Anda di halaman 1dari 34

KATA PENGANTAR

Puji dan Syukur Kehadirat Allah SWT , yang telah memberi kesempatan dalam penyelesaian penyusunan Profil Kesehatan Puskesmas Langsa Bar 2011, dimana Profil Kesehatan ini merupakan salah satu wujud akuntabilitas dari pusat data dan informasi. Penyusunan Profil Kesehatan Puskesmas Langsa Bar Tahun 2011 masih dirasakan banyak kekurangan, karena pemahaman tentang indikator kinerja SPM bidang kesehatan dan petunjuk yang memuat definisi operasional, target pencapaian , maupun pemanfaatan indikator belum tersusun dan terealisasi dengan baik. Maka dengan adanya kerja sama pada pemegang program dan pengelola data, akhirnya Profil Kesehatan Puskesmas Langsa Bar 2011 dapat diselesaikan. Profil Kesehatan Puskesmas Langsa Bar 2011 disajikan dalam bentuk narasi dan lampiran yang berisi tabeltabel dikeluarkan dalam satu buku. Diharapkan dapat digunakan sebagai salah satu sarana untuk memantau penyelenggaraan di bidang kesehatan dan sebagai informasi ringkas gambaran derajat kesehatan masyarakat, upaya kesehatan dan sumber daya kesehatan. Saran dan masukkan serta partisipasi dari semua pihak dalam memperoleh data / informasi sangat diperlukan guna peningkatan Profil kesehatan dimasa yang akan datang. Kepada semua pihak yang telah membantu penyelasaian Profil Kesehatan Puskesmas Langsa Barat kami ucapkan terima kasih.

Langsa , 18 Januari 2012 PUSKESMAS LANGSA BAR

Penulis

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ........................................................................... i DAFTAR ISI ......................................................................................... ii DAFTAR TABEL .............................................................................. ... iv BAB I : PENDAHULUAN ................................................................... 1 1.1 LATAR BELAKANG ...................................................... 1 1.2 TUJUAN........................................................................... 2 1.2.1 Tujuan umum ........................................................... 2 1.2.2 Tujuan Khusus ......................................................... 2 1.3 SISTEM KETAHANAN NASIONAL ............................. 2 BAB II : ANALISIS SITUASI.............................................................. 6 2.1 GAMBARAN UMUM ..................................................... 6 2.1.1 Keadaan Geografis ................................................... 6 2.1.2 Keadaan Monografi ................................................. 7 2.2 PERAN SERTA MASYARAKAT.................................. 7 2.2.1 Data Khusus ............................................................8 BAB III : PEMBANGUNAN KESEHATAN DAERAH .....................11 3.1 TUJUAN UMUM ............................................................. 11 3.2 TUJUAN KHUSUS .......................................................... 12 3.3 SASARAN PELAKSANAAN PROGRAM..................... 14 3.3.1 Program Pokok Lingkungan Sehat dan Pemberdayaan Masyarakat ...................................... 14 3.3.2 Program Pokok Upaya Kesehatan ........................... 15 3.3.3 Program Pokok Upaya Gizi Masyarakat.................. 16 BAB IV : HASIL KEGIATAN .............................................................. 17 4.1 KEGIATAN YANG DILAKSANAKAN ........................ 17 4.2 PELAYANAN KESEHATAN DASAR........................... 18 4.2.1 Jumlah Kunjungan Puskesmas Tahun 2011 ............ 19 4.2.2 Kunjungan Laboraturium Tahun 2011..................... 20 4.3 PELAYANAN KESEHATAN MASYARAKAT ............ 20 4.3.1 Program UKGMD / UKS........................................ 20 4.3.2 Promosi Kesehatan................................................... 21 4.3.3 Kesehatan Lingkungan ............................................ 21 4.3.4 Gizi ........................................................................... 22 4.3.5 Kesehatan Keluarga ( Kesga ).................................. 24

4.3.6 Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Menular .................................................................... 26 BAB V : KESIMPULAN DAN SARAN .............................................. 29 5.1 KESIMPULAN ................................................................. 29 5.1.1 Derajat Kesehatan Optimal ...................................... 29 5.1.2 Lingkungan sehat ..................................................... 29 5.1.3 Pembangunan kesehatan ...........................................30 5.2 SARAN ............................................................................. 30 DAFTAR LAMPIRAN : - Lampiran 1 - Lampiran 2 - Lampiran 3 - Lampiran 4 : Daftar Urut Kepangkatan Pegawai Negeri Sipil Puskesmas Langsa Bar Tahun 2011 : Struktur Organisasi Pegawai Negeri Sipil Tahun 2011 : Kondisi Luas Bangunan Puskesmas Langsa Bar : Luas Bangunan Polindes di Wilayah Kerja Puskesmas Langsa Bar

DAFTAR TABEL
Tabel 1 Luas wilayah, Jumlah Desa/Kelurahan, Jumlah Penduduk, Jumlah Rumah tangga dan kepadatan penduduk Di Wilayah Kerja Puskesmas Langsa Bar Tahun 2011 Tabel 2 Jumlah Penduduk menurut Jenis kelamin, Kelompok umur, Rasio Beban tangungan , Rasio Jenis kelamin Di Wilayah Kerja Puskesmas Langsa Bar Tahun 2011 Tabel 3 Jumlah Penduduk menurut jenis kelamin dan kelompok umur Di Wilayah Kerja Puskesmas Langsa Bar Tahun 2011 Tabel 4 Persentase Penduduk Berumur 10 tahun ke atas yang melek huruf Di Wilayah Kerja Puskesmas Langsa Bar Tahun 2011 Tabel 5 Persentase penduduk laki-laki dan perempuan berusia 10 Tahun keatas menurut tingkat Pendidikan tertinggi yang ditamatkan di wilayah Puskesmas Langsa Bar Tahun 2011 Tabel 6 Jumlah kelahiran menurut jenis kelamin Di Wilayah Kerja Puskesmas Langsa Bar Tahun 2011 Tabel 7 Jumlah kematian bayi dan balita menurut jenis kelamin Di Wilayah Kerja Puskesmas Langsa Bar Tahun 2011 Tabel 8 Jumlah Kematian Ibu menurut Kelompok umur Di Wilayah Kerja Puskesmas Langsa Bar Tahun 2011 kerja

BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG Profil Kesehatan Puskesmas Langsa Bar Tahun 2011 ini merupakan suatu wadah integrasi berbagai data yang telah dikumpulkan melalui berbagai sistem pencatatan dan pelaporan yang ada yang berisikan data-data kesehatan, yang meliputi data tentang derajat kesehatan, upaya kesehatan dan sumber daya kesehatan. Disamping itu, Profil Kesehatan ini juga menyajikan data pendukung lain yang berhubungan dengan kesehatan, seperti data kependudukan, data lingkungan, keluarga berencana dan data-data Penyakit Tertinggi yang bersumber dari hasil kegiatan yang dilaksanakan dari masing-masing Program.Data dianalisis secara sederhana dengan bentuk tampilan tabel. Profil kesehatan Puskesmas Langsa Bar Tahun 2011 merupakan suatu sistem informasi kesehatan berupaya menyediakan data/informasi yang akurat, sesuai kebutuhan dalam rangka meningkatkan kemampuan manajemen kesehatan secara berhasil dan berdaya guna dan dalam rangka menilai keberhasilan indikator kesehatan Indonesia Sehat 2015, selain juga sebagai sarana penyedia indikator yang menunjukkan tercapai tidaknya kecamatan sehat. Profil kesehatan Puskesmas Langsa Bar Tahun 2011 terdiri atas 5 bab, yaitu: Bab 1 : Pendahuluan. Menguraikan latar belakang, tujuan penyusunan Profil Kesehatan Tahun 2011. Bab 2 Bab 3 : Analisa Situasi. Menguraikan gambaran umum wilayah kerja Puskesmas Langsa Bar Tahun 2011. : Pembangunan Kesehatan Daerah. Menguraikan program-program pokok apa saja dalam pembangunan kesehatan daerah Pada Wilayah Kerja Puskesmas Langsa Bar Tahun 2011. Bab 4 Bab 5 : Hasil Kegiatan. Menguraikan apa saja yang telah di laksanakan pada Tahun 2011. : Kesimpulan dan Saran

