Anda di halaman 1dari 39

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Pengantar Pada proses sebelumnya sebuah perusahaan telah mampu menyelesaikan semua masalah di lantai produksi dengan menggunakan software ARENA. Disamping itu kosultan yang handal dapat menginterpretasikan dan menjelaskan terhadap client maksud dari ouput tersebut, sehingga client merasa puas dan tidak ragu lagi dengan kemampuan konsultan mahasiswa TI. Perusahaan PT. MURAH MERIAH MUTAH-MUTAH (PT. M4) memproduksi dua jenis sepatu berbeda yaitu TI JOSSS dan TI PRUTTT. PT. 4M mempunyai rencana mengembangkan lini produksi baru untuk memproduksi sepatu TI JOSSS dan TI PRUTTT. Berdasarkan pengalaman bottlenecks dan delays pada lini produksi berdampak serius terhadap tingkat keuntungan PT. M4. PT. M4 memilih anda sebagai konsultan untuk mensimulasikan proses produksi pabrik mereka dan bila memungkinkan anda diminta menyelesaian permasalahan tersebut. Berdasarkan analisis yang telah kami analisis pada modul 1 di PT. M4 merasa puas terhadap hasil yang dicapai perusahaan. Dengan kesuksesan lini produksi TI JOSSS dan TI PRUTTT perusahaan telah memutusakan untuk mengeluarkan jenis sepatu baru TI KEPRET (sepatu generasi ketiga). Setiap perusahaan harus mampu bertahan dan bertumbuh dalam lingkungan bisnis global yang kompetitif dan turbulen dengan menciptakan nilai bagi customer. Setiap perusahaan berusaha menciptakan nilai bagi customer yang lebih baik dengan biaya yang lebih rendah dari pesaing sejenis atau menciptakan nilai yang sama dengan biaya yang lebih rendah dari pesaing sejenis (Hansen dan Mowen, 2006). Keberadaan suatu perusahaan ditentukan oleh kemampuan produk dan jasa dalam memenuhi kebutuhan customer, bukan ditentukan oleh kualitas yang melekat pada produk dan jasa yang dihasilkan perusahaan (Mulyadi, 2003).

1.2. Tujuan Adapun Tujuan dari Praktikum Sistem Simulasi Industri pada modul 2 ini adalah : a. Dapat menyelesaikan waktu pemindahan secara tepat dengan memproduksi produk baru. b. Dapat memberikan penjadwalan stasiun kerja pada sistem produksi sesuai dengan kedatangan produksi meningkat, turun, atau tetap. c. Untuk menampilkan jumlah antrian di stasiun kerja

BAB II TEORI

2.1

KASUS a. KASUS C pada TRANSFER TIME Pada kasus C (Transfer Time) secara umum skema di mana beberapa situs

berbagi waktu referensi yang tepat. Namun dalam transfer time ini dalam pemindahan waktu yang dibutuhkan sangat di perlukan agar dapt menghasilkan output yang sesuai. Waktu transfer memecahkan masalah seperti observatorium astronomi berhubungan berkedip diamati atau fenomena lainnya satu sama lain, serta menara ponsel koordinasi handoffs sebagai telepon bergerak dari satu sel yang lain. Beberapa teknik telah dikembangkan, sering mentransfer sinkronisasi referensi jam dari satu titik ke titik lain, sering jarak jauh. (Hansen dan Mowen, 2006). Dalam beberapa kasus, beberapa pengukuran dilakukan selama periode waktu, dan sinkronisasi waktu yang tepat ditentukan secara retrospektif. Secara khusus, sinkronisasi waktu yang telah dilakukan dengan menggunakan pasang teleskop radio untuk mendengarkan sebuah pulsar, dengan pengalihan waktu dilakukan dengan membandingkan offset waktu dari sinyal pulsar diterima. Pada waktu pemindahan ini sangat diperlukan dalam proses produksi yang akan dilakukan karena dengan penambahan lini produksi ketiga ini ditetapkan waktu pemindahan pada transfer time antar stasiun adalah konstan sebesar 1 menit. Untuk pemindahan waktu pada modul 2 ini digunakan station dan route.

b. KASUS D pada PENJADWALAN Pada sistem penjadwalan ini keperluan untuk melakukan penjadwalan sangat bervariasi antara satu instalasi dengan instalasi lainnya, menurut jumlah kerumitan yang meningkat secara proposional bedasarkan ukuran instalasinya, dalam pekerjaan. Konsep dalam penjadwalan dengan adanya penjadwalan dapat mampu menyusun jadwal sesuai dengan waktu yang telah disiapkan. Dalam model optimasi penjadwalan produksi yang terintegrasi meliputi penentuan alokasi kegiatan produksi, pengaturan operasi-operasi dari proses job shop dan perencanaan kapasitas sebagai suatu kegiatan yang terintegrasi. Kriteria yang digunakan adalah memenuhi pesanan sejumlah produk yang terjadi pada sejumlah periode dari suatu horizon perencanaan dengan tujuan untuk meminimalkan total biaya. Persoalan penjadwalan produksi pada dasarnya adalah pengalokasian sumber daya untuk menyelesaikan sekumpulan pekerjaan agar memenuhi kriteria tertentu. Kriteria tersebut dapat berupa waktu penyelesaian pekerjaan yang minimal, penggunaaan sumber daya yang maksimal, meminimasi total biaya yang ditimbulkan dan kriteria-kriteria lainnya. Ada tiga aspek penting yang akan menentukan pemenuhan kriteria tersebut, yaitu penentuan ukuran lot produksi, penentuan urutan pekerjaan dan penentuan kapasitas produksi yang diperlukan (Tagawa, 1996). Ada tiga aspek penting yang akan menentukan pemenuhan kriteria tersebut, yaitu penentuan ukuran lot produksi, penentuan urutan pekerjaan dan penentuan kapasitas produksi yang diperlukan (Tagawa, 1996). Adapun dengan adanya penjadwalan ini memiliki tujuan yaitu untuk mengurangi timbunan pekerja yang terlalu banyak dan kepadatan dalam pemrosesan, membuat efektif penggunaan sumber daya, memenuhi keperluan pemakai, denagn bersifat flesikbel untuk dijadwal ulang apabila diperlukan dan siap tersedia.

