STRUKTUR DAN SIFAT ALKOHOL
MAKALAH
Diajukan untuk melengkapi Tugas Mata Kuliah Kimia Dasar
Program Sarjana S1 Farmasi Universitas Esa Unggul
Disusun oleh:
Syazwina Razita Aqila Ahmad
20240311115
PROGRAM SARJANA S1 FARMASI
FAKULTAS ILMU-ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS ESA UNGGUL
2024
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan ke hadapan Tuhan Yang Maha Esa, karena atas berkat
rahmat-Nyalah tulisan ini dapat diselesaikan tepat pada waktu. Penulisan Makalah yang
berjudul “Sifat dan Struktur Alkohol” ini dalam rangka melengkapi tugas mata kuliah Kimia
Dasar.
Penulis menyadari bahwa tulisan ini tidak luput dari kekurangan dan kesalahan. Hal ini
disebabkan oleh keterbatasan pengetahuan dan kemampuan yang penulis miliki. Oleh karena
itu, semua kritik dan saran pembaca akan penulis terima dengan senang hati demi perbaikan
makalah lebih lanjut.
Tulisan ini dapat diselesaikan berkat adanya bimbingan dan bantuan dari berbagai
pihak. Oleh karena itu, sudah sepantasnyalah pada kesempatan ini penulis menyampaikan
ucapan terima kasih kepada semua pihak, terutama dosen Jurusan Farmasi dan teman-teman
penulis yang telah memberikan masukan demi kelancaran dan kelengkapan makalah ini.
Penulis berharap makalah ini dapat memberikan manfaat bagi pembaca khususnya bagi
penulis sendiri. Akhirnya penulis menyadari bahwa dalam penyusunan makalah ini masih jauh
dari kata sempurna. Semoga akalah ini dapat bermanfaat bagi penulis dan semua pihak.
2
DAFTAR ISI
Isi
KATA PENGANTAR .................................................................................................... 2
DAFTAR ISI............................................................................................................... 3
BAB I ....................................................................................................................... 4
PENDAHULUAN ....................................................................................................... 4
1.1 Latar belakang ........................................................................................... 4
1.2 Rumusan masalah ..................................................................................... 4
1.3 Tujuan ....................................................................................................... 4
BAB II ...................................................................................................................... 5
PEMBAHASAN ......................................................................................................... 5
2.1 Klasifikasi senyawa alkohol ..................................................................... 5
2.2 Tatanama senyawa alkohol...................................................................... 5
2.3 Isomer senyawa alkohol .......................................................................... 7
2.4 Sumber dan kegunaan senyawa alkohol ................................................... 7
2.5 Sifat fisik dan karakterisasi senyawa alkohol ............................................. 8
2.6 Reaksi kimia senyawa alkohol.................................................................. 8
2.7 Sintesis senyawa alkohol ...................................................................... 10
DAFTAR PUSTAKA .......................................................... Error! Bookmark not defined.
3
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang
Hidrokarbon adalah senyawa yang terdiri dari dua jenis atom, yaitu karbon
(C) dan hidrogen (H). Berdasarkan jenis ikatannya, hidrokarbon dibedakan
menjadi tiga, salah satunya adalah alkana. Alkana ini merupakan rantai karbon
panjang yang berikatan tunggal. Jika satu atau lebih atom H pada alkana
diganti oleh gugus fungsi tertentu, maka akan membentuk senyawa turunan
alkana. Dalam kasus ini, kalau satu atom H nya diganti oleh gugus fungsi -
OH, hasilnya akan membentuk senyawa alkohol. Alkohol memiliki rumus
umum CnH2n+2O.
Alkohol dapat dihasilkan melalui dua cara. Pertama, alkohol dapat
dihasilkan melalui cara sintesis. Kedua, alkohol dapat dihasilkan melalui
fermentasi. Pada dasarnya pembuatan alkohol dengan cara fermentasi dapat
menggunakan bahan yang mengandung zat gula/pati. Seperti tanaman tebu,
jagung, beras, ubi, gandum, kurma, anggur, dan buah-buahan yang
mempunyai rasa manis.
Sedangkan pembuatan alkohol secara sintesis dilakukan menggunakan gas
alam, minyak bumi atau batubara misalnya melalui katalis hidrasi
(mempercepat suatu reaksi kimia di mana suatu zat dikombinasikan dengan
air) asam dari alkena.
