Anda di halaman 1dari 9

PROPOSAL INTERVIEW

SETTING PENDIDIKAN Diajukan Untuk Memenuhi Salah Tugas Praktikum Pada Mata Kuliah Psikodiagnostik III - Wawancara

Dosen Pembimbing : Ernawati, S. Psi

Disusun oleh: Dede Nurbayani 1000078

JURUSAN PSIKOLOGI
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA April, 2012

1. KERANGKA ACUAN 1.1 Tujuan Umum Perkembangan membaca sangat penting dalam pengajaran membaca dimana sangat tinggi korelasinya dengan penguasaan ejaan dan kemampuan untuk menyandikan kata-kata dalam bentuk ortografiknya yang benar. Anak-anak menghadapi kesulitan membaca di kelas-kelas dasar adalah mereka yang bersekolah dengan keterampilan verbal yang kurang, pemahaman fonologi yang kurang, pengetahuan abjad yang kurang, dan kurang memahami tujuan dasar dan mekanisme membaca. Dengan kesukaran membaca pada anak maka dalam proses pengajaranpun akan sedikit terhambat apabila guru tersebut kurang memahami cara untuk mengatasi permasalahan itu atau hanya itu dianggap sebagai permasalahan yang biasa. Observasi guru dalam kasus kesukaran membaca ini harus dilaksanakan terus menerus. Masalah tingkat kemampuan mendengar kata adalah aspek berikutnya yang hendaknya dijadikan indikasi kemampuan siswa. Berdasarkan uraian diatas maka interviewer tertarik untuk mengetahui bagaimana peranan guru di SDN Geger Kalong dalam memberikan pengarahan terhadap anak-anak berkesulitan membaca.

1.2 Tujuan Khusus Tujuan khusus wawancara ini adalah : 1.1.1 1.1.2 Mengetahui bagaimana proses pembelajaran membaca pada siswa Mengetahui bagaimana proses pengajaran membaca terhadap siswa yang berkesulitan membaca 1.1.3 Mengetahui apa saja kesulitan dalam pengajaran membaca terhadap siswa yang berkesulitan membaca

1.3 Landasan Teori Kesulitan belajar membaca sering disebut disleksia (dyslexia). Kata tersebut berasal dari bahasa Ynani yang berarti kesulitan membaca maksudnya kesulitan mengenali kata dan membunyikan komponen-komponen kalimat. Bebarapa ahli menyebut kesulitan membaca dengan istilah lain misalnya corrective readers dan remedial readers (Hallahan, kauffman, & Lloyd, 1985: 202). Istilah untuk kesulitan membaca dengan tingkat yang berat menurut Lerner (1981 : 295) disebut aleksia (alexya). Sementara itu dalam studinya tentang intervensi data pada anak kesulitan belajar melalui pendekatan multidisipliner di PUSPA Suryakanti Bandung, Hidayat dkk melaporkan kesulitan belajar membaca yang ditemukan 15 kasus yang diteliti, adalah kesulitan dalam memahami isi bacaan, ketika sedang membaca banyak kata yang terlewat, sering tertukar dalam membaca kata tulisannya yang hampir mirip, dan tidak menguasai penggunaan tanda baca. Ronsenshine (dalam Carnine, Silbert dan Kameenui, 1990) meringkas banyak hasil penelitian pengajaran langsung dengan mengkhususkan bagaimana usaha guru dapat mempengaruhi siswa. Beberapa di antaranya adalah melalui pembelajaran

dengan menyebutkan tujuannya, menyajikan bahan baru dengan bertahap, memberikan instruksi dan penjelasan secara jelas dan rinci, memberikan latihan, banyak bertanya, mengecek pemahaman siswa, memberikan umpan balik, dan koreksi. Oka (1989) menegaskan bahwa dalam pembelajaran membaca, tidak ada satu pun cara yang super sifatnya. Lebih jauh disarankan agar para guru tidak hanya menggunakan satu metode atau pun strategi yang dianggapnya paling baik. Guru hendaknya memvariasikan metode, teknik, dan prosedur pengajaran membacanya atau bersikap eklektis dalam masalah ini. Pembelajaran membaca yang efektif adalah pembelajaran membaca yang memanfaatkan dengan tepat hasil diagnosis kesulitan belajar membaca pada diri siswa dan hasil pengkajian kebutuhannya dalam membaca.

Dimensi dan Indikator o Melalui pembelajaran dengan menyebutkan tujuannya, Guru memeritahukan tentang tujuan membaca suatu bahasan Guru memberitahukan tentang pentingnya membaca

o Menyajikan bahan baru dengan bertahap, Guru memberikan materi baru sesuai dengan kemampuan siswa Guru tidak memaksakan pada siswa untuk memahami materi selanjutnya apabila siswa tersebut belum paham tentang materi sebelumnya o Memberikan instruksi dan penjelasan secara jelas dan rinci, Guru menjelaskan materi yang sedang dibaca oleh siswa supaya lebih mudah dalam pemahamannya Guru memberikan pengarahan terhadap pemahaman siswa saat membaca o Memberikan latihan dan banyak bertanya, Guru memberikan latihan macam-macam cara membaca pada anak Guru menanyakan tentang apa yang dipahami siswa setelah membaca

o Mengecek pemahaman siswa, Guru meminta siswa untuk menyimpulkan bacaannya Guru meminta siswa untuk membuat rangkuman bacaannya

o Memberikan umpan balik, Guru memberikan tambahan informasi mengenai bacaan siswa o Koreksi. Guru membenarkan pemahaman siswa mengenai bacaan apabila terjadi salah pemahaman.