c. KASUS E pada ADD PLOT Pada kasus E atau add plot ini secara umum dalam sistem arena ini digunakan untuk menampilkan jumlah antrian di stasiun eyelet dengan merencanakan jumlah antrian pada stasiun kerja yang telah dilakukan transfer time dan penjadwalan.

2.2

MODUL Berikut ini merupakan modul-modul dasar yang digunakan untuk praktikum

simulasi industi pada modul 2 yaitu : 1. Pada modul Create ini merupakan modul yang digunakan untuk mengenerate kedatangan entity kedalam simulasi.

Gambar 1.2.1 Create


(Sumber: software ARENA 5.0)

2. Pada modul ini Dispose merupakan modul yang digunakan untuk mengeluarkan entity dari sistem.

Gambar 1.2.2 Dispose


(Sumber: software ARENA 5.0)

3. Pada modul ini Process merupakan modul yang digunakan untuk memproses entity dalam simulasi.

Gambar 1.2.3 Process


(Sumber: software ARENA 5.0)

Keterangan : Size delay relayse : proses yang terjadi penumpukan pada barang tapi

prosesnya tetap berjalan. Allocation : jenis aktivitas transfer yang terjadi pada modul ini, terdiri dari beberapa jenis antara lain Value added : pada proses yang dilakukan terjadi penambahan nilai dari material input menjadi output. Non value added : tidak terjadi proses penambahan nilai dari material input menjadi output (misalkan kegiatan inspeksi) Transfer : waktu transfer dari satu tempat ke tempat lain. Wait : waktu tunggu sebelum entity melakukan aktivitas berikutnya. 4. Decide Pada modul ini digunakan untuk menetukan keputusan dalam proses,

didalamnya termasuk beberapa pilihan untuk membuat keputusan berdasarkan 1 atau beberapa pilihan.

Gambar 1.2.4 Decide


(Sumber: software ARENA 5.0)

Type : mengidentifikasikan apakah keputusan berdasarkan pada kondisi dan dapat dispesifikan menjadi beberapa jenis, yaitu: 2-way : digunakan jika hanya untuk 1 kondisi benar atau salah. 2-way by chance : mendefinisikan satu atau lebih presentase. 2-way by condition : mendefinisikan satu atau lebih kondisi. N-way : digunakan untuk berapapun jumlah kondisi.

5. Assign Pada modul ini digunakan untuk memasukkan nilai baru pada variable, entity atribute, entity type atau variable lain pada sistem.

Gambar 1.2.5 Assign


(Sumber: software ARENA 5.0)

6. Record Pada modul ini digunakan untuk memunculkan data statistic pada model simulasi, type data statistik yang dapat dimunculkan seperti waktu antar kedatangan.

Gambar 1.2.6 Record


(Sumber: software ARENA 5.0)

7. Station Pada modul mendefinisikan sebuah stasiun (atau satu set stasiun) sesuai dengan lokasi fisik atau logis di mana pemrosesan terjadi. Jika modul Stasiun mendefinisikan satu set stasiun, hal ini secara efektif menentukan lokasi pengolahan beberapa.

Station 8

Gambar 1.2.7 Station


(Sumber: software ARENA 5.0)

8. Route Pada modul route transfer entitas kepada stasiun ditentukan, atau stasiun berikutnya dalam urutan kunjungan stasiun yang ditetapkan untuk entitas. Sebuah waktu tunda untuk mentransfer ke stasiun berikutnya dapat didefinisikan. Ketika entitas memasuki modul Route, Stasiun atribut (Entity Station) diatur ke stasiun tujuan. Entitas tersebut kemudian dikirim ke stasiun tujuan, menggunakan waktu rute yang ditentukan.

Route 6

Gambar 1.2.8 Route


(Sumber: software ARENA 5.0)

BAB III MODEL

3.1. Hasil MODEL C, MODEL D dan MODEL E Pada hasil simulasi arena maka didapatkan hubungan model kasus pada ketiga model antara lain : a. MODEL KASUS C (TRANSFER TIME)

Gambar 1.3.1 Model Kasus C (TRANSFER TIME)


(Sumber: software ARENA 5.0)

Kasus C (Transfer Time) di mana beberapa situs berbagi waktu referensi yang tepat. Namun dalam transfer time ini dalam pemindahan waktu yang dibutuhkan sangat di perlukan agar dapt menghasilkan output yang sesuai.
Adapun langkah-langkah dari kasus C (Transfer Time) pada software Arena 5.0

antara lain : 1. Langkah pertama yaitu membuka hasil outputan pada modul 1 yang kasus B (Quality Control), kemuadian putuskan hubungan connect antara modul

Arrival pada TI Joss Arrival dengan Process pada TI Prutt.


