Anda di halaman 1dari 19

Makalah Tugas PLSBT tentang Pemanasan Global

1.1 Latar belakang Akhir-akhir ini kita merasakan fenomena alam yang sangat dahsyat. Tidak hanya di negara kita, dunia internasional pun merasakan keanehan yang luar biasa. Tidak dapat kita pungkiri bahwa suhu bumi sangat meningkat dari waktu ke waktu. Sehingga kita mengenal dengan istilah pemanasan global (Global Warming), yaitu meningkatnya suhu yang tidak merata di seluruh permukaan bumi (atmosfer, laut, daratan, dan lainya). Salah satu akibat pemanasan global ini adalah terjadinya cuaca ekstrim. Cuaca ekstrim yaitu cuaca yang sangat tidak menentu berbeda dengan prediksi-prediksi yang dilakukan dan dapat pula menyebabkan berbagai bencana alam yang tidak terduga. Di Pakistan, yang awalnya terjadi hujan deras yang terus terjadi sepanjang bulan hingga menyebabkan hampir seluruh daratannya tergenangi air dan menelan beberapa korban. Di Cina, negara yang berpopulasi terbesar di dunia ini mengalami banjir terburuk sedekade, terutama di provinsi di barat laut (Gansu). Banjir dan longsor menewaskan 1.117 orang dan membuat 600 orang hilang. Tahun 2007, laporan IPPC menyatakan hujan meningkat di barat laut China 33 persen dibanding 1961. Banjir di seluruh negeri meningkat tujuh kali dibanding 1950. Di Rusia, untuk pertama kalinya suhu Moskow mencapai 37,8 derajat Celcius. Panas membuat kebakaran hutan dan mengeringkan lahan gambut, sehingga menyelimuti Rusia dengan kabut asap beracun. Kematian meningkat menjadi 700 jiwa per hari. Tahun 2007, laporan IPCC memprediksi bencana kekeringan di Rusia meningkat dua kali dan melihat kemungkinan kebakaran selama bertahun-tahun. Rusia juga disebut akan kehilangan hasil pertanian. Di Arktik, Sebuah bongkahan es seluas 260 kilometer persegi telah mengapung di barat laut Greenland. Bongkahan es ini adalah yang terbesar tercatat dalam sejarah memisahkan diri dari Arktik. Es yang mencair ini menyebabkan kenaikan permukaan laut di seluruh dunia, sebagai akibat dari ekspansi cuaca panas ke kawasan kutub. Kenaikan muka laut adalah 3,4 milimeter per dekade, dua kali lipat angka di abad 20. Hingga di Indonesia, cuaca yang tidak menentu terjadi di seluruh provinsi. Di Jakarta, terjadi hujan deras yang menyebabkan banjir yang pada dasarnya hanya terjadi dalam beberapa kurun waktu saja namun banjir masih tetap tidak terbendung. Di kola Bekasi dan kota lain di Jawa Barat terjadi angin puting beliung yang merusak rumah-rumah, menjatuhkan pohonpohon, dan kerusakan lainnya. Di Bandung, terjadi beberapa fenomena yang sangat tidak wajar, yaitu hujan yang diikuti angin kencang kerap melanda kota ini. Sehingga bencana banjir tidak hanya terjadi beberapa dekade saja melainkan hamper sepanjang tahun. Dan yang terparah yaitu terjadinya tsunami kecil di Wasior, Papua Barat. Air deras bercampur lumpur, batu, dan kayu datang menggulung Kota Wasior, 4 Oktober 2010 lalu. Musibah tak terelakkan, bangunan-bangunan hancur, 146 orang meninggal dan beberapa warga dinyatakan hilang. Hingga 11 Oktober lalu, Bupati Teluk Wondama Albert Torey mencatat, korban jiwa akibat banjir bandang mencapai 150 orang. Banjir bandang juga menghancurkan infrastruktur kota hingga 80 persen. Pemerintah menyatakan iklim dan cuaca ekstrem diprediksi terjadi hingga Januari atau Februari 2011. Cuaca tak bersahabat akibat dampak pemanasan global. Cuaca ekstrem diprediksi berlangsung hingga awal tahun depan, kata Menteri Koordinator bidang Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono di Jakarta, Senin (4/10). Menurut Agung, kondisi Indonesia selain memiliki keunggulan strategis juga rentan bencana alam yang disebabkan fenomena cuaca dan iklim ekstrem serta gempa bumi. Hasil kajian panel antarpemerintah

soal iklim, aktivitas manusia menjadi penyebab peningkatan suhu global yang memicu perubahan iklim. Itu ditandai dengan perubahan pola hujan, naiknya air laut, kekeringan, badai, banjir, gelombang panas, dan kebakaran hutan secara luas. Untuk itu pembahasan cuaca ekstrim di Indonesia menjadi benang merah dalam makalah ini. Sehingga kita mengetahui penyebabnya dan dengan itu kita akan mengetahui pula upaya yang harus kita lakukan sekarang juga. 1.2 Pengertian Pemanasan global adalah kejadian meningkatnya temperatur rata-rata atmosfer, laut dan daratan bumi. Pada saat ini bumi menghadapi pemanasan yang cepat. Menurut para ahli meteorologi, selama seratus tahun terakhir, rata-rata temperatur ini telah meningkat dari 15oC menjadi 15.6oC. Hasil pengukuran yang lebih akurat oleh stasiun meteorologi dan juga data pengukuran satelit sejak tahun 1957, menunjukkan bahwa sepuluh tahun terhangat terjadi setelah tahun 1980, tiga tahun terpanas terjadi setelah tahun 1990. Secara kuantitatif nilai perubahan temperatur rata-rata bumi ini kecil tetapi dampaknya sangat luar biasa terhadap lingkungan. Penyebab utama pemanasan global adalah pembakaran bahan bakar fosil, seperti batu bara, minyak bumi dan gas alam, yang melepas karbondioksida dan gas-gas lainnya seperti Metana, Chlor, Belerang dan lain sebagainya. Pelepasan gas-gas tersebut telah menyebabkan munculnya fenomena yang disebut dengan Efek Rumah Kaca (green house effect). Efek rumah kaca terjadi karena gas-gas yang dilepaskan dari hasil pembakaran bahan bakar fosil bersifat seperti rumah kaca. Rumah kaca bersifat meloloskan radiasi gelombang pendek dari radiasi matahari, tetapi akan menahan pantulan radiasi matahari tersebut yang setelah mencapai permukaan bumi, berubah menjadi radiasi gelombang panjang. Selama matahari bersinar, akan terjadi akumulasi radiasi sehingga temperatur di dalam rumah kaca akan semakin panas. Atmosfer bumi terdiri dari bermacam-macam gas dengan fungsi yang berbeda-beda. Kelompok gas yang menjaga suhu permukaan bumi agar tetap hangat dikenal dengan istilah gas rumah kaca. Disebut gas rumah kaca karena sistem kerja gas-gas tersebut di atmosfer bumi mirip dengan cara kerja rumah kaca yang berfungsi menahan panas matahari di dalamnya agar suhu di dalam rumah kaca tetap hangat, dengan begitu tanaman di dalamnya pun akan dapat tumbuh dengan baik karena memiliki panas matahari yang cukup. Planet kita pada dasarnya membutuhkan gas-gas tesebut untuk menjaga kehidupan di dalamnya. Tanpa keberadaan gas rumah kaca, bumi akan menjadi terlalu dingin untuk ditinggali karena tidak adanya lapisan yang mengisolasi panas matahari. Sebagai perbandingan, planet mars yang memiliki lapisan atmosfer tipis dan tidak memiliki efek rumah kaca memiliki temperatur ratarata -32o Celcius. Kontributor terbesar pemanasan global saat ini adalah Karbon Dioksida (CO2), metana (CH4) yang dihasilkan agrikultur dan peternakan (terutama dari sistem pencernaan hewanhewan ternak), Nitrogen Oksida (NO) dari pupuk, dan gas-gas yang digunakan untuk kulkas dan pendingin ruangan (CFC). Rusaknya hutan-hutan yang seharusnya berfungsi sebagai penyimpan CO2 juga makin memperparah keadaan ini karena pohon-pohon yang mati akan melepaskan CO2 yang tersimpan di dalam jaringannya ke atmosfer. Setiap gas rumah kaca memiliki efek pemanasan global yang berbedabeda. Beberapa gas menghasilkan efek pemanasan lebih parah dari CO2. Sebagai contoh sebuah molekul metana menghasilkan efek

