Anda di halaman 1dari 16

Taksonomi Bloom

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Taksonomi Bloom merujuk pada taksonomi yang dibuat untuk tujuan pendidikan. Taksonomi ini pertama kali disusun oleh Benjamin S. Bloom pada tahun 1956. Dalam hal ini, tujuan pendidikan dibagi menjadi beberapa domain (ranah, kawasan) dan setiap domain tersebut dibagi kembali ke dalam pembagian yang lebih rinci berdasarkan hirarkinya. Tujuan pendidikan dibagi ke dalam tiga domain, yaitu: 1. Cognitive Domain (Ranah Kognitif), yang berisi perilaku-perilaku yang menekankan aspek intelektual, seperti pengetahuan, pengertian, dan keterampilan berpikir. 2. Affective Domain (Ranah Afektif) berisi perilaku-perilaku yang menekankan aspek perasaan dan emosi, seperti minat, sikap, apresiasi, dan cara penyesuaian diri. 3. Psychomotor Domain (Ranah Psikomotor) berisi perilaku-perilaku yang menekankan aspek keterampilan motorik seperti tulisan tangan, mengetik, berenang, dan mengoperasikan mesin. Beberapa istilah lain yang juga menggambarkan hal yang sama dengan ketiga domain tersebut di antaranya seperti yang diungkapkan oleh Ki Hajar Dewantoro, yaitu: cipta, rasa, dan karsa. Selain itu, juga dikenal istilah: penalaran, penghayatan, dan pengamalan. Dari setiap ranah tersebut dibagi kembali menjadi beberapa kategori dan subkategori yang berurutan secara hirarkis (bertingkat), mulai dari tingkah laku yang sederhana sampai tingkah laku yang paling kompleks. Tingkah laku dalam setiap tingkat diasumsikan menyertakan juga tingkah laku dari tingkat yang lebih rendah, seperti misalnya dalam ranah kognitif, untuk mencapai pemahaman yang berada di tingkatan kedua juga diperlukan pengetahuan yang ada pada tingkatan pertama.

Domain Kognitif
Bloom membagi domain kognisi ke dalam 6 tingkatan. Domain ini terdiri dari dua bagian: Bagian pertama berupa adalah Pengetahuan (kategori 1) dan bagian kedua berupa Kemampuan dan Keterampilan Intelektual (kategori 2-6)

Pengetahuan (Knowledge)
Berisikan kemampuan untuk mengenali dan mengingat peristilahan, definisi, fakta-fakta, gagasan, pola, urutan, metodologi, prinsip dasar, dsb. Sebagai contoh, ketika diminta menjelaskan manajemen kualitas, orang yg berada di level ini bisa menguraikan dengan baik definisi dari kualitas, karakteristik produk yang berkualitas, standar kualitas minimum untuk produk,

Aplikasi (Application)
Di tingkat ini, seseorang memiliki kemampuan untuk menerapkan gagasan, prosedur, metode, rumus, teori, dsb di dalam kondisi kerja. Sebagai contoh, ketika diberi informasi tentang penyebab meningkatnya reject di produksi, seseorang yg berada di tingkat aplikasi akan mampu merangkum dan menggambarkan penyebab turunnya kualitas dalam bentuk fish bone diagram.

Analisis (Analysis)
Di tingkat analisis, seseorang akan mampu menganalisis informasi yang masuk dan membagi-bagi atau menstrukturkan informasi ke dalam bagian yang lebih kecil untuk mengenali pola atau hubungannya, dan mampu mengenali serta membedakan faktor penyebab dan akibat dari sebuah skenario yg rumit. Sebagai contoh, di level ini seseorang akan mampu memilah-milah penyebab meningkatnya reject, membanding-bandingkan tingkat keparahan dari setiap penyebab, dan menggolongkan setiap penyebab ke dalam tingkat keparahan yg ditimbulkan. bagus banget Zuljalal Aziz (bicara) 12 Desember 2011 20.56 (UTC)

Sintesis (Synthesis)
Satu tingkat di atas analisis, seseorang di tingkat sintesa akan mampu menjelaskan struktur atau pola dari sebuah skenario yang sebelumnya tidak terlihat, dan mampu mengenali data atau informasi yang harus didapat untuk menghasilkan solusi yg dibutuhkan. Sebagai contoh, di tingkat ini seorang manajer kualitas mampu memberikan solusi untuk menurunkan tingkat reject di produksi berdasarkan pengamatannya terhadap semua penyebab turunnya kualitas produk.

Evaluasi (Evaluation)
Dikenali dari kemampuan untuk memberikan penilaian terhadap solusi, gagasan, metodologi, dsb dengan menggunakan kriteria yang cocok atau standar yg ada untuk memastikan nilai efektivitas atau

manfaatnya. Sebagai contoh, di tingkat ini seorang manajer kualitas harus mampu menilai alternatif solusi yg sesuai untuk dijalankan berdasarkan efektivitas, urgensi, nilai manfaat, nilai ekonomis, dsb

Domain Afektif
Pembagian domain ini disusun Bloom bersama dengan David Krathwol.

Penerimaan (Receiving/Attending)
Kesediaan untuk menyadari adanya suatu fenomena di lingkungannya. Dalam pengajaran bentuknya berupa mendapatkan perhatian, mempertahankannya, dan mengarahkannya.

Tanggapan (Responding)
Memberikan reaksi terhadap fenomena yang ada di lingkungannya. Meliputi persetujuan, kesediaan, dan kepuasan dalam memberikan tanggapan.

Penghargaan (Valuing)
Berkaitan dengan harga atau nilai yang diterapkan pada suatu objek, fenomena, atau tingkah laku. Penilaian berdasar pada internalisasi dari serangkaian nilai tertentu yang diekspresikan ke dalam tingkah laku.