2. Langkah kedua yaitu pada tampilan arena tersebut buka window Advanced

Transferkemudian pilih : File lalu klik pada Template Panel terus pilih Attach
dan yang terakhir pilih Advanced Transfer 3. Setelah itu langkah ketiga klik pada menu arena dengan menampilkan station

dengan mengklik 2x dan diberi nama pada kotak Name. Kemudian pada kotak station name pilih station 1, pengisian harus hati-hati karena bisa menjadi
tujuan Route. Disarankan nama station jangan diubah jadi berurutan sehingga mudah untuk menghafalkan waktu nanti mengisi Route

4. Klik pada menu Station klik name TI JOSS ARRIVAL STATION dan sebaliknya juga dengan klik TI PRUTT ARRIVAL STATION, seperti gambar dibawah ini :
TI JOSS ARRIVAL STATION
TI_JOSS ARRIVAL

TI JOSS ROUTE TO LOGO STATION

TI_PRUTT ARRIVAL

TI PRUTT ARRIVAL STATION

TI PRUTT ROUTE TO LOGO STATION

Gambar 1.3.2 Station


(Sumber: software ARENA 5.0) 5. Langkah ke lima klik pada menu arena yaitu klik 2x modul Route dan diisi kotak name dengan nama TI JOSS ROUTE TO LOGO STATION lalu pada destination type di klik station, pada kotak units pilih minutes.

TI_JOSSS LOGO

TI JOSS LOGO STATION

TI_JOSS EYELET TIME

TI PRUTT LOGO STATION


TI_PRUTT LOGO

TI_PRUTTT EYELE TIME

Gambar 1.3.3 Route


(Sumber: software ARENA 5.0)

6. Langkah keenam, sama dengan langkah sebelumnya hanya yaitu klik station dan beri nama TI JOSS LOGO STATION dan TI PRUTT LOGO STATION seperti gambar dibawah ini :
T I_JO SSS LO G O

TI JOSS LOGO STATION

T I_JO SS EYELET T IME

TI JOSS DAN TI PRUTT ROUTE TO EYELET STATION

TI PRUTT LOGO STATION


T I_PRUT T LO G O

T I_PRUT T T EYELE T IME

Gambar 1.3.4 Station


(Sumber: software ARENA 5.0)

Kemudian disambungkan dengan process TI JOSS LOGO dan TI PRUTT LOGO setelah itu disambungkan dengan TI JOSS EYELET TIME dan TI PRUTT EYELET TIME dan yang terakhir disambungkan dengan route. 7. Lalu langkah ke tujuh klik create untuk menambahkan menu yaitu klik 2x dan diberi nama TI KEPRET ARRIVAL dan disambungkan station dan diberi nama TI KEPRET ARRIVAL STATION lalu disambungkan dengan TI KEPRET EYELET TIME dan klik 2x pada station dan diberi nama TI KEPRET ROUTE TO EYELET STATION.

TI KEPRET ARRIVAL

TI KEPRET ARRIVAL STATION

TI KEPRET EYELET TIME

TI KEPRET ROUTE TO EYELET STATION

8. Pada menu station klik 2x dan diberi nama EYELET ARRIVAL STATION dengan dihubungkan EYELET STATION dan yang terakhir klik route dan diberi nama SEPATU ROUTE TO QC.
EYELET ARRIVAL STATION
EYELET STATION

SEPATU ROUTE TO QC

9. Pada langkah ke Sembilan sama halnya dengan langkah sebelumnya klik pada station dan diberi nama QC ARRIVAL STATION dengan disambungkan decide, record, dan dispose.
R ec ord BAGU S

QC ARRIVAL STATION

0
BAGU S VS BU R U K

Tru e

D ISPOSE SEPATU TI

0 0
Fal s e

R ec ord BU R U K

b. MODEL KASUS D (PENJADWALAN)


TI_JOSS ARRIVAL

TI J OSS ARRIVAL STATION

TI J OSS ROUTE TO L OGO STATION

TI J OSS L OGO STATION

TI_JOSSS LOGO

TI_JOSS EYELET TIME

TI J OSS DAN TI PRUTT ROUTE TO EYEL ET STATION

TI_PRUTT ARRIVAL

TI PRUTT ARRIVAL STATION

TI PRUTT ROUTE TO L OGO STATION

TI PRUTT L OGO STATION

TI_PRUTT LOGO

TI_PRUTTT EYELE TIME

TI KEPRET ARRIVAL

TI KEPRET ARRIVAL STATION

TI KEPRET EYELET TIME

TI KEPRET ROUTE TO EYEL ET STATION QC ARRIVAL STATION

Record BAGUS

0
BAGUS VS BURUK

Tr ue

DISPOSE SEPATU TI

EYEL ET ARRIVAL STATION

EYELET STATION

SEPATU ROUTE TO QC

0 0
Fals e

Record BURUK

Gambar 1.3.5 Model Kasus D (PENJADWALAN)