1.2 TUJUAN 1.2.1. Tujuan Umum Terwujudnya peningkatan mutu pelayanan kesehatan di Puskesmas sesuai dengan standarisasi pelayanan kesehatan sesuai standar internasional, serta memberikan data dan informasi yang berguna untuk penyusunan rencana pembangunan daerah dibidang

kesehatan dalam rangka mendukung pencapaian visi dan misi Indonesia Sehat 2015 dan memberikan informasi kepada penentu kebijakan agar dapat mengambil keputusan berdasarkan fakta dan kondisi yang ada pada wilayah kerja puskesmas, serta terwujudnya peningkatan mutu pelayanan kesehatan

1.2.2. Tujuan Khusus a. Tersedianya gambaran informasi kesehatan untuk menentukan masalah kesehatan dalam wilayah Kerja Puskesmas Langsa Bar. b. Tersedianya mendatang. c. Sebagai tinjauan tahunan kondisi kesehatan masyarakat Kecamatan Langsa Bar dan evaluasi program-program kesehatan yang telah dilaksanakan. d. Sebagai umpan balik kepada pemegang program yang terkait dan menjadi masukan bagi perbaikan program di masa mendatang. referensi untuk penyusunan perencanaan tahunan kesehatan

1.3. SISTEM KESEHATAN NASIONAL Sistem Kesehatan Nasional adalah suatu tatanan yang mencerminkan upaya bangsa Indonesia untuk meningkatkan kemampuan untuk mencapai derajat kesehatan yang optimal sebagai perwujudan kesejahteraan umum seperti dimaksud dalam pembukaan UUD 1945 dimana pemerintah menjamin setiap warga negara untuk mendapatkan Derajat Kesehatan yang setinggi-tingginya. Oleh karena itu pemikiran dasar Sistim Kesehatan Nasional pada hakekatnya menentukan arah, tujuan dan dasar-dasar pembangunan kesehatan dasar sebagai kesatuan yang menyeluruh, terpadu serta berkesinambungan sebagai bagian dari pembangunan nasional. Di dalam Sistem Kesehatan Nasional dikemukakan bahwa pembangunan kesehatan pada hakekatnya adalah : Peningkatan Akses Pelayanan Peningkatan Mutu Pelayanan Peningkatan Manajemen yang meliputi bagian dari :

Sistem Ketenagaan Sistem Pembiayaan Sistem Logistis dan Peralatan Sistem Informasi Kesehatan

Dengan Sistem Kesehatan Nasional maka tujuan pembangunan kesehatan untuk

tercapainya kemampuan hidup sehat bagi setiap penduduk agar dapat mewujudkan derajat kesehatan masyarakat yang optimal. Adapun program Unggulan pembangunan kesehatan untuk terwujudnya derajat kesehatan yang optimal antara lain: 1. Adanya kebijakan kesehatan 2. Perbaikan gizi 3. Pencegahan penyakit menular termasuk imunisasi 4. Peningkatan prilaku hidup bersih dan sehat 5. Peningkatan kesehatan lingkungan 6. kesehatan keluarga,KB dan kesehatan reproduksi. 7. kesehatan dan keselamatan kerja. 8. Anti tembakau dan alkohol. 9. Pengawasan Obat,Makanan,Minuman dan bahan berbahaya. 10. Pencegahan kecelakan.

Sesuai dengan Sistem Kesehatan Nasional, Puskesmas merupakan unit pelaksana teknis Dinas Kesehatan yang bertanggung jawab menyelenggarakan pembangunan kesehatan di suatu wilayah kerja. Puskesmas berperan menyelenggarakan upaya kesehatan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap penduduk agar memperoleh derajat kesehatan yang optimal. Kedudukan puskesmas dalam sistem kesehatan nasional adalah sebagai sarana pelayanan kesehatan tingkat pertama yang bertanggung jawab menyelenggarakan upaya kesehatan perorangan dan upaya kesehatan masyarakat di wilayah kerjanya. Dengan demikian Puskesmas berfungsi sebagai pusat penggerak pemberdayaan keluarga dan mesyarakat serta pusat pelayanan masyarakat strata pertama. Upaya kesehatan yang di selenggarakan di Puskesmas terdiri dari Upaya Kesehatan Wajib dan Upaya Kesehatan Pengembangan. Upaya kesehatan Wajib merupakan upaya kesehatan yang dilaksanakan oleh seluruh Puskesmas di Indonesia. Upaya ini memberikan daya ungkit paling besar terhadap keberhasilan pembangunan kesehatan melalui peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), serta merupakan kesepakatan global maupun nasional. Yang termasuk dalam Upaya Kesehatan Wajib adalah : a. Promosi Kesehatan, dilakukan oleh petugas puskesmas kepada individu,

kelompok dan masyarakat di wilayah kerja puskesmas agar mengerti akan perilaku hidup bersih dan sehat. b. Kesehatan Lingkungan, dilakukan untuk peningkatan kesadaran penduduk untuk pemanfaatan air bersih dan sarana pembuangan kotoran yang memenuhi syarat kesehatan. c. Kesehatan Ibu Anak dan Keluarga Berencana, program ini dilaksanakan oleh petugas puskesmas untuk mencegah terjadinya tingginya angka kematian Ibu dan Anak. d. Perbaikan Gizi Masyarakat, Bertujuan agar terwujudnya kemandirian masyarakat dalam upaya peningkatan status gizi dan keluarga sadar gizi. e. Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Menular, dilaksanakan untuk bayi BBLR, dan menekan

mencegah terjadinya penularan penyakit dan mengurangi angka kesakitan dan kematian. f. Serta Pengobatan.

Upaya Kesehatan pengembangan adalah upaya kesehatan yang ditetapkan berdasarkan permasalahan kesehatan yang ditemukan di masyarakat setempat serta disesuaikan dengan kemampuan Puskesmas. Adapun upaya kesehatan pengembangan antara lain : Upaya Kesehatan Sekolah Upaya kesehatan Olah Raga Upaya kesehatan Kerja Upaya kesehatan Gigi Upaya Kesehatan Mata Upaya kesehatan Jiwa Upaya Kesehatan Usia Lanjut Upaya Kesehatan Remaja Pembinaan Pengobatan Tradisional Perawatan Kesehatan masyarakat dan sebagainya

BAB II ANALISIS SITUASI 2.1 GAMBARAN UMUM 2.1.1 Keadaan Geografis Puskesmas Langsa Bar merupakan salah satu puskesmas yang berada di wilayah Pemerintahan Kota Langsa. Ditinjau dari segi geografi, wilayah kerja puskesmas Langsa Bar hampir tidak ada masalah dimana letaknya Stategis dan berdekatan dengan puskesmas dan mudah terjangkau baik oleh kendaraan roda dua maupun kendaraan roda empat. a. Luas wilayah Wilayah kerja puskesmas Langsa Bar terdiri dari 9 (Sembilan) desa dengan luas wilayah keseluruhan 158,0 km. No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Nama Desa Gampong Jawa Pb. Tunong Geudubang Aceh Geudubang Jawa Karang Anyer Pb. Seuleumak Pondok Kelapa Lengkong Suka Jadi Makmur Jumlah Sumber : Kecamatan Langsa Bar Dalam Angka b. Batas Wilayah Sebelah Utara Sebelah Timur Sebelah Barat : dengan kecamatan Langsa Timur : dengan kecamatan Langsa Lama : dengan kecamatan Birem Bayeun Luas ( km ) 2,6 2 56,5 6,9 60,5 7,91 15,75 1,4 4,5 158,0

Sebelah Selatan : dengan kecamatan Langsa Barat

2.1.2 Keadaan Monografi Jumlah Penduduk dalam wilayah kerja Puskesmas Langsa Bar tahun 2011 berjumlah 42.076 jiwa.
JUMLAH PENDUDUK JUMLAH KK JUMLAH BAYI JUMLAH BALITA JUMLAH BUMIL JUMLAH WUS JUMLAH USILA

