Anda di halaman 1dari 6

KISI RESIPROK

P
WIDYA ARISYA PUTRI
0905121071

A P E R

FISIKA ZAT PADAT

GEOMETRI KRISTAL

Geometri kristal adalah konfigurasi ruang, pola atau hubungan antar komponen kristal. Meliputi: Sel Unit Sumbu Kristal Indeks Miller Indeks Miller Bravais Bentuk dan Geometri kristal Keluarga Bidang dan Spasi Interplanar Kisi Resiprok

Pada makalah singkat kali ini kita akan fokuskan membahas tentang kisi resiprok.

Kisi Resiprok
Kisi resiprok secara teori mempunyai simetri yang sama dengan kisi kristalnya, dalam tiga dimensi, ditemukan d*(100), d*(010) dan d*(001) dengan vektor a*, b*, c* dan sel unit kisi resiprok secara umum dituliskan d*(hkl) = K/d (hkl). Dengan K adalah konstanta, yang bergantung pada panjang gelombang difraksi sinar-x untuk sistem monoklinik a* =K/d(100) = K/d (a sin ).

Setiap struktur kristal memiliki 2 kisi, yaitu kisi kristal dan kisi resiprok. Saat kristal dikenai sinar-X, akan dihasilkan pola difraksi yang merupakan peta kisi resiprok kristal tersebut. Dengan kata lain bila sinar-X mengenai kristal sebagai kisi nyata, maka dihasilkan pola difraksi yang berbentuk kisi resiprok. Vektor kisi nyata dan vektor kisi resiprok memiliki hubungan sebagai berikut :

Vektor kisi nyata R = n1a + n2b + n3c adalah vektor yang menghubungkan satu titik dengan titik yang lain di dalam kisi nyata, yaitu kristal itu sendiri. Tetapi, vektor kisi resiprok Gn = n1a* + n2b* + n3c* terdapat dalam kisi resiprok, yaitu kisi hasil

difraksi sinar-X. Dengan kata lain bila sinar-X mengenai kristal sebagai kisi nyata,maka dihasilkan pola difraksi yang berbentuk kisi resiprok.

Vektor basis a, b, dan c membentuk sel satuan dalam kisi nyata, sedangkan vektor basis a* , b* , dan c* membentuk sel satuan dalam kisi antara vektor basis dalam kisi nyata adalah a, b, dan c dan dalam kisi resiprok a*, b*, dan c* terdapat hubungan :

a* 2

bxc a bxc

b* 2

cxa b cxa

c* 2

axb c axb

Tampak bahwa vektor basis kisi resiprok a*, b*, dan c* memiliki satuan m-1, yang sama dengan angka gelombang. Karena vektor a* merupakan hasil perkalian silang b x c, maka a* tegak lurus terhadap bidang (b, c). Dengan cara yang sama b* tegak lurus terhadap bidang (c, a) dan c* tegak lurus terhadap bidang (a, b). Salah satu hubungan antara keduanya adalah : a* a = b* b = c* c = 2 Vo* =

(2 ) 3 , dengan Vo = a . b x c dan Vo* = a*. b* x c* V0

Jarak antar bidang dhkl dan Ghkl direlasikan oleh dhkl|Ghkl| = 2

Karena Shkl = N, maka fkr,

hkl

= Fhkl Shkl = N Fhkl Fhkl dan intensitas parsial

gelombang terhambur sebanding dengan kuadrat besarnya faktor struktur geometri Ihkl |fkr, hkl|2 |Fhkl|2

Misalnya, semua atok identik, kedudukan atok ke - j dalam sel satuan j = uj a + vj b + wj c dan kondisi Bragg terpenuhi s = Ghkl = h a* + k b* + l c* serta berdasar hubungan a* . a = b* . b = c* . c = 2, maka didapatkan persamaan faktor struktur geometri :

Fhkl f a e 2i ( huj kvjlwj )


j

Perhatikanlah perbandingan kisi nyata dua dimensi a = 1, 25 , b = 2, 50 dan

= 120o dan resiproknya berikut :

Gambar 1. Kisi Nyata

Gambar 2. Kisi Resiprok

Pada gambar di atas tampak bahwa : a. a* tegak lurus terhadap b ; dan b* teak lurus terhadap a.
| a* | 2 2 2 | a | d100 1.25 A

| b* |

2 2 d 010 2.50 A

Dalam kisi nyata harga a = b , tetapi dalam kisi resiprok harga a* = 2b*

b. setiap titik (hkl) dalam ruang resiprok terkait dengan perangkat bidang (hkl) dalam ruang nyata. Berikut ini ditunjukkan bahwa kisi resiprok dari kisi nyata SC adalah kisi SC juga. Kisi nyata SC memiliki ciri |a| = |b| = |c| = a dan = = = 90 o yang diungkapkan dalam vektor a = a , b = a, c = ak. Dari sini dapatlah ditentukan kisi resiprok SC, yaitu a* 2

a k . Tampak bahwa vektor basis kisi resiprok a*, b*, dan c* memiliki besar yang sama, yaitu 2 a
c* = 2 dan sudut yang sama, yaitu 90o. Ciri ini sama dengan yang dimiliki oleh kisi nyata SC. Terbuktilah bahwa kisi resiprok dari kisi nyata SC adalah kisi SC juga. Dengan cara yang sama dapat dibuktikan juga bahwa kisi resiprok kisi BCC adalah kisi FCC, dan sebaliknya.

a , b* = 2 a ,