(Sumber: software ARENA 5.0)

Adapun langkah-langkah dari kasus D (PENJADWALAN) pada software Arena

5.0 antara lain :


1. Langkah pertama Klik Schedule pada basic Process kemudian masukkan data schedule seperti berikut ini :

Kemudian klik pada schedule dan selanjutnya masukan data schedule tersebut dengan nama LOGO Schedule dengan menggunakan time units quartehours, durasi yang dibutuhkan 16 rows dengan waktu jam atau 15 menit dan pada EYELET Schedule menggunakan7 rows menggunakan 4 operator semuannya istrahat selama 15 menit tiap 2 jam. 2. Setelah penjadwalan lengkap langkah selanjutnya kembali ke Resource

c. KASUS E (ADD PLOT)

TI_JOSS AR IVAL R

T I J OSS ARRIVAL ST AT ION

T I J OSS ROUT E T O L OGO ST AT ION

T I J OSS L OGO ST AT ION

TI_JOSSS LOGO

TI_JOSS EYELET TIME

T I J OSS DAN T I PRUT T ROUT E T O EYEL ET ST AT ION

TI_PR TT U AR IVAL R

T I PRUT T ARRIVAL ST AT ION

T I PRUT T ROUT E T O L OGO ST AT ION

T I PRUT T L OGO ST AT ION

TI_PR TT LOGO U

TI_PR TTT U EYELE TIME

TI KEPR ET AR IVAL R

T I KEPRET ARRIVAL ST AT ION

TI KEPR ET EYELET TIME

T I KEPRET ROUT E T O EYEL ET ST AT ION QC ARRIVAL ST AT ION

R ecord BAGU S

0
BAGU VS BU U S RK

Tr ue

D ISPOSE SEPATU TI

EYEL ET ARRIVAL ST AT ION

EYELET STATION

SEPAT U ROUT E T O QC

0 0
Fals e

R ecord BU U RK

Gambar 1.3.6 Model Kasus E (ADD PLOT)


(Sumber: software ARENA 5.0)

Sistem arena ini digunakan untuk menampilkan jumlah antrian di stasiun eyelet dengan merencanakan jumlah antrian pada stasiun kerja yang telah dilakukan transfer time dan penjadwalan.
Adapun langkah-langkah dari kasus E (Add Plot) pada software Arena 5.0 antara

lain : 1. Langkah pertama klik pada bagian plot


pada bagian atas screen. Dalam

kotak Dialog, dibawah Expressions anda dapat merencanakan jumlah antrian pada stasiun kerja Eyelet. Lihat gambar berikut :

Gambar 1.3.7 Model Plot


(Sumber: software ARENA 5.0) Klik Ok, Pilih Ruang di Flowchart View atau dekat dengan Flow Diagram untuk menempatkan Plot, Lihat Gambar Berikut :
TI_JOSS EYELET TIME

T I J OSS DAN T I PRUT T ROUT E T O EYELET ST AT ION

TI_PRUTTT EYELE TIME

Ada dua cara untuk memperlambat atau mempercepat Running Model : Tools > Options > Run Speed, Kecepatan Animasi dapat diatur dengan pada saat model dihentikan, Jika model dalam keadaan Running dapat dilakukan dengan cara Tekan Shift + < atau Shift + >.

BAB IV ANALISIS OUTPUT

4.1. Model C (TRANSFER TIME) 4.1.1 Analisa Category Overview

Gambar 1.4.1 Output Analisa Category Overview (Sumber : Software Arena 5.0)

Analisis : Dari hasil output analisa Category Overview diperoleh nilai average pada number out memiliki nilai sebesar 6.351,00 4.1.2 Analisa Category by Replication

Gambar 1.4.2 Output Analisa Category by Replication (Sumber : Software Arena 5.0)

Analisa: Berdasarkan hasil output category by replication diperoleh nilai NVA time, other time, transfer time memiliki nilai average 0. Berdasarkan hasil output category by replication diperoleh nilai Total time pada TI Kepret dengan average memiliki nilai sebesar 1.0000, pada TI Joss dengan average memiliki nilai sebesar 6.8963 dan pada TI Prutt memiliki nilai sebesar 4.8796. Berdasarkan hasil output category by replication diperoleh nilai Transfer time pada TI Kepreet memiliki nilai average sebesar 1.0000, pada TI Joss memiliki nilai average sebesar 2.0000 dan pada TI Prutt memiliki nilai average sebesar 2.0000 Berdasarkan hasil output category by replication diperoleh nilai VA time pada TI Kepret memiliki nilai average sebesar 0 dan pada TI Joss memiliki nilai average sebesar 2.9952, pada TI Prutt memiliki nilai average sebesar 0.3482.