Pengorganisasian (Organization)
Memadukan nilai-nilai yang berbeda, menyelesaikan konflik di antaranya, dan membentuk suatu sistem nilai yang konsisten.

Karakterisasi Berdasarkan Nilai-nilai (Characterization by a Value or Value Complex)


Memiliki sistem nilai yang mengendalikan tingkah-lakunya sehingga menjadi karakteristik gayahidupnya.

Domain Psikomotor
Rincian dalam domain ini tidak dibuat oleh Bloom, tapi oleh ahli lain berdasarkan domain yang dibuat Bloom.

Persepsi (Perception)
Penggunaan alat indera untuk menjadi pegangan dalam membantu gerakan.

Kesiapan (Set)
Kesiapan fisik, mental, dan emosional untuk melakukan gerakan.

Guided Response (Respon Terpimpin)


Tahap awal dalam mempelajari keterampilan yang kompleks, termasuk di dalamnya imitasi dan gerakan coba-coba.

Mekanisme (Mechanism)
Membiasakan gerakan-gerakan yang telah dipelajari sehingga tampil dengan meyakinkan dan cakap.

Respon Tampak yang Kompleks (Complex Overt Response)


Gerakan motoris yang terampil yang di dalamnya terdiri dari pola-pola gerakan yang kompleks.

Penyesuaian (Adaptation)
Keterampilan yang sudah berkembang sehingga dapat disesuaikan dalam berbagai situasi.

Penciptaan (Origination)
Membuat pola gerakan baru yang disesuaikan dengan situasi atau permasalahan tertentu.

TAKSONOMI BLOOM DAN KERANGKA KERJA QUELLMALZ Menurut Jenny Bashiruddin, penalaran merupakan suatu proses berfikir dalam menarik kesimpulan yang berupa pengetahuan. Kegiatan berfikir dan bukan dengan perasaan. Kegiatan berfikir yang mempunyai karakteristik tertentu dalam menemukan kebenaran. Ciri-ciri penalaran : proses berfikir logis dan bersifat analisis. Menurut I Wayan Santyasa, reasoning atau penalaran merupakan aktivitas atau prosesproses berpikir. Proses berpikir merupakan seperangkat operasi mental, yang meliputi: pembentukan konsep, pembentukan prinsip, pemahaman, pemecahan masalah, pengambilan keputusan, dan penelitian. Proses-proses tersebut pada umumnya saling tumpang tindih satu dengan yang lainnya. Proses-proses pembentukan konsep, pembentukan prinsip, dan pemahaman merupakan proses-proses pengkonstruksian pengetahuan. Proses-proses pemecahan masalah, pengambilan keputusan, dan penelitian merupakan aplikasi konsep, prinsip, dan pemahaman. Reasoning merupakan bagian berpikir yang berada di atas level retention ataurecall (retensi atau memanggil). Reasoning meliputi: basic thinking, critical thinking, dan creative thinking. Hubungan antara retention dan reasoningdapat dilukiskan seperti pada Gambar 1. Pada gambar tersebut, reasoningmeliputi basic thinking dan higher-order thinking skills. Higher-order thinking skills meliputi critical dan creative thinking. Dari kedua pengertian diatas maka dapat disimpulkan bahwa penalaran adalah proses kemampuan berfikir seseorang untuk mendapatkan suatu pengetahuan baru dengan cara melogikakan konsep-konsep yang diketahuinya berdasarkan bukti-bukti yang ada dan mengkontradiksikan dengan pengetahuan yang sebelumnya. Taksonomi Bloom merujuk pada taksonomi yang dibuat untuk tujuanpendidikan. Taksonomi ini pertama kali disusun oleh Benjamin S. Bloom pada tahun 1956. Taksonomi berasal dari bahasa Yunani tassein berarti untuk mengklasifikasi dan nomos yang berarti aturan. Atau dengan kata lain, taksonomi berarti klasifikasi berhirarki dari sesuatu atau prinsip yang mendasari klasifikasi. Semua hal yang bergerak, benda diam, tempat, dan kejadian sampai pada kemampuan berpikir dapat diklasifikasikan menurut beberapa skema taksonomi. Mengacu pada Taksonomi Bloom ini, tujuan pendidikan dibagi menjadi beberapadomain (ranah, kawasan) dan setiap domain tersebut dibagi kembali ke dalam pembagian yang lebih rinci berdasarkan hirarkinya. Tujuan pendidikan dibagi ke dalam tiga domain, yaitu: 1. Cognitive Domain (Ranah Kognitif), yang berisi perilaku-perilaku yang menekankan aspek intelektual, seperti pengetahuan, pengertian, dan keterampilan berpikir. 2. Affective Domain (Ranah Afektif) berisi perilaku-perilaku yang menekankan aspek perasaan dan emosi, seperti minat, sikap, apresiasi, dan cara penyesuaian diri. 3. Psychomotor Domain (Ranah Psikomotor) berisi perilaku-perilaku yang menekankan aspek keterampilan motorik seperti tulisan tangan, mengetik,berenang, dan mengoperasikan mesin. Beberapa istilah lain yang juga menggambarkan hal yang sama dengan ketiga domain tersebut di antaranya seperti yang diungkapkan oleh Ki Hajar Dewantoro, yaitu: cipta, rasa, dan karsa. Selain itu, juga dikenal istilah: penalaran, penghayatan, dan pengamalan. Dari setiap ranah tersebut dibagi kembali menjadi beberapa kategori dan subkategori yang berurutan secara hirarkis (bertingkat), mulai dari tingkah laku yang sederhana sampai tingkah laku yang paling kompleks. Tingkah laku dalam setiap tingkat diasumsikan menyertakan juga