1.2 Rumusan masalah
1. Bagaimana aturan tata nama alkohol?
2. Apa sumber dan keguanaan alkohol?
3. Bagaimana reaksi kimia senyawa alkohol dapat terjadi?
4. Bagaimana sistesis senawa alkohol dapat terjadi?
1.3 Tujuan
1. Dapat menjelaskan aturan tatanama alkohol dan sumber dan
kegunaan alkohol
2. Dapat menjelaskan reaksi kimia senyawa alkohol yang terjadi
3. menjelaskan sistesis senyawa alkohol terjadi
4
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Klasifikasi senyawa alkohol
Gugus fungsional alkohol adalah gugus hidroksil yang terikat pada karbon
hibridisasi sp3. Ada tiga jenis utama alkohol - 'primer', 'sekunder, dan 'tersier'. Nama-
nama ini merujuk pada jumlah karbon yang terikat pada karbon C-OH. Berdasarkan
letak gugus fungsinya, alkanol dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu:
a. Alkohol primer, yaitu alkanol yang gugus fungsinya (-OH) terikat pada atom
C primer.
b. Alkohol sekunder, yaitu alkanol yang gugus fungsinya (-OH) terikat pada atom
C sekunder.
c. Alkohol tersier, yaitu alkanol yang gugus fungsinya (-OH) terikat pada atom
C tersier.
Senyawa alkohol pada Gambar di atas walaupun gugus –OH terikat pada senyawa siklis
(sikloheksana) tetapi bukan merupakan senyawa fenol, tetapi senyawa tersebut merupakan
senyawa alkohol yang mengandung rantai siklis.
2.2 Tatanama senyawa alkohol
Ada dua macam cara untuk memberi nama senyawa monoalkohol. Pertama
berdasarkan aturan yang ditetapkan oleh IUPAC (International Union for Pure and
Applied Chemistry) disebut nama IUPAC atau nama sistematis. Tata nama sistematik
IUPAC diberi akhiran “ol” digunakan di mana gugus –OH terikat dan posisi gugus –
OH diberi nomor kecil dari ujung rantai induk. Rantai induk adalah rantai C terpanjang
yang memiliki gugus hidroksil.
5
Tatanama trivial atau tata nama dagang yang lazim merupakan sistem penamaan yang
tidak resmi dan digunakan sebelum kemunculan sistem IUPAC. Pada umumnya tata
nama trivial alkohol dilakukan dengan menyebutkan nama alkil diakhiri dengan
alkohol.
Aturan tatanama atau pemberian nama menurut sitem IUPAC sebagai berikut:
1) Tentukan dulu rantai karbon terpanjang yang mengandung gugus hidroksil
(OH). Rantai tersebut kemudian menjadi rantai utama yang diberi nama sesuai
dengan nama senyawa alkana dengan mengganti akhiran a dengan ol.
2) Semua atom karbon selain rantai utama dinamakan cabang dan diberi nama
sesuai nama alkil berdasarkan kepada jumlah atom C.
3) Rantai utama harus diberi nomor dari ujung yang paling dekat dengan gugus -
OH.
4) Urutan pemberian nama : nomor cabang – nama alkil – nomor gugus OH – nama
rantai utama. Jika cabang lebih dari satu jenis maka diurutkan sesuai abjad dari
nama alkil.
Contohnya:
Diberi nama 3,4-dimetil-2-pentanol
6
2.3 Isomer senyawa alkohol
Isomer struktural pada senyawa alkohol terbagi dua yaitu isomer posisi dan isomer
gugus fungsi. Isomer posisi secara struktural dari senyawa alkohol adalah dua atau lebih
senyawa alkohol yang mempunyai rumus molekul dan gugus fungsi yang sama, tetapi
mempunyai letak posisi gugus fungsi yang berbeda.
Isomer gugus fungsi alkohol adalah senyawa eter. Sehingga, isomer gugus fungsi secara
struktural dari senyawa alkohol adalah dua atau lebih senyawa alkohol dan eter yang
mempunyai rumus molekul sama, tetapi mempunyai gugus fungsi yang berbeda.
2.4 Sumber dan kegunaan senyawa alkohol
Dalam kehidupan sehari-hari kita sudah perah menggunakan senyawa alkohol dan
eter, tape merupakan makanan yang sedikit mengandung senyawa alkohol. Eter
banyak digunakan dalam dunia kedokteran sebagai obat bius dan pelarut organik.
alkohol adalah sebutan umum untuk senyawa karbon dengan gugus fungsi -OH.
Contohnya, metanol, etanol, gliserol, dan etilen glikol.
