Anda di halaman 1dari 38

Dynamic Routing

Laporan Praktek Jarkom ke-7


Dosen; Dr Eko Marpanaji

Oleh;

Hanum Rosidah F. Lila Wijayanti S. Siti Mahmudah Anjar Rokhmi

11520241009 11520241012 lilawijayantisaputri.blogspot.com 11520241013 11520241014 anjnabheelaf.blogspot.com

Pendidikan Teknik Elektronika/ Pendidikan Teknik Informatika Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta 2012

Laporan Jaringan Komputer

Dynamic Routing
A. Tujuan 1. Mampu membangun jaringan dengan Dynamic Routimg 2. Mampu memahami konsep routing dan table routing. 3. Mampu membuat table routing. B. Dasar Teori Apabila jaringan memiliki lebih dari satu kemungkinan rute untuk tujuan yang sama maka perlu digunakan dynamic routing. Sebuah dynamic routing dibangun berdasarkan informasi yang dikumpulkan oleh protokol routing. Protokol ini didesain untuk mendistribusikan informasi yang secara dinamis mengikuti perubahan kondisijaringan. Protokol routing mengatasi situasi routing yang kompleks secara cepat dan akurat. Protokol routng didesain tidak hanya untuk mengubah ke rute backup bila rute utama tidak berhasil, namun juga didesain untuk menentukan rute mana yang terbaik untuk mencapai tujuan tersebut. Pengisian dan pemeliharaan tabel routing tidak dilakukan secara manual oleh admin. Router saling bertukar informasi routing agar dapat mengetahui alamat tujuan dan menerima tabel routing. Pemeliharaan jalur dilakukan berdasarkan pada jarak terpendek antara device pengirim dan device tujuan. a. Algoritma Routing Klasifikasi Algoritma Routing : 1. Global Semua router memiliki informasi lengkap mengenai topologi, link cost. Contohnya adalah algoritma link state. 2. Desentrasilasi Router mengetahui koneksi fisik atau link cost ke tetangga, Terjadi pengulangan proses komputasi dan mempertukarkan, Informasinya ke router tetangganya, contohnya adalah algoritma distance vector.

Page 2

Laporan Jaringan Komputer

1) Distance Vector Algorima routing distance vector secara periodic menyalin table routing dari roouter ke router.Perubahan table routing ini di update antar router yang saling berhubungan saat terjadi perubahan topologi.Setiap router menerima table routing dari router tetangga yang terhubung secara langsung.Proses routing ini di sebut juga dengan routing Bellman-Ford atau Ford-Fulkerson.Routing vector jarak beroperasi dengan membiarkan setiap router menjaga table(sebuah vector) memberikan jarak yang dapat diketahui ke setiap tujuan dan saluran yang dipakai menuju tujuan tersebut.Tabeltabel ini di update dengan cara saling bertukar informasi dengan router tetangga. Routing distance vector bertujuan untuk menentukan arah atau vector dan jarak ke link-link lain di suatu internetwork.Sedangkan link state bertujuan untuk menciptakan kembali topologi yang benar pada suatu internetwork.

2) Link State Algoritma link-state juga dikenal dengan algoritma Dijkstra atau algoritma shortest path first (SPF).Algoritma ini memperbaiki informasi database dari informasi topologi.Algoritma distance vector memiliki informasi yang tidak spesifik tentang distance network dan tidak mengetahui jarak router.Sedangkan algoritma link-state memperbaiki pengetahuan dari jarak router dan bagaimana mereka inter-koneksi. Beberapa fitur yang dimiliki oleh link-state adalah: Link-State Advertisement(LSA) paket kecil dari informasi routing yang dikirim antar router. Topological database kumpulan informasi yang dari LSA-LSA SPF algorithm hasil perhitungan pada database sebagai hasil dari pohon SPF.

Page 3

Laporan Jaringan Komputer Routing table daftar rute dan interface.

PROTOKOL ROUTING Routing protocol berbeda dengan routed protocol. Routing protocol adalah komunikasi antara routerrouter. Routing protocol mengijinkan router-router untuk sharing informasi tentang jaringan dan koneksi antar router. Router menggunakan informasi ini untuk membangun dan memperbaiki table routingnya. Seperti pada gambar di bawah ini.

