Anda di halaman 1dari 15

MAKALAH AMDAL

KONVERSI LAHAN

PROYEK TOL TRANS JAWA

DISUSUN OLEH :

Herianto Siahaan Indra Jatmiko

(310812026Y) (310812030X)

III - Sipil 2 sore

PROGRAM KONSTRUKSI BANGUNAN SIPIL TEKNIK SIPIL POLITEKNIK NEGERI JAKARTA 2011

KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT yang telah memberi kami hidayah dan kekuatan, sehingga tugas Makalah AMDAL ini dapat diselesaikan tepat pada waktunya. Makalah ini kami buat dalam rangka melengkapi bahan penilaian sekaligus sebagai bahan evaluasi atas materi-materi yang telah kami dapatkan selama ini. Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Suripto selaku Dosen mata kuliah AMDAL yang telah membimbing dan membantu kami dalam menyelesaikan makalah ini. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada berbagai pihak yang telah memberikan kontribusinya, baik moril maupun spirituil. Semoga jasanya dibalas oleh Tuhan Yang Maha Esa sesuai dengan apa yang diniatkan. Dalam penyusunan Makalah ini, kami telah berusaha semaksimal mungkin untuk menyajikan yang terbaik. Namun jika masih terdapat kekurangan di sana sini, hal itu disebabkan faktor manusiawi kami yang tidak luput dari lalai dan lupa. Akhirnya, semoga Makalah ini dapat menjadi pertimbangan dalam penilaian kami pada semester ini serta dapat berguna bagi siapapun yang membutuhkan. Amin.

Depok, Mei 2011

Penyusun

DAFTAR ISI

Kata Pengantar Daftar Isi

.....

. ii

BAB I PENDAHULUAN ................................................................................................. 1 ..................................................................................... 1

1.1 Latar Belakang Proyek

BAB II PERMASALAHAN ................................................................................................. 2

BAB III PEMBATASAN MASALAH .................................................................................. 4

BAB IV ANALISA DAMPAK 4.1 Getaran ........................................................................................... 5

.................................................................................................... 5 ......................................................................... 6 .......................................................... 6 ....................................................... 7

4.2 Kebisingan / Polusi Suara

4.3 Kerusakan Peralatan Listrik Warga 4.4 Kerusakan Bangunan Rumah Warga

BAB V RENCANA PENGELOLAAN LINGKUNGAN 5.1 Getaran ................................................. 8

.................................................................................................... 8 ......................................................................... 8 .......................................................... 8 ....................................................... 9

5.2 Kebisingan / Polusi Suara

5.3 Kerusakan Peralatan Listrik Warga 5.4 Kerusakan Bangunan Rumah Warga

BAB VI RENCANA PEMANTAUAN LINGKUNGAN ............................................... 10

BAB 1 PENDAHULUAN

A. Latar Belakang proyek

Indonesia yang sebagai Negara berkembang terus melakukan pembangunan, baik pembangunan fisik maupun pembangunan sistem, di berbagai bidang mulai dari bidang Ekonomi, Pendidikan, Sosial Budaya dan lain sebagainya. Di bidang transportasi khususnya di Pulau Jawa sangat diperhitungkan

karena memiliki peran penting di bidang ekonomi, sehingga pemerintah membuat program 1000 Km pembangunan Jalan Tol untuk memudahkan transportasi atar kota dan juga untuk meningkatkan perekonomian. Salah satu sarana yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan di bidang transportasi ini adalah dengan dibangunnya Jalan Tol Trans Jawa. Hotel merupakan salah satu sumber penghasilan negara di bidang transportasi, Tol Trans Jawa imi di bangun sepanjang 1000 Km dan di bagi mendaji beberapa paket. Pembangunan ini juga sebenarnya merupakan lahan untuk mengurangi tingkat kemacetan lalu lintas yang biasanya melonjak pada hari besar.

BAB II PERMASALAHAN

A. Konversi Lahan Pertanian dan Hutan

Tol trans-Jawa akan menggerus hutan dan daerah pertanian. Dengan dibangunnya jalan tol ini, hutan-hutan di daerah Alas Roban, Pati sampai ke Jawa Timur akan dikorbankan. Alas Roban akan kehilangan sekitar 60 hektare hutan lindungnya. Tol trans-Jawa akan mengonversi 655.400 hektare lahan pertanian. Di titik ini, kebijakan mengenai konversi lahan pertanian dan kehutanan menjadi berhenti sebagai macan kertas saja.

