulai setelah placenta lahir dan berakhir kira-kira 6 minggu. Akan tetapi seluruh alat kandungan kembali seperti semula (sebelum hamil) dalam waktu kurang lebih 3 bulan. Dimulai dengan kehamilan, persalinan dan dilanjutkan dengan masa nifas merupakan masa yang kritis bagi ibu dan bayinya. Kemungkinan timbul masalah dan penyulit selama masa nifas. Apabila tidak segera ditangani secara efektif akan membahayakan kesehatan, bahkan bisa menyebabkan kematian dan 50% kematian masa nifas terjadi dalam 24 jam pertama. Untuk itu pemberian asuhan kebidanan kepada ibu dalam masa nifas sangat perlu dilakukan yang bertujuan untuk menjaga kesehatan ibu dan bayi, melaksanakan deteksi dini adanya komplikasi dan infeksi, memberikan pendidikan pada ibu serta memberikan pelayanan kesehatan pada ibu dan bayi. Selama masa nifas ibu akan mengalami berbagai perubahan. Perubahan yang terjadi pada masa nifas tidak hanya terjadi secara fisik saja, melainkan juga psikologis atau kejiwaan. Sehingga, pemberian edukasi tentang informasi yang berkaitan dengan masa nifas sangat perlu diberikan pada ibu dalam masa nifas. Setiap masa nifas dapat berkembang menjadi masalah atau komplikasi. Oleh karena itu, pelayanan/asuhan merupakan cara penting untuk memonitor dan mendukung kesehatan ibu nifas normal dan mengetahui secara dini bila ada penyimpangan yang ditemukan dengan tujuan agar ibu dapat melalui masa nifasnya dengan selamat dan bayinya pun sehat.

KELOMPOK 2

Page 3

1.2 Tujuan Tujuan Umum Penyusunan makalah yang berjudul Perubahan Fisiologis Ibu Nifas dan Kebutuhan Dasar Ibu Masa Nifas adalah untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Asuhan Kebidanan Nifas pada semester 4, di program studi D3 Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran

1.2.2 Tujuan Khusus Adapun tujuan khusus dari penyusunan makalah ini adalah : 1. Agar mahasiswa mampu mengetahui dan memahami tentang perubahan sistem reproduksi 2. Agar mahasiswa mampu mengetahui dan memahami tentang perubahan sistem pencernaan 3. Agar mahasiswa mampu mengetahui dan memahami tentang perubahan sistem perkemihan 4. Agar mahasiswa mampu mengetahui dan memahami tentang perubahan sistem muskuloskeletal 5. Agar mahasiswa mampu mengetahui dan memahami tentang perubahan sistem endokrin 6. Agar mahasiswa mampu mengetahui dan memahami tentang perubahan tanda vital 7. Agar mahasiswa mampu mengetahui dan memahami tentang perubahan sistem kardiovaskuler 8. Agar mahasiswa mampu mengetahui dan memahami tentang perubahan sistem hematologi 9. Agar mahasiswa mampu mengetahui dan memahami tentang kebutuhan nutrisi dan cairan ibu masa nifas

KELOMPOK 2

Page 4

10. Agar mahasiswa mampu mengetahui dan memahami tentang ambulasi dini pada ibu nifas 11. Agar mahasiswa mampu mengetahui dan memahami tentang eliminasi pada ibu nifas 12. Agar mahasiswa mampu mengetahui dan memahami tentang kebersihan diri pada ibu nifas 13. Agar mahasiswa mampu mengetahui dan memahami tentang istrahat, seksual, dan latihan/ senam nifas 1.3 Manfaat Dari penyusunan makalah ini, diharapkan mahasiswa dapat mengambil manfaatnya yaitu sebagai seorang bidan, kita dapat memahami bagaimana perubahan fisiologis pada ibu masa nifas dan kebutuhan dasar ibu masa nifas.

KELOMPOK 2

Page 5

BAB II ISI

2.1 Definisi Masa Nifas Masa nifas (puerperium) adalah masa setelah plasenta lahir dan berakhir ketika alat-alat kandungan kembali seperti keadaan sebelum hamil. Masa nifas berlangsung selama kira-kira 6 minggu (Abdul Bari. S, dkk, 2002)

A. Pembagian Masa Nifas


Nifas dibagi dalam 3 periode :

1) Puerperium dini, yaitu kepulihan dimana ibu telah diperbolehkan


berdiri dan berjalan-jalan. Dalam agama Islam dianggap telah bersih dan boleh bekerja setelah 40 hari.

2) Puerperium intermedial, yaitu kepulihan menyeluruh alat-alat


genitalis yang lamanya 6 8 minggu.

3) Remote puerperium, waktu yang diperlkan untuk pulih dan sehat


sempurna terutama bila selama hamil atau waktu persalinan mempunyai komplikasi.

2.1 Perubahan Fisiologis Masa Nifas Pada Sistem Reproduksi Perubahan alat-alat genital baik interna maupun eksterna kembali seperti semula seperti sebelum hamil disebut involusi. Bidan dapat membantu ibu untuk mengatasi dan memahami perubahan-perubahan seperti: 1. Involusi uterus. 2. Involusi tempat plasenta. 3. Perubahan ligamen. 4. Perubahan serviks. 5. Lochia. 6. Perubahan vulva, vagina dan perineum.

KELOMPOK 2

Page 6

2.1.1

Involusi Uterus ( pengerutan rahim ) Involusi uterus atau pengerutan uterus merupakan suatu proses dimana

uterus kembali ke kondisi sebelum hamil. Dengan involusi uterus ini, lapisan luar dari desidua yang mengelilingi situs plasenta akan menjadi neurotic ( layu/ mati ). Perubahan ini dapat diketahui dengan melakukan pemeriksaan palpasi untuk meraba dimana TFU nya . 1) Pada saat bayi lahir, fundus uteri setinggi pusat dengan berat 1000 gram. 2) Pada akhir kala III ,TFU teraba 2 jari dibawah pusat. 3) Pada 1 minggu postpartum, TFU teraba pertengahan pusat simpisis dengan berat 500 gram. 4) Pada 2 minggu post partum, TFU teraba diatas simpisis dengan berat 350 gram. 5) Pada 6 minggu post partum, fundus uteri mengecil ( tak teraba ) dan berat 50 gram.

Ada juga yang mengatakan bahwa ukuran uterus pada masa nifas akan mengecil seperti sebelum hamil. Perubahan-perubahan normal pada uterus selama postpartum adalah sebagai berikut: Involusi Uteri Plasenta lahir 7 hari (minggu 1) Tinggi Fundus Uteri Setinggi pusat Pertengahan simpisis 14 hari (minggu 2) Tidak teraba 6 minggu Normal 350 gram 60 gram 5 cm 2,5 cm pusat Berat Uterus Diameter Uterus 1000 gram dan 500 gram 12,5 cm 7,5 cm

KELOMPOK 2

Page 7

Dibawah ini dapat dilihat perubahan tinggi fundus uteri pada masa nifas.

Gambar. Tinggi fundus uteri pada masa nifas

Perubahan ini berhubungan erat dengan perubahan miometrium yang bersifat proteolisis. Proses involusi uterus adalah sebagai berikut: 1. Iskemia Miometrium Hal ini disebabkan oleh kontraksi dan retraksi yang terus menerus dari uterus setelah pengeluaran plasenta sehingga membuat uterus menjadi relatif anemi dan menyebabkan serat otot atrofi. 2. Atrofi jaringan Atrofi jaringan terjadi sebagai reaksi penghentian hormon esterogen saat pelepasan plasenta. 3. Autolysis Merupakan proses penghancuran diri sendiri yang terjadi di dalam otot uterus. Enzim proteolitik akan memendekkan jaringan otot yang telah mengendur hingga panjangnya 10 kali panjang sebelum hamil dan lebarnya 5 kali lebar sebelum hamil yang terjadi selama kehamilan. Hal ini disebabkan karena penurunan hormon estrogen dan progesteron. 1. Efek Oksitosin Oksitosin menyebabkan terjadinya kontraksi dan retraksi otot uterus sehingga akan menekan pembuluh darah yang mengakibatkan berkurangnya suplai darah ke uterus. Proses ini membantu untuk

KELOMPOK 2

Page 8

mengurangi situs atau tempat implantasi plasenta serta mengurangi perdarahan.

2.1.2 Involusi Tempat Plasenta Uterus pada bekas implantasi plasenta merupakan luka yang kasar dan menonjol ke dalam kavum uteri. Segera setelah plasenta lahir, dengan cepat luka mengecil, pada akhir minggu ke-2 hanya sebesar 3-4 cm dan pada akhir nifas 1-2 cm. Penyembuhan luka bekas plasenta khas sekali. Pada permulaan nifas bekas plasenta mengandung banyak pembuluh darah besar yang tersumbat oleh thrombus. Luka bekas plasenta tidak meninggalkan parut. Hal ini disebabkan karena diikuti pertumbuhan endometrium baru di bawah permukaan luka. Regenerasi endometrium terjadi di tempat implantasi plasenta selama sekitar 6 minggu. Pertumbuhan kelenjar endometrium ini berlangsung di dalam decidua basalis. Pertumbuhan kelenjar ini mengikis pembuluh darah yang membeku pada tempat implantasi plasenta hingga terkelupas dan tak dipakai lagi pada pembuangan lokia.

2.1.2

Lokhea Lokhea adalah ekskresi cairan rahim selama masa nifas. Lokhea mengandung darah dan sisa jaringan desidua yang nekrotik dari dalam uterus. Lokhea mempunyai reaksi basa/ alkalis yang dapat membuat organisme berkembang lebih cepat daripada kondisi asam yang ada pada vagina normal. Lokhea berbau amis atau anyir dengan volume yang berbeda-beda pada setiap wanita. Lokhea yang berbau tidak sedap menandakan adanya infeksi. Lokhea mempunyai perubahan warna dan volume karena adanya proses involusi.

KELOMPOK 2

Page 9

Lokhea dibedakan menjadi 3 jenis berdasarkan warna dan waktu keluarnya. 1. Lokhea rubra / merah Lokhea ini keluar pada hari pertama sampai hari ke-4 masa pospartum. Cairan yang keluar berwarna merah karena terisi darah segar, jaringan sisa-sisa plasenta, dinding rahim, lemak bayi, lanugo, dan mekonium.

2. Lokhea sanguinolenta Lokhea ini berwarna merah kecoklatan dan berlendir, serta berlangsung dari hari ke 4 sampai hari ke 7 postpartum.

3. Lokhea serosa Lokhea ini berwarna kuning kecoklatan karena mengandung serum, leukosit, dan robekan atau laserasi plasenta. Keluar pada hari ke 7 sampai hari ke 14.