Protokol routing dinamik banyak di gunakan dalam internetworking TCP/IP adalah RIP (Routing Information Protocol) yang menggunakan algoritma routing distance vector dan OSPF (Open Shortest Page 4

Laporan Jaringan Komputer

Path First) yang menggunakan algoritma link-state.Pada layer TCP/IP,router dapat menggunakan protocol routing untuk membentuk routing melalui suatu algoritma yang meliputi: RIP Routed protocol digunakan untuk user traffic secara langsung. Routed protocol menyediakan informasi yang cukup dalam layer address jaringannya untuk melewatkan paket yang akan diteruskan dari satu host ke host yang lain berdasarkan alamatnya. RIP merupakan salah satu protokol routing distance vector yang digunakan oleh ribuan jaringan di dunia. Hal ini dikarenakan RIP berdasarkan open standard dan mudah diimplementasikan. Tetapi RIP membutuhkan konsumsi daya yang tinggi dan memerlukan fitur router routing protokol. Dasar RIP diterangkan dalam RFC 1058, dengan karakteristik sebagai berikut: Routing protokol distance vector, Metric berdasarkan pada jumlah lompatan (hop count) untuk pemilihan jalur, Jika hop count lebih dari 15, maka paket dibuang, Update routing dilakukan secara broadcast setiap 30 detik.

1. RIP Versi 1
Dokumen _ RFC1058 RIP,Routing vektor-jarak yang dimodifikasi dengan triggered update dan split horizon dengan poisonous reverse untuk meningkatkan kinerjanya RIP ,diperlukan supaya host dan router dapat bertukar informasi untuk menghitung rute dalam jaringan TCP/IP Informasi yang dipertukarkan RIP berupa : a. Host b. Network c. Subnet d. Rutedefault

2. RIP Versi 2
Enhancement dari RIP versi1 ditambah dengan beberapa kemampuan baru. Algoritma routing sama dengan RIP versi1. Bedanya terletak pada format dengan tambahan informasi yang dikirim. Page 5

Laporan Jaringan Komputer

Kemampuan baru : a. Tag ,untuk rute eksternal b. Subnet mask c. Alamat hop berikutnya d. Autentikasi

IGRP IGRP merupakan distance vector IGP. Routing distance vector mengukur jarak secara matematik. Pengukuran ini dikenal dengan nama distance vector. Router yang menggunakan distance vector harus mengirimkan semua atau sebagian table routing dalam pesan routing update dengan interval waktu yang regular ke semua router tetangganya. Isi dari informasi routing adalah: Identifikasi tujuan baru, Mempelajari apabila terjadi kegagalan. IGRP adalah routing protokol distance vector yang dibuat oleh Cisco. IGRP mengirimkan update routing setiap interval 90 detik. Update ini advertise semua jaringan dalam AS. Kunci desain jaringan IGRP adalah: Secara otomatis dapat menangani topologi yang komplek, Kemampuan ke segmen dengan bandwidth dan delay yang berbeda, Skalabilitas, untuk fungsi jaringan yang besar. Secara default, IGRP menggunakan bandwidth dan delay sebagai metric. Untuk konfigurasi tambahan, IGRP dapat dikonfigurasi menggunakan kombinasi semua varibel atau yang disebut dengan composite metric. Variabel-variabel itu misalnya: Bandwidth Delay Load Reliability IGRP yang merupakan contoh routing protokol yang menggunakan algoritma distance vector yang lain. Tidak seperti RIP, IGRP merupakan routing protokol yang dibuat oleh Cisco. IGRP juga sangat mudah diimplementasikan, meskipun IGRP merupakan routing potokol yang lebih komplek dari RIP dan banyak faktor yang dapat digunakan untuk mencapai jalur terbaik dengan Page 6

Laporan Jaringan Komputer

karakteristik sebagai berikut: a. Protokol Routing Distance Vector, b. Menggunakan composite metric yang terdiri atas bandwidth, load, delay dan reliability, c. Update routing dilakukan secara broadcast setiap 90 detik.