tingkah laku dari tingkat yang lebih rendah, seperti misalnya dalam ranah kognitif, untuk mencapai pemahaman yang berada di tingkatan kedua juga diperlukan pengetahuan yang ada pada tingkatan pertama. Domain Kognitif Hampir semua penelitian tentang berfikir tingkat tinggi dipusatkan pada kognitif taksonomi Bloom. Kerangka kerjanya menekankan pada persepsi bahwa berpikir dapat dibagi ke dalam enam tingkatan operasi kognitif, dimulai dari tingkatan terendah sampai ke tingkatan tertinggi. Domain ini terdiri dari dua bagian: bagian pertama berupa pengetahuan (kategori 1) dan bagian kedua berupa kemampuan dan keterampilan intelektual (kategori 2-6). Keenam tingkatan tersebut terdiri dari pengetahuan, pemahaman, analisa, aplikasi, sintesa, dan evaluasi. Ranah kognitif meliputi fungsi memproses informasi, pengetahuan dan keahlian mentalitas. Ranah kognitif menggolongkan dan mengajarkan keahlian berpikir yang menggambarkan tujuan yang diharapkan. Proses berpikir mengekspresikan tahap-tahap kemampuan yang harus dikuasai siswa sehingga dapat menunjukan kemampuan mengolah pikirannya sehingga mampu mengaplikasikan teori ke dalam perbuatan. Mengubah teori ke dalam keterampilan terbaiknya sehingga dapat menghasilkan sesuatu yang baru sebagai produk inovasi pikirannya. Untuk lebih mudah memahami taksonomi bloom, maka dapat dideskripsikan dalam dua pernyataan di bawah ini. Memahami sebuah konsep berarti dapat mengingat informasi atau ilmu mengenai konsep itu. Seseorang tidak akan mampu mengaplikasikan ilmu dan konsep jika tanpa terlebih dahulu memahami isinya. Guru yang akan menilai dimensi berpikir siswa dianjurkan untuk mengajukan pertanyaan yang mencerminkan bermacam-macam tingkatan ranah kognitif dari taksonomi bloom, disajikan pada tabel 1. Tabel 1. Taksonomi Bloom Ranah Kognitif Tingkatan Definisi Contoh kata kunci Contoh persoalan Mendaftar, label, namaDaftarlah namaPengetahuan(knowledge) Dapat mengingat istilah, fakta, prosedur, garis besar, meniru, nama dari karakter keterhubungan, konsep menetapkan, utama dalam cerita (tingkat yang paling menggambarkan itu? rendah) Pemahaman Mengerti maksud Jelaskan, tafsirkan, Apa ide utama dari materi yang dipelajari, nyatakan kembali, cerita itu? dapat menafsirkan, terjemahkan, uraikan manyatakan kembali dengan kata-kata dalam kata-kata sendiri sendiri, merangkum (satu langkah di atas mengingat pengetahuan)

(comprehension)

Aplikasi(application)

Dapat menggunakan Perlihatkan, Penggunaan apa materi yang dipelajari manipulasikan, yang anda ketahui dalam novel, hubungan operasikan, mengubah,tentang struktur dari dengan dunia nyata menggunakan, cerita yang dibaca (memperlihatkan suatu menghasilkan di kelas, tulis

tingkatan yang lebih tingi dari pengertian melalui pemahaman) Analisa(analysis) Mengerti tentang Membagi, beberapa komponen membedakan, bagian dari sesuatu dan mengkategorikan, dapat mengkategorikan mengklasifikasikan, unsur-unsur melalui menguraikan cara-cara yang bijaksana dan bagaimana mengelompokkannya dengan tepat Dapat Mengkombinasikan, mengkombinasikan menghubungkan, pengetahuan, konsep- mengkategorikan, konsep dan pengertian menyusun kembali yang terpisah ke dalam suatu kesatuan dan novel yang utuh Dapat mempertimbangkan nilai atau keputusan dengan mengaplikasikan kriteria yang tepat dalam suatu cara yang logis Menilai, menghargai, mengembangkan, membenarkan, menggantungkan

sebuah cerita baru karanganmu sendiri

Uraikan cerita itu dalam beberapa bagian, lukiskan bagaimana hubungan mereka

Sintesa(synthesis)

Melalui cerita itu, tentang ikan paus, apa yang kamu perkirakan tentang populasi ikan paus dibumi pada waktu yang akan datang? Apakah ini suatu cerita yang baik menurut opinimu? Mengapa?

Evaluasi(evaluation)

Keenam taksonomi bloom tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut: 1. Pengetahuan (Knowledge) Berisikan kemampuan untuk mengenali dan mengingat peristilahan, definisi, fakta-fakta, gagasan, pola, urutan, metodologi, prinsip dasar. Sebagai contoh, ketika diminta menjelaskan manajemen kualitas, orang yang berada di level ini bisa menguraikan dengan baik definisi dari kualitas, karakteristik produk yang berkualitas, standar kualitas minimum untuk produk tersebut. 2. Pemahaman (Comprehension) Dikenali dari kemampuan untuk membaca dan memahami gambaran, laporan, tabel, diagram, arahan, peraturan. Sebagai contoh, orang di level ini bisa memahami apa yang diuraikan dalam fish bone diagram dan pareto chart. 3. Aplikasi (Application) Di tingkat ini seseorang memiliki kemampuan untuk menerapkan gagasan, prosedur, metode, rumus, teori di dalam kondisi kerja. Sebagai contoh, ketika diberi informasi tentang penyebab