NO

DESA

1 1 2 3 4 5 6 7 8 9

2 PB. Tunong PB. Seuleumak Karang anyer Gampong Jawa Gedubang Jawa Gedubang Aceh Pondok Kelapa Lengkong Suka Jadi Makmur JUMLAH

3 6881 12124 4182 8488 2966 2542 2179 2222 575 42076

4 1639 3151 980 1960 779 611 490 552 139 10301

5 151 266 92 185 65 56 48 49 13 925

6 894 1576 544 109 385 330 283 288 75 4484

7 166 293 101 204 72 61 53 53 14 1017

8 1513 2667 916 1843 652 559 479 489 126 9244

9 1100 1939 669 1347 479 406 27 354 92 6413

Sumber : Pendataan Bidan Desa Januari 2011 2.2 PERAN SERTA MASYARAKAT a. Posyandu Balita Di wilayah kerja Puskesmas Langsa Bar pada Tahun 2011 terdapat 23 posyandu dengan kader aktif sejumlah 95 orang.
No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Kelurahan/Desa PB. Tunong PB. Seuleumak Karang anyer Gampong Jawa Gedubang Jawa Gedubang Aceh Pondok Kelapa Lengkong Suka Jadi Makmur Jumlah Jmlh Posyandu 3 5 2 5 1 1 2 2 2 23 Jumlah Kader Dilatih 15 15 10 15 5 5 10 10 10 95 Aktif 15 15 10 15 5 5 10 10 10 95 % 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 Dukun Bayi Dilatih 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 Aktif 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 % 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 Tokoh Masyarakat Dilatih 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 Aktif 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 % 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 Keterangan

b. Posyandu Usila Di wilayah kerja Puskesmas Langsa Bar pada tahun 2012 terdapat 9 (sembilan) buah Posyandu Usila dengan jumlah usila sebanyak 2.135 orang dan terdapat kader aktif usila 18 orang,yaitu sebagai berikut :
NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 PB. Tunong PB. Seuleumak Karang anyer Gampong Jawa Gedubang Jawa Gedubang Aceh Pondok Kelapa Lengkong DESA JUMLAH USILA 108 946 472 286 126 56 27 87 27 2135 JUMLAH POSYANDU 1 1 1 1 1 1 1 1 1 9 JUMLAH KADER 2 2 2 2 2 2 2 2 2 18

Suka jadi Makmur JUMLAH

2.2.1 DATA KHUSUS a. Jumlah Tenaga Puskesmas Langsa Bar Tahun 2011
No I 1 2 3 Jenis Ketenagaan Puskesmas Induk Dokter Dokter Gigi Sarjana/D3: a. SKM b. Akper c. Akbid d. Akademi Gizi e. S.Kep 4 5 6 7 8 9 10 11 II 1 2 III 1 2 IV 1 Bidan Perawat (SPK) Perawat Gigi Sanitarian SPAG Tenaga Laboratorium Pengelola Obat Lain2 / S. Kimia Puskesmas Pembantu Perawat Kesehatan Tenaga Lain/ Bidan Polindes Bidan Tenaga Lain Poskesdes Perawat JUMLAH 3 0 PNS 20 0 0 0 8 PNS 12 PTT 7 3 0 0 6 PNS 2 PNS 1 Bakti 1 Bakti 6 31 13 1 2 12 11 3 4 0 3 8 14 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 PNS PNS 5 PNS 5 PNS 23 PNS 11 PNS PNS PNS PNS 7 PNS PNS PNS 1 Bakti 1 Honda, 3 Bakti 1 Bakti 2 Honda, 6 Bakti 2 Bakti 7 2 0 0 PNS PNS 1 Pendidikan Yang ada sekarang Kekurangan Status Kepegawaian Keterangan

b. Sarana dan Prasarana Kesehatan Keadaan prasarana kesehatan di Puskesmas Langsa Bar Tahun 2011
Kondisi No I Jenis Sarana/Prasarana Sarana Kesehatan 1. Puskesmas pembantu 2. Polindes 3. Rumah Dinas Dokter 4. Rumah Dinas Perawat 5. Rumah Dinas Bidan 6. Pusling Roda 4 7. Ambulance 8. Sepeda Motor 9. Tempat tidur 10. Timbangan 11. Timbangan Bayi II Sarana Penunjang 1. Komputer 2. Mesin Tik 3. Telepon 4. Meja Tulis 5. Lemari 6. Kursi 7. Kursi Putar 8. Laptop 9. Lemari pustaka 10. Meja KOmputer 11. Lemari es 8 4 1 43 22 121 16 2 9 1 1 2 1 2 2 2 3 2 2 2 1 2 1 1 7 0 1 0 1 1 18 7 2 1 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 Jumlah Rusak Ringan Rusak Sedang Rusak Berat

c. Distribusi Bidan Desa Tahun 2011 Peran Bidan Desa Sangat diperlukan oleh masyarakat, dengan adanya bidan didesa maka akan dapat membantu masalah kesehatan, khususnya bagi ibu hamil dan ibu melahirkan, Untuk lebih jelasnya Di Wilayah kerja Puskesmas Langsa Bar Tahun 2011 jumlah Bidan Desa yang ada di Polindes sebanyak 21 Orang, yaitu :
NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 DESA PB. Tunong PB. Seuleumak Karang anyer Gampong Jawa Gedubang Jawa Gedubang Aceh / Trom Pondok Kelapa Lengkong Suka Jadi Makmur Polindes Ada 1 1 1 1 1 1 1 1 1 JUMLAH Tidak Kondisi Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Jumlah Bides 2 4 3 3 2 2 1 2 2 21

d. Jenis Sarana Air Bersih dan Jamban Tahun 2011 Dalam Kehidupah sehari hari sarana air bersih dan jamban sangatlah diperlukan, air yang sehat dan kualitas yang bersih sangat lah penting untuk memelihara kesehatan dan mencegah timbulnya berbagai penyakit, Adapun Sarana air bersih yang dimanfatkan oleh penduduk Di Wilayah Kerja Puskesmas Langsa Bar adalah sebagai berikut :

NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9

DESA PB. Tunong PB. Seuleumak Karang Anyer Gampong Jawa Gedubang Jawa Gedubang Aceh Pondok Kelapa Lengkong Suka Jadi makmur JUMLAH

JUMLAH PENDUDUK 6881 12124 4182 8488 2966 2542 2179 2222 575 42159

JUMLAH KK 1639 3151 980 1960 779 611 490 552 139 10301

SAB ( Sarana Air Bersih ) Ledeng 401 780 0 310 221 25 480 75 0 2292 Sumur Pompa 507 1200 415 611 201 320 0 255 0 3509 Sumur Gali 710 1156 565 1032 354 266 0 222 0 4305 Lain-lain 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0

Jenis dan Jumlah Jamban NO DESA JUMLAH PENDUDUK JUMLAH KK Leher Angsa 1639 3151 980 1901 778 611 490 552 54 10156

Cemplung 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0

Plengsengan 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0

Lain-lain 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0

1 2 3 4 5 6 7 8 9

PB. Tunong PB. Seuleumak Karang anyer Gampong Jawa Gedubang Jawa Gedubang Aceh Pondok Kelapa Lengkong Suka Jadi makmur JUMLAH

6881 12124 4182 8488 2966 2542 2179 2222 575 42159

1639 3151 980 1960 779 611 490 552 139 10301

Dari Tabel diatas dapat dilihat bahwa Penduduk Di wilayah Kerja Puskesmas Langsa Baro menggunakan sarana air bersih dalam bentuk ledeng, sumur Pompa dan sumur gali, sedangkan untuk sarana jamban masyarakat masih memanfaatkan jamban bentuk leher angsa saja.

