Anda di halaman 1dari 4

Daya Pada lampu pijar, tenaga listrik diubah menjadi bentuk tenaga cahaya dan panas.

Apabila sebuah lampu menyala dalam waktu satu jam, maka selama itu lampu menggunakan sejumlah tenaga tertentu. Bila lampu itu menyala selama dua jam, maka lampu itu menggunakan tenaga sebanyak dua kali lipat dari yang satu jam. Dari uraian diatas, dapat diambil kesimpulan bahwa jumlah tenaga yang digunakan berbanding lurus dengan waktu menyala lampu. Besaran daya listrik ditulis dengan notasi huruf P, dan satuan daya listrik disebut Watt yang ditulis dengan notasi huruf W.Dalam rangkaian listrik, daya berbanding lurus dengan tegangan dan arus. Semakin besar arus dan semakin besar tegangan, maka semakin besar pula daya yang dihasilkan. Pernyataan ini dapat ditulis dengan rumus: P=VxI Dimana: P menunjukkan Daya listrik dengan satuan Watt (W) V menunjukkan Tegangan listrik dengan satuan Volt (V) I menunjukkan Arus listrik dengan satuan Ampere (A)

Contoh soal 1: Sebuah motor pompa listrik bekerja dengan tegangan 220 V dan arus yang mengalir didalamnya sebesar 3 A, berapakah daya yang dihasilkannya? Penyelesaian: P = V x I = 220 V x 3 A = 660 W Daya yang dihasilkan sebesar 660 W

Contoh soal 2: Lihat gambar dibawah. Apabila diketahui daya lampu (P) sebesar 24 W, tegangan (V) sebesar 6 V, berapakah arus listrik (I) yang mengalir?

Penyelesaian: I = P / V = 24 W / 6 V = 4 AArus listrik yang mengalir sebesar 4 http://www.elektronikabersama.web.id/2011/04/daya-listrik.html Seri & parallel Rangkaian Seri, Paralel, dan Campuran Rangkaian seri dan paralel adalah dua jenis rangkaian yang digunakan untuk menghubungkan 2 atau lebih komponen listrik menjadi satu kesatuan. Rangkaian Seri disusun secara sejajar (bersambung). Contoh penggunaan rangkaian ini adalah pemasangan baterai pada lampu senter. Sedangkan Rangkaian Paralel adalah rangkaian listrik yang disusun secara berderet (paralel). Lampu yang dipasang di rumah umumnya merupakan rangkaian paralel. Rangkaian Seri Rangkaian Seri adalah salah satu rangkaian listrik yang disusun secara sejajar (seri). Baterai dalam senter umumnya disusun dalam rangkaian seri. Rangkaian yang disusun secara seri terdiri dari dua atau lebih beban listrik yang dihubungkan ke catu daya lewat satu rangkaian. Dalam rangkaian ini dapat berisi banyak beban listrik dalam satu rangkaian. Contoh yang baik dari beberapa beban rangkaian dihubung seri adalah lampu pohon Natal. ( kurang lebih 20 lampu dalam satu rangkaian)

Dua buah elemen berada dalam susunan seri jika mereka hanya memiliki sebuah titik utama yang tidak terhubung menuju elemen pembawa arus pada suatu jaringan. Karena semua elemen disusun seri, maka jaringan tersebut disebut rangkaian seri. Pada jenis rangkaian ini, arus yang lewat sama besar pada masing-masing elemen yang tersusun seri. Dua elemen dikatakan seri, jika dan hanya jika: 1. Ujung terminal dari dua elemen tersebut terhubung dalam suatu simpul.

2. Ujung elemen yang lain tidak terhubung dalam satu (terpisah).

Rangkaian Paralel Rangkaian Paralel adalah salah satu rangkaian listrik yang disusun secara berderet (paralel). Lampu yang dipasang di rumah umumnya merupakan rangkaian paralel. Rangkaian Paralel merupakan salah satu jenis rangkaian yang memiliki lebih dari satu bagian garis edar untuk mengalirkan arus. Dalam kendaraan bermotor, sebagian besar beban listrik dihubungkan secara parallel. Masing-masing rangkaian dapat dihubung-putuskan tanpa mempengaruhi rangkaian yang lain. Dua elemen dikatakan paralel, jika dan hanya jika: 1. ujung dari dua elemen terhubung dalam satu simpul. 2. Ujung-ujung elemen yang lain terhubung dalam satu simpul yang lain pula.

Rangkaian campuran (seri-paralel)

Rangkaian listrik campuran (seri-paralel) merupakan rangkaian listrik gabungan dari rangkaian listrik seri dan rangkaian listrik paralel. Untuk lebih jelasnya tentang rangkaian listrik gabungan (seri-paralel) perhatikanlah ilustrasi berikut

Untuk mencari besarnya hambatan pengganti rangkaian listrik gabungan seri - paralel adalah dengan mencari besaranya hambatan tiap tiap model rangkaian (rangkaian seri dan rangkaian paralel), selanjutnya mencari hambatan gabungan dari model rangkaian akhir yang didapat. Misalnya seperti rangkaian di atas, maka model rangkaian akhir yang didapat adalah model rangkaian seri, sehingga hambatan total rangkaian dicari dengan persamaan hambatan pengganti rangkaian hambatan seri. http://husnirofiq.blogspot.com/2011/09/rangkaian-seri-paralel-dan-campuran.html