meningkatnya reject di produksi, seseorang yang berada di tingkat aplikasi akan mampu merangkum dan menggambarkan penyebab turunnya kualitas dalam bentuk fish bone diagram. 4. Analisis (Analysis) Di tingkat analisis, seseorang akan mampu menganalisa informasi yang masuk dan membagibagi atau menstrukturkan informasi ke dalam bagian yang lebih kecil untuk mengenali pola atau hubungannya, dan mampu mengenali serta membedakan faktor penyebab dan akibat dari sebuah skenario yang rumit. Sebagai contoh, di level ini seseorang akan mampu memilahmilah penyebab meningkatnya reject, membanding-bandingkan tingkat keparahan dari setiap penyebab, dan menggolongkan setiap penyebab ke dalam tingkat keparahan yang ditimbulkan. 5. Sintesis (Synthesis) Satu tingkat di atas analisa, seseorang di tingkat sintesa akan mampu menjelaskan struktur atau pola dari sebuah skenario yang sebelumnya tidak terlihat, dan mampu mengenali data atau informasi yang harus didapat untuk menghasilkan solusi yang dibutuhkan. Sebagai contoh, di tingkat ini seorang manajer kualitas mampu memberikan solusi untuk menurunkan tingkat reject di produksi berdasarkan pengamatannya terhadap semua penyebab turunnya kualitas produk. 6. Evaluasi (Evaluation) Dikenali dari kemampuan untuk memberikan penilaian terhadap solusi, gagasan, metodologi dengan menggunakan kriteria yang cocok atau standar yang ada untuk memastikan nilai efektivitas atau manfaatnya. Sebagai contoh, di tingkat ini seorang manajer kualitas harus mampu menilai alternatif solusi yang sesuai untuk dijalankan berdasarkan efektivitas, urgensi, nilai manfaat, dan nilai ekonomis. Taksonomi bloom tersebut dapat dilihat melalui gambar berikut. Gambar 2. Tingkatan Kognitif Taksonomi Bloom. Konsep tersebut mengalami perbaikan seiring dengan perkembangan dan kemajuan zaman serta teknologi. Anderson dan Krathwhol merevisi taksonomi Bloom yang dipublikasikan pada tahun 2001 dengan nama revisi taksonomi bloom. Dalam revisi ini ada perubahan kata kunci, pada kategori dari katabenda menjadi kata kerja. Masing-masing kategori masih diurutkan secara hirarkis, dari urutan terendah ke yang lebih tinggi. Pada ranah kognitif kemampuan berpikir analisis dan sintesis diintegrasikan menjadi analisissaja. Dari jumlah enam kategori pada konsep terdahulu tidak berubah jumlahnya karena Anderson memasukan katogori baru yaitu creating (berkreasi) yang sebelumnya tidak ada. Gambar 3. Revisi Taksonomi Bloom oleh Anderson dan Krathwhol (2001) Setiap kategori dalam revisi taksonomi bloom terdiri dari subkategori yang memiliki kata kunci berupa kata yang berasosiasi dengan kategori tersebut. Kata-kata kunci itu seperti terurai di bawah ini sebagai dimensi proses kognitif, yaitu: 1. Mengingat (remember) : menyebutkan, mengidentifikasi, menamai, menempatkan, mengulangi, dan menemukan kembali. 2. Memahami (understand) : menafsirkan, meringkas, mengklasifikasikan, membandingkan, menjelaskan, dan menjabarkan. 3. Menerapkan (apply) : melaksanakan, menggunakan, menjalankan, melakukan, mempraktekan, memilih, menyusun, memulai, menyelesaikan, dan mendeteksi.

4. Menganalisis (analyze) : menguraikan, membandingkan, mengorganisir, menyusun ulang, mengubah struktur, mengkerangkakan, menyusun outline, membedakan, menyamakan, membandingkan, dan mengintegrasikan. 5. Mengevaluasi (evaluate) : menyusun hipotesis, mengkritik, memprediksi, menilai, menguji, membenarkan, dan menyalahkan. 6. Berkreasi (create) : merancang, membangun, merencanakan, memproduksi, menemukan, membaharui, menyempurnakan, memperkuat, memperindah, dan mengubah. B. Domain Afektif Pembagian domain ini disusun Bloom bersama dengan David Krathwol. 1. Penerimaan (Receiving/Attending). Kesediaan untuk menyadari adanya suatu fenomena di lingkungannya. Dalam pengajaran bentuknya berupa mendapatkan perhatian, mempertahankannya, dan mengarahkannya. 2. Tanggapan (Responding). Memberikan reaksi terhadap fenomena yang ada di lingkungannya. Meliputi persetujuan, kesediaan, dan kepuasan dalam memberikan tanggapan. 3. Penghargaan (Valuing). Berkaitan dengan harga atau nilai yang diterapkan pada suatu objek, fenomena, atau tingkah laku. Penilaian berdasar pada internalisasi dari serangkaian nilai tertentu yang diekspresikan ke dalam tingkah laku. 4. Pengorganisasian (Organization). Memadukan nilai-nilai yang berbeda, menyelesaikan konflik di antaranya, dan membentuk suatu sistem nilai yang konsisten. 5. Karakterisasi Berdasarkan Nilai-nilai (Characterization by a Value or Value Complex). Memiliki sistem nilai yang mengendalikan tingkah-lakunya sehingga menjadi karakteristik gaya hidupnya. Gambar 4. Domain Afektif Bloom C. Domain Psikomotor Rincian dalam domain ini tidak dibuat oleh Bloom, tapi oleh ahli lain berdasarkan domain yang dibuat Bloom. Bloom pernah bekerja pada domain ini, dan ada beberapa usaha untuk menyelesaikannya. Salah satu versi sederhana telah diusulkan oleh Dave (1975) cocok dengan model pengembangan keterampilan dikemukakan oleh Reynolds (1965), dan juga menarik perhatian pada peran fundamental imitasi dalam akuisisi keterampilan. 1. Imitasi (Imitation) Salinan tindakan lain, misalnya: mengamati dan mereplikasi menonton guru atau pelatih dan tindakan yang diulangi, proses atau menyalin kegiatan, mengikuti, replikasi, mengulangi, dan mematuhi. 2. Manipulasi (Manipulation) Mereproduksi aktivitas dari instruksi atau memori dalam melaksanakan tugas dari instruksi tertulis atau lisan untuk kembali membuat, membangun, melakukan, melaksanakan, dan menerapkan. 3. Ketelitian (Precision)