4. Lokhea alba / putih Lokhea ini mengandung leukosit, sel desidua, sel epitel, selaput lendir serviks, dan serabut jaringan yang mati. Lokhea alba ini dapat berlangsung selama 2-6minggu post partum. Lokhea yang menetap pada awal periode postpartum menunjukkan adanya tanda perdarahan sekunder yang mungkin disebabkan oleh tertinggalnya sisa atau selaput plasenta. Lokhea alba atau serosa yang berlanjut dapat menandakan adanya endometritis, terutama bila disertai dengan nyeri pada abdomen dan demam. Bila terjadi infeksi, akan keluar cairan ananh berbau busuk yang disebut dengan lokhea purulenta. Pengeluaran lokhea yang tidak lancar disebut lokhea statis.

KELOMPOK 2

Page 10

2.1.4 Perubahan pada serviks Perubahan yang terjadi pada serviks ialah bentuk serviks agak terbuka seperti corong, segera setelah bayi lahir. Bentuk ini disebabkan oleh corpus uteri yang dapat mengadakan kontraksi, sedangkan serviks tidak berkontraksi sehingga seolah-olah pada perbatasan antara korpus dan serviks berbentuk semacam cincin. Serviks berwarna merah kehitaman karena penuh dengan pembuluh darah. Konsistensinya lunak, kadang kadang terdapat laserasi atau perlukaan kecil. Karena robekan yang terjadi selama berdilatasi maka serviks tidak akan pernah kembali lagi ke keadaaan seperti sebelum hamil. Muara serviks yang berdilatasi sampai 10 cm sewaktu persalinan akan menutup secara perlahan dan bertahap. Setelah bayi lahir, tangand apat masuk ke dalam rongga rahim. Setelah 2 jam, hanya dapat dimasuki 2-3 jari. Pada minggu ke-6 pospartum, serviks sudah menutup kembali.

2.1.5

vulva dan vagina Vulva dan vagina mengalami penekanan, serta peregangan yang

sangat besar selama proses melahirkan bayi. Dalam beberapa hari pertama sesudah proses tersebut, kedua organ ini tetap dalam keadaan kendur. Setelah 3 minggu vulva dan vagina kembali pada keadaan tidak hamil dan rugae dalam vagina secara berangsur-angsur akan muncul kembali, sementara labia menjadi lebih menonjol. Pada masa nifas, biasanya terdapat luka luka jalan lahir. Luka pada vagina umumnya tidak seberapa luas dan akan sembuh secara perpriman (sembuh dengan sendirinya), kecuali terdapat infeksi. Infeksi mungkin menyebabkan

selulitis yang dapat menjalar sampai terjadi sepsis.

KELOMPOK 2

Page 11

2.1.6

Perinium Segera setelah melahirkan, perinium menjadi kendur karena sebelumnya teregang oleh tekanan bayi yang bergerak maju. Pada post natal hari ke 5, perinium sudah mendapatkan kembali sebagian tonusnya, sekalipun tetap lebih kendur daripada keadaan sebelum hamil.

2.2 Perubahan Sistem Pencernaaan Biasanya ibu mengalami obstipasi setelah melahirkan anak. Hal ini disebabkan karena pada waktu melahirkan alat pencernaan mendapat tekanan yang menyebabkan colon menjadi kosong, pengeluaran cairan yang berlebihan pada waktu persalinan (dehidrasi), kurang makan , haemorroid, laserasi jalan lahir. Supaya buang air besar kembali teratur dapat diberikan diit atau makanan yang mengandung serat dan pemberian cairan yang cukup. Bila usaha ini tidak berhasil dalam waktu 2 atau 3 hari dapat ditolong dengan pemberian huknah atau gliserin spuit atau diberikan obat laksan yang lain.

2.3 Perubahan Sistem Perkemihan Hendaknya buang air kecil dapat dilakukan sendiri secepatnya. Kadangkadang puerperium mengalami sulit buang air kecil, karena sfingter uretra ditekan oleh kepala janin dan spasme oleh iritasi muskulus sphingter ani selama persalinan, juga oleh karena adanya edema kandung kemih yang terjadi selama persalinan. Kadang-kadang oedema dari trigonium menimbulkan obstruksi dari uretra sehingga sering terjadi retensio urine. Kandung kemih dalam puerperium sangat kurang sensitive dan kapasitasnya bertambah, sehingga kandung kemih penuh atau sesudah buang air kecil masih masih tertinggal urine residual (normal +15cc). Sisa urine dan trauma pada kandung kencing waktu persalinan memudahkan terjadinya infeksi. Dilatasi reter dan pyelum normal kembali dalam waktu 2 minggu. Urine biasanya berlebihan (poliurie) antara hari kedua dan kelima, hal ini disebabkan karena kelebihan cairan sebagai akibat retensi air dalam kehamilan dan sekarang dikeluarkan.

KELOMPOK 2

Page 12

Kadang-kadang hematuri akibat proses katalitik involusi. Acetonurie terutama setelah partus yang sulit dan lama yang disebabkan pemecahan karbohidrat yang banyak, karena kegiatan otot-otot rahim dan karena kelaparan. Proteinurine akibat dari autolisis sel-sel otot.

2.4 Perubahan Sistem Muskuloskeletal Otot-otot uterus berkontraksi segera setelah partus. Pembuluh-pembuluh darah yang berada diantara anyaman oto-otot uterus akan terjepit. Proses ini akan menghentikan perdarahan . Ligamen, fasia, dan diafragma pelvis yang meregang pada waktu persalinan, setelah bayi lahir, secara berangsur-angsur menjadi ciut dan pulih kembali sehingga tidak jarang uterus jatuh ke belakang dan menjadi retrofleksi, karena ligamen rotundum menjadi kendor. Stabilisasi secara sempurna terjadi pada 6-8 minggu setelah persalinan. Sebagai akibat putusnya serat-serat elastik kulit dan distensi yang berlangsung lama akibat besarnya uterus pada saat hamil, dinding abdomen masih lunak dan kendur untuk sementara waktu. Pemulihan dibantu dengan latihan.

2.5 Perubahan Endokrin Sistem endokrin terdiri dari sekelompok organ (kadang disebut sebagai kelenjar sekresi internal), yang fungsi utamanya adalah menghasilkan dan melepaskan hormon-hormon secara langsung ke dalam aliran darah. Hormon berperan sebagai pembawa pesan untuk mengkoordinasikan kegiatan berbagai organ Organ utama dari sistem endokrin adalah: 1) Hipotalamus 2) kelenjar hipofise 3) kelenjar tiroid 4) kelenjar paratiroid 5) pankreas 6) kelenjar adrenal tubuh.

KELOMPOK 2

Page 13

7) buah zakar 8) indung telur. Selama kehamilan, plasenta juga bertindak sebagai suatu kelenjar endokrin. Hipotalamus melepaskan sejumlah hormon yang merangsang hipofisa, beberapa diantaranya memicu pelepasan hormon hipofisa dan yanglainnya menekan pelepasan hormon hipofisa. Kelenjar hipofisa kadang disebut kelenjar penguasa karena hipofisa mengkoordinasikan berbagai fungsi dari kelenjar endokrin lainnya. Beberapa hormon hipofisa memiliki efek langsung, beberapa lainnya secara sederhana mengendalikan kecepatan pelepasan hormon oleh organ lainnya. Hipofisa mengendalikan kecepatan pelepasan hormonnya sendiri melalui mekanisme umpan balik, dimana kadar hormon endokrin lainnya dalam darah memberikan sinyal kepada hipofisa untuk memperlambat atau mempercepat pelepasan hormonnya. Tidak semua kelenjar endokrin berada dibawah kendali hipofisa; beberapa diantaranya memberikan respon, baik langsung maupun tidak langsung, terhadap konsentrasi zat-zat di dalam darah. sel-sel penghasil insulin pada pankreas sel-sel memberikan paratiroid respon terhadap respon gula dan kalsium asam dan lemak fosfat

memberikan

terhadap

medulla adrenal (bagian dari kelenjar adrenal) memberikan respon terhadap perangsangan langsung dari sistem saraf parasimpatis. Banyak organ yang melepaskan hormon atau zat yang mirip hormon, tetapi biasanya tidak disebut sebagai bagian dari sistem endokrin. Beberapa organ ini menghasilkan zat-zat yang hanya beraksi di tempat pelepasannya, sedangkan yang lainnya tidak melepaskan produknya ke dalam aliran darah. Contohnya, otak menghasilkan berbagai hormon yang efeknya terutama terbatas pada sistem saraf. Setelah melahirkan, sistem endokrin kembali kepada kondisi seperti sebelum hamil. Hormon kehamilan mulai menurun segera setelah plasenta keluar. Turunnya estrogen dan progesteron menyebabkan peningkatan prolaktin dan menstimulasi air susu. Perubahan fisioligis yang terjadi pada wanita setelah melahirkan melibatkan perubahan yang progresif atau pembentukan jaringanjaringan baru. Selama proses kehamilan dan persalinan terdapat perubahan pada

KELOMPOK 2

Page 14

sistem endokrin, terutama pada hormon-hormon yang berperan dalam proses tersebut. 1. Hormon plasenta Hormon plasenta menurun dengan cepat setelah persalinan. Human Chorionic Gonadotropin (HCG) menurun dengan cepat dan menetap sampai 10% dalam 3 jam hingga hari ke-7 postpartum dan sebagai onset pemenuhan mamae pada hari ke-3 postpartum.

2. Hormon pituitary Prolaktin darah meningkat dengan cepat, pada wanita tidak menyusui menurun dalam waktu 2 minggu. FSH dan LH meningkat pada fase konsentrasi folikuler pada minggu ke-3, dan LH tetap rendah hingga ovulasi terjadi.

3. Hipotalamik Pituitary Ovarium Untuk wanita yang menyusui dan tidak menyusui akan mempengaruhi lamanya ia mendapatkan menstruasi. Seringkali menstruasi pertama itu bersifat anovulasi yang dikarenakan rendahnya kadar estrogen dan progesteron. Diantara wanita laktasi sekitar 15% memperoleh menstruasi selama 6 minggu dan 45% setelah 12 minggu. Diantara wanita yang tidak laktasi 40% menstruasi setelah 6 minggu, 65% setelah 12 minggu dan 90% setelah 24 minggu. Untuk wanita laktasi 80% menstruasi pertama anovulasi dan untuk wanita yang tidak laktasi 50% siklus pertama an ovulasi.

4. Kadar Estrogen Setelah persalinan, terjadi penurunan kadar estrogen y6ang bermakna sehingga aktivitas prolaktin yang juga sedang meningkat dapat mempengaruhi kelenjar mamae dalam menghasilkan ASI.

