Anda di halaman 1dari 83

BAB I PENDAHULUAN 1.1.

Latar Belakang Air merupakan suatu kebutuhan yang tidak dapat ditinggalkan untuk kehidupan manusia karena air diperlukan untuk berbagai macam kegiatan seperti minum, pertanian, industri, perikanan, dan rekreasi. Air dapat diminum dapat diartikan sebagai air yang bebas dari bakteri yang berbahaya dari ketidak murnian secara kimiawi. Air yang kita minum dapat dijadikan minuman yang berkarbonasi atau lainnya. Salah satu perusaan besar yang bergerak dalam pengolahan minuman yang berkarbonasi atau minuman ringan adalah PT.Coca Cola Amatil Indonesia. Teknologi pembuatan minuman berkarbonasi ini terus berkembang, baik dari segi rasa ,variasi maupun dari segi aroma. Oleh karena itu pengendalian mutu air sangatlah penting terutama untuk pembuatan minuman ringan ini, karena kesadahan karbonat yang tinggi atau alkalinitas dapat menyebabkan minuman asam menjadi tidak lezat dan rasanya menjadi tawar. Kejernihan yang tinggi dari sebagian besar minuman ringan (soft drink) merupakan faktor penting dari pemasaran. Minuman ringan biasanya memenuhi kebutuhan orang dewasa akan kesegaran .Hampir semua bangsa atau kelompok social memproduksi minuman non alcohol yang diberi pemanis.Selain menghilangkan dahaga, jika diberikan tambahan gula akan kebutuhan energy tubuh biasanya diperoleh dari minuman ringan. Meski

komposisi bahan tidak dimaksudkan untuk memenuhi gizi tubuh, namun cairan yang terkandung didalamnya mampu memenuhi kebutuhan cairan dalam tubuh kita.Komposisi itu umumnya 86 99 % air murni. Selain air, tubuh juga memerlukan zat zat gizi untuk pertumbuhan, energi, dan kesehatan. Makanan dan minuman memenuhi kebutuhan terhadap zat zat gizi yang sangat penting seperti prorein, karbohidrat, lemak, vitamin, dan mineral. Sementara minuman ringan dengan pemanis gula mengandung karbohidrat sebagai sumber energi dan berfungsi sebagai menu tambahan yang menyegarkan. Minuman ringan sangat penting bagi semua orang disegala usia, baik saat bekerja maupun saat bermain. Minuman ringan akan menambah kenikmatan makanan kita, juga mampu menyegarkan perasaan dan pikiran kita saat melakukan aktivitas yang berat dan tegang. Di Indonesia minuman ringan ini mudah sekali diperoleh diberbagai tempat dan dikonsumsi oleh semua lapisan masyarakat dari berbagai latar belakang pendidikan dan pekerjaan ,sehingga produk ini telah menjadi bagian dari kehidupan sehari hari masyarakat. Dengan adanya konsumsi minuman ringan yang semakin luas maka dibutuhkan pengendalian mutu untuk menjaga mutu minuman standard. Industri minuman ringan memiliki potensi yang sangat besar untuk dikembangkan dengan jumlah konsumsi perkapita yang sangat rendah dan penduduk berusia muda yang sangat besar. Minuman ringan merupakan barang yang permintaan nya elastis terhadap harga, oleh karena itu berbagai upaya dilakukan agar harga produk produk minuman ringan tetap terjangkau.
2

1.2. Sejarah Perusahaan PT. Coca Cola Amatil Indonesia unit Medan merupakan salah satu perusaan yang bergerak dalam bidang produksi minuman berkarbonasi atau minuman ringan.Minuman ringan yang diproduksi berdasarkan cara pembotolannya dapat dikelompokkan menjadi dua bagian besar yaitu : 1. Sparkling Yaitu : Semua produk yang mengandung Co2

Contoh : Coca Cola ,Fanta (strawberry,anggur,melon,bluberry dan soda water),sprite,spirite ice.

2. Still Yaitu : semua produk yang tidak mengandung Co2

Contoh : Freastea jasmine, dan Freastea Green. Minuman ini ditemukan oleh seorang ahli farmasi dari Atlanta, Georgia, Amerika serikat yang bernama Dr. Jhon S.Pemberton pada awal bulan Mei tahun 1886. Minuman ini dibuat dengan cara mencampurkan suatu ramuan khusus dengan gula murni sehingga menjadi sirup yang beraroma segar dan berwarna keramel,kemudian dicampur dengan air murni. Minuman ini diberi nama oleh Frank M.Robinson seorang mitra usahanya yang merangkap sebagai akuntan dengan nama Coca Cola.Setahun

kemudian melalui rekanya Jacobs Pharmacy,Coca cola dijual untuk pertama kalinya.Spanduk yang bercat minyak dengan tulisan Drink Coca Cola dipasang segera didepan perusahaan Jacobs Pharmacy.Sejak penemuan itu, Coca Cola tumbuh menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat dunia.Coca Cola ini menjadi predikat sebagai Brand Of Century. Sebelum meninggal Dr.J.S.Pemberton ini pada tahun 1888 ia mewariskan penemuannya pada Assa Candler, seorang manajer ulung kemudian pada tahun 1892 ia mendirikan perusahaan yang bernama PT.CocaCola Company di Atlanta, Georgia.Amerika yang saat ini menjadi kantor pusat Coca -Cola seluruh dunia . Pada tahun 1894 minuman ini dikemas dalam kemasan botol ,yang ide nya ini dikemukakan pertama kalinya oleh joseph A.Biedenharn sebagai seorang pengusaha pembotolan,yang besal dari Vickbusrg, Misisipi. Ide menjual Coca Cola dalam kemasan disambut baik oleh dua pengusaha terkenal Tennese yang pada tahun 1899 mendirikan pabrik pembotolan pertama didunia. Pabrik yang dimodali penuh dari pengusaha tersebut memberikan consentrate atau bibit minuman dari Coca Cola Company lalu mencampur ramuan tersebut dengan gula murni, air steril dan gas Co2 sehingga menjadi minuman Coca Cola yang kemudian dikemas dalam botol. Inilah awal dari suatu sistem dagang yang unuk dalam sejarah perdagangan dunia disebut Franchised system (sistem waralaba ). Sistem waralaba ini adalah suatu kerja sama yang paling menguntungkan antara kedua perusahaan yaitu The Coca Cola Company
4

dan pabrik minuman yang sama sekali terpisah modal kepemilikan dan manajemennya. Sistem dagang ini berlaku untuk usaha Coca Cola diseluruh dunia yang mengikuti hamper 200 negara dengan tingkat konsumsi lebih dari 1 Milyar peti atau 483 milyar sajian produk Coca Cola dikonsumsi oleh masyarakat dunia. Pada tahun 1932 Coca cola mulai diperdagangkan di Indonesia oleh Nederlands Indische Mineral Water Fabriek Jakarta dibawah manajemen Bernie Vonings dari belanda. Setelah proklamasi kemerdekaan dan masuknya para pemegang saham keseluruh dunia,perusaan ini berganti nama menjadi Indonesia Beverages Limited (IBL).Tahun 1971 IBL menjalin kerja sama dengan tiga perusahaan jepang yaitu Mitsui Toatsu Chemical Inc.Mitsui & Co Ltd dan Mikuni Coca Cola Bottling, membentuk PT. Djaya Berages Bottling Company (DBBC). Pada tanggal 12 oktober 1993, Coca-Cola Amatil Limited (CCA), sebuah perusaan publik dari Australia yang merupakan perusaan pembotolan terbesar didunia untuk pabrikasi, distribusi dan pemasaran produk The Coca Cola Company mengambil alih kepemilikan DBBC dan berubah nama menjadi Coca Cola Amatil Indonesia. Sampai saat ini ada 11 pabrik pembotolan Coca Cola di Indonesia. CCA didukung oleh 10 pabrik pembotolan dan sekitar 9000karyawan melayani lebih dari 400.000 pelanggan diseluruh nusantara. sedangkan satu pabrik pembotolan dimanado ,masih berstatus pabrik yang independen.

The Coca Cola Company merupakan perusahaan asing yang berhasil di asia karena keunikan produk dan sistem pemasarannya serta

pemahamannya terhadap pasar dan budaya local.Sebelas pabrik pembotolan yang ada di Indonesia masing masing berlokasi diberbagai propinsi di Indonesia yaitu: 1. Tahun 1971 : PT.Djaya Beverages Bottling Company ,Jakarta 2. Tahun 1973 : PT .Braseries Del Indonesia ,Medan. 3. Tahun 1976 : PT.Tirtalina Bottling Company ,Surabaya. 4. Tahun 1976: PT.Coca Cola Van Java Bottling Company ,Semarang. 5. Tahun 1981: PT.Tirta Permata sari Bottling Company ,Ujung pandang. 6. Tahun 1983: PT.Tirta Mukti Indah Bottling Company ,Bandung. 7. Tahun 1985: PT.Tribina Jaya Nusantara Bottling Company ,Padang . 8. Tahun 1985: PT. Banyu Agung Sejahtera Bottling Company ,Denpasar. 9. Tahun 1985: PT. Swarna Dwipa Mekar Bottling Company ,Tanjung karang. 10. Tahun 1985 : PT.Bangun Wenang Beverages Company ,manado . 11. Tahun 1991 : PT.Eka Tiema Manunggal Bottling Company ,Banjarmasin. Pabrik pabrik diberi resensi untuk memproduksi oleh PT.Coca Cola Company di Atlanta Georgia ,Amerika serikat dimana perwakilannya

diindonesia adalah Coca Cola Amatil Indonesia . Salah satu cabang dari perusahaan ini terletak dimedan,Sumatera Utara yang dirintis oleh PT.Braseries Del Indonesia 1973,yang merupakan perusahaan penamaan modal Asing (PMA) Prancis .Produk andalan perusahaan ini adalah bir,sedangkan Coca- Cola,fanta,Sprite,merupakan produk sampingan. Pada tahun 1980 PT.Braseries Del Indonesia diambil oleh PT.Multi Bintang Indonesia yang juga produsen bir yang terkenal di Indonesia .Karena ingin berkonsentrasi keproduk utama bir,maka PT.Multi Bintang Indonesia merelokasi pabriknya ke tangeran dan menjual Coca Cola Medan kepada PT. Pan Java Bottling Company. Perkembangan perusahaan ini berlangsung sangat cepat ,sehingga pada tahun 1992 perusahaan ini melakukan kerja sama dengan Coca Cola Amatil Limited ,Australia (CCA) dan sejak pada saat ini PT.Pan Java Bottling Co berubah menjadi PT.Coca- Cola Pan Java. Untuk meningkatkan efesiensi dan daya saing maka pada tanggal 1 januari tahun 2000,kesepuluh perusahaan pembotolan dan distribusi Coca Cola yang berada di bawah bendera Coca Cola Amatil Limited Australia berubah namanya menjadi PT.Coca Cola Bottling Indonesia untuk perusahaan pembotolan dan PT.Coca Cola Distribusi Indonesia untuk perusahaan distribusi. 1.3. Ketenagakerjaan Tenaga kerja PT.Coca Cola Bottling Indonesia Unit Medan ini berawal dari penduduk sekitar pabrik.Jumlah tenaga kerja yang berda di

PT.Coca- Cola Bottling Indonesia Unit Medan sampai saat ini berjumlah 636 karyawan. Perincian jumlah karyawan tersebut dapat dilihat pada table berikut: Tabel 1.1 Jumlah Karyawan PT.Coca-Cola Bottling Indonesia Unit Medan dan Coca cola Distribusi Indonesia. Departemen Information system Finance dan Acounting (FA) Humas Resource Develoment Sales dan Marketing Technical Operatinal Logistic Jumlah Total Jumlah Karyawan 16 orang 15 orang 30 orang 347 orang 228 orang 636 orang

Adapun status tenaga kerja pada perusahaan ini adalah : 1. Karyawan bulanan (tetap) gaji dibayar sekali dalam sebulan sesuai dengan klasifikasi yang dibagi dalam golongan tertentu. 2. Karyawan harian ,gaji dibayar dalam sekali dua minggu sesuai dengan standar upah yang berlaku dalam perusahaan dengan berpedoman pada ketentuan upah minimum yang ditetapkan oleh pemerintah.

