Anda di halaman 1dari 9

dia dipercaya, karena dia dikenal sebagai Al Amin, orang yang tepercaya Salim A.

Fillah Berbagi Makna Semoga Allah berkahi tiap kata yang mengalir dari ujung jemari kita. Sungguh sebuah buku dapat mengubah jiwa manusia dan nasib dunia. kita, prasangka, mereka *** kita hidup di tengah-tengah khalayak yang selalu berbaik sangka.. *** alangkah berbahayanya terlalu percaya pada baik sangka mereka membuat kita tak lagi jujur pada diri atau menginsyafi, bahwa kita tak seindah prasangka itu *** tapi keinsyafan membuat kadang terfikir bersediakah mereka tetap jadi saudara saat tahu siapa kita sebenarnya kadang terrasa, bersediakah dia tetap menjadi sahabat saat tahu hati kita tak tulus, penuh noda dan karat dan.. bersediakah dia tetap mendampingi kita di sepanjang jalan cinta para pejuang ketika tahu bahwa iman kita berlubang-lubang *** inilah bedanya kita dengan Sang Nabi maka mari kita hargai dan jaga semua baik sangka itu dengan berbuat sebaik-baiknya atau sekurangnya dengan doa yang diajarkan lelaki yang penuh baik sangka terhadap diri dan sesamanya *** ya Allah, jadikan aku lebih baik daripada semua yang mereka sangka dan ampuni aku atas aib-aib yang tak mereka tahu.. ini doa Abu Bakr ya Allah jadikan aku dalam pandanganku sendiri sebagai seburuk-buruk makhluq dalam pandangan manusia sebagai yang tengahtengah dan dalam pandanganMu sebagai yang paling mulia.. *** -Salim A. Fillahsulit, mudah, ridhaNya sementara kita dipercaya, justru karena mereka semua tidak mengenal kita.. *** yang ada hanya baik sangka..

satu waktu, sudah lama sekali seseorang berkata dengan wajah sendu alangkah beratnya.. alangkah banyak rintangan.. alangkah berbilang sandungan.. alangkah rumitnya. *** aku bertanya, lalu? dia menatapku dalam-dalam, lalu menunduk apakah sebaiknya kuhentikan saja ikhtiar ini? hanya karena itu kau menyerah kawan? aku bertanya meski tak begitu yakin apakah aku sanggup menghadapi selaksa badai ujian dalam ikhtiar seperti dialaminya yah.. bagaimana lagi? tidakkah semua hadangan ini pertanda bahwa Allah tak meridhainya? *** aku membersamainya menghela nafas panjang lalu bertanya, andai Muhammad, shallaLlahu alaihi wa sallam berfikir sebagaimana engkau menalar, akan adakah islam di muka bumi? maksudmu akhi?, ia terbelalak *** ya. andai muhammad berfikir bahwa banyak kesulitan berarti tak diridhai Allah, bukankah ia akan berhenti di awal-awal risalah? ***

ada banyak titik sepertimu saat ini, saat muhammad bisa mempertimbangkan untuk menghentikan ikhtiar mungkin saat dalam rukunya ia dijerat di bagian leher mungkin saat ia sujud lalu kepalanya disiram isi perut unta mungkin saat ia bangkit dari duduk lalu dahinya disambar batu mungkin saat ia dikatai gila, penyair, dukun, dan tukang sihir mungkin saat ia dan keluarga diboikot total di syib Abi Thalib mungkin saat ia saksikan sahabat-sahabatnya disiksa di depan mata atau saat paman terkasih dan isteri tersayang berpulang atau justru saat dunia ditawarkan padanya; tahta, harta, wanita.. *** jika muhammad berfikir sebagaimana engkau menalar tidakkah ia punya banyak saat untuk memilih berhenti? tapi muhammad tahu kawan ridha Allah tak terletak pada sulit atau mudahnya berat atau ringannya, bahagia atau deritanya senyum atau lukanya, tawa atau tangisnya *** ridha Allah terletak pada apakah kita mentaatiNya

dalam menghadapi semua itu apakah kita berjalan dengan menjaga perintah dan larangNya dalam semua keadaan dan ikhtiar yang kita lakukan.. ***

dan cinta selalu membuat kita iba dan syaithan datang untuk membuat kita lebih mengasihi manusia daripada mencintaiNya *** ia ditanya lagi