4.1.3 Analisa Entities

Gambar 1.4.3 Output Analisa Entites (Sumber : Software Arena 5.0)

Analisa : Time Berdasarkan hasil output Entites maka diperoleh nilai time entity detail summary TI Kepret pada VA time memiliki nilai sebesar 0.00, NVA time sebesar 0.00, Transfer time sebesar 1.00, wait time memiliki nilai sebesar 0.00, other time sebesar 0.00 dan total time sebesar 1.00, pada TI Joss memiliki nilai sebesar 3.00, NVA time sebesar 0.00, Transfer time sebesar 2.00, wait time memiliki nilai sebesar 1.90, other time sebesar 0.00 dan total time sebesar 6.90, pada TI Prutt memiliki nilai sebesar 2.53, NVA time sebesar 0.00, Transfer time sebesar 2.00, wait time memiliki nilai sebesar 0.35, other time sebesar 0.00 dan total time sebesar 4.88. Other Berdasarkan hasil output Entites maka diperoleh nilai time entity detail summary TI Kepret memiliki nilai number in 2.790, number out 2.790. pada TI Joss memiliki nilai number in sebesar 3.285, number out 3.285, Pada TI Prutt memiliki nilai number in sebesar 276 dan number out sebesar 276. 4.1.4 Analisa Queues

Gambar 1.4.4 Output Analisa Queues (Sumber : Software Arena 5.0)

Analisa: Time Berdasarkan hasil output di atas diperoleh waiting time pada TI Joss logo memiliki nilai sebesar 1.90 dan TI Prutt logo sebesar memiliki nilai 0.35 sehingga total dari keduanya adalah 2.25 Other Berdasarkan hasil output di atas diperoleh nilai time eyelet station waiting time memiliki nilai sebesar 0.00, TI Joss logo memiliki nilai sebesar 2.17 dan TI Prutt logo memiliki nilai sebesar 0.03 sehingga total dari ketiganya adalah 2.20 4.1.5 Analisa Resource

Gambar 1.4.5 Output Analisa Resource (Sumber : Software Arena 5.0)

Analisa: Usage Berdasarkan hasil output resource diperoleh nilai Number Busy eyelet station memiliki nilai sebesar 0.00, Mahassiwa TI memiliki nilai sebesar 0.24, TI Joss memiliki nilai sebesar 3.42 serta TI Prutt memiliki nilai sebesar 0.24 Berdasarkan hasil output resource diperoleh nilai Number Scheduled eyelet station sebesar 4 , Mahassiwa TI sebesar 1 , TI Joss sebesar 6 serta TI Prutt sebesar 6 Berdasarkan hasil output resource diperoleh nilai utilization eyelet station memiliki nilai sebesar 0.00, Mahassiwa TI memiliki nilai sebesar 0.24 , TI Joss memiliki nilai sebesar 0.57 serta TI Prutt memiliki nilai sebesar 0.04 Other Berdasarkan hasil output di atas diperoleh nilai Number Time used pada eyelet

station memiliki nilai sebesar 0, Mahassiwa TI memiliki nilai sebesar 276, TI Joss logo memiliki nilai sebesar 3285 serta TI Prutt logo memiliki nilai sebesar 276 Berdasarkan hasil output di atas diperoleh nilai Scheduled Utilization eyelet station memiliki nilai sebesar 0.00, Mahassiwa TI memiliki nilai sebesar 0.24, TI Joss logo memiliki nilai sebesar 0.57 serta TI Prutt logo memiliki nilai sebesar 0.04

4.1.6 Analisa User Specified

Gambar 1.4.6 Output Analisa Queues (Sumber : Software Arena 5.0)

Analisa: Count Berdasarkan hasil output di atas diperoleh nilai Count pada record bagus memiliki nilai sebesar 6.207.00 sedangkan pada record buruk memiliki nilai sebesar 324.00

4.2 Model D (PENJADWALAN) 4.2.1 Analisa Category Overview

Gambar 1.4.7 Output analisa Category Overview (Sumber : Software Arena 5.0)

Analisa : Dari hasil output category overview diperoleh nilai average pada number out memiliki nilai sebesar 6.643.00.

4.2.2 Analisa Category by Replication

Gambar 1.4.8 Output Analisa Category by Replication (Sumber : Software Arena 5.0)

Analisa: Berdasarkan hasil output category by replication diperoleh nilai NVA time, other time, transfer time memiliki nilai average 0. Berdasarkan hasil output category by replication diperoleh nilai Total time pada TI Kepret dengan average memiliki nilai sebesar 1.0000, pada TI Joss dengan average memiliki nilai sebesar 9.5265 dan pada TI Prutt memiliki nilai sebesar 4.9598. Berdasarkan hasil output category by replication diperoleh nilai Transfer time pada TI Kepreet memiliki nilai average sebesar 1.0000, pada TI Joss memiliki nilai average sebesar 2.0000 dan pada TI Prutt memiliki nilai average sebesar 2.0000 Berdasarkan hasil output category by replication diperoleh nilai VA time pada TI Kepret memiliki nilai average sebesar 0 dan pada TI Joss memiliki nilai average sebesar 3.0078, pada TI Prutt memiliki nilai average sebesar 2.5351.

