Anda di halaman 1dari 7

PRAKTIKUM PROTEIN ASAM AMINO, PEPTIDA, PROTEIN 1.

Pengendapan dengan logam berat Masukkan ke dalam tabung reaksi 2 mL larutan protein encer dan setetes larutan sengsulfat (ZnSo4) encer. Terjadi endapan putih. Endapan dibagi kedalam 2 tabung dan pada salah satu tabung ditambah ZnSo4 berlebihan, maka endapan akan larut kembali. = pada percobaan terjadi endapan warna putih karena protein mempunyai titik isoelektrik (pH 7) bila kadar pH melebihi titik isoelektrik maka akan terjadi pengendapan. Endapan akan hilang bila titik isoelektrik kembali ke titik semula.

2. Pengendapan dengan reagen alkaloid Masukkan kedalam tabung reaksi 2mL laruten protein encer dan 1-2 tetes larutan asam sulfosalisilat 20%. Terjadi endapan putih/ kekeruhan. = Larutan akan bersifat asam jika ditambahkan asam sulfosalisilat 20%. Maka terjdai pergeseran titik isoelektrik dan terjadilah endapan.

3. Pengendapan oleh garam-garam dan alcohol pekat Masukkan kedalam tabung reaksi 5mL larutan protein, kemudian jenuhi dengan ammonium sulfat padat berlebihan ((NH4)2SO4) dan gojoglah. Terjadi endapan protein yang jika diencerkan dengan akuades akan larut kembali. = Protein ditambah dengan ((NH4)2SO4) mempunyai sifat menarik air dari protein (hidroskopis) dan akan membentuk endapan, bila ditambahkan akuades maka endapan akan larut kembali.

4. Pengendapan oleh asam Masukkan kedalam tabung reaksi 3 mL larutan HNO3 pekat, dan 3 mL larutan protein lewat dinding tabung dengan memiringkan tabung. Terjadi lapisan putih dibidang batas (Percobaan Heller).

= Protein bila ditambahkan dengan HNO3 maka akan terbentuk endapan pada dinding tabung, dikarenakan protein mengalami denaturasi dari HNO3 yang bersifat asam.

5. Reaksi Biuret (untuk ikatan peptida)

Masukkan kedalam tabung reaksi 3 mL larutan protein dan 1 mL larutan NaOH 40%. Kemudian tambahkan 1 tetes larutan CuSO4 0,5% sehingga terjadi warna merah muda atau ungu. Makin banyak ikatan peptidanya makin ungu warna larutannya dan makin sedikit ikatan peptidanya makin muda (merah) warna larutannya. = Adanya perubahan warna dikarenakan adanya ikatan peptide yang nerikatan dengan atom O dari H2O yang menyebabkan terjadinya warna ungu.

6. Reaksi Millon-Nassae (untuk Tirosin) Masukkan kedalam tabung reaksi 2mL larutan protein dan 1mL reagen merkurisulfat (HgSO4 1% dikarutkan dalam H2SO4 10%). Masaklah, mungkin terjadi endapan kuning. Dinginkan dibawah air ledeng lalu tambahkan 1 tetes larutan NaNO2. Panaskan lagi, endapan atau larutan akan menjadi merah karena adanya Tirosin. = Tirosin merupakan salah satu asam amino pada protein. Percobaan ini membuktikan bahwa protein yang digunakan mengandung tirosin.

7. Reaksi Pengendapan Globulin Masukkan kedalam tabung reaksi 2mL serum encer dan 1 tetes asam sulfosalisilat. Terjadi endapan putih (albumin dan globulin). = Bergesernya titik isoelektrik kearah asam maka akan timbul endapan.

8. Reaksi Penggumpalan (Koagulasi) Masukkan kedalam tabung reaksi 2mL serum encer dan 1 tetes indicator klor fenol merah. Tambahkan asam cuka 2% kedalam larutan dengan

hati-hati sampai warna merah muda hilang, saat ini tidak terjadi kekeruhan. Masaklah maka akan terjadi gumpalan. Dinginkan. = protein dengan klor fenol merah akan merubah titik isoelektris menjadi alkalis dan terbentuklah endapan.

9. Percobaan Pengendapan Kasein Masukkan kedalam tabung reaksi 5mL laruten kasein alkalis dan setetes indicator bromkresol hijau. Terjadi warna biru. Kemudian tambahkan tetes demi tetes 2% asam cuka sampai warna larutan menjadi agak hijau, terjadi endapan kasein. = Percobaan ini membuat keadaan menjadi alkalis, dengan ditambahkan asam cuka maka akan membuat titik isoelektrik ke tempat semula sehingga terjadi perubahan warna.