BAB III PEMBANGUNAN KESEHATAN DAERAH 3.1 TUJUAN UMUM Pembangunan Kesehatan Adalah penyelenggaraan upaya kesehatan oleh Bangsa Indonesia untuk meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup Sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang optimal. Pembangunan kesehatan bertujuan untuk meningkatkan kesadaran,

kemauan, dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya. Pembangunan kesehatan yang dilaksanakan selama ini telah berhasil meningkatkan Derajat Kesehatan Masyarakat secara signifikan, walaupun masih banyak dijumpai berbagai masalah dan hambatan. Arah pembangunan kesehatan dewasa ini menuntut reformasi total kebijakan pembangunan dalam segala bidang.Pembangunan kesehatan lebih menekankan upaya promotif dan prefentiv tanpa mengesampingkan upaya kuratif dan rehabilitatif. Pembangunan kesehatan juga bertujuan mewujudkan Visi Pembangunan Kesehatan yang dinyatakan sebagai Kecamatan sehat menuju Indonesia yang Sehat merumuskan bahwa kelak bangsa Indonesia sudah akan hidup dalam lingkungan yang sehat, berperilaku hidup bersih dan sehat, serta dapat memilih, menjangkau dan memanfaatkan pelayanan kesehatan yang bermutu, merata dan berkeadilan, sehingga memiliki derajat kesehatan yang optimal. Kota Langsa sebagai bagian dari Negara Republik Indonesia, dalam melaksanakan Pembangunan Kesehatan Daerah menyelaraskan visinya sesuai dengan Visi Pembangunan Kesehatan Nasional sebagaimana yang telah digariskan, maka visi Kota Langsa adalah Terwujudnya Kota Langsa Sehat yang ditandai

dengan penduduknya hidup dalam lingkungan sehat, mempraktekan perilaku hidup sehat, memiliki kemampuan menjangkau pelayanan kesehatan yang bermutu secara adil dan merata, dan memiliki derajat kesehatan yang tinggi.

3.2 3.2.1 Visi

TUJUAN KHUSUS Mewujudkan visi dan misi Puskesmas ;

Visi puskesmas adalah Tercapainya kecamatan sehat menuju terwujudnya indonesia sehat: Lingkungan sehat, Prilaku Sehat,cakupan kesehatan yang bermutu dan derajat kesehatan yang optimal. Misi Misi pembangunan kesehatan yang diselenggarakan puskesmas adalah mendukung tercapainya misi pembangunan kesehatan nasional. Misi tersebut adalah : 1. Menyelenggarakan pembangunan berwawasan kesehatan di wilayah kerja Puskesmas. 2. Mendorong kemandirian hidup sehat bagi keluarga dan masyarakat di wilayah kerja Puskesmas. 3. Memelihara dan meningkatkan pelayanan kesehatan yang bermutuserta terwujudnya pemerataan dan keterjangkauan pelayanan kesehatan di wilayah kerja Puskesmas. 4. Memelihara dan meningkatkan kesehatan perorangan, keluarga dan

masyarakat beserta lingkungan di wilayah kerja Puskesmas. Stategi Pembangunan kesehatan Adalah : 1. Pembangunan kesehatan nasional berwawasan kesehatan. 2. Profesionalisme 3. Jaminan Pemeliharaan kesehatan masyarakat. 4. Desentralisasi. Janji 1. 2. 3. Bertaqwa kepada Allah SWT. Memberi pelayanan optimal kepada masyarakat. Meningkatkan disiplin kerja dan setia kawan.

MOTTO Melayani masyarakat dengan setulus hati .

3.2.2

Azaz penyelenggaraan Puskesmas

Penyelenggaraan upaya kesehatan wajib dan upaya kesehatan pengembangan harus menerapkan azas penyelenggaraan puskesmas secara terpadu. Azas penyelenggaraan puskesmas yang dimaksud adalah : a. Azas pertanggungjawaban Wilayah, Puskesmas bertanggungjawab

meningkatkan derajat kesehatan masyarakat yang bertempat tinggal di wilayah kerjanya. b. Azas Pemberdayaan keluarga Masyarakat dan , Puskesmas agar wajib memberdayakan aktif dalam

perorangan,

masyarakat,

berperan

penyelenggaraan setiap upaya puskesmas. c. Azas keterpaduan, Untuk Mengatasi keterbatasan sumberdaya serta

diperolehnya hasil yang optimal, penyelenggaraan setiap upaya puskesmas harus diselenggarakan secara terpadu, ada dua macam keterpaduan yang perlu diperhatikan, Yakni : Keterpaduan Lintas Program Yaitu Upaya memadukan penyelenggara berbagai upaya kesehatan yang menjadi tanggung jawab puskesmas. Keterpaduan Lintas Sektor yaitu Upaya memadukan penyelenggaraan upaya puskesmas dengan berbagai program dari sektor terkait tingkat kecamatan, termasuk organisasi kemasyarakatan. Sebagai sarana pelayanan kesehatan tingkat pertama kemampuan yang dimiliki oleh puskesmas terbatas, padahal puskesmas berhadapan langsung dengan masyarakat dengan berbagai permasalahan kesehatannya. Rujukan adalah Pelimpahan wewenang dan tanggung jawab atas kasus penyakit atau masalah kesehatan yang diselenggarakan secara timbal balik, baik secara vertikal dalam arti dari satu strata sarana pelayanan kesehatan lainnya, maupunnnsecara horizontal dalam arti antar sarana pelayanan kesehatan yang sama.

Etika Keperawatan Internal 1. Melakukan pelayanan dengan tidak membedakan ras, suku, dan kasta atau pelayanan secara komprehensif. 2. Melakukan tugas dan kewajiban sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

3. 4. 5.

Melakukan pelayanan dengan 3 S (Senyum, Sapa, Salam). Mendahului kepentingan pasien daripada kepentingan pribadi/kelompok. Menjaga kerahasiaan pasien (privacy).

Fungsi 1. Pusat pemberdayaan masyarakat.

2. Pusat penggerak pembangunan berwawasan kesehatan. 3. Pusat pelayanan kesehatan tingkat pertama.

Puskesmas bertanggung jawab menyelenggarakan pelayanan kesehatan tingkat pertama secara menyeluruh, terpadu dan berkesinambungan, meliputi:

1. Pelayanan kesehatan perorangan (private goods) adalah Pelayanan yang sifatnya menyembuhkan penyakit dan pemulihan kesehatan perorangan, Tanpa mengabaikan pemeliharaan kesehatan dan pencegahan penyakit, Pelayanan perorangan tersebut adalah rawat jalan dan untuk puskesmas tertentu dan ditambah dengan rawat inap. 2. Pelayanan kesehatan masyarakat (public goods) adalah Pelayanan yang bersifat public dengan tujuan utama memelihara dan meningkatkan kesehatan serta mencegah penyakit tanpa mengabaikan penyembuhan penyakit dan pemulihan kesehatan masyarakat.

3.3 SASARAN PELAKSANAAN PROGRAM

3.3.1 Program Pokok Lingkungan Sehat, Perilaku Sehat dan Pemberdayaan Masyarakat

Tujuan dari program Lingkungan Sehat adalah terwujudnya lingkungan hidup sehat yang mendukung tumbuh kembangnya anak dan remaja, memenuhi kebutuhan dasar untuk hidup sehat, memungkinkan interaksi sosial, serta melindungi masyarakat dari ancaman bahaya yang berasal dari lingkungan, sehingga tercapai derajat kesehtan individu, keluarga dan masyarakat yang optimal.

