Anda di halaman 1dari 6

SIFAT-SIFAT TEKNIK DAN PERMEABILITAS PADA ASPAL PORUS Master Theses from JBPTITBPP / 2007-04-16 12:32:41 Oleh : I Wayan

Diana, S2 - Highway Systems Engineering Dibuat : 2000-05-22, dengan 1 file Keyword : Engineering, porous asphalt Aspal porus adalah campuran beton aspal dengan kadar pasir yang rendah untuk mendapatkan kadar rongga udara yang tinggi. Aspal porus dipergunakan untuk lapisan permukaan jalan dan selalu dihampar di atas lapisan kedap air. Dipromosikan efektif untuk meningkatkan keselamatan lalu-lintas pada musim hujan, mengurangi percikan air dan mempunyai kekesatan permukaan yang baik pada kecepatan tinggi. Pada penelitian ini campuran aspal porus direncanakan dengan 3 metode: Australia, Jepang dan Marshall. Karakteristik campuran pada kadar aspal optimum (KAO) dievaluasi dengan Wheel Tracking Mchine dan pemeabilitas dengan uji tinggi jatuh, uji tinggi tetap dan simulasi curah hujan. Diperoleh (KAO) 5,31% Australia) dan 5,51% (Jepang), masuk didalam rentang spesifikasi 5% ke 6%. Untuk metoda Marshall KAO tidak dapat dihitung sebab stabilitas Marshall lebih kecil dari persyaratan minimum (500 kg). Deformasi konsolidasi (Do) 3,20 mm (Australia) dan 5,03 mm (Jepang). Stabilitas dinamis (DS) 5100 lintasan/menit dan 5059 lintasan/menit (Jepang), perbedaannya sebesar 0,8% tidak signifikan. Permeabilitas vertical rata-rata pada uji tinggi jatuh diperoleh (Kv) 0,452 cm/detik (Australia) dan 0,473 cm/detik (Jepang). Pada uji tinggi tetap nilai kh menurun dari 7,224 cm/detik (e=2%) menjadi 3,637 cm/detik (e=12%) untuk benda uji dari metode Australia. Untuk benda uji dari metode Jepang diperoleh Kh 3,591 cm/detik (e=2%), menurun menjadi 1,793 cm/detik (e=12%0. Eksperimen dengan alat simulasi curah hujan menunjukkan aliran dasar lebih besar 99,8% dari aliran permukaan, untuk variasi kemiringan antara 2% dan 12%, serta untuk kata ulang 10 tahun (I1 =419,43 mm/jam) dan 25 tahun (I2=452,45 mm/jam). Rentang nilai Kh 0,796 (e=12%-4,513 cm/detik (e=2%) untuk I1 dan 0,856 (e=12%)-5,129 cm/detik (e=2%) untuk I1 dan 0,853 (e=12%)-5,035 cm/detik (e=2%) untuk I2. Tipe aliran adalah laminer diprediksi berdasarkan angka Reynold, sehingga hukum Darcy berlaku untuk aliran melalui aspal porus. Dapat disimpulkan bahwa: (a) Metode Australia dan Jepang dapat dipakai untuk menentukan job mix formula aspal porus, metoda Marshall hanya cocok untuk beton aspal gradasi padat; (b) Tipe aliran di dalam aspal porus adalah laminer dan aliran dasar meningkat tidak signifikan dengan meningkatnya kemiringan permukaan, tetapi aliran permukaan meningkat cukup signifikan Deskripsi Alternatif : Aspal porus adalah campuran beton aspal dengan kadar pasir yang rendah untuk mendapatkan kadar rongga udara yang tinggi. Aspal porus dipergunakan untuk lapisan permukaan jalan dan selalu dihampar di atas lapisan kedap air. Dipromosikan efektif untuk meningkatkan keselamatan lalu-lintas pada musim hujan, mengurangi percikan air dan mempunyai kekesatan permukaan yang baik pada kecepatan tinggi. Pada penelitian ini campuran aspal porus direncanakan dengan 3 metode: Australia, Jepang dan Marshall. Karakteristik campuran pada kadar aspal optimum (KAO) dievaluasi dengan Wheel Tracking Mchine dan pemeabilitas dengan uji tinggi jatuh, uji tinggi tetap dan simulasi curah hujan. Diperoleh (KAO) 5,31% Australia) dan 5,51% (Jepang), masuk didalam rentang spesifikasi 5% ke 6%. Untuk metoda