-Salim A. Fillahdan mengapa, Allah berfirman pula asy syafii, -dan aku- menangis Dan hendaklah pelaksanaan hukuman mereka satu saat asy syafii ditanya mengapa hukuman bagi pezina sedemikian beratnya wajah asy syafi memerah, pipinya rona delima karena, jawabnya dengan mata menyala zina adalah dosa yang bala akibatnya mengenai semesta keluarganya, tetangganya, keturunannya bahunya terguncang-guncang hingga tikus di rumahnya dan semut di liangnya *** ia ditanya lagi dan mengapa tentang pelaksanaan hukuman itu, Allah berkata, Dan janganlah rasa ibamu pada mereka menghalangimu untuk menegakkan agama! *** asy syafii terdiam ia menunduk, ia menangis setelah sesak sesaat, ia berkata karena zina seringkali datang dari cinta agar menjadi pelajaran ia terisak agar menjadi pelajaran ia tersedu agar menjadi pelajaran ia tergugu *** lalu ia bangkit dari duduknya matanya kembali menyala karena ketahuilah oleh kalian.. sesungguhnya zina adalah hutang hutang, sungguh hutang.. Allah tak pernah mensyaratkan menjadikannya tontonan? *** janggut asy syafii telah basah disaksikan oleh sekumpulan orang-orang yang beriman. bukankah untuk pembunuh, si murtad, pencuri

dan.. salah seorang dalam nasab pelakunya pasti harus membayarnya! *** kutulis dengan menangis, semoga menjadi pengingat yang terwaris -salim a. fillah-

sampai satu pagi, aku menangis membaca pesanmu.. doakan akh, ada pasien hamil meninggal ketika saya jaga kemungkinan besar akan ada audit semoga saya hanya takut kepada Allah! ***

kesabaranmu sebentang jarak kita Allah memuliakanmu Akh.. akhi tersayang Allah memualiakanmu.. -hmm, hampir setahun tak sua, seperti apa kau sekarang?kesabaranmu sebentang jarak kita beberapa waktu lalu, kau kabarkan dan kau pinta doa tentang isterimu dan mushibah kalian ya, kalian telah mengikhlaskannya setelah penantian yang menyesakkan dada setelah penjagaan yang berdarah-darah kena jaga jumat pagi, berarti sendiri *** subhanallah, ujian kita semua semoga bernilai di sisiNya seperti ibrahim menanti ismail seperti sarah menanti ishaq seperti zakariyya menanti yahya *** *** pernah satu waktu, rasanya jenuh sekali dan lalu setelah bidadarimu menjalani hari yang menyakitkan itu berhari-hari sapaku menggantung di langit tak berjawab.. kadang iri dengan perjalanan berpahala yang ant lakukan tapi masing-masing orang punya ladangnya sendiri semoga saya tekun, tangguh di ladang ini bertanggungjwab atas UGD, ICU, bangsal, hingga ruang bersalin semuanya sendiri.. saat berangkat jumatan tadi seorang pasien sedang dijahit kepalanya oleh perawat.. *** ketika aku menikmati guncangan sepanjang trans-kalimantan palangkaraya-banjarmasin pesanmu datang lagi.. *** dua jumat sudah was-was menyergap

*** kasus kematian kemarin, sedikit banyak kian menambah rasa itu audit mungkin baru dilakukan bulan depan, sekarang diminta buat laporan tapi besar kemungkinan, saya akan menangguk persalahan dari dua senior spesialis, penyakit dalam dan kebidanan *** kejadiannya jam duabelas malam dengan tanggungjawab jaga saya atas seluruh, seluruh isi rumah sakit.. keletihan memang membuat saya tidak maksimal cuma, spesialis yang sudah tahu kondisi pasien sejak jam sembilan tak memberi tindakan apapun dibiarkanlah ia yang hamil 7 bulan terbaring di ICU *** pengobatan dari mereka ternyata tidak mengurangi sesak nafasnya terpaksa saya ambil insiatif tapi tak banyak membantu dan jam tiga pagi, pasien itu meninggal.. *** para spesialis itu mungkin akan berkata, mengapa tidak konsul? jam segitu.. dengan kesadaran baik.. toh jam sembilan mereka sudah dikonsul, dan hanya diam..

*** hff, doakan ya akh.. hari ini saya ke palembang, kangen bapak dan bunda uhibbuka fillah ada cerita lagi untukku? *** apalagi yang harus kuceritakan padamu akhina shalih? di saat itu aku terpaku, merasa alangkah ringan semua yang kuhadapi.. *** -Banjarmasin 13 Februari 2009Salim A. Fillah di atas sungai barito, hadits itu, empat tahun lalu ya, saudaraku tersayang di atas sungai barito, empat tahun lalu hadits itu kukirim padamu lalu aku telah merasa bahwa saat itu kita menangis bersama *** apakah hadits itu menyindir orang sepertiku akh? engkau bertanya dan aku bagai ingin membenamkan diri ke arus sungai dan biarlah ramai pasar terapung menjadi saksi tidak, hadits itu menamparku

menamparku.. *** hadits itu dibawakan ath thabrani dan al baihaqi akan datang di hari kiamat, kata sang nabi satu kaum yang membawa kebaikan seakbar gunung uhud lalu Allah jadikan semua itu, bagai debu beterbangan ***