3. Harian lepas atau kontrak,gaji dibayar berdasarkan dokumen perjanjian kontrak Karyawan secara individu. Adapun perusahaan dapat berjalan dengan lancar dalam

melaksanakan tugas untuk mencapai tujuan maka diperlukan pengaturan jam kerja bahwa jam kerja seorang karyawan adalah 40 jam per

minggu,selebihnya diperkirakan jam kerja lembur.Pengaturan jam kerja karyawan adalah sebagai berikut: 1. Semua karyawankecuali departemen ,security dan kamar mesin.Hari kerja adalah hari senin sampai jumat dengan jam kerja sebagai berikut: Jam 08.00 12.00 WIB waktu kerja Jam 12.00 13.00 WIB waktu Istirahat Jam 13.00- 17.00 WIB Waktu kerja 2. Untuk departemen marketing hari kerja adalah hari senin sampe jumat dengan jam kerja: Jam 08.00 12.00 WIB Waktu kerja Jam 12.00 13.00 WIB Waktu istirahat Jam 13.00 17.00 WIB Waktu kerja 3. Untuk hari sabtu jam kerja 08.00 13.00 WIB

4. Untuk departemen produksi ,security dan kamar mesin ,hari kerja setiap hari ,dengan perincian shift yaitu: A. Line 1 sebanyak 1 shift - Jam 07.00 15.00 WIB B. Line 2 sebanyak 3 shift - Shift I : jam 06.00 14.00 WIB - Shift II : jam 14.00 22.00 WIB - Shift III: jam 22.00 06.00 WIB C. Line 3 sebanyak dua shift - Shift I : jam 06.00 14.00 WIB - Shift II : Jam 14.00 22.00 WIB

1.3. Sumber Bahan Baku Didalam aktivitasnya sehari hari PT.Coca Cola Bottling Indonesia Unit Medan menggunakan Proses produksi terus menerus .Adapun dalam menjalankan proses produksi ,pabrik ini memerlukan beberapa bahan baku utama ,bahan tambahan dan bahan penolong . 1.3.1. Bahan baku utama

10

Jenis bahan baku yang digunakan adalah : 1. Air Air digunakan sebagai bahan baku pembuatan minuman

berkarbonasi (Coca-Cola, Sprite, dan Fanta) maupun minuman yang tidak berkarbonasi (Frestea). Air diperoleh dari sumur bor dengan kedalaman 100-200 meter. Selain untuk kebutuhan proses produksi, air juga digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari perusahaan.Air yang diperoleh dari sumur dikategorikan menjadi 2 jenis, yaitu: 1. Treated Water Digunakan untuk bahan baku produksi, keperluan air minum kantin, dan kantor. 2. Untreated Water Digunakan untuk keperluan kamar mandi, pencucian ruangan, pekarangan dan lain-lain. 2. Concentrate Concentrate merupakan formula khusus yang digunakan untuk memberikan rasa (flavour) yang berbeda-beda untuk jenis

minuman,concentrate di beli dari PT.Coca-cola Indonesia Jakarta (satusatunya perusahaan menyediakan bahan ini untuk Coca-cola Company di Indonesia ) Concentrate terdiri dari 2 jenis yaitu concentrate Dry (Part I) serta concentrate liquid (Part II dan III).Rata-rata kebutuhan Concentrat

11

yang digunakan dalam proses produksi dapat dilihat pada tabel 1.2. sebagai berikut: Tabel 1.2. Rata-rata Jumlah Pemakaian Concentrate Jenis produksi I Coca-cola Spite Fanta Strawberry Fanta Soda Water 5 Bks III = Rasa 66 Bks 25 Bks 5 Bks Concentrate (Part) II 26 Liter 25 Liter 5 Liter III 6 Liter 5 Liter 10 Liter 1 Bks = 2 kg I= Aroma II=Warna Keterangan

3.

Gula Gula yang dipakai adalah gula murni prima yang berasal dari dalam dan luar negeri. Gula dari luarNegeri lebih disukai untuk digunakan dalam produksi ,karena gula dalam negeri kurang memenuhi syaratdalam segi warna,lebih banyak mengandung kotoran dan lain lain.

4.

CO2 Karbon dioksida (rumus kimia: CO2) atau zat asam arang adalah sejenis senyawa kimia yang terdiri dari dua atom oksigen yang terikat secara kovalen dengan sebuah atom karbon. Ia berbentuk gas pada

12

keadaan temperatur dan tekanan standar dan hadir di atmosfer bumi. Ratarata konsentrasi karbon dioksida di atmosfer bumi kira-kira 387 ppm berdasarkan volume. walaupun jumlah ini bisa bervariasi tergantung pada lokasi dan waktu. Karbon dioksida adalah gas rumah kaca yang penting karena ia menyerap gelombang inframerah dengan kuat.

Karbon dioksida dihasilkan oleh semua hewan, tumbuh-tumbuhan, fungi, dan mikroorganisme pada proses respirasi dan digunakan oleh tumbuhan pada proses fotosintesis. Oleh karena itu, karbon dioksida merupakan komponen penting dalam siklus karbon. Karbon dioksida juga dihasilkan dari hasil samping pembakaran bahan bakar fosil. Karbon dioksida anorganik dikeluarkan dari gunung berapi dan proses geotermal lainnya seperti pada mata air panas.

Adapun bahan baku tambahan yang digunakan adalah : 1. Karbon Aktif Cara Kerja

13

1. Arang dimasukkan ke dalam tungku (aktivasi), kemudian ditutup rapat sampai tidak terdapat kebocoran. 2. Hubungan pipa pengeluaran hasil suling dari tungku aktivasi dengan pendingin yang ujungnya dicelupkan kedalam air. Tujuannya adalah agar oksigen tidak masuk kedalam tungku aktivasi sewaktu dilakukan pendinginan dan sekaligus menampung hasil sulingnya (destilat). 3. Pasang thermocouple untuk mengamati temperatur selama proses aktivasi berlangsung. 4. Air pendingin dialirkan, kemudian dilakukan pembakaran dengan menggunakan minyak tanah yang disemprotkan. Mula-mula dengan api kecil, kemudian api dibesarkan dengan jalan menambah bahan bakar dan menaikkan tekanan kompresor. 5. Lakukan pengamatan terhadap kerja dari tungku aktivasi dengan mengamati kenaikan temperatur. Temperatur selama proses sekitar 600C apabila temperatur telah mencapai 600C dan juga terlihat pada ujung pendingin tidak adanya tar (cairan berwarna coklat) yang keluar, ditandai dengan adanya gelembung air, maka pembakaran dipertahankan selama 3 jam. Setelah waktu tersebut proses telah selesai. 6. Api dimatikan dan tungku aktivasi (alat destilasi) dibiarkan masih tertutup dan sampai dingin. Setelah dingin tungku dibuka dan arang yang telah diaktifkan dikeluarkan. Lakukan penggilingan untuk

14

mendapatkan partikel yang lebih halus, kemudian diayak dan dikemas.

15

Karbon aktif ini berfungsi menyerap bau ,menurunkan warna dan menyerap gas gas terlarut 2. Caustic Soda Caustic soda berfungsi untuk membersihkan botol pada mesin cuci (Washer). 3. Divergard Additive Suatu senyawa alkalis yang berfungsi memperluas permukaan kotoran sehingga pada ahir pencucian di peroleh botol yang bersih. 4. Bahan bahan lain yang digunakan seperti : PAC (Poly Aluminium Chlorida),Ca(OCl)2,Ca(OH)2,H2SO4 1.3.2. Bahan penolong

16

Bahan penolong yang digunakan dalam melakukan kegiatan produksi adalah : 1. Botol Botol merupakan wadah pengemas minuman yang ringan yang diproduksi oleh PT.Coca Cola Bottling Unit Medan .Pengadaan botol inidiperoleh dari dari PT. Mulia Gas dan PT.Iglass di Jakarta.Sedangkan botol Frestea dari dubai. Disamping itu juga digunakan botol bekas yang kembali dari pasar yang memenuhi syarat. 2. Crown Cork Penutup botol ini dibeli dari PT.Ancol Terang metal printing Indonesia,PT.Citra Mandiri Metalindo Abadi.

3. Crate(peti) Crate dibeli dari PT.Pioner Plastik Jakarta dan PT. Pluit Plasindo Jakarta.Disamping itu crate yang digunakan adalah crate yang diperoleh dari pasar yang memenuhi syarat.

17

BAB II ORGANISASI DAN MANAJEMEN

18

Organisasi berasal dari istilah yunani yaitu Organon dan istilah lain Organum yang dapat berarti alat ,Bagian anggota atau badan .Organisasi didefenisikan sebagai suatu wadah atau tempat sekelompok orang yang bekerja sama dengan menggunakan alat alat dan teknologi serta mau terikat dengan peraturan dan lingkungan tertentu supaya dapat mengarah pada pencapaian tujuan yang diinginkan. Organisasi dan manajemen yang baik akan memberikan keseimbangan pada tugas ,pendeglasian kekuasaan kesatuan perintah,tanggung jawab serta wewenang.Hal ini memberikan efek yang positif pada perusahaan terutama dalam produktivitas perusahaan. Struktur organisasi ditentukan atau dipengaruhi oleh badan usaha ,jenis usaha ,besarnya usaha dan sistem produksi perusahaan tertentu.Ada beberapa jenis struktur organisasi yang umum yaitu: 1. Organisasi garis (Line organization) 2. Organisasi garis dan start(Line and start organization) 3. Organisasi fungsional(Functional organization) 4. Kombinasi Organisasi garis dan fungsional 5. Kombinasi Organisasi garis staf dan fungsional Struktur organisasi juga menetapkan sistem hubungan dalam organisasi yang memungkinkan tercapai nya komunikasi ,koordinasi dan pengintegrasian segenap kegiatan organisasi baik secara vertical maupun kearah horizontal. Pada prinsipnya bentuk struktur organisasi yang digunakan pada ukuran ,sifat dan

19

kerumitan dan masalah yang ditimbulkan perusahaan PT.Coca Cola Amatil Indonesia Unit Medan mempunyai bentuk organisasi yang berbentuk garis dan start (Line ang start organization). BAB III PROSES PRODUKSI

3.1. Proses Pengolahan Air Ada 5 sumur bor yang digunakan secara aktif no 4 dan no 3 untuk menjalankan proses produksi dan kegiatan sehari hari .Adapun penggunaan kedua air ini berbeda, deep well 4 untuk treated water yaitu air yang

digunakan untuk pembuatan produk (pembuatan sirup ,produk still, produc sparkling).Sedangkan deep well 3 digunakan untuk softwater yaitu keperluan boiler, cooling tower,washer,dan utility. A. Proses pengolahan treated water a. Sumber air Berasal dari deep well 4 dengan kedalaman 125 220 m yang dialirkan dengan menggunakan pompa ke degassifier tank. b. Degassifier Dalam degassifier air akan dicurahkan dan melewati strainer sehingga menjadi aliran yang terbagi rata dalam curahan curahan air

20

yang kecil. Air dari sumur bor sebelum masuk ke degassifier, diinjeksi dengan H2SO4 3 5% pada pipa inlet ke degassifier .Air yang telah diinjeksi ini akan memiliki PH sekitar 4 5 , dan disini terjadi penurunan alkalinitas air.H2SO4 yang bersifat sebagai oksidator akan mengoksidasi ion ferro menjadi ion ferri. Reaksi kimia : Fe2+ + e- Fe3+ Dengan penambahan H2SO4 PH air menjadi dibawah 5,alkalinitas dalam air berada dalam bentuk CO2 dengan kondisi di curahkan ,terbentur oleh saringan dan dengan udara dari blower ,CO2 yang terlarut dalam air akan terlepas ke udara menjadi gas CO2, Gas CO2 ini akan terbuang ke lingkungan melewati ventilasi pada bagian atas degassifier. Reaksi kimia : H2SO4 + HCO3 SO4- + H2CO3 (tidak stabil) H2SO4 + CO32- SO4- + H2CO3 (tidak stabil) H2CO3 H2O +CO2 ( gas) (stabil)

c. Flokulator Tank

Flokulator adalah alat yang digunakan untuk flokulasi,Flokulator pada prinsipnya bertugas untuk melakukan pengadukan lambat agar jangan sampai mikro flok yang sudah menggumpal pecah kembali menjadi

21

bentuk semula, maka perlu adanya desain khusus bentuk flokulator tersebut. Pada saat air mengalir dari degassifier ke floculator ,diinjeksikan campuran kapur CaOH2 sebanyak 300 - 5000D,serta PAC (Poly

aluminium chloride ) sebanyak 6000 7500 ppm. Fungsi PAC disini adalah sebagai koagulan ,sedangkan kapur sebagai flokulan yang berfungsi untuk mengendapkan gumpalan.