Marshall KAO tidak dapat dihitung sebab stabilitas Marshall lebih kecil dari persyaratan minimum (500 kg). Deformasi konsolidasi (Do) 3,20 mm (Australia) dan 5,03 mm (Jepang). Stabilitas dinamis (DS) 5100 lintasan/menit dan 5059 lintasan/menit (Jepang), perbedaannya sebesar 0,8% tidak signifikan. Permeabilitas vertical rata-rata pada uji tinggi jatuh diperoleh (Kv) 0,452 cm/detik (Australia) dan 0,473 cm/detik (Jepang). Pada uji tinggi tetap nilai kh menurun dari 7,224 cm/detik (e=2%) menjadi 3,637 cm/detik (e=12%) untuk benda uji dari metode Australia. Untuk benda uji dari metode Jepang diperoleh Kh 3,591 cm/detik (e=2%), menurun menjadi 1,793 cm/detik (e=12%0. Eksperimen dengan alat simulasi curah hujan menunjukkan aliran dasar lebih besar 99,8% dari aliran permukaan, untuk variasi kemiringan antara 2% dan 12%, serta untuk kata ulang 10 tahun (I1 =419,43 mm/jam) dan 25 tahun (I2=452,45 mm/jam). Rentang nilai Kh 0,796 (e=12%-4,513 cm/detik (e=2%) untuk I1 dan 0,856 (e=12%)-5,129 cm/detik (e=2%) untuk I1 dan 0,853 (e=12%)-5,035 cm/detik (e=2%) untuk I2. Tipe aliran adalah laminer diprediksi berdasarkan angka Reynold, sehingga hukum Darcy berlaku untuk aliran melalui aspal porus. Dapat disimpulkan bahwa: (a) Metode Australia dan Jepang dapat dipakai untuk menentukan job mix formula aspal porus, metoda Marshall hanya cocok untuk beton aspal gradasi padat; (b) Tipe aliran di dalam aspal porus adalah laminer dan aliran dasar meningkat tidak signifikan dengan meningkatnya kemiringan permukaan, tetapi aliran permukaan meningkat cukup signifikan
Sumber: http://digilib.sunan-ampel.ac.id/gdl.php?mod=browse&op=read&id=jbptitbpp-gdl-s2-2000-i1447-aspal

ENGINEERING PROPERTIES AND PERMEABILITY PERFORMANCE OF POROUS ASPHALT Master Theses from JBPTITBPP / 2007-04-16 12:32:43 Oleh : I Wayan Diana NIM. 269 97 024, S2 - Highway System Engineering Dibuat : 2000-05-22, dengan 3 file Keyword : Porous asphalt, Engineering properties, Permeability performance