KELOMPOK 2

Page 15

2.6 Perubahan Tanda-Tanda Vital Pada ibu pascapersalinan, terdapat beberapa perubahan tanda-tanda vital sebagai berikut: 1) Suhu Badan 24 jam post partum suhu badan akan naik sedikit , C 8C)

sebagai akibat kerja keras waktu melahirkan, kehilangan cairan dan kelelahan, apabila keadaan normal suhu badan akan biasa lagi. Pada hari ketiga suhu badan akan naik lagi karena ada pembentukan ASI, buah dada menjadi bengkak, berwarna merah karena banyaknya ASI bila suhu tidak turun kemungkinan adanya infeksi pada endometrium, mastitis, traktus urogenitalis atau sistem lain. Kita anggap nifas terganggu kalau ada demam lebih dari 38OC pada 2 hari berturutturut pada 10 hari yang pertama post partum, kecuali hari pertama dan suhu harus diambil sekurang-kurangnya 4x sehari.

2) Nadi Denyut nadi normal pada orang dewasa 60-80 kali permenit. Sehabis melahirkan biasanya denyut nadi itu akan lebih cepat. Setiap denyut nadi yang melebihi 100 adalah abnormal dan hal ini mungkin disebabkan oleh infeksi atau perdarahan postpartum yang tertunda. Sebagian wanita mungkin saja memiliki apa yang disebut bradikardi nifas (puerperal bradycardia). Hal ini terjadi segera setelah kelahiran dan bisa berlanjut sampai beberapa jam setelah kelahiran anak. Wanita semacam ini bisa memiliki angka denyut jantung serendah 40-50 detak per menit. Sudah banyak alasan - alasan yang diberikan sebagai kemungkinan peyebab, tetapi belum satupun yang sudah terbukti. Bradycardia semacam itu bukanlah satu alamat atau indikasi adanya penyakit, akan tetapi sebagai satu tanda keadaan kesehatan.

KELOMPOK 2

Page 16

3) Tekanan Darah Biasanya tidak berubah, kemungkinan tekanan darah akan rendah setelah ibu melahirkan karena ada perdarahan. Tekanan darah tinggi pada postpartum dapat menandakan terjadinya preeklampsi

postpartum.

4) Pernafasan Keadaan pernafasan selalu berhubungan dengan keadaan suhu dan denyut nadi. Apabila suhu dan denyut nadi tidak normal pernafasan juga akan mengikutinya kecuali ada gangguan khusus pada saluran pernafasan.

2.7 Perubahan Sistem Kardiovaskuler Selama kehamilan, volume darah normal digunakan untuk menampung aliran darah yang meningkat yang di perlukan oleh plasenta dan pembuluh darah uteri. Penarikan kembali estrogen menyebabkan diuresis yang terjadi secara cepat sehingga mengurangi volume plasenta kembali ke proporsi normal. Aliran ini terjadi dalam 2-4 jam pertama setelah kelahiran bayi. Selama masa ini, ibu mengeluarkan banyak sekali jumlah urine. Hilangnya pengesteran membantu mengurangi retensi cairan yang melekat dengan meningkatnya vaskuler pada jaringan tersebut selama kehamilan bersama-sama dengan trauma masa persalinan. Pada persalinan pervaginam kehilangan darah sekitar 200-500 ml. Bila kelahiran melalui section caesaria kehilangan darah dapat dapat dua kali lipat. Perubahan terdiri dari volume darah dan hemokonsentrasi..

Setelah melahirkan shunt akan hilang dengan tiba-tiba. Volume darah ibu relatif akan bertambah. Keadaan ini akan menimbulkan beban pada jantung dan dapat menimbulkan dekompensasi kodis pada penderita vitium cordia. Untuk keadaan ini dapat diatasi dengan mekanisme kompensasi dengan timbulnya

haemokonsentrasi sehingga volume darah kembali seperti sediakala. Umumnya hal ini terjadi pada hari ke tiga sampai lima hari post Partum.

KELOMPOK 2

Page 17

2.8 Perubahan Hematologi Selama minggu-minggu terakhir kehamilan, kadar fibrinogen dan plasma serta faktor-faktor pembekuan darah meningkat. Pada hari pertama postpartum, kadar fibrinogen dan plasma akan sedikit menurun tetapi darah lebih mengental dengan peningkatan viskositas sehingga meningkatkan faktor pembekuan darah. Leukositosis yang meningkat dimana jumlah sel darah putih dapat mencapai 15000 selama persalinan akan tetap tinggi dalam beberapa hari pertama dari masa postpartum. Jumlah sel darah putih tersebut masih bisa naik lagi sampai 25000 atau 30000 tanpa adanya kondisi patologis jika wanita tersebut mengalami persalinan lama. Jumlah hemoglobine, hematokrit dan erytrosyt akan sangat bervariasi pada awal-awal masa postpartum sebagai akibat dari volume darah, volume plasenta dan tingkat volume darah yang berubah-ubah. Semua tingkatan ini akan dipengaruhi oleh status gizi dan hidrasi wanita tersebut. Kira-kira selama kelahiran dan masa post partum terjadi kehilangan darah sekitar 200-500 ml. Penurunan volume dan peningkatan sel darah pada kehamilan diasosiasikan dengan peningkatan hematokrit dan hemoglobine pada hari ke 3 - 7 postpartum dan akan kembali normal dalam 4 - 5 minggu postpartum.

Perubahan komponen darah Pada masa nifas terjadi perubahan komponen darah, misalnya jumlah sel darah putih akan bertambah banyak. Jumlah sel darah merah dan Hb akan berfluktruasi, namun dalam 1 minggu pasca persalinan biasanya semuanya akan kembali pada keadaan semula. Curah jantung atau jumlah darah yang dipompa oleh jantung akan tetap tinggi pada awal masa nifas dan dalam 2 minggu akan kembali pada keadaan normal.

2.9 Perawatan Pasca Persalinan 1. Mobilisasi Setelah persalinan ibu harus beristirahat , tidur terlentang selama 8 jam, kemudian boleh miring-miring ke kanan dan ke kiri untuk mencegah terjadinya trombosis dan tromboemboli. Pada hari kedua

KELOMPOK 2

Page 18

diperbolehkan duduk, hari ketiga jalan-jalan, dan hari keempat/ kelima sudah diperbolehkan pulang. 2. Makanan harus bermutu, bergizi, dan cukup kalori. Sebaiknya makan makanan yang mengandung protein, banyak cairan, sayursayuran dan buah-buahan. 3. Hendaknya kencing dapat dilakukan sendiri secepatnya. Kadangkadang wanita mengalami sulit kencing, karena sfingter uretra ditekan oleh kepala janin dan spasme oleh iritasi musculus sfingter ani selama persalinan, juga oleh karena adanya edema kandung kemih yang terjadi selama persalinan. 4. Buang air besar harus dilakukan 3-4 hari pascpersalinan. 5. Perawatan payudara telah dimulai sejak wanita hamil supaya puting susu lemas, tidak keras, dan kering sebagai persiapan untuk menyusui bayinya. 6. Untuk menghadapi masa laktasi sejak dari kehamilan telah terjadi perubahan- perubahan pada kelenjar mammae yaitu: Proliferasi kelenjar- kelenjar, alveoli dan jaringan lemak bertambah. Keluaran cairan susu jolong dari duktus laktiferus disebut colostrum berwarna kuning- putih susu. Hipervaskularisasi pada permukaan dan bagian dalam, dimana vena- vena berdilatasi sehingga tampak jelas. Setelah persalinan, pengaruh supresi estrogen dan

progesteron hilang.

Maka timbul

pengaruh hormon

laktogenik (LH) atau prolaktin yang akan merangsang air susu. Di samping itu, pengaruh oksitosin menyebabkan mioepitel kelenjar susu berkontraksi sehingga air susu keluar. Produksi akan banyak sesudah 2-3 hari

pascapersalinan.

KELOMPOK 2

Page 19

7. Cuti hamil dan bersalin menurut undang- undang bagi wanita pekerja berhak mengambil cuti hamil dan bersalin selama 3 bulan, yaitu satu bulan sebelum bersalin ditambah dua bulan setelah persalinan.

2.10 Laktasi Dapat diartikan dengan pembentukan dan pengeluaran air susu ibu. Untuk menghadapi masa laktasi (menyusukan) sejak dan kehamilan telah teijadi perubahan-perubahan pada kelenjar mamae yaitu:Proliferasi janingan pada kelenjar-keleujar, alveoli, dan jaringan lunak bertambah. Keluar cairan susu jolong dan ductus laktiferus disebut colostrum, berwarna kuning-putih susu. Hipervaskulanisasi pada permukan dan bagian dalam, dimana vena-vena berdilatasi sehingga tampak jelas. Setelah persalinan, pengaruh supresi astrogen dan progesteron akan hilang. Maka timbul pengaruh hormon laktogonik (LH) atau prolaktin yang akan merangsang air susu. Disamping itu, pengaruh oksitosin menyebabkan mioepitel kelenjar susu berkontraksi, sehingga air susu keluar. Produksi akan banyak sesudah 2-3 hari pasca persalinan.

A. Fisiologi Laktasi Selama masa kehamilan, hormon estrogen dan progesteron menginduksi perkembangan alveoli dan duktus lactiferous di dalam payudara, serta merangsang produksi kolostrum. Produksi ASI tidak berlangsung sampai masa sesudah kelahiran bayi ketika kadar hormon estrogen menurun. Penurunan kadar estrogen ini memungkinkan naiknya kadar prolaktin dan produksi ASI. Produksi prolaktin yang berkesinambungan disebabkan oleh menyusunya bayi pada payudara ibu. Pelepasan asi dibawah kendali neuroendokrin. Rangsangan sentuhan pada payudara (bayi menghisap) akan merangsang produksi oksitosin yang menyebabkan kontraksi sel-sel mioepithel. Proses ini disebut sebagairefleks prolaktin atau milk production reflect yang membuat asi tersedia bagi bayi. Dalam hari-hari dini laktasi refleks ini tidak pengaruhi oleh keadaan emosi

KELOMPOK 2

Page 20

ibu. Nantinya, refleks ini dapat dihambat oleh keadaan emosi ibu bila ia merasa takut, lelah, malu, merasa tidak pasti, atau bila merasakan nyeri. Hisapan bayi memicu pelepasan asi dari alveolus mamae melalui duktus ke sinus lactiferous. Hisapan merangsang produksi oksitosin oleh kelenjar hipofisis posterior. Oksitosin memasuki darah dan menyebabkan kontraksi sel-sel khusus (sel-sel mio epithel) yang mengelilingi alveolus mamae dan duktus lactiferous. Kontraksi sel-sel khusus ini mendorong ASI keluar dari alveoli melalui ductus lactiferous menusju sinis lactiferous tempat ASI akan disimpan. Pada saat bayi menghisap, ASI di dalam sinus tertekan keluar, kemulut bayi. Gerakan ASI dalam sinus ini dinamakan let down reflect atau pelepasan. Pada akhirnya, let down dapat dipacu tanpa rangsangan hisapan. Pelepasan dapat terjadi bila ibu mendengar bayi menangis atau sekedar memikirkan tentang bayinya.