• Metanol
Alkohol jenis ini bermanfaat sebagai bahan pelarut, plastik, sampai bahan
pembuatan pupuk. Selain itu, metanol berfungsi untuk membuat senyawa-
senyawa lain, seperti metil ester, asam etanoat, dan formaldehid.
• Etanol
Alkohol jenis ini yang sebenarnya digunakan dalam minuman beralkohol.
Selain menjadi bahan minuman, etanol bisa dimanfaatkan pada pewarna
makanan, obat-obatan, pelarut parfum, sampai desinfektan untuk pembersih
luka.
• Gliserol
Kalau alkohol jenis ini, bermanfaat sebagai bahan obat-obatan, pelumas, dan
berbagai fungsi lainnya di bidang kesehatan. Di kehidupan sehari-hari, alkohol
jenis ini juga kita temukan sebagai bahan pada produk-produk kecantikan,
contohnya pelembap wajah.
7
• Etilen Glikol
Salah satu manfaat senyawa ini adalah sebagai bahan antibeku, contohnya
pada campuran air radiator di mobil. Fungsi ini amat membantu di negara
yang memiliki musim dingin. Selain itu, kita bisa menemukan alkohol jenis ini
pada bahan tambahan cat, cairan lem, dan lain-lain.
2.5 Sifat fisik dan karakterisasi senyawa alkohol
Senyawa alkohol mempunyai gugus hidroksi (-OH) dan gugus alkil (-R).
Kebanyakan pembawa sifat dan karakteristik senyawa alkohol adalah gugus –OH.
Walaupun gugus -R juga mempunyai kontribusi terhadap senyawa alkohol. Di antara
sifat-sifat fisika alkohol sebagai berikut.
a. mudah terbakar;
b. mudah bercampur dengan air
c. pada suhu ruang jumlah atom C1-C4 berwujud gas
d. pada suhu ruang jumlah atom C5-C9 berupa cairan kental seperti minyak
e. pada suhu ruang jumlah atom C10 atau lebih berupa zat padat
f. pada umumnya alkohol mempunyai titik didih yang cukup tinggi, dibandingkan
titik didih alkana pada jumlah atom yang sama. Hal ini disebabkan adanya
ikatan hidrogen pada molekul alkohol
g. pada jumlah atom karbon yang sama alkohol mempunyai titik didih yang tinggi,
dibandingkan dengan senyawa alkana, maupun senyawa alkil halida.
2.6 Reaksi kimia senyawa alkohol
Senyawa alkohol dapat bereaksi dengan senyawa asam karboksilat membentuk
senyawa ester. Reaksi ini biasa disebut reaksi esterifikasi. Senyawa alkohol juga dapat
bereaksi dengan oksidator kuat, di mana alkohol primer membentuk senyawa aldehida,
kemudian oksidasi lanjut membentuk senyawa asam karboksilat, alkohol sekunder
membentuk keton, dan senyawa alkohol tersier tidak bereaksi. Senyawa alkohol dapat
bereaksi dengan logam atau hidrida reduktor kuat seperti Na atau NaH membentuk
senyawa natrium alkoksida (RONa). reaksi senyawa alkohol dengan senyawa fosfor
trihalida (PX3) membentuk alkil halida, dan reaksi senyawa alkohol dengan asam sulfat
membentuk senyawa alkil hidrosulfat.
a. Reaksi dengan logam
Reaksi dengan logam menggunakan Na, K, Mg, Al dan lain-lain. Reaksi logam
akan menghasilkan alkoksida logam dan gas hidrogen.
8
b. Reaksi oksidasi
Oksidasi alkohol adalah reaksi menghilangkan atom hidrogen dan
menggantinya dengan atom oksigen dalam gugus fungsi alkohol (-OH).
Sehingga, jumlah ikatan rantai karbon dengan oksigennya meningkat. Reaksi
oksidasi akan menggunakan oksidator KMnO4/K2Cr2O7. Terdapat 3 tipe
alkohol yang akan di oksidasi:
• Alkohol primer kalau di oksidasi maka akan menjadi alkanal, jika akan
di oksidasi lanjut akan menjadi alkanoat.
