Anda di halaman 1dari 3

MODEL PROPAGASI

Model-model ini ditujukan untuk memprediksi kekuatan sinyal di titik lokasi penerimaan tertentu, atau di wilayah lokal tertentu yang disebut sektor, dengan metode yang bervariasi secara luas dalam pendekatannya, kerumitannya maupun ketepatannya. Sebagian besar Model propagasi ini berlandaskan pada interpretasi sistematik dan pengukuran data yang diperoleh dalam wilayah layanan yang dimiliki oleh operator sistem komunikasi bergerak. Model propagasi bergantung pada terrain, densitas pohon, beamwidth, tinggi antena, kecepatan angin dan musim. Pemodelan yang banyak dipakai pada komunikasi nirkabel untuk makrosel adalah Okumura-Hatta. Model ini berlaku untuk nilai frekuensi 500-1500 MHz, jarak SS ke BTS kurang dari 1 km dan tinggi antena BTS lebih dari 30 m. Untuk jaringan WiMAX, Modelpropagasi yang dapat digunakan adalah Model propagasi SUI untuk kondisi NLOS yang menggunakan 3 tipe dasar terrain, yaitu 1. Kategori A Hilly/moderate-to-heavy tree density (urban) Tipe ini berasosiasi dengan pathloss terbesar yaitu perbukitan dengan densitas pepohonan sedang sampai tinggi. 1. Kategori B Hilly/light tree density or flat/moderate-to-heavy tree density/intermediate (sub urban) Tipe ini merupakan asosiasi pathloss pertengahan yaitu dengan terrain dan densitas pepohonan antara A dan C. 1. Kategori C -Flat/light tree density (rural) Tipe ini berasosiasi dengan pathloss terkecil yaitu terrain rata dengan dengan pepohonan jarang. Jaringan Wireless Secara definisi, yang dimaksud dengan jaringan nirkabel adalah sekumpulan komputer yang saling berhubungan melalui media penghubung udara dan dapat bekerja sama dengan berbagi fasilitas satu sama lainnya hingga membentuk sebuah kelompok Jaringan nirkabel pada prinsipnya sama dengan jaringan komputer biasa menggunakan kabel. Yang membedakan antara keduanya hanyalah media yang digunakan. Jaringan nirkabel menggunakan media udara (gelombang radio) sebagai jalur lalu lintas data. Ada beberapa hal yang mendorong terjadinya pengembangan teknologi nirkabel untuk komputer, antara lain karena munculnya perangkat-perangkat berbasis gelombang radio, seperti walki talkie, remote control, handpone, gadget serta peralatan radio lainnya yang menandai dimulainya proses komunikasi tanpa kabel ini dan adanya kebutuhan untuk menjadikan komputer sebagai barang yang mudah dibawa (mobile) dan mudah dihubungkan dengan jaringan yang sudah ada.

Jaringan nirkabel memiliki beberapa keunggulan diantaranya sebagai berikut : 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Pemeliharaan murah Infrastruktur berdimensi kecil Pembangunan cepat Mudah dan murah untuk direlokasi dan mendukung portabilitas Koneksi internet akses 24 jam Akses internet yang cepat Bebas tanpa pulsa telepon

Namun jaringan nirkabel juga memiliki beberapa kelemahan yaitu : 1. 2. 3. 4. 5. Biaya peralatan mahal Delay yang sangat besar Kesulitan karena masalah Propagasi radio Keamanan data Kapasitas jaringan karena keterbatasan spectrum

layanan internet memerlukan suatu metode untuk mengetahui jumlah trafik yang akan terjadi pada waktu yang akan datang. Salah satu metode yang dapat digunakan adalah peramalan time series. Peramalan time series adalah peramalan jangka pendek dengan menggunakan data-data pada periode sebelumnya. Jaringan Saraf Tiruan Propagasi Balik (Model Propagsi Balik) merupakan Model Jaringan Saraf Tiruan yang dapat digunakan untuk peramalan data yang akan terjadi di masa yang akan datang berdasarkan data masa lalu. Model Propagasi Balik melatih jaringan untuk mengenali pola data yang digunakan dalam pelatihan untuk memberikan respon yang benar terhadap pola data masukan yang serupa (tetapi tidak sama) dengan pola data yang dipakai selama pelatihan Tipe Propagasi Kanal radio dari sistem komunikasi nirkabel biasanya digambarkan dengan NLOS atau LOS. Sebuah jalur LOS membutuhkan sebagian besar daerah Fresnel pertama bebas dari halangan. Jika syarat ini tidak terpenuhi, maka akan terjadi reduksi yang cukup besar dari daya sinyal. Zona bebas pada daerah Fresnel bergantung dari frekuensi operasi dan jarak antara pemancar dan penerima. Daerah Fresnel pertama adalah daerah di antara pemancar dan penerima yang berbentuk elipsoida yang berjari-jari (yang pendek) r1. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, tipe propagasi jaringan nirkabel sendiri ada dua jenis, yaitu : 1. 1. LOS (Line of Sight)

Koneksi dilakukan dengan menghadapkan langsung sebuah antena fixed yang dipasang di atap atau di tiang ke sebuah BTS (Base Transceiver Station). Tipe koneksi ini biasanya lebih stabil dan dapat mengirimkan data yang cukup banyak dengan sedikit kesalahan. Koneksi jenis ini menggunakan pita frekuensi yang cukup tinggi hingga mencapai 66 GHz, yang mana pada daerah ini memiliki interferensi yang sedikit dan bandwidth yang besar. Redaman ruang bebas atau free space loss merupakan penurunan daya gelombang radio selama merambat di ruang bebas. Redaman ini dipengaruhi oleh besar frekuensi dan jarak antara titik pengirim dan penerima. 2. NLOS (Non Line of Sight)

Pada tipe propagasi ini terdapat penghalang yang berada pada lintasan sinyal antara penerima dan pemancar yang sifatnya menghalangi lintasan sinyal bebas pandang. Penghalang dapat bersifat buatan seperti gedung-gedung bertingkat atau bersifat alami seperti pepohonan, perbukitan dan pegunungan. Koneksi dilakukan tanpa menghadapkan langsung antena dari perangkat pengguna ke BTS yang ada. Dalam hal transmisi, servis ini menggunakan pita frekuensi rendah yaitu 2-11 GHz yang mana untuk panjang gelombang yang rendah tidak mudah dikacaukan oleh penghalangpenghalang di lapangan. Pada jalur NLOS, sebuah sinyal mencapai penerima melalui pantulan (reflection), hamburan (scattering) dan difraksi (difraction). Sinyal yang sampai pada penerima terdiri dari sinyal yang langsung (direct path), sinyal yang mengalami banyak pantulan (multiple reflected paths), sinyal hamburan (scattered energy) dan propagasi sinyal yang mengalami difraksi (diffracted propagation paths). Sinyal-sinyal ini akan mengalami perbedaan penyebaran delay, redaman, polarisasi dan kestabilan yang berhubungan dengan direct path. Fenomena multipath dapat menyebabkan polarisasi dari sinyal berubah. Multipath digambarkan sebagai penerimaan di receiver dari banyak jalur transmisi (multiple path). Teknologi nirkabel mengadopsi teknik-teknik mutakhir berikut untuk mengatasi kanal NLOS yaitu teknologi OFDM, subkanalisasi, antena berarah sektoral, diversitas pengirim dan penerima, modulasi adaptif, teknik kendali kesalahan dan kendali daya. Implementasi NLOS pada teknologi nirkabel memungkinkan peningkatan diversifikasi layanan serta diversifikasi segmen pengguna layanan broadband.