Pada floculator tank terjadi pengendapan dimana flok akan mengendap kebawah secara gravitasi .Sementara air yang berada pada bagian atas akan akan dialirkan ke sand filter (over flow) jarak antara air dan floc dijaga 1 1,25 m untuk mempertahankan kejernihan air. d. Sand Filter Tank Sebelum air mengalir ke sand filter di injeksi kaporit yang berfungsi sebagai desinfektan dan menghancurkan logam logam .Alat oenyaring terdiri dari lapisan pasir kasar dan halus .Tiga lapisan batu atau kerikil dengan ukuran sebagai berikut: 1. 2. 3. Lapisan I dengan ukuran 2 3 mm Lapisan II dengan ukuran 2 3 mm Lapisan III dengan ukuran 0,5 - 1 mm

22

Jadi total lapisan ini tebalnya dari tinggi sand filter. Dari sand filter ini air dialirkan ke tanki penampungan (storage tank). e. Storage Tank Merupakan tempat penyimpanan air yang jernih setelah proses pentaringan. f. Hidrophore Tank Hydrophore tank merupakan suatu media transfer dari storage tank ke buffer tank menggunakan tekanan angin ,tanpa menggunakan pompa . Air dan tanki ini selanjutnya dialirkan ke buffer tank dan karbon filter. g. Buffer tank Sebelum air mengalir ke buffer tank ini diinjeksikan Ca(OCl) dengan konsentrasi 5 10% . Sehingga kadar chlorinnya menjadi 1 3 ppm.Tujuan penginjeksian ini adalah untuk membunuh bakteri bakteri yang masih terdapat dalam air pada saat air berada dalam storage Tank atau kontaminasi dengan pipa pada saat air dialirkan dari storage tank ke buffer tank.Kemudian pengolahan air dilanjutkan ke area produksi.

A. 1. Air treated water untuk produk sparkling a. Carbon filter tank


23

Air yang berasal dari buffer tank dilewatkan dari karbon filter tank ini untuk menyerap chlorine dari pada partikel kecil lainnya. Sehingga kadar chlorin setelah melewati carbon filter ini harus lah 0,0 ppm. b. Bag filter Bag filter merupakan suatu tempat untuk memastikan bahwa air yang digunakan benar benar bersih, jernih , dan siap untuk pembuatan sirup, produk sparkling dan proses sanitasi ( Clean in places proses) line 3. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat dalam lampiran I. A.2. Air treated water untuk produk still a. Carbon filter tank Air yang berasal dari buffer tank dilewatkan dari karbon filter ini untuk menyerap chlorin dan partikel kecil lainnya. Sehingga kadar klorin setelah melalui carbon filter ini harus lah 0,0 ppm. b. Resin filter Resin filter merupakan suatu media penyaring yang berupa resin yang berfungsi untuk menghilangkan kesadahan atau menghindari terbentuknya kerak kerak dipipa dan mesin.

24

c. Bag filter Bag filter merupakan suatu tempat untuk memastikan bahwa air yang digunakan benar-benar bersih,jernih dan siap pakai dalam pembuatan produk still dan proses sanitasi line-1 B. Proses pengolahan softwater untuk keperluan utilitas,washer,dan MCK a. Deef Well ( Air Sumur ) Air dari sumur bor diambil dengan menggunakan pompa raw meter yang berkapasitas 40 m3/jam kedalamannya 125-220 m. Air untuk pencucian botol menggunakan deep weel 5,sebelum memasuki

degassifier,diinjeksi dengan H2 SO4 3,5 4 % pada pipa inlet ke degassifier. Air yang terinjeksi ini akan memiliki pH 4 5 dan terjadi proses penurunan alkalinitas air.Setelah mengalami penurunan pH,air dalam pipa yang menuju ke degassifier juga di injeksikan dengan kaporit 5 10%, berfungsi sebagai desinfektan,juga berfungsi sebagai oksidator yang akan mengoksidasi ion-ion ferro menjadi ion ferri b. Degassifier dan Catchman Tank - Degassifier Dalam degassifier air akan dicurahkan dan melewati stainer sehingga menjadi aliran yang terbagi rata dalam curahan-curahan airt yang kecil.Dengan kondisi dicurahkan,tertampung oleh saringan dan

25

dengan udara dari blower,CO2 yang terlarut dalam air akan terlepas ke udara menjadi gas CO2.Gas CO2 ini akan terbang kelingkungan melalui ventilasi pada bagian atas degassifier. - Catcment Tank Air dari degassifier akan ditampung sementara didalam catcment tank dengan kandungan alkalinitas dan Fe yang telah berkurang dan telah terklorinasi. c. Multi Media Filter (MMF) Selanjutnya air dari catcment tank dipompa menuju multi media filter untuk proses pemisahan partikel-partikel padat dalam air,sehingga diperoleh diperoleh air bersih dengan turbidity rendah( <0,5 NTU ). Adapun media penyaringan menggunakan antrasit,batu,pasir dan pasir halus. d. Carbon Filter (Penyaring Karbon ) Air yang masih terklorinasi akan dilewatkan ke carbon filter untuk tempat penyaringan chlorine/penghilangan bau,rasa dan bahan

organik.Media penyaringan yang menggunakan batok kelapa yang telah dihaluskan berguna untuk mengikat chlorine agar tidak mengganggu reaksi Ca dan Mg pada proses selanjutnya e. Resin Filter

26

Selanjutnya air memasuki resin softener yang akan mengambil ionion penyebab kesadahan air [Ca+2, Mg+2] sehingga di peroleh air lunak (Soft water).Air lunak yang telah terklorinasi ditasmpung dalam bak penampung.Selain untuk menambah waktu kontak dengan klorin,juga untuk menjaga proses produksi ( bottle washerdan boiler) yang kontinu. keluar dari Softener,aliran air lunak dalam pipa akan diinjeksikan dengan klorin 2,5% sehingga diperoleh kandungan klorin sebesar 1-3 ppm. f. Storage Tank Air lunak (soft water )yang telah terklorinasi ditampung dalam bak penampung.Selain itu untuk menambah waktu kontak dengan klorin,juga untuk menjaga proses proses produksi yang berkelanjutan. g. Hydrophore Tank (Tangki Bertekanan) Air yang telah mengalami pengolahan di softener akan ditransfer ke buffer tank dibagian depan wilayah produksi dengan menggunakan tangki bertekanan ( hydrophore tank ). Sebelum ditampung dalam buffer tank,air lunak diberikan injeksi klorinsehingga diperoleh kandungan klorin sebesar 1-3ppmuntuk antisipasi kontaminasi mikroba karena jalur pengaliran air yang panjang. h. Buffer Tank Air lunak dari reservoir dipompa ke bagian depan (wilayah produksi) untuk ditampung kembali dalam buffer tank.

27

i. Bag Filter Merupakan suatu tempat untuk memastikan bahwa air yang digunakan benar-benar bersih,jernih dan siap pakai dalam pembuatan produk stiil dan proses sanitasi Line-1 .Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada lampiran II. Tabel 3.1 Standart Analisa Air

PARAMETER CHECK Rasa Bau Penampakan Total Hardness Turbidity M-Alkalinitas Free Chlorine pH

STANDARD Tidak ada rasa asing Tidak ada rasa asing Jernih tidak berwarna <100 mg/l <0,5 NTU <85 mg/l 1-5 mg/l >6,5-7,5

28

3.2. Proses Pembuatan sirup A. Pembuatan Simpel syrup dan syrup untuk produk sparkling Sebelum pembuatan minuman berkarbonasi terlebih dahulu

dilakukanpembuatan simple sirup. Pada proses pembuatan simple sirup dengan proses dingin (tanpa steam/pemanasan), air yang dipakai adalah treated water dan ditampung dalam simple syrup tan. Kemudian agitator dihidupkan dan setelah itu dicampurkan gula sesuai dengan jumlah final sirup yang akan dibuat. Setelah proses ini selesai maka proses berikutnya adalah penyaringan atau filtrasi dengan menggunakan bag filter. Fungsi filter ini adalah supaya warna gula yang di hasilkan jernih. Larutan yang telah bebas di filter dan memenuhi standard kejernihan yang diinginkan dimasukkan dalam tangki final syrup atau pencampuran syrup. Larutan gula dilewatkan melalui lampu UV dengan intensitas UV >15 ws/m2 guna UV adalah untuk membunuh mikroba-mikrobayang ada pada larutan gula. Terhadap simpel syrup dilakukan uji Brix (Banyaknya larutan sukrosa yang tersuspensi dalam 100 ml air ) setelah itu sample sirup dialirkan ke final tank. Pada tangki final syrup sebelum dimasukkan concentrate maka terlebih dahulu dicampurkan sample sirup dengan air yang di aduk selama 15 menit agar sampel syrup homegen.Setelah itu dimasukkan concentrate kedalam tangki pencampuran sesuai dengan produk yang akan di produksi,misalnya coca-cola,maka concentrate yang digunakan adalah coca-

29

cola,demikian pula fanta dan sprite .Setelah concentrate dimasukkan campuran diaduk selam 1 jam.Produk yang telah selesai diproses disebut final syrup dan untuk tahap selanjutnya dilakukan uji atau diperiksa oleh quality assurance sesuai dengan persyaratan yang telah ditetapkan Brix standart untuk produk coca-cola amatil Indonesia unit Medan. Dari tangki final syrup dialirkan dalam mesin pencampur.Dalam mesin paramix ,syrup dicampur dengan perbandingan tertentu.Lalu beverage dialirkan kedalam carbonator dan dicampur dengan air dan CO2 melalui cooler pada suhu 5 0C (CO2 mudah dicampur pada suhu tersebut ).Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada lampiran 3. B. Proses Pembuatan Simple Sirup Proses pembuatan syrup untuk produk still dengan proses dingin (tanpa steam/pemanasan),air yang digunakan adalah treated water dan ditampung dalam simple syrup tank,kemudian agitator dihidupkan dan setelah itu dicampurkan gula sesuai dengan jumlah final syrup yang akan dibuat . Setelah proses ini selesai maka proses berikutnya adalah penyaringan atau filtrasi dengan menggunakan bag filter. Fungsi filter ini adalah supaya warna gula yang di hasilkan jernih. Larutan yang telah bebas di filter dan memenuhi standard kejernihan yang diinginkan dimasukkan dalam tangki final syrup atau pencampuran syrup. Larutan gula dilewatkan melalui lampu UV dengan intensitas UV >15 ws/m2 guna UV adalah untuk membunuh

mikroba-mikrobayang ada pada larutan gula.

30

Terhadap simpel syrup dilakukan uji Brix (Banyaknya larutan sukrosa yang tersuspensi dalam 100 ml air ) setelah itu sample sirup dialirkan ke final tank. Pada tangki final syrup sebelum dimasukkan concentrate maka terlebih dahulu dicampurkan sample sirup dengan air yang di aduk selama 15 menit agar sampel syrup homegen.Setelah itu dimasukkan concentrate kedalam tangki pencampuran sesuai dengan produk yang akan di produksi,misalnya coca-cola,maka concentrate yang digunakan adalah coca-cola,demikian pula fanta dan sprite .Setelah concentrate dimasukkan campuran diaduk selam 1 jam.Produk yang telah selesai diproses disebut final syrup dan untuk tahap selanjutnya dilakukan uji atau diperiksa oleh quality assurance sesuai dengan persyaratan yang telah ditetapkan Brix standart untuk produk coca-cola amatil Indonesia unit Medan.