Harus disadari bahwa konversi lahan sawah ke penggunaan nonpertanian, seperti kompleks perumahan, kawasan industri, kawasan perdagangan, dan sarana publik dapat menimbulkan dampak negatif secara ekonomi, sosial, dan lingkungan. Bagi ketahanan pangan nasional, konversi lahan sawah merupakan ancaman yang serius, mengingat konversi lahan tersebut sulit dihindari sementara dampak yang ditimbulkan terhadap masalah pangan bersifat permanen, kumulatif, dan progresif.

Diagram Penyusunan AMDAL

RENCANA USAHA DAN ATAU KEGIATAN


TIDAK ADA DAMPAK PENTING

PENAPISAN

ADA DAMPAK PENTING

BEBAS AMDAL
Perencanaan Umum

AMDAL

KA - ANDAL
Pra Studi Kelayakan

UKL dan UPL


Studi Kelayakan

ANDAL, RKL & RPL

BAB III PEMBATASAN MASALAH

Dari berbagai permasalahan yang terdapat pada proyek pembangunan Tol Trans Jawa ini, kami membatasi permasalahan hanya pada tahapan pembebasan lahan, yaitu : 1. Berkurangnya lahan pertanian 2. Alih fungsi lahan pertanian ke non pertanian 3. Tergusurnya pemukiman warga 4. Berkurangnya lahan untuk penyerapan air

BAB IV ANALISA DAMPAK

Di Indonesia, Selama tahun 2000-2002, luas konversi lahan sawah yang ditujukan untuk pembangunan nonpertanian, seperti kawasan perumahan, industri, perkantoran, jalan, dan sarana publik lainnya rata-rata sebesar 110.160 hektare per tahun (Sutomo, 2004). Ini berarti, terdapat sekitar 3000 hektare sawah per hari yang beralih fungsi ke nonpertanian. Beberapa dampak yang terjadi akibat dari pembangunan Tol ini adalah :

1. Hilangnya Lahan Pertanian

- Sumber dampak

- Tolak ukur dampak > Sebelum dikelola : * Getaran yang terbentuk akibat dari pekerjaan pemancangan berkisar antara + 114 dba. Hal ini termasuk menyalahi Keputusan Menteri Lingkungan Hidup No. Kep-49/MENLH/11/1996 tentang baku tingkat getaran dengan syarat < 110 dba. * Adanya keluhan ( protes ) dari warga karena merasa terganggu akibat getaran yang terjadi akibat pemancangan. > Setelah dikelola : * Getaran yang timbul setelah diproses menjadi 98 dba ( syarat, < 110 dba ), sehingga gangguan akibat dari pemancangan pun berkurang. * Tidak ada protes dari warga, karena warga sudah merasa lebih nyaman.

2. Kebisingan / Polusi Suara

- Sumber dampak Kebisingan terjadi karena aktivitas mesin Hammer Truck dan pemukulan hammer ke tiang pancang.

- Tolak ukur dampak > Sebelum dikelola : * sebelum dikelola tingkat kebisingan yang dihasilkan oleh mesin dan pukulan hammer dari pekerjaan adalah berkisar antara 80 90 dba, melebihi syarat berdasarkan Keputusan Menteri Negara Lingkungan No. KEP 48/ MENLH/ 11/ 1996 tentang baku kebisingan untuk lingkungan pemukiman dan yaitu 55 dba. > Setelah dikelola : * tingkat kebisingan meskipun masih diatas syarat yang ditentukan yaitu sekitar + 60 dba masih diperbolehkan, namun perlu dilakukan pengaturan waktunya.

3. Kerusakan Peralatan Listrik Warga

- Sumber dampak Gardu Listrik yang berada di belakang lokasi mengalami karena getaran dari proses pemancangan. - Tolak Ukur > Sebelum dikelola * Listrik warga sering naik-turun sehingga menyebabkan arus pada peralatan warga. * Adanya protes dari warga karena peralatannya yang rusak akibat arus pendek karena gangguan pada Gardu Listrik. > Setelah dikelola * Listrik warga kembali normal. * Tidak ada protes dari warga.

4. Kerusakan Bangunan Rumah Warga - Sumber dampak Bangunan rumah penduduk yang sudah termakan usia banyak mengalami kerusakan karena getaran ynag diakibatkan oleh pukulan hammer ke tiang pancang. - Tolak Ukur > Sebelum dikelola

* Ada bagian rumah warga yang rusak karena getaran yang terjadi. * Adanya protes dari warga karena rumahnya yang rusak. > Setelah dikelola * Tidak ada penambahan kerusakan pada rumah warga. * Tidak ada protes dari warga.