4.2.3 Analisa Entities

Gambar 1.4.9 Output Analisa Entities (Sumber : Software Arena 5.0)

Analisa: Time Berdasarkan hasil output Entities di atas diperoleh nilai time entity detail summary TI Kepret VA time memiliki nilai sebesar 0.00, NVA time sebesar 0.00, Transfer time sebesar 1.00, wait time memiliki nilai sebesar 0.00, other time sebesar 0.00 dan total time sebesar 1.00 Berdasarkan hasil output Entities di atas diperoleh nilai time entity detail summary TI Joss VA time memiliki nilai sebesar 3.01, NVA time sebesar 0.00, Transfer time sebesar 2.00, wait time memiliki nilai sebesar 4.52, other time sebesar 0.00 dan total time sebesar 9.53 Berdasarkan hasil output Entities di atas diperoleh nilai time entity detail summary TI Pruttt VA time memiliki nilai sebesar 2.54, NVA time sebesar 0.00, Transfer time sebesar 2.00, wait time memiliki nilai sebesar 0.42, other time sebesar 0.00 dan total time sebesar 4.96 Other Berdasarkan hasil Entities output di atas diperoleh nilai number in dari TI Kepret memiliki nilai sebesar 2.891 dan number out memiliki nilai sebesar 2.890.

Berdasarkan hasil Entities output di atas diperoleh nilai number in dari TI Joss memiliki nilai sebesar 3.460 dan number out memiliki nilai sebesar 3.454. Berdasarkan hasil Entities output di atas diperoleh nilai number in dari TI Pruttt memiliki nilai sebesar 299 dan number out memiliki nilai sebesar 299.

4.2.4 Analisa Queues

Gambar 1.4.10 Output Analisa Queues (Sumber : Software Arena 5.0)

Analisa : Time Berdasarkan hasil output queues diperoleh nilai waiting time, TI Joss logo memiliki nilai sebesar 4.52 dan TI Prutt logo sebesar memiliki nilai 0.42 sehingga total dari keduanya adalah 4.94 Other Berdasarkan hasil output queues diperoleh nilai time eyelet station pada number waiting memiliki nilai sebesar 0.00, TI Joss logo memiliki nilai sebesar 5.42 dan TI Prutt logo memiliki nilai sebesar 0.04 sehingga total dari ketiganya adalah 5.47

4.2.5 Analisa Resource

Gambar 1.4.11 Output Analisa Resource (Sumber : Software Arena 5.0)

Analisa : Usage Berdasarkan hasil resource output di atas diperoleh nilai number busy eyelet station memiliki nilai sebesar 0.00, Mahassiwa TI memiliki nilai sebesar 0.26, TI Joss logo memiliki nilai sebesar 3.61 serta TI Prutt logo memiliki nilai sebesar 0.26 Berdasarkan hasil resource output di atas diperoleh nilai number scheduled eyelet station memiliki nilai sebesar 3.60 , Mahassiwa TI memiliki nilai sebesar 1.00, TI Joss logo memiliki nilai sebesar 4.94 serta TI Prutt logo memiliki nilai sebesar 5.00 Berdasarkan hasil resource output di atas diperoleh nilai utilization eyelet station memiliki nilai sebesar 0.00, Mahassiwa TI memiliki nilai sebesar 0.26, TI Joss logo memiliki nilai sebesar 0.74 serta TI Prutt logo memiliki nilai sebesar 0.06.

Other Berdasarkan hasil resource output di atas diperoleh nilai Number Time used pada eyelet station memiliki nilai sebesar 0.00, Mahassiwa TI memiliki nilai sebesar 299.00, TI Joss logo memiliki nilai sebesar 3455.00 serta TI Prutt logo memiliki nilai sebesar 299.00 Berdasarkan hasil resource output di atas diperoleh nilai Scheduled Utilization pada eyelet station memiliki nilai sebesar 0.00, Mahassiwa TI memiliki nilai sebesar 0.26 , TI Joss memiliki nilai sebesar 0.73 serta TI Prutt logo memiliki nilai sebesar 0.05.

4.2.6 Analisa User Specified

Gambar 1.4.12 Output Analisa User Specified (Sumber : Software Arena 5.0)

Analisa: Count Berdasarkan hasil output di atas diperoleh nilai Count pada record bagus sebesar 6.286.00 sedangkan pada record buruk sebesar 357.00

4.3 Model KASUS E (ADD PLOT) 4.3.1 Analisa Category Overview

Gambar 1.4.13 Output Analisa Category Overview (Sumber : Software Arena 5.0)

Analisis : Dari hasil output analisa Category Overview diperoleh nilai average pada number out memiliki nilai sebesar 6.643,00.

4.3.2 Analisa Category by Replication

Gambar 1.4.14 Output Analisa Category by Replication (Sumber : Software Arena 5.0)

Analisa: Berdasarkan hasil output category by replication diperoleh nilai NVA time, other time, transfer time memiliki nilai average 0. Berdasarkan hasil output category by replication diperoleh nilai Total time pada TI Kepret dengan average memiliki nilai sebesar 1.0000, pada TI Joss dengan average memiliki nilai sebesar 9.5265 dan pada TI Prutt dengan average memiliki nilai sebesar 4.9598. Berdasarkan hasil output category by replication diperoleh nilai Transfer time pada TI Kepreet memiliki nilai average sebesar 1.0000, pada TI Joss memiliki nilai average sebesar 2.0000 dan pada TI Prutt dengan memiliki nilai average sebesar 2.0000 Berdasarkan hasil output category by replication diperoleh nilai VA time pada TI Kepret memiliki nilai average sebesar 0 dan pada TI Joss memiliki nilai average sebesar 3.0078, pada TI Prutt memiliki nilai average sebesar 2.5351