OSPF OSPF merupakan interior routing protocol kepanjangan dari Open Shortest Path First.OSPF didesain oleh IETF (Internet Engineering Task Force) yang pada mulanya di kembangkan dari algoritma SPF (Shortest Path First).Hampir sama dengan IGRP pada tahun 80-an. Pada awalnya RIP adalah routing protocol yang umum di pakai,namun ternyata untuk AS yang besar,RIP sudah tidak memadai lagi.OSPF diturunkan dari beberapa periset seperti Bolt,Beranek,Newmans.Protokol ini bersifat open yang berarti dapat di adopsi oleh siapapun.OSPF menggunakan protocol routing link-state,dengan karakteristik sebagai berikut: Protokol routing link-state Merupakan open standard protocol routing yang dijelaskan di RFC 2328. Menggunakan algoritma SPF untuk menghitung cost terendah. OSPF adalah linkstate protocol dimana dapat memelihara rute dalam dinamik network struktur dan dapat dibangun beberapa bagian dari subnetwork. OSPF lebih efisien daripada RIP. Antara RIP dan OSPFmenggunakan di dalam Autonomous System (AS). Menggunakan protocol broadcast

EIGRP EIGRP menggunakan protocol routing enhanced distance vector,dengan karakteristik sebagai berikut: Menggunakan protocol routing enhanced distance vector. Menggunakan cost load balancing yang tidak sama. Menggunakan algoritma kombinasi antara distance vector dan link-state. Menggunakan Diffusing Update Algorithm (DUAL) untuk mengitung jalur terpendek.

C. Alat dan bahan 1. Software Paket Tracert 5.3 2. PC atau Laptop Page 7

Laporan Jaringan Komputer

D. Langkah Kerja E. E.Langkah Kerja F. 1.Simulasikan menggunakan protocol RIPv2

G. H. Tabel Routing dari gambar di atas adalah, I. No. 1 2 3 4 Router A Destination 192.168.1.0 192.168.2.0 192.168.3.0 192.168.4.0 Netmask /24 /24 /24 /24 Gateway * * 192.168.2.253 192.168.2.253 Interface Eth0 Eth1 Eth0 Eth0 Keterangan Direct connection Direct connection in Direct connection in Direct connection

Page 8

Laporan Jaringan Komputer

5 J.

192.168.5.0

/24

192.168.2.253

Eth0

in Direct connection

K. Router B No. 1 2 3 4 5 L. M. Router C No. 1 2 3 4 5 N. O. Konfigurasi Router A Destination 192.168.1.0 192.168.2.0 192.168.3.0 192.168.4.0 192.168.5.0 Netmask /24 /24 /24 /24 /24 Gateway 192.168.2.254 192.168.2.254 * 192.168.2.254 * Interface Eth1 Eth1 Eth0 Eth0 Eth0 Keterangan Direct connection in Direct connection in Direct connection in Direct connection Direct connection Destination 192.168.1.0 192.168.2.0 192.168.3.0 192.168.4.0 192.168.5.0 Netmask /24 /24 /24 /24 /24 Gateway 192.168.2.254 * * * 192.168.3.253 Interface Eth0 Eth1 Eth0 Eth0 Eth0 Keterangan Direct connection in Direct connection in Direct connection in Direct connection Direct connection

Page 9

Laporan Jaringan Komputer

10

P.

Page 10

Laporan Jaringan Komputer

11

Q. R. Konfigurasi Router B S.

Page 11

Laporan Jaringan Komputer

12

T. U. V. W. Konfigurasi Router C Page 12

Laporan Jaringan Komputer

13

X.

Y. Z. Mengecek hasil pada computer client

Page 13

Laporan Jaringan Komputer

14

AA.

BB. CC. 2. OSPF

Page 14

Laporan Jaringan Komputer

15

DD. EE. Tabel Routing dari gambar di atas adalah, FF. Router A No. 1 2 3 4 5 Destination 192.168.1.0 192.168.2.0 192.168.3.0 192.168.4.0 192.168.5.0 GG. HH. Router B Netmask /24 /24 /24 /24 /24 Gateway * * 192.168.2.253 192.168.2.253 192.168.2.253 Interface Eth0 Eth1 Eth0 Eth0 Eth1 Keterangan Direct connection Direct connection in Direct connection in Direct connection in Direct connection

Page 15

Laporan Jaringan Komputer

16

No. 1 2 3 4 5 II.