1. Proses Penyeduhan Teh Pada proses ini air olahan untuk produk still dialirkan,ke tangki ekstrak lalu dipanaskan.Selanjutnya dimasukkan daun teh (Black Tea atau Green Tea )selama 10 menit.Selama penyeduhan selesai atau ekstrak teh dimasukkan kedalam tangki syrup. 2. Proses pencampuran ekstrak teh dan syrup

31

Ekstrak teh yang dihasilkan pada proses penyeduhan teh dimasukkan kedalam tangki syrup yang didalamnya ada sampel sirup yang ada pada sampel room.Selanjutnya dilakukan uji brix (banyaknya sukrosa yang tersuspensi dalam 100 ml air) agar memenuhi standard kadar

gula.Lalu tambahkan concentrate Frestea. Proses pembuatan minuman non karbonasi ini untuk jelasnya dapat dilihat pada diagram alir proses pembuatan minuman non karbonasi pada lampiran 4. 3.3. Proses Pencucian Botol (Washer) Botol yang digunakan di coca-cola Amati Indonesia Unit Medan ada 2 macam yaitu botol baru dan botol di pasar (isi ulang).Botol yang digunakan untuk pengisian minuman harus bersih,rusak dan pecah.untuk memperoleh botol yang baik perlu diperiksa dan dicuci.Botol yang berasal dari pasar maupun botol baru dipenumpukan dibawa ketempat penyortiran untuk periksa terlebih dahulu.Pemeriksaan bertujuan memperoleh botol yang

baik.Botol yang lolos dari penyortiran langsung dimasukkan ke bottle washer,Dengan bantuan conveyor,Botol-botol dimasukkan kedalam mesin pencuci botol,dengan proses kerja sebagai berikut:

1. Pembilasan Awal(Preheating )

32

Masing-masing botol dimasukkan ke dalam pocket-pocket.Botol dibilas dengan air yang disirkulasi kembali dari air pada tahap pembilasan akhir.Air ini mengandung sedikit sisa caustic soda yang digunakan sebagai sabun pengganti deterjen,yang dapat membantu pembilasan awal.Dilakukan pada keadaan panas dengan temperatur lebih kurang 45 0C. 2. Tangki Perendaman I ( Compartement I ) Setelah melalui pembilasan awal, kotoran-kotoran yang dibagian dalam dan luar botol yang tidak terlalu lekat akan lepas.Botol-botol kemudian masuk ke tangki perendaman caustic I.Washer mempunyai tiga tangki perendaman caustic dengan kapasitas 12 m3. Larutan dalam compartement I dengan temperature lebih kurang 50 0C 60 0C dan Konsentrasi caustic soda2,0 % - 3,5% juga ditambahkan divo ultra dengan konsentrasi 0,1 0,3 % yang di injeksikan kedalamnya. 3. Tangki Perendaman II (Compartement II ) Kemudian botol-botol bergerak ke tangki perendaman caustic II yang temperaturnya lebih panas yaitu 65 0C 75 0C dengan konsentrasi caustic soda 1,75 % 2,5 % dan juga ditambahkan divo ultra dengan konsentrasi 0,1% 0,3%. Botol akan disemprotkan bagian dalamnya untuk dibersihkan. 4. Perendaman Air Panas (Compartement III)

33

Botol kemudian melalui tangki perendaman air panas yang berasal dari soft waterdan mengalami penyemprotan luar dan dalam sebanyak dua kali,temperature tangki ini antara 50 konsentrasi caustic soda kurang dari0,2%.
0

C 60 0C dengan

5. Pembilasan Akhir Botol-botol yang telah direndam air panas dibilas akhir dengan air soft water,dengan temperature akhir 25 0C 30 0C dengan tekanan 0,5-1,5 bar.Botol-botol akan melewati pre rinse dan final rinse.Dimana kedalam pre rinse dialirkan melalui pipa kecil larutan divo AI dan divo LE.Setelah melewati pre rinse,botol-botol kemudian melewati final rinse.Air yang digunakan pada washer ini adalah soft water.Kemudian botol-botol yang melewati final rinse,akan keluar dari washing machine dan dijalankan dengan menggunakan conveyor ke mesin filler dan crowner.Sebelum ke mesin pengisi (filler),botol di periksa oleh inspektur untuk mengetahui apakah botol telah memenuhi syarat.Botol yang masih kotor,sompel atau cacat dan sisihkan dan tidak boleh

digunakan untuk mengemas minuman. Botol yang sudah selesai diseleksi oleh inspektur,kemudian di uji / diperiksa kebersihannya dengan menggunakan larutan pewarna metilen Blue dan uji Carry Over/indicator fenolftalein 1%. Fenolftalein (PP) mempunyai pKa 9,4 (perubahan warna antara pH 8,4 10,4).Struktur

34

fenolftalein akan mengalami penataan ulang pada kisaran pH ini karena proton dipindahkan dari struktur fenol dari pp sehingga pH-nya meningkat sehingga akibatnya akan terjadi perubahan warna. 3.4 Proses Produksi Produk 1. Proses Produksi Produk Sparkling (berkarbonasi) A. Proses Pemurnian CO2 B. Proses Pencampuran ( Paramix) Proses paramix adalah proses proses pencampuran air,final syrup dan CO2,sehingga diperoleh minuman ringan (Beverage) yang siap diisi kedalam kemasannya. Air dari treated water dan syrup akhir bersamaan masuk ke mesin pencampuran.Air sebelum di dearasi didaerator. Daerasi adalah proses produk yang keluar dari karbonator inilah disebut beverage dan diteruskan kemesin filter dan crowner. Adapun perbandingan antara air dan syrup dapat dilihat sebagai berikut : Tabel 3.4. Perbandingan Volume Final Syrup pada proses Paramix Jenis Produk Coca-cola Sprite Fanta Strawbery Air (Liter) 5,4 4,4 4 Syrup (Liter) 1 1 1

35

Fanta Melon

4,4

2. Proses Produksi Produk Still (Non Karbonisasi) Extract teh yang dihasilkan pada proses penyeduhan teh dimsukkan kedalam tangki syrup yang didalamnya terdapat simple syrup yang diproduksi pada sample room.Selanjutnya dilakukan uji brix ( banyaknya larutan sukrosa yang tersuspensi dalam 100 ml) agar memenuhi standart kadar gula.lalu ditambahkan concentrate frestea.Hasil pencampuran ini diperoleh teh cair manis dengan aroma melati,kemudian dialirkan ke UHT ( Ultra High Temperature ) melalui bag filter untuk pemansan lebih lanjut agar lebih steril.Akhirnya teh steril manis dari aroma melati siap untuk di botolkan. 3. Proses Pengisian Minuman Kebotol Langkah pengisian minuman kedalam botol adalah sebagai berikut: a. Pembukaan counter pressure (alat penekan) pada filling valve (kran pengisi).Pembukaan ini bertujuan untuk memindahkan tekanan yang ada pada mesin ke botol agar sama tekanannya. b. Bila tekanannya sama maka minuman akan turun dengan sendirinya sesuai dengan prinsip gravitasi bumi yang berakhir setelah vent tube tertutup c. Setelah pengisian selesai maka kran pengisian tertutup.

36

d. Pembuangan udara yang masih tersisa dalam botol bagian atas dibuang ditujukan untuk menghindari timbulnya buih sehingga minuman keluar dari dalam botol yang dapat mengakibatkan isinya menjadi berkurang. karena adanya perbedaan tekanan. 4. Proses Penutupan Botol Botol yang telah berisi minuman selanjutnya ditutup dengan menggunakan crowner machine,yang berfungsi untuk menutup botol. Botol yang sudah ditutup selalu dicek oleh inspector.inspeksi akan mensortir minuman yang tidak memenuhi syarat,misalnya retak,volume botol yang kurang bagus atau berlebih dan sebagainya.minuman tersebut lalu disisihkan sebagai reject produk.Produk ini tidak boleh dijual,sedangkan minuman yang baik (lolos dari sortiran) akan dibawa ketempat pengepakan melalui conveyor. 5. Proses pemberian kode produksi Sebelum sampaiketempat pengepakan,botol di beri kode produksi oleh coding machine dan diperiksa oleh inspektor.produk yang tidak memenuhi syarat disisihkan untuk di buang.Ditempat pengepakan botol dimasukkan oleh operator ke dalam crate dan disusun di atas pallet.Forklift akan membawa pallet yang telah diisi dengan produk ke gudang produk jadi. 3.5. Proses Pengolahan Limbah Coca-cola Amatil Indonesia Unit Medan adalah perusahaan yang berwawasan lingkungan sehingga kelestarian lingkungan disekitar pabrik tetap

37

terjaga.Limbah pabrik yang berupa limbah padat yang setiap hari akan diangkut oleh dinas kebersihan kota, sementara limbah cair pembuangan dari proses diolah sedemikian rupa sebelum dialirkan ke sungai deli.

Sistem pengolahan limbah cair pada perusahaan ini adalah system aerobic,dimana proses pengolahannya adalah: a. Screening unit Tempat terjadinya pemisahan limbah padat dengasn limbah cair. b. Equalization tank Limbah cair kemudian dialirkan ke equalition pond. Sekeliling sisi dari equalition pond dilapisi dengan kertas plastik hitam, dengan tujuan limbah tidak meresap ke dalam tanah. Limbah cair ini dihomogenkan dengan pompa hingga suhu 400C.

c. Neutralization tank Dari equalization tank limbah cair mengalir ke neutralization tank disuntikan H2SO4 bila diperlukan,dengan tujuan untuk menetralkan pH,agar tetap standart (7-9) d. Oxidation Ditch

38

Kemudian limbah dialirkan ke oxidation ditch,dimana oxidation ditch ditambahkan pupuk urea dan tri sodium phospat (TSP) sebagai nutrisi bakteri dan aerator yang berfungsi untuk memberi oksigen kepada bakteri.ini berfungsi untuk menguraikan zat-zat organik dalam limbah menjadi sludge atau lumpur. e. Clarification tank Clarification Station

Stasiun ini berfungsi :

Mengurangi kadar air dan kadar kotoran sehingga sesuai dengan kualitas yang diharapkan.

Meminimalisasi kehilangan crude oil dengan merecovery sebanyakbanyaknya crude dari sludge.

Mesin /Peralatan pada Clarification Station adalah sebagai berikut :

Sand Trap Tank (Tangki Pengendapan Pasir)

Crude Oil dari screw press bercampur dengan Dilution Water melalui talang minyak (oil gutter) disalurkan ke tangki Pengendap pasir yang diharapkan dapat

39

menangkap pasir sebanyak mungkin yang ada dalam crude oil sebelum diteruskan ke vibrating screen. Kapasitas tangki pengendapan pasir biasanya dilengkapi dengan pipa pemanas (injeksi), pipa air panas, pipa pembuangan dan pipa keluar overflow ke vibrating screen. Dalam hal praktek sering kita jumpai penggunaan tangki Pengendap pasir yang kurang efektif yang mungkin disebabkan Rancangan bangunannya yang kurang sempurna disamping operatornya yang sering lalai membuang (drain) pasir yang terkumpul dalam Tangki secara berkala sehingga pasir dalam minyak kasar ikut overflow ke vibrating screen.

Crude oil yang berasal dari screw press, kemudian dialirkan ke vibrating screen. Vibrating screen berfungsi untuk menyaring fibre dan zat padat lainnya yang masih terbawa crude oil. Crude oil mengalir ke permukaan saringan dengan ukuran 20 mesh, sehingga minyak dan air akan jatuh ke bawah, sedangkan kotoran yang lebih besar akan tertahan dipermukaan saringan dan keluar ke waste conveyor menuju cross fruit conveyor. Selanjutnya crude oil yang lolos akan jatuh ke saringan dengan ukuran 30/40 mesh. Kemudian crude oil yang lolos dari saringan 30/40 mesh jatuh kebawah menuju DCO (Dilution Crude Oil) tank.

Return (Waste Conveyor)

Waste Coveyor berfungsi untuk membawa sampah (waste) yang tersaring menuju bottom fruit conveyor dan dibawa fruit elevator menuju digester (recycle).

40

Dilution Crude Oil Tank

DCO tank berfungsi untuk menampung crude oil sementara sebelum crude oil dipompakan ke clarifier tank. Pada DCO tank diberi injeksi steam dan dipanaskan hingga suhu 950C.

Clarifier Tank

Tangki ini dirancang dengan permukaan dasar kerucut. Tangki ini berfungsi untuk memisahkan clean oil dengan sludge. Clean oil dengan sistem overflow akan mengalir ke clean oil tank sedangkan sludge dengan sistem underflow keluar menuju sludge tank. Suhu yang diberikan pada clarifier tank 900C-1000C.