Hal-hal yang dapat meningkatkan oksitosin, antara lain: 1. Ibu dalam keadaan tenang 2. Mencium dan mendengarkan celotehan bayi atau tangisannya. 3. Melihat dan memikirkan bayinya dengan perasaan kasih sayang 4. Ayah menggendong bayi dan diberikan kepada ibu saat akan menyusui dan menyendawakannya. 5. Ayah menggantikan popok dan memandikannya 6. Ayah bermain, menggendong, mendendangkan nyanyian, membantu pekerjaan rumah tangga. 7. Ayah memijat bayi.

Hal-hal yang dapat mengurangi produksi oksitosin, antara lain: 1. Ibu merasa takut jika menyusui akan merusak bentuk payudara 2. Ibu bekerja 3. Ibu merasa khawatir produksi asinya tidak cukup 4. Ibu merasa kesakitan, saat menyusui 5. Ibu merasa sedih, cemas, kesal, dan bingung

KELOMPOK 2

Page 21

6. Ibu merasa malu untk menyusui 7. Suami atau keluarga kurang mendukung dan mengerti ASI Pelepasan penting sekali bagi pemberian ASI yang baik. Tanpa pelepasan, bayi dapat menghisap terus menerus, tetapi hanya memperoleh sebagian dari ASI yang tersedia dan tersimpan didalam payudara.bila pelepasan gagal terjadi berulang kali dan payudara berulang kali tidak dikosongkan pada waktu pemberian ASI, refleks ini akan berhenti berfungsi dan laktasi akan berhenti.

Cairan pertama yang diperoleh bayi dari ibunya sesudah dilahirkan adalah kolostrum yang yang kaya mengandung akan protein,

campuran

mineral, dan anti body. ASI mulai ada kira-kira pada hari ketiga atau keempat setelah kelahiran bayi dan kolostrum berubah menjadi ASI yang matur kirakira 15 hari sesudah bayi lahir. Bila ibu menyusui bayi setelah lahir dan bayi diperbolehkan sering menyusu maka proses produksi ASI akan meningkat. Colostrum Elandula mammae sudah mulai mengeluarkan kolostrum pada bulan ke 3 kahmilan, kolostrum akan diproduksi terus sampai 2 3 hari post partum antibody dengan jelas dapat dibuktikan didalam kolostrum. ASI dan pengeluaran ASI disebut juga bentuk matur dari kolostrum selama 5 hari post partum, setelah persalinan pengaruh estrogen dan progesterone hilang, maka timbul pengaruh dari laktogen dan hormone yang merangsang produksi air susu disamping timbul juga pengaruh hormone oksitosin yang menyebabkan miopitel kelenjar susu berkontraksi sehingga keluar air susu atau milk injection, hisapan bayi pada putting susu merupakan rangsangan psikis yang secara reflektosis mengakibatkan oksitosin dikeluarkan oleh hipofise anterior.

KELOMPOK 2

Page 22

Faktor faktor yang mempengaruhi laktasi Faktor anatomis, makanan atau diet, cairan yang dikonsumsi, istirahat, isapan bayi, obat obatan dan psikologis ibu. Produksi ASI bertambah sesuai dengan kebutuhan bayi dan pada umumnya ASI bertambah jika ibu dalam keadaan normal.

Teknik menyusui 1. Posisi menyusui Cara meyusui yang tergolong biasa dilakukan adalah dengan duduk berdiri atau berbaring, ada posisi khusus yang berkaitan dengan situasi apabila ibu pasca operasi Caesar yaitu bayi diletakkan disamping kepala ibu dengan kaki diatas. Menyusui bayi kembar dilakukan dengan cara seperti memegang bola, kedua bayi disusui bersamaan dengan payudara kiri dan kanan pada ASI yang memancar bayi ditengkurapkan di atas dada ibu dengan ibu sedikit menahan kepala bayi, dengan posisi ini maka bayi tidak akan tersedak. 2. Langkah langkah menyusui a) Sebelum menyusui ASI dikeluarkan sedikit kemudian dioleskan pada putting susu dan areola sekitarnya, sebagai disinfeksi dan menjaga kelembaban puting. b) Bayi diletakkan menghadap perut ibu atau payudara. c) Ibu duduk atau berbaring santai, bila duduk lebih baik menggunakan kursi yang rendah agar kaki ibu tidak tergantung dan punggung ibu bersandar pada sandaran kursi. d) Bayi dipegang dengan satu tangan, kepala bayi terletak pada lengkung siku ibu dan bokong bayi terletak pada lengan. Kepala bayi tidak boleh tertengadah dan bokong bayi ditahan dengan telapak tangan ibu. e) Satu tangan bayi diletakkan dibelakang badan ibu dan yang satu didepan. f) Perut bayi menempel badan ibu, kepala bayi menghadap payudara. g) Telinga dan lengan bayi terletak pada satu garis lurus.

KELOMPOK 2

Page 23

h) Ibu menatap bayi dengan kasih sayang. i) Payudara ibu dipegang dengan ibu jari diatas dan jari yang lain mneopang dibawah, jangan menekan puting susu atau areola saja. j) Bayi diberi rangsangan untuk membuka mulut (Rooting reflect) dengan cara menyentuh pipi dengan puting susu atau menyentuh sisi mulut bayi. k) Setelah bayi membuka mulut dengan cepat kepala bayi didekatkan ke payudara ibu dengan puting serta areola dimasukkan ke mulut bayi, usahakan sebagian besar areola dapat masuk ke dalam mulut bayi sehingga puting susu berada di bawah langit langit dan lidah bayi akan menekan ASI keluar dari tempat penampunganASI yang terletak di bawah areola. l) Setelah bayi mulai menghisap payudara tidak perlu dipagang atau disangga lagi.

A.

Nutrisi dan Cairan Kualitas dan jumlah makanan yang dikonsumsi akan sangat memengaruhi

produksi ASI. Ibu menyusui harus mendapatkan tambahan zat makanan sebesar 800 kkal yang digunakan untuk memproduksi ASI dan untuk aktivitas ibu sendiri. Pemberian ASI sangat penting karena ASI adalah makanan utama bayi. Dengan ASI, bayi akan tumbuh sempurna sebagai manusia yang sehat, bersifat lemah lembut, dan mempunyai IQ yang tinggi. Hal ini disebabkan karena ASI mengandung asam dekosa heksanoid (DHA). Bayi yang diberi ASI secara bermakna akan mempunyai IQ yang lebih tinggi dibandingkan dengan bayi yang hanya diberi susu bubuk. Selama menyusui, ibu dengan status gizi baik rata-rata memproduksi ASI sekitar 800 cc yang mengandung sekitar 600 kkal, sedangkan pada status gizi kurang biasanya memproduksi kurang dari itu. Walaupun demikian, status gizi tidak berpengaruh besar terhadap mutu ASI, kecuali volumenya.

KELOMPOK 2

Page 24

1. Energi Penambahan kalori sepanjang 3 bulan pertama pasca partum mencapai 500 kkal. Rekomendasi ini berdasarkan pada asumsibahwa tiap 100 cc ASI berkemampuan memasok 67-77 kkal. Efisiensi konversi energi yang terkandung dalam makanan menjadi energi susu sebesar rata-rata 80% dengan kisaran 76-94% sehingga dapat diperkirakan besaran energi yang diperlukan untuk menghasilkan 100 cc susu sekitar 85 kkal. Rata-rata produksi ASI sehari 800 cc yang berarti mengandung 600 kkal. Sementara itu, kalori yang dihabiskan untuk menghasilkan ASI sebanyak itu adalah 750 kkal. Jika laktasi berlangsung selama lebih dari 3 bulan, selama itu pula berat badan ibu akan menurun, yang berarti jumlah kalori tambahan harus ditingkatkan. Sesungguhnya, tambahan kalori tersebut hanya sebesar 700 kkal, sementara sisanya (sekitar 200 kkal) diambil dari cadangan indogen, yaitu timbunan lemak selama hamil. Mengingan efisiensi konversi hanya 80-90% maka energi dari makanan yang dianjurkan (500 kkal) hanya akan menjadi energi ASI sebesar 400-450 kkal. Untuk menghasilkan 850 cc ASI, dibutuhkan energi 680-807 kkal (rata-rata 750 kkal) energi. Jika ke dalam diet tetap ditambahkan 500 kkal, yang terkonversi hanya 400-450 kkal, berarti setiap hari harus dimobilisasi cadangan energi indogen sebesar 300-350 kkal yang setara dengan 33-38 gram lemak. Dengan demikian, simpanan lemak selam hamil sebanyak 4 kg atau setara 36.000 kkal akan habis setelah 105-121hari atau sekitar 3-4 bulan. Penghitungan ini sekaligus menguatkan pendapar bahwa dengan memberikan ASI, berat badan ibu akan kembali normal dengan cepat dan menepis isu bahwa menyusui bayi akan membuat badan ibu menjadi tambun.

2. Protein Selama menyusui, ibu mebutuhkan tambahan protein diatas normal sebesar 20 gram/hari. Dasar ketentuan ini adalah tiap 100 cc ASI mengandung 1,2 gram protein. Dengan demikian, 830 cc ASI mengandung 10 gram protein. Efisiensi konversi protein makanan menjadi protein susu

KELOMPOK 2

Page 25

hanya 70% (dengan variasi perorangan). Peningkatan kebutuhan ini ditujukkan bukan hanya untuk transformasi menjadi protein susu, tetapi juga untuk sisntesis hormon yang memproduksi (prolaktin), serta yang mengeluarkan ASI (oksitosin). Selain kedua nutrisi tersebut, ibu menyusui juga dianjurkan untuk mendapatkan tambahan asupan dari nutrisi lain. Berikut ini adalah perbandingan tambahan nutrisi ibu menyusui pada wanita Asia dan Amerika. NO 1 2 3 4 5 6 7 NUTRISI Kalsium Zat Besi Vitamin C Vitamin B-1 Vitamin B-2 Vitamin B-12 Vitamin D WANITA ASIA 0,5-1 gram 20 mg 100 mg 1,3 mg 1,3 mg 2,6 mikrogram 10 mikrogram WANITA AMERIKA 400 mg 30-60 mg 40 mg 0,5 mg 0,5 mg 1 mikrogram 5 mikrogram

Selain nutrisi tersebut ibu menyusui juga dianjurkan makan makanan yang mengandung asam lemak Omega 3 yang banyak terdapat dalam ikan kakap, tongkol, lemuru. Asam ini akan diubah menjadi DHA yang akan dikeluarkan melalui ASI. Kalsium terdapat pada susu, keju, teri, dan kacang-kacangan. Zat besi banyak terdapat pada makanan laut. Vitamin C banyak terdapat pada buah-buahan yang memiliki rasa kecut, seperti jeruk, mangga, sirsak, apel, tomat, dan lain-lain. Vitamin B-1 dan B-2 terdapat pada padi, kacangkacangan, hati, telur, ikan, dan sebagainya. Ada beberapa sayuran yang menurut pengalaman masyarakat dapat memperbanyak pengeluaran ASI, misalnya sayur daun turi (daun katuk) dan kacang-kacangan. Selain nutrisi, yang tidak kalah penting untuk ibu menyusui adalah cairan (air minum). Kebutuhan minimal adalah 3 liter sehari, dengan asumsi 1 liter setiap 8 jam dalam beberapa kali minum, terutama setelah selesai menyusui bayinhya.

