Anda di halaman 1dari 33

GASIFIKASI

sebagai salah satu teknologi untuk memanfaatkan


batubara kalori rendah dan biomassa
menjadi bahan bakar dan bahan baku alternatif di industri
presentasi dalam Diskusi BKK-PII, 5 Oktober 2006

Herri Susanto, TK-ITB


herri@che.itb.ac.id; hp. 08122 111 329

Bahan-bahan presentasi disusun dari:


Gasification Technologies Program, DOE Roadmapping Workshop, February 12, 2002
Seminar Gasifikasi Batubara Peringkat Rendah, Hotel Sari Pan Pacific, Jkt, 16 Mei 2006
– PERAN STRATEGIS GASIFIKASI BATUBARA UNTUK MEMPERKUAT
KETAHANAN ENERGI NASIONAL, Sambutan Menteri ESDM RI
– R & D Progress and Application of Coal Gasification, Presentasi tekMIRA, Bandung
– Development of Novel Low Rank Coal Gasifier “Tigar”
Studi Pemanfaatan Batubara Kalori Rendah melalui Gasifikasi Sebagai Bahan Baku dan
Bahan Bakar Alternatif di Pabrik Amonia/Urea, Kerja Sama ITB dan PUSRI, 2005/2006
Pengalaman Pribadi pada perancangan, pembuatan dan pengoperasian
unit-unit gasifikasi skala kecil (di bawah 200 kg/jam)
1
Masalah Energi Nasional saat ini
Masalah Gas Alam:
• Cadangan gas alam terbatas untuk 60 tahun pada tingkat produksi sekarang.
• Kebijakan intensifikasi penggunaan gas alam di berbagai sektor, di antaranya
rumah tangga, akan memperpendek umur cadangan.
• Pasokan gas alam untuk industri padat energi mulai tersendat.

Harga gas alam = 4,5 – 5 USD/MMBTU


Harga gas batubara = 4 USD/MMBTU

Keunggulan Batubara (gasifikasi):


a. Cadangan batubara masih banyak (146 tahun)
b. Batubara memiliki potensi sebagai sumber energi alternatif dan bahan baku proses
c. Gasifikasi dapat memanfaatkan batubara peringkat rendah
d. Gas hasil gasifikasi dapat mensubstitusi minyak bumi dan gas alam
e. Perapan teknologi gasifikasi dapat menimbulkan kegiatan lokal/ multiplier effect
f. Gasifikasi dapat diarahkan untuk menunjang produksi H2 sebagai bahan bakar
bersih pada masa depan
Teknologi gasifikasi yang tepat merupakan teknologi ramah lingkungan
2
Rank Batubara
ANTHRACITE
BITUMINOUS
Ranking batubara tertinggi
Fixed Carbon tinggi sekali hitam mengkilap
nilai kalor tertinggi Fixed Carbon tinggi (78-91%)
paling keras kandungan air rendah (1,5-7%)
< 0,5% batubara Indonesia H dan O sedikit
sesuai panas dan metalurgi
14% batubara Indonesia

SUB-BITUMINOUS
hitam kusam dan seperti berlapis lilin
Fixed Carbon = 71-77%
lebih lunak daripada bituminuous LIGNITE
kandungan air tinggi (10%) sangat lunak
cocok untuk pembangkit listrik, Fixed Carbon = 60 – 75%
dapat dicairkan atau dijadikan bahan kadar air tinggi (30-70%)
bakar gas warna hitam Æ coklat
27% batubara Indonesia kadar O tinggi (sampai 30%)
59% batubara Indonesia 3
Klasifikasi Batubara BERDASAR NILAI KALOR
Batubara Energi Rendah (Brown Coal)
a. peringkat rendah: lower rank subbituminous, lignite
b. lunak/ rapuh, mudah diremas
c. kadar air yang tinggi (10-70%)
d. nilai kalori < 5700 kcal/kg (dry ash free -ASTM).
e. sesuai untuk pemrosesan dekat dengan tempat penambangan,
misalnya untuk pembangkit listrik;
mungkin digasifikasi dan gas ditransportasi ke pengguna

Batubara Energi Tinggi (Hard coal)


a. peringkat tinggi: anthracite, bituminous, higher rank subbituminous
b. keras, kokoh untuk ditangani (handling)
c. kadar air relatif rendah, umumnya struktur kayu tidak tampak lagi
d. nilai kalori > 5700 kcal/kg (dry ash free-ASTM)
e. ekomomis ditransportasikan ke tempat lain