pemanasan 23 kali dari molekul CO2. Molekul NO bahkan menghasilkan efek pemanasan sampai 300 kali dari molekul CO2. Gas-gas lain seperti chlorofluorocarbons (CFC) ada yang menghasilkan efek pemanasan hingga ribuan kali dari CO2. Tetapi untungnya pemakaian CFC telah dilarang di banyak negara karena CFC telah lama dituding sebagai penyebab rusaknya lapisan ozon. Secara umum, negara negara industri seperti Amerika Serikat, Inggris, Perancis, Jerman, Italia, Rusia, Jepang dan Kanada merupakan negara-negara penghasil gas rumah kaca terbesar, sehingga disinyalir sebagai negara-negara yang paling bertanggung jawab terhadap pemanasan Global. Untuk menetralisir citra negatif yang melekat pada negara-negara industri tersebut, mereka terkadang menuduh negara-negara berkembang seperti Indonesia dan Brasil yang memiliki hutan yang luas, ikut bertanggung jawab pula terhadap pemanasan global karena praktek penebangan hutan. Padahal kebutuhan kayu di negara-negara industri tersebut sebagian besar dipenuhi dari penebangan hutan-hutan di negara berkembang. 2.1 Dampak Pemanasan Global Pemanasan global yang terjadi di setiap negara berbeda karena faktanya iklim di setiap negara berbeda yaitu terdiri dari tropik dan subtropik. Di negara subtropik yang memiliki 4 musim, dampak pemanasan global terutama terjadi pada perubahan suhu yang makin ekstrim saat musim panas (suhu lebih panas) dan saat musim dingin (suhu lebih dingin). Sedangkan dampak yang terjadi di daerah tropik terutama berpengaruh terhadap pergeseran musim (awal dan akhir musim hujan atau kemarau) serta meningkatnya kasus wabah penyakit. Sehingga dampak yang kita rasakan sampai saat ini adalah sebagai berikut : A. Melelehnya Es di Kutub Pemanasan global akan mencairkan banyak es di kutub. Akibatnya tinggi muka laut di seluruh dunia telah meningkat 10-25 cm selama abad 20. Diprediksi pada abad 21, akan terjadi peningkatan tinggi muka air antara 9 88 cm. Padahal menurut perhitungan para ahli the Intergovernmental Panel on Climate Change (IPPC), kenaikan 100 cm muka air laut akan menenggelamkan 6 persen daerah Belanda, 17.5 persen daerah Bangladesh. Dan ribuan pulau kecil di Indonesia akan tenggelam. Sebuah bongkahan es seluas 260 kilometer persegi telah mengapung di barat laut Greenland. Bongkahan es ini adalah yang terbesar tercatat dalam sejarah memisahkan diri dari Arktik. Es yang mencair ini menyebabkan kenaikan permukaan lau di seluruh dunia, sebagai akibat dari ekspansi cuaca panas ke kawasan kutub. Berdasarkan penelitian terakhir, air dari bagian samudera yang lebih hangat ditemukan berpenetrasi ke fjord yang umumnya dingin di pesisir Greenland. Air hangat tersebut melelehkan sebagian gletser dan kecepatannya terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Fjord merupakan lembah curam yang diukir oleh gletser selama jutaan tahun. Adapun lapisan es di Greenland yang memiliki ketebalan 3,2 kilometer dan memiliki ukuran sekitar luas Meksiko, mengalami kehilangan massanya dengan kecepatan tinggi. Lapisan es tersebut lepas melalui gletser yang mengalir di fjord-fjord tersebut. Ini pertamakalinya kami melihat air sehangat ini di setiap fjord di Greenland, kata Fiamma Straneo, oseanografer dari Woods Hole Oceanographic Institution (WHOI), seperti dikutip dari Livescience, 18 Oktober 2010. Sebuah tim peneliti dari WHOI dan University of Maine melakukan dua pengamatan pada Sermilik Fjord, sebuah fjord gletser besar di kawasan timur Greenland pada Juli sampai September 2008.

Fjord dengan panjang sekitar 100 kilometer tersebut menghubungkan gletser Helheim dan laut Irminger. Jauh di bawah Sermilik Fjord, peneliti menemukan air subtropis sehangat 39 derajat Fahrenheit (4 derajat Celcius). Air subtropis ini mengalir melalui fjord dengan sangat cepat, sehingga mereka bisa mengirimkan panas dan mendorong melelehnya gletser, kata Straneo. Tim tersebut juga melakukan rekonstruksi terhadap temperatur musiman pada kawasan tersebut menggunakan data yang dikumpulkan 19 sensor yang dipasangi alat perekam temperatur dan kedalaman berbasis satelit. Dari data yang dikumpulkan, ternyata perairan di kawasan tersebut menghangat pada Juli sampai Desember, dan air hangat di bawah fjord tersebut hadir sepanjang tahun. Ini merupakan survey ekstensi pertama pada fjord-fjord di Greenland dan menunjukkan bagaimana air hangat bersirkulasi dan seberapa besar sirkulasi tersebut, kata Straneo. Perubahan pada sirkulasi samudera di kawasan Atlantik Utara menyebar ke gletser dengan cepat. Tidak dalam hitungan tahun, akan tetapi hanya dalam hitungan bulan saja. Efeknya sangat cepat.Kenaikan muka laut adalah 3,4 milimeter per dekade, dua kali lipat angka di abad 20. B. Cuaca Ekstrim Para ilmuan memperkirakan bahwa selama pemanasan global, daerah bagian Utara dari belahan Bumi Utara (Northern Hemisphere) akan memanas lebih dari daerah-daerah lain di Bumi. Akibatnya, gunung-gunung es akan mencair dan daratan akan mengecil. Akan lebih sedikit es yang terapung di perairan Utara tersebut. Daerah-daerah yang sebelumnya mengalami salju ringan, mungkin tidak akan mengalaminya lagi. Pada pegunungan di daerah subtropis, bagian yang ditutupi salju akan semakin sedikit serta akan lebih cepat mencair. Musim tanam akan lebih panjang di beberapa area. Temperatur pada musim dingin dan malam hari akan cenderung untuk meningkat. Daerah hangat akan menjadi lebih lembab karena lebih banyak air yang menguap dari lautan. Para ilmuan belum begitu yakin apakah kelembaban tersebut malah akan meningkatkan atau menurunkan pemanasan yang lebih jauh lagi. Hal ini disebabkan karena uap air merupakan gas rumah kaca, sehingga keberadaannya akan meningkatkan efek insulasi pada atmosfer. Akan tetapi, uap air yang lebih banyak juga akan membentuk awan yang lebih banyak, sehingga akan memantulkan cahaya matahari kembali ke angkasa luar, di mana hal ini akan menurunkan proses pemanasan (lihat siklus air). Kelembaban yang tinggi akan meningkatkan curah hujan, secara rata-rata, sekitar 1 persen untuk setiap derajat Fahrenheit pemanasan. (Curah hujan di seluruh dunia telah meningkat sebesar 1 persen dalam seratus tahun terakhir ini). Badai akan menjadi lebih sering. Selain itu, air akan lebih cepat menguap dari tanah. Akibatnya beberapa daerah akan menjadi lebih kering dari sebelumnya. Angin akan bertiup lebih kencang dan mungkin dengan pola yang berbeda. Topan badai (hurricane) yang memperoleh kekuatannya dari penguapan air, akan menjadi lebih besar. Berlawanan dengan pemanasan yang terjadi, beberapa periode yang sangat dingin mungkin akan terjadi. Pola cuaca menjadi tidak terprediksi dan lebih ekstrim. Badan Kelautan dan Atmosfer Amerika Serikat atau US National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) mengatakan, fenomena Badai La Nina menguat di Bulan Agustus 2010. Hasil pemantauan badan itu menyebutkan permukaan laut mendingin sekitar 1,3 sampai 1,8 derajat Celcius. Dari model cuaca, diramalkan La Nina akan bertahan setidaknya sampai awal 2011. Cuaca dingin yang panjang juga akan berpengaruh pada lingkungan global. Pendinginan permukaan laut akan mempengaruhi curah hujan tropis Samudera Pasifik dari Indonesia ke