4.3.3 Analisa Entities

Gambar 1.4.15 Output Analisa Entites (Sumber : Software Arena 5.0)

Analisa : Pada Time Berdasarkan hasil output Entites maka diperoleh nilai time entity detail summary TI Kepret VA time memiliki nilai sebesar 0.00, NVA time sebesar 0.00, Transfer time sebesar 1.00, wait time memiliki nilai sebesar 0.00, other time sebesar 0.00 dan total time sebesar 1.00 Berdasarkan hasil output Entites maka diperoleh nilai time entity detail summary TI Joss VA time memiliki nilai sebesar 3.01, NVA time sebesar 0.00, Transfer time sebesar 2.00, wait time memiliki nilai sebesar 4.52, other time sebesar 0.00 dan total time memiliki nilai sebesar 9.53 Berdasarkan hasil output Entites maka diperoleh nilai time entity detail summary TI Prutt VA time memiliki nilai sebesar 2.54, NVA time sebesar 0.00, Transfer time sebesar 2.00, wait time memiliki nilai sebesar 0.42, other time sebesar 0.00 dan total time memiliki nilai sebesar 4.96 Pada Other Berdasarkan hasil output Entites maka diperoleh nilai number in dari TI Kepret memiliki nilai sebesar 2.891 dan number out memiliki nilai sebesar 2.890. Berdasarkan hasil output Entites maka diperoleh nilai number in dari TI Joss memiliki nilai sebesar 3.460 dan number out memiliki nilai sebesar 3.454, Berdasarkan hasil output Entites maka diperoleh nilai number in dari TI Prutt memiliki nilai sebesar 299 dan number out memiliki nilai sebesar 299.

4.3.4 Analisa Queues

Gambar 1.4.16 Output Analisa Queues (Sumber : Software Arena 5.0)

Analisa: Time Berdasarkan hasil output di atas diperoleh nilai time pada waiting time, TI Joss logo memiliki nilai sebesar 4.52 dan TI Prutt logo sebesar memiliki nilai 0.42 sehingga total dari keduanya adalah 4.94 Other Berdasarkan hasil output di atas diperoleh nilai time eyelet station pada waiting time memiliki nilai sebesar 0.00, TI Joss logo memiliki nilai sebesar 5.42 dan TI Prutt logo memiliki nilai sebesar 0.04 sehingga total dari ketiganya adalah 5.47.

4.3.5 Analisa Resource

Gambar 1.4.17 Output Analisa Resource (Sumber : Software Arena 5.0)

Analisa: Usage Berdasarkan hasil output resource diperoleh nilai Number Busy pada eyelet station memiliki nilai sebesar 0.00, Mahassiwa TI memiliki nilai sebesar 0.26, TI Joss logo memiliki nilai sebesar 3.61 serta TI Prutt logo memiliki nilai sebesar 0.26 Berdasarkan hasil output resource diperoleh nilai Number Scheduled pada eyelet station sebesar 3.60 , Mahassiwa TI sebesar 1.00, TI Joss logo sebesar 4.94 serta TI Prutt LOGO sebesar 5.00. Berdasarkan hasil output resource diperoleh nilai utilization pada eyelet station memiliki nilai sebesar 0.00, Mahassiwa TI memiliki nilai sebesar 0.26 , TI Joss logo memiliki nilai sebesar 0.74 serta TI Prutt logo memiliki nilai sebesar 0.06 Other Berdasarkan hasil output di atas diperoleh nilai Number Time used pada eyelet

station memiliki nilai sebesar 0.00, Mahassiwa TI memiliki nilai sebesar 290.00, TI Joss logo memiliki nilai sebesar 3455.00 serta TI Prutt memiliki nilai sebesar 299.00

Berdasarkan hasil output di atas diperoleh nilai Scheduled Utilization pada eyelet station memiliki nilai sebesar 0.00, Mahassiwa TI memiliki nilai sebesar 0.26, TI Joss logo memiliki nilai sebesar 0.73 serta TI Prutt memiliki nilai sebesar 0.05

4.3.6 Analisa User Specified

Gambar 1.4.18 Output Analisa User Specifiednb v (Sumber : Software Arena 5.0)

Analisa: Count Berdasarkan hasil output di atas diperoleh nilai Count pada record bagus sebesar 6.286.00 sedangkan pada record buruk sebesar 357.00.

JAWAB PERTANYAAN BERIKUTI INI BERDASARKAN Report ARENA 1. SEBELUM RUNNING MODEL, JAWAB PERTANYAAN BERIKUT :

Pikirkan apa yang akan terjadi dengan statistik antrian yang ada pada proses

pemasangan logo????, Apakah antrian akan bertambah, berkurang atau tetap??? Karena, pada proses pemasangan logo baik itu untuk produk TI JOSS maupun TI PRUTTT akan mengalami antrian sehingga akan mengalami penurunan, dikarenakan adanya penambahan pada route dan station sehingga saat waktu proses yang di lakukan untuk entity mejadi lebih lama dan kurang efisien. Pikirkan Apa yang akan terjadi dengan waktu tunggu waiting time dari

antrian yang ada pada Eyelet????? Yaitu yang akan terjadi dengan waktu tunggu pada EYELET STATION

waiting time dan antrian yang terjadi akan mengalami kenaikan, dikarenakan terjadi penambahan pada produk baru yang akan diproduksi dimana yang awalnya hanya terdapat dua buah produk yakni TI JOSS dan TI PRUTTT sehingga pada kasus ini terdapat penambahan produk baru yaitu TI KEPRET.