Melaksanakan keterampilan andal, independen dalam melakukan tugas atau kegiatan dengan keahlian dan berkualitas tinggi tanpa bantuan atau instruksi, dapat menunjukkan aktivitas untuk siswa yang lain, dapat menunjukkan dengan lengkap, sempurna, kalibrasi, dan kontrol. 4. Artikulasi (Articulation) Beradaptasi dan mengintegrasikan keahlian untuk memenuhi tujuan non-standar yang berhubungan dan menggabungkan kegiatan terkait untuk mengembangkan metode yang beragam, mengatasi, menggabungkan, mengkoordinasikan, mengintegrasikan, beradaptasi, mengembangkan, merumuskan, dan memodifikasi. 5. Naturalisasi (Naturalisation) Penguasaan aktivitas yang sadar dan keterampilan terkait di tingkat strategis untuk menentukan tujuan, pendekatan dan strategi yang digunakan dalam kegiatan untuk memenuhi kebutuhan strategis desain, mengelola, menciptakan, dan mengelola proyek. Gambar 5. Domain Psikomotor Dave (1975) 1. Kerangka Kerja Quellmalz Quellmalz (1987) memberikan kita visi lain yang sangat baik dari proses penalaran. Proses berfikir yang dikemukan oleh Quellmalz relatif sederhana, gamblang, sangat mudah untuk dianalisa dan dipakai oleh guru dan siswa. Setelah mengkaji kerangka kerja pendidikan, psikologi dan kerangka filsafat yang disajikan dalam literatur profesional selama beberapa dekade, Quellmalz menemukan bahwa hal tersebut memiliki elemen-elemen dasar: ingatan, analisa, perbandingan, kesimpulan, dan penilaian. Dari semua uraian yang dipelajari, dilaporkan bahwa pengoperasian prinsip dalam belajar tidak ada yang isinya bebas berfikir, semua penalaran dan pemecahan masalah bersumber dari dasar ilmu pengetahuan. Tanpa pengetahuan prasyarat, tidak ada masalah yang dapat diselesaikan. Sehingga dimulai dengan mengingat recall sebagai masukan pertama dalam kerangka kerja Quellmalz. Quellmalz menemukan banyak mahasiswa menggunakan definisi: Pemikiran analitis (analytical thinking), yaitu pemikiran yang berkenaan dengan isi dan komponen suatu benda Pemikiran perbandingan (comparative thinking), yaitu pemikiran yang berkenaan dangan persamaan dan perbedaan diantara benda-benda Pemikiran inferensial (inferential thinking), yaitu suatu pengertian yang berkenaan dengan pemikiran induktif dan deduktif Pemikiran penilaian (evaluative thinking), yaitu pengungkapan dan mempertahankan pendapat atau pandangan Empat jenis penalaran diluar mengingat memerlukan penerapan pengetahuan, semua penalaran dan pemecahan masalah timbul dari dasar pengetahuan tersebut. Dan perlu diingat, dasar pengetahuan yang sesuai dapat diambil melalui memori atau melalui penggunaan bahan-bahan referensi. Analisis, sebagaimana didefinisikan dalam kerangka ini, lebih dari sekadar membaca hafalan dari daftar hafal komponen. Melibatkan reflektif restrukturisasi pengetahuan dalam cara-cara baru. Perbandingan dapat berupa perbandingan antara persamaan atau perbedaan. Perbandingan kompleks membutuhkan analisis dari hal-hal yang akan dibandingkan untuk mengetahui unsurunsur yang sama. Pertanyaan inferensi mempunyai satu atau lebih jawaban yang benar. Penanya dapat mengantisipasi kesimpulan atau serangkaian kesimpulan di awal. Mungkin ada lebih dari satu kesimpulan yang dipertahankan, tetapi kemungkinan susunannya terbatas. Penanya harus

mengetahui susunannya sebelum mengajukan pertanyaan. Dalam hal ini, dikatakan bahwa kita harus selalu tetap terbuka terhadap kemungkinan siswa yang keluar. Mungkin mereka datang dengan kesimpulan yang dipertahankan dengan kuat dan kita tidak mempertimbangkannya. Ketika hal ini terjadi, mereka harus diberi penghargaan untuk wawasan mereka. Pemeriksaan penilaian selalu meminta siswa untuk mengekspresikan dan mempertahankan pendapat. Fokus penilaian bukanlah apakah siswa memegang pendapat yang benar, tetapi apakah mereka bisa mempertahankan pendapat yang mereka pegang. Singkatnya, penilai harus bertanya apakah mengajar dan belajar di kelas telah memiliki kriteria yang dapat diterapkan secara logis dalam menanggapi hal ini. Tabel 2. Kerangka Kerja Quellmalz Macam bentuk penalaran Proses Kognitif Contoh Kata-kata Contoh Masalah Pengetahuan dasar Defenisi, daftar, Dapatkah kamu Mengingat(Recall) utama label, nama, identitas mengemukakan kembali atau menguraikan dengan kata-kata sendiri ilmu pengetahuan yang utama Sebab-sebab yang Laporan, dibagi lagi, Unsur-unsur komponen Analisis(Analysis) berkenaan dengan kategori, perbedaan atau elemen-elemen apa isi bagian bahanyang penting? bahan atau Bagaimana setiap bagian komponen saling berhubungan secara keseluruhan Bagaimana semua hal itu Perbandingan(Comparis Sebab-sebab yang Membandingkan, berkenaan dengan memperlihatkan sama atau beda on) persamaan dan atau perbedaan yang perbedaan kontras, menghubungkan, membedakan Kesimpulan Sebab-sebab Antisipasi, meramal, Berikan apa yang anda induktif atau menduga, menarik ketahui, apa yang akan (Inference) deduktif kesimpulan, terjadi jika kita menyebabkan mengikutinya? Penilaian Mengungkapkan Menilai, Berdasarkan pendapatmu, dan menghakimi, mana yang merupakan (evaluation) mempertahankan menafsir dan jalan terbaik? Mengapa? pendapat atau mempertahankan pandangan Taksonomi Bloom : Mengembangkan Strategi Berpikir Berbasis TIK Submitted by admin on October 11, 2009 1:39 pm30 Comments | 16,173