Amerika Selatan, ujar Gerry Bell, ilmuwan iklim NOAA di Pusat Prakiraan Iklim di Camp Springs, Maryland, seperti dimuat situs Nature News. Beberapa tempat seperti Australia Utara akan lebih basah dari rata-rata musim. Perubahan begitu besar, sehingga juga mempengaruhi angin,. Bencana alam yang melanda Pakistan, China, Rusia dan melelehnya es di Arktik sesuai dengan prediksi the Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) beberapa tahun lalu. Pakistan dilanda hujan terus-menerus sehingga banjir, sementara Rusia mengalami cuaca paling panas dalam 1.000 tahun. Kejadian-kejadian sepanjang Juli sampai Agustus 2010 ini telah diprediksi ilmuwan cuaca, meski mereka malu-malu menyebutnya, sebagai bukti pemanasan global telah berlangsung. Mereka sekarang sedang berupaya mencari cara memprediksi cuaca ekstrem ini. Pada bulan Agustus, mereka mulai menggelar rapat yang disponsori Perserikatan Bangsa-bangsa, Amerika Serikat dan Inggris. Tak ada waktu terbuang lagi karena rakyat harus disiapkan menghadapi pemanasan global, kata Peter Scott, klimatolog pemerintah Inggris. IPPC pada 2007 telah memprediksi peningkatan temperatur akan menghasilkan gelombang panas dan hujan yang intens. Dalam laporan 2007 yang menghasilkan penghargaan Nobel, IPPC melaporkan telah diamati sebuah peningkatan gelombang panas sejak 1950. Sementara ilmuwan the Goddard Institute of Space Studies NASA, Gavin Schmidt, di New York, menyatakan pendekatan yang tepat adalah lebih banyak ekstrem panas dan sedikit ekstrem dingin. Berikut perbandingan fakta dengan prediksi: 1. Rusia Untuk pertama kalinya suhu Moskow mencapai 37,8 derajat Celcius. Panas membuat kebakaran hutan dan mengeringkan lahan gambut, sehingga menyelimuti Rusia dengan kabut asap beracun. Kematian meningkat menjadi 700 jiwa per hari. Tahun 2007, laporan IPCC memprediksi bencana kekeringan di Rusia meningkat dua kali dan melihat kemungkinan kebakaran selama bertahun-tahun. Rusia juga disebut akan kehilangan hasil pertanian. 2. Pakistan Hujan lebat terus-menerus selama 36 jam membuat sungai Indus di Pakistan meluap. Diperkirakan 14 juta rakyat Pakistan kena dampak banjir. Pemerintah Pakistan menyebutnya bencana terburuk dalam sejarah bangsa itu. Tahun 2007, laporan IPPC menyatakan hujan lebih lebat selama 40 tahun di utara Pakistan dan memprediksi banjir dahsyat akan melanda bagian selatan Asia ini. 3. Cina Negara berpopulasi terbesar di dunia ini mengalami banjir terburuk sedekade, terutama di provinsi di barat laut, Gansu. Banjir dan longsor menewaskan 1.117 orang dan membuat 600 orang hilang. Tahun 2007, laporan IPPC menyatakan hujan meningkat di barat laut China 33 persen dibanding 1961. Banjir di seluruh negeri meningkat tujuh kali dibanding 1950. Dan banjir akan sering terjadi di abad ini. Bencana banjir di Pakistan, kebakaran hutan di Rusia, serta tanah longsor di China dalam beberapa pekan terakhir merupakan bukti bahwa prediksi pemanasan global sangat tepat. Para pakar iklim dan cuaca dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan sejumlah universitas berbagai negara mengatakan, peristiwa-peristiwa ekstrim cuaca belakangan ini membuktikan

bahwa pemanasan global sedang terjadi. Jean-Pascal van Ypersele, wakil presiden badan PBB yang memonitor pemanasan global -Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC)- mengatakan bahwa pola-pola cuaca dramatis ini konsisten dengan perubahan iklim yang ditimbulkan oleh manusia. Ini adalah peristiwa-peristiwa yang muncul kembali dan makin intensif di tengah iklim yang terganggu efek rumah kaca, kata Ypersele seperti dikutip dari laman harian Telegraph, Selasa, 10 Agustus 2010. Peristiwa ekstrim seperti ini merupakan salah satu contoh di mana perubahan iklim yang dramatis bisa tampak secara nyata, lanjut Ypersele. Profesor Andrew Watson, pakar iklim dari University of East Anglia, yang tahun lalu terlibat skandal climategate, mengatakan bahwa peristiwa ekstrim cuaca ini sesuai seperti laporan IPCC dan sama seperti yang diyakini 99 persen akan terjadi oleh para ilmuwan. Saya sangat yakin bahwa meningkatnya frekuensi peristiwa semacam ini di tengah musim panas dalam beberapa dekade terakhir terkait dengan perubahan iklim, kata Watson. Di Indonesia, pemerintah menyatakan iklim dan cuaca ekstrem diprediksi terjadi hingga Januari atau Februari 2011. Cuaca tak bersahabat akibat dampak pemanasan global. Cuaca ekstrem diprediksi berlangsung hingga awal tahun depan, kata Menteri Koordinator bidang Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono di Jakarta, Senin (4/10). Menurut Agung, kondisi Indonesia selain memiliki keunggulan strategis juga rentan bencana alam yang disebabkan fenomena cuaca dan iklim ekstrem serta gempa bumi. Hasil kajian panel antarpemerintah soal iklim, aktivitas manusia menjadi penyebab peningkatan suhu global yang memicu perubahan iklim. Itu ditandai dengan perubahan pola hujan, naiknya air laut, kekeringan, badai, banjir, gelombang panas, dan kebakaran hutan secara luas. Dia menambahkan, perubahan iklim dan cuaca ekstrem memunculkan berbagai wabah penyakit. Petani juga akan merasakan perubahan pola tanam dan gagal panen. Di Jakarta, Kepala Sub Bidang Peringatan Dini Cuaca Ekstrem Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kukuh Ribudiyanto tingginya curah hujan di ibu kota, Jakarta baru memasuki masa transisi. Ini disebabkan penyimpangan atau anomali pada Juli dan Agustus yang seharusnya musim kemarau, justru malah banyak hujan. Masa transisi dengan curah hujan tinggi ini akan berakhir hingga Oktober dan awal November. Setelah itu baru masuk musim penghujan. Penyebab anomali itu karena ada fenomena La Nina, adanya uap air dari Pasifik Tengah ke arah barat, termasuk ke Indonesia, kata Kukuh, Selasa 28 September 2010. Musim hujan di Jakarta sendiri diprakirakan terjadi setelah November sampai Januari 2011. Hingga Januari nanti, kata Kukuh, fenomena La Nina masih akan terus berlangsung. Di musim hujan nanti, curah hujan akan meningkat dari biasanya, atau di atas normal, jelas dia. Kukuh berpesan kepada masyarakat Jakarta pada khususnya untuk mewaspadai banyaknya petir yang menyambar. Waspada pula terhadap angin kencang dan hujan yang deras walaupun durasinya pendek. Bagi yang langganan banjir, harap waspada, imbaunya. Dan yang paling parah terjadinya banjir bandang di Wasior, Papua Barat. Air bercampur lumpur, batu, dan kayu menggulung Wasior, 4 Oktober 2010. Kota kecil di Teluk Wondama, Papua Barat itu, yang dibangun semenjak lima tahun lalu, lumat seketika. Lebih dari 150 orang meninggal dan banyak yang masih hilang. Pemerintah setempat lempar handuk, sebab bencana ini seperti kiamat. Seluruh infrastuktur daerah sudah lumpuh total. Pemerintah pusat bergerak cepat. Presiden Susilo Bambang