Indikator untuk terwujudnya lingkungan sehat yaitu : 1. Bebas Polusi 2. Tersedianya Air bersih. 3. Sanitasi lingkungan memadai. 4. Perumahan sehat Sasaran dari Program Lingkungan Sehat adalah : a. Terselenggaranya upaya peningkatan lingkungan fisik, sosial dan budaya masyarakat dengan memaksimalkan potensi sumberdaya secara mandiri. b. Meningkatnya kesadaran dan tanggung jawab masyarakat untuk memelihara lingkungan sehat. c. Meningkatnya cakupan keluarga yang mempunyai akses terhadap air bersih yang memenuhi kualitas bakteriologis dan sanitasi lingkungan. d. Terpenuhinya persyaratan kesehatan di tempat-tempat umum, termasuk sarana dan cara pengelolaannya. Tujuan dari program Perilaku Sehat dan Pemberdayaan Masyarakat adalah terbentuknya perilaku masyarakat yang bersifat proaktif untuk memlihara dan meningkatkan derajat kesehatan, mencegah risiko terjadinya penyakit, melindungi diri dari ancaman penyakit, serta mendorong partisipasi aktif seluruh anggota masyarakat dalam gerakan peningkatan kesehatan masyarakat. Sasaran dari program perilaku sehat dan pemberdayaan masyarakat adalah: a. Meningkatnya perwujudan kepedulian perilaku hidup bersih dan sehat dalam kehidupan masyarakat. b. Menurunnya angka kematian dan kecacatan akibat kelahiran/persalinan, kecelakaan dan rudapaksa. c. Berkembangnya sistem jaringan dukungan masyarakat, sehingga pada akhirnya kebutuhan masyarakat terhadap pelayanan masyarakat dapat meningkat.

3.3.2

Program Pokok Upaya Kesehatan Tujuan dari program pokok ini adalah dicegahnya kejadian penyebaran

penyakit menular sehingga tidak menjadi masalah kesehatan masyarakat; menurunnya angka kesakitan, kematian dan kecacatan dari penyakit menular dan tidak tidak menular; meningkat dan meluasnya jangkauan dan pemerataan

pelayanan kesehatan dasar meningkatnya status kesehatan reproduksi bagi wanita usia subur termasuk anak, remaja, ibu hamil dan ibu menyusui.

Sasaran dari program Pokok Upaya Kesehatan adalah : a. Menurunnya angka kesakitan demam berdarah dengue dan malaria, prevalensi HIV, angka kematian pneumonia balita, angka kematian diare balita, meningkatnya angka kesembuhan tuberculosis, tereliminasinya kusta,

dicapainya universal child immunization, tercapainya eradikasi polio. b. Menurunnya kejadian penyakit tidak menular seperti penyakit jantung, stroke, gangguan mental, dan kematian akibat kecelakaan. c. Meningkatnya rasio tenaga dan fasilitas pelayanan kesehatan terhadap jumlah penduduk, serta terjangkaunya masyarakat di daerah rawan kesehatan oleh pelayanan kesehatan. d. Meningkatnya penggunaan obat secara rasional. e. Meningkatnya cakupan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan, cakupan penanganan komplikasi kasus obstetric, cakupan pembinaan kesehatan anak balita dan anak usia pra-sekolah, cakupan pelayanan antenatal, postnatal dan neonatal.

3.3.3

Program Pokok Perbaikan Gizi Masyarakat Program pokok ini bertujuan meningkatnya kemandirian keluarga dalam

upaya perbaikan status gizi, meningkatnya pelayanan gizi untuk mencapai keadaan gizi yang baik dengan menurunkan prevalensi gizi kurang dan gizi lebih. Program perbaikan gizi keluarga bertujuan untuk meningkatkan status gizi keluarga, khususnya Bayi, balita, ibu hamil dan menyusui, Dan Program perbaikan gizi juga bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat sekolah mengenai peningkatan derajat kesehatan dan gizi murid sekolah, mencapai prestasi belajar yang optimal dalam rangka menunjang program wajib belajar. Sasaran Program Pokok Perbaikan Gizi adalah : a. Menurunnya prevalensi bayi dengan berat lahir rendah (BBLR), gizi kurang dikalangan balita, prevalensi gangguan akibat kurang yodium (GAKY) pada

anak, anemia gizi besi dikalangan ibu hamil, dan kurang energi kronis (KEK) dikalangan ibu hamil. b. Dapat dicegahnya peningkatan prevalensi gizi lebih. c. Meningkatnya persentase pemberian air susu ibu (ASI) eksklusif.

BAB IV HASIL KEGIATAN 4.1 KEGIATAN YANG DILAKSANAKAN Adapun kegiatan untuk setiap program pokok secara garis besar sebagai berikut : 1. Program Pokok Lingkungan Sehat Perilaku Sehat dan Pemberdayaan Masyarakat, guna mewujudkan

tersedianya air bersih dan jamban sehat, mengikuti standar, pedoman dan prosedur kerja yang telah ditetapkan oleh Departemen kesehatan. Dalam rangka mengupayakan kesehatan lingkungan (sanitasi) bagi sarana dan bangunan juga mengikuti standar, persyaratan dan pedoman yang ditetapkan oleh Departemen kesehatan, Peningkatan kesadaran dan kemampuan masyarakat dalam penyediaan dan pemanfaatan sarana pembuangan kotoran yang memenuhi syarat kesehatan, Serta terjaminnya mutu lingkungan hidup yang dapat menjamin kesehatan masyarakat yang optimal bebas dari keracunan oleh pestisida. 2. Program Pokok Upaya Kesehatan Dalam rangka pelayanan kesehatan ibu dan anak dilakukan (1) pelayanan pemeriksaan ibu hamil, (2) imunisasi, (3) pertolongan persalinan, (4) penanggulangan penyakit-penyakit penyebab kematian, (5) usaha kesehatan sekolah. Upaya meningkatkan pelayanan keluarga berencana dilakukan berbagai hal, yaitu antara lain (1) sosialisasi dan motivasi penggunaan alat kontrasepsi (2) pelayanan pencegahan dan penanganan efek samping dan komplikasi (3) pengembangan upaya pencegahan dan penanggulangan penyakit menular seksual, termasuk HIV/AIDS melalui pelayanan keluarga berencana. Dalam rangka penanggulangan penyakit menular dilakukan berbagai kegiatan, antara lain (1) Gebrak Malaria, yaitu gerakan untuk memberantas malaria dengan dukungan sektor terkait, masyarakat dan swasta, (2) Gerdunas TB yaitu gerakan penanggulangan tuberculosis melalui penggalangan kemitraan dengan sector terkait dan masyarakat dan penerapan strategi pengobatan jangka pendek yang diawasi secara langsung, pencemaran dan

(3) pemberantasan demam berdarah dengue melalui pemberantasan sarang nyamuk, (4) pemberantasan kusta,(5) pemberantasan penyakit-penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi. Dalam rangka pencegahan penyakit melalui imunisasi dilakukan :(1) Pemerataan cakupan imunisasi tingkat desa dengan melakukan tindakan koreksi melalui kunjungan rumah, (2) Pemberian vaksin polio melalui Pekan Imunisasi Nasional yang merupakan kelanjutan dari kegiatan yang telah dilaksanakan satiap tahun, (3) imunisasi DPT terhadap bayi usia 0-11 bulan, TT rutin terhadap ibu hamil dan calon pengantin serta akselerasi terhadap wanita usia subur, dan bulan Imunisasi Anak Sekolah untuk meningkatkan kekebalan terhadap tetanus, (4) imunisasi campak pada anak-anak SD dan pemberian vitamin A didaerah rawan. 3. Program Pokok Perbaikan Gizi Masyarakat Untuk perbaikan gizi dilaksanakan berbagai kegiatan, yaitu (1) revitalisasi system kewaspadaan pangan gizi melalui pemberian makanan tambahan untuk bayi dan anak-anak usia 6-24 bulan serta ibu hamil dan ibu menyusui yang berasal dari keluarga miskin, (2) revitalisasi Posyandu (3) Penyusunan peta situasi pangan dan gizi.

4.2 PELAYANAN KESEHATAN DASAR Pelayanan Kesehatan dasar yang dilakukan pada Puskesmas Langsa Bar Tahun 2011 meliputi : SP2TP, Gigi dan Mulut, Laboratorium, Apotik dan Pengobatan yang terdiri dari Poli Umum, Poli Anak, Ruang Tindakan dan Ruang Kartu, Serta Pelayanan Kesehatan Remaja.