Destination 192.168.1.0 192.168.2.0 192.168.3.0 192.168.4.0 192.168.5.0

Netmask /24 /24 /24 /24 /24

Gateway 192.168.2.254 * * * 192.168.3.253

Interface Eth1 Eth0 Eth1 Eth2 Eth0

Keterangan Direct connection in Direct connection in Direct connection in Direct connection Direct connection

JJ. Router C No. 1 2 3 4 5 Destination 192.168.1.0 192.168.2.0 192.168.3.0 192.168.4.0 192.168.5.0 KK. LL. Konfigurasi Router A Netmask /24 /24 /24 /24 /24 Gateway 192.168.2.254 192.168.2.254 * 192.168.2.254 * Interface Eth1 Eth1 Eth0 Eth1 Eth1 Keterangan Direct connection in Direct connection in Direct connection in Direct connection Direct connection

Page 16

Laporan Jaringan Komputer

17

MM.

Page 17

Laporan Jaringan Komputer

18

NN. OO. Konfigurasi Router B PP.

Page 18

Laporan Jaringan Komputer

19

QQ. RR. Konfigurasi Router C SS.

Page 19

Laporan Jaringan Komputer

20

TT. UU. Mengecek hasil pada computer client

Page 20

Laporan Jaringan Komputer

21

VV.

WW. XX. Setting pada Router A

Page 21

Laporan Jaringan Komputer

22

YY. ZZ. Pada Router B

Page 22

Laporan Jaringan Komputer

23

AAA. BBB. CCC. DDD. EEE. Konfigurasi Router C

Page 23

Laporan Jaringan Komputer

24

FFF. GGG. Dengan EIGRP

Page 24

Laporan Jaringan Komputer

25

HHH. III. Tabel Routing dari gambar di atas adalah, JJJ. Router A No. 1 2 3 4 5 Destination 192.168.1.0 192.168.2.0 192.168.3.0 192.168.4.0 192.168.5.0 KKK. LLL. Router B Netmask /24 /24 /24 /24 /24 Gateway * * 192.168.2.253 192.168.2.253 192.168.2.253 Interface Eth0 Eth1 Eth0 Eth0 Eth0 Keterangan Direct connection Direct connection in Direct connection in Direct connection in Direct connection

Page 25

Laporan Jaringan Komputer

26

No. 1 2 3 4 5

Destination 192.168.1.0 192.168.2.0 192.168.3.0 192.168.4.0 192.168.5.0 MMM. NNN.

Netmask /24 /24 /24 /24 /24

Gateway 192.168.2.254 * * * 192.168.3.253

Interface Eth1 Eth0 Eth1 Eth2 Eth0

Keterangan Direct connection in Direct connection in Direct connection in Direct connection Direct connection

Router C Netmask /24 /24 /24 /24 /24 Gateway 192.168.2.254 192.168.2.254 * 192.168.2.254 * Interface Eth1 Eth1 Eth0 Eth1 Eth1 Keterangan Direct connection in Direct connection in Direct connection in Direct connection Direct connection

No. 1 2 3 4 5

Destination 192.168.1.0 192.168.2.0 192.168.3.0 192.168.4.0 192.168.5.0 OOO.

Konfigurasi Router A

Page 26

Laporan Jaringan Komputer

27

PPP. QQQ. RRR. Konfigurasi Pada Rputer B

Page 27

Laporan Jaringan Komputer

28

SSS. TTT. Konfigurasi Router C

Page 28

Laporan Jaringan Komputer

29

UUU. VVV.

F. Bahan Diskusi

Page 29

Laporan Jaringan Komputer

30

Konfigurasi Router 1 Router#en Router#conf t Enter configuration commands, one per line. End with CNTL/Z. Router(config)#hostname R1 R1(config)#interface Eth0/0/0 R1(config-if)#ip address 192.168.2.1 255.255.255.0 R1(config-if)#no shutdown R1(config-if)#ex R1(config)#interface fa0/0 R1(config-if)#ip address 192.168.1.1 255.255.255.0 R1(config-if)#no shutdown R1(config-if)#ex

Page 30

Laporan Jaringan Komputer

31

R1(config)#interface fa0/1 R1(config-if)#ip address 192.168.3.1 255.255.255.0 R1(config-if)#no shutdown R1(config-if)#ex R1(config)#ip route 0.0.0.0 0.0.0.0 192.168.1.0 R1(config)#ip route 0.0.0.0 0.0.0.0 192.168.2.0 R1(config)#router rip R1(config-router)#version 2 R1(config-router)#network 192.168.3.0 R1(config-router)#redistributed connected ^ % Invalid input detected at '^' marker.