Yudhoyono dan sejumlah menteri kini masih berada di kota itu. Korban sebanyak itu, sesungguhnya bisa dicegah, jika warga kota waspada dengan suara yang bergemuruh beberapa saat sebelum bencana datang. Suara itu seperti meraung dan kencang terdengar di seantero kota. Warga menduga bahwa itu suara pesawat yang hendak mendarat. Gambar Tragedi Tsunami Kecil di Wasior, Papua Barat C. Peningkatan permukaan laut Ketika atmosfer menghangat, lapisan permukaan lautan juga akan menghangat, sehingga volumenya akan membesar dan menaikkan tinggi permukaan laut. Pemanasan juga akan mencairkan banyak es di kutub, terutama sekitar Greenland, yang lebih memperbanyak volume air di laut. Tinggi muka laut di seluruh dunia telah meningkat 10 25 cm (4 10 inchi) selama abad ke-20, dan para ilmuan IPCC memprediksi peningkatan lebih lanjut 9 88 cm (4 35 inchi) pada abad ke-21. Perubahan tinggi muka laut akan sangat mempengaruhi kehidupan di daerah pantai. Kenaikan 100 cm (40 inchi) akan menenggelamkan 6 persen daerah Belanda, 17,5 persen daerah Bangladesh, dan banyak pulau-pulau. Erosi dari tebing, pantai, dan bukit pasir akan meningkat. Ketika tinggi lautan mencapai muara sungai, banjir akibat air pasang akan meningkat di daratan. Negara-negara kaya akan menghabiskan dana yang sangat besar untuk melindungi daerah pantainya, sedangkan negara-negara miskin mungkin hanya dapat melakukan evakuasi dari daerah pantai. Bahkan sedikit kenaikan tinggi muka laut akan sangat mempengaruhi ekosistem pantai. Kenaikan 50 cm (20 inchi) akan menenggelamkan separuh dari rawa-rawa pantai di Amerika Serikat. Rawa-rawa baru juga akan terbentuk, tetapi tidak di area perkotaan dan daerah yang sudah dibangun. Kenaikan muka laut ini akan menutupi sebagian besar dari Florida Everglades. Gambar Laut Aral di Central Asia Uzbekistan D. Suhu global cenderung meningkat Orang mungkin beranggapan bahwa Bumi yang hangat akan menghasilkan lebih banyak makanan dari sebelumnya, tetapi hal ini sebenarnya tidak sama di beberapa tempat. Bagian Selatan Kanada, sebagai contoh, mungkin akan mendapat keuntungan dari lebih tingginya curah hujan dan lebih lamanya masa tanam. Di lain pihak, lahan pertanian tropis semi kering di beberapa bagian Afrika mungkin tidak dapat tumbuh. Daerah pertanian gurun yang menggunakan air irigasi dari gunung-gunung yang jauh dapat menderita jika snowpack (kumpulan salju) musim dingin, yang berfungsi sebagai reservoir alami, akan mencair sebelum puncak bulan-bulan masa tanam. Tanaman pangan dan hutan dapat mengalami serangan serangga dan penyakit yang lebih hebat. Temperatur pada musim dingin dan malam hari akan cenderung meningkat. Curah hujan meningkat, air akan lebih cepat menguap dari tanah, akibatnya beberapa daerah akan menjadi lebih kering dari sebelumnya. E. Gangguan ekologis Hewan dan tumbuhan menjadi makhluk hidup yang sulit menghindar dari efek pemanasan ini karena sebagian besar lahan telah dikuasai manusia. Dalam pemanasan global, hewan cenderung untuk bermigrasi ke arah kutub atau ke atas pegunungan. Tumbuhan akan mengubah arah pertumbuhannya, mencari daerah baru karena habitat lamanya menjadi terlalu

hangat. Akan tetapi, pembangunan manusia akan menghalangi perpindahan ini. Spesiesspesies yang bermigrasi ke utara atau selatan yang terhalangi oleh kota-kota atau lahan-lahan pertanian mungkin akan mati. Beberapa tipe spesies yang tidak mampu secara cepat berpindah menuju kutub mungkin juga akan musnah. F. Dampak sosial dan politik Perubahan cuaca dan lautan dapat mengakibatkan munculnya penyakit-penyakit yang berhubungan dengan panas (heat stroke) dan kematian. Temperatur yang panas juga dapat menyebabkan gagal panen sehingga akan muncul kelaparan dan malnutrisi. Perubahan cuaca yang ekstrem dan peningkatan permukaan air laut akibat mencairnya es di kutub utara dapat menyebabkan penyakit-penyakit yang berhubungan dengan bencana alam (banjir, badai dan kebakaran) dan kematian akibat trauma. Timbulnya bencana alam biasanya disertai dengan perpindahan penduduk ke tempat-tempat pengungsian dimana sering muncul penyakit, seperti: diare, malnutrisi, defisiensi mikronutrien, trauma psikologis, penyakit kulit, dan lainlain. Pergeseran ekosistem dapat memberi dampak pada penyebaran penyakit melalui air (Waterborne diseases) maupun penyebaran penyakit melalui vektor (vector-borne diseases). Seperti meningkatnya kejadian Demam Berdarah karena munculnya ruang (ekosistem) baru untuk nyamuk ini berkembang biak. Dengan adamya perubahan iklim ini maka ada beberapa spesies vektor penyakit (eq Aedes Agipty), Virus, bakteri, plasmodium menjadi lebih resisten terhadap obat tertentu yang target nya adala organisme tersebut. Selain itu bisa diprediksi kan bahwa ada beberapa spesies yang secara alamiah akan terseleksi ataupun punah dikarenakan perbuhan ekosistem yang ekstreem ini. hal ini juga akan berdampak perubahan iklim (Climat change)yang bis berdampak kepada peningkatan kasus penyakit tertentu seperti ISPA (kemarau panjang / kebakaran hutan, DBD Kaitan dengan musim hujan tidak menentu). Wabah penyakit yang biasanya ditemukan di daerah tropik, seperti malaria dan DBD diperikirakan akan meningkat sebesar 60 %. Fakta yang tercatat menunjukkan bahwa akibat gelombang panas yang terjadi pada bulan Juni 2003 telah menewaskan 25.000 penduduk Eropa. Sedangkan menurut laporan BBC, musim dingin yang ekstrim yang terjadi pada bulan Desember 2003 telah menyebabkan kematian 2500 penduduk Inggris. Bahkan menurut laporan WHO pada bulan Desember 2003, pemanasan global telah membunuh 150 ribu orang tiap tahun. Menurut perkiraan WHO, dalam 30 tahun mendatang, angka kematian yang disebabkan oleh pemanasan global akan mencapai angka 300 ribu per tahun Gradasi Lingkungan yang disebabkan oleh pencemaran limbah pada sungai juga berkontribusi pada waterborne diseases dan vector-borne disease. Ditambah pula dengan polusi udara hasil emisi gas-gas pabrik yang tidak terkontrol selanjutnya akan berkontribusi terhadap penyakit-penyakit saluran pernaPasan seperti asma, alergi, coccidiodomycosis, penyakit jantung dan paru-paru kronis, dan lain-lain. PBB telah menyatakan bahwa banjir di Pakistan merupakan krisis kemanusiaan terbesar dalam sejarah dengan 13,8 juta orang terkena dampak banjir dan 1.600 orang tewas. Bencana banjir Pakistan ini merupakan bencana yang lebih buruk dibanding tsunami di Asia Selatan dan gempa bumi di Kashmir dan Haiti. Bencana tersebut dipicu oleh badai berkekuatan besar yang juga menyebabkan banjir di China dan gelombang panas berkepanjangan di Rusia. Banjir Pakistan terjadi pasca banjir di Prancis dan Eropa Timur yang menewaskan lebih dari 30 orang sepanjang musim panas lalu.