4.2.1 JUMLAH KUNJUNGAN PUSKESMAS TAHUN 2011 Di Puskesmas Langsa Baro Pelayanan kunjungan pasien berdasarkan kartu berobat yaitu JKA, JPS dan ASKES, untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel dibawah ini :
Jenis Kartu Berobat Pasien NO BULAN JPS 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember JUMLAH 1121 1045 1329 1296 1200 1070 1364 1244 1263 1294 1263 790 14279 JKA 907 919 917 937 748 733 847 610 724 620 724 765 9451 ASKES 1039 934 1153 1068 980 882 813 486 797 827 797 509 10285 Rujukan JPS 390 301 330 396 343 314 334 257 291 323 223 321 3823 Rujukan ASKES 499 489 546 473 524 429 303 290 363 380 358 357 5011 Luar Wilayah 95 85 181 80 179 67 94 73 91 84 75 82 1186 TOTAL KUNJUNGAN

4051 3773 4456 4250 3974 3495 3755 2960 3529 3528 3410 2824 44005

JUMLAH NO NAMA DESA Puskesmas Pembantu 4 0 1 0 0 0 0 0 0 0 1 Pengunjung 5 0 2083 0 0 0 0 0 0 0 2083 Posyandu 6 3 5 2 5 1 1 2 2 2 23 Pengunjung 7 2547 4215 3254 2586 2335 2546 1264 984 988 20718 Jumlah Pengunjung 8 2547 6298 3254 2586 2335 2546 1264 984 988 22801

1 1 2 3 4 5 6 7 8

2 PB. Tunong PB. Seuleumak Karang anyer Gampong Jawa Gedubang Jawa Gedubang Aceh Pondok Kelapa Lengkong Suka jadi Makmur JUMLAH

4.2.2 KUNJUNGAN LABORATORIUM TAHUN 2011 Pemeriksaan Laboratorium yang tersedia di Puskesmas Langsa Baro antara Lain Sebagai Berikut :
NO BULAN JENIS PEMERIKSAAN DARAH 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember JUMLAH 56 38 47 84 128 62 33 39 26 34 32 29 608 URINE 60 63 45 48 59 43 29 54 48 30 30 45 554 FECES 23 8 9 5 4 11 2 5 4 2 0 3 76 TOTAL KUNJUNGAN 139 109 101 137 191 116 64 98 78 66 62 77 1.238

4.3 PELAYANAN KESEHATAN MASYARAKAT Hasil Kegiatan Pelayanan Kesehatan Masyarakat pada Tahun 2011 dari masing-masing Program yang telah dilaksanakan dalam Wilayah Kerja Puskesmas Langsa Bar.

4.3.1 Program UKGS / UKS Kegiatan pada Program UKGS yang dilaksanakan pada 25 Sekolah Dasar yang terdapat pada Wilayah Kerja Langsa Bar meliputi Pendataan Anak Murid SD kelas III dan IV, Penyuluhan dan Pemeriksaan Kesehatan Gigi, melaksanakan Sikat Gigi Massal, serta Pemberian Obat Fina Fluor Khusus pada Murid SD kelas I. Kegiatan lain yang dilaksanakan adalah Usaha Kesehatan Gigi Masyarakat Desa ( UKGMD ) pada 23 Pos setiap bulan pada 9 Desa. Adapun pelayanan yang dilaksanakan berupa Pengobatan Dasar Kesehatan Gigi, melakukan penambalan sementara dan Konsultasi masalah Kesehatan Gigi Balita, Bumil pada Masyarakat. Berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh petugas Kesehatan gigi rata-rata kesehatan gigi mereka bermasalah, Banyak dijumpai caries gigi yang ringan dan hingga berat.

Berikut masalah kesehatan gigi yang dijumpai berdasarkan pemeriksaan ; Caries supevisi Caries Media Caries Provunda Calculus Gingivitis Persistensi Program UKS yang dilaksanakan meliputi Pendataan Anak Murid SD dari 13 Sekolah Dasar meliputi Pemeriksaan Personal Hygiene Murid seperti Kuku, Rambut dan kebiasaan Olah Raga Murid. Serta pemeriksaan sarana kamar mandi sekolah, seperti : Toilet sekolah, Penyediaan air bersih dan tempat cuci tangan yang dimiliki sekolah. 4.3.2 Promosi Kesehatan Promosi Kesehatan yang dilaksanakan pada wilayah kerja Puskesmas Langsa Bar antara lain kegiatan penyuluhan kelompok yang dilakukan sebanyak 15 kali penyuluhan serta penyuluhan Massa didapatkan sebanyak 21 Kali penyuluhan,. Kegiatan Promosi Kesehatan meliputi Penyuluhan tentang Diare, TB Paru/Kusta, Malaria dan DHF. Serta Menerapkan Prilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di rumah Tangga, antara lain dengan memberantas jentik nyamuk di rumah seminggu sekali dan Tidak merokok di dalam rumah.

4.3.3 Kesehatan Lingkungan Pada Program Kesehatan Lingkungan kegiatan yang dilaksanakan pada tahun 2011 meliputi Pemeriksaan Tempat-Tempat Umum (TTU) seperti

Perkantoran, Sekolah-sekolah, Mesjid dan Salon serta restoran ( Rumah makan). Dari 44 TTU Jumlah yang ada, dan 44 TTU yang dilakukan Pemeriksaan, ternyata semua TTU didapati 100% Sehat, ( Lihat Tabel 67) Sedangkan Persentase dari 106 Institusi yang dilakukan pendataan di wilayah kerja Puskesmas Langsa Bar, tidak ada institusi yang di Bina Kesehatan Lingkungannya, ini berarti usaha kesehatan lingkungan masih adanya tumpang tindih, jadi harapan kedepan dapat dilakukan secara maksimal ( Lihat tabel 68 ).

Persentase Rumah Tangga Sehat di wilayah kerja Puskesmas Langsa Bar dari 10.301 Jumlah Rumah yang ada dan jumlah rumah yang diperiksa sebanyak 10.301, dari pemeriksaan Rumah Tangga Sehat yang dilakukan ternyata terdapat 10.301 rumah yang sehat (100 %). ( Lihat tabel 66) Kegiatan lain yang dilaksanakan adalah Infeksi Sanitasi Sumur Gali berdasarkan 10.301 KK dalam wilayah kerja Puskesmas Langsa Bar,

pemeriksaannya meliputi Kejernihan air, berwarna, berasa dan berbau. Pada Program Kesehatan Lingkungan masih banyak pelaksanaan kegiatan lainnya, seperti Pemeriksaan Keluarga dengan Kepemilikan Sarana Sanitasi Dasar menurut Kecamatan diwilayah kerja Puskesmas Langsa Bar, dari 10.301 jumlah KK yang diperiksa Persentasi ternyata semua keluarga memilki jamban keluarga (100 %), yang memiliki tempat sampah (100 %) dan pengelolaan air limbah 10.181 (99 %). (Lihat Tabel.66) Kemudian melakukan Pendataan Depot Air Minum Isi Ulang dari 9 Desa dalam wilayah kerja Puskesmas Langsa Bar terdapat 26 buah Depot air minum dimana setelah dilakukan pemeriksaan tidak ditemukan Depot air minum yang tidak sehat dan semuanya memenuhi syarat fisik kesehatan. Pemeriksaan lain yang dilakukan pada Program Kesehatan Lingkungan adalah Pemeriksaan Sarana Kesehatan pada sekolah-sekolah dalam wilayah kerja puskesmas Langsa Bar.