KELOMPOK 2

Page 26

Selama menyusui, ibu sebaiknya tidak minum kopi karena kopi akan meningkatkan kerja ginjal sehingga ibu akan buang air kecil lebih sering, padahal ibu sedang membutuhkan lebih banyak cairan. Selain itu, ibu juga harus menghindari asap rokok karena nikotin yang terhisap akan dikeluarkan lagi melalui ASI sehingga bayi akan keracunan nikotin.

Ibu nifas perlu diet dengan gizi yang baik dan lengkap. Tujuan : 1. Membantu memulihkan kondisi fisik. 2. Meningkatkan daya tahan tubuh terhadap infeksi. 3. Mencegah konstipasi. 4. Memulai proses pemberian ASI eksklusif.

Ibu menyusui harus : - Mengkonsumsi tambahan 500 kalori tiap hari. - Makan dengan diet berimbang untuk mendapatkan protein, mineral dan vitamin yang cukup. - Minum sedikitnya 3 liter air setiap hari (anjurkan ibu untuk minum setiap kali menyusui). - Pil zat besi diminum selama 40 hari post partum. - Minum kapsul vitamin A (200.000 unit) agar bayi juga mendapatkannya melalui ASI.

B. AMBULASI DINI (EARLY AMBULATION) Ambulasi dini adalah kebijaksanaan untuk selekas mungkin membimbing pasien keluar dari tempat tidurnya dan membimbingnya untuk berjalan. Menurut penelitian, ambulasi dini tidak mempunyai pengaruh yang buruk, tidak menyebabkan perdarahan yang abnormal, tidak memengaruhi penyembuhan luka episiotomy, dan tidak memperbesar kemungkinan terjadinya prolaps uteri atau retrofleksi. Ambulasi dini tidak dibenarkan pada pasien dengan penyakit anemia, jantung, paru-paru, demam, dan keadaan lain yang masih membutuhkan istirahat.
KELOMPOK 2 Page 27

Adapun keuntungan dari ambulasi dini, antara lain : 1. Penderita merasa lebih sehat dan lebih kuat 2. Faal usus dan kandung kemih menjadi lebih baik 3. Memungkinkan bidan untuk memberikan bimbingan kepada ibu mengenai cara merawat bayinya 4. Lebih sesuai dengan keadaan Indonesia Ambulasi awal dilakukan dengan melakukan gerakan dan jalan-jalan ringan sambil bidan melakukan observasi perkembangan pasien dari jam demi jam sampai hitungan hari. Kegiatan ini dilakukan secara meningkatsecara berangsur-angsur frekuensi dan intensitas aktivitasnya sampai pasien dapat melakukannya sendiri tanpa pendampingan sehingga tujuan memandirikan pasien dapat terpenuhi.

Ibu yang baru melahirkan mungkin enggan banyak bergerak karena merasa lebih letih dan sakit. Ambulasi dini penting untuk mencegah trombosis vena. Pada persalinan normal ambulasi dapat dilakukan setelah 2 jam post partum.Pada pasien dengan section caesarea ambulasi dilakukan 24-36 jam post partum.

C. ELIMINASI (BAK & BAB) 1. MIKSI Miksi spontan normal terjadi pada 8 jam post partum. - Anjuran pasien berkemih 6-8 jam post partum dan setiap 4 jam setelahnya. Kandung kemih yang penuh menganggu mobilitas, involusi uterus dan pengeluaran lochea. Distensi kandung kemih yang berlebihan dalam waktu lama dapat merusak dinding kandung kemih dan mengakibatkan atoni uteri. - Selama kehamilan terjadi peningkatan cairan extra seluler 50 %. Setelah melahirkan dieliminasi sebagai urine. - Pada pasien dengan persalinan lama dan dehidrasi, terdapat acetone dalam urine. Pada saat laktasi dimulai, mungkin terdapat laktose dalam urine.
KELOMPOK 2 Page 28

- Bila setelah 8 jam pasien tidak dapat BAK atau jumlahnya belum mencapai 200 cc dapat dilakukan kateterissasi atau intervensi lain. - Penyeban retensio urine post partum : a. Tekanan intra abdominal berkurang. b. Otot-otot perut masih lemah. c. Oedem uretra. d. Dinding kandung kemih kurang sensitif.

2. DEFEKASI - Jika lebih dari 3 hari pasien belum juga BAB maka perlu diberi laksans. - BAB tertunda 2-3 hari post partum masih dikatakan fisiologis. D. KEBERSIHAN DIRI Karena keletihan dan kondisi psikis yang belum stabil, biasanya ibu pos partum masih belum cukup kooperatif untuk membersihkan dirinya. Bidan harus bijaksana dalam memberikan motivasi ini tanpa mengurangi keaktifan ibu untuk melakukan personal hygiene secara mandiri. Pada tahap awal, bidan dapat melibatkan keluarga dalam perawatan kebersihan ibu. Beberapa langkah penting dalam perawatan kebersihan diri ibu post partum, antara lain : 1. Jaga kebersihan seluruh tubuh untuk mencegah infeksi dan alergi kulit pada bayi. Kulit ibu yang kotor karena keringat atau debu dapat menyebabkan kulit bayi mengalami alergi melalui sentuhan kulit ibu dengan bayi. 2. Membersihkan daerah kelamin dengan sabun dan air. Pastikan bahwa ibu mengerti untuk membersihkan daerah vulva terlebih dahulu, dari depan ke belakang, baru kemudian membersihkan daerah anus. 3. Mengganti pembalut setiap kali darahy sudah penuh atau minimal 2 kali dalam sehari. Kadang hal ini terlewat untuk disampaikan kepada pasien. Masih adanya luka terbuka didalam rahim dan vagina sebagai satu-satunya
KELOMPOK 2 Page 29

port de entre kuman penyebab infeksi rahim maka ibu harus senantiasa menjaga suasana keasaman dan kebersihan vagina dengan baik. 4. Mencuci tangan dengan sabun dan air setiap kali ia selesai membersihkan daerah kemaluannya. 5. Jika mempunyai luka episiotomy, hindari untuk menyentuh daerah luka. Ini yang kadang kurang diperhatikan oleh pasien dan tenaga kesehatan. Karena rasa ingin tahunya, tidak jarang pasien berusaha menyentuh luka bekas jahitan di perineum tanpa memerhatikan efek yang dapat ditimbulkan dari tindakannya ini. Apalagi pasien kurang memerhatikan kebersihan tangannya sehingga tidak jarang terjadi infeksi sekunder.

Tujuan : - Mengurangi / mencegah infeksi. - Meningkatkan perasaan nyaman dan kesejahteraan. Nasihat yang diberikan : - Anjurkan kebersihan seluruh tubuh. - Mengajarkan ibu bagaimana membersihkan daerah kelamin dengan sabun dan air. Pastikan bahwa ia mengerti untuk membersihkan daerah di sekitar vulva terlebih dahulu, dari depan ke belakang, baru kemudian membersihkan daerah sekitar anus. Juga agar membersihkan vulva setiap kali selesai buang air kecil atau besar dan mengganti pembalut minimal 2 x sehari. - Sarankan mencuci tangan dengan sabun dan air sebelum dan sesudah membersihkan daerah kelaminnya.

A. Pengertian Kebersihan Dibawah ini dijelaskan macam-macam pengertian kebersihan yaitu sebagai berikut : Kebersihan antaranya, debu, adalah keadaan bau. bebas Di dari kotoran, termasuk modern, di

sampah, dan

zaman

setelah Louis

Pasteur menemukan proses penularan penyakit atau infeksi disebabkan

KELOMPOK 2

Page 30

oleh mikroba, kebersihan

juga

berarti

bebas

dari virus, bakteri

patogen, dan bahan kimia berbahaya. Kebersihan adalah salah satu tanda dari keadaan higiene yang baik. Manusia perlu menjaga kebersihan lingkungan dan kebersihan diri agar sehat, tidak bau, tidak malu, tidak mcnyebarkan kotoran, atau menularkan kuman penyakit bagi diri sendiri maupun orang lain. Kebersihan badan meliputi kebersihan diri sendiri, seperti mandi, menyikat gigi, mencuci tangan, dan mcmakai pakaian yang bersih. Mencuci adalah salah satu cara menjaga kebersihan dengan memakai air dan sejenis sabun atau deterjen. Mencuci tangan dengan air dan sabun, atau menggunakan produk kebersihan tangan merupakan cara terbaik dalam mencegah penularan influenza dan batuk-pilek. Kebersihan lingkungan adalah kebersihan tempat tinggal, tempat bekerja, dan berbagai sarana umum. Kebersihan tempat tinggal dilakukan dengan cara melapjendela dan perabot rumah peralatan tangga, menyapu dan

mengepel lantai, mencuci

masak dan peralatan

makan, membersihkan kamar mandi dan jamban,serta membuang sampah. Kebersihan lingkungan dimulai dari menjaga kebersihan halaman dan selokan, dan membersihkan jalan di depan rumah dari sampah. Tingkat kebersihan berbeda-beda menurut tempat dan kegiatan yang dilakukan manusia. Kebersihan di rumah berbeda dengan kebersihan kamar bedah di rumah sakit, sedangkan kebersihan di pabrik makanan berbeda dengan kebersihan di pabrik semikonduktor yang bebas debu.

