LEMBAR KERJA
PRINSIP PEMBELAJARAN MENDALAM
Kelompok 1
Anggota : 1. RIRIN RAHMAWATI
2. YENI ALFI LAELIY
3. SHOFIYATUL KHOTIMAH
4. AINA
5. NURUL QOMARIYAH
6. NUR HOFIFAH AGUSTIN
Prinsip Pembelajaran
Berkesadaran
Definisi: Proses belajar yang dilakukkan dengan penuh perhatian, tanpa menghakimi,
dan dilakukkan secara sadar terhadap pikiran perasaan, serta lingkungan sekitar.
Karakteristik:
1. Kesadaran Diri (Fokus pada apa yang terjadi saat ini, bukan masa lalu atau masa
depan).
2. Penerimaan tanpa penilaian ( Menerima pengalaman belajar tanpa langsung
memberi lebel baik atau buruk.)
3. Refleksi diri (Mendorong peserta diddik untuk memahami perasaan dan
pikirannnya sendiri).
4. Keterlibatan utuh. ( Mengajak peserta didik terlibat aktif secara mental dan
emosional dalam belajar).
5. Keterbukaan ( Membuka ruang dialog, mendengarkan secara aktif, dan bersikap
terbuka terhadap perspektif yang berbeda).
6. Empati dan kepedulian ( Membangun hubungan antar individu yang sehat,
empatik, dan saling mendukung).
Contoh Aktivitas Pembelajaran yang Mencerminkan Prinsip Berkesadaran:
1. Latihan pernapasan singkat (1–3 menit)* (Meningkatkan fokus Dilakukan
sebelum memulai pelajaran untuk membawa perhatian ke masa kini).
2. Refleksi diri (jurnal reflektif) (Menumbuhkan kesadaran diri Peserta didik menuliskan
pengalaman belajar, emosi, dan pemahamannya. |
3. Diskusi penuh perhatian ( Melatih mendengarkan aktif Siswa mendengarkan
temannya tanpa menyela, baru memberi tanggapan).
Prinsip Pembelajaran
Bermakna
Definisi: Pembelajaran bermakna adalah proses pembelajaran di mana peserta didik
mengaitkan pengetahuan atau informasi baru dengan pengetahuan atau pengalaman
yang sudah dimiliki sebelumnya, sehingga informasi tersebut lebih mudah dipahami,
diingat, dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Karakteristik:
1. Keterkaitan dengan pengetahuan sebelumnya* ( Informasi baru dihubungkan
dengan apa yang telah diketahui peserta didik).
2. Relevan dengan kehidupan nyata* (Materi pembelajaran dikaitkan dengan
pengalaman atau konteks dunia nyata siswa).
3. Berpusat pada peserta didik* ( Siswa aktif dalam proses pembelajaran, tidak
sekadar menerima informasi).
4. *Mendorong pemahaman, bukan hafalan* (Fokus pada makna dan pemahaman
konsep, bukan hanya menghafal fakta).
Contoh Aktivitas Pembelajaran yang Mencerminkan Prinsip Bermakna:
1. Diskusi studi kasus nyata* (Menghubungkan teori dengan praktik Siswa
membahas masalah nyata(misalnya lingkungan, sosial yang berkaitan dengan
materi).
2. *Simulasi atau role-play* (Belajar melalui pengalaman langsung ).
Prinsip Pembelajaran
Menggembirakan
Definisi: Pembelajaran menggembirakan adalah proses pembelajaran yang dirancang
untuk menciptakan suasana yang menyenangkan, nyaman, penuh semangat, dan
membuat peserta didik merasa senang saat belajar. Tujuannya adalah agar siswa
termotivasi, lebih aktif, tidak tertekan, dan menikmati proses belajar.
Pendekatan ini menekankan bahwa belajar tidak harus membuat stres, tetapi bisa
menjadi pengalaman positif dan menyenangkan.
Karakteristik:
1. Suasana positif dan menyenangkan* (Suasana kelas dibuat nyaman, tidak
menegangkan, dan penuh semangat).
2. Interaktif dan partisipatif* Siswa terlibat aktif, tidak hanya duduk diam dan
mendengarkan.
3. Memperhatikan minat dan gaya belajar siswa* (Guru menyesuaikan metode
dengan minat dan kebutuhan siswa). |
Contoh Aktivitas Pembelajaran yang Mencerminkan Prinsip Menggembirakan:
1. *Ice breaking di awal pelajaran* (Menghangatkan suasana |dengan Permainan
ringan atau humor singkat sebelum materi utama dimulai).