4.3.4. G I Z I Kegiatan yang dilaksanakan Program Gizi pada Puskesmas Langsa Bar Tahun 2011 adalah Monitoring Posyandu yang dilakukan setiap bulannya, Pemberian Vitamin A dan Obat Cacing pada Anak yang di Lakukan pada Bulan Februari dan Agustus Tahun 2011, dapat dilakukan pada Tabel berikut :

BULAN FEBRUARI 2011


Sasaran anak No Nama Desa 6-11 bln 1 2 3 4 5 6 7 8 9 PB. Tunong PB. Seuleumak Karang anyer Gampong Jawa Gedubang Jawa Gedubang Aceh Pondok Kelapa Lengkong Suka Jadi makmur Jumlah 46 172 61 90 45 43 35 27 19 538 12-59 bln 341 695 300 949 356 345 195 185 124 3490 2-5 th 258 489 215 603 376 119 98 89 72 2319 Cakupan Anak Yang Dapat Vitamin A 6-11 bln 42 151 61 33 31 43 35 27 19 442 % 91 88 100 37 69 100 100 100 100 755 12-59 bln 311 549 282 586 322 95 195 124 121 2588 % 91 79 94 62 90 95 100 95 99 805 Cakupan Anak Yang Dapat Obat Cacing Obat Cacing 221 438 199 560 321 119 98 89 72 1998 % 86 90 93 93 85 100 100 100 100 94

BULAN AGUSTUS 2011


Sasaran anak No Nama Desa 6-11 bln 1 2 3 4 5 6 7 8 9 PB. Tunong PB. Seuleumak Karang anyer Gampong Jawa Gedubang Jawa Gedubang Aceh Pondok Kelapa Lengkong Suka Jadi Makmur Jumlah 50 72 74 132 38 42 50 39 27 525 12-59 bln 410 378 240 745 362 214 138 121 101 2409 2-5 th 270 399 255 483 296 173 87 59 48 2070 Cakupan Anak Yang Dapat Vitamin A 6-11 bln 45 65 65 105 26 38 50 35 21 450 % 90 89 87 79 68 90 100 98 97 798 12-59 bln 400 282 240 673 250 195 122 120 98 2380 % 97 74 100 90 69 91 88 99 95 803 Cakupan Anak Yang Dapat Obat Cacing Obat Cacing 265 340 201 46 268 109 87 59 48 1423 % 98 85 78 86 90 63 100 100 100 89

Kemudian melaksanakan Sweeping Gizi Buruk dan Pemberian Makanan Tambahan di Posyandu pada Bayi, Balita dan Bumil KEK. Jumlah dan Persentase Posyandu di wilayah kerja Puskesmas Langsa Bar Tahun 2011 adalah 23 Posyandu dengan kriteria Posyandu Madya 2 Posyandu (66.7% ),dan kriteria posyandu purnama sebanyak 17 Posyandu (89,5%), sedangkan Posyandu Mandiri sebanyak 19 posyandu (100% ) (Lihat tabel 72) .

Dari 7176 Balita yang ditimbang ternyata yang naik berat badannya adalah sebesar 1192 (80 %) dan yang Bawah Garis Merah adalah sebesar 10 (1 %). (Lihat tabel 44).

4.3.5 Kesehatan Keluarga (Kesga) a. Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) Pada Program KIA , Kegiatan yang dilaksanakan pada Puskesmas Langsa Bar Tahun 2011 adalah Penjaringan Sasaran KIA seperti Bumil, Bulin dan Neonatus. Melakukan supervisi pada Bidan Desa yang dilakukan 3 bulan sekali. Selanjutnya mengadakan kegiatan Pelatihan-pelatihan seperti: a. Pelatihan Tindak Lanjut AMP dengan Sasaran seluruh Bidan dan bertujuan untuk menekan Angka Kematian Ibu dan Anak. b. Pelatihan Pengisian Parto Graf, sasaran seluruh bidan. c. Pelatihan Pemasangan Alat Kontrasepsi, sasaran seluruh bidan. d. Pelaksanaan kegiatan Cerdas Cermat terhadap seluruh kader yang bertujuan untuk mengetahui tingkat kemampuan Kader terhadap kesehatan dalam melakukan pelayanan di Posyandu. Dari 1.681 Ibu Hamil pada tahun 2011 dalam wilayah kerja Puskesmas Langsa Bar, Persentasi cakupan Kunjungan Ibu Hamil K4 adalah sebesar 777 (46 %), dengan Jumlah Ibu Hamil yang berisiko tinggi adalah sebesar 120 ( 12.46 % ) dan jumlah ibu hamil yang berisiko tinggi tersebut yang ditangani adalah ternyata 35 (10 %).( Lihat tabel 31), Selanjutnya dari 716 Ibu bersalin, ternyata dari semua persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan sebanyak 716 (100%). (Lihat tabel 28), dan dari 1.681 jumlah Ibu Nifas yang mendapatkan tablet FE3 sebanyak 795 ( 47 %). (Lihat Tablet 30).

b. Keluarga Berencana (KB) Cakupan Peserta KB Aktif di wilayah kerja Puskesmas Langsa Bar Tahun 2011 adalah dari 7.571 jumlah Pasangan Usia Subur (PUS) ternyata yang peserta KB Aktif hanya 4.959 (65.5%), Sedangkan peserta KB Baru berjumlah 1.058 ( 14.0 % ). (Lihat Tabel 35 ),

Berikut Jenis Pemakaian Alat Kontrasepsi pada Tahun 2011 :


JENIS KONTRASEPSI NO BULAN Abs 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember 126 113 85 114 135 124 114 135 169 144 127 120 PIL Kum 0,1 0,1 0,1 0,1 0,2 0,2 0,1 0,2 0,2 0,2 0,2 0,2 Suntik Abs 110 102 102 132 142 122 136 116 110 122 122 110 Kum 0,1 0,1 0,1 0,2 0,2 0,2 0,2 0,1 0,1 0,2 0,2 0,1 Implant Abs 14 11 4 0 6 0 0 0 0 3 16 17 Kum 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 Kondom Abs 24 47 27 13 27 21 24 18 20 12 13 20 Kum 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0 0,0

c. Usia Lanjut (Usila) Kegiatan yang dilaksanakan pada program Usila Tahun 2011 adalah Posyandu Usila yang dilakukan setiap bulannya, meliputi memberi PMT pada Usila, Melakukan penyuluhan, dan memberi pengobatan, sosialisasi program usila pada masyarakat ( Pada 9 desa ), melakukan pelatihan kader usila. Adapun jumlah Posyandu Usila 9 Buah dengan 18 orang Kader, dimana dari 9 Desa terdapat 2135 Orang Usila. dari 2.195 Usila yang ada, ternyata yang mendapat pelayanan kesehatannya sebanyak 921 (42%).(Lihat Tabel 348 ).

d. Kesehatan Jiwa (Keswa) Pada Program Kesehatan Jiwa ini, kegiatan yang dilaksanakan pada Tahun 2011 meliputi Penjaringan Pasien Jiwa dalam wilayah kerja Puskesmas Langsa Bar, Sosialisasi tentang Kesehatan Jiwa terhadap masyarakat dan pelatihan kader kesehatan Jiwa dengan jumlah kader 7 orang, Serta Pengobatan dan pembinaan pasien jiwa. . Dari Jumlah kunjungan Rawat Jalan pada Puskesmas Langsa Bar pada Tahun 2011 sebanyak 44.005 Orang, ternyata kunjungan gangguan jiwa adalah sebesar 279 orang.(Lihat Tabel 58).

Dan dari Jumlah Pasien Jiwa tersebut ternyata terdapat 8 orang yang di Rujuk ke Rumah Sakit Jiwa Banda Aceh. 4.3.6 Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Menular a. Imunisasi Kegiatan yang dilaksanakan pada Program Imunisasi pada Puskesmas Langsa Bar Tahun 2011 adalah pelayanan Imunisasi rutin di Puskesmas, sweeping Imunisasi yang dilaksanakan setiap 3 bulan sekali dan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) setahun sekali. Dari 9 desa wilayah kerja Puskesmas Langsa Bar, ternyata semua desa nya Universal Child Imunization (UCI) dengan persentasi (100 %). (Lihat tabel 38). Selanjutnya dapat dilihat Persentasi Kumulatif Jenis Imunisasi pada Tahun 2011 :
NO JENIS IMUNISASI Januari N Kum 80 64 63 58 77 64 64 54 32 1 50 % Kum 9.1 7.3 7.2 6.6 8.8 7.3 7.3 6.2 1 0.1 5.7 Februari N Kum 148 148 136 121 150 151 136 117 70 3 114 % Kum 16.8 16.9 15.5 13.8 17.1 17.2 15.5 13.4 8.0 0.3 13.0 Maret N Kum 254 227 214 192 256 246 211 187 125 5 204 % Kum 29.0 25.9 24.4 21.9 29.2 28.1 24.1 21.3 14.3 0.6 23.3 April N Kum 328 309 292 266 332 325 295 266 162 6 275 % Kum 37.4 35.3 33.3 30.4 37.9 37.1 33.7 30.4 18.5 0.7 31.4 Mai N Kum 392 375 354 327 405 401 357 329 201 8 335 % Kum 44.7 42.8 40.4 37.3 46.2 45.8 40.8 37.6 22.9 0.9 38.2 Juni N Kum 462 437 412 400 481 463 422 404 238 18 385 % Kum 52.7 49.9 47.0 45.7 54.9 52.9 48.2 46.1 27.2 2.1 43.9