4
Dasar-dasar Teknologi Gasifikasi
dan Pemanfaatan Gas Hasil
Batubara
• Industri Agro
Penggunaan
• Industri Keramik
Langsung
• Industri Mineral
Udara + Uap Gas Kalori
Rendah • Bahan bakar
(<200 Gas motor Diesel
Btu/scf) Pemurnian • Bahan motor
Bersih
busi

O2 + Uap Reaktor • Bahan bakar


Gas Kalori • Bahan baku kimia:
Pemurnian
Menengah Synthe- pupuk, metanol, dll
dan
(200-400 sis Gas • Listrik (IGCC)
Upgrading
Btu/scf) • Bahan bakar cair
• SNG

1 Btu/scf = ± 7500 kJ/Nm3


nilai kalor gas alam = ± 38500 kJ/Nm3

5
batubara/
Prinsip Proses Gasifikasi
biomassa
udara/O2 + C, H, O
steam

pengeringan Komposisi gas produser


+ 100 oC dipengaruhi oleh:
H2O biomassa komposisi elemental batubara, yaitu
panas kering kandungan C, H, dan O, serta kadar air
pirolisis teknik reaksi gasifikasi: single bed atau
100 - 500 oC double bed gasifier
pembakaran, temperatur proses gasifikasi dan rugi-
+ 1200 oC tar arang rugi panas ke lingkungan
gasifying agent: udara, O2, steam atau
panas campuran
reduksi
+ 800 oC sistem pemurnian gas produser (gas
gas panas: CO2, upgrading)
H2O, N2, etc gas produser:
CO, H2, CH4,
CO2, H2O, N2
6
Jenis Gasifier dan kondisi proses
Jenis gasifier: Fixed bed Fluidized bed Entrained bed
tekanan tergantung pengembang teknologi: 1 – 40 atm
temperatur variasi seragam seragam
200 - 1200 oC 800 - 1000 oC 1400 – 1800 oC
jenis batubara non-caking non-caking semua jenis
kadar abu di umpan < 6%
ukuran umpan 6 - 50 mm < 3 mm < 0,1 mm
pengeluaran abu kering kering lelehan
rasio steam/O2 3,3/1 – 3,8/1 0,6/1 – 1/1 0,14/1 – 0,6/1
kapasitas < 2,5 MWt 1 – 50 MWt > 10 MWt
turn down ratio 6/1 3/1 kecil
pengendalian proses sederhana kompleks sangat kompleks
material mild steel dan tahan panas dan tahan panas dan
refractory tahan abrasi tahan abrasi
7
Contoh komposisi gas tanpa upgrading
Komposisi gas produser, %- rasio
mol
No Proses CO H2 CO2 H2O CH4 H2/CO
1 Sasol-Lurgi; fixed bed; dry/slagging 9,2 20,1 14,7 50,2 4,7 2,2
24 – 31 atm 615 - 760 oC
kontaminan: tar, minyal, amonia, fenol
2 Winkler; fluidized bed 25,7 32,2 15,8 23,1 2,4 1,3
1 – 10 atm, 815 - 980 oC
70% terbawa aliran gas
3 Kopper Totzek; entrained bed 50,4 33,1 5,6 9,6 0 0,7
batubara 200 mesh
atmosferik, 1480 oC
4 Synthane; fluidized bed 10,5 17,5 18,2 37,1 15,4 1,7
batubara 20 mesh; 7 atm, 980 oC
kontaminan: abu, tar
5 CO2 Acceptor; doubble fluid bed 14,1 44,6 5,5 17,1 17,3 3,2
batubara 100 mesh
CaCO3 sebagai circulating particles

8
Gasification Technologies Program
Transition to
Most economic use of domestic coal resources
2020 CO2 Sequestration
to generate H2 as primary fuel with CO2 and Hydrogen
capture for sequestration Economy from
Coal

Environmentally-Responsible 2015
Baseload Coal Power Generation Low-to-No Emissions
Baseload Coal Power
When $NG - $Coal > $3/MMBtu
Plants and Vision 21
Co-production of multiple products from coal Energy Plants
2010
Increase opportunities to use domestic coal
Disposition of solid and petroleum wastes
Lowering of costs and risks Current State-of-Art
Increase operating experience and reliability Gasification Projects
Develop vested interests and stakeholders 2002
9
INVESTASI Gasification Plant
‰ Gasification plant ≅ unit2 proses + unit2 operation
‰ konfigurasi gasifier (reaktor gasifikasi) sangat
beragam Æ investasi beragam
‰ unit-unit pemroses konvensional: blower, waste heat
boiler dan gas cooler
‰ coal size reduction equipments dan cyclone (pabrik
semen)
‰ unit pemroses khusus: shift converter dan H2/CO2
separation unit.