2. Belajar sambil bermain* ( Meningkatkan antusiasme seperti Menggunakan
kuis, game edukatif, atau teka-teki saat belajar materi).
LEMBAR KERJA
PENGALAMAN BELAJAR PEMBELAJARAN MENDALAM
Kelompok 3
Anggota : RIRIN RAHMAWATI, YENI ALFI LAELIY,
NURUL QOMARIYAH, AINA, NUR HOFIFAH AGUSTIN,
SHOFIYATUL KHOTIMAH
Pilihlah salah satu topik pembelajaran, buatlah tiga contoh pengalaman belajar murid
dalam pembelajaran mendalam
Topik Pembelajaran:
"Pengelolaan Sampah di Lingkungan Sekolah sebagai Wujud Kewargaan Aktif"
Memahami (Murid aktifi mengkonstruksi pengetahuan agar dapat memahami secara
mendalam konsep atau materi dari berbagai sumber dan konteks)
Murid secara berkelompok melakukan investigasi dan riset mini tentang sampah di
sekolah. Mereka:
1. Mengobservasi langsung: Melakukan pengamatan di berbagai titik sekolah
(kantin, halaman, depan kelas) untuk mengidentifikasi jenis sampah yang
paling banyak dihasilkan dan di mana sampah menumpuk.
2. Mengumpulkan data: Mendokumentasikan temuan mereka dengan foto dan
catatan sederhana.
3. Mencari informasi: Menggunakan internet atau buku di perpustakaan untuk
mencari tahu tentang konsep 3R (Reduce, Reuse, Recycle), perbedaan
antara sampah organik dan anorganik, serta dampak buruk sampah plastik
bagi lingkungan.
4. Menyajikan pemahaman: Hasil investigasi dan riset ini kemudian dibuat
menjadi sebuah peta pikiran (mind map) atau infografis sederhana yang
dipresentasikan di depan kelas.
Mengaplikasi (Murid mengaplikasi pengetahuan dalam kehidupan secara kontekstual.
Murid menghubungkan ide-ide, menganalisis, membangun solusi kreatifi kreatif dan inovatif
dalam pemecahan masalah konkret, yang hasilnya dapat berupa produk/ unjuk kerja peserta didik.
Berdasarkan pemahaman dari fase sebelumnya, murid merancang dan melaksanakan
proyek "Aksi Pilah Sampah". Mereka:
1. Merancang solusi: Merumuskan ide untuk mengatasi masalah sampah di
area yang telah mereka amati. Contohnya, membuat tiga jenis tempat
sampah (organik,
anorganik, kertas) dari bahan bekas seperti kardus atau ember cat.
2. Membuat produk unjuk kerja: Secara kreatif, mereka membuat poster
kampanye ajakan memilah sampah atau membuat video pendek untuk
disebarkan di grup media sosial sekolah.
3. Melaksanakan aksi: Menempatkan tempat sampah yang telah mereka buat
di lokasi strategis dan melakukan sosialisasi singkat kepada teman-teman di
sekitar lokasi tersebut tentang cara penggunaannya.
Merefleksi (Murid mengevaluasi dan memaknai pengalaman belajar, memperluas dan
menerapkan ide atau solusi baru)
Setelah proyek "Aksi Pilah Sampah" berjalan selama satu minggu, murid melakukan
sesi evaluasi dan refleksi. Mereka:
1. Mengevaluasi proyek: Dalam kelompok, mereka berdiskusi menggunakan
pertanyaan pemantik: "Apakah tempat sampah kita digunakan dengan benar?
Tantangan apa yang kita hadapi? Apa yang berhasil?".
2. Menulis jurnal refleksi: Setiap murid menuliskan pemaknaan pribadinya
tentang pengalaman tersebut. Misalnya, "Saya sadar bahwa mengajak orang
lain untuk peduli itu tidak mudah, tetapi saya senang ketika melihat ada
teman yang mulai membuang sampah pada tempat yang benar."
3. Merumuskan usulan baru: Berdasarkan hasil evaluasi, mereka secara kolektif
menyusun sebuah surat usulan yang ditujukan kepada OSIS atau Kepala
Sekolah. Isinya adalah rekomendasi untuk mengadopsi sistem pilah sampah di
seluruh sekolah secara permanen, berdasarkan keberhasilan dan
pembelajaran dari proyek mini mereka.