Sludge Tank I

Sludge yang keluar dari clarifier tank akan ditampung di sludge tank I. Sludge yang berada di Sludge tank ini dipanaskan dengan injeksi steam yang bertujuan agar kekentalan berkurang sehingga memudahkan pemisahan pasir dari sludge.

Sand Cyclone

Dari sludge tank I kemudian sludge dipompakan menuju sand cyclone. Sand Cyclone berfungsi untuk memisahkan pasir yang terdapat di sludge. Pemisahan berdasarkan berat jenis dengan bantuan gaya sentrifugal.

Sludge Tank II

41

Sludge yang berasal dari Sand Cyclone di alirkan ke Sludge Tank II. Fungsi sludge tank II ini sama dengan sludge tank I.

Brush Strainer

Sludge dari sludge tank II mengalir menuju Brush Strainer. Fungsi dari brush strainer adalah untuk mengikat/menyaring fibre halus yang terkandung dalam sludge.

Balance Tank

Balance Tank berfungsi sebagai tempat penampungan sludge sementara sebelum dialirkan ke sludge separator.

f. Kolam ikan Tempat yang berfungsi untuk mengetahui apakah hasil pengolahan limbah yang baik dengan menggunakan ikan sebagai indicator. g. Belt Press Belt Press merupakan suatu unit penyaringan lumpur yang dipisahkan dari clarifier.Dimana dipakai bahan preasetol untuk membantu mengikat dan mengeringkan lumpur

42

BAB IV TINJAUAN PUSTAKA

1. AIR Air merupakan suatu kebutuhan yang tidak dapat ditinggalkan untuk kebutuhan manusia,karena itu diperlukan untuk bermacam-macam kegiatan seperti minum,masak,mandi,mencuci,pertanian,industri,perikanan,rekreasi,dan lain - lain. Air meliputi 70% dari permukaan bumi,tetapi di banyak Negara persediaan air terdapat dalam jumlah terbatas.Bukan hanya jumlahnya yang penting,tetapi juga mutu air diperlukan untuk penggunaan tertentu,seperti air yang cocok digunakan dalam industry atau untuk diminum.Oleh karena itu penanganan air tertentu diperlukan untuk persediaan air yang didapat dari sumber dibawah tanah atau sumber-sumber dipermukaan.Kegunaan air yang sangat penting adalah kebutuhan untuk minum (termasuk untuk masak),air

43

harus mempunyai persyaratan khusus agar air tersebut tidak menimbulkan penyakit bagi manusia. Mutu air adalah kadar air yang diperbolehkan dalam zat yang akan digunakan.Air murni adalah air yang tidak mempunyai rasa, warna dan bau, yang terdiri dari hitrogen dan oksigen dengan rumus kimia H2O. Karena air yang bersifat universal, maka yang paling alamiah maupun buatan manusia hingga tingkat tertentu ada zat yang terlarut didalamnya. Disamping itu akibat daur hidrologi, air juga mengandung berbagai zat lain termasuk gas. Zat-zat ini sering disebut pencemaran yang terdapat didalam air. Dalam penelitian mutu air, pencemaran didalam air biasanya diklasifikasikan atas fisik,kimiawi dan biologis.

1. Sifat-sifat fisik dalam air Sifat-sifat fisik yang utama dalam air adalah :

a. Kekeruhan b. Warna Air sumur merupakan sumber utama air minum bagi masyarakat yang tinggal di daerah perkotaan. Untuk mendapatkan

44

sumber air tersebut umumnya manusia membuat sumur gali atau sumur pantek. Air tanah sering mengandung zat besi (Fe) dan Mangan (Mn) cukup besar. Adanya kandungan Fe dan Mn dalam air menyebabkan warna air tersebut berubah menjadi kuning-coklat setelah beberapa saat kontak dengan udara. Disamping dapat mengganggu kesehatan juga menimbulkan bau yang kurang enak serta menyebabkan warna kuning pada diding bak serta bercak-bercak kuning pada pakaian. Oleh karena itu menurut PP No.20 Tahun 1990 tersebut, kadar (Fe) dalam air minum maksimum yang dibolehkan adalah 0,3 mg/lt, dan kadar Mangan (Mn) dalam air minum yang dibolehkan adalah 0,1 mg/lt. c. Rasa dan bau d. Suhu

Kekeruhan mengurangi kejernihan air yang diakibatkan oleh pencemaran-pencemaran yang terjadi di dalam air, kekeruhan biasanya diakibatkan oleh lempeng, partikel-partikel tanah dan pencemaranpencemaran koloid lainnya.Tingkat kekeruhan tergantung pada

kehalusan partikel dan konsentrasinya. Standart untuk perbandingan adalah turbiditas. Kekeruhan diukur dengan suatu alat potensiometer yang mengukur gangguan cahaya melalui contoh air.

Air kadang-kadang mengandung warna yang diakibatkan oleh jenis-jenis tertentu dari bahan organik yang terlarut dan koloid yang
45

terbilas dari tanah dan tumbuh-tumbuhan yang membusuk. Intensitas warna diukur dengan perbandingan visual contoh air yang bersangkutan dengan menggunakan tabung-tabung nesler yaitu tabung-tabung gelas yang terisi dengan intensitas warna yang berbeda.

Rasa dan bau didalam air disebabkan oleh adanya bahan organik yang membusuk atau bahan kimia yang menguap. Suhu air merupakan hal yang penting jika dikaitkan dengan tujuan penggunaan dan pengolahannya. Suhu air bervariasi menurut kedalaman dan sumber airnya. Air murni adalah zat cair yang tidak memiliki

rasa,bau,warna,yang terdiri dari hydrogen dan oksigen dengan rumus kimiawi H2O.Karena air suatu larutan yang bersifat universal,maka zatzat yang paling alamiah ataupun buatan manusia hingga tingkat tertentu terlarut didalamnya. Masalah air baku untuk industry air minum menjadi sangat penting karena kualitas air minum yang dipengaruhi oleh kualitas air baku tersebut akan berpengaruh oleh kualitas air baku tertsebut akan berpengaruh bagi kesehatan masyarakat yang mengkonsumsinya.Air minum memerlukan persyaratan yang ketat karena air minum itu langsung berhubungan dengan proses biologis tubuh yang dapat menentukan kualitas kehidupan manusia.Lebih dari 70% tubuh terdiri dari air dan lebih dari air dan lebih dari 90% proses biokimiawi tubuh

46

memerlukan air sebagai mediumnya.Bila air minum manusia itu tidak berkualitas baik,maka jelas akan mengganggu proses biokimiawi tubuh dan mengakibatkan gangguan fungsional. Sebagian besar,air baku untuk penyediaan air bersih diambil dari air permukaan seperti sungai,danau dan sebagainya.Salah satu langkah penting pengolahan untuk mendapatkan air bersih adalah menghilangkan kekeruhan dari air baku tersebut.Kekeruhan disebabkan oleh adanya partikel-partikel kecil dan koloid yang berukuran sangat kecil,Partikel-partikel koloid tersebut tidak lain adalah kwarts,tanah liat,sisa tanaman,ganggang dan sebagainya. Beberapa aspek yang merupakan persyaratan air minum adalah aspek biologis,aspek kimiawi,aspek fisik,aspek radiologis.Aspek biologis berarti air minum tersebut tidak boleh mengandung mikroorganisme yang nantinya akan menjadi infiltran tubuh

manusia.Mikroorganisme itu dapat dibagi menjadi empat bagian yaitu parasit,jamur,bakteri dan virus.Keempat jenis mikroorganisme ini umumnya menjadi kendali mutu air minum.Persyaratan air minum terdiri dari kondisi fisik air pada umumnya,seperti derajad keasaman suhu,kejernihan,warna dan bau. Aspek fisik ini sesungguhnya selain penting untuk kesehatan langsung yang terkait dengan kualitas fisik seperti suhu dan keasaman juga penting untuk menjadi indikator tidak langsung pada persyaratan

47

biologis

dan

kimiawi

yang

dapat

mengganggu

kesehatan

peminumnya.Persyaratan kimiawi menjadi penting karena banyak sekali kandungan kimiawi air yang memberi akibat buruk pada kesehatan karena tidak sesuai dengan proses biokimiawi tubuh. Air yang mengandung nitrat tinggi.Misalnya dapat memberikan gangguan zat merah darah yang disebut sebagai methemoglobin dan membuat transportasi oksigen tubuh terhalang.Kandungan flour yang terlalu rendah atau tinggi dapat membuat kerusakan pada gigi.Begitu pila kebutuhan akan bahan-bahan mikronutrien yang berlebihan dapat memberikan gangguan faal pada tubuh dan berubah menjadi racun,seperti arsenic dan berbagai macam logam berat,khususnya air raksa,timah hitam,dan kadmium.Belum lagi bahan racun yang tidak diperlukan bahan seperti pestisida harus dihindarkan ada dalam air minum manusia.Persyaratan biologis sering juga dimasukkan sebagai bagian persyaratan fisik,namun sering dipisahkan karena jenis pemeriksaannya sangat berbeda,dan pada wilayah tertentu menjadi sangat serius seperti disekitar reactor nuklir. Keempat persyaratan air minum diatas sebenarnya yang paling mudah diatasi adalah masalah pencemaran biologisnya karena umumya mikroorganisme akan mati apabila air didihkan.Oleh karena itu walau air sedikit tercemar oleh kuman,virus,bakteri ataupun jamur,namun dengan proses pendidihan,didinginkan dan diendapkan kemudian di minum dapat mengatasi
48

gangguan

masalah

pencemaran

biologis.dinegara maju air minum benar-benar dipertahankan standard biologisnya sehingga layak diminum tanpa mengalami proses perebusan. Masalah yang lebih serius pada Negara berkembang yang sudah mengajarkan penduduk untuk merebus air minum terlebih dahulu adalah masalah kimiawi dan radiologis ini.Pencemaran air baku untuk industri air minum yang tercemar berat oleh bahan beracun berbahaya yang pekat bahan kimia dan gangguan fisik jelas merupakan masalah yang sulit untuk diatasi.Memang jarang sekali terjadi keracunan akut oleh pencemaran kimia atau fisik air minum karena kondisi yang membuat air minum sering tertolak oleh konsumen dengan rasa mual saat meminumnya.Oleh karena itu,untuk masalah persyaratan air minum dari sisi kimiawi itu harus lebih diperhatikan dampak kesehatan kronis yang akan dialami konsumen bila kandungan kimiawinya melebihi dari ambang batas. Kualitas air minum sangat erat berkaitan dengan kualitas air bakunya.Umumya air baku dari air sumber (air tanah) kualitasnya sudah cukup baik sehingga tidak sulit menjadikannya sebagai air minum yang memenuhi persyaratan kesehatan.Kasus air minum dari perusahaan air kemasan dan semacamnya merupakan contoh yang ada.Pada sisi lain air minum dalam jumlah yang banyak harus mengambil dari Sumber air yang besar pula,ini sering terjadi dikota