Komponen penyusun Sebaliknya, tawaran sebuah


gasification plant dapat dipilih gasification plant yang
sesuai pertimbangan ekonomi. murah perlu dikaji secara
mendalam: efektivitas unit-
unit pemroses dan peralatan,
Banyak peluang rancang-bangun ketahanan dan perawatan.
untuk suatu gasification plant.
10
Gasifier Technologies
Existing gasifier technologies
– more than 20 years old and amenable only to large-scale
applications
– mostly not suitable for low-rank coals or small size
Novel Gasifier Concepts
– Small-scale gasifiers for distributed generation market: local
electricity generation or H2production
– Eliminate need for refractory linings
– Feedstock flexible – suitable for low-rank coals, biomass, etc.
– Eliminate need for air separation plant

Target-target (USA)
bahan baku fleksibel: low range coal dan biomassa
penurunan harga unit gasifikasi dan peningkatan
efisiensi termal
tahun investasi, $/kW efisiensi, %HHV
2000 1250 42
2002 1150 42
2008 1000 52
2015 850 >60 11
Pemisahan H2/CO2
Pembersihan Gas Produser a. Gasifikasi batubara ≅ teknologi menghasil
H2 (bahan bakar ramah lingkungan masa
– batas emisi SOx, NOx, dan
depan)
particulate matters makin ketat
b. Tetapi gasifikasi batubara ⇒ banyak CO2.
Æ unit proses penyisihan SOx
c. Karena itu proses pemisahan H2/CO2 ≅
Æ bagian penting Æ investasi langkah penting dalam pengaturan
gasification plant komposisi gas hasil suatu gasification
membengkak
plant.
– Pemanfaatan gas produser d. Pengembangan teknologi pemisahan
(fuel gas dan synthesis gas): H2/CO2 telah banyak dilakukan berbagai
penyisihan kontaminan: institusi di Amerika Serikat:
particulates, tar dan gas-gas high-temperature ceramic membrane for
asam. hydrogen separation from gas streams.

Bagi suatu pabrik pupuk, hasil pemisahan H2


dan CO2 ini merupakan bagian dari
tahapan proses untuk memperoleh bahan
baku pembuatan amonia dan pembuatan
urea.

12
Coal Gasification in Indonesia
Up to early 1970’s: town gas in some big cities based on carbonization
of coking coal (imported)
Mid 1980’s: BPPT in cooperation with Japan developed pilot plant of
coal gasification using molten bath bed reactor.
1994: tekMIRA (ESDM) started to develop fixed coal gasifier to
produce fuel for small and medium scale industries
2002: tekMIRA and Research Institution for Tea and Cinchona
developed coal gasifier for tea dryer
2005: tekMIRA in cooperation with Japan developed pilot plant of
Tigar (fluidized bed) coal gasification (10 ton/day).
2005: Fixed bed gasifiers from China were introduced and used in
Indonesia
2006: tekMIRA in cooperation with PT PLN and PT CGI developing
coal gasification for diesel engine (hybrid diesel)

13
Gasifikasi di Pabrik Teh Gambung
dikembangkan oleh tekMIRA, Bandung

Tea Dryer
Hot Air Clean Air

Flue Gas

Reactor

Heat
Exchanger

Cylco
Burner

14
Twin Ihi GAsifieR (Tigar)
Exhaust

Tigar
(IHI Patents pending:
Japan and other countries)
Char and Synthesis
Bed Two fluidized furnaces
gas
materials Gasifier
Lignite
Hot steam blown FB gasifier
Air
Gasification of VM and part of char
Circulating residue of char to combustor
High calorific gas
Combustor
Air Steam Air blown CFB combustor
Char combustion
Combustor Gasifier
C = 40% C = 60%
Circulating hot bed materials to gasifier

