Anda di halaman 1dari 3

BAB 1 PENDAHULUAN

1.1.

Latar Belakang Tubuh manusia terpapar oleh bermacam-macam kuman secara terus

menerus setiap harinya. Diantaranya banyak kuman berbahaya atau patogen yang apabila menginvasi ke jaringan yang lebih dalam dapat mengganggu fisiologis manusia, menimbulkan sakit bahkan kematian. Namun tubuh kita mempunyai sistem proteksi untuk melawan kuman-kuman tersebut. Leukosit atau sel darah putih merupakan satuan unit yang melakukan pekerjaan tersebut. Namun, leukosit juga dapat mengalami kelainan sehingga pekerjaannya terganggu. Jika jumlahnya terlalu sedikit, tubuh akan jatuh ke status immunocompromised dimana tubuhnya tidak dapat melindungi dari infeksi. Kebalikannya, jika produksi leukosit terlalu tinggi, hal ini dapat menyebabkan menurunnya fungsi proteksi dari leukosit sendiri, begitu juga dengan sel-sel darah lainnya. Banyak atau sedikitnya jumlah leukosit seseorang ditentukan dari banyak faktor. Salah satunya adalah tempat produksinya, yaitu di bone marrow. Kelainan yang terjadi di bone marrow merupakan penyebab utama malfungsi leukosit dan sel darah lainnya, yang paling sering terjadi adalah keganasan atau biasa disebut Leukemia. Penyakit keganasan atau penyakit degeneratif, atau yang biasa disebut sebagai kanker merupakan salah satu penyebab utama kematian di dunia. World Health Organization (WHO) memperkirakan setidaknya 84 juta orang meninggal dalam rentang waktu 2005 dan 2015 akibat kanker. Pada tahun 2000, terdapat 10 juta orang menderita kanker di seluruh dunia dan 6,2 juta diantaranya meninggal dunia. Di Indonesia sendiri, kanker merupakan penyebab kematian peringkat keenam di Indonesia dan diperkirakan terdapat insiden kanker 100 per 100.000 penduduk setiap tahunnya. Leukemia merupakan kanker yang paling banyak dijumpai pada anakanak, yaitu 30-40% dari seluruh kanker pada anak. Leukemia berada pada peringkat kelima setelah kanker payudara, kanker leher rahim, kanker hati dan

saluran empedu intrahepatik, limfoma non-Hodgkin dari seluruh pasien kanker rawat inap rumah sakit di Indonesia. Di Jakarta, ditemukan 650 kasus kanker baru pada anak dan sebanyak 70% merupakan kanker sel darah putih atau leukemia. Penderita leukemia yang tercatat di RSUP H. Adam Malik Medan tahun 2004-2007 adalah 162 orang dengan perincian, Leukemia Limfositik Akut (LLA) 87%; Leukemia Granulositik/Mielositik Akut (LGA/LMA) 6,2%; Leukemia Granulositik/Mielositik Kronik (LGK/LMK) 2,5%; dan Leukemia Limfositik Kronik (LLK) 4,3%. Dalam menegakkan diagnosis leukemia, banyak pemeriksaan yang harus dilakukan seorang dokter. Salah satunya adalah pemeriksaan bone marrow yang didapatkan melalui bone marrow puncture (BMP) atau pungsi sumsum tulang. Sama seperti biopsi untuk pemeriksaan histopatologi pada penyakit kanker lainnya, pemeriksaan bone marrow merupakan gold standard dalam menentukan apakah seseorang menderita leukemia atau tidak. Selain menjadi media diagnostik defenitif, BMP juga merupakan pemeriksaan penting dalam membagi jenis-jenis leukemia untuk sistem klasifikasi. Sistem klasifikasi ini sangat penting karena setiap jenis leukemia berbeda cara penanganannya. Saat ini, masih sedikit sekali data yang menunjukkan pembagian yang jelas dari jenis-jenis leukemia. Sementara data ini sangat penting untuk penentuan klasifikasi leukemia, sehingga nantinya pemberian penatalaksanaan juga lebih sesuai. Begitu juga dengan penentuan prognosis akan lebih mudah ditentukan. Oleh karena itu, penulis tertarik untuk mengamati karakteristik gambaran hasil BMP tersebut sehingga nantinya akan diperoleh data terbaru mengenai pembagian jenis leukemia berdasarkan hasil pemeriksaan bone marrow tersebut.

1.2.

Rumusan Masalah Dengan memperhatikan latar belakang masalah yang telah dikemukakan di

atas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah : Bagaimanakah tipe gambaran hasil bone marrow puncture (BMP) pada penderita leukemia di RSUP Haji Adam Malik Medan Tahun 2011?

1.3.

Tujuan Penelitian 1.3.1. Tujuan Umum Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran hasil bone marrow puncture (BMP) pada penderita leukemia di RSUP Haji Adam Malik Medan Tahun 2011.

1.3.2. Tujuan Khusus Yang menjadi tujuan khusus pada penelitian ini adalah : a. Mengetahui prevalensi penderita leukemia di RSUP Haji Adam Malik Medan Tahun 2011. b. Mengetahui jenis leukemia di RSUP Haji Adam Malik Medan Tahun 2011. c. Mengetahui usia tersering penderita leukemia di RSUP Haji Adam Malik Medan Tahun 2011. d. Mengetahui jenis kelamin tersering penderita leukemia di RSUP Haji Adam Malik Tahun 2011.

1.4.

Manfaat Penelitian Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberi manfaat, diantaranya : 1. Memberi informasi kepada piak pratisi medis tentang predominasi penyakit leukemia sehingga penanganan yang diberikan lebih tepat. 2. Hasil penelitian yang diperoleh dapat dipergunakan sebagai sumber informasi data epidemiologi untuk penelitian ilmiah mengenai leukemia di masa mendatang, baik oleh peneliti maupun oleh pihakpihak lainnya.