1.4 Rumusan/Kerangka Wawancara Wawancara ini merupakan wawancara di bidang pendidikan yang dilakukan untuk mengetahui bagaimana peran guru dalam proses pengajaran terhadap siswa yang berkesulitan membaca. Narasumber dalam wawancara ini adalah seorang guru/pengajar di sebuah lembaga pendidikan formal yang memiliki kurikulum yang telah ditetapkan oleh Dinas Pendidikan.Wawancara ini dilakukan mengingat peran guru yang sangat besar dalam bidang pendidikan. Guru bertanggung jawab terhadap segala bentuk pengajaran di kelas. Karena tugas guru yang berat itu, maka mereka yang berprofesi sebagai guru harus memiliki kemampuan lebih dalam pengajaran termasuk dalam pengajaran terhadap siswa yang berkesulitan membaca. Tempat dan waktu pelaksanaan wawancara ini disesuaikan dengan kesepakatan antara interviewer dan interviewee.Data mengenai wawancara ini diperoleh melalui metode wawancara yang dicatat oleh peneliti dan direkam dengan bantuan alat perekam (recorder).

DAFTAR PUSTAKA

Suherman, Yuyus. 2009. Adaptasi Pembelajaran Siswa Berkesulitan Belajar. Bandung : Rizqi Press. http://nasuprawoto.wordpress.com/2010/01/01/kesulitan-belajar-membaca/(09 April 2012)

LAMPIRAN Daftar Pertanyaan o Melalui pembelajaran dengan menyebutkan tujuannya, Guru memeritahukan tentang tujuan membaca suatu bahasan Bagaimana cara ibu/bapak untuk menyampaikan tujuan dari suatu bacaan ? Apakah yang bapak/ibu lakukan saat siswa menganggap tujuan membaca itu tidak penting ? Guru memberitahukan tentang pentingnya membaca Apakah menurut bapak/ibu siswa mengetahui bahwa membaca itu sangat bermanfaat untuk menambah pengetahuan ? Kapan bapak/ibu menyampaikan tentang pentingnya membaca? o Menyajikan bahan baru dengan bertahap, Guru memberikan materi baru sesuai dengan kemampuan siswa Bagaimana cara bapak/ibu memberikan pengajaran membaca terhadap siswa yang berkesulitan membaca sehingga mampu bertahap pada bacaan selanjutnya ? Bagaimana cara bapak/ibu apabila anak tersebut masih sulit untuk memahami bacaannya sehingga belum mampu pada tahap selanjutnya ?(tetap diulangi/ditinggalkan) Guru tidak memaksakan pada siswa untuk memahami materi selanjutnya apabila siswa tersebut belum paham tentang materi sebelumnya Apakah bapak/ibu kalau terus mengulangi bahan bacaan siswa yang berkesulitan kurikulum? Apakah bapak/ibu memberikan pengajaran yang membaca akan tertinggal dari segi

lebih(bimbingan belajar membaca) pada anak yang berkesulitan membaca ?

o Memberikan instruksi dan penjelasan secara jelas dan rinci, Guru menjelaskan materi yang sedang dibaca oleh siswa supaya lebih mudah dalam pemahamannya Apakah bapak/ibu ketika siswa yang sulit memahami bacaanya langsung menjelaskan tentang apa yang dibaca siswa tersebut ? Bagaimana cara bapak/ibu memberikan pemahaman terhadap materi yang disampaikan ? Guru memberikan pengarahan terhadap pemahaman siswa saat membaca Kapan bapak/ibu memberikan pengarahan terdadap

pemahaman bacaan siswa yang berkesulitan membaca ? Metode apakan yang bapak/ibu pakan supaya pemahaman siswa yang bersulitan membaca tersebut lebih mudah memahami bacaanya ? o Memberikan latihan dan banyak bertanya, Guru memberikan latihan macam-macam cara membaca pada anak Bagaimana cara bapak/ibu menyampaikan macam-macam metode membaca pada siswa berkesulitan membaca ? Apakah siswa yang berkesulitan membaca tersebut bisa menggunakan disampaikan? Apakah yang dilakukan oleh bapak/ibu ketika siswa yang berkesulitan membaca tersebut tidak bisa menerapkan macammacam cara membaca ? Guru menanyakan tentang apa yang dipahami siswa setelah membaca Kapan bapak/ibu memberikan pertanyaan terhadap siswa mengenai pemahaman bacaannya ? macam-macam cara membaca yang

o Mengecek pemahaman siswa, Guru meminta siswa untuk menyimpulkan bacaannya Bagaimana sikap guru yang ditampilkan saat siswa yang berkesulitan belajar tidak mampu menyimpulkan bacaanya ? (mungkin karena malas atau tidak memahami bacaan) Apakah dalam menyimpulkan bacaan tersebut guru memilih langsung siswa untuk menyimpulkan bacaan atau menunggu siswa yang mau menyimpulkan ? Guru meminta siswa untuk menceritakan kembali apa yang dibacanya. Bagimana cara bapak/ibu untuk membuat siswa yang berkesulitan membaca itu mau memceritakan bacaanya ? o Memberikan umpan balik, Guru memberikan tambahan informasi mengenai bacaan siswa Kapan bapak/ibu memberikan tambahan informasi tentang bacaan siswa ? Apakah tambahan informasi tersebut bisa diterima (sesuai dengan o Koreksi. Guru membenarkan pemahaman siswa mengenai bacaan apabila terjadi salah pemahaman. Bagaimana cara bapak/ibu memberikan koreksi terhadap kemampuan berfikir) siswa khususnya yang

berkesulitan membaca ?

kesalahpahaman bacaan siswa yang berkesulitan membaca ? Apakah dalam koreksi tersebut guru hanya menyebutkan kesalahan siswa tersebut atau langsung dibenarkan

pemahamaannya ?