2.2 Faktor-faktor Pendorong Terjadinya Pemanasan Global di Indonesia Berikut ini adalah faktor-faktor atau keadaan yang ironis di negeri ini seiring terjadinya pemanasan global : 1 2 3 4 5 6 7 Kebiasaan membuang sampah sembarangan Kurangnya kesadaran akan cinta lingkungan Pengetahuan tentang pemanasan global sangat minim Sifat masyarakat yang konsumtif, khususnya dalam pemakaian energi Kebijakan pemerintah yang kurang begitu tegas dalam pemeliharaan lingkungan Masih ada illegal logging (penebangan hutan tanpa ijin) Eksploitasi alam yang berlebihan

2.3 Usaha dalam Menangani Pemanasan Global Adapun usaha-usaha yang harus kita lakukan yaitu sebagai berikut : 1.

Hemat dalam pemakaian listrik : Matikan peralatan listrik jika sedang tidak digunakan. Hanya menggunakan peralatan listrik ketika kita membutuhkannya. Tidak menggunakan peralatan yang menggunakan listrik; jika dapat dengan mudah dilakukan dengan tangan, seperti membuka kaleng, botol dsb. Hubungkan lampu di halaman rumah dengan sebuah alat pengatur waktu (timer) atau fotocel sinar matahari. Gunakan jenis lampu fluorescent dan lampu hemat energi untuk menghemat listrik. Jenis lampu hemat energi akan memangkas 80 % boros listrik daripada lampu pijar. Matikan peralatan listrik dan gunakan penerangan seminimal mungkin di malam hari ketika akan pergi tidur. Matikan pemanas air sebelum Anda berangkat untuk pergi berlibur. Ganti kulkas lama jika sudah boros listrik dan jangan lupa defrost kulkas anda secara teratur. Bersihkan dan keluarkan barang/makanan yang tidak perlu dari kulkas setiap minggu. Jangan masukkan makanan panas di dalam lemari es. Jangan terlalu sering dan dalam waktu lama membuka pintu lemari es, karena akan boros listrik. Hemat dalam pemakaian air :

2.

Jangan mencuci piring dengan air yang mengalir terus menerus. Jangan menggosok gigi, juga dengan kran air yang mengalir, karena air akan banyak terbuang dalam 1 menit terbuang sekitar 10 liter. Mandi menggunakan gayung yang terukur dan seperlunya, daripada pakai kran shower dengan air mengalir atau berendam pada bath-tub. Demikian pula untuk

mencuci mobil, cukup gunakan ember dan gayung daripada menggunakan selang dengan air mengalir. Gunakan air dingin pada mesin cuci daripada air panas. Flush toilet seperlunya (jangan terlalu sering). Pastikan pelampung/radar pada tangki penyimpanan air bekerja dengan baik, demikian juga pada kran dan monoblock di toilet, cegah kebocoran agar tidak boros air. Cuci pakaian dengan air dingin, bukannya air panas. Gunakan air bilasan cucian pakaian terakhir untuk menyiram tanaman Anda. Gunakan air bilasan cucian beras, buah dan sayur juga untuk menyiram tanaman. Tadah air hujan dan manfaatkan untuk menyiram tanaman, membersihkan lantai dsb. Memanfaatkan sumber energi dari alam :

3.

Gunakan tenaga surya untuk rumah dan pemanas air. Gunakan sinar matahari untuk mengeringkan pakaian Anda. Gunakan pencahayaan dari sinar matahari secara optimal, bukannya mengandalkan lampu listrik. Buka jendela, agar angin dapat berhembus masuk untuk menyejukkan dan menyegarkan ruangan di rumah anda, daripada menggunakan penyejuk udara buatan yang boros listrik seperti AC. Jika tetap menggunakan AC, jangan lupa bersihkan AC secara teratur, akan menghemat listrik. Jangan lupa setel timer pada AC agar berhenti pada saat sebelum fajar. Exhaust fan juga bisa digunakan untuk membantu pertukaran udara segar di dalam ruang, jika sirkulasi angin belum maksimal. Jika ingin, membangun rumah tinggal jangan lupa memanfaatkan sirkulasi udara angin dan cahaya alamiah dari matahari secara optimal. REUSE (Gunakan Kembali) :

4.

Gunakan keramik atau gelas cangkir kopi bukan cangkir sekali pakai seperti yang terbuat dari plastic dan Styrofoam. Gunakan kembali kantong plastik dan wadah penyimpan barang lainnya. Gunakan kertas bekas surat dan amplopnya, kalender bekas, untuk kertas corat-coret atau catatan keperluan sehari-hari. Gunakan kembali kertas HVS yang baru dipakai 1 muka menjadi 2 muka atau bolakbalik. Gunakan kain serbet, sapu tangan yang bisa digunakan kembali daripada kertas tissue dan kertas pembersih sekali pakai lainnya. Gunakan reusable piring, botol minum dan alat makan yang bukan sekali pakai. Gunakan wadah yang dapat digunakan kembali untuk menyimpan makanan, bukannya aluminium foil dan bahan plastik lainnya. Reuse kemasan dari bahan karton untuk pengiriman barang. Gunakan kembali koran lama untuk membungkus dan mengepak barang. Berbelanja ke toko dengan tas kanvas daripada menggunakan tas kertas dan kantong plastik. Simpan gantungan kawat dan mengembalikan atau menggunakannya kembali ketika ke binatu.

Mengecat dengan kuas dan rol yang bisa dipakai lagi daripada menggunakan cat semprot yang mengeluarkan emisi berbahaya. REDUCE ( Berhemat ) :

5.

Hemat penggunaan kertas dan tissue karena terbuat dari kayu yang harus ditebang dari pohon di hutan, sedangkan hutan dibutuhkan untuk menetralisir emisi CO2 di udara. Memelihara, merawat dan memperbaiki barang-barang yang kita miliki dan sudah digunakan daripada sering membeli baru. Hanya membeli perangkat mebel. yang benar-benar digunakan. Beli dan gunakan baterai rechargeable untuk perangkat yang sering digunakan. Prioritaskan membeli produk yang berlabel ramah lingkungan. Beli dan makan sayuran organik, pasti lebih menyehatkan dan ramah lingkungan. Beli produk-produk buatan lokal untuk mengurangi buangan emisi dari transportasi. Beli makanan/minuman, sayuran/buah-buahan lokal, karena lebih murah dan lebih terjamin kesegarannya. Beli produk yang bisa didaur ulang atau terbuat dari bahan daur ulang. Hindari produk dengan beberapa lapis kemasan, jika hanya satu juga cukup. Dengan kata lain jika memungkinkan beli produk dalam jumlah grosir yang lebih murah dan hemat kemasan daripada beli eceran yang lebih mahal dan butuh banyak kemasan. Contoh pembelian sabun cuci ukuran 1 kg, lebih baik dari pada ukuran sachet kecil. Hindari membeli produk makanan yang dikemas dalam plastik atau wadah styrofoam karena tidak dapat didaur ulang. Hindari atau kurangi juga pemakaian peralatan makan/minum seperti sendok/garpu dan sedotan minuman yang terbuat dari plastik. Hindari fast food karena jenis makanan ini merupakan penghasil sampah terbesar di dunia, selain itu juga kurang baik terhadap kesehatan. Minimalkan penggunaan pestisida. Hindari penggunaan racun tikus dari bahan kimia, jika ingin membunuh atau mengusir tikus, tapi gunakan jebakan tikus tradisional dengan umpan ikan asin misalnya. Berhenti menggunakan semprotan aerosol untuk mengurangi CFC yang akan mengganggu lapisan Ozon Bumi. Kurangi penggunaan bahan kimia saat membersihkan semua sudut rumah. Jangan membeli produk yang dibuat dari hewan langka. Mengurangi konsumsi daging (flexitarian) atau bila memungkinkan jadilah vegetarian. RECYCLE ( Daur Ulang ) :

6.

