Anda di halaman 1dari 11

Nama : Dede Hernandest NIM / BP : 16534 / 2010 Universitas Negeri Padang A.

Tujuan Percobaan

Jenis : Job Sheet

UJI PERMEABILITAS

Tanggal : 21 Maret 2012 Teknik Pertambangan

Setelah melakukan pengujian ini, diharapkan mahasiswa dapat : 1. Melakukan pengujian permeabilitas dengan baik dan benar 2. Menentukan besarnya nilai rembesan K yang melalui suatu lapisan tanah tertentu.

B. Teori Singkat Uji permeabilitas adalah suatu pengujian untuk mendapatkan nilai rembesan K yaitu nilai yang menyatakan kemudahan aliran air melalui suatu contoh tanah. Ada beberapa jenis percobaan permeabilitas yang selalu digunakan, yakni : 1. Percobaan dengan menaikkan muka air. 2. Percobaan dengan menurunkan muka air (permukaan air berubah) 3. Percobaan dengan muka air tetap. 4. Percobaan packer. 5. Percobaan dengan pemompaan (sumur uji) Percobaan dengan menurunkan muka air adalah percobaan yang paling sederhana dan baik untuk tanah berbutir halus. Sedang uji dengan cara tetap lebih teliti, tetapi juga tidak cocok untuk tanah berbutir kasar. Percobaan packer sering digunakan pada batuan , sedang percobaan permeabilitas bisa dilakukan untuk maupun batuan dengan permeabilitas tinggi dan biasanya digunakan untuk mengevaluasi sumber air (aquafer) untuk penyadiaan air. Permeabilitas tergantung pada beberapa faktor, antara lain : ukuran butir tanah, sifat aliran pori (kekentalan air), angka pori tanah, bentuk dan tata letak pori tanah, dan derajat kejenuhan.

C. Percobaan dengan muka air berubah. (folling head) 1. Peralatan yang digunakan : a. Tabung permeameter, terdiri dari : 1) Batu pori (2 buah) 2) Pegas b. Pipa vertikal c. Tabung gelas untuk tempat air dengan volume tetap d. stopwatch e. Pipa karet kecil f. Ember g. Mistar h. Mikrometer sekrup i. Gelas ukur kecil (falling head) j. Gayung 2. Prosedur pelaksanaan a. Ukur diameter dalam pipa vertikal dan permeameter. b. Isi permeameter dengan tanah kering dengan cara menuangkannya. c. Pasang batu pori atas, pegas, dan penyumbat. Pegas harus ditekan sehingga memberi beban pada tanah. d. Tutup semua katup e. Isi air terus menerus untuk menghilangkan gelembung udara f. Ukur panjang contoh : L dan ukur permukaan ho dan h1. g. Isi air pada pipa folling head h. Tentukan h1 dan tentukan dimana h2 nantinya akan diberhentikan pada waktu pemberhentian stopwatch i. Siapkan sropwatch da biarkan air mengalir j. Pada saat air sudah sampai di h2 yang ditentukan, berhentikan waktu dan catat
2

3. Perhitungan. K = 2,303 ( aL / At ). Log ( h1 / h2 ) Dimana : a = luas penampang pipa vertikal = 1,813 cm2 L = panjang contoh tanah dalam permeameter t = waktu ketika air mencapai ketinggian h2 h1 dan h2 = ketinggian yang telah ditetapkan A = 31,156 cm2 Suhu = 30o D. Percobaan Permeabilitas dengan Permukaan Tetap 1 Peralatan yang digunakan : a. selang b. Termometer c. pegas dangan batu pori dan penyumbat d. Bak penampung dangan permukaan tetap e. Penampung pelimpahan f. Mistar g. Stopwatch h. Ember i. Gelas ukur j. Mikrometer sekrup 2 Prosedur pelaksanaan a. Isi tanah pada tabung, yang sudah disi dengan pegas dan batu pori, lalu tutup tanah dengan batu pori dan pegas b. Ukur tinggi h dan panjang contoh L c. Isi air terus menerus untuk memadatkan tanah dan menghilangkan gelembung udara d. Setelah air yang ditampung cukup, catat pelimpahan dan waktu pengamatannya.
3

Perhitungan :

k = (Q . L) / (A. H. t) Dimana : Q = jumlah air total yang mengalir selama waktu t H = tinggi air L = tinggi sampel T = waktu A = luas tabung

E.DATA DAN ANALISA Diameter tmpat sampel = 6,3 cm Luas = 0.25 D2 = 31,156 cm2 Diameter pipa = 1,52 cm Luas = 0.25 D2 = 1,813 cm2 L1 = 6,5cm L2 = 6,9 cm

Konstan head Data yang di dapat untuk percobaan 1 T 60 detik 90 detik 40 detik Q 510 ml 765 ml 345 ml
4

Data yang didapat pada percobaan 2 T 60 detik 120 detik 180 detik Q 23 ml 35,5 ml 46 ml

Falling head Data yang didapat pada tanah 1 : h1 83 cm 80cm 70cm h2 30cm 40cm 25cm T 18,2 detik 12,53 detik 17,7 detik

Data yang didapat pada tanah 2 : h1 80 cm 80 cm 80cm 80cm h2 70 cm 65cm 55cm 30cm T 67,68 detik 106,26 detik 199,1 detik 530,2 detik

Analisa Konstan head pada tanah 1 Q=510 ml T = 60 detik K30 = (Q . L) / (A. H. t) K30 = (510 x 6,5) / (31,156 x 93 x 60) = 0,01906 cm/detik K = 0,01906 x 0,793 = 0,01512 cm/detik

Q = 765ml T = 90 detik K30 = (Q . L) / (A. H. t) K30 = (765 x 6,5) / (31,156 x 93 x 90) = 0,01906 cm/detik K = 0,01906 x 0,793 = 0,01512 cm/detik