Kajian Teori

Taksonomi berasal dari bahasa Yunani tassein berarti untuk mengklasifikasi dan nomos yang berarti aturan. Taksonomi berarti klasifikasi berhirarkhi dari sesuatu atau prinsip yang mendasari klasifikasi. Semua hal yang bergerak, benda diam, tempat, dan kejadian- sampai pada kemampuan berpikir dapat diklasifikasikan menurut beberapa skema taksonomi (http://en.wikipedia.org/wiki/Bloom%27s_Taxonomy). Konsep Taksonomi Bloom dikembangkan pada tahun 1956 oleh Benjamin Bloom, seorang psikolog bidang pendidikan. Konsep ini mengklasifikasikan tujuan pendidikan dalam tiga ranah, yaitu kognitif, afektif dan psikomotorik. Ranah kognitif meliputi fungsi memproses informasi, pengetahuan dan keahlian mentalitas. Ranah afektif meliputi fungsi yang berkaitan dengan sikap dan perasaan. Sedangkan ranah psikomotorik berkaitan dengan fungsi manipulatif dan kemampuan fisik. Ranah kognitif menggolongkan dan mengurutkan keahlian berpikir yang menggambarkan tujuan yang diharapkan. Proses berpikir mengekspresikan tahap-tahap kemampuan yang harus siswa kuasai sehingga dapat menunjukan kemampuan mengolah pikirannya sehingga mampu mengaplikasikan teori ke dalam perbuatan. Mengubah teori ke dalam keterampilan terbaiknya sehinggi dapat menghasilkan sesuatu yang baru sebagai produk inovasi pikirannya. Untuk lebih mudah memahami taksonomi bloom, maka dapat dideskripsikan dalam dua pernyataan di bawah ini: Memahami sebuah konsep berarti dapat mengingat informasi atau ilmu mengenai konsep itu. Seseorang tidak akan mampu mengaplikasikan ilmu dan konsep jika tanpa terlebih dahulu memahami isinya Konsep tersebut mengalami perbaikan seiring dengan perkembangan dan kemajuan jaman serta teknologi. Salah seorang murid Bloom yang bernama Lorin Anderson merevisi taksonomi Bloom pada tahun 1990. Hasil perbaikannya dipublikasikan pada tahun 2001 dengan nama Revisi Taksonomi Bloom. Dalam revisi ini ada perubahan kata kunci, pada kategori dari kata benda menjadi kata kerja. Masing-masing kategori masih diurutkan secara hirarkis, dari urutan terendah ke yang lebih tinggi. Pada ranah kognitif kemampuan berpikir analisis dan sintesis diintegrasikan menjadi analisis saja. Dari jumlah enam kategori pada konsep terdahulu tidak berubah jumlahnya karena Lorin memasukan kategori baru yaitu creating yang sebelumnya tidak ada. Gambar 1. Diagram Taksonomi Bloom

Setiap kategori dalam Revisi Taksonomi Bloom terdiri dari subkategori yang memiliki kata kunci berupa kata yang berasosiasi dengan kategori tersebut. Kata-kata kunci itu seperti terurai di bawah ini Mengingat : mengurutkan, menjelaskan, mengidentifikasi, menamai, menempatkan, mengulangi , menemukan kembali dsb. Memahami : menafsirkan, meringkas, mengklasifikasikan, membandingkan, menjelaskan, mebeberkan dsb. Menerapkan : melaksanakan, menggunakan, menjalankan, melakukan, mempraktekan, memilih, menyusun, memulai, menyelesaikan, mendeteksi dsb Menganalisis : menguraikan, membandingkan, mengorganisir, menyusun ulang, mengubah struktur, mengkerangkakan, menyusun outline, mengintegrasikan, membedakan, menyamakan, membandingkan, mengintegrasikan dsb. Mengevaluasi : menyusun hipotesi, mengkritik, memprediksi, menilai, menguji, mebenarkan, menyalahkan, dsb. Berkreasi : merancang, membangun, merencanakan, memproduksi, menemukan, membaharui, menyempurnakan, memperkuat, memperindah, menggubah dsb. Dalam berbagai aspek dan setelah melalui revisi, taksonomi Bloom tetap menggambarkan suatu proses pembelajaran, cara kita memproses suatu informasi sehingga dapat dimanfaat dalam kehidupan sehari-hari. Beberapa prinsip didalamnya adalah : Sebelum kita memahami sebuah konsep maka kita harus mengingatnya terlebih dahulu Sebelum kita menerapkan maka kita harus memahaminya terlebih dahulu Sebelum kita mengevaluasi dampaknya maka kita harus mengukur atau menilai Sebelum kita berkreasi sesuatu maka kita harus mengingat, memahami, mengaplikasikan, menganalisis dan mengevaluasi, serta memperbaharui Pentahapan berpikir seperti itu bisa jadi mendapat sanggahan dari sebagian orang. Alasannya, dalam beberapa jenis kegiatan, tidak semua tahap seperti itu diperlukan. Contohnya dalam menciptakan sesuatu tidak harus melalui penatahapan itu. Hal itu kembali pada kreativitas individu. Proses pembelajaran dapat dimulai dari tahap mana saja.

