Anda di halaman 1dari 4

Digesti invitro

Proses digesti yang dikerjakan dengan menggunakan alat peraga ini disebut dengan digesti invitro. Digesti adalah proses rangkaian perubahan fisik dan kimiawi yang dialami bahan makanan selama berada di dalam alat pencernaan. Proses digesti pada ruminanasia lebih kompleks, karena perut ruminansia terbagi atqas 4 bagian, yaitu reticulum, rumen, omasum, dan abomasums. Di dalam rumen terdapat populasi mikroba yang cukup banyak jumlahnya, terdiri ats bakteri, protozoa, dan fungi. Keberadaan fungi dalam saluran pencernaan ini bermanfaat dalam pencernaan serat, rizhoid fungi menembus dinding sel tanaman sehingga pakan lebih terbuka untuk dicerna oleh bakteri rumen. Bakteri rumen di klasifikasikan berdasarkan substrat utama yang digunakan. Bakteri yang pernah dilaporkan adalah Ruminococcus flavaciens, butyrivibrio fibrisolvens, bacteroides succinogenes, dan lain-lain. Protozoa rumen diklasifikasikan menurut morfologinya, yaitu holotriks yang bersilia pada seluruh tubuhnya, dan oligotrichs yang mempunyai silia sekitar mulutnya. Fermentasi adalah aktifitas metabolism bakteri dan mikroorganisme lain. Pada digesti fermentasi, makanan dipecah menjadi substansi yang lebih kecil oleh aktifitas bakteri dan mikroorganisme lain. Produk fermentasi karbohidrat dalam rumen adalah VFA (Volatile Fatty Acid) berupa asetat, propionate, butirat, karbondioksida dan methan. Jumlah VFA yang dihasilkan dipengaruhi oleh kecernaan serta ransum yang difermentasi. Protein pakan di dalam rumen akan mengalami hidrolisis oleh enzim proteolitik menjadi asam amino dan oligopeptida. Selanjutnya asam amino mengalami katabolisme lebih lanjut menghasilkan ammonia, VFA dan CO2. Digesti fermentasi protein menghasilkan banyak asam amino dan dikatabolisme lanjut menghasilkan ammonia, VFA dan CO2. Produk gas-gas ini yang diukur dalam praktikum ini.

Digesti 1

Sebagian besar makanan yang dimakan tidak langsung digunakan oleh sel tubuh. Makanan sebelum mengalami perubahan menjadi zat-zat makanan terlebih dahulu secara fisik dan kemik dihancurkan (didigesti) dalam persiapannya untuk diabsorbsi dan asimilasi. Proses perubahan ini terjadi di dalam saluran pencernaan (tractus digestivus).

1. Digesti dalam mulut Adanya alat prehensi yakni bibir, lidah dan gigi memungkinkan hewan mengambil makanan dan memasukkannya ke dalam mulut. Demikian pula cairan yang diminumnya. (ceritakan cara berbagai hewan dan ternak mengambil makanan dan minum minuman). Gigi disamping sebagai organ prehensi juga berfungsi sebagai organ mastikasi (sebutkan klasifikasi gigi dan fungsi masing-masing). Proses mastikasi yang dibarengi dengan insalivasi menyebabkan makanan yang berada dalam mulut menjadi lunak, lumat dan bercampur dengan saliva sehingga memudahkan proses deglutisi. (sebutkan nama kelenjar saliva, fungsi dan komposisi saliva pada carnivore, omnivore dan herbivore). Makanan (disebut bolus) akan terdorong ke dalam lambung akibat adanya gerakan deglutisi dan gerakan peristaltic esophagus. 2. Digesti dalam lambung a. Lambung tunggal Lambung berfungsi sebagai tempat penimbunan makanan. Gerakannya cukup lambat sehingga member kesempatan intestinum bekerja secara normal. Kapasitas lambung erat hubungannya dengan frekuensi prehensi seekor hewan (mengapa frekuensi merumput kuda lebih tinggi dibanding dengan sapi). Secara histologik lambung dibagi menjadi 4 daerah (sebutkan keempatnya dan apa spesifikasinya). Mukosa daerah-daerah kelenjar bagian oksintik (proper gastric) menghasilkan asam klorida (yakni sel-sel parietalnya) dan menghasilkan pepsinogen (yakni sel-sel prinsipalnya). Laju perjalanan isi lambung ke dalam duodenum dipengaruhi oleh konsistensi fisiknya, osmolitas dan komposisinya (bagaimana kerja otot