Gunakan pakaian yang terbuat dari bahan yang ramah lingkungan. Gunakan tas daur ulang untuk menyelamatkan lingkungan. Recycle segalanya: koran, botol dan kaleng, plastik, kulit, kaca dan aluminium serta bahan anorganik lainnya. Bagi Anda yang suka berkreasi manfaatkan sampah non organik untuk didaur ulang menjadi produk kerajinan tangan yang indah. Kumpulkan sampah dan buang di tempat yang sesuai dengan peruntukkannya, jika memungkinkan pisahkan yang organik dan non organik. Sampah organik bisa

dimanfaatkan untuk pupuk kompos sedangkan yang non organik bisa diolah kembali menjadi barang yang memberikan manfaat, daripada dibuang sembarangan misalnya ke sungai, danau dan laut terutama yang terbuat dari plastik sungguh akan merusak lingkungan, karena bahan plastik yang asal mulanya dibuat dari minyak bumi ini, baru bisa terurai minimal setelah mencapai waktu 200 tahun ! Oleh karenanya, jangan buang sampah an organik secara sembarangan, karena bisa mencemari lingkungan. Barang plastik bekas seperti: ember, kemasan cat dinding, botol bekas minuman dan lainnya bisa dipakai ulang atau dikreasikan menjadi pot tanaman yang indah. Jika tidak mau menggunakannya kembali, segera sumbangkan atau berikan kepada orang lain atau organisasi yang mau menampung dan mengolah sampah anorganik ini. Demikian pula pakaian bekas layak pakai dan peralatan rumah tangga yang sudah tidak digunakan atau didaur ulang sebaiknya disumbangkan kepada yang mau menerima dan memanfaatkannya lagi. Jangan biasakan membuang-buang makanan walau sedikit pun karena sisa-sisa makanan dapat mengeluarkan gas metana di tempat terbuka seperti TPA sampah. Kompos sisa sayuran, kulit buah dsb. dari dapur Anda. Mulai olah sampah organik menjadi kompos yang dapat digunakan sebagai pupuk tanaman. Kompos daun kering dan sampah, atau bawa ke sebuah tempat pendaur ulang sampah. Hijaukan lingkungan ( Go Green ) :

7.

Ayo mulai tanam pohon di halaman rumah (Go Green). Pohon-pohon yang kita tanam di halaman rumah sekecil apa pun halamannya, sudah pasti akan berperan untuk menetralisir CO2 di udara sekaligus menyegarkan dan menyehatkan kita. Jadi jangan ragu untuk mulai menanam pohon dan terus tambah koleksi tanaman di halaman rumah. Mau tanaman hias, bunga, buah atau apotik hidup, sayuran dan bumbu dapur tidak masalah. Dan jika sebagian besar warga bumi melakukannya, akan memberikan manfaat yang sangat signifikan untuk mereduksi CO2 di udara dan pada akhirnya pemanasan global pun dapat diredam. Gunakan pupuk organik untuk menyuburkan tanaman, atau pupuk kompos yang bisa kita buat sendiri, lebih hemat dan ramah lingkungan. Informasikan bahaya pemanasan Global, Dan yang lainnya: Beritahu kepada sebanyak mungkin orang sebagai warga Bumi, akan bahaya pemanasan global. Ajarkan anak dan cucu untuk menghormati serta turut menjaga alam dan lingkungan. Luangkan waktu Anda untuk memberi informasi atau terlibat dalam kegiatan sosial untuk membantu menyayangi Bumi. Berikan sumbangan uang, tenaga dan pikiran serta barang-barang yang dapat didaur ulang pada yayasan atau organisasi sosial yang menangani proyek-proyek konservasi alam lingkungan. Efisiensi penggunaan kendaraan bermotor :

8.

Cari lokasi rumah tempat tinggal yang dekat dengan kantor tempat bekerja atau tempat anak-anak sekolah. Biasakan berjalan atau bersepeda, yang tentunya lebih menyehatkan dan ramah lingkungan, misalnya untuk tujuan dekat seperti berbelanja ke supermarket di sekitar rumah.

Untuk jarak yang lebih jauh, jika memungkinkan gunakan angkutan umum massal, seperti busway dan kereta api. Naik kendaraan pribadi bersama-sama secara bergantian misalnya dengan teman atau saudara yang kebetulan searah atau setujuan. Jika harus mengemudi mobil untuk jarak yang sangat jauh, jangan lupa beristirahat misalnya pada rest area di jalan tol untuk menjaga stamina pengemudi mau pun kondisi mesin.

Beli motor/mobil baru atau pun bekas yang lebih efisien bahan bakar dan menghasilkan emisi buangan yang lebih rendah agar tidak terlalu banyak menyumbang CO2 ke udara. 3.1 Kesimpulan Pemanasan global adalah salah satu fenomena alam yang merupakan penyebab utama atas keadaan tidak normal yang kita alami sampai saat ini. Tidak akan terjadi cuaca ekstrim bila kita dapat memelihara alam ini. Tidak akan terjadi melelehnya es di kutub bila kita dapat memelihara dan memiliki kesadaran yang mendalam akan cinta lingkungan. Pemanasan global terjadi karena ulah kita sendiri karena kita memiliki sifat yang konsumtif dan kurang peduli dengan lingkungan sekitar. Dalam Al Quran Al ARaaf : 56, Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya dan Berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan). Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik. Selain itu dalam QS Ruum : 41-42 Allah SWT berfirman, Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusi, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar). Oleh karena itu, marilah kita bersama-sama untuk tetap menjaga, peduli, memelihara, peka, dan sadar dalam lingkungan. Minimal kita mulai melakukannya dari diri sendiri, dimulai dengan hal-hal kecil, dan yang paling penting mulai dari saat ini pula. Sehingga kita dapat bersahabat dengan baik kembali dengan alam ini. Tingkatkan kesadaran untuk peduli lingkungan. Karena tidak akan ada yang mengubah nasib suatu kaum, selain kaum itu sendiri yang mengubahnya. 3.2 Saran Berikut adalah saran yang kami berikan : 1. Tingkatkan kesadaran akan cinta dengan lingkungan hidup kita, sayang akan planet ini.

2. Mulai membiasakan diri untuk hidup sehat dan bersih, sehingga kebiasaan seperti membuang sampah sembarangan sekecil apapun tidak terjadi. 3. 4. 5. Pemerintah untuk membuat peraturan yang tegas terkait perusakan lingkungan. Sosialisasi tentang pemanasan global dan cara penanganannya agar lebih diperbanyak. Galakkan kegiatan go green sejak dini dan sesering mungkin.