*** kini, empat tahun kemudian kuseru engkau dari tepian sungai yang keruh itu mari kita baca kembali agar hati kita makin memantapkan keistiqamahan dan tiap detik, ada taubat yang kita perbarui *** -Tepian Barito, 14 Februari 2009-

sahabat sang rasul bertanya takjub, apakah mereka muslim ya rasulallah? dan jawaban sang rasul membuat kita harus tertunduk mereka muslim.. yang shalat sebagaimana kalian shalat yang puasa sebagaimana kalian berpuasa bahkan mereka berdiri di waktu malam menghadap tuhannya.. *** lalu mengapa? *** ..namun mereka adalah orang-orang yang jika bersepi dengan apa yang dilarang Allah mereka melanggarnya.. *** empat tahun lalu dari atas sungai barito kita bicarakan hadits itu dalam perasaan temaram dan hati yang berbisik, nurani yang mengusik

salim a. fillah Posted in Puisi | 3 Comments Seribu Sungai February 15, 2009 by salim-a-fillah isteriku.. di banjarmasin seribu sungai mengalir ke selatan menyapakan cintaku padamu *** maka laut jawa pun bergelombang badai menyapa pantai mengantar gejolak rindu *** dan saat kita nanti bertemu dalam jihad yang kian dahsyat, dalam dawah yang kian meriah, dalam kebaikan yang makin jamak semesta kan bertahmid..

Telah Kita Perbarui pada kami syaithan membisikkan kalimat-kalimat pemisah gemuruh bagai lebah keakraban dibakar rasa, sergapan kecewa *** tapi di saat seperti inilah kami paksa hati untuk melawan katakan tidak pada sang syaithan *** setiap mukmin adalah cermin

*** mari kita berjanji hari ini, untuk kesekian kali telah kita perbarui sebuah ikatan suci dan izinkan aku melihat kembali senyum itu ruku yang lurus sempurna kopiah putih bersahaja dan mujahid gigih yang melangkah gagah merengkuh tanganku, menjemput syahid dalam padu ***

satu bagi yang lain -salim a. fillah ;.) maka tiap aib adalah kaca diri Posted in Puisi | 1 Comment maafkan saudaraku, adalah rombeng imanku dosa, permakluman, hukuman yang membuatmu diserbu gelombang pilu January 26, 2009 by salim-a-fillah *** siang ini tapi di saat seperti inilah membaca tulisan seorang kawan kami paksa hati untuk melawan dan aku ingat ibnul jauzy jangan sampai satu sama lain *** membantu syaithan membawakan jerumus andai seseorang bermashiat, kata beliau *** disebab syahwat karena bahkan dalam segala ketakindahan hidupmu kau masih hadirkan persaudaraan terindah untukku karena dalam tiap prasangka di antara kita berdosa dan merasa diri baik-baik saja masih tersimpan cinta aku takut.. aku masih punya harapan tinggi bahwa Allah akan mengampuni tapi dia yang sombong dan keras kepala

*** sebab adam dan hawa

hukuman terbesar atas mashiat adalah kebas hati perasaan tanpa salah, yang membuat tenang

bermashiat karena syahwatnya untuk terus berkubang dalam dosa dan Allah mengampuni mereka sebab iblis berdosa dan durhaka karena sombongnya dan ia dilaknat sepanjang masa. *** aku lalu menangis.. membaca ayatNya terasa begitu miris maukah kukabarkan padamu tentang ia yang paling merugi amalnya? andai boleh ya Allah, aku tak ingin tahu karena aku takut, aku termasuk di situ tapi Engkau telah berfirman, yaitu orang yang telah sesat upayanya dalam kehidupan dunia, lalu dia menyangka bahwa dia telah berbuat sebaik-baiknya. *** semoga tiap langkahku ya Allah tidak sedang menyuruk ke sana karena aku tahu dalam tiap dosaku tersimpan bahaya saat aku memakluminya, menganggapnya biasa *** maka berbahagialah dia yang masih punya gelisah atas dosanya setidaknya masih ada iman di sana, yang sedang terluka *** -salim a. fillah ;.. jiwa pendosa tahukan kau jiwa pendosa yang bertaubat lebih mulia dari sejuta malaikat *** tahukah kau jiwa pendosa adalah setiap kita yang dicintaiNya karena andai kita tak tersalah Allah akan melenyapkan kita lalu memunculkan makhluk berdosa kemudian mereka bertaubat lalu diampuniNya *** tahukah kau jiwa pendosa yang bertaubat disambut Allah

layaknya pangeran para auliya *** -salim a. fillah;.) Berlari, Jangan Henti berbahagialah insan sejati yang berlari dari gelap menuju cahaya dari dosa menuju pahala dari hawa menuju cinta dari yang keji menuju yang suci dari murka menuju ridhaNya *** berbahagialah yang tahu bahwa tak cukup hanya berjalan ia harus berlari seperti panggilanNya: maka berlarilah menuju Allah *** maka jika kuulurkan tangan adakah sambutan mari kita berlari meski jalannya mendaki tapi di puncak sana menanti surgaNya tak bertepi! ***