Abstrak: Aspal porus adalah campuran beton aspal dengan kadar pasir yang rendah untuk mendapatkan kadar rongga udara yang tinggi. Aspal porus dipergunakan untuk lapisan permukaan jalan dan selalu dihampar di atas lapisan kedap air. Dipromosikan efektif untuk meningkatkan keselamatan lalulintas pada musim hujan, mengurangi percikan air dan mempunyai kekesatan permukaan yang baik pada kecepatan tinggi. Pada penelitian ini campuran aspal porus direncanakan dengan 3 metode Australia, Jepang dan Marshall. Karateristik campuran pada kadar aspal optimum (KAO) dievaluasi dengan Wheel Tracking Machine dan permeabilitas dengan uji tinggi jatuh, uji tinggi tetap dan simulasi curah hujan. Diperoleh (KAO) 5,31% (Australia) dan 5,51% (Jepang), masuk didalam rentang spesifikasi 5% ke 6%. Untuk metode Marshall KAO tidak dapat dihitung, sebab stabilitas Marshall lebih kecil dari persyaratan minimum (500 kg). Deformasi konsolidasi (Do) 3,20 mm (Australia)dan 5,03 mm (Jepang). Stabilitas dinamis (DS)5100 lintasan/menit dan 5059 lintasan/menit (Jepang), perbedaannya sebesar 0,8% tidak signifikan. Permeabilitas vertical rata-rata pada uji tinggi jatuh diperoleh (kV) 0,452 cm/detik (Australia) dan 0,473 cm/detik (Jepang). Pada uji tinggi tetap nilai kh menurun dari 7,224 cm/detik (e=2%) menjadi 3,637 cm/detik (e=12%) untuk benda uji dari metode Australia. Untuk benda uji dari metode Jepang diperoleh kh 3,591 cm/detik (e=2%) menurun menjadi 1,793 cm/detik (e=12%). Eksperimen dengan alat simulasi curah hujan menunjukan aliran dasar lebih besar 99,8% dari aliran permukaan, untuk variasi kemiringan antara 2% dan 12%, serta untuk kala ulang 10 tahun {I1=419,43 mm/jam) dan 25 tahun (I2=452,45 mm/jam). Rentang nilai kh 0,796 (e=12%)-4,513 cm/detik (e=2%) untuk I1 dan 0,856 (e=12%)-5,129 cm/detik (e=2%) untuk I2 (Australia). Untuk sampel dari metode jepang diperoleh rentang nilai kh 0,809 (e=12%)-4,173 cm/detik (e=2%) untuk I1 dan 0,853 (e=12%)-5,035 cm/detik (e=2%) untuk I2. Tipe aliran adalah laminer diprediksi berdasarkan angka Reynold, sehingga hukum Darcy berlaku untuk aliran melalui aspal porus. Dapat disimpulkan bahwa : (a) Metode Australia dan Jepang dapat dipakai untuk menentukan job mix formula aspal porus, metode Marshall hanya cocok untuk beton aspal gradasi padat; (b) Tipe aliran di dalam aspal porus adalah laminer dan aliran dasar meningkat tidak signifikan dengan meningkatnya kemiringan permukaan, tetapi aliran permukaan meningkat cukup signifikan.

Deskripsi Alternatif : Abstrak: Aspal porus adalah campuran beton aspal dengan kadar pasir yang rendah untuk mendapatkan kadar rongga udara yang tinggi. Aspal porus dipergunakan untuk lapisan permukaan jalan dan selalu dihampar di atas lapisan kedap air. Dipromosikan efektif untuk meningkatkan keselamatan lalulintas pada musim hujan, mengurangi percikan air dan mempunyai kekesatan permukaan yang baik pada kecepatan tinggi. Pada penelitian ini campuran aspal porus direncanakan dengan 3 metode Australia, Jepang dan Marshall. Karateristik campuran pada kadar aspal optimum (KAO) dievaluasi dengan Wheel Tracking Machine dan permeabilitas dengan uji tinggi jatuh, uji tinggi tetap dan simulasi curah hujan. Diperoleh (KAO) 5,31% (Australia) dan 5,51% (Jepang), masuk didalam rentang spesifikasi 5% ke 6%. Untuk metode Marshall KAO tidak dapat dihitung, sebab stabilitas Marshall lebih kecil dari persyaratan minimum (500 kg). Deformasi konsolidasi (Do) 3,20 mm (Australia)dan 5,03 mm (Jepang). Stabilitas dinamis (DS)5100 lintasan/menit dan 5059 lintasan/menit (Jepang), perbedaannya sebesar 0,8% tidak signifikan. Permeabilitas vertical rata-rata pada uji tinggi jatuh diperoleh (kV) 0,452 cm/detik (Australia) dan 0,473 cm/detik (Jepang). Pada uji tinggi tetap nilai kh menurun dari 7,224 cm/detik (e=2%) menjadi 3,637 cm/detik (e=12%) untuk benda uji dari metode Australia. Untuk benda uji dari metode Jepang diperoleh kh 3,591 cm/detik (e=2%) menurun menjadi 1,793 cm/detik (e=12%). Eksperimen dengan alat simulasi curah hujan menunjukan aliran dasar lebih besar 99,8% dari aliran permukaan, untuk variasi kemiringan antara 2% dan 12%, serta untuk kala ulang 10 tahun {I1=419,43 mm/jam) dan 25 tahun (I2=452,45 mm/jam). Rentang nilai kh 0,796 (e=12%)-4,513 cm/detik (e=2%) untuk I1 dan 0,856 (e=12%)-5,129 cm/detik (e=2%) untuk I2 (Australia). Untuk sampel dari metode jepang diperoleh rentang nilai kh 0,809 (e=12%)-4,173 cm/detik (e=2%) untuk I1 dan 0,853 (e=12%)5,035 cm/detik (e=2%) untuk I2. Tipe aliran adalah laminer diprediksi berdasarkan angka Reynold, sehingga hukum Darcy berlaku untuk aliran melalui aspal porus. Dapat disimpulkan bahwa : (a) Metode Australia dan Jepang dapat dipakai untuk menentukan job mix formula aspal porus, metode Marshall hanya cocok untuk beton aspal gradasi padat; (b) Tipe aliran di dalam aspal porus adalah laminer dan aliran dasar meningkat tidak signifikan dengan meningkatnya kemiringan permukaan, tetapi aliran permukaan meningkat cukup signifikan. Sumber: http://digilib.itb.ac.id/gdl.php?mod=browse&op=read&id=jbptitbpp-gdl-s2-2002iwayandian-1754

