Anda di halaman 1dari 3

Bangsal

: VK : Ny. Enung

Nomor Umur

: : 45 tahun

LAPORAN OPERASI
Nama Spesialis Obstetri & Ginekologi Dr. Polar Silumi, Sp.OG

Nama

Nama Asisten : 1. Ibu Ai Rukmini 2. Hendra Wijaya 3. Jamaluddin, S.Ked

Nama Perawat

Nama Spesialis Anasthesi Dr. Teguh Santoso Effendi, SpAn Mkes / Ibu Euis

Jenis Anesthesi General Anasthesi

Diagnosa pre-operatif G3 P2 A0 hamil aterm inpartu kala I fase aktif letak lintang dengan post SC 17 tahun yang lalu et causa presentasi majemuk, janin tunggal hidup, presentasi tangan menumbung Diagnosa post-operatif G3 P2 A0 hamil aterm inpartu kala I fase aktif letak lintang dengan post SC 17 tahun yang lalu et causa presentasi majemuk, janin tunggal hidup, presentasi tangan menumbung + mow. Jaringan yang di eksisi/ insisi Uterus, Tuba fallopii Nama macam operasi Laparotomy + SC Corporal (Klasik) + Tubektomy Tanggal operasi 16 Maret 2008 Jam operasi dimulai 18.30 wib Jam operasi selesai 19.30 wib Kirim untuk pemeriksaan Pa ( ) Ya ( ) Tidak Lama operasi berlangsung 1 jam

Laporan Operasi : ( Jika perlu dapat dilanjutkan di halaman sebelah )

Tahapan tindakan operasi : 1.Pasien dalam posisi terlentang dalam keadaan narkose. 2.Pemberian antiseptik di regio abdomen sampai daerah suprasimfisis, daerah operasi ditutupi dengan duk steril. 3.Dilakukan incisi pada daerah mediana umbilikalis + 25 cm dan menembus lapisan abdomen dari kutis subcutis fascia musculus rectus abnominis musculus rectus abdominis peritoneum. umbilikalis daerah yang di insisi + 25 cm

4.Setelah perineum diinsisi, tampak uterus sesuai dengan umur kehamilan dan dilakukan insisi corporal.

umbilikalis uterus insisi corporal

cavum abdomen

5.Uterus di insisi secara perlahan-lahan sepanjang 25 cm sambil di suction pada corpus uteri sampai menembus cavum uteri, kepala di luksir keluar pukul 19.00, lalu lahir bayi jenis kelamin laki-laki, BB 2600 gram, PB 46 cm, Apgar score 5-6, LK/LD/LILA = 32/30/10. 6.Setelah bayi lahir, plasenta juga dilahirkan dan kemudian dilakukan explorasi plasenta guna untuk membersihkan plasenta dalam cavum uteri kemudian suntikkan oxytocin 10 unit pada miometrium. 7.Setelah cavum uteri bersih dari plasenta, dilakukan pencucian dengan NaCl 0,9 % dan kemudian cavum uteri ditutup dengan cara dijahit menggunakan tehnik jelujur dan menggunakan benang Cromic cat gut No.2. 8.Kemudian cek ulang daerah yang dijahit tadi, apakah masih ada perdarahan. Kalau masih ada perdarahan, ikat kembali daerah yang mengalami perdarahan tersebut. 9.Setelah itu dilakukan Tubektomy, tuba fallopii sinistra dilakukan tubektomy tehnik poomeroy dan tuba fallopii dextra dilakukan tubektomy tehnik kroener fimbriektomy yang diikat dengan benang Cromic cat gut No.1. 10. 11. Setelah dilakukan tubektomy, cek kembali apakah masih ada sumber perdarahan pada Setelah semuanya aman tidak ada lagi perdarahan, cuci kembali cavum abdomen dengan daerah yang diikat tadi. NaCL 0,9 % dan dilanjutkan dengan penutupan/ penjahitan lapisan abdomen yang dimulai dari peritoneum otot fascia subcutis kutis. 12. 13. 14. Penjahitan pada peritoneum dilakukan dengan tehnik jelujur dan menggunakan benang Penjahitan pada otot, dilakukan dengan tehnik one by one dan menggunakan benang Penjahitan pada fascia, dilakukan dengan tehnik jelujur dan menggunakan benang Cromic catgut No.2. Cromic catgut No. 2. DEXONII No. 1.

15.

Lakukan lagi penjahitan pada daerah subcutis, dengan tehnik one by one dan

menggunakan benang Cromic catgut No. 1.

16. 17. 18.

Dan terakhir dilakukan penjahitan pada cutis dengan tehnik subcuticuler dan Setelah semuanya dijahit, bersihkan kembali bagian abdomen dari bekas darah dan tutup Setelah selesai operasinya, pasien dibagunkan oleh bagian anastesi kemudian

menggunakan benang DEXONII No. III/0. dengan kassa steril setelah diberi sedikit betadin. dimasukkan ke ruang I (ruangan ginekologi).

Operator

( Dr. Polar Silumi, Sp.OG ) Tanda tangan & nama dokter