lambung, archus reflex haus dan lapar, mekanisme gerak peristaltic lambung). Sedangkan pengawasan sekresi getah lambung dan motilitas lambung secara langsung maupun tidak langsung tergantung pada mekanisme syaraf dan hormonal yang berumpan balik dari duodenum. b. Lambung majemuk Lambung majemuk terdiri dari rumen, reticulum, omasum dan abomasums. Lambung ini di miliki oleh ruminansia. Rumen-retikulum ruminansia dewasa secara normal melakukan kontraksi yang berurutan. Kontraksi ini terjadi berulang kali dalam 1 menit, dan tahap-tahap bagian lambung yang berkontraksi sulit diidentifikasi. (jelaskan mengenai kontraksi retikuler pertama dan kedua). Sedangkan gerakan abomasums mirip yang terjadi pada lambung simplek (tunggal) Digesti 2 Gerakan intestinum pada heawn non-ruminansia adalah mirip dengan yang terjadi pada hewan ruminansia. Usus halus dengan kelenjar-kelenjar digestinya merupakan bagian traktus alimentaris yang terpenting. Hal ini disebabkan karena pada organ ini berlangsung proses digesti yang paling sempurna dan praktis absorbs semua zat makanan terjadi di daerah ini. Pada duodenum bermuara saluran empedu dan pancreas. Gerakan usus halus ada 3 type (jelaskan masingmasing type), sedangkan pada usus besar terjadi gerakan sepanjang haustra.

Alat: Seperangkat alat digesti in vitro yang terdiri dari: 4 tabung reaksi, pipet panjang, 4 tabung reaksi berskala, waterbath, statif, selang, pengaduk, bejana air Bahan: Ingesta sapi, larutan glukosa, antibiotic Cara kerja: Masing-masing tabung diisi dengan:

Tabung I : 5 ml larutan ingesta sapi Tabung II : 5 ml larutan ingesta sapi ditambah dengan 2 tetes antibiotik Tabung III : 5 ml larutan ingesta sapi ditambah dengan 2 tetes larutan glukosa Tabung IV : 5 ml larutan ingesta sapi ditambah dengan 2 tetes larutan glukosa dan antibiotic Keempat tabung dimasukkan ke dalam waterbath bersuhu 37oC Tabung berskala dalam posisi terbalik didalam bejana berisi air Amati dan ukurlah pembentukan gas dalam tabung berskala tiap 5 menit selama 45 menit Buat grafik reaksi pembentukan gas yang terjadi

Materi System gastrointestinal tersusun atas berbagai organ yang secara fungsional dibagi menjadi empat bagian, yaitu daerah penerimaan makanan, derah penyimpanan, derah pencernaan, dan penyerapan nutrient, serta daerah penyerapan air dan ekskresi. Daerah penerimaan Mulut biasanya dilengkapi dengan gigi dan kelenjar ludah, yang membantu proses mengunyah dan menelan makanan. Dalam ludah terkandung berbagai substansi seperti amylase (enzim pencerna KH pd beberapa mamalia), toksin (pada ular berbisa), dan antikoagulan (pada insekta penghisap darah). Esophagus juga bertugas membawa makanan dari mulut ke lambung dengan gerakan peristaltic. Daerah penyimpanan Terdiri dari empedal (gizzard) dan lambung. Sebagian proses pencernaan makanan sudah terjadi di bagian ini.