6. Kontrol pemakaian kendaraan bermotor agar emisi gas yang dikeluarkan tidak merusak lapisan ozon.

jelaskan perbedaan dari masing2 pendekatan tsb di atas dengan menggunakan masing2 contoh yang diambil dari masalah plsbt
a. Interdisipliner Pendekatan Interdisipliner ialah pendekatan dalam pemecahan suatu masalah dengan menggunakan tinjauan berbagai sudut pandang ilmu serumpun yang relevan atau tepat guna secara terpadu. Yang dimaksug serumpun yakni ilmu-ilmu yang berada dalam rumpun ilmu tertentu, yaitu rumpun ilmuilmu kealaman (IIK), ilmu-ilmu sosial (IIS), dan ilmu-ilmu budaya (IIB). Misalnya masalah lumpur di Sidoarjo bila di pecahkan melalui rumpun ilmu-ilmu kealaman (IIK) maka menggunkan ilmu Geologi, Vulkanologi, Pertambangan, fisika,kimia , arsitektur dan Geodesi. Lalu akan ditemukan cara pemecahan masalah lumpur Sidoarjo secara tepat. b. Pendekatan Multidisipliner Pendekatan Multidisipliner ialah pendekatan dalam pemecahan suatu maslah dengan menggunakan berbagai sudut pandang banyak ilmu yang relevan. Ilmu-ilmu yang relevan yang digunakan adlah ilmu-ilmu Kealaman (IIK), ilmu-ilmu Sosial (IIS), atau Ilmu-ilmu Budaya (IIB). Contoh masalah lumpur Sidoarjo (Lapindo), penyelesaiaan masalahnya melalui berbagai disiplin ilmu mulai dari Ekonomi, Pisikologi, Geografi, Geologi, Pertambangan, Arsitektur dan lain-lain. c. Pendekatan Transdisipliner Pendekatan Transdisipliner ialah pendekatan dalam pemecahan suatu masalah dengan menggunakan tinjauan ilmu yang relatif dikuasai dan relevan dengan masalah yang akan dipecahkan tetapi berada di luar keahlian sebagai hasil pendidikan formal dari orang yang memecahkan masalah tersebut. Biasanya untuk keperluan kedalaman pembahasan orang itu hanya bisa menggunakan satu ilmu saja diluar keahliannya. Sebgai contoh dokter mencari solusi pencegahan flu burung dengan menggunakan ilmu kedokteran serta ilmu biologi.

BAB I PENGANTAR PLSBT Mata kuliah PLSBT dilatarbelakangi oleh perlunya penggabungan mata kuliah dari rumpun ilmu-ilmu sosial dasar(ISD), ilmu-ilmu budaya dasar (IBD) dan ilmu-ilmu alamiah dasar (IAD). PLSBT sebagai Mata Kuliah Umum (MKU) bukan merupakan mata kuliah pendidikan akademik atau pendidikan keterampilan, melainkan merupakan pendidikan umum. Materi-materi yang dibahas dalam perkuliahan PLSBT pada tataran kajian(studi) dan pengetahuan (knowledge), bukan pada tataran disiplin ilmu (science) tertentu seperti ekologi, psikologi, sosiologi, atau biologi. Pengetahuan masih bersifat umum sedangkan ilmu sudah bersifat khusus apalagi untuk disiplin ilmu tertentu. Disiplin ilmu itu semakin mengerucut, semakin tajam, semakin mengkhususkan pada objek yang lebih spesial (khusus). Secara sederhana ilmu adalah pengetahuan yang sudah tersusun, diklasifikasikan, diorganisasi,

disistematisasi dan diinterprestasi yang menghasilkan kebenaran objektif yang sudah diuji dan dapat diuji ulang secara ilmiah (Astim Riyanto, 2000). Sementara pengetahuan adalah segala sesuatu atau hal yang diketahui melalui tangkapan pancaindera, rasio, firasat, intuisi dan pengetahuan sikap. Syarat-syarat sebuah ilmu mejadi sebuah ilmu yang berdiri sendiri, apabila telah memiliki ketentuan sebagai berikut: 1. Memiliki objek tertentu. 2. Memiliki metode atau cara kerjanya tertentu (yang bersifat deduksi atau induksi). 3. Memiliki kegunaan. 4. Tersusun secara sistematis. 5. Uraiannya logis. 6. Bersifat universal. 7. Memiliki pengertian-pengertian khusus. 8. Memiliki masyarakat ahli (community scholar) atau pakar ilmu tersendiri. PLSBT adalah sebuah kajian, maka ia menyangkut seluruh disiplin yang ada dan relevan sepanjang permasalahan yang ada. PLSBT materinya mencakup topik-topik inti manusia sebagai mahluk individu, manusia sebagai mahluk sosial, manusia dalam konteks budaya, manusia dalam konteks lingkungan dan manusia dalam konteks ilmu pengetahuan teknologi dan seni. 1. Macam-macam pedekatan pemecahan masalah: a. Pendekatan monodisipliner : pendekatan yang hanya menggunakan satu ilmu. b. Pedekatan interdisipliner: pendekatan pemecahan masalah dengan mennggunakan dua ilmu atau lebih. 2. Metode pemecahan masalah: a. Metode riset b. Metode pemecahan masalah c. Metode inquiri BAB II MANUSIA SEBAGAI MAHLUK IDIVIDU DAN MAHLUK SOSIAL Manusia Sebagai Mahluk Individu Dalam bahasa Latin individu berasal dari kata idividium yang berarti yang tak terbagi, jadi merupakan suatu sebutan yang dapat dipakai untuk menyatakan suatu kesatuan yang kecil atau terbatas. Manusia sebagai mahluk individu memiliki unsur jasmani dan rohani, unsur fisik dan psikis, unsur jiwa dan raga. Jika unsur-unsur tersebut sudah tidak menyatu maka seseorang tidak lagi dikatakan sebagai individu. Jika seseorang hanya tinggal fisik, raga atau jasmaninya saja maka ia tidak dikatakan sebagai individu. Manusia Sebagai Mahluk Sosial Dalam kehidupan sehari-hari kita tidak terlepas dari pengaruh orang lain. Seorang manusia, selama ia hidup tidak akan terlepas dari pengaruh masyarakat, di rumah, di sekolah, dan lingkungan yang lebih besar manusia tidak akan lepas dari pengaruh orang lain. Oleh karea itu, manusia dikatakan sebagai mahluk sosial, yaitu mahluk yang di dalam kehidupannya tidak bisa melepaskan diri dari penngaruh orang lain. Interaksi sosial adalah hubungan timbal balik saling mempengaruhi antara idividu, kelompok sosial dan masyarakat. Bentuk-Bentuk Interaksi Sosial: 1. Kerjasama (cooperation). Kerjasama timbul akibat orientasi perorangan terhadap kelompoknya dan kelompok lainnya.

2. Akomodasi (accommodation) yaitu adanya suatu keseimbangan dalam interaksi antara orang perseorangan dan kelompok manusia, sehubungan dengan norma-norma sosial dan nilai-nilai sosial yang berlaku di masyarakat. Sosialisasi adalah suatu proses dimana seseorang belajar untuk menerapkan pegaruh serta mendapatkan pengaruh dari orang lain atau suatu kelompok tertentu. Sosialisasi bisa dalam masyarakat, masyarakat setempat atau masyarakat multikultural. BAB III PERUBAHAN SOSIAL DAN PEMBANGUNAN Perubahan sosial merupakan gejala yang melekat di setiap masyarakat. Perubahan-perubahan yang terjadi dalam masyarakat akan menimbulkan ketidaksesuaian antara unsur-unsur sosial yang ada dalam masyarakat, sehingga menghasilkan suatu pola kehidupan yang tidak sesuai fungsinya bagi masyarakat yang bersangkutan. a. Teori klasik perubahan sosial Pemikiran para tokoh klasik tentang perubahan sosial dapat digolongkan ke dalam beberapa pola, perubahan sosial pola linear, perubahan sosial pola siklus, dan perubahan sosial gabungan beberapa pola. b. Teori modern perubahan sosial Ada tiga teori modern perubahan sosial yaitu teori modernisasi, teori ketergantungan (dependencia) dan teori sistem dunia. Pembangunan dan modernisasi sering kali bertukar tempat. Bahkan dalam beberapa konsep kedua hal ini memiliki kesamaan ciri. Konsep pembangunan menngandung makna sebuah perubahan positif yang direncanakan, terarah, dan dilakukan dengan sadar/disengaja. Modernisasi merupakan usaha penyesuaian hidup dengan kontelasi dunia sekarang ini. Proses pembangunan tidak selalu berjalan mulus, karena dihadapkan pada beberapa permasalahan mentalitas atau budaya. Ada budaya-budaa yang menghambat pembangunan itu sendiri. Contohnya adalah hambatan budaya seperti keterkaitan orang Jawa terhadap tanah yang mereka tempati. Tanah yang turun-temurun diyakini sebagai berkah kehidupan. BAB IV MANUSIA DAN KEBUDAYAAN Manusia dalam kehidupan sehari-harinya tidak lepas dari kebudayaan, karena manusia adalah pencipta dan pengguna kebudayaan itu sendiri. Budaya berasal dari budi dan daya yang berarti cipta, rasa dan karsa. Wujud budaya dapat dilihat sebagai wujud konkret yaitu: a. Perilaku: cara bertindak atau bertingkah laku tertentu dalam situasi tertentu. b. Bahasa: bahasa hasil budi daya manusia yang berfungsi sebagai alat berpikir dan alat berkomunikasi. c. Materi: budaya merupakan hasil dari aktivitas, perbuatan, dan karya manusia dalam masyarakat. Bentuk materi berupa pakaian, alat produksi, alat transportasi dan sebagainya. Sistem budaya merupakan komponen dari kebudayaan yang bersifat abstrak dan terdiri dari pikiranpikiran, gagasan, dengan keyakinan. Substansi (isi) utama budaya: 1. Sistem pengetahuan: suatu akumulasi dari perjalanan hidup manusia. 2. Nilai: sesuatu yang baik yang selalu diinginkan, dicita-citakan dan dianggap penting oleh seluruh manusia sebagai anggota masyarakat. 3. Pandangan hidup: pedoman bagi suatu masyarakat atau bangsa dalam menjawab atau mengatasi