R1(config-router)#redistribute connected R1(config-router)# R1# Konfigurasi Router 2 Router#conf t Enter configuration commands, one per line. End with CNTL/Z. Router(config)#interface FastEthernet0/0 Router(config-if)#ip address 192.168.3.1 255.255.255.0 Router(config-if)#no shutdown Router(config-if)#ex Router(config)#interface FastEthernet0/1 Router(config-if)#ip address 192.168.11.2 255.255.255.0 Router(config-if)#no shutdown Router(config-if)#ex Router(config)#interface FastEthernet1/0 Router(config-if)#ip address 192.168.5.2 255.255.255.0 Router(config-if)#no shutdown Router(config-if)#ex Router(config)#interface FastEthernet1/1 Router(config-if)#ip address 192.168.4.2 255.255.255.0 Router(config-if)#no shutdown Page 31

Laporan Jaringan Komputer

32

Router(config-if)#ex Router(config)#interface eth0/3/0 Router(config-if)#ip address 192.168.8.2 255.255.255.0 Router(config-if)#no shutdown Router(config-if)#ex Router(config)# Router(config)#router rip Router(config-router)#version 2 Router(config-router)#network 192.168.3.0 Router(config-router)#network 192.168.4.0 Router(config-router)#network 192.168.5.0 Router(config-router)#redistribute ospf 1 metric 1 Router(config-router)#redistribute eigrp 1 metric 1 Router(config-router)#ex Router(config)#router ospf 1 Router(config-router)#network 192.168.8.0 0.0.0.255 area 0 Router(config-router)#redistribute rip % Only classful networks will be redistributed Router(config-router)#redistribute eigrp 1 % Only classful networks will be redistributed Router(config-router)#ex Router(config)# Router(config)#router eigrp 1 Router(config-router)#network 192.168.11.0 0.0.0.255 Router(config-router)#redistribute rip metric 10000 100 255 1 1500 Router(config-router)#redistribute ospf 1 metric 10000 100 255 1 1500 Router(config-router)# Konfigurasi Router 3 Router>en Router#conf t Enter configuration commands, one per line. End with CNTL/Z. Router(config)#hostname R3 R3(config)#interface fa0/1 R3(config-if)#ip address 192.168.6.1 255.255.255.0 Page 32

Laporan Jaringan Komputer

33

R3(config-if)#no shutdown R3(config-if)#e R3(config)#interface fa0/0 R3(config-if)#ip address 192.168.4.2 255.255.255.0 R3(config-if)#no shutdown R3(config-if)#e R3(config)#router rip R3(config-router)#version 2 R3(config-router)#network 192.168.4.0 R3(config-router)#network 192.168.6.0 R3(config-router)# Konfigurasi Router 4 Router>en Router#conf t Enter configuration commands, one per line. End with CNTL/Z. Router(config)#hostname R4 R4(config)#interface fa0/0 R4(config-if)#ip address 192.168.7.1 255.255.255.0 R4(config-if)#no shutdown R4(config-if)#e R4(config)#interface fa0/1 R4(config-if)#ip address 192.168.5.2 255.255.255.0 R4(config-if)#no shutdown R4(config-if)#e R4(config)#router rip R4(config-router)#version 2 R4(config-router)#network 192.168.5.0 R4(config-router)#network 192.168.7.0 R4(config-router)# Konfigurasi Router 5 Router>en Router#conf t Enter configuration commands, one per line. End with CNTL/Z. Router(config)#hostname R5 Page 33

Laporan Jaringan Komputer

34

R5(config)#interface fa0/0 R5(config-if)#ip address 192.168.8.2 255.255.255.0 R5(config-if)#no shutdown R5(config-if)#e R5(config)#interface fa0/1 R5(config-if)#ip address 192.168.9.1 255.255.255.0 R5(config-if)#no shutdown R5(config-if)#e R5(config)#router ospf % Incomplete command. R5(config)#router osp % Incomplete command. R5(config)#router ospf 1 R5(config-router)#network 192.168.8.0 0.0.0.255 area 0 R5(config-router)#network 192.168.9.0 0.0.0.255 area 0 R5(config-router)# Konfigurasi Router 6 Router>en Router#conf t Enter configuration commands, one per line. End with CNTL/Z. Router(config)#hostname R6 R6(config)#interface fa0/0 R6(config-if)#ip address 192.168.9.2 255.255.255.0 R6(config-if)#no shutdown R6(config-if)#e R6(config)#interface fa0/1 R6(config-if)#ip address 192.168.10.1 255.255.255.0 R6(config-if)#no shutdown R6(config-if)#e R6(config)#router ospf 1 R6(config-router)#network 192.168.9.0 0.0.0.255 area 0 R6(config-router)#network 192.168.10.0 0.0.0.255 area 0 R6(config-router)#