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11

BCG DPT 1 / HB DPT 2 DPT 3 Polio 1 Polio 2 Polio 3 Polio 4 HB 0 HB 1 Campak

NO

JENIS IMUNISASI

Juli N Kum 522 506 478 465 541 533 487 474 270 25 449 % Kum 59.6 57.8 54.6 53.1 61.6 60.8 56.6 54.1 30.8 2.9 51.3

Agustus N Kum 579 571 535 514 606 589 542 528 297 25 494 % Kum 66.1 65.2 61.1 58.7 69.2 67.2 61.9 60.3 33.9 2.9 56.4

September N Kum 665 650 594 583 704 661 603 598 363 25 560 % Kum 75.9 74.2 67.8 66.6 80.4 75.5 68.8 68.3 41.4 2.9 63.9

Oktober N Kum 717 714 654 638 759 728 659 650 400 25 623 % Kum 81.8 81.5 74.7 72.8 86.6 83.1 75.2 74.2 74.2 45.7 2.9

November N Kum 772 779 734 727 804 799 743 736 500 0 715 % Kum 88.1 88.9 83.8 83.0 91.8 91.2 84.8 84.0 57.1 0.0 81.6

Desember N Kum 743 756 727 759 728 715 661 528 514 25 500 % Kum 84.8 84.0 83.0 86.6 83.1 81.6 75.5 60.3 58.7 2.9 57.1

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11

BCG DPT 1 / HB DPT 2 DPT 3 Polio 1 Polio 2 Polio 3 Polio 4 HB 1 HB 2 Campak

Catatan TARGET UCI ( Utility Children Immunitation ) 1. BCG 3. POLIO 3 b. Diare Dari 4.518 Jumlah Kasus Diare pada Puskesmas Langsa Bar Tahun 2011 ternyata jumlah penderita Diare tersebut semuanya ditangani (100%). (Lihat Tabel 16) c. TB Paru / Kusta Dari 233 Suspect TB Paru pada Puskesmas Langsa Bar Tahun 2011 ternyata yang Positif menderita TB paru sebanyak 26 penderita dan yang diobati hanya 44 Orang, dan jumlah penderita yang baru sembuh hanya 23 penderita (52%). (Lihat tabel 28).
PENCAPAIAN INDIKATOR TARGET Abs Suspek Proporsi BTA + Angka Konversi BTA + CDR Kasus Baru 233 26 23 52 7 23 22 24 8.0% 91% 70% % Abs % KESENJANGAN

: 80 % : 70 %

2. DPT1 / HB : 80 % 4. CAMPAK : 75 %

Catatan : - Jumlah penduduk - Suspek Tb paru - Proporsi BTA + - Konversi BTA + : 42.076 : 233/100.000 : 26/100.000 : 91% Kusta di Wilayah Kerja

Pada Tahun ini tidak ada penderita penyakit Puskesmas Langsa Bar. ( Lihat Tabel 17 )

d. Malaria Persentase penderita Malaria yang di obati di wilayah kerja Puskesmas Langsa Bar Tahun 2011 adalah dari 75 Penderita Malaria yang Positif melalui pemeriksaaan mikroskopis, maka dari semua yang Positif Malaria tersebut tidak ada yang sembuh dan semuanya meninggal (100%). (Lihat tabel 24).

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 KESIMPULAN Keberhasilan pembangunan kesehatan di Wilayah Kerja Puskesmas Langsa Bar masih mengalami beberapa hambatan yang berarti, sebagai ukuran untuk melihat keberhasilan pembangunan kesehatan Wilayah Kerja Puskesmas Langsa Bar tersebut dapat dilihat dari beberapa indikator kesehatan sebagai berikut : 5.1.1. Derajat Kesehatan Optimal 1. Jumlah Kematian Ibu hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Langsa Bar Tahun 2011 sama sekali tidak ada dari 1.681 ibu hamil,dan kematian ibu bersalin 1 orang dari 716 ibu yang bersalin. 2. Angka Kematian Bayi di Wilayah Kerja Puskesmas Langsa Bar Tahun 2011 adalah 1 dari 713 Kelahiran Hidup. 3. Angka Kematian Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Langsa Bar Tahun 2011 adalah tidak ada dari seluruh Kelahiran Hidup. 4. Angka Kesakitan penyakit Diare di Wilayah Kerja Puskesmas Langsa Bar pada Balita dan Dewasa Tahun 2011 adalah 4.518 penderita. 5. Angka Kesakitan penyakit Malaria di Wilayah Kerja Puskesmas Langsa Bar Tahun 2011 adalah penderita positif yang diperiksa melalui mikroskopis sebanyak 75 orang dan belum ada yang berhasil sembuh. 6. Angka Kesakitan penyakit DBD di Wilayah Kerja Puskesmas Langsa Bar Tahun 2011 adalah 30 penderita. 5.1.2. Lingkungan Sehat 1. Persentase keluarga yang memiliki persediaan air minum sehat di Wilayah Kerja Puskesmas Langsa Bar Tahun 2011 sebesar 100 %. 2. Persentase keluarga yang memiliki akses terhadap jamban sehat di Wilayah Kerja Puskesmas Langsa Bar Tahun 2011 sebesar 100 %. 3. Persentase keluarga yang mengelola air limbahnya dengan aman di Wilayah Kerja Puskesmas Langsa Bar Tahun 2011 sebesar 99 %. 4. Persentase Penduduk miskin di Wilayah Kerja Puskesmas Langsa Bar Tahun 2011 sebesar 7.430 ( 16.04%).

5.1.3. Pembangunan Kesehatan 1. Cakupan K4 di Wilayah Kerja Puskesmas Langsa Bar Tahun 2011 sebesar 46 %. 2. Akses pelayanan bumil dan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan sebanyak 716 orang sebesar (100 % ). 3. Persentase peserta KB aktif di Wilayah Kerja Puskesmas Langsa Bar Tahun 2011 sebesar (66.8 %). 4. Pesentase bayi yang mendapat imunisasi campak di Wilayah Kerja Puskesmas Langsa Bar Tahun 2011 sebesar (95 %). Angka ini hampir mencapai angka nasional 100%. 5. Pesentase rumah yang bebas jentik nyamuk di Wilayah Kerja Puskesmas Langsa Bar Tahun 2011 sebesar 50 % dari jumlah yang diperiksa. Lebih rinci angka kesakitan beberapa penyakit menular dapat dilihat pada tabel lampiran. 5.2 SARAN 1. Pelayanan untuk ibu, bayi dan anak,baik pelayanan antenatal, persalinan, maupun postnatal, termasuk pelayanan gizi, pelayanan imunisasi dan manajemen penyakit pada balita perlu terus ditingkatkan, sehingga dapat mengurangi angka kematian ibu dan anak. 2. Keberhasilan pembangunan kesehatan daerah tidak dapat dibebankan hanya kepada sektor kesehatan, tetapi kontribusi sektor-sektor lain yang terkait perlu diperhatikan agar target yang telah ditetapkan dalam Indonesia Sehat dapat tercapai. 3. Manajemen kesehatan perlu mendapat prioritas untuk peningkatanya, terutama dalam hal pemenuhan anggaran kesehatan. 4. Program pemberantasan penyakit menular perlu mendapat perhatian lebih serius, terutama dalam hal pencegahan atau pemberantasan penyakit diare, malaria, dan DBD.