berbagai masalah yang dihadapinya. 4. Kepercayaan: mengandung arti yang lebih luas daripada agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. 5. Persepsi: suatu titik tolak pemikiran yang tersusun dari seperangkat kata-kata yang digunakan untuk memahami kejadian atau gejala dalam kehidupan. 6. Etos kebudayaan: ciri kebudayaan dari suatu masyarakat atau suku tertentu. BAB V ILMU PENGETAHUAN, TEKNOLOGI, SENI DALAM KEHIDUPAN MANUSIA Ilmu pengetahuan, teknologi dan seni ketiga istilah itu sangat berkaitan erat dan sangat dibutuhkan dalam kehidupan manusia. Tanpa ilmu tidak akan lahir teknologi, tanpa teknologi ilmu sulit berkembang pesat, baik ilmu maupun teknologi membutuhkan sentuhan seni dalam pengembangannya. Sains adalah ilmu yang teratur (sistematik) yang dapat diuji atau dibuktikan kebenarannnya, berdasarkan kebenaran atau kenyataan semata. Pengetahuan adalah hal tahu atau pemahaman sesuatu yang bersifat spontan tanpa mengetahui seluk beluknya lebih dalam. Teknologi adalah segenap keterampilan manusia menggunakan sumber daya alam untuk memecahkan masalah-masalah yagn dihadapinya dalam kehidupan. Teknologi mempunyai dua komponen utama yaitu: 1. A hardware aspect, meliputi peralatan yang memberikan pola teknologi sebagai objek fisikal atau material. 2. A software aspect, meliputi sumber informasi yang memberikan penjelasan mengenai hal-hal peralatan fisik atau material tersebut. Seni adalah keahlian membuat karya yang bermutu (dilihat dari segi keindahannya, kehalusannya, dsb.) seperti tari, lukis, ukir dan sebagainya. BAB VI INTERAKSI MANUSIA DENGAN LINGKUNGAN Manusia secara biologis tergolong dalam homo sapiens. Manusia adalah mahluk yang paling canggih, paling sempurna, karena memiliki kelebihan dibanding mahluk-mahluk hidup lainnya. Manusia memiliki bentuk fisik, fungsi tubuh serta karakteristik pertumbuhan tubuh yang berbeda dengan mahluk lainnya. Dengan kualita kelebihann inilah manusia dapat tumbuh dan berkembang menguasai alam. Lingkungan adalah segala sesuatu yang ada di sekitar manusia baik berupa benda hidup, benda mati, benda nyata ataupun abstrak, termasuk manusia lainnya, serta suasana yang terbentuk karena terjadinya interaksi di antara elemen-elemen di alam tersebut. Beberapa paham yang menyangkut hubungan manusia dengan alam: 1. Paham Determinisme, paham ini menyimpulkan bahwa manusia sebagai mahluk yang tunduk pada alam, alam saebagai faktor yang menentukan. 2. Paham Posibilisme, lingkungan sebagai faktor yang berpengaruh terhadap manusia, tidak lagi dipandang sebagai faktor yang menentukan. 3. Paham Optimisme Teknologi, kemajuan dan penerapan teknologi telah membawa kemajuan pemanfaatan sumber daya alam bagi kepentingan pembangunan yang menjadi penopang kesejahteraan umat manusia. 4. Paham Keyainan Ketuhanan, optimisme teknologi, jika tidak diwaspadai, dapat menghasilkan orang-orang yang tidak percaya kepada Tuhan Yang Mahakuasa (atheis).

Agar manusia dapat hidup seimbang dengan lingkungannya maka harus menjaga keseimbangan ekosistem. Ekosistem dapat diartikan sebagai sistem ekologi suatu tempat tertentu yang merupakan jalinan hidup antara komponen-komponennya (hidup, tak hidup, lingkungan) dalam satu kesatuan yang dipadukan oleh adanya arus materi dan energi.

Berilah contoh dan jelaskan dampak penyalahgunaan IPTEKS oleh manusia!


Jawaban : Contoh 1 Penggunaan internet tidak sesuai dengan fungsinya. Dampak positif yang kita dapat adalah kita akan lebih cepat mendapatkan informasi-informasi yang akurat dan terbaru di bumi bagian manapun melalui internet, selanjutnya dampak negatife yang ditemukan yaitu : Merosotnya mental pendidikan anak yang belum tahu betul penggunaan internet dengan baik yang bisa menghambat pertumbuhan anak. Kurangnya minat siswa atau mahasiswa untuk membaca buku yang ada yang mengakibatkan terjadinya copy paste dalam pengerjaan tugas tugas. Merusak pikiran manusia tentang adanya gambar gambar dan film film pornografi. Contoh 2 NUKLIR Meledaknya bom di Hirosima dan Nagasaki mengakhiri Perang Dunia II. Akhirnya untuk menghentikan kekejaman, penghancuran, dan perusakan. Pada waktu itu banyak korban berjatuhan, tetapi kejadian tidak berhenti disitu, karena radiasi akibat senjata nuklir masih dapat dirasakan sampai sekarang. Penyebabnya adalah debu debu radioaktif yang berasal dari bom nuklir serta reactor reactor atom. Bahaya yang ditimbulkan adalah radiasi yang ditimbulkan oleh sinar alpha, beta, dan gamma, serta partikel neutron kainnya hasil pembelahan inti. Efek yang ditimbulkan oleh radioaktif adalah terjadinya perubahan struktur zat serta pola reaksi kimianya, sehingga merusak sel tubuh. Bila hal ini terjadi pada gen maka gen akan menyebabkan terjadinya mutasi gen yang berakibat kanker. Contoh 3 Efek Rumah Kaca Efek rumah kaca ini disebabkan oleh adanya pencemaran udara yang banyak mengandung zat zat yang dapat mengubah suhu udara. Karena dengan adanya pencemaran udara akan menyebabkan pemanasan global, yaitu adanya efek rumah kaca. Yang dimana dengan adanya efek rumah kaca ini sinar ultra violet yang dapat membahayakan manusia tidak akan disaring lagi oleh lapisan ozon,

sehingga akan langsung menuju bumi dan selanjutnya akan diam dan bersirkulasi di bumi, begitu seterusnya. Masih banyak contoh lain seperti polusi dan klonasi / kloning.