49

besar dan akibatnya memilih air sungai yang ada didekatnya sebagai sumber air baku. Kualitas air sungai sebagai air permukaan jelas berbeda dengan air sumber dan air tanah dan air tanah dalam sehingga memerlukan proses yang lebih banyak lagi dalam pengolahannya.Pada awalnya prose situ pun tidak berat karena air sungai hanya terkait dengan limbah rumah tangga yang jumlahnya pun sangat terbatas sehingga penjernihannya sangat relatif sederhana.Proses itu umumnya di mulai dengan penyaringan pada mulut industri air minum,pengendapan,dan ditambah dengan beberapa koagulan agar mempercepat penjernihan air,kemudian dilanjutkan dengan penambahan chlorine untuk

membunuh mikroorganisme. 4.1.1. Sifat Fisik a. Bahan Padat Bahan padat keseluruhan ditetapkan dengan menguapkan suatu contoh air dan menimbang sisanya telah kering. Bahan padat terapung didapat dengan menyaring suatu contoh air.Perbedaan antara bahan padat keseluruhan dengan bahan padat terapung merupakan bahan padat terlarut . Informasi tentang bahan padat keseluruhan,dipertgunakan pengolahan untuk perencanaan bahan suatu sarana-sarana terlarut kimiawi

air,Konsentrasi dengan

padat analisis

keseluruhan,bersama-sama

50

terperinci,dipergunakan untuk menguji kecocokan berbagai sumber air untuk berbagai pemamfaatan,misalnya industry dan pertanian

b. Kekeruhan Kekeruhan dapat mengurangi kejernihan air dan diakibatkan oleh pencemaran-pencemaran terbagi halus,dari mana pun asalnya yang ada di dalam air.Kekeruhan biasanya disebabkan oleh lempung,lanau,partikel-partikel tanah dan pencemar-pencemar

koloidal lainya. Tingkat kekeruhan tergantung pada kehalusan partikel-partikel dan konsentrasinya.Diwaktu yang lalu Standatd untuk perbandingan adalah turbidimeter Jackson.Dengan alat ini,kekeruhan ditetapkan sebagai ukuran kedalaman air yang dibutuhkan untuk menghilangkan cahaya lilin.Sekarang,kekeruhan diukur dengan suatu turbidimeter yang mengukur gangguan lintasan cahaya melalui suatu sampel air. c. Warna Air kadang-kadang mengandung warna yang banyak yang di akibatkan oleh jenis-jenis tertentu dari bahan-bahan organik yang terlarut dalam koloidal yang terbilas dari tanah atau tumbuhan yang

51

membusuk.Warna koloidal.warna

teh

adalah

suatu

contoh

warna

organic pencemar

yang

sebenarnya

terjadi

karena

terlarut.rasa dan bau pada air disebabkan karena adanya bahan organik yang membusuk atau pun bahan kimia yang menguap. Pengukurannya dengan melarutkan contoh air yang bersangkutan hingga rasa dan baunya tidak dapat ditemukan lagi dengan pengujian oleh manusia.Air minum secara praktis harus bebas dari warna,rasa dan bau.

d. Suhu Suhu air merupakan hal yang penting jika dikaitkan dengan tujuan penggunaan,pengolahan untuk membuang bahan pencemar serta pengangkutannya.suhu juga bergantung kepada tempat sumber airnya.Suhu air tanah akan bervariasi menurut kedalamannya dan akifer yang menjadi sumber air tersebut.Suhu air permukaan air yang disadap dari suatu waduk yang dalam bervariasi juga menurut kedalamnya masing-masing. 2. Sifat-sifat kimiawi dari air

Sebagai indikator keasaman atau kebasaan air diambil nilai pH, yang menurut Sorensen didefenisikan sebagai logaritma dari konsentrasi ion
52

hydrogen dengan diberi ion negatif atau logaritma dari kebalikan konsentrasi ion hydrogen dengan nol per liter. a. Nilai pH air biasanya diperoleh dengan alat potensometer yang mengandung indikator universal sebagai petunjuk warna. Alkalinitas didalam air disebabkan oleh ion-ion karbonat (CO3-2), Bikarbonat (HCO3-) dan hidroksida (OH-). Dalam air tanah alkalinitas sebagian besar diakibatkan oleh adanya bikarbonat dan sisanya adalah karbonat. Pada keadaan tertentu atau pada siang hari adanya ganggang dan lumut dalam air menyebabkan turunnya kadar karbondioksida dan bikarbonat. Dalam keadaan seperti ini jika kadar karbonat dan hidroksida naik menyebabkan pH Larutan naik. Kalsium dan magnesium adalah gangguan yang utama penyebab kesadahan air. Kesadahan dinyatakan dengan m g/L sebagai kalsium karbonat.

Tabel 1 : Perbandingan air Klasifikasi

berdasarkan

berdasarkan tingkat kesadahan. tingkat kesadahan total mg/L Kesadahan total mg/L sebagai CaCO3 sebagai

53

Kurang dari 15 15-60 61-120 121-180 Lebih dari 180

Air yang sangat lunak Air lunak Air yang agak sadah Air sadah Air yang sangat sadah

3. Sifat-sifat biologis air

Mikroorganisme biasanya terdapat dalam permukaan, tetapi umumnya tidak dan terdaftar pada kebanyakan air tanah karena penyaringan oleh Akiver yang dapat membuat air keruh dan jumlah mikroorganisme dapat dihilangkan atau dikurangi dengan cara Klorinasi, yaitu dengan penambahan klorin(Cl2) kedalam air.

Persyaratan air minum tidak saja harus jernih, tetapi juga harus bebas dari bakteri pathogen (yang menyebabkan penyakit). Dengan cara disinveksi, bakteri pathogen dapat dihilangkan, dan jumlah mikroorganisme dapat dikurangi, yang dapat digunakan dalam pengurangan jumlah mikroorganisme adalah klorinasi, yaitu dengan menambahkan klorin (Cl2) dalam air.

54

2.2. Pengolahan Air

Zat-zat pencemar didalam air dapat dihilangkan dengan melakukan metode pengolahan secara fisik maupun kimiawi.

Metode pengolahan fisik Metode pengolahan fisik yang sering digunakan adalah: a. Flokulasi Flokulasi dilakukan dengan baik yang diberi pengaduk horizontal atau partikel. Penngadukan ini berputar pelan yang tujuannya

memperbesar ukuran flok, tetapi juga mencegah jangan sampai endapan yang terbentuk mengendap ke bawah, untuk memperbesar ukuran flok ini ditambahkan bahan-bahan pengental kedalam air yang mengandung kekeruhan. Untuk membentuk kumpulan partikel yang mengendap ini dilakukan pengadukan cepat selama 20-30 menit yang akan menyebabkan tumpukan partikel yang akan membentuk ukuran partikel yang lebih besar.

b. Sedimentasi

Sedimentasi adalah suatu cara penjernihan air, dimana air dilewatkan pada suatu bak, untuk jangka waktu tertentu, Dimana air

55

mengalir pelan-pelan (kecepatan rendah) sehingga partikel yang berat jenisnya lebih besar akan segera mengendap

c. Filtrasi

Filtrasi adalah suatu cara penjernihan air dengan cara penyaringan. Filter biasanya terdiri dari berbagai lapisan pasir dan batu-batuan dengan diameter yang bervariasi dari yang sangat halus hingga terkasar. Air akan mengalir melalui filter sedangkan partikel-partikel yang tersuspensi didalamnya akan melekat pada butiran pasir. Hal ini akan memperkecil ukuran celah-celah yang dapat dilalui air dan akan mengurangi daya penyaringan. Maka untuk mengaktifkan kembali, filter dicuci kembali dengan membuang bahan-bahan yang akan melekat ini diperlukan pembilas dengan arah aliran pembilas berlawanan dengan arah aliran air yang akan disaring, pembilas ini dinamakan backwash.

Metode pengolahan kimiawi Metode pengolahan kimiawi yang sering digunakan adalah :

a. Koagulasi Koagulasi adalah mekanisme dimana partikel-partikel koloid yang bermuatan negatif akan dinetralkan, sehingga muatan yang netral tersebut

56

saling mendekat dan menempel satu sama lain, dan membe menambah besarnya ukuran koloid dapat dilakukan dengan jalan reaksi kimia diikuti dengan pengumpulan atau dengan cara penyerapan. Partikel koloid memiliki ukuran yang lebih kecil dari suatu mikro, akan menimbulkan sifat-sifat yang berbeda, karena kecilnya ukuran partikel maka luas permukaan tiap satuan massa akan semakin besar. Untuk menjamin agar pengendapan berlangsung dengan sempurna, maka alkalinitas dan pH dari air yang akan dibersihkan perlu diatur dengan cara menambahkan basa atau asam, apabila hal ini tidak dilakukan, maka pengendapan oleh koagulan tidak sempurna, disamping itu kemungkinan adanya tertinggal sisa aluminium dan besi tersebut dalam air yang tidak dijernihkan. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi untuk menghasilkan koagolasi yang baik untuk flok.

1. Pengontrolan pH Setiap koagulan mempunyai range pH yang spesifik dimana presipitasi yang maksimum akan terbentuk sekaligus titik kelarutan maksimum, pH yang optimum tergantung pada penggunaan koagulan tersebut dan karakteristik kimiawi dari air baku. 2. Temperatur Pada temperatur yang rendah, kecepatan reaksi lebih lambat dan viskositas air lebih besar sehingga flok lebih sukar mengendap.

57

3. Dosis koagulan Air dengan turbiditi tinggi memelukan dosis koagulan yang lebih banyak. Dosis koagulan persatuan unit turbiditi tinggi, akan lebih kecil dibandingkan dengan dosis persatuan untuk air dangan turbiditi rendah. Hal ini disebabkan karena dalam air yang mempunyai turbiditi tinggi. Kemungkinan terjadinnya tumpukan antara partikel akan lebih besar.

4. Pengadukan Sebaiknya proses koagulan juga ditentukan oleh pengadukan, pengadukan ini diperlukan agar tumpukan antara partikel untuk netralisasi menjadi sempurna.

b. Disinfeksi Bermacam-macam zat kimia yang sering dipergunakan seperti ozon (O3), Chlor (Cl 2), Klorodioksida (ClO2), dan proses fisik seperti penyaringan ultraviolet, pemanasan dalam proses disinfeksi air dan zat kimia diatas yang sering dipergunakan oleh chlor, karena harganya murah dan masih mempunyai daya disinfeksi dalam beberapa jam. Selain dapat membasmi bakteri dalam mikroorganisme, ganggang dan lain-lain, Chlor juga dapat mengoksidasi ion logam seperti Fe2+, Mn2+ menjadi Fe3+ dan memecah molekul organik seperti warna selama dalam proses chlor sendiri direduksi menjadi chloride (Cl-) yang tidak mempunyai daya disinfeksi ion chloride tidak aktif sedangkan gas Cl2 dan HOCl dan Cl-

58

dianggap sebagai bahan yang aktif. HOCl yang tidak terurai adalah zat pembasmi yang paling efektif pada suasana netral atau bersifat asam lemah.

Jenis-jenis bahan koagulan 1. Poly Aluminium Chlorida Poly aluminium chlorida sering disingkat dengan PAC, PAC adalah garam yang dibentuk dari aluminium-aluminium chlorida yang khusus ditentukan guna memberi daya koagulasi dan flokulasi (pengumpulan dan pemadatan penggupalan) yang lebih besar dibandingkan garam-garam aluminium dari besi lainnya. PAC sebenarnya merupakan senyawa kompleks berintikan banyak ion-ion aquo aluminium yang terpolimerasi yaitu suatu jenis dari polimer senyawa organik. Berbagai bahan kimia baik senyawa organik maupun anorganik biasanya dibutuhkan sebagai koagulan air (katalisator penggumpalan) tetapi untuk PAC biasanya tidak membutuhkan zat tersebut. Poli aluminium chloride dengan arti vital yang kuat mengumpulkan setiap zat-zat yang tersuspensi atau secara koloidal tersuspensi didalam air, membentuk flok-flok (kepingan, gumpalan-gumpalan) yang mengendap dengan cepat agar membentuk sludge (Lumpur endapan) yang dapat disaring dengan mudah, dimana pH PAC air lebih kecil dari 6 (enam) disebut asam dan jika lebih dari 7 (tujuh) maka disebut bersifat basa, Sifat-sifat koloid dapatjika lebih dari 7 (tujuh) maka disebut bersifat basa, Sifat-sifat koloid dapat

59

dibedakan yaitu koloid yang suka air dapat saling bergabung dan membentuk partikel yang lebih besar sehingga menggumpal dan mengendap. Sementara koloid yang tidak suka air berasal dari logam-logam dan garam-garam dan dapat stabil karena adanya permukaan air yang terikat dan menghalangi terjadinya kontak dari partikel-partikel sekitarnya. Koloid ini dapat dihilangkan dengan menurunkan potensial yaitu dengan menggunakan tabel lapisan 6-9 dengan pH netral adalah 7. Bersangkutan sehingga mengendap kembali.Hal ini merupakan salah satu sebab kandungan dalam sumur yang dangkal lebih rendah. Besi dalam jumlah yang sedikit dan air minum diperlukan untuk pembentukan sel darah merah, tetapi kalau sudah melebihi konsentrasi yang diperlukan akan dapat menyebabkan penyakit dan warna air kemerh-merahan sehingga menimbulkan kekeruhan serta rasa dan bau air yang tidak enak, chlor dalam air dapat mengoksidasi ion-ion Fe+2 menjadi Fe+3 mengakibatkan turbiditas air yang semakin tinggi karena terbentuknya zat-zat yang tersuspensi. Dengan rumus kimia Poly Aluminium Chlorida(PAC). Fungsi dari Poly Aluminium Chlorida adalah untuk menurunkan turbiditas dari air atau menurunkan kekeruhan dari air.