2. JALANKAN MODEL, KEMUDIAN KOREKSI JAWABAN DI ATAS: Ubah Modul Create pada TI KEPRET : Waktu antar kedatangan (Arrival) rata-ratanya 5 menit kemudian jalankan model. Apa yang terjadi??? Mengapa???? Pada TI KEPRET jika waktu antar kedatangan (Arrival) rata-ratanya 5 menit kemudian jalankan model maka akan terjadi peningkatan pada waktu antrian, dikarenakan adanya penurunan waktu antar kedatangan sehingga entity yang akan diproses mejadi semakin banyak. Ubah kembali waktu antar kedatangan pada TI KEPRET 20 Menit.

3. SEBELUM RUNNING MODEL, JAWAB PERTANYAAN BERIKUT : Pikirkan apa yang akan terjadi dengan Statiun kerja pemasangan LOGO dan

Stasiun kerja Lubang Tali sepatu??? (LOGO dan EYELET???) Karena akan terjadi penumpukan pada entity di EYELET STATION, dikarenakan terjadi penambahan produk baru yakni TI KEPRET yang disesuaikan dengan kasus C. Setelah dilakukan Penjadwalan Apakah Utilitas Resource Meningkat, Turun atau tetap seperti semula???? Yang akan terjadi peningkatan yakni pada TI JOSS LOGO OPERATOR dan EYELET OPERATOR sedangkan pada TI PRUTT OPERATOR akan mengalami penurunan utilitas yang terjadi pada kasus penjadwalan.

4. JALANKAN MODEL, KEMUDIAN KOREKSI JAWABAN DI ATAS: Jalaskan kenapa antrian di TI PRUTTT kelihatannya tidak terpengaruh oleh PENJADWALAN Resource Alasan kenapa antrian di TI PRUTTT kelihatannya tidak terpengaruh oleh PENJADWALAN Resource karena pada penjadwalan yang dilakukan sudah sesuai dengan (4 operator istirahat selama 15 menit terakhir setiap jam) dengan waktu

kedatangan sesuai dengan penjadwalan sehingga tidak akan mempengaruhi jumlah entity yang keluar pada proses ini sehingga tidak terjadi antrian. Dengan menggunakan Penjadwalan Apa yang dapat anda lakukan untuk melancarkan antrian di Eyelet station???? Adapun alasan menggunakan Penjadwalan pada saat melakukan pekerjaan yang dapat dilakukan untuk melancarkan antrian yaitu dengan pengurangan jam istirahat pada saat bekerja sehingga (2 dari 4 operator alam 15 menit terakhir setiap 2 jam istirahat).

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 KESIMPULAN Adapun Kesimpulan Praktikum Simulasi Industri pada Modul 2 ini antara lain : a. Dapat menyelesaikan waktu pemindahan secara tepat dengan memproduksi produk baru. b. Dapat memberikan penjadwalan stasiun kerja pada sistem produksi sesuai dengan kedatangan produksi meningkat, turun, atau tetap. c. Untuk menampilkan jumlah antrian di stasiun kerja d. Kasus C (Transfer Time) di mana beberapa situs berbagi waktu referensi yang tepat. Namun dalam transfer time ini dalam pemindahan waktu yang dibutuhkan sangat di perlukan agar dapt menghasilkan output yang sesuai. e. Konsep dalam penjadwalan ini sangat diperlukan dalam sistem penjadwalan dapat mampu menyusun jadwal sesuai dengan waktu yang telah disiapkan. Dalam model optimasi penjadwalan produksi yang terintegrasi meliputi penentuan alokasi kegiatan produksi, pengaturan operasi-operasi dari proses job shop dan perencanaan kapasitas sebagai suatu kegiatan yang terintegrasi. f. Sistem arena ini digunakan untuk menampilkan jumlah antrian di stasiun eyelet dengan merencanakan jumlah antrian pada stasiun kerja yang telah dilakukan transfer time dan penjadwalan.

5.2 SARAN Pada Praktikum sistem simulasi Industri adapun saran yang dapat kami sampaikan pada praktikum sistem simulasi industri modul 2 ini yaitu dalam

pengambilan data dan mengerjakan laporan ini sangat membantu Client terhadap menyimulasikan sehingga client merasa puas dan tidak ragu, dalam pengambilan data lapangan sebenarnya, apabila dalam proses pengerjaan laporan kami ada yang kurang kritik dan saran anda bisa membantu laporan kami.

DAFTAR PUSTAKA Hansen dan Mowen, 2006 Mulyadi, 2003 Tagawa, 1996 www.google com diakses tanggal 28 maret 2012
software ARENA 5.0 Referensi/bahan%20ssi/Time_transfer.htm, diakses tanggal 28 maret 2012

Bambang Ardiansyah, 2010, Analisis Manufacturing cycle effectiveness (MCE) dalam mengurangi dalam mengurangi non value added activities, Semarang.