B. Kebersihan Pada Masa Nifas Empat puluh minggu masa kehamilan telah terlewati dengan mulus. Namun masih harus menjalani proses yang tak kalah merepotkan, yakni proses pembersihan diri alias masa nifas. Biasanya berlangsung 40 hari. Tahapan-tahapan selama masa nifas ini, vagina akan terus-menerus mengeluarkan darah. Biasanya darah tersebut mengandung trombosit, sel-sel tua, sel-sel mati (nekrosis), serta sel-sel dinding rahim (endometrium), yang

KELOMPOK 2

Page 31

disebut lokia. Ibu pasca melahirkan akan mengalami empat tahapan perubahan lokia dalam masa nifas ini: 1. Merah segar (lokia lubra). Tahap pertama ini akan berlangsung selama tiga hari pertama setelah melahirkan. Darah pada tahapan pertama ini berpotensi mengandung banyak kuman penyakit. 2. Merah dan berlendir (lokia sanguinolenta). Untuk tahapan kedua ini biasanya berlangsung selama satu hingga dua minggu 3. Kuning kecoklatan lalu merah muda (lokia serosa). Cairan yang berwarna seperti ini biasanya mulai keluar dua minggu hingga satu bulan setelah melahirkan. 4. Kekuningan lalu bening (lokia alba). Cairan ini keluar selama sekitar dua minggu, yakni dari minggu keempat sampai minggu keenam. Bila cairan lokia sudah berwarna bening, tandanya masa nifas Anda berlangsung normal. Kebersihan yang kurang terjaga di masa nifas bukan hanya dapat mengundang infeksi pada vagina tapi juga rahim.

Pada prinsipnya, urgensi kebersihan vagina pada saat nifas dilandasi beberapa alasan yaitu : 1. Banyak darah dan kotoran yang keluar dari vagina. 2. Vagina berada dekat saluran buang air kecil dan buang air besar yang tiap hari kita lakukan. 3. Adanya luka di daerah perineum yang bila terkena kotoran dapat terinfeksi. 4. Vagina merupakan organ terbuka yang mudah dimasuki kuman. untuk kemudian menjalar ke rahim.

C. Langkah Menjaga Kebersihan Vagina Berikut mengenai cara membersihkan vagina yang benar : 1. Siram mulut vagina hingga bersih dengan air setiap kali habis BAK dan BAB. Air yang digunakan tak perlu matang asalkan bersih. Basuh dari

KELOMPOK 2

Page 32

arah depan ke belakang hingga tidak ada sisa-sisa kotoran yang menempel di sekitar vagina baik itu dari air seni maupun feses yang mengandung kuman dan bisa menimbulkan infeksi pada luka jahitan. 2. Vagina boleh dicuci menggunakan sabun maupun cairan antiseptik karena dapat berfungsi sebagai penghilang kuman. Yang penting jangan takut memegang daerah tersebut dengan saksama. 3. Bila ibu benar-benar takut menyentuh luka jahilan, upaya menjaga kebersihan vagina dapat dilakukan dengan cara duduk berendam dalam cairan antiseptik selama 10 menit. Lakukan setelah BAK atau BAB. 4. Yang kadang terlupakan, setelah vagina dibersihkan, pembalutnya tidak diganti. Bila seperti itu caranya maka akan percuma saja. Bukankah pembalut tersebut sudah dinodai darah dan kotoran? Berarti bila pembalut tidak diganti, maka vagina akan tetap lembap dan kotor. 5. Setelah dibasuh, keringkan perineum dengan handuk lembut, lalu kenakan pembalut baru. Ingat pembalut mesti diganti setiap habis BAK atau BAB atau minimal 3 jam sekali atau bila sudah dirasa tak nyaman. 6. Setelah semua langkah tadi dilakukan, perineum dapat diolesi

salepantibiotik yang dircsepkan oleh dokter.

D. Perawatan Pada Tindakan Episiotomi Jika persalinan normal sampai memerlukan tindakan episiotomi, ada beberapa hal yang harus dilakukan agar proses pemulihan berlangsung seperti yang diharapkan. Inilah cara perawatan setelah episiotomi: 1. Untuk menghindari rasa sakit kala buang air besar, ibu dianjurkan memperbanyak konsumsi serat seperti buah-buahan dan sayuran. Dengan begitu tinja yang dikeluarkan menjadi tidak keras dan ibu tak perlu mengejan. Kalau perlu, dokter akan memberikan obat untuk melembekkan tinja. 2. Dengan kondisi robekan yang terlalu luas pada anus, hindarkan banyak bergerak pada minggu pertama karena bisa merusak otot-otot perineum.

KELOMPOK 2

Page 33

Banyak-banyaklah duduk dan berbaring. Hindari berjalan karena akan membuat otot perineum bergeser. 3. Jika kondisi robekan tidak mencapai anus, ibu disarankan segera melakukan mobilisasi setelah cukup beristirahat (lihat boks Perhatikan Tahapan Mobilisasi hlm. v). 4. Setelah buang air kecil dan besar atau pada saat hendak mengganti pembalut darah nifas, bersihkan vagina dan anus dengan air seperti biasa. Jika ibu benar-benar takut untuk menyentuh luka jahitan disarankan untuk duduk berendam dalam larutan antiseptik selama 10 menit. Dengan begitu, kotoran berupa sisa air seni dan feses juga akan hilang. 5. Bila memang dianjurkan dokter, luka di bagian perineum dapat diolesi salep antibiotik.

E. Bila Terjadi Infeksi Infeksi bisa terjadi karena ibu kurang telaten melakukan perawatan pasca persalinan. Ibu takut menyentuh luka yang ada di perineum sehingga memilih tidak membersihkannya. Padahal, dalam keadaan luka, perineum rentan didatangi kuinan dan bakteri sehingga mudah terinfeksi. Gejala-gejala infeksi yang dapat diamati adalah : - suhu tubuh melebihi 37,5 C. - menggigil, pusing, dan mual - keputihan - keluar cairan seperti nanah dari vagina - cairan yang keluar disertai bau yang sangat - keluarnya cairan disertai dengan rasa nyeri - terasa nyeri di perut - perdarahan kembali banyak padahal sebelumnya sudah sedikit. Misalnya, seminggu sesudah melahirkan, pendarahan mulai berkurang tapi tiba-tiba darah kembali banyak keluar.

KELOMPOK 2

Page 34

Bila ada tanda-tanda seperti di atas, segera periksakan diri ke dokter. Infeksi vagina yang ringan biasanya ditindaklanjuti dengan penggunaan antibiotik yang adekuat untuk membunuh kuman-kuman yang ada di situ.

F. Alasan Menjaga Kebersihan Vagina Setelah seluruh hasil pemantauan dinyatakan baik, ibu bisa meneruskan perawatan secara pribadi. Selama masa pasca persalinan, entah itu normal atau sesar, akan terjadi perdarahan selama 40 hari atau masa nifas. Di sinilah pentingnya menjaga kebersihan di daerah seputar vagina dengan saksama. Kebersihan vagina selama masa nifas harus dilakukan karena beberapa alasan, seperti : - Banyak darah dan kotoran yang keluar dari vagina. - Vagina merupakan daerah yang dekat dengan tempat buang air kecil dan tempat buang air besar yang tiap hari kita lakukan. - Adanya luka di daerah perineum yang bila terkena kotoran dapat terinfeksi. - Vagina merupakan organ terbuka sehingga mcmudahkan kuman yang ada di daerah tersebut menjalar ke rahim.

5. ISTIRAHAT Ibu post partum sangat membutuhkan istirahat yang berkualitas untuk memulihkan kembali keadaan fisiknya. Keluarga disarankan untuk

memberikan kesempatan kepada ibu untuk beristirahat yang cukup sebagai persiapan untuk energi menyusui bayinya nanti. Anjurkan ibu agar istirahat cukup untuk mencegah kelelahan yang berlebihan. Sarankan ibu untuk kembali melakukan kegiatan rumah tangga secara perlahan-lahan dan tidur siang atau beristirahat selagi bayi tidur.

Kurang istirahat pada ibu post partum akan mengakibatkan beberapa kerugian, misalnya :
KELOMPOK 2 Page 35

- Mengurangi jumlah ASI yang diproduksi. - Memperlambat proses involusi uterus dan memperbanyak perdarahan. - Menyebabkan depresi dan ketidakmampuan untuk merawat bayi dan dirinya sendiri.

Bidan harus menyampaikan kepada pasien dan keluarga bahwa untuk kembali melakukan kegiatan-kegiatan rumah tangga, harus dilakukan perlahan-lahan dan bertahap. Selain itu, pasien juga perlu diingatkan untuk selalu tidur siang atau beristirahat selagi bayinya tidur. Kebutuhan istirahat bagi ibu menyusui minimal 8 jam sehari, yang dapat dipenuhi melalui istirahat malam dan siang.

Istirahat yang memuaskan bagi ibu yang baru merupakan masalah yang sangat penting sekalipun kadang-kadang tidak mudah dicapai. keharusan ibu untuk beristirahat sesudah melahirkan memang tidak diragukan lagi, kehamilan dengan beban kandungan yang berat dan banyak keadaan yang menganggu lainnya, plus pekerjaan bersalin,bukan persiapan yang baik dalam menghadapi kesibukan yang akan terjadi pada hal hari-hari postnatal akan dipengaruhi oleh banyak hal : begitu banyak yang harus dipelajari asi yang diproduksi dalam payudara, kegembiraan menerima kartu ucapan selamat, karangan bunga, hadiah-hadiah serta menyambut tamu, dan juga kekhawatiran serta keprihatian yang tidak ada kaitannya dengan situasi ini. dengan tubuh yang letih dan mungkin Pula pikiran yang sangat aktif, ibu sering perlu diingatkan dan dibantu agar mendapatkan istirahat yang cukup.

ISTIRAHAT MALAM Selama satu atau dua malam yang pertama, ibu yang baru mungkin

memerlukan obat tidur yang ringan. Biasanya dokter akan memberikannya jika benar-benar diperlukan. Kerapkali tubuhnya sendiri yang mengambil alih fungsi obat tidur ini dan ia benar-banar tidur lelap sehingga pemeriksaan tanda-tanda vital serta fundus uteri hanya sedikit mengganggunya. Sebagian ibu menemukan bahwa lingkungan yang asing baginya telah mengalihkan perhatiannya dan sebagian lainnya merasa terganggu oleh luka bekas episiotomi sehingga semua ini
KELOMPOK 2 Page 36

akan menghalangi tidurnya ketika pengaruh pembiusan sudah hilang. Rasa nyeri atau terganggu selalu memerlukan pemeriksaan dan analgesik dapat diberikan sebelum pasien menggunakan obat tidur. Setelah hari kedua postnatal ,pemberian obat tidur pada malam hari biasanya sudah tidak dibutuhkan lagi dan tidak dianjurkan jika ibu ingin menyusui bayinya pada malam hari. ibu harus dibantu agar dapat beristirahat lebih dingin dan tidak diganggu tanpa alasan. Hal-hal kecil yang menarik perhatiannya seperti suara pintu yang berderik atau bunyi tetesan air dari keran harus dilaporkan pada siang harinya sehingga dapat di atasi sebelum suara-suara tersebut mengganggu tidur ibu. Ibu yang baru yang tidak dapat tidur harus diobservasi dengan ketat dan semua keadaan yang di temukan harus dilaporkan pada dokter. Insommia merupakan salah satu tanda peringatan untuk psikosis nifas.