2. Soda kapur (Ca(OH)2) dan kegunaannya

Dalam proses pengolahan air, selalu ditambahkan zat kimia yang masing-masing memiliki fungsi sendiri. Adanya proses penjernihan air melalui proses koagulasi PAC maka pH air akan menjadi turun. Dan

60

penurunan nilai pH dalam air ini mengakibatkan flok-flok yang terbentuk akan susah mengendap. penambahan soda kapur Ca(OH)2, adapun reaksi yang terjadi :

Al(OH)Cl2 + 4H2O 2Al(OH)3 + 4HCl

Bahan penetral (soda kapur) dimasukkan kedalam hasil, proses larutan tersebut sampai kadar pH diperoleh mendekati nilai netralisasi.

2Al(OH)3 + 4HCl + 2Ca(OH)2 2Al(OH)3 + 2CaCl2 + 4H2O

Maka untuk menetralisasikan nilai pH ini dilakukanProses diatas terjadi pada bak flokulator, Apabila nilai pH di bak ini dibawah 7,0 maka penambahan volume soda kapur Ca(OH)2 dilakukan sedikit demi sedikit. Netralisasi pH ini mengakibatkan proses terbentuknya flok-flok akan lebih cepat dan sempurna, selain untuk menetralkan air, Ca(OH)2 juga dapat digunakan untuk melunakkan air sadah. Karena air sadah kurang baik untuk digunakan mencuci pakaian dan dipakai untuk mencuci mesin-mesin. Ionion Ca2+ dan Mg2+ pada air sadah akan menyebabkan sifat detergen sabun hilang, sehingga sabun tidak dapat lagi dibsadah membentuk endapan berupa kerak yang akan menempel pada mesin-mesin.

61

Kesadahan yang disebabkan ikatan kapur dan magnesium dengan karbonat terutama dengan bikarbonat, maka air sadah tersebut dikatakan memiliki kesadahan sementara (kesadahan tidak tetap). Untuk itulah ditambah soda kapur (Ca(OH)2) agar membentuk endapan kapur dan magnesium:

Ca(HCO3) 2 + Ca(OH)2 2CaCO3 + 2H2O

Mg(HCO3)2 + Ca(OH)2 MgCO3 + CaCO3 + 2H2 O ersihkan. Pada mesinmesin, air

Reaksi Ferri Sulfat dengan bikarbonat dalam air atau dengan kapur :

Fe(SO4)3 + 3Ca(HCO3)2 2Fe(OH)3 + 3CaSO4 +6CO2

Fe(SO4)3 +3Ca(OH)2 2Fe(OH)3 + 3CaSO4

Reaksi Ferro Sulfat dengan bikarbonat dalam air atau dengan kapur :

FeSO47H2O + Ca(OH)2 Fe(OH)2 + CaSO4 + 7H2O

4Fe(OH)2 + O2 + 2H2O 4Fe(OH)3

62

2.4. Mekanisme terjadinya Pembentukan Flok Aluminium atau besi akan bereaksi dengan alkalinitas dalam air. Alkalinitas adalah kemampuan untuk menetralkan asam. Poly Aluminium Chlorida bekerja pada interval pH 6-9 dengan pH netral adalah 7. Reaksi ini menghasilkan Al(OH)3 yang mengendap. Pada reaksi ini akan membebaskan asam yang menurut pH larutan dan bereaksi dengan alkalinitas. Reaksi tersebut tidak sederhana karena hidroksida-hidroksida Al dan Fe ternyata terbentuk ion-ion yang lain menunjukkan reaksi yang amat kompleks. Pada penambahan garam Aluminium atau besi, akan segera terbentuk ion-ion polimer dan dapat terserap oleh partikel-pertikel. PAC benar-benar menggumpalkan zat-zat tersuspensi dan koloid dalam air untuk menghasilkan flok yang belum sempurna, lalu Ca(OH)2 berperan untuk mengikat flok-flok yang belum sempurna tersebut menjadi flok-flok yang lebih sempurna, dengan perbandingan 0,30 ml PAC dan 0,90 ml Ca(OH)2 dalam 500 ml air baku pada uji jar test di laboratorium.Ca(OH)2 bekerja pada pH basa sebagai flokulan yang menetralisir pH asam yaitu PAC sebagai koagulan, yang kemudian membentuk flok-flok yang lebih sempurna dan mempercepat pengendapan dalam penyaringan partikel koloid, yang akan terselubungi oleh koagulan. Muatan partikel koloid dan hasil hidrolisa akan saling menetralkan sehingga muatan dari partikel ini mengecil, hingga tergantung dari pH serta semacam dosis koagulan, maka besarnya zat potensial yang akan diturunkan atau diubah dari sedikit negatif menjadi netral dan akhirnya posif, dan

63

suspensi ini tidak stabil sehingga terjadi penggumpalan sampai ukuran yang dapat mengendap. Bahkan koagulan dapat terhidrolisa dan dapat terbentuk masa yang lebih besar, dalam hal ini partikel koloid menarik dan menggabungkan sehingga terbentuk gumpalan dan terjadilah pengendapan yang sempurna dalam tangki flokulator.

2.5. Faktor-faktor yang mempengaruhi proses penggumpalan

Terjadinya proses penggumpalan dalam air dipengaruhi oleh pH, turbiditas penyusun air, jenis koagulan, suhu dan pencampuran untuk memperoleh kondisi optimum. 1. Pengaruh pH

pH merupakan salah satu faktor yang menentukan proses koagulasi, pada koagulan ada daerah optimum, dimana koagulasi akan terjyang singkat dengan dosis koagulan tertentu. Luasnya range pH ini tinggi akan koagulasinya dan akan berjalan lambat apabila sempurna. Jadi proses koagulasi akan sempurna pada pH 6-9 sesuai dengan standart. Untuk proses koagulasi pH terbaik berkisar 7,0 (pH netral).

2. Pengaruh temperatur Pada temperatur yang rendah kecepatan reaksi lebih lambat dan viskositas air lebih besar sehingga flok lebih mengendap. Air dengan turbiditi

64

tinggi memerlukan dosis koagulan yang lebih banyak. Dosis koagulan persatuan unit turbiditi tinggi, akan lebih kecil dibandingkan dengan dosis persatuan untuk air dengan turbiditi rendah.Hal ini disebabkan karena dalam air yang memiliki turbiditi tinggi, kemungkinan adi dalam waktu terjadi tumbukan antara partikel akan lebih besar. Dosis koagulan yang kurang akan menyebabkan tumbukan antara partikel akan kurang sempurna. Netralisasi muatan listrik sempurna, sehingga flok yang terbentuk hanya sedikit, akibatnya turbiditi naik. Dosis koagulan yang berlebihan dan menimbulkan efek samping pada partikel sehingga turbiditi akan naik.

3. pengadukan (Mixing)

Baiknya

proses

koagulasi

juga

ditentukan

oleh

pengadukan.

Pengadukan ini diperlukan agar tumbukan antara partikel untuk netralisasi menjadi sempurna, distribusi dalam air cukup baik dan merata, serta masukan energi yang cukup. Untuk tumbukan antara partikel-partikel yang telah netral sehingga terbentuk mikro flok. Dalam proses koagulasi ini pengadukan dilakukan dengan cepat. Air yang memiliki turbiditi rendah memerlukan pengadukan yang lebih banyak dibandingkan dengan air yang memiliki turbiditi tinggi.

4. Pengaruh garam

65

Garam-garam ini dapat mempengaruhi proses suatu penggumpalan. Pengaruh yang diberikan akan berbeda-beda tergantung dengan macam garam (ion) dan konsentrasi. Semakin besar valensi ion maka akan semakin besar pengaruh terhadap koagulan atau penggumpalan. Pengaruh ion pada penggumpalannya dapat dinyatakan sebagai penggumpalan dengan garam Fe dan Al akan banyak dipengaruhi anion dibandingkan dengan kation. Jadi Natrium, Calsium, Magnesium relatif tidak mempengaruhi. Aliminium dan besi akan bereaksi dengan alkalinitas dalam air. Pada penambahn garam aluminium atau besi akan segera terbentuk ion-ion polimer dan dapat terserap oleh partikel-partikel. Netralisasi muatan listrik sempurna, sehingga flok yang terbentuk hanya sedikit, akibatnya turbiditi naik. Dosis koagulan yang berlebihan dan menimbulkan efek samping pada partikel sehingga turbiditi akan naik.

66

BAB V PEMBAHASAN A. Kendali Mutu Pengendaliaan kualitas produk dan bahan dijaga seketat mungkin. Karena dalam hal ini perusahaan Coca-cola Bottling Indonesia Unit Medan sangat mengutamakan mutu produknya. Pengendaliaan mutu ini di bagi menjadi tiga bagian : QA Bottling Hall QA External QA Incoming Raw Material QA Mikrobiologi

Adapun tugas QA akan diuraikan di bawah ini.

67

1. QA Bottling Hall Bertanggung jawab dalam menangani produksi 9 awal produksi sampai akhir produksi dan juga sanitasi. Beberapa analisa produk yang dilakukan adalah sebagai berikut : a. Analisa Raw Water / Air produksi b. Analisa Syrup c. Analisa pada Machine Washer d. Analisa Botol Carry Over Test Biru Metilen Konsentrasi Caustic (%) Divergard Aditive (%)

e. Analisa produk CO2 Analisa brix dengan menggunakan Brix Hidrometer DMA 48 dan Brix Hidrometer DMA 4500 pH dengan menggunakan pH meter

68

Odor Appearances (Penampakan)

2. QA External QA External bertugas untuk melakukan analisa terhadap : a. Dister Chek Tist b. Age survey c. Bad Stock jandling d. Post Mix Inspector e. Penanganan produk yang bermasalah dengan mengikuti acuan yang standar 3. QA Incoming Raw Material QA Incoming Raw Material bertanggung jawab dengan kendali mutu dari : a. Water tretment b. Incoming Raw Material 4. QA Microbiologi QA Microbiologi bertugas untuk menganalisa mikroba dari :

69

a. Air, botol setelah proses whaser serta Crown setelah penyinaran UV b. Simple syrup, final syrup dan produk c. Ruang syrup, produk dan lain-lain.

B. Water Treatment dan Analisa Air sebelum di gunakan untuk produksi harus dianalisa secara kontiniu. Dimana beberapa parameter yang di uji adalah sebagai berikut : 1. Untuk pengambilan sampel pada deep well,multimedia filter, carbon filter,resin filter, sand filter,treated water dan soft water.

a. pH b. p-Alkalinitas c. m-Alkalinitas d. Kesadahan total ( Total hardness) e. Ca-Hardness f. Turbidity g. Free chlorine

70

h. Total chlorin

Adapun cara penentuan parameter diatas adalah sebagai berikut : a. pH Untuk mengukur pH dapat menggunakan elektro dari pH meter ( dimana terlebih dahulu elekto pH-nya distandarisasi dengan menggunakan buffer pH 4 dan buffer pH 7). b. P-Alkalinasi Ukur sampel 100 ml kemudian masukkan kedalam erlenmeyer dan tambahkan 3 tetes idikator PP (jika berwarna merah titrasi dengan H2SO4 0.02 N) kemudian dilanjudkan dengan menganalisa m-Alkali. c. M-Alkalinitas Dari analisa p-alkalinitas,tambahkan 3 tetes indikator Mix dan titrasi dengan H2SO4 0,02 N sampai warna kuning kemerahan. (Catat volume titrasi)
V .titrasiX .NH 2 SO4 XBeCaCO3 VolumeSamp el

M . Alkalinitas

d. Total Hardness Ukur sampel 100 ml,kemudian masukkan dalam erlenmeyer. Tambahkan 3 tetes buffer pH 10 dan indikator EBT secukup nya. (Jika
71

berwarna biru tidak dititrasi dengan EDTA dimana total hardness nya = 0 dan jika berwarna ungu maka di titrasi dengan EDTA sampai warna biru. Total hardness = Volume titrasi x 17,85 ppm e. Ca Hardness Ukur sampel 100 ml lalu masukkan kedalam erlenmeyer. Kemudian tambahkan 3 tetes KOH 50% dan indikator murexsid secukupnya.(Jika berwarna jingga titrasi dengan EDTA sampai warna ungu). Ca Hardness = Volume titrasi x 17,85 ppm f. Turbidity Untuk mengetahui berapa turbidity dari sampel dapat

menggunakan Turbidy meter. Dimana sampel dimasukkan ke dalam cuvet hingga penuh kemudian ditutup,lalu bagian luar cuvet di keringkan dengan kain dan masukkan kedalam turbidity meter ,kemudian tekan tombol ON untuk menampilkan hasil turbiditynya. g. Free Chlorin Untuk mengukur berapa free chlorin pada air digunakan komparator,dimana sampel dimasukkan kedalam tabung sebanyak 10 ml dan tambahkan DPD no. 1. Lalu kocok sampai larut,kemudian masukkan kedalam komparator.