Page 34

Laporan Jaringan Komputer

35

01:35:36: %OSPF-5-ADJCHG: Process 1, Nbr 192.168.9.1 on FastEthernet0/0 from LOADING to FULL, Loading Done Router 7 Router>en Router#conf t Enter configuration commands, one per line. End with CNTL/Z. Router(config)#hostname R7 R7(config)#interface fa0/0 R7(config-if)#ip address 192.168.11.2 255.255.255.0 R7(config-if)#no shutdown R7(config-if)#e R7(config)#interface fa0/1 R7(config-if)#ip address 192.168.12.1 255.255.255.0 R7(config-if)#no shutdown R7(config-if)#e R7(config)#router eigrp 1 R7(config-router)#network 192.168.11.0 0.0.0.255 R7(config-router)#network 192.168.12.0 0.0.0.255 R7(config-router)#redistribute ospf 1 R7(config-router)#redistribute rip R7(config-router)# Konfigurasi Router 8 R7#en R7#conf t Enter configuration commands, one per line. End with CNTL/Z. R7(config)#hostname 8 8(config)#hostname R8 R8(config)#interface fa0/0 R8(config-if)#ip address 192.168.12.2 255.255.255.0 R8(config-if)#no shutdown R8(config-if)#e R8(config)#interface fa0/1 R8(config-if)#ip address 192.168.13.1 255.255.255.0 R8(config-if)#no shutdown Page 35

Laporan Jaringan Komputer

36

R8(config-if)#e R8(config)#router eigrp 1 R8(config-router)#network 192.168.12.0 0.0.0.255 R8(config-router)#network 192.168.13.0 0.0.0.255 R8(config-router)# Setelah berhasil semua di set, ada beberapa protocol yang tidak terkoneksi yaitu; PC di OSPF dan RIP v2, hal ini terjadi dikarenakan adanya perbedaan pada algoritmanya. G. Troubleshooting

Saat router di set, seperti ini Yang terjadi

Page 36

Laporan Jaringan Komputer

37

Hal itu terjadi karena routernya. Router itu harus diganti dengan router 2811

H. Kesimpulan Seperti yang kita ketahui bahwa terdapat berbgai macam routing protocol yang dapat kita gunakan untuk membangun suatu topology jaringan yang baik sesuai dengan kebutuhan yang diinginkan, beberapa routing protocol tersebut diantaranya : OSPF(Open Shortest Path First),EIGRP (Enhanced Interior Gateway Routing Protocol),RIP(Routing Information Protocol),dll. Namun setiap Routing protocol tersebut memiliki kelebihan dan kelemahan. Nah,agar setiap routing protocol yang berlainan itu dapat saling berkomunikasi satu sama lain maka kita dapat menggunakan perintah REDISTRIBUTE, sebelum kita membahas lebih jauh mengenai penggunaan perintah redistribute Page 37

Laporan Jaringan Komputer

38

ada baiknya bila kita mengetahui terlebih dahulu fungsi dari perintah restribute adalah untuk menyebarkan network antar routing protocol yang berbeda. Redistribute Rip : Merupakan proses ketika Routing sebuah router mengambil informasi yang telah ditemukan dalam suatu routing protocol dan mendistribusikan keprotocol routing yang berbeda dalam local dan wide area network dengan menggunakan routing vector. Redistribute Ospf 1 : suatu proses ketika routing sebuah router mengmbil informasi dan mendistribusikan ke protocol yang lain dimana jalur yang terbaik adalah jalur yang mempunyai cumulative cost yang paling rendah. Redistribute Eigrp 1 : proses ketika routing sebuah router mengambil informasi dan mendistribusikannya ke protokol yang berbeda dengn menggunakan dua tipe routing protocol yang berbeda yaitu distance vector dan link state. I. Daftar Pustaka

www.google .com Jobsheet ke 7 Dynamic Routing NIHARTI, MILSYAH. Materi Menggabungkan beberapa Routing Protocol dengan Menggunakan Perintah REDISTRIBUTE.email: milsyahniharti@yahoo.com, UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Page 38