15
15
KAJIAN GASIFIKASI BATUBARA SUMBAGSEL

wet basis wet basis


Tanj. Enim Air Laya Tanj. Enim Air Laya
Proximate analysis Ultimate analysis
Inherent Moisture Abu 4,26% 2,19%
Cont. 18,70% 21,37%
C 51,71% 45,65%
Abu 4,30% 21,37%
H 3,09% 5,42%
Volatile Matter 42,09% 34,99%
S 0,45% 0,28%
Fixed Carbon 34,90% 41,45%
N 0,57% 0,73%
HHV, kcal/kg 3951 4455
O 21,22% 24,36%
LHV, kcal/kg 3850 4340

16
Sifat Gas Produser
Hasil Simulasi proses gasifikasi batubara
Air Laya Tanjung Enim
Simulasi: Tekanan = 30 atm, Qloss = 10%, dan nilai S/C = 0,1 kg/kg
Nilai O-/C, kg/kg 0,4 0,5 0,6 0,8 0,4 0,5 0,6 0,8
Temp. kesetimbangan oC 760 853 1038 1914 745 832 983 1764
Komposisi (dsr kering): CO 37,1% 44,8% 50,9% 56,2% 23,6% 32,6% 39,8% 48,7%
H2 15,7% 25,8% 30,3% 17,6% 24,4% 33,9% 38,4% 24,9%
CH4 17,7% 6,9% 0,3% 0,0% 18,8% 7,7% 0,6% 0,0%
N2 0,0% 0,0% 0,0% 0,0% 0,5% 0,4% 0,4% 0,5%
H2S 0,3% 0,2% 0,2% 0,2% 0,2% 0,2% 0,1% 0,2%
CO2 29,2% 22,2% 18,3% 25,9% 32,4% 25,3% 20,7% 25,7%
SO2 0,0% 0,0% 0,0% 0,1% 0,0% 0,0% 0,0% 0,0%
LHV, kJ/mol 285 245 220 202 277 236 210 198
LHV, kJ/Nm3 12724 10917 9809 9000 12352 10537 9388 8841
Gas/coal, mol/kg 57 67 75 75 63 74 82 83
Gas/coal, Nm3/kg 1,269 1,497 1,671 1,680 1,422 1,651 1,834 1,850
Efisiensi gasifikasi 80,2% 81,1% 81,5% 74,8% 73,9% 73,9% 72,9% 69,6%

17
O2
extra
steam
WHB1 gas produser
Gasifikasi
batubara
steam1
Gas produser saturated
steam
untuk WHB2
BFW
pembangkit daya
superheated steam
steam 2

LHVgas tinggi [H2] tinggi W1 W2


LHV = 13562 LHV= 8879 kJ/Nm3

fraksi daya pipeline- daya pipeline- udara


pipeline- total, gas, total, gas,
gas Wh/kg Nm3/kg Wh/kg Nm3/kg

0 2,397 0 2,596 0
0,1 2,590 0,11 2,279 0,02
0,2 2,306 0,23 2,026 0,04
0,4 1,737 0,46 1,522 0,08
0,5 1,453 0,57 1,268 0,10
0,7 0,884 0,80 0,764 0,14

18
Skema konversi batubara menjadi
amonia/urea
udara 1, batubara = 1 kg
(basis hitungan)
BFW H2S

O2 = 0,6 kg 4 5 penyisihan
gasifikasi WHB H2S
2
6 7 steam lebih
3
ASU steam = 0,4 kg steam
2a H2O 8 9
11 penyisihan 10
N2 lebih CO2 shift
conversion
12
13 CO2 lebih
15
14 16
sintesis NH3 sintesis urea
amonia urea

19
Perbandingan Sifat Gas Sintesis
berbasis batubara dan gas alam
A B C D E Syngas
dari
O2/Batubara, kg/kg 0,6 0,6 0,6 0,8 0,8
steam
Steam/Batubara, kg/g 0,0 0,1 0,4 0,1 0,4 reforming
Temp. gasifikasi, oC 1073 1038 956 1914 1646 gas alam