72

h. Total chlorin Untuk mengukur berapa total chlorin pada air menggunakan komparator, dimana sampel dimasukkan kedalam tabung sebanyak 10 ml dan tambahkan DPD no 4. Lalu kocok sampai larut, kemudian masukkan kedalam komparator. C. Metode Pengolahan Air

1. Metode Pengolahan Fisik a. Penyaring Untuk memastikan bahwa satuan-satuan utama dajam satuan pengolahan berkerja dengam efesien, maka perlu dilakukan pembuangan sampah-sampah besar yang mengambang dan terapung, misalnya batang-batang dan cabang-cabang kayu yang mungkin ada. b. Aerasi Aerasi adalah suatu bentuk perpindahan gas yang dipergunakan dalam berbagai variasi operasi yang meliputi : 1) Tambahan oksigen untuk mengoksidasi besi dan mangan terlarut. 2) Pembuangan karbondioksida 3) Pembuangan hidrogen sulfida dan 4) Pembuangan minyak yang mudah menguap penyebab bau dan rasa.
73

Aerasi dilaksanakan dengan cara membuat air terbuka bagi udara atau dengan meemasukkan udara dalam air. c. Pencampuran Bahan-bahan kimia yang dipergunakan untuk pengolahan air dapat dimasukkan dengan mesin pemasukkan larutan atau mesin pemasukkan kering. Untuk dapat menjadi efektif, bahan kimia harus menyebar dengan sempurna seperti biasanyadikerjakan dengan cara mekanis, yaitu dengan memutar dayung-dayung dikolam pencampur. d. Flokulasi Bila bahan-bahan kimia pengental ditambahkan dalam air yang mengandung kekeruhan, maka akan terbentuk kumpulan partikel turun mengendap. Untuk melakukan pembuangan maka dilakukan pengadukan yang akan menyebabkan bertumbukkan kumpulan-kumpulan partikel kecil yang nantinya akan terbentuk partikel besar dan partikel inilah yang mengendap kebawah tangki dan nantinya akan dibuang. e. Pengendapan Laju pengendapan suatu partikel di dalm air tergantung pada kekentalan dan kerapatan partikel air maupun ukuran, bentuk dan berat jenis partikel yang bberangkutan. Air hangat akan lebih cepat mengendap dari pada air dingin karena kerapatannya. Adapun tujuan

74

dari metode ini adalah menciptakan kondisi sedemikian rupa sehingga bahan-bahan terapung di dalaam air dapat diendapkan. f. Filtrasi Filtrasi adalh metode penyaringan dengan menggunakan media penyaring yang terdiri dari pasir, tumpukkan batu dan kerikil. Tujuannya adalah agar air yang lolos bebas dari bahannahan flokulan. 2. Metode Pengolahan kimiawi a. Koagulasi Bila bahan-bahn terapung dalam air ukurannya halus maka diperlakukan bahan bahan kimia untuk menghilangkannya. Koagulan itu akan beraksi dengan air dan partikel partikel penybab kekeruhan pad air. Koagulan yang paling dikenal adalah aluminium [Al2(SO4)3.18H2O] dengan dosis 10 hingga 40 mg/l yang nantinya akan bereaksi dengan alkalinitas di air membentuk kumpulan aluminium hidroksida. b. Disinfeksi Disinfeksi adalah metode untuk mengedalikan makhluk mikroskopis yang terdapat pada air. Metode ini biasanya dengan menambahkan klorin kedalam air olahan. Jumlah klorin yang dibutuhkan tergantung pada jumlah bahan organik dan anorganik didalam air sekitar 0.2 ml/l. Klorin akan bereaksi dengan air untuk membebaskan hipoklorit atau bubuk pemutih.
75

c. Adsorpsi Kebanyakkan senyawa yang terdapat dalam air dapat dihilangkan dengan cara adsorpsi biasanya dengan karbon yang diaktifkan. Adsorben yang digunakan harus mempunyai

permukaan yang luas dan harus bebas dari bahan-bahan yang diadsorpsi. d. Oksidasi Oksidasi kimiawi adalah suatu proses dimana keadaan oksidasi dari suatu bahan ditingkankan melalui suatu reaksi kimiawi. Dalam pengolahan air, oksidasi di gunakan untuk merubah jenis bahan kimia tidak diinginkan menjadi jenis yang tidak berbahaya. Diantaranya besi dan mangan, serta fenol dan asam-asam humus dan senyawa yang menimbulkan bau,rasa dan warna. Mutu air adalah kadar air yang diperbolehkan dalam zat yang akan digunakan.Air murni adalah air yang tidak mempunyai rasa, warna dan bau, yang terdiri dari hitrogen dan oksigen dengan rumus kimia H2O. Karena air yang bersifat universal, maka yang paling alamiah maupun buatan manusia hingga tingkat tertentu ada zat yang terlarut didalamnya. Disamping itu akibat daur hidrologi, air juga mengandung berbagai zat lain termasuk gas. Zat-zat ini sering disebut pencemaran yang terdapat didalam air.

76

Dalam penelitian mutu air, pencemaran didalam air biasanya Diklasifikasikan atas fisik,kimiawi dan biologis.

1. Sifat-sifat fisik dalam air Sifat-sifat fisik yang utama dalam air adalah : a. Kekeruhan b. Warna c. Rasa dan bau d. Suhu

Kekeruhan mengurangi kejernihan air yang diakibatkan oleh pencemaranpencemaran yang terjadi di dalam air, kekeruhan biasanya diakibatkan oleh lempeng, partikel-partikel tanah dan pencemar. Tingkat kekeruhan tergantung pada kehalusan partikel dan konsentrasinya. Standart untuk perbandingan adalah turbiditas. Kekeruhan diukur dengan suatu alat potensiometer yang mengukur gangguan cahaya melalui contoh air.

Air kadang-kadang mengandung warna yang diakibatkan oleh jenis-jenis tertentu dari bahan organik yang terlarut dan koloid yang terbilas dari tanah dan tumbuh-tumbuhan yang membusuk. Intensitas warna diukur dengan perbandingan visual contoh air yang bersangkutan dengan menggunakan tabung-tabung nesler

77

yaitu tabung-tabung gelas yang terisi dengan intensitas warna yang berbeda. anpencemaran koloid lainnya. Rasa dan bau didalam air disebabkan oleh adanya bahan organik yang membusuk atau bahan kimia yang menguap. Suhu air merupakan hal yang penting jika dikaitkan dengan tujuan penggunaan dan pengolahannya. Suhu air bervariasi menurut kedalaman dan sumber airnya.

2. Sifat-sifat kimiawi dari air

Sebagai indikator keasaman atau kebasaan air diambil nilai pH, yang menurut Sorensen didefenisikan sebagai logaritma dari konsentrasi ion hydrogen dengan diberi ion negatif atau logaritma dari kebalikan konsentrasi ion hydrogen dengan nol per liter. Nilai pH air biasanya diperoleh dengan alat potensometer yang mengandung indikator universal sebagai petunjuk warna.

Alkalinitas didalam air disebabkan oleh ion-ion karbonat (CO3-2), Bikarbonat (HCO3-) dan hidroksida (OH-). Dalam air tanah alkalinitas sebagian besar diakibatkan oleh adanya bikarbonat dan sisanya adalah karbonat. Padakeadaan tertentu atau pada siang hari adanya ganggang dan lumut dalam air menyebabkan turunnya kadar karbondioksida dan bikarbonat. Dalam keadaan seperti ini jika kadar karbonat dan hidroksida naik menyebabkan pH Larutan naik.

78

Kalsium dan magnesium adalah gangguan yang utama penyebab kesadahan air. Kesadahan dinyatakan dengan mg Tabel 1 : Perbandingan air berdasarkan tingkat kesadahan. Kesadahan total mg/L sebagai CaCO3 Kurang dari 15 15-60 61-120 121-180 Lebih dari 180 Air yang sangat lunak Air lunak Air yang agak sadah Air sadah Air yang sangat sadah Klasifikasi

3. Sifat-sifat biologis air Mikroorganisme biasanya terdapat dalam permukaan, tetapi umumnya tidak dan terdaftar pada kebanyakan air tanah karena penyaringan oleh Akiver yang dapat membuat air keruh dan jumlah mikroorganisme dapat dihilangkan atau dikurangi dengan cara Klorinasi, yaitu dengan penambahan klorin(Cl2) kedalam air. /L sebagai kalsium karbonat. Persyaratan air minum tidak saja harus jernih, tetapi juga harus bebas dari bakteri pathogen (yang menyebabkan penyakit). Dengan cara disinveksi, bakteri pathogen dapat dihilangkan, dan jumlah mikroorganisme dapat dikurangi, yang dapat digunakan dalam pengurangan jumlah mikroorganisme adalah klorinasi, yaitu dengan menambahkan klorin (Cl2) dalam air.
79

BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN 6.1 Kesimpulan Berdasarkan hasil kerja praktek serta pengamatan yang dilakukan di PT.Coca-cola Amatil Indonesia Unit Medan,maka dapat diambil beberapa kesimpulan yaitu sebagai berikut: 1. PT. Coca-cola Amatil Indonesia unit Medan merupakan sebuah perusahaan yang berwawasan lingkungan sehingga kelestarian lingkungan tetap terjaga. 2. PT. Coca-cola Amatil Indonesia Unit Medan memproduksi dua jenis minuman ringan tanpa alkohol yaitu: Produk Sparkling [ Coca-cola,Fanta (strawberry,Anggur ,Melon,Soda Water,dan Blueberry)] dan produk still (Jasmin Tea,Green Tea). 3. Dari hasil analisa air yang dilakukan selama praktek kerja lapangan untuk produksi PT.Coca-cola Amatil Indonesia Unit Medan menunjukkan bahwa kualitas air tersebut telah sesuai dengan standard yang telah ditetapkan perusahaan. 6.2. Saran

80

Dari beberapa kesimpulan yang kami buat berdasarkan hasil praktek kerja lapangan,kami memberikan saran yaitu: 1. Agar Kualitas air yang diharapkan tetap terjaga,maka perlu diadakan pengawasan secara terus menerus terhadap perbandingan pencampuran bahan baku utama dan bahan tambahan pada saat proses pembuatan produk. 2. Sebaiknya sebelum produksi berlangsung diperiksa terlebih dahulu air yang akan digunakan baik pada treated water maupun softwater apakah telah memenuhi standard atau tidak agar kualitas produk yang akan dihasilkan pada PT.Coca-Cola Amatil Indonesia tetap terjaga.

81

DAFTAR PUSTAKA

Kusnaedi. Mengolah Air Kotor Untuk Air Minum. Penebar Swadaya, 2010: Bandung Hefni Effendi. Telaah Kualitas Air Bagi Pengolahan Sumber Daya dan Lingkung Perairan.3003. Kanisius. Yogyakarta Robert.J.Kodoatie dan Roestam Sjarief. Tata Ruang Air. 2010. CV ANDI OFFSET. Yogyakarta

82

Chandra Budiman. Pengantar Kesehatan Lingkungan. 2005. Buku Kedoktoran EGC. Jakarta Alamsyah Sujana. Merakit Sendiri Alat Penjernihan Air untuk Rumah Tangga. Kawan Pustaka. Jakarta

83