Anda di halaman 1dari 4

Laporan Praktikum Struktur dan Fungsi Subseluler

Tanggal PJP Asisten

: 26 Maret 2012 : Ramdan Hidayat, M.Si. : Didit Haryadi Elsa May Susanti Tati Husniyati

FRAKSINASI SUBSELULER (ISOLASI FRAKSI INTI DAN ISOLASI FRAKSI MITOKONDRIA)


Kelompok : 4 B Rony Masri Ramadana (G84100032) Yuliana (G84100042) Tiara Dwicahyani (G84100053) Yuli Capriyanti (G84100066)

DEPARTEMEN BIOKIMIA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM INSTITUT PERTANIAN BOGOR BOGOR 2012

PENDAHULUAN

Fraksinasi subselular adalah pemecahan sel melalui homogenisasi dan pemisahan organel-organel dari satu jenis dengan lainnya menggunakan alat sentrifus. Bentuk sederhana dari sentrifus terdiri dari rotor dengan lubang untuk memasukkan wadah atau tabung berisi cairan dan sebuah motor untuk memutar rotor pada kecepatan yang dikehendaki (Anwar dan Hendra 1989). Prinsip kerja dari sentrifus adalah memfraksinasi organel-organel dalam suspensi sesuai dengan densitasnya. Kerja sentrifus untuk memfraksinasi suspensi didasarkan pada pengaturan pergerakan dan kecepatan rotor maupun suhu dalam sentrifus. Langkah awal untuk melakukan fraksinasi subseluler adalah

menhomogenisasi sampel. Homogenat yang dihasilkan dari homogenisasi selanjutnya disentrifugasi menggunakan sentrifugasi diferensial kecepatan tinggi berpendingin untuk memisahkan komponen sel hati tikus menjadi fraksi-fraksi tertentu berdasarkan perbedaan densitasnya. Sentrifugasi pada percobaan ini dilakukan secara bertahap sampai diperoleh fraksi inti dan fraksi mitokondria. Hati tikus digunakan dalam percobaan kali ini. Hati merupakan organ yang sangat penting dalam kehidupan. Hati terbagi menjadi lobus kanan dan kiri. Fungsi hati yaitu sekresi, metabolisme, penyimpanan detoksifikasi, produksi panas, dan penyimpan darah. Hati tikus yang digunakan mengandung organel seperti mitokondria yang berfungsi sebagai pembangkit tenaga sel karena dapat memproduksi energi dalam bentuk ATP (Sloane 2003). Mitokondria mempunyai dua lapis membran yaitu membran luar dan membran dalam. Membran dalam berlekuk-lekuk yang disebut Krista dan membran luar membatasi bagian dalam dengan matriks sel. Mitokondria memiliki DNA sendiri yang dikenal dengan mtDNA (Campbell 2002). Organ hati digunakan dalam praktikum ini disebabkan karena organ hati memiliki sel yang baik dan mempunyai metabolisme yang baik (Sloane 2003). Membran plasma dihancurkan karena membran plasma adalah penyusun utama membrane sel itu yaitu lipid, protein, juga karbohidrat. Tikus yang digunakan yaitu tikus jantan karena lebih mudah dianalisa dan kandungan hatinya lebih banyak dibandingkan dengan tikus betina.

Hasil dan pembahasan Tabel 1. Hasil isolasi fraksi inti Meja Bobot tabung kosong (gram) 1 6.31 2 6.31 3 7.64 4 15.69 5 16.59 6 16.8351 7 16.8351 Contoh perhitungan : Bobot tabung+isi (gram) 7.97 18 8.29 35.25 37.46 36.28 43.60 Bobot fraksi inti ( gram) 1.66 11.69 0.65 19.56 20.87 19.4449 26.7469

Bobot inti = (bobot tabung+isi)- bobot tabung kosong = 35.25 gram -15.69 gram =19.56 gram Tabel 2. Hasil isolasi fraksi mitokondria Meja Bobot tabung kosong (gram) 1 16.26 2 15.7334 3 16.35 4 15.69 5 16.59 6 15.43 7 16.8351 Contoh perhitungan : Bobot tabung+isi (gram) 19.07 16.41 19.07 17.54 32.96 16.89 16.87 Bobot mitokondria (gram) 2.81 0.6766 2.72 1.85 16.37 1.46 0.0349

Bobot inti = (bobot tabung+isi) bobot tabung kosong = 17.54 gram 15.69 gram = 1.85 gram