Komposisi gas CO 0,564 0,509 0,383 0,562 0,466 0,136


H2 0,279 0,303 0,355 0,176 0,226 0,547
CH4 0,002 0,003 0,006 0,000 0,000 0,003
CO2 0,152 0,183 0,254 0,259 0,305 0,079
H2S and N2 0,002 0,002 0,002 0,002 0,002 0,231
perb. mol H2/CO 0,496 0,596 0,923 0,313 0,486 4,042
Kebutuhan batubara
Bbara/NH3, kg/kg 1,737 1,730 1,769 2,262 2,257 -
Bbara/urea, kg/kg 0,985 0,980 1,003 1,282 1,279 -
Beban CO shift converter dan CO2 removal
mol ratio CO/NH3 1,003 0,940 0,780 1,142 1,009 0,312
mol ratio CO2/NH3 1,274 1,277 1,295 1,667 1,669 0,486
CO2 emission
mass ratio CO2/NH3 2,003 2,012 2,057 3,021 3,027 ….?
mass ratio CO2/Urea 1,135 1,140 1,166 1,712 1,715 0 20
Perbandingan sifat Gas Produser and Gas Alam
Gas Produser (hasil simulasi
Gas dgn LHV maksimum)
No Parameter
Alam
Air Laya Tanjung Enim
A Sifat Umum
Upper flammability limit, % 4,69 13,06 10,46
Lower flammability limit, % 15,19 59,80 45,44
Flame speed, cm/s 33 80 84
Udara/gas, mol/mol (stoisiometri) 10,64 3,11 3,05
Flue gas/gas, mol/mol (stoisiometri) 11,79 3,86 3,80

B Primary Reformer
Laju bahan bakar gas, kmol/jam 647 2065 2748
Laju udara, kmol/jam 8258 7684 8016
Laju gas cerobong, kmol/jam 8972 9241 10177

21
Analisis Gross Profit Margin
HHV Air Laya 5666 dan Tanjung Enim 4860 kcal/kg (dasar kering)
moisture content Air Laya 21,3% dan Tanjung Enim 18,7%
efisiensi termal gasifikasi: 60% atau 70%
nilai tukar mata uang: 1 USD = 1000 Rp

7.0
A Laya, Ef=60%
harga gas produser, USD/MMBtu

6.0
A Laya, Ef=70%
5.0 T Enim, Ef=60%
T Enim, Ef=70%
4.0

3.0

2.0

1.0

0.0
200 250 300 350 400 450 500 550 600
harga batubara, Rp/kg
22
Analisis Ekonomi
produksi amonia = 1000 tpd; dan urea = 1750 tpd
konsumsi batubara jika gas produser sbg bahan bakar = 1990 tpd
konsumsi batubara jika gas produser sbg bahan baku = 1164 tpd
O2 dari Air Separation Unit
WHB baru untuk pemanfaatan panas sensibel gas produser
investasi gasification plant = 38 jutaUSD (perlu konfirmasi)
investasi unit tambahan ke pabrik pupuk = 15% harga pabrik pupuk
konvensional
pipeline = 14”; jarak 50, 100 atau 150 km dari pabrik pupuk
bunga bank = 8%/tahun
usai proyek = 16 tahun
pajak penghasilan = 30%.

23
Analisis Ekonomi
gas produser sebagai bahan bakar
dibandingkan terhadap yang sbg bahan bakar dan bahan baku

40.0% 40.0%

30.0% 50 km 30.0% 50 km
100 km
100 km
20.0% 150 km 20.0%
IRR, %

IRR, %
150 km

10.0% 10.0%

0.0% 0.0%
0 2 4 6 8 0 2 4 6 8
-10.0% -10.0%
harga gas produser, USD/MMBtu harga gas produser, USD/MMBtu

gas produser sebagai bahan bakar gas produser sebagai bahan bakar dan
harga batubara 40 USD/ton bahan baku amonia/urea
harga batubara 40 USD/ton 24
Analisis Ekonomi
pengaruh harga batubara
gas produser sebagai bahan bakar dan bahan baku

40.0% 40.0%

30.0% 50 km 30.0% 50 km

100 km 100 km
20.0% 20.0% 150 km

IRR, %
IRR, %

150 km

10.0% 10.0%

0.0% 0.0%
0 2 4 6 8 0 2 4 6 8

-10.0% -10.0%

harga gas produser, USD/MMBtu harga gas produser, USD/MMBtu

gas produser sebagai bahan bakar dan gas produser sebagai bahan bakar dan
bahan baku amonia/urea bahan baku amonia/urea
harga batubara 40 USD/ton harga batubara 50 USD/ton

25
UNIT GASIFIKASI LIMBAH KAYU, 24 kWe

Operasi: 1983 - 1995


a. bahan baku: kayu karet
b. blower isap dan obor untuk saat start-up
c. pendingin gas dengan pipa horisontal
d. filter pembersih gas dengan ijuk
e. motor diesel Deutz (BBI Surabaya)
26
Rice Husk gasification unit 100 kWe
At paddy mill, 120 km to the north-east of Bandung
BPPT, Indonesia Power, PT Pertani (2002- 2006)
diameter of gasifier = 1.2 m
continuous ash+char removal
Æ carbon conversion 50%
oil saving 60 – 70%