• Alkohol sekunder kalau dioksidasi akan menjadi alkanon/keton
• Alkohol tersier tidak dapat dioksidasi karena tidak memiliki atom
hidrogen yang terikat pada karbon tersiernya. Hal ini membuat tidak
ada tempat yang bisa diisi oleh oksigen, sehingga alkohol tersier tidak
bisa teroksidasi.
c. Reaksi subsitusI (HX, PX3, PX5)
Reaksi subsitusi HX, PX3 dan PX5 akan menghasilkan alkil halida yang dimana
X adalah unsur halogen (Br, Cl, I)
Contoh gugus nya:
• R-OH +HX -> R-X+H2O
• 3R-OH +PX3 -> 3R-X +H3PO3
• R-OH + PX5 -> R-X +HX+ POX3
9
d. Reaksi dehidrasi
Reaksi dehidrasi adalah reaksi alkohol berekasi dengan H2SO4 pada suhu
±140°C akan menghasilkan dietil eter sedangkan pada suhu ±180°C akan
menghasilkan alkena.
2.7 Sintesis senyawa alkohol
Sintesis atau pembuatan alkohol dapat dilakukan dengan berbagai cara yaitu
dapat dilakukan secara fisika maupun dengan berbagai reaksi kimia. Pada buku ini
fokus pada pembuatan alkohol secara kimia di antaranya melalui hidrolisis alkil halida
dengan air atau basa, metode Grignard, reaksi organologam dengan senyawa keton,
metode hidrogenasi senyawa ester dan asam karboksilat, reduksi senyawa aldehid dan
keton.
a. Hidrolisis alkil halida dengan air atau basa
Senyawa alkohol dapat dibuat melalui hidrolisis alkil halida. Alkil halida
dihidrolisis dengan ion hidroksil (-OH) yang berasal air dan dapat pula berasal
dari larutan NaOH atau KOH. Hidrolisis senyawa alkil halida menjadi senyawa
alkohol dengan skema reaksi:
10
b. Metode Grignard
Senyawa alkohol juga dapat dibuat di laboratorium dengan pereaksi Grignard.
Pereaksi Grignard bertindak sebagai nukleofil terhadap atom karbon yang
elektrofil dan berikatan rangkap dua dengan oksigen.
• Alkohol primer, dapat dibuat dengan mereaksikan pereaksi Grignard
dengan formaldehid:
• Alkohol sekunder dapat dibuat dari reaksi aldehida dengan pereaksi
Grignard.
• Alkohol tersier dari keton denagn reagen Grignard.
c. Reaksi organologam dengan senyawa keton
Senyawa organologam tersebut adalah Litium yang analog dengan pereaksi
Grignard yang prosedurnya sangat kompleks (rumit). Tetapi dengan pereaksi
Litium, reaksinya sama secara eksak dengan magnesium. Untuk senyawa yang
mempunyai tugas besar kadangkadang pereaksi Grignard tidak dapat
digunakan, tetapi dengan litium dapat bereaksi.
11
d. Metode hidrogenasi senyawa ester dan asam karboksilat
Senyawa alkohol juga dapat diperoleh dengan cara hidrogenasi senyawa ester
dan asam karboksilat. Salah satu contoh pembuatan senyawa alkohol adalah
fatty alcohol yang diperoleh dari hidrogenasi metil ester atau asam lemak
menggunakan katalis CuCr
e. Metode reduksi senyawa aldehida dan keton
Aldehid dan keton direduksi masing-masing menjadi alkohol primer dan
alkohol sekunder, dengan hidrogenasi menggunakan latalis logam. Aldehid dan
keton juga direduksi menjadi alkohol dengan menggunakan agen pereduksi
yang lemah seperti NaBH4 atau agen pereduksi yang kuat seperti LiALH4, ini
disebut reaksi hidrida dengan karbon karbonil.
f. Metode reduksi senyawa asam karboksilat dan ester
Reduksi senyawa asam karboksilat dan ester juga menggunakan reagen
pereduksi NaBH4 dan LiAlH4. Tetapi umumnya senyawa asam karboksilat dan
ester relatif lebih sulit direduksi menjadi senyawa alkohol. Senyawa asam
karboksilat dan ester dapat direduksi menjadi senyawa alkohol primer
menggunakan reagen LiAlH4
12
DAFTAR PUSTAKA
Harizal, S. M. ([Link].). STRUKTUR DAN SIFAT ALKOHOL. MODUL KIMIA
ORGANIK.
Leapinyan, N. (2019). SINTESIS SENYAWA ALKOHOL.
Ridlo, M. F. (2022). Alkohol: Pengertian, Sifat, Tata Nama, dan Kegunaannya.
Ruka Yulia, S. M. (2018). KIMIA ORGANIK .
13