Q =345ml T = 40 detik K30 = (Q . L) / (A. H. t) K30 = (345 x 6,5) / (31,156 x 93 x 40) = 0,019348 cm/detik K = 0,019348 x 0,793 = 0,01534 cm/detik

Untuk tanah ke 2 : Q = 23ml T = 60 detik K30 = (Q . L) / (A. H. t) K30 = (23 x 6,9) / (31,156 x 93 x 60) = 9,128 x 10-4 cm/detik K = 9,128 x 10-4 x 0,793 = 7,328 x 10-4 cm/detik

Q = 35,5ml

T = 120 detik K30 = (Q . L) / (A. H. t) K30 = (35,5 x 6,9) / (31,156 x 93 x 120) = 7,04 x 10-4 cm/detik K = 7,04 x 10-4 x 0,793 = 5,586 x 10-4 cm/detik

Q = 46ml

T = 180 detik K30 = (Q . L) / (A. H. t) K30 = (46 x 6,9) / (31,156 x 93 x 180) = 6,085 x 10-4 cm/detik K = 6,085 x 10-4 x 0,793 = 4,82 x 10-4 cm/detik

Falling head Tanah pertama : h1 = 83cm h2 = 30cm t = 18.2 detik

k30 = 2.303 ((a x L)/(Ax t)) log h1/h2 k30 = 2.303 ((1.813 x 6,5)) / (31,156 x 18,2)) log 83/30 = 0,0211 cm / detik k = 0,0211 x 0,793 = 0,0167 cm / detik h1 = 80cm h2 = 40cm t = 12,53 detik

k30 = 2.303 ((a x L)/(Ax t)) log h1/h2 k30 = 2.303 ((1.813 x 6,5))/(31,156 x 12,53)) log 80/40 = 0,0209 cm / detik k = 0,0209 x 0,793 = 0,0165 cm / detik h1 = 70cm h2 = 25cm t = 17,7 detik
7

k30 = 2.303 ((a x L)/(Ax t)) log h1/h2 k30 = 2.303 ((1.813 x 6,5)) / (31,156 x 17,7)) log 70/25 = 0,0220 cm / detik k = 0,0220 x 0,793 = 0,01745 cm / detik

untuk tanah ke dua : h1 = 80cm h2 = 70cm t = 67,68 detik

k30 = 2.303 ((a x L)/(Ax t)) log h1/h2 k30 = 2.303((1.813 x 6,5))/(31,156 x 67,68)) log80/70 = 7,92 x 10-4 cm / detik k = 7,92 x 10-4 x 0,793 = 6,283 x 10-4 cm / detik

h1 = 80cm

h2 = 65cm

t = 106,26 detik

k30 = 2.303 ((a x L)/(Ax t)) log h1/h2 k30 = 2.303((1.813 x 6,5))/(31,156 x 106,26)) log80/65 = 7,84 x 10-4 cm / detik k = 7,84 x 10-4 x 0,793 = 6,22 x 10-4 cm / detik

h1 = 80cm

h2 = 55cm

t = 199,1 detik

k30 = 2.303 ((a x L)/(Ax t)) log h1/h2 k30 = 2.303((1.813 x 6,5))/(31,156 x 199,1)) log80/55 = 7,55 x 10-4 cm / detik k = 7,92 x 10-4 x 0,793 = 5,99 x 10-4 cm / detik

h1 = 80cm

h2 = 30cm

t = 530,2 detik

k30 = 2.303 ((a x L)/(Ax t)) log h1/h2 k30 = 2.303((1.813 x 6,5))/(31,156 x 530,2)) log80/30 = 7,429 x 10-4 cm / detik k = 7,429 x 10-4 x 0,793 = 5,89 x 10-4 cm / detik

F. Kesimpulan 1. Dari pratikum yang dilakukan diperoleh hasil konstan head untunk tanah pertama adalah : a. 0,01512 b. 0,01512 c. 0,01534 Dengan rata rata = 0, 01519 = 1,519 x 10-2 Jadi jenis tanah nya di lihat menurut nilai K adalah kerikil halus / pasir ` 2. Dari pratikum yang dilakukan diperoleh hasil konstan head untunk tanah kedua adalah : a. 7,283 x 10-4 b. 5,586 x 10-4 c. 4,82 x 10-4 Dengan rata rata = 5,89 x 10-4 Jadi jenis tanahnya di lihat dari nilai K adalah pasir sangat halus / pasir lanau / lanau tidk padat

3. Dari pratikum yang dilakukan diperoleh hasil falling head untuk tanah pertama adalah : a. 0,0167 b. 0,0165 c. 0,01745 Dengan rata rata = 0,01688 = 1,6 x 10-2 Jadi jenis tanah nya di lihat menurut nilai K adalah kerikil halus / pasir

4. Dari pratikum yang dilakukan diperoleh hasil falling head untuk tanah kedua adalah : a. 6,283 x 10-4 b. 6,22 x 10-4 c. 5,99 x 10-4 d. 6,89 x 10-4 Dengan rata rata = 6,34 x 10-4 Jadi jenis tanahnya di lihat dari nilai K adalah pasir sangat halus / pasir lanau / lanau tidk padat

5. Semakin kecil nilai H dan T maka nilai K semakin kecil

10

LAPORAN 2 UJI PERMEABILITAS


Untuk memenuhi tugas dalam Mata Kuliah Mekanika Tanah

Disusun Oleh :

Nama NIM / BP Dosen

: : :

Dede Hernandest 16534 / 2010 Drs. Bambang Heriyadi, M. T

PROGRAM STUDI TEKNIK PERTAMBANGAN JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI PADANG 2012
11