BAB V RENCANA PENGELOLAAN LINGKUNGAN

Cara mengatasi dampak yang ditimbulkan adalah sebagai berikut :

1. Getaran. Untuk dampak yang satu ini tidak dapat dihilangkan sama sekali, tetapi untuk meminimalkan mungkin dapat antara lain : a. mengubah sistem pemancangan sistem bor atau dengan sistem yang yang tidak getaran yang berlebih. b. menggunakan sheet pile kedalaman tertentu untuk getaran bila masih tetap Hammer Truck pemancangan

2. Kebisingan / Polusi suara. Untuk dampak yang satu ini tidak dihilangkan sama sekali, tetapi untuk meminimalkan mungkin dapat antara lain : a. mengubah penggunaan alat yang solar dengan alat menggunakan listrik seperti alat Bor Pile. b. menggunakan alat berat berkondisi baik. c. pemagaran daerah sekeliling dengan seng dengan ketinggian 3.00 untuk mengurangi suara bising yang berasal dari proyek. d. mengatur jam kerja konstruksi mulai jam 8.00 WIB sampai dengan 17.00 WIB.

3. Kerusakan alat listrik warga Untuk mengatasi dampak tersebut dengan cara : a. mengubah sistem pemacangan dengan sistem bor atau dengan sistem yang lainnya yang tidak menimbulkan getaran yang berlebih. b. Dan disertai ganti rugi.

4. Kerusakan pada bangunan rumah penduduk. Untuk mengatasi dampak tersebut dengan mengubah sistem pemacangan dengan sistem bor atau dengan sistem yang lainnya yang tidak menimbulkan suara yang berlebih. Dan disertai ganti Rugi.

BAB VI RENCANA PEMANTAUAN LINGKUNGAN

Untuk pemantauan terhadap proyek tersebut diharapkan setiap warga ikut andil atau warga sekitar mewakilkan pemantauan proyek tersebut kepada Lembaga

Swadaya Masyarakat yang ada di daerah tersebut. Ada juga aspek-aspek yang perlu dipantau setelah amdal dibuat dan dilaksanakan adalah sebagai berikut : 1. Sumber dampak. 2. Metode pemantauan lingkungan hidup. 3. Dampak besar dan penting yang dipantau.

BAB VII KESIMPULAN


A. Kesimpulan

1. Proyek Pembangunan Hotel Ibis Malioboro ini melanggar Keputusan Menteri Lingkungan Hidup No. 17 Tahun 2001, karena pembangunannya dilaksanakan pada saat KA-ANDAL sedang disusun. Sehingga belum ada ANDAL, RKL dan RPL. 2. Pekerjaan Pemancangan menghasilkan 4 dampak yaitu getaran, kebisingan, kerusakan peralatan listrik warga dan kerusakan bangunan warga. 3. Dampak getaran yang dihasilkan dari tumbukan Hammer ke kepala tiang pancang dapat dikelola dengan : - mengubah sistem Pemancangan menjadi sistem Bore Pile - memasang Sheet Pile di dekat pagar pembatas lokasi proyek dengan kedalaman sekitar 3 m, agar rambatan getaran pun akan berkurang. 4. Dampak kebisingan yang bersumber dari tumbukan Hammer ke kepala tiang pancang dapat dikelola dengan : - mengubah sistem Pemancangan menjadi sistem Bore Pile - memasang pagar lokasi pembatas proyek setinggi 3 m, supaya perambatan suara bising pun dapat terpantul kembali ke dalam proyek. - Mengatur jam pelaksanaan konstruksi yaitu hanya pada jam kerja saja, mulai jam 08.00 WIB sampai dengan 17.00 WIB 5. Kerusakan listrik warga yang disebabkan oleh Arus Pendek akibat dari sering getarnya komponen Gardu listrik akibat dari Pekerjaan Pemancangan dapat dikelola dengan cara : - mengubah sistem Pemancangan menjadi sistem Bore Pile - memasang Sheet Pile di dekat pagar pembatas lokasi proyek dengan kedalaman sekitar 3 m, agar rambatan getaran pun akan berkurang. 6. Sedangkan bangunan rumah penduduk yang rusak karena getarannya merusak bangunan yang sudah termakan usia dapat disiasati dengan : - mengubah sistem Pemancangan menjadi sistem Bore Pile

- memasang Sheet Pile di dekat pagar pembatas lokasi proyek dengan kedalaman sekitar 3 m, agar rambatan getaran pun akan berkurang. 7. Sehingga warga pun perlu memantau pelaksanaan proyek tersebut agar tidak terjadi dampak besar lainnya dengan bantuan LSM atau lainnya.