Namun, model pentahapan itu sebenarnya melekat pada setiap proses pembelajaran secara terintegrasi. Sebagian orang juga menyanggah pembagian pentahapan berpikir seperti itu karena dalam kenyataannya siswa seharusnya berpikir secara holistik. Ketika kemampuan itu dipisahpisah maka siswa dapat kehilangan kemampuannya untuk menyatukan kembali komponenkomponen yang sudah terpisah. Model penciptaaan suatu produk baru atau menyelesaian suatu proyek tertentu lebih baik dalam memberikan tantangan terpadu yang mendorong siswa untuk berpikir secara kritis. Psikomotorik Paradigma di masa lalu menjujung tinggi penguasan teoritis, kini menjujung tinggi nilainilai pragmatis. Keberhasilan belajar tidak hanya diukur dengan seberapa banyak materi yang dapat siswa kuasai, namun perlu dilanjutkan dengan seberapa terampil siswa menerapkan teori yang dikuasainya. Terampil menerapkan teori menjadi karya menjadi target utama belajar masa kini. Domain psikomotorik berbeda dengan menerapkan dalam domain kognitif. Dalam pengembangan kognitif menyangkut pengembangan kemampuan berpikir, sedangkan dalam domain psikomotor menurut Simpson, 1972, menyangkut keterampilan gerakan dan kordinasi secara fisik dalam menggunakan keterampilan fisik. Ukuran pengembangan keterampilan fisik adalah kecepatan, ketepatan, jarak, prosedur, atau teknik pelaksanaan. Tingkat penguasaan keterampilan terbagi dalam tujuh kategori, yaitu Mempersepsikan, yaitu keterampilan menggunakan berbagai isyarat sensor untuk melakukan aktivitas motorik seperti keterampilan menerjemahkan isyarat indra. Kata kunci yang digunakan dalam keterampilan ini ialah memilih, menggambarkan, mendetiksi, membedakan, mengidentifikasi, mengisolasi, dan menghubungkan. Menyiapkan; meningkatkan kesiapan fisik, mental, dan emosional untuk melakukan suatu tindakan. Kata kunci yang digunakan dalam keteramilan ini ailah; memulai, menyajikan, menerangkan, bergerak, menghasilkan, berkreasi, dan menyatakan. Menanggapi respon; tahap awal dalam keterampilan belajar yang kompleks adalah keterampilan meniru dan trial and error. Ketepatannya ditentukan latihan. Kata kunci yang digunakan adalah meng-copy, mengikuti jejak, memperbanyak, merespon, dan bereaksi. Mekanis, adalah tahap peralihan dalam belajar melalui pengembangan kebiasaan dan melakukan gerakan yang didukung dengan keyakinan dan rasa percaya diri. Kata kunci yang digunakan adalah merakit, mengkalibarasi, menbangun konstruksi, membongkar, menampilkan, mengikat, memperbaiki, memanaskan, memanipulasi,mengukur, mencampur, mengorganisasikan, memubuat sketsa. Mengembangkan respon yang kompleks. Keterampilan direfleksikan dalam gerak yang kompleks. Kemahiran ditunjukkan dengan kinerja yang cepat, akurat, sangat terkoordinasi, dan menggunakan energi minimal. Kategori ini termasuk melakukan kegiatan tanpa ragu-ragu, dan aksi otomatis. Contoh dalam bermain sepakbola yang menggunakan kata kunci; bertindak cepat, akurat, terkoordinasi. Adaptasi: Keterampilan yang dikembangkan dengan baik secara individu dapat memodifikasi pola pergerakan sesuai persyaratan khusus. Kata kunci yang digunakan menyesuaikan, menggubah, mengubah, menata kembali, mereorganisasi, merevisi, memvariasikan. Orisinalitas; membuat gerakan baru sehingga sesuai dengan keadaan tertentu. Pembelajaran menekankan pada pengembangan kreativitas yang berlandaskan keterampilan tinggi. Kata

kunci yang digunakan adalah menyusun, membangun, menggabungkan, mengarang, mengkonstruksi, menciptakan, mendesain, memulai, dan membuat. Untuk mengukur kompetensi siswa dalam ranah psikomotor dapat menggunakan format acuan penilai seperti di bawah ini.

Implementasi Berbasis TIK Mengimplementasikan TIK dalam belajar bisa dilihat dari domain kognitif maupun psikomotor.D bawah ini terdapat sejumlah batasan pada setiap level berpikir yang akan mendasari sistem pengelolaan pembelajaran berbasis teknologi informasi dan komunikasi. Merumuskan ide baru, produk, atau cara memandang Creating sesuatu. Menetapkan keputusan dari hasil penilaian atau penghitungan Evaluating atau melalui beberapa tahap pengujian Mengurai informasi ke dalam bagian lebih rinci, terkait satu Analysing dengan yang lain dan dapat dipahami. Applying Menerapkan informasi pada siatuasi yang berbeda Understanding Menjelaskan ide atau konsep Remembering Mengingat kembali informasi Mengingat (Remembering) Software/fasilitas No Kegiatan Pembelajaran Berbasis TIK pendukung Produk Word, Excell, Memberikan kode pada 1 Menamai file power point penamaan file Membuat bullet, pointing, Meringkas materi kedalam bentuk bullet colouring mengenai 2 pointing Power point, word, informasi penting Membookmarking/ Mengidentifikasi web dan nara sumber Mozilla firefox, favouritingweb atau nara 3 yang mendukung materi pelajaran internet explorer sumber terkait Mendaftar sebagai anggota di Menceritakan kembali topik diskusi yang situs jejaring sosial, situs 4 ada di situs jejaring sosial Facebook, twitter dagang 5 Menjelaskan ulang informasi dari internet Search engine : Melakukan pencarian data goolgle, yahoo, melalui search engine

msn Memahami (Understanding) No Kegiatan Pembelajaran Berbasis TIK Mengutarakan pendapat atas sebuah berita yang dimuat secara online Membedakan berbagai dokumen yang dimiliki berdasarkan mata pelajaran Software/fasilitas pendukung