ISTIRAHAT SIANG Waktu siang hari di rumah sakit tidak perlu terlalu diprihatinkan, namun

banyak orang mengatakan hal tersebut harus pulang ke rumah untuk bisa beristirahat merupakan pernyataan yang sering terdengar dan petugas yang terlibat dalam unit asuhan maternitas harus mendengarkan serta mencari mcngapa keluhan tersebut bisa tcrjadi. Pada hampir setiap rumah sakit bersalin, priode istirahat yang jelas perlu disediakan secara teratur dan kerapkali di perlukan selama satu jam sebelum makan siang tirai ditarik, radio dimatikan, staf keperawatan harus bekerja tanpa suara, tamu yang ingin berkunjung dilarang dan pangilan telpon tidak diteruskan kepada pasien kecuali benar-benar mendesak. Ibu harus dibantu untuk mengatur sendiri bagaimana memanfaatkan waktu istirahat ini: berbaring telungkup (mungkin dengan bantal di bawah panggulnya ) untuk membantu drainase uterus jika posisi nyaman baginya. priode istirahat ini umumnya memberikan manfaat fisik maupun psikologis yang sangat besar. Beberapa rumah sakit mengulangi waktu istirahat yang jelas pada sore harinya.

KELOMPOK 2

Page 37

Kalau ditanya apa yang membuat bangsal postnatal tampak begitu sibuk, jawaban sebagian ibu mengungkapkan hal yang terjadi. kejadian yang rutin dan teratur,seperti visite dokter, program latihan, peragaan dalam memandikan bayi atau bahkan menyusui bayi tampaknya bukan masalah. kegiatan-kegiatan yang membutuhkan curahan emosi, seperti menghadapi tamu dan panggilan telpon dari luar, atau menulis surat ucapan terima kasih atas pengiriman kartu ucapan selamat dan hadiah, semua ini lah yang melelahkan ibu baru melahirkan barang kali perawat yang dapat merasakan kesibukan ibu dalam menghadapi hal-hal semacam itu. Dapat membantunya dengan membahas prioritas, Apakah setiap orang yang mangirim surat ucapan selamat benar-benar memerlukan jawaban. Di samping itu, perawat harus berhati-hati pada saat jam kunjungan untuk menjaga agar ibu tidak terlalu lelah.

6. TIDUR Masa nifas berkaitan dengan gangguan pola tidur, terutama segera setelah melahirkan. 3 hari pertama dapat merupakan hari yang sulit bagi ibu akibat penumpukan kelelahan karena persalinan dan kesulitan beristirahat karena perineum. Nyeri perineum pasca partus berkolerasi erat dengan durasi kala II persalinan. Rasa tidak nyaman di kandung kemih, dan perineum, serta gangguan bayi, semuanya dapat menyebabkan kesulitan tidur, yang dapat mempengaruhi daya ingat dan kemampuan psikomotor. Secara eoritis pola tidur kembali mendekati normal dalam 2 / 3 minggu setelah persalinan, tetapi ibu yang menyusui mengalami gangguan pola tidur yang lebih besar. Yang sangat di idamkan ibu baru adalah tidur dia tidur lebih banyak istirahat di minggu 2 dan bulan 2 pertama setelah melahirkan, bias mencegah depresi danmemulihkan tenaganya yang terkuras habis. Banyak orang yang mengalami sulit tidur. Orang dewasa butuh rata - rata 7 8 semakin sedikit waktu yang dibutuhkan untuk tidur saat orangsemakin tua. Oran g yang sudah tua biasanya membutuhkan 5 - 6 jam, sesekali begadang tidak mengganggu kecuali menyebabkan kelelahan esok harinya. Gangguan tidur yang menetap sering diakibatkan stres, gelisah, atau, depresi yang membuat anda terus

KELOMPOK 2

Page 38

capai,

kesal,

dan

tak

dapat

berkonsentrasi.

Simpton

atau

gejala fisik seperti nyeri, masalah pernafasan dan hot flush ( serangan rasapanas ) Juga beberapa obat dapat mengganggu tidur. Kurang istirahat Akan mempengaruhi ibu dalam beberapa hal: 1. Mengurangi jumlah AS1 yang di produksi 2. Memperlambat proses involusio uterus dan meningkatkan perdarahan 3. Menyebabkan depresi dan ketidakmampuan untuk merawat bayi dan dirinya sendiri. Ada beberapa hal yang dapat Anda coba lakukan untuk lebih mudah tertidur di malam hari. 1. Pergi ke tempat tidur dan bangun di saat sama setiap hari. Bahkan jika lelah jangan tidur siang. 2. Jangan makan makanan berat kurang dart tiga jam sebelum pergi tidur. Hindari kopi, tch, minuman kola, alkohol dan merokok. Jika Anda lapar, makan biskuit atau pisang. Minum segelas susu hangat setengah jam sebelum tidur. 3. Lakukan hal yang membantu Anda mengatasi kesulitan tidur ( lihat tip praktis di bawah ) 4. Coba obat herbal yang membuat tidur nyenyak ( lihat obat alami di bawah ) 5. Jika Anda merasa tegang, lakukan latihan relaksasi ( lihat relaksasi ) beberapa saat sebelum tidur. Berendamlah dalam air hangat. Minyak lavender 6. Jangan makan makanan berat kurang dari tiga jam sebelum pergi tidur. Hindari kopi, tch, minuman kola, alkohol dan merokok. Jika Anda lapar, makan biskuit atau pisang. Minum segelas susu hangat setengah jam sebelum tidur. 7. Lakukan hal yang membantu Anda mengatasi kesulitan tidur ( lihat tip praktis di bawah )

KELOMPOK 2

Page 39

Mengelola tidur , coba tip berikut : Untuk Berhenti bekerja setidaknya sejam sebelum waktu tidur dan baca buku atau dengarkan musik menenangkan. Buat ruangan tenang, redup dan sejuk. 8. Untuk Jika tak bisa tertidur dalam 30 menit, bangun dan pergi ke ruangan lain dan baca. Jangan menonton TV. 9. Untuk Jika kepala anda penuh dengan tugas untuk esok harinya, taruh buku catatan di samping tempat tidur dan catat.

7. SEKSUAL Masa setelat melahirkan selama 6 minggu atau 40 hari, menurut orang awam merupakan masa nifas yang penting untuk di pantau. Nifas merupakan masa pembersihan rahim, sama halnya seperti masa haid. Darah nifas mengandung trombosit, sel-sel degeneratif, sel-sel mati dan sel-sel endometrium sisa. Banyak pasangan suami istri merasa frekuensi berhubungan intim semakin berkurang setelah memiliki anak..Ada anggapan bahwa wanita usai persalinan kurang bergairah karena pengaruh hormon. Terutama pada bulan - bulan pertama pasca melahirkan, kegiatan mengurus bayi dan menyusui membuat istri lebih banyak mencurahkan perhatian kepada si kecil di bandingkan suami. Untuk memiliki waktu berdua saja sulit apalagi berhubungan intim. Beberapa bulan pertama setelah melahirkan, memang hormon pada wanita akan di program ulang untuk menyusui dan mengasuh bayi. Waktu dan tenaga seakan tercurah hanya untuk si kecil, sehingga sulit rasanya mencari waktu untuk berhubungan intim. Ibu yang baru malahirkan boleh melakukan hubungan seksual kembali setelah 6 minggu persalinan. Batasan waktu 6 minggu didasarkan atas pemikiran pada masa itu semua luka akibat persalinan, termasuk luka episiotomi dan luka bekas section cesarean ( SC ) biasanya telah sembuh dengan baik. Bila suatu persalinan di pastikan tidak ada luka atau perobekan jaringan, hubungan seks bahkan telah boteh dilakukan 3 - 4 minggu setelah proses melahirkan itu. Meskipun hubungan telah dilakukan setelah minggu ke - 6 adakalanya ibu - ibu

KELOMPOK 2

Page 40

tertentu mengeluh hubungan masih terasa sakit atau nyeri meskipun telah beberapa bulan proses persalinan. Gangguan seperti ini disebut dyspareunia atau rasa nyeri waktu senggama. Pada kasus semacam ini ada beberapa kemungkinan yang bisa menjadi penyebab, yaitu : 1. Sesuai tradisi. Setelah melahirkan ibu - ibu sering mengkonsumsi jamu jamu tertentu. Jamu - jamu ini mengandung zat zat yang memiliki sifat astringents yang berakibat menghambat produksi cairan

pelumas padavagina saat seorang wanita terangsang seksual. 2. Jaringan baru yang terbentuk karena proses penyembuhan luka guntingan jalan lahir masih sensitif. 3. Faktor psikologis yaitu kecernasan yang berlebihan turut berperan. Hubungan seksual yang memuaskan memerlukan suasana hati yang tenang. Kecemasan akan menghambat proses perangsangan sehingga produksi cairan pelumas pada dinding vagina akan terhambat. Cairan pelumas yang minim akan berakibat gesekan penis dan dinding vagina tidak terjadi dengan lembut, akibatnya akan terasa nyeri dan tidak jarang akan ada luka lecet baik pada dinding vagina maupun kulit penis suami. Kondisi inilah yang menyebabkan rasa sakit. Selain itu ada dua lagi penyebab yang mungkin menurunkan gairah seksual ibu pascamelahirkan. Pertama penyebab langsung seperti luka pada persalinan. Kemudian penyebab tidak langsung seperti depresi, baby blues atau kelelahan. Pada prinsipnya, tidak ada masalah untuk melakukan hubungan seksual setelah selesai masa nifas 40 hari. Hormon prolaktin tidak akan membuat ibu kehilangan gairah seksual. Beragam perilaku seksual pada ibu - ibu pasca melahirkan yang menyusui, Jika sebagian lagi merasa tidak bergairah untuk melakukan kegiatan seksual, sedangkan sebagian lagi merasakan hasrat seksual yang tinggi. Intinya ialah permasalahan psikologis ibu untuk melakukan hubungan seksual. Jika memang ibu sudah tidak mengatami luka pasca persalinan, maka boleh bolehsaja.

KELOMPOK 2

Page 41

Secara fisik aman untuk memulai hubungan suami istri bila : - Darah merah berhenti. - Ibu dapat memasukkan satu atau dua jarinya ke dalam vagina tanpa rasa nyeri. - Ibu merasa siap. - Banyak budaya yang mempunyai tradisi menunda hubungan suami istri sampai merasa waktu tertentu, misalnya setelah 40 hari atau 6 minggu setelah persalinan. Keputusan tergantung pada kedua pasangan.