TINJAUAN KUAT TARIK TIDAK LANGSUNG, KUAT TEKAN BEBAS DAN PERMEABILITAS CAMPURAN DINGIN ASPAL PORUS DENGAN RAPID CURING CUTBACK ASPHALT SEBAGAI BINDER Oleh : Wardoyo

Aspal porus adalah campuran dengan komposisi agregat menggunakan gradasi seragam, yaitu gradasi yang memiliki prosentase agregat kasar lebih besar dibandingkan agregat halus dan mempunyai rongga/ pori besar sehingga air akan lebih mudah meresap ke lapisan di bawahnya. Dalam penelitian ini dilakukan pencampuran aspal porus dalam keadaan dingin (cold mix) dengan aspal cair tipe penguapan cepat (RC). Bahan pencair berupa premium dengan perbandingan 65% aspal dan 35% premium. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik Marshall, nilai kuat tekan bebas, kuat tarik tidak langsung, dan permeabilitas campuran dingin aspal porus dengan pemakaian kadar aspal optimum menggunakan pengikat cutback asphalt RC-70, kemudian membandingkannya dengan campuran panas aspal porus penelitian terdahulu. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental di Laboratorium dengan pencampuran menggunakan Gradasi British Standard. Aspal digunakan adalah cutback RC-70 dengan pencair premium. Pengujian dengan metode Marshall untuk mengetahui kadar aspal optimum kemudian baru dibuat benda uji untuk pengujian UCS, ITS dan permeabilitas dengan metode falling head permeability. Hasil penelitian menunjukkan bahwa campuran dingin aspal porus dengan pemakaian kadar aspal optimum 7,625% mempunyai nilai karakteristik Marshall yaitu, nilai porositas sebesar 24,43%, densitas sebesar 1,856 gr/cm3, specific gravity sebesar 2,4231 gr/cm3, stabilitas Marshall campuran sebesar 204,727 kg dan Marshall Quotient sebesar 61,917 kg/mm. Sedangkan dari pengujian ITS, campuran dingin aspal porus dapat menahan beban sebesar 76,10494 KPa, regangan sebesar 0,01174 dan modulus elastisitas sebesar 6813,567082 KPa. Dari pengujian UCS, campuran dingin aspal porus dapat menahan beban sebesar 945,4463 KPa. Dan dari pengujian permeabilitas diperoleh nilai koefisien permeabilitas horisontal sebesar 0,3496 cm/dt dan koefisien permeabilitas vertikal sebesar 0,1883 cm/dt. Berdasarkan nilai karakteristik Marshall, UCS dan ITS maka campuran ini tidak layak untuk digunakan pada jalan dengan lalulintas tinggi.