(googling)

Mendiskusikan topik pelajaran tertentu

Menjelaskan ulang materi pelajaran ke dalam blog Menerjemahkan materi pelajaran 5 berbahasa asing dari internet Mengaplikasikan (Application) 4 No 1

Produk Memberikan komentar singkat dan catatan pada kompas.com; detik.com; artikel di web Mengklasifikasikan file, website dan bahan ke dalam Word, excel, powerpoint, folder Forum di internet (www.forumsains.com, / www.indoforum.org, Menyampaikan opini dalam /forum.detik.com) forum internet wordpress.com, blogspot.com, Laporan berupa catatan dan multiply.com tugas harian dalam blog Internet, google translate, Materi pelajaran dalam dua translation2.paralink.com bahasa

Mengaplikasikan 2 beberapa program Memodifikasi aplikasi 3 program Memainkan sebuah Web games online; games online berbasis 4 Menguji kemampuan daya nalar games.co.id, sudoku pendidikan Web, buku sejarah, Mengupload materi Menyusun fakta-fakta sejarah menjadi google, ziddu.com, /informasi ke dalam 5 sebuah kliping / catatan sejarah online rapidshare sebuah web Menganalisis (Analysing) Software/fasilitas No Kegiatan Pembelajaran Berbasis TIK pendukung Produk Mengintergrasikan beberapa sumber data Mengintegrasikan data, tabel, grafik Word, excel, visio, ke dalam satu 1 dan flow chart ke dalam sebuah artikel blog/web web/blog 2 Menghubungkan topik mata pelajaran Google, yahoo dan Menetapkan link web

Software/fasilitas Kegiatan Pembelajaran Berbasis TIK pendukung Menguji pemahaman materi pelajaran melalui e-learning Program e-learning Microsoft office Mengilustrasikan proses biologi dalam vissio, Power point, bentuk flow chart word Mengaplikasikan program excel untuk penyelesaian soal MIPA Excel

Produk Menjalankan sebuah program

yang berhubungan dengan materi yang search engine lainnya sedang dipelajari Google, yahoo, 3 wikipedia Biografi tokoh sains Memvalidasi ketelitian Mereview dan menilai informasi hasil dan kebenaran data 4 browsing Google, yahoo yang berasal dari web Mengorganisir data yang dimiliki sesuaiWeb, blog, pdf, mp2, Mengorganisir data 5 dengan mata pelajaran dan jenis file word, excel online Mengevaluasi (Evaluating) Software/fasilitas No Kegiatan Pembelajaran Berbasis TIK pendukung Produk Merekomendasikan web/sumber online Google, yahoo, web, Daftar dan link web 1 sebagai bahan belajar blog yang direkomendasi Mengomentari topic Mengkritisi sebuah topik yang sedang tertentu pada forum 2 dibahas Forum diskusi online diskusi Menilai kelayakan suatu karya untuk Memoderatori sebuah 3 ditampilkan ke publik Forum online sekolah, forum diskusi Membangun kolaborasi dan 4 Memantau kemajuan kolaborasi Web/blog/forum jaringan di situs social Menguji prosedur Menghitung efisiensi kerja sebuah kerja sebuah aplikasi 5 aplikasi program Excel, e-learning program Menciptakan (creating) Software/fasilitas No Kegiatan Pembelajaran Berbasis TIK pendukung Produk Mengembangkan kreasi dengan power point, Mengembangkan Menciptakan aplikasi program kreasi kreasi dengan 1 sederhana Power point, excel excel Mengembangkan animasi sederhana Menciptakan aplikasi multimedia untuk alat peraga 2 sederhana Adobe photoshop belajar 3 Medesain tampilan blog/website Webhosting gratis Website / blog pribadi pribadi (www.rumahweb.com, www.000webhost.com, www.webs.com ); blog yang dipelajari dengan informasi terupdate saat ini Menguraikan biografi tentang tokoh sains terkemuka

wordpress, blogspot Mengembangkan kerja sama mengembangkan Berkolaborasi menghasilkan suatu karya tulis bersama karya untuk dipublikasikan secara berbasis jaringan 4 online Internet, blog, website internet. Membuat rekaman kegiatan sekolah/ Podcast untuk karya dalam bentuk audio Software atau pemutar dipublikasikan secara 5 (podcasting) mp3, perekam audio, online Memiliki toko usaha 6 Merancang web/blog komersial Web, blog online Uraian di atas memberikan gambaran bahwa dalam kosep pendidikan moderen kompetensi siswa dirancang dalam ranah yaitu pengetahuan dan keterampilan. Hasil belajar siswa berupa kompetensi penguasaan ilmu pengetahuan dan keterampilan menerapkan ilmu pengetahuan. Pengetahuan diuji dengan alat ukur berupa soal-soal sebagai perangkat tes dan format acuan penilaian keterampilan dalam melaksanakan kegiatan, dalam proses belajar.