8. Latihan / Senam Nifas Masa Nifas adalah masa setelah ibu persalinan. Pada masa nifas ibu mengalami beberapa perubahan fisiologis, diantaranya adalah: 1. Involusio uterus yang dimulai segera setelah persalinan dan proses ini selesai biasanya setelah 6 minggu 2. Laktasi sebagai respon terhadap kerja prolaktin yang disekresi oleh kelenjar hipofisis anterior. 3. Perubahan fisiologis pada bagian tubuh lain yang mengembalikan tubuh pada kondisi sebelum hamil.

A. Definisi Senam Nifas SENAM NIFAS adalah senam yang dilakukan oleh ibu setelah persalinan, setelah keadaan ibu normal (pulih kembali). Senam nifas merupakan latihan yang tepat untul memulihkan kondisi tubuh ibu dan keadaan ibu secara fisiologis maupun psikologis. Wanita yang setelah persalinan seringkali mengeluhkan bentuk tubuhnya yang melar. Hal ini dapat dimaklumi karena merupakan akibat membesarnya otot rahim karena pembesaran selama kehamilan dan otot perut jadi memanjang sesuai usia kehamilan yang terus bertambah. Setelah persalinan, otototot tersebut akan mengandur. Selain itu, peredaran darah dan pernafasan belum kembali normal. Hingga untuk mengembalikan tubuh ke bentuk dan kondisi
KELOMPOK 2 Page 42

semula salah satunya dengan melakukan senam nifas yang teratur di sarnping anjuran-anjuran lainnya.

B. Waktu Untuk Melakukan Senam Nifas Senam nifas sebaiknya dilakukan dalam 24 jam setelah persalinan, secara teratur setiap hari. Kendala yang sering ditemui adalah tidak sedikit ibu yang setelah melakukan persalinan takut untuk melakukan mobilisasi karena takut merasa sakit atau menambah pendarahan. Anggapan ini tidak tepat karena 6 jam setelah persalinan normal dan 8 jam setelah persalinan caesar, ibu sudah dianjurkan untuk melakukan mobilisasi dini. Tujuannya mobilisasi ini agar terutama peredaran darah ibu dapat berjalan dengan baik. Selanjutnya ibu dapat melakukan senam nifas. Dengan melakukan senam nifas tepat waktu, maka hasil yang didapat pun bisa maksimal. Senam nifas tentunya dilakukan secara bertahap hari demi hari. Bentuk latihan senam antara ibu yang habis persalinan normal berbeda dengan caesar. Pada ibu yang mengalami persalinan caesar, beberapa jam setelah keluar dari kamar operasi, pernafasan lah yang dilatih guna mempercepat penyembuhan luka operasi, sementara latihan untuk mengencangkan otot perut dan melancarkan sirkulasi darah di tungkai baru dilakukan 2-3 hari setelah ibu dapat bangun dari tempat tidur. Sedangkan pada persalinan normal, bila keadaan ibu cukup baik, semua gerakan senam bisa dilakukan. Walaupun banyak kegunaannya, tidak semua ibu setelah persalinan dapat melakukan senam nifas. Untuk ibu-ibu yang mengalami komplikasi selama persalinan tentu tidak boleh melakukan senam nifas. Demikian juga untuk penderita kelainan seperti jantung, ginjal atau diabetes. Jangankan untuk melakukan senam, ibu tersebut justru harus istirahat total sekitar 2 minggu postpartum. Sedangkan pada ibu pada persalinan normal dan bila tidak dibatasi oleh pemasangan infus juga tanda vital ibu (tekanan darah, suhu, nadi dan respirasi) normal, maka ibu dapat mulai melakukan ambulasi dini seperti ke kamar mandi untuk BAK sendiri dan senam nifas 24 jam setelah persalinan.

KELOMPOK 2

Page 43

C. Tujuan/ Kegunaan Senam Nifas Banyak sekali manfaat dari melakukan senam nifas. Secara umum adalah untuk mengembalikan keadaan ibu agar kondisi ibu kembali seperti sediakala sebelum kehamilan, manfaat itu antara lain : 1. Memperbaiki sirkulasi darah sehingga mencagah terjadinya pembakuan (trombosis) pada pembuluh darah terutama pembuluh tungkai. 2. Memperbaiki sikap tubuh setelah kehamilan dan persalinan dengan memulihkan dan menguatkan otot-otot punggung. 3. Memperbaiki tonus otot pelvis 4. Memperbaiki regangan otot tungkai bawah 5. Memperbaiki regangan otot abdomen setelah hamil 6. Meningkatkan kesadaran untuk melakukan relaksasi otot-otot dasar panggul 7. Memperlancar terjadinya involusio uteri Beberapa faktor yang menentukan kesiapan ibu untuk memulai senam nifas antara lain: 1. Tingkat kebugaran tubuh ibu 2. Riwayat persalinan 3. Kemudahan bayi dalam pemberian asuhan 4. Kesulitan adaptasi post partum

Tujuan senam nifas adalah sebagai berikut: 1. Membantu mempercepat pemulihan kondisi ibu 2. Mempercepat proses involusio uteri 3. Membantu memulihkan dan mengencangkan otot panggul, perut dan perineum. 4. Memperlancar pengeluaran lochea 5. Membantu mengurangi rasa sakit 6. Merelaksasikan otot-otot yang menunjang proses kehamilan dan persalinan. 7. Mengurangi kelainan dan komplikasi masa nifas

KELOMPOK 2

Page 44

Manfaat senam nifas antara lain: 1. Membantu memperbaiki sirkulasi darah 2. Memperbaiki sikap tubuh dan punggung pasca persalinan 3. Memperbaiki otot tonus, pelvis dan peregangan otot abdomen 4. Memperbaiki dan memperkuat otot panggul 5. Membantu ibu lebih relaks dan segar pasca melahirkan

Senam nifas dilakukan

pada

saat

ibu

benar-benar

pulih

dan

tidak

ada komplikasi atau penyulit masa nifas atau diantara waktu makan. Sebelum melakukan senam nifas, persiapan yang dapat dilakukan adalah: 1. Mengenakan baju yang nyaman untuk olahraga 2. Minum banyak air putih 3. Dapat dilakukan di tempat tidur 4. Dapat diiringi musik 5. Perhatikan keadaan ibu - Jelaskan pentingnya otot-otot perut dan panggul kembali normal. Ibu akan merasa lebih kuat dan ini menyebabkan otot perutnya menjadi kuat sehingga mengurangi rasa sakit pada punggung. - Jelaskan bahwa latihan tertentu beberapa menit setiap hari sangat membantu, seperti : menarik napas, tahan napas ke dalam dan angkat dagu ke dada, tahan 1 hitungan sampai 5. Rileks dan ulangi sebanyak 10 kali. - Untuk memperkuat tonus otot jalan lahir dan dasar panggul dilakukan latihan kegel. - Berdiri dengan tungkai dirapatkan. Kencangkan otot-otot pantat dan pinggul dan tahan sampai 5 hitungan. Kendurkan dan ulangi latihan sebanyak 5 kali. - Mulai dengan mengerjakan 5 kali latihan untuk setiap gerakan. Setiap minggu naikkan jumlah latihan 5 kali lebih banyak. Pada minggu ke-6 setelah persalinan ibu harus mengerjakan setiap gerakan sebanyak 30 kali.

KELOMPOK 2

Page 45

Perawatan Payudara - Menjaga payudara tetap bersih dan kering, terutama puting susu. - Menggunakan BH yang menyokong payudara. - Apabila puting susu lecet, oleskan colostrum atau ASI pada sekitar puting susu setiap kali selesai menyusui. Menyusui tetap dilakukan dimulai dari puting susu yang tidak lecet. - Apabila lecet sangat berat dapat diistirahatkan selama 24 jam. ASI dikeluarkan dan diminumkan dengan menggunakan sendok. - Untuk menghilangkan nyeri ibu dapat minum parasetamol 1 tablet setiap 4-6 jam.

Apabila payudara bengkak akibat pembendungan ASI, lakukan : - Pengompresan payudara dengan menggunakan kain basah dan hangat selama 5 menit. - Urut payudara dari arah pangkal menuju puting atau gunakan sisir untuk mengurut payudara dengan arah Z menuju puting. - Keluarkan ASI sebagian dari bagian depan payudara sehingga puting susu menjadi lunak. - Susukan bayi setiap 2-3 jam. Apabila tidak dapat menghisap seluruh ASI , sisanya keluarkan dengan tangan. - Letakkan kain dingin pada payudara setelah menyusui.

KELOMPOK 2

Page 46

BAB IV PENUTUP

4.1 Kesimpulan Awal dari postpartum, ibu mengalami banyak perubahan yang pada dasarnya merupakan proses fisiologis.Pada sistem pencernaan, awalnya ibu akan mengalami konstipasi yang berlanjut 2-3 hari. Pemenuhan nutrisi ibu bertambah dari masa kehamilan, yang penting untuk pemulihan dan produksi ASI. Pada sistem perkemihan, tetap dipastikan kandung kemih dalam keadaan kosong untuk mencegah terjadinya infeksi. Diupayakan ibu dapat berkemih sendiri di kamar mandi. Masa nifas atau puerperium berlangsung selama 6 minggu atau 42 hari, merupakan waktu yang diperlukan untuk pulihnya alat kandungan pada keadaan yang normal. Pada masa nifas untuk Pada saat bayi lahir, fundus uteri setinggi pusat dengan berat 1000 gram. Pada akhir kala III ,TFU teraba 2 jari dibawah pusat. Pada 1 minggu postpartum, TFU teraba pertengahan pusat simpisis dengan berat 500 gram. Pada 2 minggu post partum, TFU teraba diatas simpisis dengan berat 350 gram. Pada 6 minggu post partum, fundus uteri mengecil ( tak teraba ) dan berat 50 gram.

KELOMPOK 2

Page 47

DAFTAR PUSTAKA

1. Hanifa. 2002. Ilmu kebidanan. Jakarta : Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirodihardjo. Hal 74-75 2. Saifuddin AB. 2002. Buku Panduan Praktis Pelayanan Kesehatamn Maternal dan Neonatal. Jakarta : YBPSP-JNPKKR-POGI-JHPIEGO. Hal 34-35 3. Ambarwati, 2008. Asuhan Kebidanan Nifas. Yogyakarta: Mitra Cendikia. (hlm: 97-115). 4. Saleha, 2009. Asuhan Kebidanan Pada Masa Nifas. Jakarta: Salemba Medika (hlm: 71-76). 5. Suherni, 2007. Perawatan Masa Nifas. Yogyakarta: Fitramaya. (hlm: 101118).

KELOMPOK 2

Page 48