10. Percobaan gelembung gas N2

Kedalam tabung reaksi masukkan 1cc larutan asam amino dan beberapa tetes larutan Na-Hipobromit baru, dari campuran tersebut akan keluar gelembung gas Nitrogen (N2). = untuk mebuktikan protein mengandung gas nitrat, Na-Hipobromit mengikat asam amino bebas kemudian menghidroksi gugus karboksilat menyebabkan nitrat (N2) diuapkan sehingga timbullah gelembung gas Nitrat (N2).

PRAKTIKUM KIMIA LIPID

1. Percobaan 1 : Kelarutan Lemak dan terjadinya emulsi Taruhlah 4 tabung di rak dan isilah masing-masing tabung dengan:
-

2cc Khloroform tabung 1 2cc eter tabung 2

2cc air tabung 3 2cc larutan Na2CO3 1% tabung 4

Kemudian pada tiap tabung ditambahkan setetes minyak kelapa. Tutuplah mulut tabung dengan ibu jari dan gojoklah kemudian biarkan di rak selama 5 menit. = tabung 1&2 mengandung kloroform dan eter yang bersifat non polar sehingga lipid akan larut pada tabung 1 dan 2. Pada tabung 3 berisi air yang bersifat polar, sehingga lipid tidak dapat larut dan akan terbentuk seperti batas antara air dan lipid. Pada tabung 4 berisi Na2CO3 yang bersifat alkali yang menghidrolisis lemak yang akan menjadi reaksi penyabunan. akan

2. Percobaan 2 : Sifat tidak jenuh Pada 10cc kloroform tambahkan 10 tetes Hubl jod reagen (larutan jod dalam alcohol mengandung sedikit HgCl2). Kloroform-nya memperoleh warna merah muda yang disebabkan adanya jod bebas. Bagilah larutan kedalam 4 tabung : Tabung 1 tambahkan minyak kelapa sedikit demi sedikit sampai warna merah tepat hilang. Tabung 2 minyak kacang Tabung 3 minyak wijen Tabung 4 lemak binatang = Pada tabung 1 berisi minyak kelapa yang mempunyai sifat paling tidak jenuh diantara minyak yang lainnya sehingga lipi menjadi mudah teroksidasi.

3. Percobaan akrolein Siapkan 2 tabung reaksi kering, tabung 1 diisi dengan 3 tetes gliserol dan tabung kedua dengan 3 tetes minyak. Masing-masing ditambahkan

dengan Kristal KHSO4 setebal 1cm, Panaskan dengan hati-hati lalu tabung manakah yang baunya merangsang? = tabung yang mempunyai bau merangsang ada pada tabung dengan isi gliserol karena dapat membentuk akrolein, sedangkan untuk tabung yang berisi minyak tidak terbentuk akrolein sehingga tidak didapatkan bau menyengat. Rumus akrolein CH HC O Ch2

4. Grease spot test Padamkan semua api karena eter mudah terbakar! Zat yang akan diperiksa digojog dengan 4cc eter dalam tabung reaksi dan biarkan agar lapisan eter keluar. Lapisan eter dipindahkan dalam cawan porselin kering. Biarkan eter menguap , lalu usaplah cawan porselen dengan kertas biasa. = Didapatkan kertas menjadi transparan karena minya bereaksi dengan selulosa kertas menyebabkan pori-pori kertas membesar dan transparan.

5. Percobaan Salkowski Larutkan sedikit kolesterol kedalam 2cc kloroform, tambahkan 2cc asam sulfat pekat, gojoglah hatihati, lapisan asam sulfat berfluoresensi hijau dan kloroform berwarna merah kebiruan sampai merah cerah dan ungu. = percobaan ini guna untuk megunci steroid yang tersusun oleh kunci penantren dan dihidrogenantren. Kloroform digunakan sebagai pelarut kolesterol sebagai sumber sterol dan H2So4 sebagai oksidator. Adanya warna ungu berasal dari kloroform ditambah dengan kolesterol.

6. Kelarutan Cu(OH)2

Buatlah Cu(OH)2 dengan cara mencampur CuSo4 dan NaOH, tambahkan sedikit gliserol pada presipitat yang tersuspensi. = bercampurnya CuSO4 dengan NaOH akan berubah warna menjadi warna biru.