27
Economic Evaluation
rice husk gasification for electric generation 100 kW

based on test in Sept. 2005 unit single fuel dual fuel

running capacity kW 75
daily operating time hours 10
operating time hours/month 240
electricity production kWh/month 18000
specific oil consumption, L/kWh - 0.20 0.08
diesel oil consumption L/month 3600 1440
rice husk consumption kg/month - 4800
lub.oil consumption L/month 120 240
number of operators persons 1 3
cost of diesel oil 106Rp/month 14.76 5.90
operators’ salary (incld. rice husk
106Rp/month 0.60 1.80
preparation)
cost of lubrication oil 106Rp/month 0.80 1.60
other cost 106Rp/month 0.50 1.00
TOTAL COST (without investment) 106Rp 16.66 10.30
cost of electric production Rp/kWh 925 572
MONTHLY SAVING 106Rp 6.354 28
Komponen Tar Waste Water Treatment
Xelene (1%) (very harmfull waste water)
Benzene (0,1%)
Toluene (0,2%)
Phenol (3,5%)
Cresol (1,1%)
Naftalen (10,7%)
Dimetil naftalen (2,6%)
Metil Naftalen (2,4%)
Acenaphtalen (1%)
Flourene (1,6%)
Amthracene (1,1%)
Phenantrene (4%)
Carbon (32%)
Heavy oil. . . . , dll

29
Gasifikasi batubara kalori rendah
di pabrik teh, Patuha, Bandung

• batubara kalori rendah (4500 kcal/kg)


• gas produser dibakar untuk memanaskan
udara pengering teh s.d 120 oC
• waktu operasi: 10 jam/hari; 25 hari/bulan

30
Kajian Ekonomi Sederhana
Kondisi semula
konsumsi minyak solar = 70 L/jam
= 17500 L/bulan
harga minyak = 5500 Rp/L
Biaya pengadaan minyak = 96,25x106 Rp/bulan

Keuntungan Kotor
Kondisi baru = 70,75x106 Rp/bulan
a. konsumsi batubara = 150 s.d 200 kg/jam Harga unit gasifikasi
= 40 ton/bulan = 350x106 Rp
harga batubara = 500.000 Rp/ton Pay Back Period
Biaya untuk batubara = 18,75x106 Rp/bulan = 5 bulan (.?! )
b. listrik (2 blower and 1 motors) = 40 kW
konsumsi listrik = 10.000 kWh/bulan
harga listrik = 650 Rp/kWh
Biaya untuk listrik = 6.5x106 Rp/bulan
c. Upah 4 operator = 4x106 Rp/bulan

Biaya total = 29,5x106 Rp/month


31
Problema teknis
¾ abu leleh Æ batubara di dalam
gasifier disembur air CAUTIONS
¾ abu leleh Æ batubara di dalam ¾ possible-explosion when
opening the lid of gasifier for
gasifier disembur air start-up or filling the bunker
¾ batubara remuk di zona reduksi Æ (in the case of intermittent
aliran gas terhambat feeding system)
¾ hot surface: bottom part of
¾ grate rusak atau leleh gasifier, cyclone and piping
¾ nyala api gas produser tidak upto cooling system
sehebat nyala api minyak Æ ¾ CO is toxic as attach to
temperatur udara pengering tidak haemoglobin in the blood,
causing headache upto
mencapai sasaran death;
CO is odorless and invicible
gas Æ good ventilation
¾ phenolic compounds in tar
and condensate are
carciogenic compound Æ
wash hands carefully

32
PENUTUP
1. Daya tarik ekonomi pemanfaatan gasifikasi batubara masih
perlu ditingkatkan melalui antara lain: pengembangan
gasification plant dengan efisiensi tinggi dan investasi relatif
rendah.
2. Gasification Plant dapat disusun dari unit-operasi/proses
konvensional dan beberapa unit spesifik. Peluang rekayasa
gasification unit ini harus dimanfaatkan untuk mengurangi
ketergantungan akan teknologi luar.
3. Peta-jalan (road map) pengembangan Teknologi Gasifikasi
perlu disusun untuk mempercepat peningkatan peran-
strategis batubara sebagai sumber energi dan bahan kimia
alternatif.

Terima Kasih
33